cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PENERAPAN LAYANAN SELF CHECK-IN MELALUI APLIKASI MYSILOAM DALAM MENGURANGI WAKTU TUNGGU PENDAFTARAN DI SILOAM HOSPITALS AMBON Ofa, Dessy Natalia; Widyatomo, Precia; Hondir, Andri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43352

Abstract

Digitalisasi layanan administrasi kesehatan semakin berkembang untuk meningkatkan efisiensi pelayanan rumah sakit. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah self check-in melalui aplikasi MySiloam, yang bertujuan untuk mengurangi waktu tunggu pendaftaran pasien. Namun, efektivitas layanan ini terhadap kepuasan pasien masih perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu tunggu pendaftaran terhadap kepuasan pasien serta membandingkan data waktu tunggu yang tercatat di MySiloam dengan pengalaman pasien secara langsung.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif menggunakan SPSS dengan uji validitas, reliabilitas, uji hipotesis (uji t), dan regresi linier sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepuasan pasien serta wawancara terkait waktu tunggu, yang kemudian dibandingkan dengan data sistem MySiloam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, dengan semakin lama waktu tunggu, semakin rendah tingkat kepuasan pasien. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara waktu tunggu yang tercatat di MySiloam dengan persepsi pasien. Implementasi self check-in terbukti mengurangi waktu tunggu secara signifikan, meningkatkan efisiensi layanan rumah sakit.Kesimpulannya, penggunaan MySiloam efektif dalam mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan pasien, namun diperlukan optimalisasi lebih lanjut agar data sistem lebih akurat dalam mencerminkan pengalaman pasien.
ANALISIS CAPAIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI PUSKESMAS DISTRIK MERAUKE KABUPATEN MERAUKE PAPUA SELATAN Tikalaka, Paskalina Inocensia; Setiaji, Bambang; Muskita, Nevile Rymon
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43357

Abstract

Imunisasi merupakan suatu proses pemberian kekebalan terhadap penyakit tertentu melalui vaksinasi. Vaksin mengandung patogen yang dilemahkan atau dinonaktifkan, sehingga tidak dapat menimbulkan penyakit dalam tubuh. Imunisasi komprehensif merupakan vaksin yang diberikan kepada anak untuk melindungi mereka dari infeksi berat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pencapaian imunisasi dasar komprehensif pada bayi di wilayah kerja instansi kesehatan di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder dengan memanfaatkan informasi tambahan dari Puskesmas di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara Pendidikan (0,017), Pekerjaan (0,000), Pengetahuan (0,000), Jarak Tempuh (0,000), Dukungan Keluarga (0,000), Jumlah Anak (0,000), dan Kepercayaan (0,000) dengan kelengkapan imunisasi bayi. Faktor utama yang berperan adalah jumlah anak, setelah memperhitungkan pekerjaan. Banyaknya jumlah anak menunjukkan bahwa faktor ini sangat mempengaruhi kelengkapan imunisasi pada bayi di Puskesmas Kabupaten Merauke. Disarankan kepada ibu yang mempunyai anak kembar dan yang bekerja untuk selalu memantau jadwal pelayanan Posyandu dan status imunisasi bayinya sesuai dengan KMS, untuk menjamin kelengkapan imunisasi dasar. Selain itu diharapkan kepada Petugas Imunisasi Puskesmas Kabupaten Merauke untuk secara rutin memberikan penyuluhan (KIE) kepada ibu balita guna meningkatkan motivasi ibu balita dalam memanfaatkan Posyandu atau pelayanan kesehatan.  
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA LEMPAR BUSUR TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM PENCEGAHAN IMS DI SMP NEGERI 20 KUPANG Zai, Frengki Ananda; Nayoan, Christina Rony; Picauly, Intje
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43366

