cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH SERVICE QUALITY, PATIENT SATISFACTION, TRUST, COMMITMENT TERHADAP REVISIT INTENTION OUTPATIENT BPJS DI RUMAH SAKIT SUMBER WARAS Hutagaol, Nia Maylani; Ardi, Ardi; Wuisan, Dewi Sri Surya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38351

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi kunci dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien, terutama di era Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS) di Indonesia. Rumah Sakit Sumber Waras sebagai rumah sakit rujukan BPJS menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas layanan untuk memenuhi harapan pasien, termasuk menangani berbagai kendala seperti waktu tunggu panjang dan transparansi pelayanan. Fokus penelitian ini adalah memahami pengaruh kualitas layanan, kepuasan, dan faktor lain terhadap niat kunjungan ulang pasien rawat jalan BPJS. Penelitian ini dilakukan di RS Sumber Waras dengan melibatkan 3 poli utama yaitu 3 poli yaitu IPD, Bedah, atau Obgyn dengan melibatkan 375 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berisi 51 pertanyaan dengan skala likert berdasarkan metode purposive sampling Data dianalisis dengan metode SEM berbasiskan PLS. Hasil penelitian ini menyatakan reliability dan responsiveness terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS rawat jalan di RS Sumber Waras, yang kemudian berdampak pada peningkatan Trust, Commitment, dan Revisit Intention. Trust dan Commitment juga berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kepuasan pasien dengan niat kunjungan ulang. Rumah sakit perlu meningkatkan pelayanan pasien BPJS dengan memperbaiki sistem informasi, responsivitas, dan fasilitas, serta memberikan edukasi dan komunikasi yang jelas untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak poli, jenis pasien, serta menggunakan pendekatan kombinasi kuantitatif dan kualitatif untuk hasil yang lebih komprehensif.
Identifikasi Bahaya Dan Risiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Ruang Amarilis / Infection Center (Ic) Rsud Kota Kendari Saptaputra, Syawal K.; Safrina , Safrina; Ramadhany.S, Annisa Qoriyah Nur; Delo, Jelin Natalia Fahira; Marhana, Andi; Asbar, Rima Anggraini; Budiyanti, Yuli; Fanti, Rahma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38366

Abstract

Penelitian ini mengkaji bahaya dan risiko kesehatan serta keselamatan kerja (K3) di Ruang Amarilis/IC RSUD Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber bahaya, menilai risiko yang mungkin timbul, dan mengevaluasi upaya pengendalian yang telah diterapkan. Kajian dilakukan berdasarkan data literatur dan pedoman nasional serta internasional terkait pencegahan dan pengendalian infeksi, terutama penyakit Tuberkulosis (TB). Hasil analisis menunjukkan bahwa penularan TB menjadi ancaman signifikan bagi petugas kesehatan, pasien, dan pengunjung. Beberapa faktor risiko meliputi ventilasi yang tidak memadai, kurangnya edukasi mengenai etika batuk, dan minimnya penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai. Upaya pengendalian seperti manajemen risiko, ventilasi yang baik, skrining pasien rutin, serta peningkatan kesadaran tenaga kesehatan terbukti efektif dalam menurunkan angka penularan.Kesimpulannya, implementasi protokol K3 yang terintegrasi dan berkelanjutan diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat di fasilitas kesehatan. Rekomendasi mencakup edukasi berkelanjutan, penguatan infrastruktur, dan evaluasi berkala terhadap program pengendalian risiko.
HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DAN RIWAYAT ANTENATAL CARE (ANC) DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) Febriyana, Silva; Suhaeni, Eni; Pratiwi, Witri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38382

Abstract

Indonesia menempati urutan keempat dengan prevalensi Kejadian kekurangan energy kronik (KEK) sebesar 35,5%. Kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil akan berdampak pada kondisi janin yang dikandungnya salah satunya resiko bayi mengalami stunting. Kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh usia ibu hamil dan riwayat ANC. Maka dari itu Penelitian ini dilakukan agar agar mengetahui hubungan usia ibu, riwayat ANC dengan kejadian kekurangan energy kronis (KEK) pada ibu hamil di wilayahh kerja Puskesmas Talun Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan poton lintang dan pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa rekam medis dan buku kohort dari ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC ke puskesmas Talun periode Januari-Desember 2023  dengan total 726 sampel. Data yang diperoleh akan dianalisi dengan analisis univariat dan analisis bivariate dengan  spearman. Berdasarkan penelitian didapatkan Usia terbanyak ialah usia hamil tidak bereesiko (20-35 tahun) sebanyak 85,8% dengan nilai p-value = 0,006 maka terdapat hubungan usia ibu terhadap kejadian kekurangan energi kronis sedangkan riwayat ANC didapatkan hasil terbanyak pada pemeriksaan <4 kali sebesar 75,6  % dengan nilai p-value = 0,704 maka tidak terdaoat  hubungan riwayat anc terhadap kejadian kekurangan energi kronis. Maka terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian kekurangan energi kronis namun riwayat anc tidak berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil.
PEMANFAATAN AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA EDUKASI GIZI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENTINGNYA AKTIVITAS FISIK TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH WANITIA USIA SUBUR Siburian, Anita Oktavia; Laia, Chelsa Putri Wana; Salsabilla, Aura; Purba, Miriam Novika Br; Haryana, Nila Reswari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38399

