cover
Contact Name
Atik Maria
Contact Email
atikmaria41@yahoo.co.id
Phone
+6285640183897
Journal Mail Official
lp2makbidarrum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Joko Tingkir Lor No. 5 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga
ISSN : 25283685     EISSN : 25983857     DOI : https://doi.org/10.36409/jika
Core Subject : Health,
The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga has a pISSN: 2528-3685 and eISSN: 25-98-3857. This journal as a facility of academic facilities in doing tri darma college in research field. The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga received various articles / texts in the form of relevant original research results, case reports, meta-analysis with the health sector. Script selection is published in The Journal Scientific Health of Ar Rum Salatiga using a peer-reviewed system, published twice a year in August and February.
Articles 301 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN BALITA STUNTING Kusumawati, Dhiah Dwi; Budiarti, Tri; Susilawati, Susilawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v6i1.128

Abstract

Stunting di sebabkan karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada periode ini memunculkan beragam masalah Kesehatan salah satunya yaitu permasalahan gizi. Tingkat pengetahuan ibu menjadi salah satu faktor dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada keluarga khususnya anak balita. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting. Metode penelitian ini studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel accidental sebanyak 154 ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Cilacap tengah II pada bulan Agustus 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 8 (5,19%) responden dengan tingkat pendidikan ibu tidak sekolah/tidak tamat Sekolah Dasar, sebanyak 67 (43,50%) responden dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar, sebanyak 45 (29,22%) responden dengan tingkat pendidikan SMP, sebanyak 30 (19,48%)responden dengan tingkat pendidikan SMA, sebanyak 4 (2,59%) responden dengan tingkat pendidikan Perguruan Tinggi. Sebanyak 59 (38,31%) anak dengan stunting dan sebanyak 95 (61,68%) anak yang tidak stunting. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting dengan nilai p value= 0,005 (< 0,05). Kesimpulannya tingkat pengetahuan ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Pendidikan formal calon ibu diharapkan bisa ditingkatkan karena ibu dengan Pendidikan tinggi lebih mudah dalam menyerap informasi Kesehatan.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK DAUN PEPAYA DAN DAUN CENGKEH SECARA IN VITRO Elisa, Novi; Advistasari, Yustisia Dian; Masduqi, Ahmad Fuad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i1.194

Abstract

Indonesia kaya akan tanaman herbal yang belum banyak dibudayakan sebagai pengobatan, masyarakat memanfaatkan tanaman sebagai pewarna makanan, olahan minuman dan makanan lainnya. Perkembangan zaman masyarakat lebih memilih untuk menggunakan makanan siap saji sehingga kurang dalam memahami khasiat dan kandungan pada makanan tersebut. Radikal bebas memiliki efek yang relatif dan tidak stabil Antioksidan merupakan zat yang dapat mempertahankan dan melindungi tubuh dengan baik oleh penyebab senyawa radikal bebas. Tujuan dalam penelitian ini adalah menguji total flavonoid dan uji antioksidan dari bahan alam ekstrak daun pepaya dan daun cengkeh. Metode penelitian mengguanakan determinasi tanaman dengan pemilihan sempel yang segar, uji total flavonoid yaitu Kandungan flavonoid total ditentukan dengan spektrofotometri UV-VIS dengan panjang gelombang 500 ppm. Sedangkan pada uji antioksidan mengguanakan metode DPPH yang dihasilkan dengan nilai IC50. Hasil penelitian ini uji total flavonoid antara ekstrak dari daun pepaya dan ekstrak daun cengkeh yang dapat memiliki kandungan total flavonoid tebaik adalah ekstrak daun cengkeh dengan total (61.017±0.061), uji antioksidan yang kuat adalah ekstrak daun cengkeh dengan nilai IC50 31.19 %..
PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-2 TAHUN ANTARA ANAK YANG MEMILIKI RIWAYAT ASFIKSIA NEONATORUM DENGAN ANAK YANG TIDAK MEMILIKI RIWAYAT ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD AMBARAWA Trisnasari, Anggun; Tarabit, Jesicca
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.2

