cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH LAYANAN INFORMASI DIGITAL TERHADAP TRANSAKSI DIGITAL DAN KINERJA APOTEK KIMIA FARMA DEPOK Ekfial, Ekfial; Sampurno, Sampurno; Derriawan, Derriawan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43632

Abstract

Dengan kondisi perkembangan teknologi tersebut sebagian besar aktivitas bisa dilakukan secara jarak jauh. Fenomena pandemi Covid 19 yang telah terjadi beberapa tahun lalu mengakibatkan menurunnya prosentase kunjungan pasien di apotek, sehingga pihak apotek harus memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. E-commerce atau electronic commerce adalah salah satu contoh pemanfaatan teknologi informasi beberapa tahun ini, electronic commerce adalah sebuah perdagangan melalui media electronic di internet secara online. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif melalui pengumpulan data kuesioner terhadap pengunjung di seluruh Unit Bisnis Depok Apotek Kimia Farma, yang terdiri dari 5 kluster yaitu (wilayah Margonda, Depok Timur, Depok Tengah, Depok ujung perbatasan tangerang dan Depok ujung perbatasan Jakarta-Bogor). Sampel penelitian ini adalah 300 pengunjung. Analisis menunjukkan variabel Layanan informasi digital berpengaruh terhadap transaksi digital yang terjadi di Apotek Kimia Farma Depok; (2) variabel layanan informasi digital berpengaruh terhadap performa layanan digital Apotek Kimia Farma Depok.; (3) variabel transaksi digital berpengaruh terhadap performa layanan digital Apotek Kimia Farma Depok yang dilihat dari jumlah transaksi atau penjualan harian di Apotek Kimia Farma Depok. Penerapan layanan digital Apotek Kimia Farma dapat mendorong konsumen/pembeli dalam memenuhi kebutuhan akan obat-obatan medis dan yang lainnya yang diperlukan para konsumen/pembeli dan juga berdampak terhadap peningkatan penjualan.
PENGARUH RENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI POSYANDU LANSIA DUSUN CABAKAN SLEMAN YOGYAKARTA Ristiana, Devi; Isnaeni, Yuli; Rahmawati, Agustina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43666

Abstract

Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk lansia dari 18 juta jiwa (7,56%) pada tahun 2015, menjadi 25,9 juta jiwa (9,7%) pada tahun 2019, dan diperkirakan akan terus meningkat dimana tahun 2035 menjadi 48,2 juta jiwa (15,77%). Penanganan kualitas tidur dapat dilakukan secara non farmakologis seperti rendam kaki air hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rendam kaki dengan air hangat terhadap kualitas tidur lansia di Posyandu Lansia Dusun Cabakan Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimental dengan rancangan pada penelitian ini menggunakan bentuk rancangan two group pre-test-post-test design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 responden untuk kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kualitas tidur lansia dan SOP terapi rendam air hangat. Diketahui kualitas tidur lansia pada kelompok intervensi nilai p-value (0,004) < 0,05 terdapat perbedaan pada pre-test dan post-test, sedangkan kualitas tidur lansia pada kelompok kontrol nilai p-value (0,157) > 0,05 tidak terdapat perbedaan pada pre-test dan post-test, maka ada pengaruh rendam kaki dengan air hangat terhadap kualitas tidur lansia dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Diharapkan agar hasil penelitian ini dijadikan terapi bagi lansia di Posyandu Lansia Dusun Cabakan Sleman Yogyakarta, untuk merendam kaki dengan air hangat sebagai salah satu terapi alternatif dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERCEIVED SELF-EFFICACY PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA WANITA PUS Milania, Valencia Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43671

