cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
NARRATIVE REVIEW : ETIOLOGI PARESE NERVUS VI BERDASARKAN GAMBARAN NEUROIMAGING Syakirah, Aidani; Nur Rahmah, Marlyanti; Paulina Christina, Lidya; Kusumawardhani, Sri Irmandha; Ma'ruf, Dwi Pratiwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31398

Abstract

Parese nervus abdusen (N.VI) merupakan kelumpuhan yang terjadi pada nervus kranialis keenam mengakibatkan kelumpuhan motorik okular. Penyebab kelumpuhan nervus abdusen sangat bervariasi, termasuk penyakit neoplastik, traumatis, serta komplikasi mikrovaskular akibat kondisi seperti hipertensi dan diabetes melitus. Nervus abdusen satu satunya nervus kranialis yang memiliki jalur ke atas dan alur panjang ke anteroinferior melalui tegmentum pontine keluar dari pons ventral di sulkus bulbopontine atau pontomedullary sehingga keluar menuju cavum orbita melalui fissura orbitalis superior. Pemeriksaan Neuroimaging dengan teknik pencitraan telah berkembang pesat sehingga bermanfaat untuk mendeteksi kondisi yang mendasari terjadinya parese pada nervus abdusen. Karena anatomi dasar tengkorak dan kepala serta leher yang rumit, sehingga memvisualisasikan struktur kecil ini menantang pada semua modalitas pencitraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etiologi parese nervus VI berdasarkan gambaran Neuroimaging. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan pendekatan narrative review. Literatur yang ditinjau merupakan literatur yang didapatkan dari database yang telah terakreditasi atau terindeks sinta berupa studi case report yang diperoleh melalui internet dengan masa terbit 10 tahun terakhir. Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merangkum literatur yang telah diterbitkan sebelumnya.  Hasil dari studi literatur ini didapatkan bahwa etiologi yang dapat mendasar terjadinya parese nervus abdusen berdasarkan gambaran Neuroimaging adalah lesi vakular otak, trauma, infeksi, dan neoplasma berdasarkan CT-Scan dan MRI.
ANALISIS PENGENDALIAN VEKTOR TIKUS DI PELABUHAN SUNGAI DUKU KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 Arti, Eliyah Dwi Setyo; Sari, Nila Puspita; Lusiana, Novita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31415

Abstract

Kawasan perimeter pelabuhan harus bebas dari vektor tikus, dimana tikus dapat menyebabkan berbagai penyakit. Tahun 2020, tercatat jumlah populasi tikus di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru dengan indeks pinjal 9,5%. Selain menimbulkan gangguan estetika, juga dikhawatirkan dapat terjadi penularan penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengendalian vektor tikus di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian analitik dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru pada bulan Februari 2022. Informan penelitian ini yaitu 3 orang pekerja pelabuhan sebagai informan utama, 1 orang petugas UPTD pelabuhan sebagai informan kunci, 1 orang pegawai KKP sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Pengolahan data menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebijakan mengenai pengendalian tikus terkait dengan pemetaan. Dana yang digunakan dalam pemberantasan tikus merupakan dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Berdasarkan sarana prasarana, informan utama mengungkapkan bahwa tidak pernah terlibat dalam pemberantasan tikus di pelabuhan. Cara penangkapan tikus yang efektif di pelabuhan menggunakan perangkap tikus. Telah dilakukan pemasangan perangkap tikus namun tidak dilakukan pengendalian menggunakan racun tikus di pelabuhan. Berdasarkan evaluasi pengendalian, didapatkan bahwa tidak ada evaluasi pengendalian vektor tikus karena tidak ada pelaksanaan   pengendalian yang di lakukan
HUBUNGAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS PADA SISWA SMA NEGERI 19 MEDAN Simangunsong, David M.T; Halawa, Pisces Alfred Dorifman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31463

