cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
BEDAH FLAP KONJUNGTIVA SEBAGAI TATALAKSANA ALTERNATIF PADA PERFORASI ULKUS KORNEA : LAPORAN KASUS Santiago, Ivan; Tanujaya, Cyntia; Juwita, Oktarina Nila; Wahyuni, Octavia Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51363

Abstract

Secara global, sekitar 39 juta orang mengalami kebutaan dan 246 juta mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat, dengan sekitar 80% kasus sebenarnya dapat dicegah. Kelainan kornea menyumbang sekitar 5,1% penyebab kebutaan di dunia, dan salah satu penyebab tersering adalah ulkus kornea infeksius yang memerlukan penanganan cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi serius. Prosedur conjunctival flap (Gundersen) merupakan salah satu pilihan bedah untuk ulkus yang tidak responsif terhadap terapi medis karena mampu melindungi permukaan kornea dan mendukung penyembuhan. Seorang laki-laki Jawa berusia 59 tahun datang dengan keluhan nyeri hebat, fotofobia, dan discharge purulen pada mata kiri setelah trauma okular satu bulan sebelumnya, dengan riwayat diabetes melitus tidak terkontrol, hipertensi, serta operasi katarak. Pemeriksaan menunjukkan ulkus kornea perforasi sentral berukuran besar dengan dasar nekrotik dan kekeruhan kornea, sehingga dilakukan total conjunctival flap. Perbaikan awal tampak pascaoperasi, namun pada kontrol lanjutan terjadi pelepasan flap yang menyebabkan kekambuhan gejala dan akhirnya memerlukan tindakan eviserasi karena prognosis visual yang buruk. Ulkus kornea sendiri ditandai oleh defek epitel yang menyebabkan nekrosis stroma, umumnya akibat infeksi bakteri, dan prosedur conjunctival flap diindikasikan pada ulkus yang tidak sembuh atau mengalami perforasi karena dapat memberikan perlindungan permukaan serta mengurangi nyeri, meskipun komplikasi seperti pelepasan flap dapat terjadi. Walaupun penatalaksanaan pada kasus ini tidak berhasil, berbagai studi melaporkan tingkat keberhasilan anatomi lebih dari 70% pada tindakan conjunctival flap. Secara keseluruhan, conjunctival flap tetap menjadi pilihan terapi yang sederhana, efektif, dan ekonomis untuk menangani ulkus kornea refrakter, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TB PARU DI ASRAMA PUTRA UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Julianus, Arca; Tambunan, Evelyn
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51376

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan risiko penularan yang tinggi di lingkungan komunal dan padat seperti asrama mahasiswa. Pengetahuan yang dimiliki individu sangat krusial untuk mendorong perilaku pencegahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan TB Paru dengan perilaku pencegahan penularan penyakit TB Paru di Asrama Putra Universitas Advent Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh mahasiswa yang tinggal di Asrama Putra Universitas Advent Indonesia, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Pengetahuan TB;Perilaku Pencegahan). Data dianalisis menggunakan uji korelasi bivariat. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan TB yang Tinggi dan perilaku pencegahan yang dominan dalam kategori baik atau cukup. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan TB Paru (r = -0,179; p = 0,026). Kesimpulannya, pengetahuan berperan sebagai faktor predisposisi utama dalam membentuk perilaku pencegahan TB Paru pada mahasiswa di asrama. Maka, institusi disarankan untuk meningkatkan edukasi kesehatan secara berkala dan memperkuat kebijakan asrama guna menjaga konsistensi perilaku pencegahan di lingkungan berisiko tinggi.
STRIKTUR ESOFAGUS : LAPORAN KASUS Immanuel, Nathania; Mumaiyyizah, Shofiatul; Widjaya, Inge Friska
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51388