Abstract

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat ini menggencarkan penggunaan kontrasepsi modern dan penurunan angka kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) sebagai upaya meminimalisir penyebab tingginya AKI di Indonesia, yaitu “4 terlalu” terlalu muda, terlalu banyak, terlalu dekat, dan terlalu tua. Berdasarkan laporan kinerja BKKBN ditemukan bahwa target prevalensi penggunaan kontrasepsi modern dan target persentase unmet need tidak tercapai. Menurut Bandura, self-efficacy dapat memengaruhi pilihan seseorang terhadap lingkungan yang berkaitan dengan perilaku, dalam hal ini penggunaan kontrasepsi. Perceived self-efficacy berpengaruh pada seberapa besar usaha yang akan dikeluarkan seseorang dalam mengerjakan sesuatu dan seberapa gigih seseorang ketika berhadapan dengan rintangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perceived self-efficacy penggunaan kontrasepsi pada wanita pasangan usia subur di Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 260 responden. Variabel yang diteliti adalah pendidikan, pengetahuan kontrasepsi, persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan perceived self-efficacy. Data dianalisis menggunakan uji spearman rho. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan (p=0,026), pengetahuan kontrasepsi (p=0,003), dan persepsi manfaat (p=0,000) berhubungan berbanding lurus dengan perceived self-efficacy. Sedangkan persepsi hambatan (p=0,000) berhubungan berbanding terbalik dengan perceived self-efficacy. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan, pengetahuan kontrasepsi, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan berhubungan dengan perceived self-efficacy dan persepsi manfaat merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perceived self-efficacy.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS DOKUMENTASI KEPERAWATAN : LITERATURE REVIEW Yuliastanti, Yuvita; Wulandari, Cicilia Ika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43388

Abstract

Dokumentasi keperawatan adalah elemen penting dalam asuhan keperawatan, berfungsi sebagai alat komunikasi, bukti hukum, dan evaluasi kualitas pelayanan. Namun, pelaksanaannya di ruang rawat inap sering  kali belum memenuhi standar yang ditetapkan, terutama dalam hal kelengkapan. Faktor-faktor yang memengaruhi hal ini meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, motivasi kerja, supervisi kepala ruangan, dan beban kerja. Ketidakpatuhan dalam dokumentasi dapat berdampak negatif pada kualitas pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, perlu upaya untuk menganalisis dan mengatasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas dokumentasi keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas dokumentasi asuhan keperawatan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan metode literature review penelusuran dan penyusunan PICOT  menganalisis 5 artikel dan jurnal yang dipublikasikan antara tahun 2019 - 2024 menggunakan kata kunci dokumentasi keperawatan dan kualitas. Hasil temuan dari 5 artikel hasil pembahasan menunjukkan bahwa  Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas dokumentasi asuhan keperawatan meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, masa kerja, beban kerja, supervisi kepala ruangan, pengarahan, dan motivasi kerja. Faktor-faktor ini secara signifikan memengaruhi kelengkapan dan kualitas dokumentasi yang dilakukan oleh perawat pelaksana. Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas dokumentasi asuhan keperawatan meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, masa kerja, beban kerja, supervisi kepala ruangan, pengarahan, dan motivasi kerja. Faktor-faktor ini secara signifikan memengaruhi kelengkapan dan kualitas dokumentasi yang dilakukan oleh perawat pelaksana.
EFEKTIVITAS MODEL SAFEWARDS DALAM MENGURANGI KEKERASAN DAN KONFLIK DI LINGKUNGAN UNIT PERAWATAN PSIKIATRI Lasma, Junita; Tarigan, Emiliana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43397

Abstract

Konflik dan penggunaan tindakan koersif di bangsal psikiatri merupakan tantangan besar yang dapat berdampak negatif pada pasien dan staf. Model Safewards hadir sebagai pendekatan berbasis bukti untuk mengatasi masalah ini melalui intervensi yang terstruktur. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model Safewards dalam menciptakan lingkungan perawatan yang lebih aman dan harmonis. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis artikel dari basis data terpercaya seperti Scopus, ScienceDirect, dan PubMed. Artikel yang dipilih memenuhi kriteria inklusi, yaitu berfokus pada implementasi model Safewards di konteks psikiatri dan unit kesehatan mental lainnya. Analisis dilakukan dengan alat penilaian kritis seperti CASP dan JBI. Hasil menunjukkan bahwa penerapan model Safewards mampu mengurangi konflik serta tindakan koersif, termasuk penahanan fisik dan sedasi paksa. Selain itu, model ini juga terbukti meningkatkan hubungan terapeutik antara staf dan pasien, menciptakan suasana yang lebih kondusif di bangsal. Diskusi: Keberhasilan implementasi model Safewards dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti dukungan manajemen, pelatihan yang memadai, dan adaptasi dengan konteks lokal. Hambatan yang dihadapi meliputi pelatihan staf dan dukungan manajemen. Model Safewards telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas lingkungan perawatan psikiatri dengan mengurangi konflik dan tindakan koersif. Dukungan berkelanjutan dan pelatihan intensif diperlukan untuk memastikan penerapan yang optimal di berbagai layanan kesehatan mental.  
PERAN VISUM ET REPERTUM DALAM KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK : LAPORAN KASUS Abdillah, Andi Rachmat; Nabil, Muhammad Naufal; Marwah, Sry; Lidiana, Lidiana; Cahyana, Vivi; Mathius, Denny; Surdam, Zulfiyah; Dirgahayu, Andi Millaty Halifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43719

