cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Bentuk Koreografi Tari Nguri Di Sanggar Seni Saling Pendi Kabupaten Sumbawa Hana Medita; Serly Resita Dewi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i2.16383

Abstract

Tari Nguri merupakan tarian khas kabupaten Sumbawa yang tergolong tarian kelompok dengan jumlah penari tiga sampai lima tergantung kreasi yang dibuat. Adapun Sito sebagai properti utamanya, terbuat dari logam berbentuk seperti kotak atau nampan khusus. Tarian ini biasanya ditarikan oleh perempuan atau gadis Sumbawa. Tarian ini menggambarkan dukungan, penghormatan dan pengabdian masyarakat terhadap Raja yang telah memimpin dan menciptakan kemakmuran untuk rakyatnya. Dengan membawa seserahan dari masyarakat kepada raja kesultanan Sumbawa diharapkan mampu mengurangi kesedihan Raja. Tarian ini diciptakan sekitar tahun 1950-an oleh seniman H.Mahmud Dea Batekal. Penelitian ini menganalisis bentuk Koreografi Tari Nguri yang ada di Kabupaten Sumbawa. Untuk itu digunakan pendekatan koreografi dengan analisis bentuk gerak, teknik gerak, isi gerak, aspek ruang, aspek waktu, aspek tenaga, dan gaya gerak. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tari Nguri memiliki variasi dalam bentuk gerak, rias dan tata iringan. Jumlah penari yang terdiri dari 3 sampai 5 penari perempuan, membuat koreografi dalam wujud gerak, desain lantai, dan permainan level tarian ini semakin menarik. Rias yang digunakan penari perempuan menggunakan rias korektif. Instrumen yang digunakan untuk mengiringi tari Nguri adalah gong, genang/gendang, rebana rea, serunai, pelampong, santong serek.
Upacara Pernikahan Malam Tari Inai Masyarakat Melayu Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi : Analisis Struktur Gerak Tari Inai Novita Hidayani; Rosa Rosida
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i2.16405

Abstract

Cerita tokoh perjuangan Melayu Timur disebut masyarakat sebagai pendekar, berdasarkan hal tersebut diwujudkan ke dalam ide garapan Tari Inai yang diimplementasikan pada upacara pernikahan Malam Tari Inai. Dengan struktur gerak yang sederhana serta dipertunjukan secara individu oleh masing-masing penari yang menggambarkan pendekar Melayu Timur laki-laki dan perempuan. Setiap penari memerankan pendekar dengan gerak yang berbeda-beda sesuai karakteristik penari perankan yaitu gerak penari Pendekar Hang Tua, Pendekar Hang Jebar, Hang Kastu, Hang Leyu, Dan Pendekar Kandang Setia, Putri Zubaidah, Putri Pinang Masak, Putri Intan Berbudi, Putri Intan Terpilih, dan Putri Begubang. Semua penari menggunakan property kembang lilin yang menggambarkan upacara pada malam tersebut yaitu malam pemasangan inai pengantin perempuan dan laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, partisipan observasi, dan analisis data. Teori yang digunakan dalam menganalisis setiap bagian-bagian gerak Tari Inai yaitu teori struktural. Struktur merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial masyarakat. Sebab struktur sebagai tata hubung untuk mencapai tujuan dalam sebuah acara.
Redesign Kemasan Produk Herbamie Sebagai Strategi Branding Renny Nirwana Sari; Tiyaningsih, Sulis; Rizaq, Moh Cholisatur; Prabowo, Pancanto Kuat
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v6i2.16410