Abstract

Masa emas (Golden Age) merupakan masa-masa dimana kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Riwayat kelahiran asfiksia merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada perkembangan anak usia 1-2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan anak usia 1-2 tahun antara anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan anak yang tidak memiliki riwayat asfiksia neonatorum di RSUD Ambarawa. Rancangan penelitian ini adalah comparative study dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu 60 anak, terdiri dari 30 anak untuk masing- masing kelompok anak yang tidak memiliki riwayat kelahiran asfiksia dan 30 anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji komparatif chi- square. Perkembangan anak usia 1-2 tahun yang tidak memiliki riwayat kelahiran dengan perkembangan sesuai berkisar 63,3 % (19 anak) sedangkan perkembangan anak yang memiliki riwayat kelahiran asfiksia neonatorum dengan perkembangan menyimpang sejumlah 17 anak (56,7). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada perbedaan perkembangan anak usia 1-2 tahun antara anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan anak yang tidak memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan nilai p-value = 0,004 < 0,05. Ada perbedaan perkembangan anak usia 1-2 tahun antara anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan anak yang tidak memilikiriwayat asfiksia neonatorum.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTIK PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMA TAKHASUS KALIBEBER Romdiyah, Romdiyah; Indriani, Farihah; Setiani, Fibrinika Tuta; Resmi, Dewi Candra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v9i2.253

Abstract

Kanker termasuk salah satu penyakit tidak menular yang dapat mematikan manusia di seluruh dunia. Kanker payudara salah satunya yang saat ini masih menjadi penyumbang besar dan paling ditakuti oleh perempuan. pada tahun 2020 kanker payudara menjadi kasus tertinggi di dunia dengan angka kejadian 2.261.429 kasus baru. Kanker payudara berada diurutan pertama penyebab kematian di dunia, dengan angka kematian 684.996 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap tentang sadari dengan praktik sadari. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis kuantitatif dengan pendekatan survei analitik dan dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri kelas XII sejumlah 58. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 58. Analisa bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebesar 34 repsonden (59%). Hasil uji chi square diperoleh nilai signifikan sebesar 0,021 < 0,05 terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan praktik pemeriksaan payudara sendiri. Responden memiliki sikap negatif dan sebesar 35 responden (60%). Hasil uji chi square diperoleh nilai 0,033 < 0,05 terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan praktik pemeriksaan payudara sendiri. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap perilaku sadari dan terdapat hubungan antara sikap dan perilaku SADARI.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB) PADA IBU POSTPARTUM TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR Ayu, Chyntia Desbriyani Mustika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i2.111

Abstract

Kecukupan pemberian ASI pada bayi baru lahir dapat dilihat dari penambahan berat badan yang signifikan. Faktor utama penghambat pemberian ASI adalah produksi ASI kurang. Salah satu upaya untuk mendapatkan bahan alami yang mungkin dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan produksi ASI adalah dengan pemberian ekstrak rimpang temulawak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pemberian ekstrak rimpang temulawak (curcuma xanthorrhiza Roxb) pada ibu postpartum terhadap peningkatan berat badan bayi baru lahir. Metode Penelitian ini menggunakan Quasy experimental dengan pendekatan non equivalent control group design. Sampel adalah seluruh ibu post partum yang menyusui dan bayi baru lahir dengan purposive sampling. Variabel independen ekstrak rimpang temulawak dan variabel dependen berat badan bayi baru lahir. Analisis bivariat menggunakan paired t-test untuk uji variabel berpasangan dan uji independent t-test untuk uji variabel tidak berpasangan. Hasil Penelitian ini menunjukkan pemberian ekstrak rimpang temulawak pada ibu postpartum berpengaruh terhadap peningkatan peningkatan berat badan bayi baru lahir (p=0,000). Kesimpulan pada penelitian ini adalah pemberian ekstrak rimpang temulawak pada ibu postpartum dapat meningkatkan berat badan bayi baru lahir.
PENGARUH AIR KELAPA MUDA (COCOS NUCIFERA L) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA KONANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Watiningrum, Rahayu Yuliana; Agustina, Citra Elly; Novitasari, Isnaini; Suyono, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v7i2.181