Abstract

Kekerasan terhadap anak merupakan masalah forensik dan medikolegal yang memerlukan identifikasi dan dokumentasi yang akurat. Laporan ini membahas kasus seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang mengalami penganiayaan berat oleh ibu tirinya, termasuk penyekapan dan penyiksaan dengan air panas. Korban datang ke IGD dengan keluhan nyeri pada perut bawah, area genital, dan paha. Pemeriksaan fisik menunjukkan berbagai luka dengan karakteristik trauma termal dan mekanik. Dokumentasi medis yang tepat berperan penting dalam mengungkap pola kekerasan dan sebagai bukti hukum. Kasus ini menegaskan peran dokter dalam mendeteksi, mendokumentasikan, dan melaporkan kekerasan terhadap anak sesuai aspek forensik dan medikolegal.
HUBUNGAN PENUNDAAN ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT RECONSTRUCTION DENGAN KONDISI KINESIOPHOBIA DAN PERUBAHAN PSIKOLOGIS Pravidayanti, Ni Nyoman Rinda; Adhitya, I Putu Gde Surya; Utama, Anak Agung Gede Eka Septian; Negara, Anak Agung Gede Angga Puspa; Kurniawati, Ida
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43726

Abstract

Anterior cruciate ligament reconstruction (ACLR) merupakan tindakan penggantian ligamen ACL menggunakan jaringan tendon yang dilakukan dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi lutut agar dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya, mencegah terjadinya cedera yang semakin parah, dan meningkatkan kualitas hidup untuk waktu yang lama. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penundaan ACLR memiliki hubungan signifikan dengan perubahan psikologis dan kinesiophobia yang dilihat melalui kuesioner Tampa Scale for Kinesiophobia 17 (TSK-17), dan Anterior Cruciate Ligament Return to Sport After Injury (ACL-RSI). Desain penelitian yang digunakan yaitu kohort prospektif, dengan total 32 sampel yang merupakan anggota Komunitas ACL Indonesia dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kinesiophobia dan psikologis yaitu TSK-17, dan ACL-RSI. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Spearman’s rho menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan secara statistik antara penundaan ACLR terhadap psikologis dengan nilai yang diperoleh yaitu p=0.040 (p<0.05) dan nilai r=-0.365 yang bernilai negatif. Selain itu, penundaan ACLR juga ditemukan berhubungan signifikan terhadap kondisi kinesiophobia sebelum operasi dengan nilai p=0.040 (<0.05) dan nilai r=0.365 yang memiliki hubungan positif.  Terdapat hubungan yang signifikan antara penundaan ACLR dengan kondisi psikologis pada skala ACL-RSI. Selain itu, ditemukan pula hubungan signifikan antara penundaan ACLR dengan kondisi kinesiophobia pada skala TSK-17 sebelum ACLR
FAKTOR DETERMINAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAE MBELENG KABUPATEN MANGGARAI TAHUN 2025 Miani, Maria Detriani; Nayoan, Christina Rony; Ruliati, Luh Putu; Marni, Marni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43748