Abstract

Herbamie merupakan brand makanan instan sehat yaitu mi ayam pangsit kering herbal yang dimiliki oleh Ibu Widodo Ayuningsih yang berdiri pada bulan Agustus 2022. Ditemukan adanya suatu masalah yang ada dalam produk Herbamie ini yaitu bentuk dan desain kemasan yang kurang mempunyai ciri khas pada produk Herbamie ini dikarenakan warna dan bentuk kemasan yang dinilai kurang sesuai dengan karakter produk. Metode perancangan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tahapan observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi, kemudian menggunakan analisis SWOT dengan tujuan untuk mengetahui kelebihan (Strength), kekurangan (Weakness), peluang (Opportunity) dan ancaman (Threat) yang dimiliki oleh produk Herbamie sebagai upaya perbandingan dengan pesaing. Perancangan redesign kemasan produk Herbamie ini menggunakan metode design thinking. Proses mekanika digital dalam proses perancangan redesign kemasan Herbamie yaitu tahap sketsa, desain, dan mockup. Hasil dari perancangan redesign ini adalah kemasan baru dengan visual desain yang menarik dengan citra produk yang menggambarkan produk mi herbal, menggunakan warna yang cerah serta logo Herbamie dan maskot mangkok mi. Media utama yang digunakan yaitu kemasan primer, sekunder, dan tersier . Media pendukung perancangan ini berupa alat makan atau dapur yaitu mangkok, sumpit, botol saus, wadah bumbu, apron, totebag, tumblr atau botol minum. Media pemasaran dalam perancangan ini yaitu poster, x banner, kartu nama, dan website.
ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDER PEIRCE PADA COVER MAJALAH TEMPO 2010 Ernawati Ernawati; Nada Fatimatus Zulfa
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 3 No. 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.16465

Abstract

Majalah Tempo adalah sebuah majalah politik yang kerap membahas dan mengkritik kasus-kasus politik di Indonesia, gaya covernya yang terkenal berani dan sarkas bahkan memiliki pendirian tidak membela siapapun dan tidak berdiri pada pihak manapun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menarik sebuah interpretasi berdasarkan data dan juga fakta, sehingga argumen yang dihasilkan menjadi mutlak karena faktor adanya data, bukan karena penilaian secara subjektif. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Shanders Pierce. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis yang digunakan meliputi pengumpulan data, membaca keseluruhan data, dan mengelompokkan data berdasarkan ikon, indeks, dan simbol. Selanjutnya dilakukan interpretasi dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian yang diperoleh yaitu ilustrasi yang menggambarkan kritik terhadap masa pemerintahan SBY, yaitu meliputi; 1) majalah tempo periode 2010 ini banyak membahas tentang penyelewengan dana pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 2) penyelewengan dana Bank Century yang banyak mencatat banyak sekali korban yang terlibat, 3) diberikannya hak-hak serta fasilitas istimewa tersangka korupsi didalam penjara, dan 4) kasus jual beli hukum di Indonesia.
BUKU CERITA BERGAMBAR ASAL USUL PANTANGAN MEMAKAN IKAN LELE BAGI WARGA LAMONGAN SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI ANAK-ANAK Rizka Rahma Amalia; Ichsan, M.; Ernawati
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.16474

Abstract

Berawal dari kejadian di tempat kerja penulis di Surabaya, karena penulis lahir di Lamongan ada yang bertanya "apa benar orang Lamongan tidak boleh memakan ikan lele?", pertanyaan tersebut membuat penulis berpikir untuk menggali lebih dalam tentang cerita pantangan tersebut dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas khususnya anak-anak, sehingga dapat menambah pengetahuan dan sebagai edukasi kepada warga Lamongan khususnya anak-anak serta dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap cerita rakyat yang dimiliki oleh daerahnya sendiri. Penciptaan ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer didapatkan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, sedangkan data sekunder didapatkan dari buku cetak/ elektronik dan literatur terdahulu. Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan analisis SWOT agar dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya. Hasil dari penciptaan ini berupa buku cerita bergambar yang mengangkat salah satu budaya dari Lamongan, tepatnya Desa Medang Kecamatan Glagah. Karya ini menampilkan konsep budaya pada masa itu, dari penggambaran karakter tokoh, latar belakang, warna, serta penggunaan typografi sesuai dengan target audience anak-anak. Terdapat media pendukung berupa stiker, kaos, tote bag, gantungan kunci, pembatas buku dan akun instagram. Secara umum buku cerita bergambar ini dapat dinikmati publik terutama anak-anak, karena disajikan dengan visual yang menarik serta memadu padankan warisan budaya yang mengandung nilai-niai luhur.
UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN MELALUI FILM OMNIBUS: “DON’T JUST SHUT UP” Gusnita Linda; Riri Irma Suryani; Laurensius Windy Octanio Haryanto; Emmareta Fauziah
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.2028