Abstract

Hipertensi saat ini menjadi masalah utama di dunia, setiap tahunnya hipertensi mengalami peningkatan. Hipertensi dapat dikendalikan dengan pengobatan farmakologi dan non-farmakologi. Beberapa bentuk pengobatan non farmakologi dalam mengatasi hipertensi, salah satunya dengan terapi air kelapa muda. Air kelapa muda menjadi salah satu pengobatan herbal yang berkhasiat untuk membantu mengatasi hipertensi, karena kandungan kaliumnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Air Kelapa Muda Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan Quasy Experiment dengan Populasi adalah masyarakat yang menderita hipertensi dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sejumlah masing-masing 20 responden untuk kelompok perlakuan dan kontrol. Berdasarkan hasil uji statistik Independent test didapatkan p-value = 0,000< α = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa ada perbedaan tekanan darah yang signifikan pada responden yang diberikan air kelapa muda (cocos nucifera L. ) dan yang tidak diberikan (cocos nucifera L.). Pemberian air kelapa muda terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah penderita hipertensi karena kandungan kaliumnya, sehingga diharapkan penderita hipertensi dapat melakukan tindakan preventif untuk mencegah komplikasi dari hipertensi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA E-BOOKLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN CIRI-CIRI PUBERTAS PADA REMAJA Utaminingtyas, Farida; Mufidaturrosida, Ana; Maria, Atik; Agustina, Citra Elly; Wahyuni, Iin; Sasanti, Serafina Damar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v9i1.244

Abstract

Pubertas merupakan salah satu fase penting dalam kehidupan remaja. Salah satu permasalahan utama pada remaja pubertas adalah ketidaktahuan yang harus dilakukan terhadap perubahan yang dialaminya. Pemberian penyuluhan kesehatan menggunakan media E-Booklet merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis efektivitas penggunaan media E-Booklet terhadap peningkatan pengetahuan ciri-ciri pubertas pada remaja di Dusun Karangbalong, Desa Bener, Kecamatan Tengaran. Jenis penelitian Quasi eksperimen dengan metode One Group Prestest-Postest Design. Pre test sebelum diberi perlakuan dan post test setelah diberi perlakuan. Jumlah sampel 22 responden dengan menggunakan teknik total sampling dan dilakukan uji paired sample T-test. Instrumen berupa kuesioner, dan media e-booklet yang diberikan melalui google formulir di whatshapp group. Hasil analisa uji paired T-test diketahui perbedaan pengetahuan remaja, pada hasil pre test serta post test dengan menggunakan media E-Booklet nilai p=0,000 < α 0,05, maka Ho ditolak yang berarti penyuluhan kesehatan dengan media e-booklet memiliki pengaruh terhadap tingkat pengetahuan tentang ciri-ciri pubertas pada remaja. Simpulan, penyuluhan kesehatan menggunakan media E-Booklet tentang ciri-ciri pubertas yang diberikan pada remaja memiliki efektivitas terhadap peningkatan pengetahuan.
Makanan Pendamping ASI Menurunkan Kejadian Stunting pada Balita Kabupaten Sleman Widaryanti, Rahayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.35

