cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
CORRELATION BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI), URIC ACID LEVELS AND AGES siagian, ernawaty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45170

Abstract

Obesitas diketahui sebagai salah satu determinan utama yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat dalam tubuh, terutama pada individu dalam rentang usia produktif. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi keterkaitan antara indeks massa tubuh (IMT), konsentrasi asam urat, serta variabel usia. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan metode purposive sampling. Lokasi penelitian di Desa Wiyono, Kabupaten Pesawaran, melibatkan 40 responden dewasa. Data dikumpulkan melalui pengukuran IMT dan pemeriksaan sampel darah untuk mengetahui kadar asam urat. Pendekatan analisis yang digunakan meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menerapkan uji korelasi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (60%) dan sebagian besar berada dalam kelompok usia paruh baya, yakni sebesar 40%. Sebanyak 35% responden memiliki status gizi overweight, dan 55% memiliki kadar asam urat tinggi. Berdasarkan hasil analisis korelasional, tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara usia dan indeks massa tubuh (r = -0,117; p = 0,473), antara usia dan kadar asam urat (r = 0,100; p = 0,540), maupun antara indeks massa tubuh dan kadar asam urat (r = 0,165; p = 0,308). Kendati tidak mencapai signifikansi statistik, ditemukan indikasi adanya korelasi positif antara indeks massa tubuh dan kadar asam urat. Kesimpulan: Manajemen gaya hidup dan pengendalian berat badan perlu diperhatikan sebagai langkah pencegahan hiperurisemia. Kategori IMT dapat dijadikan acuan dalam penentuan intervensi penurunan berat badan pada layanan kesehatan.  
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN TUGAS AKHIR DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN Juarsih, Juarsih; Salsabila, Jihan; Padaallah, Ananda Patuh; Kadang, Yulta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45261

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Berbagai faktor internal maupun eksternal mampu mempengaruhi tingkat stres, salah satunya ialah dukungan sosial orang tua. Dalam hal menekan tingkat stres akademik mahasiswa, salah satu yang berperan penting yaitu dukungan sosial orang tua. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan deskriptif korelasi serta desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Pemilihan sampel dilakukan dengan probability sampling sehingga terpilih sebanyak 70 mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman sebagai sampel. Hasil penelitian menandakan adanya hubungan yang signifikan terkait dukungan sosial orang tua dan tingkat stres mahasiswa dengan nilai p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres pada mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir, berada pada kategori sedang dengan arah hubungan berbanding terbalik. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua agar mendapatkan dukungan sosial yang cukup.
POLIMER DALAM FORMULASI NANOPARTIKEL NIFEDIPIN : SOLUSI INOVATIF UNTUK MENGATASI MASALAH BIOAVAIBILITAS BCS KELAS II Iskandar, Benni; Thahira, Siffa; Muzdalifah, Siti; Helfina, Syelfi; Naibaho, Triana Putri; Almi, Vinny Juliandi; Faridah, Wardatil; Yolanda, Yolanda; Octavia, Rickha
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45292

Abstract

Nifedipin merupakan antagonis saluran kalsium yang banyak digunakan dalam terapi hipertensi dan angina pektoris. Meskipun efektif, penggunaan klinis nifedipin masih menghadapi beberapa tantangan, seperti waktu paruh yang relatif singkat, kelarutan yang buruk dalam air, dan bioavailabilitas oral yang rendah akibat metabolisme lintas pertama yang signifikan di hati. Seiring berkembangnya teknologi sediaan farmasi, pendekatan berbasis nanoteknologi—khususnya formulasi nanopartikel—telah menjadi strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan efikasi dan kestabilan obat. Polimer sintetik maupun alami telah dieksplorasi sebagai matriks pembawa dalam sistem penghantaran nifedipin berbasis nanopartikel untuk memperbaiki profil farmakokinetik dan karakteristik pelepasan obat. Artikel ulasan ini membahas secara komprehensif penggunaan berbagai jenis polimer dalam formulasi nanopartikel nifedipin selama dekade terakhir, meliputi metode formulasi yang digunakan (seperti nanopresipitasi, emulsifikasi, dan ionotropic gelation), karakterisasi fisikokimia dari nanopartikel yang dihasilkan (ukuran partikel, zeta potensial, efisiensi penjerapan), serta pengaruhnya terhadap profil pelepasan dan bioavailabilitas obat. Pemahaman ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan sistem penghantaran obat nifedipin yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan hasil terapi pasien.
NANOPARTIKEL DALAM SISTEM PENGHANTARAN OBAT : TINJAUAN TERHADAP STABILITAS DAN BIOAVAILABILITAS Iskandar, Benni; Fitri, Rindu Rahmatul; Putri, Rizka Luthfia Ananda; Febrian, Roby; Aufa, Safira; Syukrani, Sabila; Amelia, Sabina Rizky; Humairaq, Shakira
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45293

