cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, KUALITAS PERAWATAN, NIAT BERHENTI BEKERJA TERHADAP HASIL NEGATIF PASIEN : DIMODERASI OLEH KEPUASAN KERJA DI RSGM MOESTOPO Fadhilah, Prila Luthfatul; Arianto, Radityo Fajar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh positif kepemimpinan transformasional, kualitas perawatan dan niat berhenti bekerja terhadap hasil negative pasien terhadap kepuasan kerja di RSGM Moestopo. Kompetensi dan kepemimpinan  manajer rumah sakit menentukan kemajuan dan masa depan rumah sakit. Dalam hal ini, pemimpin sebuah  fasilitas kesehatan seperti rumah sakit harus memiliki sistem dan gaya kepemimpinan yang tepat. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke RSGM Moestopo dengan jumlah sampel 150 responden. Teknik sampling yang digunakan oleh penulis adalah non-probability sampling. Penelitian ini menggunakan Skala Likert point 1-5 dan menggunakan SEM-PLS. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat pengaruh Kualitas perawatan dan Turnover intention terhadap hasil negatif pasien. Kualitas perawatan dan Turnover intention berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Temuan dari penelitian ini dapat menemukan bahwa kepemimpinan transformasional, kualitas perawatan, dan niat berhenti bekerja memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil negatif pasien di RSGM Moestopo, dengan kepuasan kerja sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan tersebut.
OPEN DEFECATION FREE MELALUI PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI PUSKESMAS MERAUKE Elahayati, Eka; Hafizurrachman, Muhammad; Muskita, Nevile Rymon
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38769

Abstract

Status Open Defecation Free (ODF) mencerminkan keberhasilan komunitas dalam menghentikan praktik buang air besar di tempat yang tidak semestinya, yang berperan dalam upaya pencegahan penyakit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi tercapainya ODF melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mopah, Kabupaten Merauke. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2024 di tiga kelurahan, Mandala, Bampel, dan Kamundu, dengan total 9.656 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, 42% (Mandala), 59% (Bampel), dan 39% (Kamundu) masih mempraktikkan buang air besar sembarangan (BABS). Sampel diambil menggunakan metode proportional random sampling, sehingga diperoleh 100 KK sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional, dianalisis melalui uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku masyarakat dengan status ODF. Koefisien regresi untuk perilaku -1,808 dengan nilai p sebesar 0,000 (<0,05), yang menandakan bahwa perilaku memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan ODF. Nilai odds ratio sebesar 0,164 mengindikasikan bahwa individu dengan perilaku lebih baik memiliki kemungkinan 0,179 kali lebih rendah untuk melakukan BABS secara sering. Perilaku menjadi faktor yang paling dominan, terutama terkait dengan keberadaan jamban umum. Ketersediaan fasilitas sanitasi yang layak terbukti mampu menurunkan praktik BABS, sementara keterbatasan fasilitas meningkatkan angka kejadian BABS.Faktor-faktor lain, seperti umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat, tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pencapaian ODF. Temuan ini menegaskan pentingnya penyediaan infrastruktur sanitasi, terutama jamban keluarga dan umum, untuk mendukung keberhasilan program ODF secara maksimal. Tanpa fasilitas sanitasi yang memadai, pencapaian status ODF akan menjadi tantangan besar.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERPERAN TERHADAP KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH SELAMA MASA KEHAMILAN DI JAKARTA (ANALISIS DATA SKI 2023) Apprimadona, Hera; Ronoatmodjo, Sudarto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38770