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit infeksi yang penularannya terutama melalui hubungan seksual merupakan masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia. Perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan tanpa proteksi merupakan penyebab utama meningkatnya kasus IMS di kalangan remaja dan dewasa muda di Indonesia. Kurangnya informasi kesehatan tentang infeksi menular seksual mempengaruhi pengetahuan dan sikap pada remaja, maka diperlukan upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja melalui pendidikan kesehatan yaitu dengan melalui promosi kesehatan dalam penelitian ini menggunakan media lempar busur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan melalui media lempar busur terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa kelas VIII dalam pencegahan IMS di SMP Negeri 20 Kupang. Jenis penelitian ini adalah pre experiment dengan rancangan penelitian one group pretest and post-test design. Penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri 20 Kupang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 orang terdiri dari 2 kelas VIII-A dan VIII-E. Kelas VIII-A 37 siswa dan kelas VIII-E 37 siswa. Teknik analisis data menggunakan uji Paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh media lempar busur terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap dalam pencegahan IMS sebelum dan sesudah intervensi diberikan dengan nilai p=0,000 (<0,05). Media lempar busur efektif digunakan pada remaja terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa kelas VIII dalam pencegahan infeksi menular seksual (IMS) di SMP Negeri 20 Kupang
ANALISIS KESIAPAN PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) MELALUI PENDEKATAN DOQ-IT DI PUSKESMAS PADARINCANG Cahyaningtias, Ratu Nadia; Harimurti, Putri Saskia; Raihana, Dalia Sharliz; Akram, Muh
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan penerapan rekam medis elektronik melalui pendekatan DOQ-IT dengan menganalisis pengaruh Kepemimpinan terhadap Manajemen Informasi, Staf Klinis & Administrasi, dan Infrastruktur Teknologi di sektor kesehatan. Latar belakang penelitian ini didorong oleh pentingnya faktor kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja organisasi kesehatan yang berhubungan dengan kualitas pengelolaan informasi, pengelolaan staf, dan pengembangan infrastruktur teknologi. Metode yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan total sampling pada 50 responden yang bekerja di berbagai profesi kesehatan di Puskesmas Padarincang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DOQ-IT yang berisi pertanyaan pilihan ganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap Manajemen Informasi, Staf Klinis & Administrasi, dan Infrastruktur Teknologi dengan nilai path coefficient antara 0,45 hingga 0,60. Selain itu, hasil R² menunjukkan bahwa Infrastruktur Teknologi dijelaskan paling tinggi oleh faktor-faktor yang ada, dengan nilai R² mencapai 61%. Kesimpulan mengemukakan bahwa Kepemimpinan memiliki peran krusial dalam meningkatkan pengelolaan informasi, kinerja staf, serta pengembangan infrastruktur teknologi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja organisasi kesehatan secara keseluruhan.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT : SYSTEMATIC REVIEW Kuncara, Evrin Isna Nur; Sulistyawati, Sulistyawati; Rosyidah, Rosyidah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43418

Abstract

Kepuasan pasien perlu ditinjau dari beberapa faktor. Kepuasan pasien menjadi faktor yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan rumah sakit dalam persaingan yang semakin kompetitif. Dari beberapa survei di berbagai tempat masih banyak keluhan pasien rawat jalan rumah sakit yang mengindikasikan faktor kepuasan pasien rawat jalan terus perlu dievaluasi. Tujuan dari systematic review ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat jalan berdasarkan penelitian sebelumnya. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan menggunakan artikel yang terbit yaitu antara tahun (2019 sampai 2024). Sumber artikel berasal dari jurnal nasional dan internasional yang diperoleh dari database Google Scholar dan PubMed, dengan kata kunci: “faktor kepuasan pasien, rawat jalan, rumah sakit” dan “patient satisfaction factors, outpatient, hospital”. Artikel kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi yang dirancang peneliti dengan mengacu pada panduan Prisma. Telaah terhadap 5 jurnal menunjukkan bahwa terdapat dimensi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien, yaitu mutu pelayanan yang terdiri dari keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik. Dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari waktu tunggu, komunikasi, dan profesionalisme. Dimensi prespektif pasien yaitu pertimbangan biaya pengobatan medis. Dimensi aspek sosiodemografi yaitu pendidikan, pendapatan, tempat tinggal, jenis asuransi, usia pasien. Kesimpulan pada systematic review ini adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat jalan yaitu mutu pelayanan, kualitas pelayanan, prespektif pasien, dan aspek sosiodemografi. Seluruh dimensi tersebut perlu diperhatikan untuk meningkatkan kepuasan pasien, hal ini menjadi penting karena persaingan rumah sakit semakin kompetitif, sehingga perlu menjaga tingkat kepuasan pasien untuk bisa bersaing.
EVALUATION OF MERCURY (HG) CONCENTRATION IN CILEMAHABANG RIVER, BEKASI REGENCY Sembiring, Eva Kasih; Fitria, Laila; Kusnoputranto, Haryoto; Kario, Asrit Jessica
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43419