Abstract

Nanoteknologi merupakan cabang ilmu interdisipliner yang mempelajari sifat dan aplikasi material pada skala nanometer (< 1000 nm), tetapi karakteristik ukuran partikel kecil dari 200 nm lebih memiliki sifat fisik dan karakteristik yang lebih dianjurkan. Dalam bidang farmasi, perkembangan nanoteknologi telah membawa terobosan signifikan, khususnya dalam sistem penghantaran obat yang lebih efisien, terarah, dan mampu meningkatkan efektivitas terapeutik. Sistem penghantaran obat berbasis nanopartikel atau Nanoparticle Drug Delivery System (NDDS) memungkinkan pelepasan obat yang terkendali, peningkatan stabilitas formulasi, serta peningkatan bioavailabilitas zat aktif, terutama untuk obat-obat yang memiliki kelarutan rendah atau stabilitas buruk secara kimia. Review artikel ini disusun untuk mengeksplorasi dan membahas secara komprehensif berbagai jenis nanopartikel yang digunakan sebagai pembawa dalam sistem NDDS. Dari hasil analisis literatur yang tersedia, diketahui bahwa jenis-jenis nanopartikel yang paling umum digunakan dalam formulasi farmasi meliputi liposom, fitosom, dan etosom. Masing-masing sistem penghantaran ini memiliki karakteristik fisikokimia tersendiri yang mempengaruhi mekanisme penghantaran, efisiensi enkapsulasi, serta profil pelepasan obat. Selain itu, aspek kestabilan formulasi turut menjadi fokus utama dalam pengembangan NDDS. Salah satu parameter penting yang dianalisis adalah zeta potensial, yang berperan dalam menjaga stabilitas koloid dan mencegah terjadinya agregasi antar partikel. Nilai zeta potensial yang tinggi (positif atau negatif) menunjukkan bahwa sistem memiliki gaya tolak-menolak antar partikel yang cukup kuat, sehingga mampu mempertahankan homogenitas suspensi dalam jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, pengembangan NDDS dengan karakteristik nanopartikel yang optimal sangat berpotensi dalam meningkatkan efektivitas terapi serta kenyamanan penggunaan bagi pasien.
DANCE MOVEMENT THERAPY DAN GANGGUAN STRES: STUDI META-ANALISIS Bakti, Aileen; Yudiarso, Ananta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45401

Abstract

Stres merupakan masalah psikologis yang umum dialami banyak orang, yang biasanya diakibatkan oleh tekanan hidup yang semakin kompleks. Oleh karena itu, perlu untuk menemukan solusi untuk mengatasi fenomena tesebut, karena jika tidak segera diatasi, maka stres akan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental penderita. Dance Movement Therapy (DMT) merupakan salah satu bentuk metode alternatif yang digunakan untuk mengurangi stres dalam bentuk terapi yang memanfaatkan gerakan tubuh sebagai cara untuk mengekspresikan emosi dan memperbaiki kondisi psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi analisis terhadap efektivitas dance movement therapy dalam mengatasi gangguan stres. Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis untuk melihat efektifitas dance movement therapy dalam mengatasi gejala stres. Data dikumpulkan dari tiga database utama, yaitu Science Direct, PubMed, dan Google Scholar, dengan rentang publikasi 2011-2021. Seleksi yang dilakukan berdasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi, menghasilkan 10 artikel yang memenuhi kriteria dan layak dianalisis. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak Jamovi versi 2.0.0, dengan menghitung effect size menggunakan Hedge’s g serta mengevaluasi heterogenitas studi melalui nilai I2 dan bias publikasi uji Egger’s. Hasil menunjukkan bahwa nilai heterogenitas dengan I2 sebesar 65,93% sehingga peneliti menggunakan fixed- effect. Hasil pooled effect size menunjukkan effect size dengan hedge’s g = - 0,144 (95% CI -0,284 - (- 0,004)) dimana artinya memiliki effect size yang kecil (g < 0,2). Terdapat bias publikasi dengan egger bias p = 0,008 (P < 0,05). Dari hasil meta-analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas dance movement therapy tidak signifikan dalam mengatasi gejala stres. Temuan ini tidak sejalan dengan sebagian besar penelitian sebelumnya dan mengindikasikan adanya bias publikasi akibat kurangnya keberagaman hasil studi yang dianalisis.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN VISIONER DENGAN PENINGKATAN MANAJEMEN MUTU DAN KESELAMATANPASIEN DI KLINIK DENKESYAH 01.04.03 PEKANBARU 2025 Fitriawati, Rahayu; Indrawati, Ratna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45539

