cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PERILAKU SEDENTARI DAN OBESITAS REMAJA INDONESIA: TINJAUAN SISTEMATIS PASCA PANDEMI Nurjanah, Amanda; Hasanah, Marlina Kosmiyatun; Abdullah, Pahhad; Kasih, Tiar; Ariyanto, Januar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45691

Abstract

Peningkatan prevalensi obesitas pada remaja erat kaitannya dengan perubahan gaya hidup menjadi sedentary lifestyle, ditandai dengan rendahnya aktivitas fisik dan tingginya durasi duduk atau penggunaan gawai. Kajian ini bertujuan menganalisis pengaruh sedentary lifestyle terhadap peningkatan obesitas pada remaja melalui metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA. Artikel ilmiah ditelusuri melalui database Google Scholar, Garuda, dan PubMed, dengan kata kunci “remaja”, “sedentary lifestyle”, dan “obesitas”, serta dibatasi pada publikasi tahun 2020–2025 dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Dari 4.603 artikel awal, diseleksi secara bertahap hingga diperoleh 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil menunjukkan bahwa durasi sedentary time ≥4 jam per hari secara signifikan meningkatkan risiko kelebihan berat badan, sindrom metabolik, dan dislipidemia pada remaja. Risiko semakin tinggi ketika sedentary lifestyle disertai dengan pola makan tinggi kalori, stres psikologis, serta rendahnya pengetahuan tentang aktivitas fisik dan gizi. Beberapa studi juga mengaitkan obesitas akibat sedentary lifestyle dengan penurunan kepercayaan diri, kecemasan, hingga depresi. Temuan ini menegaskan bahwa sedentary lifestyle berkontribusi signifikan terhadap obesitas remaja dan memerlukan intervensi berbasis keluarga dan sekolah untuk mengurangi risiko jangka panjang. Kata kunci : obesitas, remaja, gaya hidup sedentari, aktivitas fisik
PENDEKATAN SOCIAL ECOLOGICAL MODEL (SEM) TERHADAP UPAYA PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI UPT PUSKESMAS SUNGAI PAKNING Iswanto, Al Syukri; Mitra, Mitra; Leonita, Emy; Abidin, Zainal; Ismainar, Hetty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45755

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan tren kasus meningkat di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Pakning. Social Ecological Model (SEM) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi upaya pencegahan pada berbagai tingkatan. Tujuan penelitian untuk menganalisis upaya pencegahan DBD di Puskesmas Sungai Pakning berdasarkan kerangka SEM. Penelitian menggunakan pendekatan  kualitatif fenomenologi yang dilaksanakan pada Maret 2025 melalui wawancara mendalam dan observasi dengan jumlah informan sebanyak 14 informan, meliputi tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Hasil ditemukan bahwa pengendalian DBD di Puskesmas Sungai Pakning dipengaruhi oleh berbagai faktor pada setiap level Social Ecological Model (SEM), yaitu individu, interpersonal, organisasi, komunitas, dan kebijakan. Individu hanya peduli dengan kebersihan di dalam rumah namun kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan luar rumah. Secara interpersonal keluarga merupakan support system penting begitu pula dengan Puskesmas dan Kader Kesehatan. Inovasi Organisasi (Puskesmas) dengan Sismantik di Sekolah berjalan baik namun edukasi DBD belum rutin dan merata. Fenomena kebiasaan di level komunitas menampung air hujan untuk konsumsi sehari-hari di dalam drum atau tempayan tidak tertutup berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Keterbatasan sumber daya menyulitkan untuk menjalankan Kebijakan Pemerintah dengan optimal. Pengendalian DBD di UPT Puskesmas Sungai Pakning terkendala rendahnya kepedulian dan partisipasi masyarakat, minimnya peran organisasi, serta keterbatasan sumber daya. Keberhasilan program memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, dukungan lintas sektor, dan kebijakan yang kuat.
HUBUNGAN DETERMINAN SOSIAL BUDAYA DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) OLEH IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEPOI TAHUN 2024 Limbu, Ribka; Romeo, Petrus; Marni, Marni; Atanggae, Putra Samudra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45761