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi konsentrasi merkuri dalam air sungai Cilemahabang, Kabupaten Bekasi yang diduga telah mengalami pencemaran. Pengambilan sampel dilakukan di tiga titik berbeda, yaitu hulu, tengah, dan hilir sungai. Sampel dianalisis dengan menggunakan metode ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry) untuk mengukur konsentrasi merkuri (Hg). Data yang diperoleh dibandingkan dengan nilai batas aman air sungai yang berlaku menurut PP No. 22 Tahun 2021. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium PT Bumi Ventila Indonesia. Waktu penelitian mulai dari survei pendahuluan, pengambilan sampel, uji laboratorium dan analisis data dilakukan pada bulan Oktober 2024 hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi merkuri (Hg) pada air sungai Cilemahabang dengan rata-rata 0,003100 mg/l telah melebihi nilai batas aman yang ditetapkan pada PP No. 22 Tahun 2021 sebesar 0,001 mg/l dengan konsentrasi merkuri (Hg) semakin meningkat pada bagian tengah dan hilir sungai. Penelitian ini menemukan pencemaran merkuri yang signifikan pada bagian tengah dan hilir sungai, sehingga perlu adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap implementasi kebijakan dan peraturan yang ada dalam mengurangi potensi pencemaran air sungai dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penilaian risiko kesehatan lingkungan untuk merancang strategi mitigasi yang efektif.
NYERI PUNGGUNG PADA PASIEN MYELOMA MULTIPEL : LAPORAN KASUS Armenia, Dhinasty; Eka, Dian; Mernita, Dita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43424

Abstract

Myeloma Multipel (MM) merupakan suatu keganasan limfoproliferatif yang berasal dari klonalsel plasma yang ada di sumsumtulang. Salah satu cirri khas dari MM adalah adanya lesilitik di tulang, terjadi pada 80% kasus pasien baru yang dicurigai dengan MM yang sangat mempengaruhi morbiditas dan kualitas hidup pasien. Keluhan utama yang muncul pada kasus MM diberikan akronim ‘CRAB’ yaitu hiperkalsemia (C), gangguan ginjal (R), anemia (A), dan destruksi tulang (B) sesuai dengan criteria International Myeloma Working Group (IMWG).Kolaborasi pemeriksaan penunjang seperti radiologi dan laboratorium dapa tmembantu dalam menegakkan diagnosis MM. Nyeri punggung merupakan salah satu gejala yang umum dialami oleh pasien dengan myeloma multipel, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kompresi tulang belakang, lesi lytic, atau fraktur patologis. Meskipun nyeri punggung sering kali dianggap sebagai keluhan muskuloskeletal yang dapat diatasi dengan pengobatan konservatif, pada pasien myeloma multipel, nyeri tersebut sering kali menjadi tanda adanya progresi penyakit yang memerlukan pendekatan diagnostik dan terapeutik yang lebih mendalam. Artikel ini melaporkan sebuah kasus seorang pasien dengan myeloma multipel yang mengalami nyeri punggung sebagai manifestasi awal dari penyakit tersebut, yang memerlukan identifikasi dan penanganan yang tepat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada struktur tulang belakang. Penatalaksanaan nyeri punggung pada pasien myeloma multipel melibatkan kombinasi terapi farmakologis, seperti analgesik dan obat-obatan yang mengatasi gangguan meduler, serta pendekatan non-farmakologis, termasuk fisioterapi dan intervensi bedah jika diperlukan. Dalam laporan kasus ini, penanganan nyeri yang tepat dan pengelolaan penyakit yang agresif berhasil meningkatkan kualitas hidup pasien.
STUDI EKSPLORASI PENGGUNAAN AKSES SOSIAL MEDIA TERHADAP KECEMASAN PADA REMAJA GEN Z DI KOTA MEULABOH Pebriani, Dian; Aramico, Basri; Septiani, Riza
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43442

Abstract

Penggunaan media sosial yang semakin intensif di kalangan remaja generasi Z dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan mental mereka, terutama dalam hal kecemasan, kecemasan merupakan bagian dari kondisi hidup Menurut Barlow kecemasan berhubungan dengan konsep diri atau kepribadian, ciri atau sifat ini mengacu pada disposisi untuk bertindak dengan penuh minat dengan beberapa keselarasan dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan akses media sosial dan kecemasan pada remaja generasi Z di Kota Meulaboh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi eksplorasi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 informan yang dipilih secara purposif. Penelitian ini dilakukan pada 6 hingga 8 Agustus 2024, dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan media sosial berdampak signifikan terhadap kecemasan remaja. Tekanan untuk mengikuti tren (fear of missing out/FOMO), kecemasan akibat konten viral, serta ketergantungan terhadap media sosial menjadi faktor penyebab utama kecemasan. Selain itu, informan juga melaporkan adanya gangguan tidur dan penurunan produktivitas akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Meskipun sebagian besar informan tidak mengalami cyberbullying secara langsung, mereka menyaksikan peristiwa tersebut dan merasakan dampak negatif pada kesehatan mental mereka. Remaja mengatasi kecemasan dengan berbagai strategi, seperti memutus akses media sosial untuk sementara waktu (puasa sosmed), mengurangi notifikasi, dan berfokus pada aktivitas lain seperti olahraga. Namun, kesadaran terhadap kesehatan mental di kalangan remaja Meulaboh masih terbatas, sehingga diperlukan edukasi media sosial dan peran petugas kesehatan masyarakat dalam mengadvokasi kebijakan yang mendukung kesehatan mental remaja.
AUTOKORELASI SPASIAL PNEUMONIA DI JAWA BARAT TAHUN 2023 Dwisaputro, Sigit; Yuniar, Popy; Rahmaniati, Martya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43469