Abstract

Berbagai laporan dari lembaga terkait mencatat peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan setiap tahunnya. Kekerasan seksual nyatanya dapat terjadi di mana saja. Lingkungan yang tadinya terlihat aman dan nyaman, seperti rumah, sekolah, dan tempat kerja nyatanya tak dapat memberikan jaminan keamanan. Urgensi terhadap edukasi dan kampanye yang aktif mendukung pencegahan dan penanganan kekerasan seksual sangat diperlukan terutama menggunakan media yang cukup dekat dengan masyarakat, yaitu media film bercerita. Untuk itu penelitian ini merancang film omnibus yang diberi judul “Don’t Just Shut Up” dengan tiga sasaran utama.  Yaitu sebagai media kampanye pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual terhadap anak, remaja, dan orang dewasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data studi pustaka terkait studi kampanye pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual. Pada tahap pelaksanaannya, pembuatan video menggunakan tiga tahap produksi, yaitu proses Pra Produksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Tahapan pra produksi ini merupakan tahapan awal dari sebuah produksi video. Tahap kedua, proses produksi berisikan tahapan perekaman gambar, baik secara indoor maupun outdoor. Tahap pasca produksi merupakan tahapan proses editing hasil perekaman gambar (shooting), evaluasi hasil editing dan finalisasi karya. Sehingga hasil akhir penelitian ini nantinya berupa video film pendek omnibus sebagai media kampanye, pencegahan, dan penanggulangan kekerasan seksual bagi anak, remaja, dan orang dewasa. Various reports from relevant institutions recorded an increase in cases of sexual violence against children and women every year. Sexual violence can actually occur anywhere. Environments that previously looked safe and comfortable, such as homes, schools, and workplaces, in fact cannot provide security guarantees. The urgency of education and campaigns that actively support the prevention and handling of sexual violence is very necessary, especially using media that is quite close to the community, namely the medium of storytelling films. This design is in the form of short film video content consisting of three main targets or called omnibus films. Namely as a campaign media for the prevention and control of sexual violence against children, adolescents, and adults. This research uses a descriptive qualitative method by utilizing literature study data related to the study of sexual violence prevention and countermeasures campaign. At the implementation stage, video creation uses three stages, namely the Pre-Production, Production, and Post-Production processes. This pre-production stage is the initial stage of a video production. The second stage, the production process contains the stages of image recording, both indoors and outdoors. The post-production stage is the stage of the process of editing the results of recording images (shooting), evaluating the results of editing and presenting works. So that the final results of this study will be in the form of omnibus short film videos as a medium for campaigning, prevention, and countermeasures of sexual violence for children, adolescents, and adults.
KONSEP SUSUNAN RUANG DAN RAGAM VITRIN PADA PAMERAN TEMPORER NASKAH FILOLOGIKA Muhammad Naufal Fadhil; Aji Sofiana Putri; Nisa Putri Rachmadani; Zuhrahmi DE
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.14846

