cover
Contact Name
Marudin
Contact Email
markmarudin88@gmail.com
Phone
+6287762226534
Journal Mail Official
jurnalbadaa@gmail.com
Editorial Address
Jl. TGKH M. Zainuddin Abdul Majid No. 134 Pancor, Kec. Selong Lombok Timur Nusa Tenggara Barat
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Bada'a: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
ISSN : 23563192     EISSN : 27147711     DOI : -
Core Subject : Education,
Badaa: Jurnal Pendidikan Dasar terbit sebagai sarana publikasi hasil pemikiran kritis dan ilmiah bagi semua kalangan dalam lingkup pendidikan dasar yang berisi gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis serta hasil penelitian pendidikan dan pengajaran sekolah dasar.
Articles 278 Documents
Penanganan Anak Berkonflik Dengan Hukum Di Pokmas LIPAS Nurul Huda Dalam Perspektif Pekerja Sosial Belgis Hayyinatun Nufus
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1818

Abstract

Permasalahan Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) sangat kompleks sehingga membutuhkan peran berbagai elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi menangani ABH sehingga ABH mendapatkan layanan yang komprehensif. Salah satu elemen masyarakat yang turut berperan dalam penanganan ABH utamanya dalam reintegrasi sosial yakni pokmas lipas. Peran pokmas lipas sangat signifikan dalam menyiapkan ABH untuk kembali ke lingkungan sosialnya. Salah satu pokmas lipas di Kabupaten Jember yang turut andil dalam menyiapkan ABH kembali ke lingkungan sosialnya adalah Pokmas Lipas Nurul Huda. Sebagai satu-satunya pokmas lipas bernuansa pesantren yang bermitra dengan Bapas, ke-khasan penanganan yang di lakukan oleh Pokmas Lipas Nurul Huda menjadi menarik untuk diteliti. Hasil penelitian menunjukkan berbagai tahapan penyiapan ABH untuk kembali ke lingkungan sosialnya dilakukan oleh Pokmas Lipas Nurul Huda yang mana dalam tahapan tersebut teridentifikasi kegiatan-kegiatan yang kental bernuansa pesantren. Selain itu, dalam tahapan-tahapan tersebut juga tercermin penerapan prinsip yang selaras dengan prinsip-prinsip dalam pekerjaan sosial.
The Revitalization Of Social Science Teaching In Junior High School To Increase Student Interest Nurazizah; Wahyunengsih; Rekhael Ramadanish; Nazwa Aulia Rahmah; Niswa Ibda Sanatin
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1825

Abstract

Abstract Revitalisasi adalah proses, metode, dan tindakan untuk menghidupkan kembali sesuatu yang sebelumnya kurang kuat. Keberadaan artikel ini dikarenakan kurangnya minat terhadap IPS di kalangan mahasiswa. IPS juga selalu diberikan juara kedua karena dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan, dimana peran seorang guru sangat diperlukan dalam mengelola metode pembelajaran karena guru memiliki peran utama dalam meningkatkan minat siswa. Tujuan dari artikel ini adalah untuk meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran IPS kembali dan membuktikan bahwa IPS bukanlah pelajaran yang membosankan dan juga dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada artikel ini peneliti menggunakan metode analisis dokumen, dimana peneliti melakukan perbandingan dengan beberapa dokumen, baik dalam bentuk jurnal maupun artikel. Artikel ini memberi tahu kita bahwa metode yang paling efektif digunakan dalam pembelajaran dan meningkatkan minat siswa adalah dengan menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Problem-Based Learning (Creative Problem Solve/CPS). Kedua metode pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Karena metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah yang terjadi sesuai dengan kemampuan dan keterampilan mereka. Revitalisasi ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk menghidupkan kembali pelajaran IPS di SMP.
Penguatan Hafalan Al-Qur’an Siswa Melalui Metode Talqin Di Rutaba Nurul Qur’an Kotabaru Karawang Afgha Nisya Nurani; Achmad Junaedi Sitika; Nurhasan
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1869

