cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
STUDI PENERAPAN HYGIENE SANITASI DI KAFE X TAHUN 2024 Arum, Agdila Galuh Sekar; Putri, Eka Cempaka; Handayani, Putri; Utami, Desyawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43068

Abstract

Makanan dan minuman adalah kebutuhan utama yang berpotensi terkontaminasi bakteri pathogen. Perilaku penjamah makanan dalam menerapkan usulan higiene dan sanitasi makanan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas makanan. Salah satu faktor yang menyebabkan penularan penyakit dan keracunan makanan adalah konsumsi makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar kebersihan. Oleh karena itu, hygiene dan sanitasi sangat penting untuk diterapkan terutama pada Usaha kafe atau rumah makan. bertujuan untuk meneliti lebih jauh tentang bagaimana penerapan hygiene dan sanitasi makanan dan minuman di Kafe X . Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer dengan metode checklist, wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan analisis naratif dan informan dalam penelitian ini pemilik kafe, karyawan kafe, serta pelanggan regular. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan telaah standar Permenkes no.1096 tahun 2011, diperoleh bahwa Standar yang ditetapkan oleh Permenkes No. 1096 Tahun 2011 sudah diterapkan pada area kafe dan bangunan umum, serta pengelolaan makanan, namun pada Penyimpanan peralatan, Penerapan personal hygiene dan fasilitas sanitasi, belum sepenuhnya memenuhi standar Permenkes No.1096 Tahun 2011. Berdasarkan hasil evaluasi akhir, 3 komponen seperti penyimpanan makanan, personal hygiene dan fasilitas sanitasi belum sesuai dengan standar peraturan. Sehingga, perlunya peningkatan pemahaman pemilik dan karyawan mengenai Penerapan hygiene sanitasi makanan sesuai standar di coffeshop x.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS SENSITIF OBAT DI KOTA JAKARTA BARAT TAHUN 2020 - 2023 Budiarti, Indah; Syarif, Syahrizal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43132

Abstract

Tatalaksana TBC laten sesuai rekomendasi WHO tahun 2018 dengan Program Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) baru dilaksanakan tahun 2020 di Indonesia. Capaian Angka Kelengkapan TPT di DKI Jakarta 76.7% dari target 80%. Studi ini untuk memberikan gambaran karakteristik penerima TPT di Kota Jakarta Barat, termasuk faktor yang berhubungan kelengkapan TPT sensitif obat. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan sumber data sekunder dengan total sampel 890 memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari total 1555 penerima TPT dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) tahun 2020 - 2023. Hasil univariat didapatkan proporsi kelengkapan TPT Jakarta Barat adalah 94%. Hasil analisis multivariat didapatkan hasil peluang kelengkapan terapi signifikan pada waktu setelah 72 hari terapi untuk hubungan durasi pemberian TPT 3 bulan (aHR: 8.68; 95% CI: 6.29 – 11.97) dibanding paduan 6 bulan, jenis pemberi layanan TPT puskesmas lebih berpeluang lengkap (aHR: 1.76; 95% CI: 1.06–2.89) dibanding pasien rumah sakit, dan bila pemeriksaan TST positif (aHR: 1.26: 95% CI 1.05 – 1.49) dibanding pasien yang tidak dilakukan TST. Kesimpulan dari penelitian ini yakni penguatan implementasi program TPT secara holistic perlu dilakukan dengan mempertimbangkan alokasi dukungan sesuai karakteristik pasien yang lebih berpeluang melengkapi TPT, agar program TPT ini dapat berjalan seefektif dan seefisien mungkin.
KUMAN – KUMAN KOMENSAL PADA OCULAR SURFACE Aris, Zhahirah Khofifah; Amir, Suliati P; Ruslinah, Ruslinah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43175