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang penting di Jakarta. Berdasarkan Riskesdas 2018, proporsi jumlah TTD ³ 90 tablet yang diminum selama kehamilan di Jakarta hanya sebesar 55,9%. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor – faktor yang berperan terhadap konsumsi TTD ³ 90 tablet selama kehamilan adalah status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, paritas dan frekuensi ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berperan terhadap konsumsi TTD ³ 90 tablet selama kehamilan di Jakarta.Data pada penelitian ini bersumber dari SKI 2023 khusus wilayah Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober – November 2024. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh perempuan hamil di Jakarta berusia 10-54 tahun, dengan populasi sumber adalah seluruh perempuan sedang hamil dan memiliki riwayat kehamilan di Jakarta berusia 10-54 tahun yang terpilih menjadi responden SKI 2023, analisis data memperhitungkan pembobotan  dan menggunakan cox regresi pada analisis multivariat. Pengaruh dinyatakan dengan Prevalensi Ratio adjusted (PR adjusted).Hasil analisis menunjukkan PR crude dari masing- masing variabel independen yaitu status menikah (PR:0,64), pendidikan ³ SMA(PR:1,08), bekerja(PR:1,05), paritas £ 2(PR:0,99) dan frekuensi ANC ³ 6 kali(PR:1,629), sedangkan PR adjusted untuk variabel frekuensi ANC ³ 6 kali(PR:1,63) signifikan secara statistik, sedangkan status menikah (PR:0,63) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari berbagai faktor seperti status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, paritas dan frekuensi ANC, hanya frekuensi ANC yang berpengaruh terhadap konsumsi TTD selama kehamilan di Jakarta.Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi ANC ³ 6 kali terhadap konsumsi TTD ³ 90 tablet selama kehamilan di Jakarta, setelah dikontrol status menikah.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TANGGAP (RESPONSE TIME) TENAGA KESEHATAN PADA PENANGANAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Adril, Rara; Ilyas, Jaslis
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38855

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tanggap (response time) tenaga kesehatan dalam penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.Penelitian ini adalah literature review terhadap artikel yang membahs faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tanggap (response time) tenaga kesehatan pada penaganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Peneliti melakukan pencarian artikel melalui Google Scholar menggunakan kata kunci “Response Time”, “Tenaga Kesehatan”, “Instalasi Gawat Darurat”, dan “Rumah Sakit” dengan batasan publikasi dari tahun 2020 hingga 2024. Hasil penelusuran artikel didapatkan 12 artikel yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dari 12 artikel yang memenuhi kriteria, 3 artikel secara spesifik membahas waktu tanggap tenaga kesehatan, terutama perawat di IGD. Faktor internal mencakup masa kerja (3 artikel), beban kerja (3), usia (1), tingkat pendidikan (2), keterampilan (1), pelatihan kegawatdaruratan (2), serta motivasi dan kesejahteraan (1). Faktor eksternal meliputi prioritas pasien (2), ketersediaan sarana prasarana (2), peralatan dan obat-obatan (1), serta rasio tenaga kesehatan terhadap pasien (1). Kesimpulan dari penelitian ini adakah Faktor internal seperti beban kerja, masa kerja, pendidikan, keterampilan, pelatihan, dan usia, serta faktor eksternal seperti sarana, peralatan, obat-obatan, dan rasio tenaga kesehatan-pasien mempengaruhi waktu tanggap di IGD. Rata-rata waktu tanggap berkisar 3-10 menit, dengan mayoritas mendekati standar ideal di bawah 5 menit sesuai pedoman Kementerian Kesehatan
PENGARUH EDUKASI PMT PANGAN LOKAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA DI DUSUN MADANI Rahmadinda, Rahmadinda; Marlenywati, Marlenywati; Trisnawati, Elly
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38856

Abstract

Pemberian makanan tambahan (PMT) adalah program intervensi terhadap balita yang menderita gizi kurang. Dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak sehingga tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan usianya. Rendahnya pengetahuan ibu tentunya akan berpengaruh terhadap status gizi balitaTingkat pengetahuan ibu tentang gizi sangat penting dalam meningkatkan status gizi anaknya. Ibu sangat menentukan satus gizi anak nya dimulai dari menentukan ,memilih, mengelolah, sampai dengan menyajikan menu gizi sehari-hari. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan dan sesudah diberikan intervensi mengenai PMT pangan lokal. Desain dalam penelitian ini pre-eksperimental dengan jenis One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu balita yang memiliki balita usia 24-59 bulan. Adapun penetuan pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling dengan kriteria ibu balita yang memiliki balita usia 24-59 bulan. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang berjumlah 30 orang. Analisis data bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki pengetahuan kurang sebelum diberikkan edukasi yaitu sebanyak 22 (73.3%) dan yang memiliki pengetahuan cukup hanya 8 (26.7%), pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan, responden yang memiliki pengetahuan baik  sebanyak 24 (80.0%), sedangkan responden yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 8 (20.0%). Hasil dari penelitian diperoleh pengaruh edukasi  PMT pangan lokal terhadap pengetahuan ibu balita dengan nilai p-value 0,000<0,05 ) artinya  adanya pengaruh intervensi edukasi PMT pangan lokal terhadap pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah dilakukan intervensi.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DENGAN KUALITAS MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYA KOTA MAKASSAR Palongko, Siska Oktavina S.; Naid, Tadjuddin; Mirawati, Mirawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38963