Abstract

Kesulitan menghafal merupakan salah satu masalah umum yang dihadapi anak-anak saat menghafal Al-Qur’an. Hal ini dapat disebabkan oleh lingkungan yang kurang kondusif atau gangguan dari faktor eksternal seperti kebisingan atau gangguan lainnya. Selain itu, ada juga siswa yang mengalami kesulitan dalam mengingat teks atau ayat-ayat Al-Qur’an secara detail. Ini bisa dipengaruhi oleh daya ingat yang lemah atau kurangnya metode yang sesuai dengan gaya belajar mereka. talqin merupakan sebuah metode yang sejak dahulu telah digunakan untuk mengajarkan Al-Qur’an oleh setiap guru kepada muridnya Metode Talqin tidak hanya berfokus pada menghafal teks Al-Qur’an secara mekanis, tetapi juga pada pemahaman makna dan konteks ayat-ayat tersebut Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui pelaksanaan pengauatan hafalan Al-Qur’an siswa melalui metode talqin di Rutaba Nurul Qur’an Kotabaru. (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi keberhasilan penerapan metode talqin dalam penguatan hafalan Al-Qur’an siswa di Rutaba Nurul Qur’an Kotabaru. (3) Untuk mengetahui hasil yang dicapai dalam penguatan hafalan Al-Qur’an melalui metode Talqin di Rutaba Nurul Qur’an Kotabaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jienis data yang digunakan dalam pienielitian ini biersifat kualitatif. Data kualitatif ini biertujuan untuk miemahami ungkapan yang disampaikan oilieh narasumbier dalam bahasa mierieka siendiri sierta mienjielaskan piengalaman-piengalaman individu siecara miendalam. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil (1) pelaksanaan metode talqin yaitu dengen mengajak anak mendengarkan ayat yang akan di hafal secara cermat serta menjelaskan makna serta isi ayat dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak-anak kemudian melakukan pengulangan sebanyak 3 kali. (2) faktor pendukungnya yaitu ketekunan anak, dukungan orang tua, kerja sama antara orang tua dan Rutaba, memberikan hadiah atau reward. Faktor penghambatnya motivasi yang rendah, kesulitan konsentrasi, kemampuan menghafal yang berbeda-beda. (3) hasil dari penguatan hafalan al-qur’an siswa melalui metode talqin di Rutaba Nurul Qur’an adalah anak-anak yang menggunakan metode Talqin memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tajwid dan makhraj, yang menjadi modal berharga bagi pembelajaran mereka selanjutnya. Kata kunci: Penguatan, Metode Talqin, Menghafal Al-Qur’an
Analisis Hasil Belajar Siswa Berpikir Kritis dalam Pemecahan Masalah Matematika Kholid, Idham; Fathony, M. Hafiz; Rahman, Andi Yuli; Chandra, Muhamad Raj
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1881

