cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
STUNTING SAAT BALITA SEBAGAI FAKTOR RISIKO PENYAKIT DIABETES MELITUS DI KEMUDIAN HARI : TINJAUAN LITERATUR Zahra, Yuliana; Djuwita, Ratna; Wijaya, Fikri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43488

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Kekurangan gizi ini menyebabkan perubahan permanen pada metabolisme tubuh, termasuk cara tubuh memproses glukosa dan insulin. Stunting saat balita memberikan dampak jangka panjang berupa resistensi insulin yang pada akhirnya meningkatkan risiko diabetes melitus saat dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dampak stunting saat balita terhadap risiko diabetes melitus di kemudian hari dari berbagai penelitian. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang menggunakan metode PICO (Population, Intervention, Comparators and Outcome) dengan menelusuri basis data elektronik yaitu Cochrane Library, PubMed, Scopus dan Google Scholar serta dengan hand searching pada penelitian relevan lainnya. Tiga artikel didapatkan setelah melalui tahapan inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Hasil telaah menunjukkan adanya hubungan stunting saat balita dengan risiko diabetes melitus saat usia remaja dan dewasa. Akan tetapi, dua studi yang dilakukan di Brazil menunjukkan hubungan yang tidak bermakna secara statistik. Pada balita yang stunting, respons tubuh terhadap insulin menjadi tidak optimal, sehingga produksi insulin meningkat seiring waktu, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes melitus dalam jangka panjang. Hasil ini memperkuat bahwa pencegahan stunting sangat penting tidak hanya untuk pertumbuhan anak, tetapi juga untuk mencegah risiko penyakit tidak menular di masa depan, termasuk diabetes melitus. Diperlukan lebih banyak data epidemiologi yang meneliti hubungan antara stunting saat balita dan risiko diabetes melitus agar pemahaman mengenai hubungan ini semakin akurat.  
HUBUNGAN ANTARA VARIABILITAS IKLIM DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS (TBC) DI MINAHASA UTARA TAHUN 2021-2023 Rolleh, Cristy Engelica; Mantjoro, Eva Mariane; Asrifuddin, Afnal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43500

Abstract

Variabilitas iklim dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Mycobacterium Tuberculosis, agen penyebab TBC, di mana curah hujan yang sangat tinggi, kelembaban yang tinggi, suhu rendah dan kecepatan angin yang cepat memiliki hubungan positif dengan peningkatan insiden TBC. Riset ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabilitas iklim dan kejadian TBC di Kabupaten Minahasa Utara selama periode 2021-2023. Penelitian ini menggunakan desain time series analitik dengan pendekatan Analisis Korelasi Bivariate Pearson. Hasil melalui analisis korelasi menunjukkan bahwa variabel curah hujan (0,008), kelembaban (0,000), suhu (0,000), dan kecepatan angin (0,009) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian TBC. Keempat variabilitas iklim yang diteliti dalam penelitian ini ditemukan memiliki hubungan dengan kejadian TBC di Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2021-2023. Perubahan curah hujan memengaruhi kelembaban, yang pada gilirannya meningkatkan jumlah partikel mikroba, termasuk bakteri Mycobacterium Tuberculosis, di udara. Lingkungan dengan kelembaban tinggi meningkatkan potensi paparan orang yang sehat terhadap infeksi TBC. Suhu berperan dalam kelangsungan hidup Mycobacterium Tuberculosis dan juga memengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia. Oleh karena itu, perubahan suhu dapat berpengaruh pada penyebaran TBC. Kecepatan angin, sebagai salah satu variabilitas iklim, turut mempengaruhi penyebaran penyakit menular, termasuk TBC, dengan cara yang tidak langsung namun signifikan. Angin berperan dalam distribusi partikel udara dan mempengaruhi penyebaran bakteri Mycobacterium Tuberculosis.
LITERATUR REVIEW : KARAKTERISTIK GONORE Jannah, Miftahul; Yuniati, Lisa; Sabruddin, Sabruddin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43517