Abstract

Kepuasan pasien merupakan merupakan indikator penting dalam pelayanan kefarmasian dan erat kaitannya dengan kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan kepada pasien sehingga mempengaruhi pasien untuk kembali lagi ke rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas mutu pelayanan kefarmasian serta hubungan kualitas mutu pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Kota Makassar. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif non-eksperimental menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 318 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 91,19% kualitas mutu pelayanan kefarmasian sangat baik, sedangkan pada tingkat kepuasan pasien mengunakan model servqual menunjukkan bahwa pada dimensi tangibles berada pada kategori sangat puas (83,15%), reliability sangat puas (81,46%), responsiveness puas (79,07%), emphaty puas (80,11%) dan assurance sangat puas (82,86%). Dari analisis data dengan menggunakan metode Chi-square terkait hubungan kualitas mutu pelayanan kefarmasian terhadap kepuuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Kota Makassar didapatkan nilai probabilitas sig?0,05 yaitu sebesar 0,047 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT PISANG BARANGAN ( MUSA ACUMINATA LINN ) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP STAPYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO Filzah, Cut Echi Razita Sabrina; Chandra, Rudi; Oentari, Widyaningsih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38983

Abstract

Penyakit kulit sering terjadi di Indonesia, karena Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang mendukung perkembangan parasit, bakteri, jamur, dan virus. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja dan dapat muncul diberbagai bagian tubuh. Infeksi bakteri seringkali menjadi penyebab utama penyakit kulit, dengan Staphylococcus aureus menjadi salah satu penyebab yang paling umum.Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri patogen utama yang ada pada manusia yang umumnya flora normal tetapi, dapat juga menyebabkaninfeksi dengan berbagai manifestasi klinis. Infeksi terjadi karena kemampuan bakteri ini untuk berkembang biak, menyebar kedalam jaringan serta melalui produksi berbagai bahan ekstraseluler diantaranya : enzim, toksin, dan lain-lain. Ada 3 metabolit yang dihasilkan oleh bakteri Staphylococcus yaitu : nontoksin, eksotoksin, dan enterotoksin.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian true experimental dengan Posttest Only Control Group Design.Pada penelitian ini digunakan rumus federer. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak kulit pisang barangan (Musa Acuminata linn) dengan kosentrasi 25%, 50%, 75%, 100%. Variabel terikat penelitian ini adalah zona hambat bakteri Staphylococcus aureus. Adapun kesimpulan yang didapat oleh peneliti untuk hasil penelitian tersebut antara lain Analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan (F = 12,026, p = 0,001). Uji post-hoc Tukey HSD mengungkapkan bahwa perbedaan signifikan terdapat antara konsentrasi 25% dengan 75% dan 100% (masing-masing p = 0,002 dan p < 0,001), serta antara konsentrasi 50% dengan 100% (p = 0,017). Tidak terdapat perbedaan signifikan antara konsentrasi 75% dan 100% (p = 0,575), yang menunjukkan bahwa efek antibakteri mulai mendekati saturasi pada konsentrasi tertinggi.
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PADA PENERAPAN RME DI RSGM PENDIDIKAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Tunggal, Ryan Irwanto; Mantjoro, Eva Mariane; Mongan, Arthur Elia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.39312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Sam Ratulangi (RSGM UNSRAT). Penerapan RME sering menghadapi tantangan dalam hal sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM), serta kebijakan dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap 11 informan yang terdiri dari dokter, staf rekam medis, staf IT, dan mahasiswa profesi. Informasi yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi kendala utama yang potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama dalam penerapan RME di RSGM UNSRAT meliputi gangguan jaringan, kurangnya tenaga perekam medis, serta ketidakjelasan SOP. Gangguan jaringan menyebabkan hilangnya data yang telah diinput, memaksa pengulangan proses pengisian data oleh tenaga medis. Selain itu, keterbatasan tenaga perekam medis membuat beban kerja tenaga kesehatan meningkat, sementara pelatihan terkait penggunaan RME belum merata. Ketidakjelasan SOP juga mengakibatkan inkonsistensi dalam pengisian data rekam medis. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan perbaikan infrastruktur teknologi seperti peningkatan stabilitas jaringan dan kapasitas perangkat keras, pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan, serta penyusunan dan sosialisasi SOP yang lebih jelas. Implementasi langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sistem RME dan kualitas layanan kesehatan di RSGM UNSRAT secara keseluruhan.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERIPHERAL ARTERIAL DISEASE (PAD) PADA PASIEN DIABETES MELITUS Nur Qalbi, Mohammad; Ekayanti, Andi Kartini; Amba, Erick Gamaliel .
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.39330