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh peran kepemimpinan, khususnya kepala ruangan atau pimpinan klinik yang berperan penting dalam implementasi sistem manajemen mutu dan budaya keselamatan pasien. Gaya kepemimpinan visioner dipandang sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan visioner dengan manajemen mutu dan keselamatan pasien di Klinik Denkesyah 01.04.03 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan analisis korelasi. Sampel diambil secara total sampling, melibatkan 23 responden. Hasil analisis menunjukkan hubungan sangat kuat antara kepemimpinan visioner dan keselamatan pasien (r = 0,933; p = 0,000).  Terdapat hubungan antara kepemimpinan visioner dan mutu pelayanan (r = 0,662; p = 0,001). Terdapat hubungan antara keselamatan pasien dan mutu pelayanan (r = 0,626; p = 0,002). Nilai R² 0,465–0,886, yang berarti kepemimpinan visioner dapat menjelaskan variasi manajemen mutu dan keselamatan pasien hingga 88,6%. Temuan ini menunjukan peran pemimpin visioner dalam membangun budaya mutu dan keselamatan. Disarankan adanya pelatihan kepemimpinan dan manajemen mutu bagi seluruh staf dan pimpinan pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PREDISPOSING DENGAN PERILAKU AMAN PEKERJA UNIT PRODUKSI PT X GRESIK Pradana, Sulthan Akhsanul Khuluq; Paskarini, Indriati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45603

Abstract

Keselamatan kerja merupakan serangkaian usaha yang ditujukan untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan kerja dan insiden, serta memastikan pekerja untuk tetap dapat bekerja secara aman dan selamat di lingkungan kerja. Salah satu upaya keselamatan kerja yang dapat dilakukan untuk mencegah kecelakaan kerja dan tercapainya zero accident yaitu dengan mengidentifikasi dan meningkatkan perilaku aman pada pekerja karena sebagaian besar yakni 88% kecelakaan yang terjadi di tempat kerja disebabkan oleh faktor perilaku pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor predisposing yang terdiri dari masa kerja, pendidikan, pengetahuan, dan sikap dengan perilaku aman pada pekerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional study. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 36 responden pada salah satu unit produksi di perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi spearman untuk menguji hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor predisposing yang terdiri dari masa kerja (p=0,005 r=0,456), pendidikan (p=0,005 r=0,462), pengetahuan (p=0,000 r=0,800), dan sikap (p=0,000 r=0,713) dengan perilaku aman pada pekerja unit produksi. Disarankan bagi pihak perusahaan untuk melakukan safety patrol dan safety briefing yang dijadwalkan secara rutin dengan tujuan untuk memantau para pekerja sekaligus pengecekan terhadap kelayakan APD dan kondisi tempat kerja. Selain itu, juga melakukan pelatihan K3 dengan materi aplikatif baru, yang juga melibatkan dan melatih pekerja untuk ikut serta dalam melaporkan temuan ketidaksesuaian di lapangan.
DAMPAK PELATIHAN IBU/PENGASUH TERHADAP PRESISI DAN AKURASI PENGUKURAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) PADA BAYI DAN BALITA UNTUK KLASIFIKASI STATUS GIZI DI KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG Helni, Antonius Bin; Nur , Marselinus Laga; Rahayu, Tanti; Jutomo, Lewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45618