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit seksual dengan banyak penyebab dan dapat ditularkan melalui hubungan seksual, penularan ibu kepada janin dalam kandungan atau saat proses melahirkan, transfusi darah yang tercemar, atau bisa juga ditularkan melalui alat kesehatan yang dipakai berulang. Gonore merupakan suatu infeksi pada mukosa yang disebabkan oleh bakteri kokus gram negative. Neisseria gonorrhoeae dapat ditularkan melalui hubungan seksual atau perinatal. Hubungan seksual yang tidak sehat dan tidak aman merupakan penyebab utama infeksi gonore, sedangkan pada bayi yang baru lahir ditularkan melalui jalan lahir oleh ibu yang terinfeksi gonore. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai penelitian terdahulu terkait karakteristik gonore khususnya yang membahas faktor risiko, pola pengobatan, dan tantangan layanan kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas penularan yang paling sering terjadi adalah berhubungan seksual dengan penderita gonore. Edukasi masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan dini harus ditingkatkan melalui kolaborasi tenaga medis, pemerintah, dan komunitas. Harapannya, upaya ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup pasien saat ini, tetapi juga melindungi generasi mendatang dari risiko yang sama.
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN KATARAK : LITERATURE REVIEW Septiani, Clara; Maharani, Ratih Natasha; Sofyan, Syukriyah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43573

Abstract

Gangguan penglihatan yang paling umum pada orang dewasa adalah katarak. Katarak adalah kelainan yang terjadi pada lensa berupa kekeruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian katarak. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, berupa studi dari beberapa literatur yang diperoleh menggunakan elektronik based terakreditasi/terindeks Scopus dan Sinta seperti DOAJ, Springerlink, Cochrane, Biomed, Portal Garuda, Google Scholar, Elsevier/Clinical Key, PubMed, dan sumber database lainnya. Artikel ini mencari hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian katarak, pencarian menghasilkan 365 artikel. Dengan menggunakan kriteria inklusi, 10 publikasi penelitian dipilih untuk ditinjau. Jurnal yang dibahas disini memiliki kontribusi dalam memahami hubungan yang era tantara usia dan jenis kelamin dengan kejadian katarak, meskipun jurnal menonjol memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Metode penelitian pada tiap-tiap jurnal yaitu dengan pendekatan deskriptif 40% (4 dari 10), kuantitatif 20% (2 dari 10), analitik retrospektif 20% (2 dari 10),  analitik observasional 10% (1 dari 10),  dan literatur review (1 dari 10). Kesimpulan yang bisa ditarik dari 10 publikasi penelitian yang dipilih untuk ditinjau, bahwa terdapat hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian katarak.
PHENYTOIN TO IMPROVE HEALING OF ENTEROCUTANEOUS FISTULA : A CASE REPORT Prayitno, Cesario Budi; Irianto, Hengky Prabowo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43581

Abstract

Fistula enterokutan adalah komunikasi abnormal antara usus dan kulit. Fistula enterokutan paling sering berkembang sebagai komplikasi pasca operasi operasi usus. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa fenitoin dapat meningkatkan penyembuhan luka dan menginduksi fibrosis yang lebih cepat. Kami menyajikan kasus fistula enteroketan pasca-eksplorasi laparatomi dan adhesi usus lisis yang diobati menggunakan fenitoin. Fistula enterokutan (ECF) mewakili kondisi klinis yang menantang yang sering menyebabkan morbiditas yang berkepanjangan dan peningkatan biaya perawatan kesehatan. Manajemen ECF biasanya melibatkan dukungan nutrisi, drainase, dan, dalam beberapa kasus, intervensi bedah. Namun, proses penyembuhan fistula ini bisa lambat dan rumit oleh berbagai faktor seperti infeksi, kekurangan gizi, dan penyembuhan jaringan yang buruk. Laporan kasus ini mengeksplorasi penggunaan fenitoin, antikonvulsan yang dikenal karena peran potensialnya dalam penyembuhan luka, sebagai terapi tambahan untuk meningkatkan proses penyembuhan fistula enterokutan. Pasien dalam laporan ini mengalami ECF kronis setelah operasi perut dan menunjukkan penutupan parsial meskipun manajemen konvensional. Fenitoin diberikan sebagai bagian dari rejimen terapeutik, dan perbaikan penting dalam penutupan fistula diamati. Kasus ini memberikan bukti awal yang menunjukkan bahwa fenitoin mungkin memiliki efek menguntungkan pada penyembuhan luka, terutama dalam kasus di mana perawatan tradisional gagal mempercepat penutupan. Mekanisme yang diusulkan melibatkan modulasi sintesis kolagen dan aktivitas fibroblas, yang penting untuk perbaikan jaringan. Sementara studi lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini, kasus ini menyoroti potensi fenitoin sebagai pilihan pengobatan alternatif untuk meningkatkan penyembuhan fistula enterokutan, terutama pada pasien dengan kasus refrakter.
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP KESEHATAN IBU DAN BAYI SAAT MELAHIRKAN Kusumawati, Prima Dewi; Deivita, Yan; Winarningsih, Rahayu Arum; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Maidelwita, Yani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43582