Abstract

Menurut Riskesdas 2018, jumlah masyarakat yang memiliki aktivitas fisik cukup di Indonesia hanya sebesar 66,5%, di Sumatera Utara 66,3%, dan menurut karakteristiknya, yaitu pada perempuan hanya sebesar 33,7% yang memiliki aktivitas fisik cukup. Sementara itu, menurut SKI 2023, penduduk dengan aktivitas fisik cukup di Indonesia mengalami penurunan sebesar 3,9% menjadi 62,6%, di Sumatera Utara menjadi 52,4%, dan perempusan 61,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media edukasi guna meningkatkan pengetahuan wanita usia subur akan pentingnya aktivitas fisik. Desain penelitian ini ialah R&D (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Dissemination). Metode penelitian yang digunakan ialah dengan uji normalitas, uji sampel paired t-test, dan uji N-Gain untuk menilai kefektivan pemberian suatu media. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS, diperoleh hasil bahwa wanita usia subur mengalami peningkatan skor pengetahuan sebesar 52,4% setelah diberikannya media edukasi gizi berbasis augmented reality, dan ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikannya media edukasi dengan nilai sig a (2-tailed) <0,05. Media Kubus Ajaib terbukti memiliki nilai efektivitas yang tinggi dengan g  0,7 dan cukup efektif dengan persentase N-Gain sebesar 72%. Pengembangan media edukasi gizi berbasis AR hendaknya memperhatikan elemen yang akan ditampilkan pada media. Media hendaknya tidak mengandung elemen yang terlalu banyak, guna menghindari waktu yang terlalu lama dalam memuat media edukasi untuk ditampilkan.
GAMBARAN PENDERITA KANKER NASOFARING (UMUR, JENIS KELAMIN, STADIUM, HISTOPATOLOGI, RIWAYAT KEBIASAN, FAKTOR RESIKO) DI INDONESIA Faiq, M. Fikriy Alaudin; Pratama, Ahmad Ardhani; Nohong, Hasma Idris
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38404

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas yang berasal dari sel epitel pada nasofaring yang diakibatkan oleh Virus Epstein-Barr (EBV). kanker nasofaring berada pada urutan ke-4 kanker terbanyak setelah kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penderita karsinoma berdasarkan data umur, Jenis Kelamin, Stadium, Histopatologi, Riwayat Kebiasan, dan Faktor Resiko. Penelitian ini menggunakan metode literatur Review dengan desain Narrative Review. Hasilnya diidapatkan 15 jurnal yang membahas karakteristik pasien karsinoma nasofaring yang mencakup seluruh kriteria inklusi yang dibutuhkan seperti umur, jenis kelamin, stadium, histopatologi, Riwayat Kebiasan, dan Faktor Resiko dari beberapa jurnal tersebut menyatakan bahwa laki-laki merupakan jenis kelamin yang paling banyak pada penderita Karsinoma Nasofaring dengan kelompok usia yang memiliki resiko tinggi terkena kanker nasofaring kisaran usia 40-60 tahun, Stadium paling sering ditemukan yaitu pada stadium IV dengan histopatologi kanker nasofaring jenis karsinoma tanpa deferensiasi paling banyak ditemukan, Riwayat kebiasaan sering pada pasien dengan kebiasaan makan makanan yang diawetkan dengan garam, Faktor risiko paling sering disebabkan oleh paparan asap rokok. Berdasarkan hasil review dapat disimpulkan karsinoma Nasofaring paling sering pada laki – laki dengan rentan usia 40-60 tahun dengan stadium IV jenis non deferensiasi yang diakibatkan oleh kebiasaan makan makanan yang diawetkan dan kebiasaan merokok pada laki-laki.
KEAMANAN DAN KERAHASIAAN DATA MEDIS PASIEN DALAM IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK : TINJAUAN SISTEMATIS Pramesti, Dini Puteri Astianto; Ayuningtyas, Dumilah; Verdi, Riandi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38445