Abstract

Museum Aceh pada Bulan Agustus hingga September 2023 mengadakan sebuah pameran temporer yang bertajuk “Rahasia Peradaban dalam Aksara”. Pameran ini mengangkat koleksi filologika (naskah kuno) sebagai objek pamer. Naskah-naskah tersebut terdiri dari ayat suci Al-Qur’an, kitab ajaran Islam, sejarah dan mantra-mantra masa lalu yang sebagian besar ditulis dalam kaligrafi Arab berbahasa Melayu. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji susunan ruang dalam perspektif arsitektur dan desain interior, pada pameran koleksi filologikan yang memuat konten sakral. Selain itu, studi ini juga bertujuan untuk mengkaji bagaimana ragam vitrin yang melindungi naskah-naskah filologika tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa dalam suatu ruang pameran tanpa pembatas yang masif, terdapat area-area dengan fungsi yang berbeda-beda. Selain itu, terbentuk hubungan antar area dalam pameran yang dihasilkan dari susunan konten pameran berdasarkan geografis asal koleksi dan pengurutan koleksi berdasarkan waktu. Untuk melindungi naskah dan menyampaikan informasi filologika, pameran ini juga mengembangkan ragam jenis vitrin yang terdiri dari box tertutup transparan dan panel lepas. From August to September 2023, Museum Aceh held a temporary exhibition entitled "Rahasia Peradaban dalam Aksara." The exhibition highlights the collection of philology (ancient manuscripts) as the object of the exhibition. The manuscripts consist of Qur'anic verses, Islamic scriptures, history, and past mantras, most of which are written in Arabic calligraphy in Malay. By using a qualitative descriptive methodology, this study investigates the spatial configuration of philological collections containing religious material within the context of interior design and architecture. In addition, this study also aims to investigate how various vitrines can protect the manuscripts containing the Qur'an, religious books, and mantras. This study indicated that exhibition spaces without enormous walls have diverse uses. Additionally, the arrangement of exhibition content according to the geographical origin of the collection and the chronological categorization of the collection established the relationship between regions. To conserve the manuscripts and provide philological information, the exhibition introduced a set of vitrines made out of transparent closed boxes and loose panels  
MAKNA DAN PERUBAHAN RUPA BONEKA WAYANG SEMAR PADA WAYANG JEKDONG JAWA TIMUR Alfian Candra Ayuswantana; Lutfi Tri Atmaji; Diana Aqidatun Nisa; Pungky Febi Arifianto
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.16334

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan beragam suku dan kebudayaan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Berbeda daerah dan suku maka berbeda pula kebudayaan yang ada termasuk artefak budaya yang ada di masyarakat Indonesia. Sebuah artefak budaya senantiasa mencerminkan nilai-nilai Masyarakat pembuatnya. Hal ini tidak terkecuali dalam kesenian wayang Jekdong sebagai hasil karya Masyarakat budaya Arek, Masyarakat budaya Arek sebagai sub-budaya provinsi Jawa Timur memiliki kekhasan  budaya dan salah satu produk dari budaya arek adalah wayang Jekdong dimana boneka wayang Jekdong Semar menjadi cermnan akan nilai-nilai budaya Arek. Penelitian ini melibatkan penelusuran boneka wayang Semar dalam tiga spesimen yang berbeda dari tiga tahun pembuatan. Hal tersebut dalam rangka mengulik nilai cerminan masyarakat budaya Arek yang dipertahankan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi spesimen wayang Jekdong tiga periode produksi yang berbeda dengan menggunakan gaya wayang Jekdong Porongan koleksi Ki Wardono dan salah satu sumber yang tidak dapat disebutkan. Perbedaan-perbedaan yang tampak pada boneka wayang Semar dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang melatar belakangi. Faktor tersebut antara lain adalah faktor karakteristik budaya Arek yang cenderung lugas dan faktor pengaruh nilai-nilai islam. Indonesia is a large country with diverse ethnicities and cultures spread from Sabang to Merauke. Different regions and ethnicities have different cultures, including cultural artifacts in Indonesian society. A cultural artifact always reflects the values of the community that creates it. This is no exception in the art of Jekdong puppetry, a product of the cultural community of Arek. Arek, as a subculture of East Java province, has its own cultural distinctiveness, and one of the products of Arek culture is the Jekdong puppet, where the Jekdong Semar puppet serves as an embodiment of Arek cultural values. This research involves the examination of the Semar puppet in three different specimens from three different production years. This is done to explore the values reflecting the Arek cultural community that are preserved. The research method used is the observation of Jekdong puppet specimens from three different production periods, using the Jekdong Porongan puppet style collection of Ki Wardono and another source that cannot be mentioned. The differences observed in the Semar puppet are influenced by several main underlying factors. These factors include the characteristics of Arek culture, which tend to be straightforward, and the influence of Islamic values  
PERANCANGAN KATALOG TARI BANDENG NENER MENGGUNAKAN MEDIA FOTOGRAFI SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DI SIDOARJO Moh Fatkhul Awaludin; Putra Uji Deva Satrio
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.16404