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menjadi tantangan serius dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya di Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Program Keluarga Berencana (KB), khususnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), menjadi strategi penting dalam pengendalian populasi dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara determinan sosial budaya dengan penggunaan AKDR oleh ibu di wilayah kerja Puskesmas Oepoi, Kota Kupang tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu akseptor KB baru sebanyak 550 orang, dan sampel diambil menggunakan rumus Lemeshow. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel umur dan pendidikan ibu dengan penggunaan AKDR. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara pekerjaan, penghasilan keluarga, maupun kepercayaan terhadap mitos dengan penggunaan AKDR. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya pendekatan berbasis pendidikan dan usia dalam promosi penggunaan AKDR, dengan tetap mempertimbangkan aspek budaya lokal dalam perencanaan program KB. Saran diperlukan edukasi yang lebih intensif mengenai manfaat dan keamanan AKDR perlu ditingkatkan, program KB disesuaikan dengan kelompok usia ibu, serta strategi komunikasi yang digunakan hendaknya melibatkan nilai budaya lokal. Selain itu, tenaga kesehatan perlu dilatih untuk menangani mitos secara bijak, dan keterlibatan tokoh masyarakat menjadi penting dalam memperluas jangkauan program.
“SAYA ODHIV, SAYA TAKUT MENULARKAN KE ORANG LAIN”: STUDI KUALITATIF NEGOISASI PENGGUNAAN KONDOM PADA LELAKI SEKS LELAKI (LSL) Tefanai, Jumiati; Ndun , Helga J. N.; Takaeb, Afrona E.L.; Limbu, Ribka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45776

Abstract

Lelaki Seks Lelaki (LSL) merupakan salah satu populasi kunci penyumbang kasus HIV dan AIDS setiap tahunnya. Faktor utamanya antara lain rendahnya pengetahuan tentang penggunaan kondom, praktik hubungan seksual kombinasi, serta tingginya frekuensi hubungan seksual dengan lebih dari dua pasangan. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi negosiasi penggunaan kondom pada LSL di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Sebanyak 10 informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku penggunaan kondom di kalangan LSL masih belum konsisten. Meskipun sebagian informan memahami pentingnya kondom untuk pencegahan HIV dan AIDS serta IMS, sebagian lainnya masih mengalami kendala dalam penguasaan teknik penggunaannya. Negosiasi penggunaan kondom dipengaruhi oleh persepsi terhadap kerentanan, keparahan, serta manfaat kondom. Persepsi berkurangnya kenikmatan seksual menjadi alasan utama penolakan penggunaan kondom. Namun, informan yang menyadari manfaat kondom dalam perlindungan diri tetap melakukan upaya negosiasi. Proses negosiasi bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh relasi dengan pasangan, pengalaman sebelumnya, serta informasi yang diperoleh dari lingkungan dan media sosial. Secara keseluruhan, keputusan untuk menggunakan atau menolak kondom ditentukan oleh kombinasi faktor pengetahuan, hubungan interpersonal, dan persepsi terhadap risiko HIV dan AIDS.
HUBUNGAN CURAH HUJAN, SUHU, DAN KEPADATAN PENDUDUK DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA MANADO TAHUN 2020-2024 Faustina Lala, Monalisa; Kandou, Grace D.; Kaunang, Wulan P. J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45822

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah peyakit menular yang biasa terjadi di daerah subtropics serta tropis. Sejak tahun 2024 data kejadian demam berdarah dengue mencapai 3,4 jt kasus dengan 3.000. Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa terdapat 144,720 kasus pada tahun 2023 dan untuk Provinsi Sulawesi Utara yaitu 2.643 kasus pada tahun 2023. Kasus yang ada di Kota Manado pada tahun 2024 yaitu mencapai 1080 kasus. Faktor iklim seperti suhu atau curah hujan serta kepadatan penduduk dapat memengaruhi terjadi peningkatan kasus DBD. Dengan adanya peningkatan suhu, curah hujan, serta kepadatan penduduk akan terjadi perkembangan vektor penyebab penyakit demam berdarah dan mendukung kelangsungan hidup vektor serta penyebaran vektor. Studi ini ingin mengamati hubungan curah hujan, suhu dan kepadatan penduduk dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Manado tahun 2020-2024. Studi ini berdesain kuantitatif dengan sifat observasional analitik serta berpendekatan cross sectional. Dalam studi ini, populasinya yaitu semua pengidap demam berdarah dengue yang berada di Kota Manado pada tahun 2020–2024 dan tercatat di Dinas Kesehatan Kota Manado. Studi ini diselenggarakan sejak November 2024 – Maret 2025 di Kota Manado. Hasil uji statistik kaitan antar curah hujan dengan kejadian DBD dengan pengujian spearman rho menghasilkan ρ=0,127, kaitan suhu dengan kejadian DBD ρ=0,046, serta kaitan kepadatan penduduk dengan kejadian DBD ρ=0,011. Simpulan dari studi ini tidak ada kaitan antar curah hujan dengan kejadian DBD, lalu untuk kepadatan penduduk serta suhu berkaitan signifikan dengan kejadian DBD
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI KOTA KUPANG TAHUN 2023 Lemensi Mbulung, Eufrasia; Landi, Soleman; Ndoen, Honey Ivon; Riwu, Yuliana Radja
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45835