Abstract

Keamanan dan Kerahasiaan data medis pasien merupakan salah satu aspek yang penting dalam sistem kesehatan di era digitalisasi, terutama dengan meningkatnya penggunaan rekam medis elektronik. Data medis pasien mencakup informasi penting yang digunakan dalam pengelolaan kesehatan individu yang terdiri dari 2 (dua) kategori utama yaitu data klinis dan data medis pasien. Rekam medis memiliki nilai rahasia yang harus dijaga fasilitas pelayanan kesehatan karena didalamnya terdapat riwayat pengobatan pasien dari awal sampai akhir pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa keamanan dan kerahasiaan data medis pasien dalam implementasi rekam medis elektronik dan strategi yang dapat digunakan untuk meminimalisir terjadinya kebocoran data medis pasien menggunakan tinjauan literatur sistematis berskala luas. Tinjauan sistematis dilakukan dengan 4 (empat) database yaitu ProQuest, PubMed, ScienceDirect dan Scopus dengan kata kunci Electronic medical record, Electronic health record, EMR, security and confidentiality of medical data. Model PRISMA digunakan untuk menyaring judul dan abstrak, sehingga dari 412 total artikel yang ditemukan, didapatkan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Kesimpulannya, Implementasi rekam medis elektronik harus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek keamanan dan kerahasiaan supaya dapat memberikan manfaat yang maksimal.
EFEKTIFITAS PELATIHAN DETEKSI DINI MANDIRI DALAM PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA SISWA MAN 3 SUMBAWA Adekayanti, Putri; Putra, Haedar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38505

Abstract

Sasaran dalam pencegahan dan pengendalian PTM hanya di fokuskan pada kelompok dewasa dan lansia, padahal tingginya kejadian PTM tidak terlepas dari faktor risiko yang terakumulasi sejak usia remaja. Pelatihan deteksi mandiri dapat menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalisasikan program pencegahan PTM dengan menyasar kelompok remaja agar kesadaran untuk melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian faktor risiko PTM dapat dilakukan lebih dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-experimental design dengan pendekatan one Group Pre-test Post-test. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X-XII MAN 3 Sumbawa yang berjumlah 198 orang dengan besar sampel 75 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Stratified Random Sampling dan Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Gambaran hasil deteksi dini mandiri faktor risiko PTM menunjukkan bahwa 76% IMT/U dalam kategori normal, LP laki-laki<90 sebanyak 52,0%, kurang aktivitas fisik sebanyak 74,7%, kurang konsumsi buah sebanyak 88,0%, kurang konsumsi sayur sebanyak 78,7%, tidak merokok sebanyak 88% serta durasi istirahat cukup sebanyak 68,0%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah penyampaian penyuluhan tentang PTM (p-value=0,000) serta terdapat perbedaan skor keterampilan sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan deteksi dini mandiri faktor risiko PTM (p-value=0,000).  Simpulan dalam penelitian ini yaitu diantara 7 faktor risiko yang dideteksi dini secara mandiri, sebanyak 3 faktor risiko yang paling banyak dijumpai pada responden yaitu kurang konsumsi buah, kurang konsumsi sayur dan kurang aktivitas fisik. Pelatihan deteksi dini mandiri faktor risiko PTM efektif dalam meningkatkan skor pengetahuan dan keterampilan responden.
HENOCH SCHONLEIN PURPURA PADA ANAK : LAPORAN KASUS Chen, Winnie Arnissa; Sulawati, Ity
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38543

Abstract

Henoch schonlein purpura yang dikenal juga sebagai immunoglobulin A vasculitis (IgAV) merupakan inflamasi pada pembuluh darah kecil sistemik yang diperantarai imunoglobulin A (IgA), dengan pengendapan IgA di dinding pembuluh darah kecil di kulit, sendi, saluran pencernaan dan ginjal, dapat pula melibatkan sistem saraf pusat dan paru-paru tetapi jarang terjadi. Penyakit ini merupakan kelainan akut yang diperantarai IgA dan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya apabila ditangani dengan perawatan suportif. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun datang ke RSUD Ciawi dengan keluhan utama nyeri perut sejak satu minggu sebelum masuk RS. Keluhan disertai dengan timbulnya bercak kemerahan pada bagian tungkai atas dan lengan, terdapat mual, muntah, dan nyeri sendi. Pada pemeriksaan fisik ditemukan purpura, distribusi lokalisata, jumlah multipel diskret, berbentuk bulat, lesi kering dengan batas tegas, ukuran miliar, regio ekstremitas superior et inferior, dextra et sinistra. Diberikan terapi kortikosteroid Intravena selama tiga hari  dan dilanjutkan dengan kortikosteroid peroral hingga manifestasi klinis pasien mengalami perbaikan. HSP dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat mempengaruhi seperti faktor genetik, infeksi saluran napas atas, makanan, imunisasi (vaksin varisela, rubella, rubeola, hepatitis A dan B) dan obat – obatan (Ampisilin, Eritromisin dan Kina). Henoch schonlein purpura merupakan penyakit yang bersifat self-limiting disease dan hanya memerlukan terapi simptomatik. Telah dilaporkan satu kasus Henoch Schonlein Purpura dengan manifestasi klinis purpura dan nyeri ulu hati pada anak perempuan berusia 11 tahun. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium.
STUDI ROUNDED SHOULDER POSTURE PADA WANITA LANJUT USIA: PERAN KINESIOTAPING IN STRETCHING EXERCISE Maulana, Firdausi Kahfi; Ayuningtyas, Tita Rachma; Susanti, Susi; Nurpratiwi, , Resti; Nevangga, Rizky Patria
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38551