Abstract

Bakteri komensal adalah mahluk hidup kecil bersel satu yang hidup Bersama organisme lain, tetapi tidak bersifat merugikan dan mungkin juga bisa menguntungkan (flora normal) Mikroorganisme pada permukaan tubuh bersifat komensal. Permukaan pada bagian tubuh tertentu bergantung pada faktor-faktor biologis seperti suhu, kelembapan dan tidak adanya nutrisi tertetu serta zat-zat penghambat. Flora normal dapat tumbuh terlalu cepat dan menjadi pathogen. Pathogen ini dapat menimbulkan infeksi. Infeksi adalah invasi inang oleh mikroba yang memperbanyak dan berasosiasi dengan jaringan inang. Penelitian ini merupakan literature review dengan desain narrative review. Data yang digunakan berupa studi dari beberapa literature diperoleh menggunakan elektronik based yang terakreditasi/terindeks Scopus dan Sinta seperti DOAJ, Springerlink, Cochrane, Biomed, Portal Garuda, Google Scholar, Elsevier/Clinical Key, Gale PubMed dan sumber database lainnya. Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 8 artikel yang relevan untuk digunakan dalam narrative review ini yang menyatakan bahwa usia, jenis kelamin dan pekerjaan seseorang mempengaruhi timbulnya berbagai jenis kuman komensal pada ocula surface manusia. Dari berbagai jurnal yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa kuman – kuman komensal yang paling banyak ditemukan pada ocular superficial adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae.
HUBUNGAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN : CASE REPORT Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Hanis, Iin Fatimah; Puspa, Syopyanah Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43213

Abstract

Gangguan pendengaran dapat diartikan sebagai hilangnya kemampuan untuk mendengarkan bunyi dalam cakupan frekuensi yang normal untuk didengar. Salah satu penyebab gangguan pendengaran adalah otitis media supuratif kronik  (OMSK). OMSK atau dikenal dengan istilah sehari-hari “congek” merupakan infeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul selama lebih dari 2 bulan. Prevalensi  OMSK  di dunia  mencapai  65 – 330  juta  orang  dan 60%  (39 - 200  juta) diantaranya  menderita gangguan  pendengaran  secara signifikan. Jenis gangguan pendengaran yang paling sering dialami oleh pasien OMSK yaitu conductive hearing loss (CHL). Didapatkan kasus, seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke poli THT RS Mitra Husada Makassar dengan keluhan keluar cairan kuning, kental dan berbau  pada kedua telinga. Keluhan dirasakan sudah lama sejak ± 5 tahun namun hilang timbul. Keluhan disertai nyeri kepala, merasakan pendengaran berkurang pada kedua telinga, batuk dan pilek. Pasien mengaku sering mengalami batuk pilek yang berulang. Pada pemeriksaan fisik telinga (otoskopi) didapatkan sekret mukopurulen, berbau pada kedua telinga, kavum timpani tampak hiperemis dan perforasi total membran timpani bilateral tanpa kolesteatoma. Pada pemeriksaan penunjang dilakukan pemeriksaan audiometri didapatkan CHL moderate pada kedua telinga. Tatalaksana dilakukan aural toilet pada kedua telinga dan diberikan antibiotik topikal, mukolitik, dekongestan dan antihistamin. Komplikasi OMSK dibagi menjadi komplikasi intratemporal dan ekstratemporal.
VARIASI SPASIAL RISIKO TUBERKULOSIS DI SUMATERA SELATAN, INDONESIA 2016-2023 Minarti, Minarti; Minata, Fika; Irzanita, Irzanita; Putri, Ririn Noviyanti; Novianti, Leni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43223

Abstract

Sumatera Selatan termasuk dalam tiga provinsi terendah kasus TB  di Indonesia Akan tetapi  angka kejadian tuberkulosis (TB) mengalami tren peningkatan dari tahun 2016-2023. Tujuan Penelitian sebagai strategi penting untuk menentukan mengurangi penularan TB dan beban penyakit. Analisis deskriptif dilakukan terhadap data rutin TB tahun 2016-2023  dari  Website resmi Badan Pusat Statistik yang mencakup semua jenis pasien TB. Total kasus, rasio insidensi (IR) dihitung untuk setiap kabupaten kota selama periode tersebut. Distribusi IR ditampilkan pada peta dan Grafik batang. Hasilnya kasus penyakit TBC, kasus TBC di sumatera selatan sebanyak 23.256 kasus dari 8743522 kasus. Kota Palembang menduduki peringkat pertama jumlah kasus terbanyak sebesar 7379 kasus. Kesimpulan: Risiko TB bervariasi di seluruh Sumatera Selatan pada tahun 2016-2023, dengan risiko lebih tinggi di kota Palembang dan beberapa kabupaten kota di Sumatera Selatan  dengan kepadatan penduduk tinggi.
PENGARUH SARAPAN PAGI TERHADAP KONSENTRASI DAN DAYA TANGGAP ANAK TK DI INDONESIA : LITERATURE REVIEW Sapitri, Meilani Dwi; Harwanto, Fatria
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43278

