cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
ANALISIS KEPUASAN PETUGAS REKAM MEDIS TERHADAP FASILITAS UNIT REKAM MEDIS Diraksa, Fauzan Adima Indra; Gunawan, Erix
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32284

Abstract

Salah satu unit penting di sebuah rumah sakit yaitu rekam medis, karena penentu peningkatan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit meliputi informasi atau isi rekam medis secara menyeluruh. Fasilitas yang ada di unit rekam medis dapat mempengaruhi kinerja petugas rekam medis. Maka dari itu diperlukan pengukuran kepuasan petugas rekam medis terhadap fasilitas yang berada dalam unit rekam medis RSAU Lanud Sulaiman. Peningkatan fasilitas ini dilakukan guna meningkatkan produktifitas kerja para petugas rekam medis. Metode penelitian ini memakai metode kualitatif. Analisis data pada penelitian ini memakai skala likert untuk menggambarkan hasil kepuasan menggunakan presentase. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari semua petugas rekam medis RSAU Lanud Sulaiman yang terdiri atas 10 orang, dengan sample yang dipergunakan dalam penelitian ini yaki 7 orang petugas rekam medis. Data dikumpulkan dengan melakukan survei melalui quisioner dan data diolah menggunakan software Microsoft excel.  Hasil yang di dapatkan berdasarkan survei yang telah dilakukan melalui quisioner, didapatkan hasil kepuasan terhadap fasilitas unit rekam medis sebesar 74,86%. Data tersebut didapat dari hasil quisioner dan diolah menggunakan Microsoft excel. Kesimpulan penelitian ini ini didapatkan 74,86% data kepuasan petugas rekam medis terhadap fasilitas unit rekam medis RSAU Lanud Sulaiman. Namun masih perlu ada beberapa peningkatan untuk fasilitas yang masih belum memenuhi standar.
PENGARUH TERAPI BERMAIN PAPER TOYS TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRA SEKOLAH Soares, Florinda Lavore Helena; Dewi, Ika Arum; Angelia, Yuniar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32289

Abstract

Perkembangan motorik halus pada anak prasekolah merupakan aspek penting dalam pertumbuhan yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan tugas-tugas sehari-hari. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya metode efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus pada usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi bermain paper toys terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah di TK Ra Miftahul Huda. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan one-group pre-test and post-test design. Populasi penelitian terdiri dari semua anak prasekolah di TK Ra Miftahul Huda, dengan sampel sebanyak 30 anak yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Variabel independen adalah terapi bermain paper toys, sedangkan variabel dependen adalah perkembangan motorik halus anak. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan instrumen penilaian perkembangan motorik halus anak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon untuk menguji perbedaan antara pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada perkembangan motorik halus anak setelah dilakukan intervensi terapi bermain paper toys. Sebelum intervensi, mayoritas anak berada pada kategori “Mulai Berkembang”, sedangkan setelah intervensi, sebagian besar anak mencapai kategori “Berkembang Sesuai Harapan” atau “Berkembang Sangat Baik”. Nilai Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0,000 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test. Terapi bermain paper toys terbukti dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak prasekolah secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan permainan kreatif seperti paper toys dapat menjadi metode intervensi yang efektif untuk mendukung perkembangan motorik halus pada anak usia dini.
KAJIAN INTERAKSI OBAT PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RUMAH SAKIT X SUMATERA UTARA Karismawati; Sari, Syilvi Rinda; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32326