Abstract

Gizi buruk pada balita merupakan fenomena gunung es yang disebabkan oleh kurangnya deteksi dini dan rendahnya kesadaran orang tua terhadap status gizi anak. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) merupakan metode skrining sederhana, cepat, dan valid untuk mendeteksi wasting pada anak usia 6–59 bulan, namun presisi dan akurasinya sangat bergantung pada keterampilan pengukur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan terhadap presisi dan akurasi ibu/pengasuh dalam mengukur LiLA serta kemampuan mereka mengklasifikasikan status gizi anak. Penelitian menggunakan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest pada 40 ibu/pengasuh yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pita LiLA, dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Wilcoxon (α=0,05). Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara keterampilan mengukur LiLA dengan kemampuan mengklasifikasikan status gizi berdasarkan warna pita LiLA (p=0,017). Disimpulkan bahwa pelatihan meningkatkan presisi dan akurasi pengukuran LiLA, sekaligus meningkatkan kemampuan ibu/pengasuh dalam mengklasifikasikan status gizi balita secara mandiri.
LITERATURE REVIEW : ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIPSIKOTIK PADA SKIZOFRENIA Mustika, Isnada Eva; Endarti, Dwi; Yoga, Bambang Hasta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kombinasi terapi skizofrenia yang lebih efektif dari segi biaya dan manfaat klinis. Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang menimbulkan beban sosial dan ekonomi, tidak hanya untuk pasien namun juga untuk keluarga serta masyarakat secara luas. Penanganan skizofrenia masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah tingginya harga obat-obatan. Oleh karena itu, mengingat tingginya biaya kesehatan di Indonesia, diperlukan penggunaan dana yang lebih rasional, terutama dalam penanganan penyakit kronis seperti skizofrenia. Analisis farmakoekonomi pada pasien skizofrenia menjadi penting untuk menilai efisiensi dalam pemilihan terapi antipsikotik. Minimnya penelitian mengenai efektivitas biaya antipsikotik di Indonesia menjadi salah satu alasan utama untuk melakukan kajian ini. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif untuk mengidentifikasi jenis antipsikotik yang paling cost-effective dalam terapi skizofrenia. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif berdasarkan tinjauan pustaka dari jurnal penelitian, artikel ilmiah, dan review jurnal yang diperoleh melalui Google Scholar dan ScienceDirect. Studi ini mengkaji artikel penelitian dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan menemukan 8 jurnal yang memenuhi kriteria analisis efektivitas biaya dan outcome menggunakan metode CEA. Dari hasil tinjauan pustaka dapat disimpulkan bahwa perbedaan pemilihan antipsikotik dipengaruhi oleh kondisi klinis pasien, kepatuhan, dan efek samping dengan memperhatikan keamanan dan biaya. Tinjauan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan terapi di praktik klinis serta mendukung perumusan kebijakan kesehatan yang lebih efisien dan berbasis bukti.
DETERMINAN KELELAHAN KERJA PADA PETANI UBI DI DESA NDETUNDORA 3 KECAMATAN ENDE Geru, Mariana Wadhi Songo; Ruliati, Luh Putu; Mado, Fransiskus G.; Purimahua, Sintha Lisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45690

Abstract

Kelelahan kerja adalah suatu keadaan yang dialami oleh setiap pekerja yang mengakibatkan menurunnya produktivitas dan kemampuan kerja sehingga pekerja merasa tidak sanggup lagi untuk melakukan suatu aktivitas. Kelelahan kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jam kerja, beban kerja, sikap kerja, kebiasaaan merokok, dan perilaku ketidakpatuhan dalam penggunaan APD. Petani merupakan salah satu sektor informal yang rentan mengalami kelelahan kerja yang diakibatkan jam kerja yang panjang, beban kerja fisik yang berat dan sikap kerja yang tidak alamiah yang dapat menurunkan produktivitas kerja dan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kelelahan kerja pada Petani Ubi di Desa Ndetundora 3 Kecamatan Ende. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelompok petani ubi dengan jumlah sampel sebanyak 58 orang yang dipilih menggunakan teknik proporsional. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Univariat dan Bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel jam Kerja (p=0,001), beban Kerja (p=0,040), dan sikap Kerja (p=0,035) dengan kelelahan kerja pada petani Ubi di Desa Ndetundora 3 Kecamatan Ende. Sedangkan variabel kebiasaan merokok (p=0,061) dan penggunaan APD (p=0,072) tidak ada hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja pada petani Ubi di Desa Ndetundora 3 Kecamatan Ende. Oleh karena itu, petani perlu memperhatikan waktu istirahat di sela pekerjaan dan melakukan peregangan untuk memulihkan otot-otot kerja yang lelah dan kram akibat jam kerja yang panjang dan sikap kerja yang tidak sesuai sebagai upaya dalam mencegah kejadian kelelahan kerja dan bisa meningkatkan produktivitas kerja.Kata Kunci : Beban Kerja, Jam Kerja, Kelelahan Kerja, Sikap Kerja, Daftar Pustaka : 30 (2019-2023)