Abstract

Posyandu Lansia adalah suatu wadah pelayanan kepada lansia sebagai upaya promotif preventif dalam peningkatan status kesehatan dan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor  Determinan Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Wae Mbeleng Kabupaten Manggarai Tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota lansia yang terdaftar pada posyandu lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Wae Mbeleng, Kabupaten Manggarai. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 94 orang lansia yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Analisis data adalah unvariat dan bivariat dengan menggunakan uji fisher exact test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p=0,000), motivasi (p=0,000),  jarak (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000) dan peran kader (p=0,000), memiliki hubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Pengetahuan yang baik tentang posyandu lansia dapat meningkatkan pemahaman lansia mengenai manfaat dan pentingnya mengikuti kegiatan posyandu, motivasi yang baik dapat mendorong lansia untuk meningkatkan kesehatan yang bisa didapat melalui posyandu lansia, jarak yang dekat memudahkan lansia untuk mengakses posyandu dan keluarga yang mendukung serta peran kader yang baik akan mendorong lansia untuk mengikuti posyandu. Penyuluhan kepada lansia dan keluarga lansia tentang pentingnya mengikuti posyandu lansia dan pendampingan kader perlu ditingkatkan agar lansia dan keluarga semakin sadar akan pentingnya memelihara kesehatan lansia dan kemampuan kader dalam memberi pelayanan kepada lansia semakin baik serta kegiatan posyandu perlu ditambahkan untuk wilayah yang jaraknya jauh sehingga semua lansia dapat menjangkau posyandu lansia.
KARAKTERISTIK PENDERITA SYOK KARDIOGENIK DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR DAN RSUD HAJI MAKASSAR TAHUN 2019-2023 Eli, Andi Paraqleta Nur; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Salahuddin, Andi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43753

Abstract

Syok kardiogenik merupakan kondisi kegawatdaruratan medis dengan terjadinya hipoperfusi jaringan akibat penurunan curah jantung yang berat dan hipotensi (tekanan darah sistolik <90 mmHg) dengan gangguan perfusi jaringan perifer yang tidak adekuat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik penderita syok kardiogenik di Rumah Sakit Ibnu Sina dan RSUD Haji. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif observasional dengan metode total sampling, Populasi seluruh penderita syok kardiogenik yang dirawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar dan RSUD Haji Makassar tahun 2019-2023 berjumlah 48 kasus, variabel dependen dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, riwayat penyakit jantung, riwayat hipertensi, riwayat diabetes melitus, riwayat dislipidemia. Semua pasien terdiagnosa syok kardiogenik yang dirawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar dan RSUD Haji Makassar pada tahun 2019-2023 yaitu sebanyak 48 pasien. Karakteristik pasien terdiagnosa syok kardiogenik yang dirawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar dan RSUD Haji Makassar pada tahun 2019-2023, kasus terbanyak pada penderita dengan jenis kelamin laki laki, didominasi oleh usia >65 tahun, berdasarkan Indeks Massa Tubuh terbanyak pada kasus obesitas I. Berdasarkan Riwayat penyakit komorbid terbanyak yaitu Congestive heart failure. Kasus penyebab syok kardiogenik didominasi oleh penderita dengan Riwayat hipertensi terkontrol, kasus penyebab syok kardiogenik terbanyak pada penderita dengan yang tidak memiliki Riwayat diabetes melitus, dan tidak menderita dislipidemia
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Maromon, Intania Beatrizt; Malinti, Evelin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43754

Abstract

Menstruasi merupakan proses fisiologis yang terjadi secara siklik pada wanita, tetapi siklusnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah stres. Stres dapat mengganggu regulasi hormon yang mengatur siklus menstruasi, menyebabkan ketidakteraturan seperti oligomenorea, polimenorea, atau amenorea. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan adanya hubungan antara tingkat stres dan ketidakteraturan siklus menstruasi, tetapi hasilnya masih beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan siklus menstruasi pada mahasiswi Universitas Advent Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 653 mahasiswi, dengan sampel sebanyak 248 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel independen adalah tingkat stres yang diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42), sedangkan variabel dependen adalah keteraturan siklus menstruasi yang dinilai berdasarkan kuesioner siklus menstruasi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Mayoritas responden berada dalam kategori stres sedang (30,2%), diikuti stres berat (21,8%), dan stres ringan (17,7%). Sebanyak 73,0% responden memiliki siklus menstruasi yang normal, sedangkan 27,0% mengalami siklus menstruasi yang tidak normal. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,586, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan siklus menstruasi pada mahasiswi Universitas Advent Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat stres tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan siklus menstruasi. Faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, status gizi, dan gangguan hormonal kemungkinan lebih berperan dalam memengaruhi keteraturan siklus menstruasi.