Abstract

Lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan ibu dan bayi, terutama selama masa kehamilan hingga proses melahirkan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dengan kesehatan ibu dan bayi menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengkaji literatur yang relevan untuk mengidentifikasi tema utama terkait dampak sanitasi, polusi udara, akses terhadap fasilitas kesehatan, serta kualitas lingkungan binaan terhadap hasil kehamilan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sanitasi yang buruk, seperti kurangnya akses air bersih dan pengelolaan limbah yang tidak memadai, meningkatkan risiko infeksi yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan. Polusi udara, terutama paparan partikel halus (PM2.5), dikaitkan dengan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Selain itu, keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan di daerah terpencil menghambat layanan prenatal yang esensial, sehingga meningkatkan risiko komplikasi saat melahirkan. Kualitas lingkungan binaan juga memainkan peran penting; rumah dengan ventilasi buruk dan minimnya ruang hijau dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental ibu hamil. Faktor sosial-ekonomi memperburuk dampak lingkungan negatif ini, terutama pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Artikel ini menekankan pentingnya intervensi berbasis kebijakan untuk meningkatkan sanitasi, mengurangi polusi udara, memperluas akses layanan kesehatan, dan menciptakan lingkungan binaan yang mendukung kesehatan ibu dan bayi. Dengan demikian, upaya multidisiplin diperlukan untuk memastikan hasil kehamilan yang lebih baik dan menurunkan angka morbiditas serta mortalitas ibu dan bayi.
MANAJEMEN LIMBAH MEDIS PADAT PADA PRAKTIK MANDIRI DOKTER GIGI : TANTANGAN DAN STRATEGI BERKELANJUTAN Rizkia, Isna; Manurung, Kesaktian; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Sitorus, Mido Ester
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43583

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengelolaan limbah medis padat di praktik mandiri klinik atau dokter gigi berdasarkan standar kesehatan dan keamanan lingkungan. Hasil observasi menunjukkan bahwa praktik ini belum sepenuhnya memenuhi standar dalam pengelolaan limbah medis, terutama dalam pemisahan, penyimpanan, dan pengangkutan limbah. Tidak adanya petugas khusus yang bertanggung jawab serta kurangnya infrastruktur yang memadai menyebabkan limbah medis padat tidak tertangani secara optimal. Limbah tidak dipisahkan dengan baik, tidak dikemas dalam wadah berlabel, serta tidak disimpan sesuai ketentuan, yang berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi dan infeksi. Selain itu, tidak terdapat fasilitas penyimpanan dengan suhu rendah atau troli khusus untuk pengangkutan limbah, yang dapat memperburuk kondisi limbah sebelum proses pembuangan. Pengelolaan limbah medis juga tidak dilakukan secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan pihak lain yang sesuai standar, menyebabkan ketidakpatuhan dalam prosedur pengangkutan dan pembuangan akhir limbah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan dalam sistem manajemen limbah melalui penunjukan petugas khusus, penerapan pemisahan limbah yang lebih ketat, serta penyediaan fasilitas yang memadai guna mengurangi risiko kesehatan dan dampak negatif terhadap lingkungan.
FAKTOR PENGHAMBAT IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS GALANG KECAMATAN GALANG KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2023 Maysyarah, Maysyarah; Tarigan, Frida Lina; Ginting, Daniel; Dachi, Rahmat; Sitorus, Mido Ester
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43584