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, untuk mengidentifikasi adanya kejadian interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronis yang dirawat inap di rumah sakit X. Kedua, untuk mengevaluasi dampak interaksi obat terhadap jumlah obat yang diresepkan kepada pasien tersebut. Ketiga, untuk mengklasifikasikan jenis kategori interaksi obat yang terjadi pada pasien gagal ginjal kronis yang dirawat inap di rumah sakit X. Penelitian ini adalah penelitian observasional non-eksperimental yang menganalisis data sekunder rekam medis pasien gagal ginjal kronis yang dirawat inap di rumah sakit X pada tahun 2023. Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan mengakses arsip rekam medis dari Februari hingga Maret 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, melibatkan semua pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan dan dicatat, lalu dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien, termasuk informasi identitas, usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, dan terapi obat. Analisis bertujuan mengidentifikasi potensi interaksi obat selama perawatan inap. Berdasarkan hasil penelitian mengenai interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronis di rumah sakit X, ditemukan beberapa temuan penting. Pertama, terdeteksi adanya kejadian interaksi obat pada pasien tersebut. Untuk menangani masalah ini, disarankan agar dokter dan apoteker saling berkoordinasi dan saling mengingatkan tentang potensi interaksi obat. Selain itu, jika terdapat perkembangan terbaru mengenai obat, evaluasi ulang terhadap penggunaan obat yang diberikan perlu dilakukan. Kedua, analisis terhadap jumlah obat yang diresepkan menunjukkan bahwa semakin banyak obat yang diresepkan, semakin tinggi kemungkinan terjadinya interaksi obat. Ketiga, dalam kategori interaksi obat yang terjadi pada pasien gagal ginjal kronis, sebagian besar pasien berada dalam kategori keparahan moderat dengan persentase mencapai 61,76%. Berdasarkan mekanisme kerja obat, interaksi farmakodinamik mendominasi dengan persentase sebesar 57,14%.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB NOMOR REKAM MEDIS GANDA MENGGUNAKAN METODE CAUSE AND EFFECT ANALYSIS DAN SISTEM PENGGABUNGANNYA PADA APLIKASI TERAMEDIK TERHADAP PELAYANAN DI RUMAH SAKIT AZRA Rahmawati, Mila; Ulfah, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32338

Abstract

Rekam medis adalah dokumen yang berisikan informasi lengkap terkait identitas pasien, riwayat pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis, serta layanan lain yang telah diberikan kepada pasien selama periode perawatan di Rumah Sakit. Dalam pelaksanaannya data rekam medis di Rumah Sakit Azra kerap ditemukan nomor rekam medis ganda atau duplikasi. Hal ini tentunya mempengaruhi sistem pengambilan data rekam medis dan juga berpotensi mengakibatkan kesalahan dalam melakukan tindakan medis terhadap pasien. Kondisi ini apabila terus terjadi mengakibatkan informasi medis tidak berkesinambungan dan tentu mempengaruhi mutu dan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk dapat menganalisis faktor penyebab dari nomor rekam medis ganda menggunakan metode Cause and Effect Analysis serta sistem penggabungannya pada aplikasi teraMedik yang dipakai oleh Rumah Sakit Azra sebagai SIMRS. Metode penelitian ini merupakan metode Kualitatif dengan pendekatan observasional analitik melalui pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Data yang didapat dan dipakai berdasarkan history periode 6 bulan dari Januari – Juni 2023. Hasil analisis ditemukan nomor rekam medis ganda dengan persentase 0,18% dengan faktor utama penyebab nomor rekam medis ganda yaitu petugas kurang teliti, aplikasi kerap error, Kartu Identitas Berobat (KIB) kerap tidak dibawa oleh pasien, dan prosedur yang belom dijalankan dengan semestinya. Penggabungan nomor rekam medis ganda dalam waktu prosesnya mencapai rata-rata 5 menit untuk setiap proses satu nomor rekam medis.
MANAGEMENT OF LEPTOSPIROSIS WITH COMPLICATIONS - CASE REPORT Massie, Eugenia Gabrielle Carey; Purwanta, Raymond Sebastian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32607

Abstract

Laporan kasus ini menyajikan seorang pria berusia 54 tahun dengan leptospirosis ikterik dan dugaan gangguan ginjal. Leptospira adalah bakteri penyebab leptospirosis, penyakit zoonosis yang sering terjadi selama musim banjir. Leptospirosis memiliki berbagai manifestasi klinis, dari gejala ringan seperti sakit kepala dan mialgia hingga bentuk berat yang dikenal sebagai sindrom Weil, ditandai dengan jaundice, gangguan ginjal, dan perdarahan. Indonesia memiliki insiden leptospirosis yang tinggi, menempati peringkat ketiga di dunia untuk angka kematian. Pasien, berasal dari daerah yang baru-baru ini terkena banjir, datang dengan keluhan utama demam naik-turun selama satu minggu, disertai sesak napas, ketidaknyamanan epigastrium, mual tanpa muntah, dan tinja berwarna teh. Riwayat medisnya termasuk hipertensi yang dikelola dengan amlodipine. Pemeriksaan fisik menunjukkan sklera ikterik dan tinea pedis. Tes laboratorium menunjukkan peningkatan kadar nitrogen urea darah, meskipun kreatinin serum normal, menunjukkan cedera ginjal akut yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Diagnosis leptospirosis didasarkan pada presentasi klinis dan riwayat paparan banjir. Pasien menerima terapi antibiotik dengan cefotaxime, serta agen gastroprotektif dan anti-inflamasi. Setelah lima hari pengobatan, ia menunjukkan perbaikan signifikan dan dipulangkan dalam kondisi stabil. Leptospirosis sering terjadi di daerah tropis dan berisiko tinggi bagi individu yang tinggal di daerah rawan banjir atau terpapar lingkungan yang mungkin terkontaminasi oleh urine tikus. Diagnosis dini dan terapi yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi berat seperti gagal ginjal dan kematian. Leptospirosis adalah penyakit yang dapat dicegah dan diobati dengan diagnosis dini dan manajemen yang tepat. Perawatan medis dengan antibiotik dan perawatan suportif sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit yang parah.
POSTERIOR TIBIALIS TENDON TRANSFER PADA PASIEN DENGAN DROP FOOT : LAPORAN KASUS Thaib, Subhan; Akbar, Fikri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.33284