Abstract

Human Immunideficiency Virus (HIV) merupakan virus golongan RNA yang spesifik menyerang imunitas atau sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menyebabkan Acquired Immune Deficienc Syndrome (AIDS). Berdasarkan hasil laporan Kementerian Kesehatan RI terjadi peningkatan jumlah kasus infeksi HIV pada usia 15 hingga 19 tahun dimana jumlah remaja yang terinfeksi HIV di Indonesia semakin meningkat, dengan prevalensi sekitar 3,2-3,8% setiap tahunnya. Provinsi Sumatera Utara menduduki urutan keenam penyumbang kasus HIV/AIDS tertinggi di Indonesia, dengan jumlah kasus HIV/AIDS sebanyak 1.927 pada tahun 2021 dan kasus ini mengalami peningkatan pada tahun 2022. Penderita HIV AIDS di kota Medan berada pada angka 5.573 kasus, dari jumlah tersebut didapatkan 55 orang (2,2%) diantaranya merupakan pelajar/ mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS terhadap siswa SMA Negeri 19 Medan tahun 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional dan pengambilan data menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 150 siswa/i di SMA Negeri 19 Medan.           Penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara sikap terhadap perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS Pada Siswa SMA Negeri 19 Medan dengan nilai. Saran penelitian agar remaja dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai HIV/AIDS sehingga resiko terhadap terjadinya HIV/AIDS dapat dihindari
PENERAPAN RANDOM FOREST CLASSIFIER DAN EXPLAINABLE AI UNTUK MENGIDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO PENYAKIT KULIT DI ASRAMA PESANTREN Farmana Putra, Randi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak faktor lingkungan dan perilaku berbagi terhadap penyakit kulit menular seperti skabies dan tinea di kalangan santri di asrama pondok pesantren. Metode yang digunakan meliputi algoritma Random forest classifier dan teknik oversampling SMOTE untuk mengatasi ketidakseimbangan data. Dataset terdiri dari 104 sampel yang dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup variabel kebersihan pribadi dan lingkungan serta interaksi sosial. Model Random forest classifier yang dihasilkan menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan akurasi 96%, presisi 97%, recall 95%, dan F1-score 96%. Proses penyetelan hiperparameter menggunakan GridSearchCV mengoptimalkan parameter model. AI yang dapat dijelaskan menggunakan feature importance mengidentifikasi bahwa kebiasaan berbagi bantal dan selimut, kebersihan sprei, dan handuk merupakan fitur yang paling berpengaruh dalam model prediktif, sedangkan Tree Interpreter memberikan penjelasan spesifik tentang bagaimana setiap fitur memengaruhi prediksi risiko infeksi. Kebersihan tempat tidur dan kebiasaan berbagi menunjukkan kontribusi negatif yang signifikan terhadap risiko skabies. Bagi tinea, berbagi sepatu dan sandal memiliki kontribusi negatif yang signifikan. Studi ini memberikan wawasan mengenai faktor-faktor signifikan yang memengaruhi penyebaran skabies dan tinea, yang diharapkan dapat membantu dalam merancang strategi pencegahan yang lebih baik di masa mendatang.
KORELASI TINGKAT KECUKUPAN KONSUMSI ZAT GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS PULANG PISAU, KABUPATEN PULANG PISAU Sandliati; Subuh, Mohamad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat kecukupan konsumsi energi, protein, lemak, dan karbohidrat dengan kejadian stunting pada anak usia 0-24 bulan (baduta) di wilayah Puskesmas Pulang Pisau, Kabupaten Pulang Pisau. Studi ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-sectional, dengan teknik pengambilan sampel acak. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tinggi badan, wawancara, dan pengisian kuesioner. Data asupan zat gizi dihitung dengan recall 24 jam sebelum survei untuk mengetahui jumlah konsumsi energi, protein, lemak, dan karbohidrat pada anak baduta dengan stunting dan anak baduta yang memiliki tinggi badan normal dihitung menggunakan aplikasi Nutrisurvey dengan Database Pangan Indonesia. Semua uji dianalisis dengan menggunakan uji chi-square untuk mengetahui korelasi tingkat kecukupan asupan zat gizi, termasuk energi, protein, lemak, dan karbohidrat pada anak bawah dua tahun (baduta). Analisis menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian, menunjukkan terdapat hubungan lemak pada kejadian anak baduta stunting (p < 0,05), dan tidak ada hubungan asupan energi, protein dan karbohidrat dengan kejadian anak baduta stunting (p > 0,05). Kesimpulan, anak baduta dengan asupan makanan yang adekuat berhubungan dengan kejadian stunting pada keluarga baduta. Baduta perlu asupan zat gizi seimbang untuk mencegah terjadinya stunting melalui peningkatan pengetahuan gizi ibu.
HUBUNGAN KOMUNIKASI EFEKTIF RADIOGRAFER DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PADA PEMERIKSAAN THORAX DI INSTALASI RADIOLOGI SENTRAL RSUP DR. M DJAMIL PADANG Mareta, Santa; Sari, Oktavia Puspita; Rahmadianti, Yori; Fitrah, Tiara Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31893