Abstract

Pada masa kini, penting bagi siswa memiliki kemampuan berpikir kritis yang bukan hanya tentang menemukan jawaban yang benar, tetapi juga tentang proses pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar siswa berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematika. Pendekatan kualitatif jenis studi kasus merupakan metode yang digunakan. Teknik pengumpulan data yang dipakai meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan teknik analisis induktif dan keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berpikir kritis memiliki hasil belajar diantaranya; memiliki ingatan yang kuat, mengaplikasikan konsep matematika, mengkritik pendapat guru, membuat bangun datar dan ruang dari kertas lipat, bersikap sopan dan senang belajar, mampu menyelesaikan tugas dan belum bisa melerai pertengkaran temannya. Dampak dari hasil ini menjadi bahan refleksi bagi pendidik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswanya.
Meningkatkan Pemahaman Siswa Menggunakan Mtode Tanya Jawab Pada Mata Pelajaran Fiqih Materi Bersuci Kelas II Di MI Miftahus Sa'adah Karangsono Azizah, Alfi Nur; Al Azhari , M Luthfi Afif; Faiz , Alif Salma; Mahaludin Ahmad , Agus Wafa; Khasanah , Binti Nur
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata Pelajaran Fiqih materi bersuci di kelas II MI Miftahus Sa’adah Karangsono. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II MI Miftahus Sa’adah Karangsono yang berjumlah 18 orang. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman materi bersuci, dan wawancara dengan siswa untuk mengetahui pendapat mereka tentang metode tanya jawab. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya pemahaman siswa di kelas II terhadap mata Pelajaran Fiqih materi bersuci. Hasil penelitian menyatakan bahwa metode tanya jawab dapat meningkatkan pemahaman siswa yang diketahui dari hasil tes awal, siswa yang tuntas hanya 7 orang, kemudian diterapkan metode tanya jawab pada siklus I sehingga mengalami peningkatan pemahaman, siswa yang tuntas sebanyak 11 orang dan pada siklus II siswa yang tuntas sebanyak 16 orang.
Identifikasi Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa PGSD Berdasarkan Tipe-tipe Kesalahan Fong Hikmah Ramdhani Putri; Iva Nurmawanti; Vivi Rachmatul Hidayati
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa PGSD dalam menyelesaiakan soal pemecahan masalah matematika berdasarkan fong’s schematic model for error analysis. Kemampuan ini akan dideskripsikan melalui tipe-tipe kesalahan yang dikemukakan oleh Fong. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai instrument utama dan instrument tes soal cerita matematika sebagai instrument pendukungnya. Data yang dari penelitian ini yaitu data hasil pekerjaan secara tertulis dari 60 mahasiswa PGSD semester 1 dalam menyelesaikan soal cerita matematika dengan konteks kehidupan sehari-hari, dan data wawancara dari 12 subjek penelitian yang mewakili masing-masing tipe kesalahan Fong. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa tipe kesalahan yang dominan dilakukan oleh mahasiswa pada konten materi bilangan dan aljabar adalah prosedur yang tidak relevan (E2) dan skema tidak lengkap dengan kesalahan (E4). Adapun hal-hal yang menyebabkan mahasiswa melakukan kesalahan yaitu karena mahasiswa tidak memahami soal, salah dalam menentukan operasi hitung, dan salah dalam melakukan perhitungan.
Pembelajaran Berbasis Teknologi Sebagai Penguatan Literasi Digital Peserta didik Kelas V SD Supriyadi Semarang Tunjung Tamarin Rahmadani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran berbasis teknologi sebagai penguatan literasi digital peserta didik kelas V SD Supriyadi Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti itu sendiri sebagai human instrument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi digital peserta didik kelas V SD Supriyadi dilakukan melalui penggunaan buku ajar dan LKPD terintegrasi teknologi, penggunaan smartphone dalam pembelajaran, penugasan membuat konten kreatif, serta mengubah pola pikir peserta didik yang tidak lagi hanya menonton konten orang lain akan tetapi membuat konten sendiri. Diperlukan peran kolaboratif antara pihak sekolah dan orang tua agar penguatan literasi digital bagi peserta didik dapat optimal.
Pengaruh Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) Berbantuan Media Powtoon Terhadap Sikap Sosial Siswa Kelas V Mardiani Diah S; Kartika Yuni Purwanti
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran VCT (Value Clarificaton Technique) berbantuan media Powtoon terhadap sikap sosial siswa kelas V di SD Negeri Pringapus 03. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen research). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Pringapus 01 dan 03. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SDN Pringapus 03 sebagai kelas eksperimen dan kelas V SD Negeri Pringapus 01 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data teknik non tes (observasi, dokumentasi, angket). Teknik analisis data dengan uji validitas,uji reliabilitas,uji normalitas, uji homogenitas, uji independent, uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan bersikap sosial siswa kelas V, antara kelas eksperimen yang dapat dilihat dengan perolehan nilai t_hitung > t_tabel (11,547 > 2,048) sehingga ditolak dan diterima. (2) Adanya pengaruh kemampuan bersikap sosial siswa dengan menerapkan Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) berbantuan media powtoon yang dibuktikan dengan hasil uji hipotesis (Regresi Linier Sederhana) yang menunjukkan taraf signifikan sebesar ,000 < 0,005 dengan nilai persentase R sebesar 0,560 = 56 % sehingga berpengaruh terhadap sikap sosial siswa. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini bahwa model pembelajaran VCT (Value Clarificaton Technique) berbantuan media Powtoon berpengaruh pada sikap sosial siswa kelas V di SD Negeri Pringapus 03.
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Materi Bilangan Pada Kurikulum Merdeka Kelas I MI NWDI Selong Fatimatuzzahrah, Siti; Mahmudah, Rifa’atul; Wardani, Iwan Usma
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1951