Abstract

Sarapan pagi merupakan aktivitas penting yang berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan energi dan gizi anak-anak, khususnya dalam meningkatkan konsentrasi dan daya tangkap mereka. Namun, masih banyak anak usia dini di Indonesia yang tidak sarapan atau mengonsumsi sarapan dengan kualitas gizi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kebiasaan sarapan dengan konsentrasi dan daya tangkap anak TK di Indonesia melalui metode literatur review. Studi ini meninjau enam penelitian yang relevan dengan desain observasional deskriptif dan korelasional yang dilakukan pada anak usia 4-5 tahun. Literatur yang digunakan diperoleh dari database Google Schoolar dan Portal Garuda, dengan rentang tahun publikasi 2015 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur mencakup “Anak TK”, “Daya Tanggap”, “Gizi”, “Konsentrasi”, “Pengaruh Sarapan”. Studi yang terpilih kemudian dianalisis berdasarkan tujuan penelitian, metode yang digunakan, jumlah sampel, serta hasil utama yang di peroleh. Hasil review menunjukkan bahwa anak yang rutin sarapan memiliki tingkat konsentrasi dan daya tangkap yang lebih baik dibandingkan yang tidak sarapan. Penelitian oleh Hastriati & Joni (2024) menemukan bahwa sarapan pagi berkontribusi sebesar 20,25% terhadap daya tangkap, sementara 79,75% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti pola tidur, aktivitas fisik, dan lingkungan belajar. Selain itu, studi oleh Karissa (2017) dan Putri (2020) menunjukkan bahwa anak yang tidak sarapan cenderung mengalami kelelahan, mudah mengantuk, dan kurang fokus dalam pembelajaran. Temuan ini menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung kebiasaan sarapan sehat bagi anak usia dini. Rekomendasi utama meliputi edukasi gizi kepada orang tua dan guru, penyediaan sarapan sehat di sekolah, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya pola tidur dan aktivitas fisik untuk meningkatkan konsentrasi anak.
LITERATURE REVIEW : PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN Ishak, Muh. Fadlurrahman; Palloge, Salahuddin A.; Abdullah, Rezky Putri Indarwati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43299

Abstract

Pelayanan di bidang kesehatan merupakan salah satu pelayanan yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan adalah rumah sakit. Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Kualitas pelayanan merupakan titik sentral bagi perusahaan jasa karena akan mempengaruhi kepuasan pelanggan, pelanggan akan merasa puas apabila mereka mendapatkan pelayanan dengan kualitas terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan desain narrative review untuk mengidentifikasi dan merangkum artikel yang telah diterbitkan sebelumnya mengenai pengaruh kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien. Dari 20 artikel yang dirangkum, didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien didominasi dengan pelayanan kesehatan dimensi empathy.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MENGONSUMSI TABLET FE DI MTS NEGERI 2 SLEMAN Zidny, Amalia; Rohmah, Fayakun Nur; Herfanda, Esitra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43301