Abstract

Striktur esofagus merupakan penyempitan lumen esofagus akibat proses fibrosis dinding yang umumnya disebabkan oleh inflamasi kronis, terutama akibat penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Kondisi ini dapat menyebabkan disfagia progresif yang berdampak pada status nutrisi dan kualitas hidup pasien. Deteksi dan terapi yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses diagnosis dan penatalaksanaan striktur esofagus pada pasien dengan riwayat GERD. Penelitian ini merupakan studi deskriptif berupa laporan kasus pada seorang wanita berusia 60 tahun yang datang dengan keluhan makanan terasa tertahan di tenggorokan selama lima tahun terakhir, memburuk dalam satu minggu terakhir. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang meliputi rontgen toraks, CT scan toraks, dan rencana endoskopi. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan temuan klinis dan radiologis. Pemeriksaan menunjukkan kondisi umum stabil dengan status nutrisi baik. Pemeriksaan radiologi menunjukkan dilatasi esofagus dengan penyempitan di esophagogastric junction sepanjang ±4,5 cm dan penebalan dinding ±8 mm yang sesuai dengan gambaran striktur esofagus. Pasien mendapat terapi medikamentosa dan dianjurkan menjalani endoskopi untuk evaluasi lanjut. Diagnosis striktur esofagus memerlukan pendekatan multidisiplin dengan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pencitraan. Deteksi dini serta terapi yang tepat dapat memperbaiki gejala disfagia dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
ERITRODERMA AKIBAT TINEA CORPORIS : LAPORAN KASUS Wijaya, Angeline; Kristiyani, Erna; Julianti, Linda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51390

Abstract

Eritroderma merupakan kelainan kulit ditandai eritema yang melibatkan lebih dari 90% luas permukaan tubuh. Kondisi ini jarang terjadi dengan kejadian sekitar satu per 100.000 orang dewasa, namun memiliki mortalitas tinggi hingga 16% populasi. Salah satu penyebab eritroderma yaitu infeksi dermatofita seperti tinea corporis. Tinea dapat berkembang menjadi eritroderma, terutama pada individu imunokompromais maupun penggunaan kortikosteroid topikal yang tidak tepat. Seorang laki- laki usia 59 tahun datang ke poli kulit dengan keluhan bercak kemerahan gatal sejak tiga tahun yang lalu dan memberat sehaj tiga hari yang lalu. Awalnya, muncul bercak kemerahan di area dada, dalam satu tahun meluas ke punggung, perut, dan ekstermitas. Gatal memberat saat berkeringat dan membaik setelah mandi. Gejala sistemik lainnya tidak ditemukan. Pasien memiliki diabetes melitus tidak terkontrol serta kebersihan diri yang buruk. Pada pemeriksaan fisik didapatkan lesi berupa plakat multiple, eritematosa hingga hiperpigmentasi, batas tegas, berskuama kasar disertai ekskoriasi dengan distribusi universal. Hasil laboratorium menunjukkan leukositosis, peningkatan eosinofil dan trombositosis. Pasien didiagnosis dengan eritroderma akibat tinea corporis. Terapi rawat jalan dengan pemberian ketokonazol oral, salep racikan antijamur-steroid-emolien, dan cetirizine oral serta edukasi kebersihan diri. Terapi perbaikan klinis setelah sepuluh hari pemberian terapi. Evaluasi lanjutan tidak dapat dilakukan karena pasien tidak kembali datang untuk kontrol. Laporan kasus ini menunjukkan bahwa dermatofitosis seperti tinea corporis dapat menyebabkan eritroderma, walaupun sangat jarang terjadi, namun penting dipertimbangkan terutama pada pasien dengan faktor risiko seperti imunokompromais dan keberhisan diri yang buruk.
PENGARUH INFEKSI SARS-COV-2 TERHADAP ANGKA MORTALITAS DAN READMISI PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DALAM 1 TAHUN FOLLOW-UP DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING YOGYAKARTA Hibatulloh, Aufa Zidan; Putra, Gagah Buana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.49087