Abstract

Rounded Shoulder Posture (RSP) merupakan salah satu masalah postur yang umum terjadi pada lansia akibat perubahan fisiologis sistem muskuloskeletal. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan otot, membatasi mobilitas, dan mengurangi kualitas hidup. Kombinasi kinesiotaping dan stretching exercise dinilai dapat menjadi metode yang efektif untuk memperbaiki postur tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi kinesiotaping dan stretching exercise terhadap perubahan sudut RSP pada lansia wanita. Penelitian kuasi-eksperimental ini menggunakan desain non-randomized two-group pre-test and post-test. Sebanyak 24 lansia wanita berusia 60 tahun di Griya Werdha Jambangan, Surabaya, dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kinesiotaping dan kelompok kombinasi kinesiotaping dengan stretching exercise. Pengukuran sudut RSP dilakukan menggunakan aplikasi Physiocode Posture sebelum dan sesudah perlakuan selama dua minggu. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji t-sampel bebas. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata sudut RSP sebesar 0,98° pada kelompok stretching exercise dan 1,32° pada kelompok kombinasi (p-0,001). Kelompok kombinasi menunjukkan penurunan sudut RSP yang lebih signifikan dibandingkan k elompok stretching exercise. Kombinasi kinesiotaping dan stretching exercise terbukti lebih efektif dalam memperbaiki RSP dibandingkan stretching exercise saja. Intervensi ini dapat menjadi alternatif penanganan postur tubuh pada lansia, khususnya perempuan, untuk meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup mereka. Pengawasan fisioterapis diperlukan untuk memastikan pelaksanaan teknik yang benar dan menghindari risiko cedera.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, KEPERCAYAAN PASIEN DAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP LOYALITAS PASIEN YANG DIMEDIASI OLEH BRAND IMAGE DI KLINIK CUBE DENTAL Emmanuella , Olga; Arianto, Radityo Fajar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh positif kualitas pelayanan, kepercayaan pasien dan kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien terhadap brand image di Klinik Cube Dental. Dalam industri kesehatan yang berkembang pesat, loyalitas pasien menjadi tujuan strategis karena berdampak pada keberlanjutan operasional, reputasi, dan stabilitas keuangan fasilitas kesehatan. Loyalitas ini dipengaruhi oleh kepercayaan, citra klinik, dan kepuasan pasien terhadap layanan yang diberikan. Klinik Cube Dental, sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan gigi di Jakarta Selatan, berupaya meningkatkan kualitas pelayanan guna memenuhi harapan pasien dan mempertahankan loyalitas mereka. Citra klinik yang positif, pelayanan inovatif, serta strategi pemasaran yang tepat menjadi kunci untuk meningkatkan kepuasan pasien, yang pada akhirnya memengaruhi intensi kunjungan ulang. Dengan persiapan menuju akreditasi, Klinik Cube Dental perlu mengevaluasi tingkat kepuasan pasien sebagai indikator kualitas pelayanan yang berdampak pada keberhasilan manajerial dan operasionalnya. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke Klinik Cube Dental dengan jumlah sampel 248 responden. Teknik sampling yang digunakan oleh penulis adalah non-probability sampling. Penelitian ini menggunakan Skala Likert point 1-5 dan menggunakan SEM-PLS. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat pengaruh antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien terhadap lotalitas pasien. Terdapat pengaruh antara loyalitas pasien dan kepercayaan pasien dengan brand image. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun brand image yang kuat untuk mempertahankan kesetiaan pasien dalam lingkungan bisnis kesehatan yang kompetitif.