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis menduduki peringkat sepuluh besar penyebab kematian global dan merupakan penyebab utama kematian akibat infeksi. Kelompok yang memiliki risiko tinggi terinfeksi yaitu orang yang melakukan kontak erat dengan penderita TBC, seperti anak anak, lansia, dan orang yang memiliki masalah pada imun tubuh. Tahun 2022 Kota Kupang mencatat telah terjadi 19 kasus tuberkulosis pada anak usia 0-14 tahun dan pada tahun 2023 meningkat menjadi 49 kasus menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang dan berada di peringkat ke 13 dari 22 kabupaten yang ada di NTT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis pada anak di Kota Kupang tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Sampel penelitian ini berjumlah 72 orang dengan metode pemilihan sampel yaitu total sampel dan simple random sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan status gizi (p=0,002 < 0,05) dan ventilasi rumah (p=0,004 < 0,05) dengan kejadian tuberkulosis pada anak di Kota Kupang. Variabel ASI eksklusif (p=0,061 > 0,05) dan kepadatan hunian (p=0,471 > 0,05) menunjukkan tidak ada hubungannya dengan kejadian tuberkulosis pada anak. Hasil penelitian juga menunjukkan seluruh sampel telah melakukan imunisasi BCG, selain itu dari 72 anak yang melakukan riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis sebanyak 16 anak (22,2%). Dinas Kesehatan Kota Kupang diharapkan untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan terutama pencegahan tuberkulosis pada anak dengan kegiatan investigasi yang lebih aktif dan tindakan pencegahan pada orang dewasa penderita tuberkulosis agar tidak menulari anak-anak.
DUKUNGAN SOSIAL PADA STRES PENGASUHAN ORANG TUA DENGAN ANAK TUNARUNGU: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Andiani, Sri; Tondok, Marselius Sampe
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45874

Abstract

Orang tua punya peran besar dalam menentukan arah perkembangan anak, sehingga orang tua yang mengalami stres pengasuhan akan berdampak pada perkembangan anaknya. Hal ini termasuk orang tua dengan anak tunarungu, yang dampaknya tidak hanya pada anaknya tapi juga pada orang tua tersebut. Dukungan sosial adalah salah satu cara untuk mengurangi stres pengasuhan pada orang tua dengan anak tunarungu. Studi ini bertujuan menganalisis bentuk dukungan sosial yang dibutuhkan oleh orang tua dengan anak tunarungu untuk mengurangi stres pengasuhan. Desain penelitian ini berupa metode kajian literatur sistematis dengan panduan PRISMA. Skrining artikel dengan panduan PRISMA menghasilkan enam studi dari tahun 2014-2023 yang meneliti hubungan dukungan sosial dengan stres pengasuhan orang tua dengan anak tunarungu. Hasil penelitian ini adalah dukungan sosial berbentuk informasi paling dibutuhkan, dengan preferensi sumber dukungan (formal dan informal) yang berbeda antara ibu dan ayah. Meski demikian, dukungan dari pasangan dinilai lebih mampu mengurangi stres pengasuhan.
HUBUNGAN ANTARA POSISI KERJA BERDIRI DENGAN KELELAHAN DAN STRES KERJA PADA PEKERJA TOKO JABAL MART ATAMBUA Ouf, Maria G.; Roga, Anderias U.; Mado , Fransiskus G.; Berek, Noorce Ch.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45895