Abstract

Drop foot, merupakan kelainan muskuloskeletal dengan kondisi dimana pasien tidak dapat melakukan gerakan dorsofleksi dan eversi pada kaki. Penyebab tersering dari drop foot adalah cedera saraf peroneal komunis. Teknik transfer tendon tibialis posterior merupakan penatalaksanaan yang paling umum digunakan untuk mengatasi drop foot, dan merupakan pilihan prosedur operasi yang dapat digunakan. Penggunaan fiksasi dengan screw dalam penyambungan tendon langsung ke tulang adalah teknik operasi yang biasa dilakukan. Laporan ini bertujuan untuk menunjukkan dan menggambarkan hasil dari penggunaan cancellous screw dengan washer untuk mengatasi drop foot. Seorang laki-laki berusia 49 tahun datang dengan keluhan adanya kelemahan di bagian kaki kirinya disertai dengan nyeri, dan kebas. Gejala ini muncul setelah pasien mengalami riwayat trauma berupa kecelakaan bermotor. Pada pemeriksaan fisik menunjukkan adanya gangguan pergerakan kaki yang terbatas, ketidak mampuan untuk dorsofleksi kaki, dan gaya berjalan menyeret atau stepping gait. Hasil pemeriksaan EMG mengkonfirmasi adanya neuropati motorik pada saraf peroneal dan tibialis kiri. Teknik transfer tendon tibialis posterior adalah prosedur bedah yang digunakan sebagai tatalaksana drop foot. Setelah tiga bulan evaluasi pascaoperasi terjadi peningkatan dari skor Stanmore Drop Foot Assesment Quisioner. Prosedur transfer tendon tibialis posterior dengan teknik fiksasi screw dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan yang dapat diandalkan dan menghasilkan hasil outcome pasien yang lebih baik dalam mengatasi drop foot
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENS As'ad, Andri; Hidayati, Prema Hapsari; Fatkhurroman, Imam
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.49758

Abstract

Hipertensi dimana terjadi peningkatan tekanan darah melebihi batas normalnya yaitu dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHg. Riskesdas 2023 didapatkan bahwa di Indonesia terdapat 602. 982 pasien dengan diagnosis hipertensi. Kepatuhan minum obat sering kali menjadi masalah besar pada pasien dengan hipertensi, dimana akibat dari kurangnya perhatian terhadap konsumsi obat menyebabkan terjadinya peningkatan dari morbiditas serta mortilitas penyakit hipertensi. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan atau Literature Review. Didapatkan 10 literatur yang terdiri dari 9 cross-sectional study, dan 1 Deskriptif analitik. Hasil penelitian ialah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepatuan minum obat pada pasien hipertensi antara lain ialah jenis kelamin, usia, motivasi, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, jumlah obat, penyakit penyerta, lama pemberian obat dan terakhir ialah akses menuju layanan kesehatan pada pasien dengan hipertensi
EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF ELECTRONIC MEDICAL RECORDS BASED ON THE PERSPECTIVE OF USERS AT THE CIREBON CITY HEALTH CENTER Azzahra, Nasywa Imelia; Wibisono, Bambang; Latief, Muhammad Amar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.49901