Abstract

Stunting pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Penelitian ini bertujuanmengetahui pengaruh MP ASI terhadap penurunan stunting. Rancangan pada penelitian ini menggunakan analitik observasional menggunakan desain case control dengan prosedur matching. Lokasi penelitian di Puskesmas Kalasan Sleman.Pengumpulan data dilakukan dengan kuisoner. Responden pada penelitian ini adalah 100 ibu yang memiliki balita dengan usia ≥6 – 60 bulan, 50 anak sebagai kasus dan 50 anak sebagai control. Penelitian menunjukan bayi yang mengalami stunting tidak mendapatkan MP ASI yang tepat sebanyak 70.76%. Hasil olah fakta menunjukkan p value 0.000 sehingga terbukti terdapat hubungan antara MP ASI terhadap kejadian stunting dan hasil analisis diperleh r 0.643 sehingga praktik pemberian MP ASI terhadap kejadian stunting mempunyai keeratan yang kuat. Praktik pemberian MP ASI yang tepat terbukti dapat menurunkan angka kejadian stunting di Kabupaten Sleman Yogyakarta.
PERILAKU IBU NIFAS 0-2 HARI DALAM PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI PMB HERMAYANTI KOTA PADANGSIDIMPUAN Pebrianthy, Lola; Nasution, Nurul Hidayah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i1.98

Abstract

Kolostrum kadang juga dinamakan the gift of life. Kolostrum, ASI istimewa yang kaya akan daya tahan tubuh, penting untuk ketahanan terhadap infeksi, untuk pertumbuhan usus, bahkan kelangsungan hidup bayi. Kolostrum membuat lapisan yang akan melindungi dinding usus bayi yang masih belum matang sekaligus mematangkan dinding usus ini. Di masyarakat banyak muncul perbedaan mengenai awal pemberian ASI. Sebagian masyarakat berpendapat agar tidak menyusui bayinya bila ASI masih berwarna kuning (kolostrum) karena mereka menganggap kolostrum kotor dan basi. Kolostrum ini sering tidak diberikan bahkan dibuang. Padahal kandungan gizi yang terdapat dalam kolostrum sangat tinggi dan diperlukan oleh bayi. Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku ibu nifas 0-2 hari tentang pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di PMB Hermayanti Tahun 2019. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan accidental sampling yaitu dilakukan dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia di PMB Hermayanti. Penelitian dilakukan pada bulan Juli tahun 2019. Hasil penelitian ini mayoritas responden ibu nifas dalam pemberian kolostrum pada bayi baru lahir, berpengetahuan cukup yaitu 36 orang (57,1%). Seluruh responden ibu nifas dalam pemberian kolostrum pada bayi baru lahir bersikap positif yaitu 63 orang (100%). Tindakan ibu nifas mayoritas memberikan kolostrum pada bayi baru lahir yaitu 41 orang (65,1%). Kesimpulan penelitian ini, mayoritas ibu nifas memiliki perilaku yang baik dalam pemberian kolostrum.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG COVID-19 DENGAN PERILAKU REMAJA DALAM MENGHADAPI COVID-19 DI PAKIS AJI KOTA JEPARA Mularsih, Sri; Cahyaningrum, Frida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v7i1.169

Abstract

Coronavirus Disease (COVID-19) adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Tanda dan gejala umum infekis corona virus antara lain gejala gangguan pernafasan akut seperti demam, batuk dan sesak nafas. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernafasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian. Corona virus yang terjadi di Negara Indonesia pada tanggal 29 Juli 2020 terdapat konfirmasi dengan 104.432, 4.975 (4,8%) kematian, 62.138 (59,5%) kasus sembuh dan dalam perawatan sebanyak 37.319 (35,7%) kasus. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, dimana rancangan tersebut merupakan rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran dan pengamatan pada saat bersamaan (sekali waktu). Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi square yang dilakukan terhadap tingkat pengetahuan dengan perilaku remaja menghadapi Covid-19 di RW 01 Desa Lebak Kecamatan Pakis Aji Kota Jepara diperoleh p value sebesar 0,006. Hal ini berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku remaja menghadapi Covid-19 di RW 01 Desa Lebak Kecamatan Pakis Aji Kota Jepara.