Abstract

Kelelahan dan stres adalah salah satu pemicu seseorang mengalami masalah dalam bekerja. Kelelahan kerja merupakan penurunan efisiensi tubuh dalam bekerja. Stres merupakan perasaan tidak menyenangkan yang menyebabkan gangguan karena tuntutan pekerjaan terhadap seorang pekerja. Tuntutan pekerjaan seperti bekerja dalam posisi berdiri merupakan suatu beban kerja yang harus dilakukan dan berisiko terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara posisi kerja berdiri dengan kelelahan dan stres kerja pada pekerja Toko Jabal Mart Atambua. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Cross sectional, dengan jumlah populasi 43 pekerja dan jumlah sampel 30 pekerja Toko Jabal Mart Atambua. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling, sampel dihitung menggunakan rumus Lameshow. Variabel dalam penelitian ini yaitu posisi kerja berdiri (independen), kelelahan dan stres kerja (dependen). Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner Subjective Self Rating Test (SSRT) untuk mengukur tingkat kelelahan kerja, kuesioner Perceived Stress Scale (PSS 10) untuk mengukur tingkat stres kerja dan Lembar penilaian Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai postur tubuh. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square Likelihood Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara posisi kerja berdiri dengan kelalahan kerja dengan nilai (p= 0,002< 0,05), terdapat hubungan signifikan antara posisi kerja berdiri dengan stres kerja dengan nilai (p=0,004<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara posisi kerja berdiri dengan kelelahan dan stres kerja pada pekerja Toko Jabal Mart Atambua.
KESEHATAN MENTAL DAN PROFESIONAL KERJA DALAM RELIGIUSITAS PEMELUK AGAMA ISLAM Eta Safitri, Lina; Soviya, Ovi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45964

Abstract

Kesehatan mental sendiri merupakan suatu keadaan di mana seseorang mampu menjalani hidup dengan baik, mengelola stres, dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan sosialnya. Kesehatan mental adalah aspek penting terhadap cara berpikir dan berperilaku manusia. Ketidakprofesionalan manusia dalam bekerja sehingga menimbulkan adanya permasalahan dan menjadi sumber stres yang dapat merabat ke kesehatan mental yang signifikan serta dapat mempengaruhi pemikiran dan perilaku ke arah negatif. Peranan agama Islam dalam memberikan ketenangan jiwa dan kekuatan mental sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji religiusitas pemeluk agama islam dalam memengaruhi kesehatan mental dan profesionalisme kerja mahasiswa Teknik Alat Berat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, yang meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang terlibat aktif dalam perkuliahan dan praktik kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran dan praktik Islam, seperti shalat, dzikir dan nilai-nilai moral seperti keikhlasan dan amanah, berperan penting dalam mengelola stres, menghadapi permasalahan pribadi dan membentuk sikap profesional yang jujur ​​dan bertanggung jawab. Iman juga menjadi sumber kekuatan mental saat menghadapi kesulitan, termasuk masalah keluarga dan gangguan tidur. Mahasiswa mengharapkan adanya integrasi nilai-nilai Islam yang lebih sistematis di lingkungan kampus untuk mendukung kesejahteraan mental dan etos kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran Islam dalam mendukung keberhasilan akademik dan profesional mahasiswa Teknik Alat Berat.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS OESAPA Lahur, Florensia Anggeli; Mado, Fransiskus G.; Nayoan, Christina R.; Littik, Serlie K. A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46025

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam pengendalian hipertensi, mulai dari deteksi dini, edukasi kesehatan, pengobatan, hingga pemantauan berkala. Namun, pemanfaatan layanan ini oleh penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Oesapa masih tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Oesapa. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi yang tercatat dalam rekam medis Puskesmas Oesapa pada tahun 2024 sebanyak 3.186 orang. Sampel sebanyak 94 orang dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 94 responden ditemukan sebagian besar responden tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan 54,3% dibandingkan responden yang memanfaatkan pelayanan kesehatan 45,7%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara variabel usia (p=0,022), kepemilikan assuransi kesehatan (p=0,035), dukungan keluarga (p=0,000), dan persepsi sakit (p=0,000) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Oesapa. Penderita usia lanjut lebih banyak yang memanfatkkan pelayanan karena mendapatkan dukungan keluarga dan persepsi sakit hipertensi sangat baik. Sedangkan variabel jenis kelamin (p=0,972), peran tenaga kesehatan (p=0,268), dan aksesbilitas (p=0,782) tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Oesapa. Pihak Puskesmas Oesapa diharapkan dapat mengembangkan strategi untuk meningkatkan jumlah kunjungan penderita hipertensi melalui pendekatan yang edukatif dan partisipatif dengan melibatkan keluarga. memberikan edukasi tidak hanya kepada penderitanya, tetapi juga kepada keluarga agar mereka dapat berperan aktif dalam mengingatkan dan mendukung penderita untuk melakukan kontrol rutin.