Abstract

Penyakit Pneumonia adalah jenis penyakit menular, dan terjadi pada balita di Jawa Barat pada tahun 2023 sebanyak 102.576 kasus per kabupaten/kota. Cakupan penemuan kasus pneumonia pada tahun 2023 adalah 45%, naik 0,1 poin dari tahun 2023, dengan cakupan 44,90%. Cakupan penemuan kasus pada tahun 2020 adalah 32,2%, tahun 2021 menjadi 27,9%, dan tahun 2022 menjadi 44,90%. Untuk mengidentifikasi pola dan korelasi spasial dari data pneumonia pada 27 kabupaten/kota di Jawa Barat pada Tahun 2023. Metode studi ini adalah penelitian analitik yang menggunakan rancangan studi ekologi. Penelitian ini menggunakan unit analisis spasial pada tingkat kecamatan. Metode Indeks Moran dan Local Indicators of Spatial Association (LISA), bersama dengan uji statistik pada program GeoDa, digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Hasil: Pola sebaran kasus pneumonia di Jawa Barat pada tahun 2023 termasuk dalam kategori kelompok. Nilai moran I lebih tinggi dari E yang bernilai -0,0385 untuk pneumonia, diare, imunisasi dasar lengkap, pemberian vitamin A, dan gizi buruk. Nilai moran I lebih rendah untuk BBLR dan ASI ekslusif, yang menunjukkan pola persebaran yang menyebar (disperse), dan memiliki karakteristik yang sama di wilayah sekitarnya. Simpulan: Pada tahun 2023, pola penyebaran pneumonia di Provinsi Jawa Barat menunjukkan pola yang acak dan mengelompok. Diharapkan pengambil kebijakan melakukan hal-hal yang tepat untuk meningkatkan kualitas kesehatan.
EFEKTIFITAS HAZARD IDENTIFICATION GAME TERHADAP PENGETAHUAN BAHAYA DAN RISIKO SISWA SMK Elviana, Elviana; Kusuma, Sheren Aryefa Leontin; Hariyanto, Faiz Rafi; Novita, Aliyyah Dwi; Jasmine, Annisa; Kusumah, Chario Chandra Wiranata
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43470

Abstract

Edukasi tentang K3 di sekolah masih terfokus pada metode konvensional sehingga diperlukan adanya alternatif media pembelajaran yang lebih menarik dalam memahami konsep identifkasi bahaya dan risiko di area kerja. Hazard Identification Game, merupakan permainan identifikasi bahaya dan risiko di tempat kerja yang belum dilakukan ujicoba di sekolah menengah kejuruan (SMK). Penulis melakukan ujicoba game tersebut di SMK Desa Putra untuk melihat efektivitas game dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait bahaya dan risiko di tempat kerja. Metode penelitan menggunakan metode eksperimen dengan teknik purposive sampling. Responden dibagi menjadi 3 kelompok: intervensi dengan PPT, PPT dan game, serta game saja. Instrumen penelitian menggunakan form untuk mengukur tingkat pengetahuan dari pretest dan posttest. Pengolahan data menggunakan analisis deskristif dan diuji menggunakan uji Kruskas Wallis. Secara deksriptif diketahui bahwa intervensi dengan game dapat meningkatkan tingkat pengetahuan siswa setelah posttest SMK Desa Putra dengan kategori Baik sebesar 89% dengan tingkat pengetahuan awal mayaoritas pada kategori Kurang dan Cukup. Dari uji kruskas wallis diperoleh p-value < 0.005 sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan tersebut signifikan. Berdasarkan analisis deskriptif dan uji kruskas wallis, intervensi 3 (dengan game) terbukti secara signifikan meningkatkan pengetahuan bahaya dan risiko siswa SMK Desa Putra.