Abstract

Pentingnya    pemberian ASI  eksklusif    karena  sebagai    makanan    alami pertama untuk bayi dan menyediakan semua vitamin, nutrisi dan mineral yang diperlukan oleh bayi   disamping itu pemberian ASI eksklusif juga mencegah kematian dan penyakit pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penghambat ibu dalam pemberian asi ekslusif pada bayi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Galang Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian yaitu seluruh ibu bayi yang memiliki bayi usia 0-6 bulan yang datang berkunjung di UPT Puskesmas Galang Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang Tahun 2023 sebanyak 5 orang dengan Teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan proses reduksi data, peenyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesibukan ibu dalam pekerjaan, keluarga yang kurang mendukung, pengetahuan ibu yang kurang serta sikap ibu yang masih negatif adalah merupakan faktor penghambat ibu tidak memberikan ASI Eksklusif pada bayi. Untuk itu penting bagi keluarga untuk mendukung ibu memberikan ASI Eksklusif terutama ibu bayi yang sibuk dengan pekerjaan.
HUBUNGAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN STUNTING PADA BALITA : TINJAUAN LITERATUR Nurmaliani, Rizki; Djuwita, Ratna; Wijaya, Fikri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43620

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak tidak hanya pada tingkat individu, tetapi juga pada tingkat masyarakat. Secara global, kejadian stunting masih banyak ditemukan pada anak berusia di bawah lima tahun. Selain itu, penyakit infeksi juga masih menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak terutama balita, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara penyakit infeksi dengan stunting pada anak berusia di bawah lima tahun dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah PICO (population, intervention, comparator, dan outcome). Penelusuran literatur dilakukan dengan mengakses basis data elektronik yang bersumber dari Medline (Pubmed), Cochrane CENTRAL, Proquest dengan menggunakan kata kunci berbahasa Inggris dan lens.org dengan menggunakan kata kunci berbahasa Indonesia. Proses penyeleksian literatur dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu identifikasi, penyaringan, dan menetapkan literatur terpilih. Tahapan ini digambarkan menggunakan diagram alir PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis). Dari hasil penelusuran didapatkan 3 artikel yang memenuhi kriteria yang dibutuhkan dimana 2 artikel menunjukkan hubungan yang bermakna antara penyakit infeksi dengan stunting, sedangkan 1 artikel menunjukkan hubungan yang tidak bermakna antara penyakit infeksi dengan stunting. Sebagian besar penyakit infeksi yang diamati adalah diare dan ISPA. Dapat disimpulkan bahwa penyakit infeksi (diare dan ISPA) berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.  
IDENTIFICATION OF POTENTIAL CONTAINERS FOR AEDES LARVAE BREEDING IN DENGUE FEVER CONTROL AT PALANGKA RAYA UNIVERSITY Tuju, Fandi; Dewi, Mirnawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43621

Abstract

Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia khususnya di Palangka Raya karena hingga saat ini masih di temukan kasus DBD. DBD ditularkan melalu gigitan nyamuk betina, sehingga mengidentifikasi tempat perindukan nyamuk sangatlah penting untuk menekan penularan penyakit ini. Habitat nyamuk memegang peranan penting dalam menentukan kepadatan larva, hingga perkembangan nyamuk dewasa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tempat perindukan larva nyamuk yang sering terabaikan. Penelitian ini bersifat observasional dan survei jentik dilakukan pada tujuh titik lokasi di area Universitas Palangka Raya pada tahun 2024. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa beberapa tempat perindukan larva nyamuk yang sering diabaikan yaitu vas bunga, genangan air dan sampah wadah plastik. Jenis larva nyamuk yang di temukan yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus, kedua nyamuk ini berperan pada penularan DBD. Wadah perkembangbiakan potensial yang ditemukan di lokasi penelitian menekankan bahwa pentingnya kepedulian dari setiap individu di permukiman dalam pengendalian vektor ini.