Abstract

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus korona baru yang menyebar dengan cepat. Infeksi pada pasien dengan riwayat gagal jantung berkaitan dengan prognosis yang buruk. Namun, pengaruh infeksi SARS-CoV-2 terhadap efek jangka panjang pasien gagal jantung masih belum sepenuhnya diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infeksi SARS-CoV-2 terhadap angka mortalitas dan readmisi pada pasien gagal jantung dalam 1 tahun follow-up di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kohort retrospektif dan menggunakan data rekam medis pasien gagal jantung pada tahun 2020 sampai dengan 2022 di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pasien gagal jantung yang terinfeksi SARS-CoV-2 dan tidak terinfeksi SARS-CoV-2. Luaran penelitian berupa angka mortalitas dan readmisi dalam 1 tahun follow-up. Didapatkan 230 pasien gagal jantung yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta pada 1 Januari 2020 sampai 31 Desember 2022 dengan 70 di antaranya terinfeksi SARS-CoV-2. Kelompok pasien gagal jantung dengan riwayat infeksi SARS-CoV-2 memiliki angka mortalitas dalam 1 tahun follow-up yang lebih tinggi (RR 4.35, 95% CI 1.91-9.87, p < 0.001), tetapi tidak memengaruhi angka readmisi (p > 0.05) dalam 1 tahun follow-up. Infeksi SARS-CoV-2 meningkatkan angka mortalitas pasien gagal jantung dalam 1 tahun follow-up, tetapi tidak memengaruhi angka readmisi pasien gagal jantung dalam 1 tahun follow up di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta.
RISK FACTORS OF PHYSICAL ENVIRONMENT AND SOCIOECONOMIC INCIDENCE OF DHF IN RIAU Rani, Avisya Mutia; Masrizal, Masrizal; Putri, Ade Suzana Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51489

Abstract

Di Provinsi Riau, kasus meningkat 1,5 kali lipat pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko lingkungan fisik dan sosial ekonomi terhadap kejadian DBD di Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi. Sampel penelitian ini seluruh kasus DBD di Provinsi Riau tahun 2022-2024, data iklim dari Website NASA Power Prediction of Worldwide Energy Resources, data sosial ekonomi dari BPS Provinsi Riau. Analisis menggunakan analisis univariat, bivariat (korelasi), multivariat (regresi linear berganda), dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelembaban udara, curah hujan, kecepatan angin, dan tingkat kemiskinan dengan kejadian DBD di Provinsi Riau. Berdasarkan hasil pemetaan, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru secara konsisten mencatat jumlah kasus DBD tinggi selama tiga tahun berturut-turut (2022–2024). Kota Pekanbaru dan Kota Dumai merupakan daerah endemis DBD di Provinsi Riau, dengan beban kasus tinggi dalam tiga tahun terakhir. Persebaran spasial kasus DBD mencerminkan adanya keragaman karakteristik lingkungan fisik dan sosial ekonomi antarwilayah. Kecepatan angin berperan penting dalam dinamika penularan karena dapat memengaruhi jangkauan terbang nyamuk Aedes aegypti, memperluas area potensial penularan, serta menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung aktivitas vektor. Oleh karena itu, strategi pengendalian DBD perlu difokuskan pada wilayah dengan risiko tinggi dan mengintegrasikan informasi iklim, termasuk kecepatan angin, ke dalam sistem kewaspadaan dini serta perencanaan intervensi berbasis risiko.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2022-2024 putri, suci pratama; Gusti, Aria; Masrizal, Masrizal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51492

Abstract

Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh alveoli terisi nanah dan cairan yang dapat membatasi asupan oksigen. Pneumonia disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan parasite yang menyebabkan cedera pada paru-paru. Penemuan kasus pneumonia pada balita di Sumatera Barat Tahun 2022-2024 mengalami fluktuasi yang signifikan dilihat dari insiden rate yaitu tahun 2022 sebesar 8,9, Tahun 2023 sebesar 8,3 dan mengalami peningkatan yang cukup drastis di tahun 2024 menjadi 11,4 per 1000 balita. Penelitin ini bertujuan untuk mengetui factor risiko kejadian pneumonia pada balita di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022-2024. Penelitian menggunakan desain studi ekologi berupa data tahunan yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Sumatera Barat dan Badan pusat Statistik Sumatera Barat. Data di analisis secara univariat, bivariate (Korelasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kepadatan penduduk dengan kejadian pneumonia pada balita (pvalue = 0,007, (<0,05). Tidak terdapat hubungan antara ketinggian wilayah, imunisasi dasar lengkap, vaksin PCV, vitamin A dan gizi buruk dengan pneumonia pada balita (p-value>0,05). Hasil analisis menunjukan bahwa factor lingkungan lebih menggambarkan adanya hubungan dengan kejadian pneumonia pada balita, dilihat dari kepadatan penduduk sebagai variabel yang berhubungan dengan pneumonia. Disarankan pencegahan dan pengendalian pneumonia secara intensif, lebih memprioritaskan pendekatan berbasis wilayah serta edukasi lingkungan sehat yang mudah dipahami oleh masyarakat.
LITERATURE REVIEW : EVALUASI KINERJA PETUGAS PELAYANAN TUBERKULOSIS DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA Amiyarsih, Sri; Misnaniarti, Misnaniarti; Najmah, Najmah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51513