Abstract

Puskesmas diwajibkan untuk menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 paling lambat pada tanggal 31 Desember 2023 dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan mutu pelayanan kesehatan. Di Kota Cirebon, penerapan RME didukung oleh sistem e-Puskesmas yang terintegrasi dengan platform nasional Satu Sehat. Namun, hingga saat ini belum terdapat penelitian yang mengevaluasi implementasi RME di Puskesmas Kota Cirebon, sementara studi di wilayah lain menunjukkan adanya kendala seperti keterbatasan infrastruktur, jaringan yang tidak stabil, kurangnya pelatihan teknis, serta kesiapan sumber daya manusia yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan RME berdasarkan persepsi pengguna di Puskesmas Kota Cirebon dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang mencakup persepsi kebermanfaatan, kemudahan penggunaan, niat berperilaku, dan penggunaan aktual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan instrumen kuesioner berbasis TAM. Sebanyak 85 responden dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dan Simple Random Sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kebermanfaatan mencapai 90%, kemudahan penggunaan 78%, niat berperilaku 88%, dan penggunaan aktual 83%, dengan skor total sebesar 84,7% yang termasuk dalam kategori “sangat baik.” Kesimpulannya, pelaksanaan RME di Puskesmas Kota Cirebon memperoleh skor keseluruhan sebesar 84,7% (sangat baik), dengan rincian subdimensi kebermanfaatan (90%, sangat baik), kemudahan penggunaan (78%, baik), niat berperilaku (88%, sangat baik), dan penggunaan aktual (83%, baik).
HUBUNGAN FAKTOR PROSESUAL INTERNAL DENGAN POSISI TAWAR PEREMPUAN YANG TERLIBAT KASUS NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II A BANDAR LAMPUNG Rosmayani, Rosmayani; Sary, Lolita; Muhani, Nova
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.49942

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih tergolong tinggi dan mengkhawatirkan. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2024, tercatat peningkatan kasus sebanyak 3.674 dengan keterlibatan perempuan sebanyak 782 orang sebagai pengguna maupun pengedar. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, sebanyak 53% warga binaan merupakan terpidana kasus narkoba. Kondisi ini menggambarkan rendahnya posisi tawar perempuan yang membuat mereka mudah menerima tawaran narkoba sebagai solusi atas permasalahan hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor prosesual internal berupa komunikasi, negosiasi, kepercayaan, dan pengalaman dengan posisi tawar perempuan yang terlibat kasus narkoba di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perempuan terpidana kasus narkoba sejumlah 112 orang, dengan sampel 87 responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas pada 25 responden, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Penelitian telah lolos kaji etik dari Komite Etik Universitas Malahayati (Nomor: 4767/EC/KEP-UNMAL/V/2025). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perempuan menerima tawaran narkoba secara sukarela (56,3%), dengan komunikasi persuasif (53,2%), negosiasi menawarkan (57,5%), kepercayaan kuat (55,2%), dan pengalaman terkait narkoba (51,7%). Terdapat hubungan bermakna antara komunikasi (p=0,000; OR=8,786), negosiasi (p=0,001; OR=4,747), kepercayaan (p=0,000; OR=6,000), dan pengalaman (p=0,000; OR=5,564) dengan posisi tawar perempuan.
PENGARUH MANAJEMEN STRATEGIS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PASIEN DI RUMAH SAKIT : SYSTEMATIC REVIEW Dewi, Meilisa Purnama; Haksama, Setya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51086

Abstract

Manajemen strategis berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pasien, khususnya di sektor pelayanan kesehatan seperti rumah sakit. Penulisan artikel ini bertujuan untuk melakukan systematic review mengenai pengaruh manajemen strategis terhadap kualitas pelayanan pasien di rumah sakit. Artikel ini meninjau literatur yang relevan dari berbagai basis data internasional dan nasional untuk memahami komponen utama manajemen strategis, seperti menyelaraskan visi, misi, sumber daya, kemampuan dan kompetensi organisasi dengan tuntutan pasar, sehingga dapat mengoptimalkan efisiensi operasional, serta dampak dan pengaruhnya terhadap kualitas pelayanan pasien di rumah sakit. Tujuan systematic review ini adalah untuk mempelajari pengaruh manajemen strategis terhadap kualitas pelayanan pasien di rumah sakit, disusun sesuai dengan panduan metodologi systematic review, pencarian melalui database yang dipilih yaitu PubMed dan Scopus, artikel yang diperoleh kemudian disaring sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi, kemudian dilakukan skrining fullteks egibilitas sehingga mendapatkan sejumlah artikel yang direview. Hasil systematic review menunjukkan bahwa manajemen strategis berpengaruh positif terhadap kualitas pelayanan pasien di rumah sakit. Studi ini menyoroti bahwa pentingnya manajemen strategis sebagai strategi kunci terhadap peningkatan kualitas pelayanan pasien di rumah sakit secara keseluruhan. Peningkatan kualitas pelayanan pasien di rumah sakit akan lebih optimal apabila ada peran manager dalam mendukung implementasi manajemen strategis seperti dukungan dalam bidang pendanaan, teknologi dan peningkatan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan. Kualitas pelayanan pasien yang bagus dan positif mencerminkan pembangunan negara yang berkelanjutan.