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui karakteristik bahan ajar matematika materi bilangan pada kurikulum merdeka kelas I MIS NWDI Selong. (2) Untuk mengetahui kevalidan bahan ajar matematika materi bilangan pada kurikulum merdeka kelas I MIS NWDI Selong. (3) Untuk mengetahui kepraktisan bahan ajar matematika materi bilangan pada kurikulum merdeka kelas I MIS NWDI Selong. (4) Untuk mengetahui keefektifan bahan ajar matematika materi bilangan pada kurikulum merdeka kelas I MIS NWDI Selong. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan metode Borg and Gall. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas I MI NWDI Selong. Tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, lembar validasi, dan angket berupa lembar validasi, angket respon guru dan siswa. Dalam penelitian ini data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan ini berupa modul pembelajaran matematika materi bilangan kelas 1 MI NWDI Selong. Modul pembelajaran layak digunakan berdasarkan persentase ahli media yaitu 94,66% berada pada kategori “valid”, persentase dari ahli materi yaitu 90,66% berada pada kategori “valid”, kemudian persentase dari ahli bahasa yaitu 89,33% berada pada kategori “valid”. Kelayakan modul pembelajaran dilihat dari lembar angket respon guru berada pada kategori “sangat baik” yaitu dengan persentase 96%, kemudian dilihat dari lembar angket respon siswa berada pada kategori “sangat baik” yaitu dengan persentase 96% pada ujicoba skala kecil, dan dengan persentase 95,71% pada ujicoba skala besar
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Ditinjau Dari Minat Belajar Matematika Kelas V SDN 1 Waringin Tahun Pelajaran 2024/2025 Hudaibiah, Hudaibiah; Kudsiah, Musabihatul; Atiaturrahmania, Atiaturrahmania
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v6i2.1952

Abstract

Penelitian yang peneliti lakukan memiliki tujuan untuk menganalisis serta mengetahui kesulitan peserta didik dalam menngerjakan soal pemecahan masalah pada materi bangun ruang kelas V SDN 1 Waringin. Penelitian ini adalah peneitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini yaitu kesulitan peserta didik dalam mengerjakan soal pemecahan masalah materi bangun ruang kelas V SDN 1 Waringin. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V dan guru kelas V SDN 1 Waringin. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknis tes, observasi, angket, waawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan oleh peneliti yaitu menggunakan metode reduksi data dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik kelas V memiliki kesulitan dalam mengerjakan soal pemecahan masalah matematika materi bangun ruang. Dari 23 peserta didik diketahui terdapat 7 peserta didik memiliki kamampuan tingkat tinggi, 11 peserta didik memiliki kemampuan tingkat sedang, dan 5 peserta didik memiliki kemampuan tingkat rendah. Setiap tingkatan kemampuan akan diambil 4 peserta didik pada setiap tingkatan kemampuan, Peserta didik dengan kemampuan tinggi tidak mengalami kesulitan apapun. Peserta didik dengan kemampuan tingkat sedang mengalami kesulitan mengeksplorasi dan menyusun strategi. Peserta didik dengan kemampuan rendah memiliki kesulitan pada setiap tahapan menyelesaikan soal pemecahan masalah