Abstract

Faktor resiko PAD pada penderita DM tipe II meningkat seiring dengan bertambahnya usia, jenis kelamin, lama menderita DM, riwayat hipertensi, aktifitas fisik yang rendah dan riwayat merokok serta hiperkolesterolnemia. Jika PAD tidak dideteksi sejak dini maka akan beresiko terjadinya ulkus diabetikum. Tinjauan literature review dilakukan dengan memanfaatkan berbagai basis data elektronik seperti PubMed, Scopus, dan Web of Science. Pencarian difokuskan pada artikel yang diterbitkan dalam rentang waktu 2014 hingga 2024 dengan menggunakan kata kunci PAD, DM, faktor, dan pasien. Kriteria inklusi yang digunakan mencakup studi retrospektif, cross-sectional, dan observasional yang ditulis dalam bahasa Inggris. Dari 100 artikel yang awalnya ditemukan, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara menyeluruh. Hasil penelitian di dapatkan bahwa Faktor yang paling mempengaruhi Peripheral Arterial Disease  pada penderita Diabetes Melitus adalah faktor usia > 50 tahun, hipertensi, dan hiperkolesterol. Pasien yang paling banyak terdiagnosa PAD ialah penderita Diabetes Melitus yang tidak terkontrol. Kesimpulan dari penelitian ini yakni faktor pengaruh yang paling sering didapatkan dari 10 penelitian yaitu usia, hipertensi, dan hiperkolesterol. Diabetes meningkatkan risiko kejadian PAP simptomatik dan asimptomatik sebesar 1,5-4 kali lipat, dan mengarah pada peningkatan kejadian penyakit kardiovaskuler dan kematian lebih dini. Risiko terjadinya PAP proporsional dengan keparahan dan durasi diabetes.
HUBUNGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMOFILIA DEWASA DENGAN STATUS GIZI, AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT KEPARAHAN HEMOFILIA DI KOTA MANADO Kaunang, Timothy Abiel Salomo; Mongan, Arthur Elia; Rampengan, Novie Homenta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.39464

Abstract

Hemofilia yakni gangguan bawaan yang dapat menyebabkan darah sulit berhenti dengan normal, sehingga bisa menimbulkan perdarahan spontan apalagi setelah cedera atau operasi. Gejala perdarahan yang biasanya pada hemofilia meliputi perdarahan otot/jaringan lunak (hematoma) serta perdarahan sendi (hemarthrosis). Aktivitas fisik diperlukan bagi pasien hemofilia untuk mempertahankan status gizi baik. Namun, bagi pasien hemofilia harus membatasi jenis olahraga yang dilakukan karena gerakan atau kegiatan fisik yang berlebihan dapat menyebabkan perdarahan. Tujuan penelitian ini ialah menilai hubungan kualitas hidup pasien hemofilia dewasa dengan status gizi, aktivitas fisik dan tingkat keparahan hemofilia di Kota Manado. Penelitian ini mengaplikasikan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi terdiri dari 30 pasien hemofilia dewasa di komunitas HMHI cabang manado, yang seluruhnya dijadikan sampel (total sampling). Variabel terikat kualitas hidup, variabel bebas status gizi, aktivitas fisik dan tingkat keparahan hemofilia. Instrumen penelitian meliputi lembar karakteristik responden, kuesioner WHOQOL-BREF dan IPAQ serta alat pengukur IMT. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi Spearman mengungkapkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan kualitas hidup pada pasien hemofilia dewasa (r = -0.124, p = 0.513). Namun, ditemukan hubungan yang signifikan antara kualitas hidup dengan aktivitas fisik (r = 0.523, p = 0.003) serta dengan tingkat keparahan hemofilia (r = -0.472, p = 0.008). Kesimpulan dari penelitian ini ialah kualitas hidup pasien hemofilia menujukan adanya hubungan dengan aktivitas fisik dan tingkat keparahan hemofilia, sementara status gizi tidak menunjukkan hubungan signifikan.