Abstract

Prevalensi anemia pada remaja sebesar 32% yang berarti 3-4 dari 10 remaja mengalami anemia. Upaya pemerintah dalam pencegahan anemia dengan mencanangkan program pemberian tablet Fe setiap minggu pada remaja putri. Pengetahuan remaja putri terkait anemia akan membentuk perilaku dalam mengonsumsi tablet Fe. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di MTs N 2 Sleman kepada 12 remaja putri, sebanyak 75% sudah patuh dalam mengonsumsi tablet Fe, tetapi masih ada 25% remaja putri yang masih belum patuh dalam mengonsumsi tablet Fe. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe pada remaja putri di MTs N 2 Sleman. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu remaja putri kelas VII di MTs N 2 Sleman sebanyak 81 siswi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi variabel independen dan dependen, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Dari hasil penelitian mayoritas remaja putri memiliki pengetahuan cukup (53,1%) akan tetapi tidak patuh dalam mengonsumsi tablet Fe (58%). Hasil uji chi-square dengan indikator tingkat pengetahuan dengan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe diperoleh nilai significancy 0,275 atau > 0,05 dapat disimpulkan bahwa Tidak Ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Fe Pada Remaja Putri di MTs N 2 Sleman.
ANALISIS FAKTOR RESIKO TERJADINYA HIPERTENSI : LITERATURE REVIEW Affandi, A. Achmad; Hamzah, Pratiwi Nasir
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43302

Abstract

Hipertensi merupakan jenis penyakit tidak menular (PTM) yang masih menjadi penyebab tingginya angka kematian dini di dunia. Hipertensi dikenal sebagai “the silent killer”, karena sering terjadi tanpa adanya keluhan pada penderita. Hipertensi merupakan salah satu kategori dari penyakit kronis. Data World Health Organization (WHO) menyatakan hipertensi adalah salah satu penyebab kematian dini diseluruh dunia. Literatur ini bertujuan menganalisis faktor resiko terjadinya hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review, artikel atau jurnal ilmiah diunduh dari PubMed, Portal Garuda, dan Google Scholar dengan standar SINTA IV dan V dalam rentang waktu 2020-2024.  Kata kunci dalam pencarian artikel ini yaitu hipertensi dan faktor resiko. Hasil: Pada literatur ini didapatkan yaitu 20 artikel penelitian yang melaporkan faktor resiko terjadinya hipertensi. Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor resiko terjadinya retinopati diabetik  yaitu usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, diet rendah serat, dislipidemia, asupan tinggi natrium, kurang aktivitas fisik, stress, berat badan berlebih/ kegemukan dan konsumsi alkohol.
OTITIS MEDIA AKUT PADA ANAK : LAPORAN KASUS Anugrah, Iqra; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Gani, Sri Wahyuni Saraswati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43347

Abstract

Otitis media akut adalah infeksi telinga tengah yang merupakan penyakit multifaktorial seperti infeksi, alergi, dan lingkungan, yang sering diawali dengan infeksi saluran nafas atas sehingga menyebabkan gangguan fungsi tuba Eustacius. Otitis media akut sering disebebkan oleh infeksi bakteri. Otitis media dapat mengenai pada semua usia, paling sering pada usia antara 6 bulan hingga 24 bulan. Dengan demikian anak yang menderita infeksi saluran pernafasan atas perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui adakah keterlibatan otitis media. Seorang pasien anak laki-laki berusia 1 tahun datang ke poli untuk kontrol dengan riwayat keluhan keluar cairan pada kedua telinga sejak 6 minggu yang lalu SMRS. Ibu pasien mengatakan anaknya merasa kesakitan jika telinganya dipegang, rasa penuh di telinga tidak ketahui, penurunan pendengaran tidak diketahui, riwayat keluar cairan pada kedua telinga (otorrhea), cairan berwarna putih abu-abu dan tidak berbau. Riwayat demam ada disertai pilek sejak 1 minggu sebelum keluar cairan dari telinga. Pasien datang kontrol ke poli dengan keluhan otorrhea berulang dan keluhan sekarang hanya pada telinga kiri. Riwayat Pengobatan : eritromisin sirup, tremenza, metilprednisolon 4mg, ambroxol sirup. Pada pemeriksaan fisik dalam keadaan normal, pada pemeriksaan status lokalis canalis aukustikus eksterna sinistra didapatkan serumen (+), sekret (+), otore (+) putih abu-abu, membrane timpani perforasi (+), hidung dextra et sinistra didapatkan secret (+). Pasien didiagnosis dengan otitis media supuratif akut  Tatalaksana non farmakologi pada pasien dengan aural toilet dan tampon burowi, tatalaksana farmakologi yaitu eritromisin sirup kering 200 mg/5 ml 3x1, ambroxol syr 3x1, metilprednisolon 4mg (puyer), tremenza (puyer).