Abstract

Fotografi dapat digunakan untuk memperkuat gambar dalam banyak hal, seperti menjaga kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat katalog yang menggambarkan tari Bandeng Nener, yang berasal dari Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendeketan penelitian kualitatif berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalog tari Bandeng Nener difoto dengan sentuhan gaya kontemporer; perancangan dimaksudkan untuk memberikan gambaran tari tradisional yang lebih modern. Katalog fotografi tari Bandeng Nener ini dirancang untuk membantu menjaga kebudayaan tradisional dan memberi masyarakat Indonesia media informasi. Dengan menyertakan sejarah dan penjelasan rinci tentang tarian Bandeng Nener, katalog fotografi tarian tradisional akan menjadi angin segar untuk budaya tradisional dengan mengangkat tema kebudayaan tarian tradisional. Photography can be used to strengthen the image in many ways, such as maintaining local wisdom. Bandeng Nener dance is a little-known traditional dance from Indonesia, depicting the life of coastal communities and cultural rituals. This dance is often featured in local ceremonies and festivals to celebrate the abundance of marine products and honor ancestors. This study aims to create a catalog that describes the Nener Bandeng dance, which comes from Sidoarjo. The purpose of making Nener Bandeng dance catalog is to document and preserve this traditional dance so that it does not become extinct and remains known by future generations. This catalog also provides complete and accurate information for students, researchers, and the general public who want to learn more about Bandeng Nener dance. This study uses a qualitative research approach based on data obtained from interviews. Researchers also used the case study method by analyzing the messages in photographs from several photographers on social media related to culture and cultural promotion. This Data is used as a reference in the discussion chapter and is presented in the form of a descriptive narrative. The results showed that the Nener Bandeng dance catalog was photographed with a touch of contemporary style. The design is intended to provide an overview of traditional dance more modern. The storyline in Bandeng Nener dance catalog includes an explanation of each dance. On the cover, the process involved creating several design alternatives with the aim of obtaining results that fit the concept. The colors used within the pages of this catalog vary, each having a different meaning.
PERANCANGAN KOMIK "INTRO PALS" UNTUK MEMBERIKAN EDUKASI KEPRIBADIAN Graciella Tirza Zuriel; Marina Wardaya
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.16479

Abstract

Introvert dikenal sebagai kepribadian dengan energi sosial yang lebih kecil dibanding kepribadian ekstrovert. Perbedaan kebutuhan bersosialisasi, cara berkomunikasi, serta jumlah energi sosial kepribadian ini mendorong adanya kebutuhan edukasi yang jelas dan bermanfaat. Melalui permasalahan tersebut maka muncul perancangan komik Instagram “Intro Pals” yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepribadian introvert secara ringan, menarik, dan informatif. Edukasi ini ditujukan bagi kaum introvert untuk memahami dan mengelola energi sosial mereka dengan baik serta bagi kaum ekstrovert untuk memahami dan tidak salah menilai perilaku kepribadian introvert. Penelitian ini menggunakan metode gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Melalui hasil dari seluruh metode riset yang dilakukan, komik “Intro Pals” dapat dirancang dengan baik dan maksimal sehingga bermanfaat sesuai tujuan yang telah ditentukan. Dengan adanya komik ini, kaum introvert dapat teredukasi untuk menjalani kehidupan sosial dengan sehat. Selain itu, kaum ekstrovert juga dapat lebih memahami kaum introvert dan hidup berdampingan tanpa saling merugikan. Harapan komik ini kedepannya adalah untuk mendorong perdamaian sosial antar kedua kepribadian, khususnya dalam hidup di negara Indonesia dengan budaya yang ada. Introverts are known for having lower social energy compared to extroverted personalities. The differences in socialization needs, communication styles, and the amount of social energy in these personalities drive the necessity for clear and beneficial education. Addressing these issues led to the creation of the Instagram comic "Intro Pals," aiming to provide light, engaging, and informative education on introverted personalities. This education is intended for introverts to understand and manage their social energy effectively and for extroverts to comprehend and not misjudge introverted behaviors. The research employs a combined qualitative and quantitative method. Through the results of the entire research process, the comic "Intro Pals" can be designed well and optimally, aligning with the predetermined objectives. With the existence of this comic, introverts can be educated to lead a socially healthy life. Additionally, extroverts can gain a better understanding of introverts and coexist without causing harm to each other. The future hope for this comic is to promote social harmony between both personalities, especially in the context of living in Indonesia with its diverse culture