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dan dunia. Upaya pengendalian penyakit ini sangat bergantung pada kinerja petugas kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja petugas pelayanan TBC melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus berdasarkan hasil kajian literatur dari berbagai penelitian nasional dan internasional. Data diperoleh dari sepuluh penelitian yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir, terdiri atas lima studi nasional dan lima studi internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja petugas meliputi kompetensi, motivasi kerja, dukungan supervisi, pelatihan, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Selain itu, sistem manajemen, koordinasi lintas sektor, dan dukungan kebijakan juga berperan penting dalam peningkatan efektivitas program TBC di tingkat layanan primer. Studi ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja petugas TBC tidak hanya memerlukan penguatan kapasitas teknis, tetapi juga dukungan kelembagaan dan motivasi berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi kinerja petugas TBC melalui strategi peningkatan kompetensi dan dukungan organisasi sangat penting untuk mencapai target eliminasi TBC tahun 2030.
PENGEMBANGAN MEDIA EDUKASI NUTRIGO BOARD GAME DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG PADA ANAK SEKOLAH DASAR Dianah, Rosyda; Mutia, Jihan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51518

Abstract

Siswa sekolah dasar rentan mengalami malnutrisi karena terbatasnya pemahaman tentang gizi seimbang dan kurangnya akses informasi yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan adanya edukasi gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari nutrigo board game terhadap pemahaman dan penerimaan siswa terhadap pendidikan gizi. Desain yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan populasi siswa kelas 6 SD. Hasil karakteristik responden adalah (50%) perempuan dan (50%) laki-laki dengan rata-rata usia 12 tahun. Penilaian tingkat kepuasan terhadap media nutrigo board game secara keseluruhan sangat baik (83%). Hasil uji statistik paired sample t-test menunjukkan nilai p-value (<0,001), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi gizi terhadap tingkat pengetahuan responden mengenai gizi seimbang. Uji statistik independent sample t-test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002, yang berarti terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan edukasi. Edukasi gizi dengan media nutrigo board game memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan tentang gizi seimbang.
GAMBARAN POLA GANGGUAN TAJAM PENGLIHATAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 1 KARYAMULYA KOTA CIREBON PADA TAHUN 2025 Dewi, Rista Nur Akmalia; Sisprihattono, Boyke; Primanagara, Risnandya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51568

Abstract

International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) mencatat lebih dari 90 juta anak mengalami gangguan penglihatan, seiring dengan meningkatnya paparan teknologi dan digitalisasi. Faktor predisposisi seperti perilaku visual yang tidak ergonomis, jarak membaca yang terlalu dekat, pencahayaan yang tidak memadai, ketidaksesuaian sarana pendidikan, serta penggunaan perangkat digital berkontribusi terhadap tingginya angka gangguan tajam penglihatan pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pola gangguan tajam penglihatan pada siswa Sekolah Dasar di SDN 1 Karyamulya Kota Cirebon Tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif observasional ini menggunakan data primer melalui pemeriksaan tajam penglihatan menggunakan snellen chart dan pinhole serta penilaian faktor risiko melalui kuesioner pada 58 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah laki-laki (55,2%) dan 81% mengalami gangguan penglihatan pada kedua mata, dengan gangguan refraksi sebesar 74,1% pada mata kanan dan 70,7% pada mata kiri. Sebanyak 74,1% siswa terpapar penggunaan gadget yang dipinjamkan oleh orang tua dengan durasi 1–2 jam (32,8%), dan 44,8% memiliki riwayat keluarga dengan mata minus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gangguan refraksi merupakan masalah utama pada tajam penglihatan anak usia sekolah, dipengaruhi oleh penggunaan gadget dan faktor genetik. Upaya pencegahan melalui edukasi, pengaturan waktu layar, serta pemeriksaan mata rutin diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap perkembangan penglihatan anak.