Abstract

Komunikasi efektif antara tenaga kesehatan dan pasien memiliki peranan yang penting dalam menentukan kepuasan pasien. Survei awal yang dilakukan penulis kepada 15 pasien di Instalasi Radiologi Sentral RSUP DR. M Djamil Padang, terdapat 9 pasien yang tidak menerima instruksi pemeriksaan dengan baik, dan 6 pasien diantaranya yang menerima instruksi pemeriksaan dengan baik. Hal ini terlihat ditemukan pasien bergerak saat pemeriksaan, hal ini dibuktikan adanya hasil gambaran yang tidak jelas (membayang), memakai pakaian dalam, kalung, semacam benda dari besi yang terlihat pada hasil radiograf pemeriksaan thorax, sehingga mengakibatkan adanya pengulangan foto pada pemeriksaan thorax. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi efektif Radiografer dengan kepuasan pasien rawat jalan pada pemeriksaan thorax di Instalasi Radiologi Sentral RSUP DR. M Djamil Padang. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan design cross secctional, penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi Sentral RSUP DR. M. Djamil Padang, pada bulan Agustus 2023 – Februari 2024. Sampel penelitian ini berjumlah 98 orang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner, data yang didapat kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS dengan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0,000 (nilai p value < 0,05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi efektif radiografer dengan kepuasan pasien
HUBUNGAN ANTARA KADAR HBA1C DENGAN KREATININ SERUM PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI DENPASAR Jaya, I Gede Putra Angga; Lestarini, Asri; Sari, Ni Luh Putu Eka Kartika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32010

Abstract

Diabetes melitus dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah nefropati diabetik dengan persentase sebesar 30% hingga 40%. Terdapat beberapa cara untuk mengetahui diagnosis diabetes melitus tipe 2 serta menentukan komplikasi yang terjadi, misalnya dengan penentuan kadar HbA1c dan serum kreatinin. Perhitungan HbA1c dapat digunakan untuk menentukan kadar gula darah dan menentukan komplikasi yang terjadi sedangkan kadar serum kreatinin dapat digunakan untuk menilai fungsi ginjal. Desain yang digunakan penelitian ini adalah observasi analitik melalui pendekatan cross-sectional dengan menggunakan seluruh sampel serum arsip yang berjumlah 50 sampel diabetes melitus tipe 2 di Laboratorium Biomolekuler FKIK Universitas Warmadewa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas data dan uji korelasi Pearson dan Spearman. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik responden, didapatkan bahwa sebagian besar subjek memiliki rentang usia 61-70 tahun (44%), dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (58%), dan memiliki tekanan darah kategori pre-hipertensi (44%). Mayoritas subjek tergolong dalam kategori kadar HbA1c atau DM terkontrol baik (46%) dan memiliki kreatinin serum normal (66%). Berdasarkan uji normalitas, data pada penelitian tidak berdistribusi normal, sehingga menggunakan uji korelasi Spearman dan ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan kreatinin serum pada pasien DM tipe 2 di Denpasar.
GAMBARAN KOMPONEN PENGATURAN DIRI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN SEMESTER SATU Nugraheni, Elizabeth Sulastri; Ritunga, Imelda; Rambung, Etha; Mellyanawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32074

Abstract

Mahasiswa kedokteran tidak hanya belajar prinsip-prinsip ilmiah tetapi juga membangun keterampilan penalaran, penyusunan, dan penyampaian konsep yang jelas mengenai fakta-fakta relevan. Mereka diharapkan memiliki kemampuan berpikir yang berkembang dengan cepat, terutama mengingat dinamika bidang kedokteran yang terus berubah dan meluas. Selain itu mahasiswa semester satu kedokteran, akan menghadapi perubahan besar dalam cara pengajaran dari pedagogik ke andragogik. Transisi ini memerlukan proses adaptasi. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengadopsi self-regulated learning (SRL), di mana mereka mengelola proses belajar mereka sendiri dengan efektif untuk menghadapi tuntutan kurikulum yang intens dan kompleks di bidang kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor pengaturan diri mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (FKUC) semester satu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observational dengan jumlah sampel 37 orang mahasiswa FKUC semester satu. Penelitian menggunakan kuesioner self assessment study strategy LASSI (Learning    and    Study    Strategies    Inventory), yang dikerjakan secara daring melalui tautan khusus. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 48,6 % mahasiswa FKUC semester satu memiliki skor regulasi diri < 50, sebanyak 39,2 % mahasiswa memiliki skor 50-75, dan 12,2 % mahaiswa memiliki skor > 75. Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa FKUC semester satu dan dibantu oleh institusi wajib mengembangkan keterampilan regulasi dirinya agar dapat mencapai potensi akademik yang optimal.
GAMBARAN PERBAIKAN KEKUATAN MOTORIK PASIEN STROKE ISKEMIK YANG MENJALANI TERAPI DI POLIKLINIK REHABILITASI MEDIK RSUD DR. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE Yunus, M. Dzakir Dzakwan; M. Pontoh, Lely; The, Fera
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32076

Abstract

Stroke menyebabkan defisit neurologis yang memberi beban pada penderita stroke, terutama gangguan kekuatan motorik. Hingga saat ini belum ada penelitian yang menggali tentang perubahan kekuatan motorik pasien stroke iskemik yang menjalani terapi rehabilitasi medik di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran perbaikan kekuatan motorik pasien stroke iskemik yang menjalani terapi di Poliklinik Rehabilitasi Medik RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Penelitian ini bersifat observasional desksriptif berbasis rekam medis menggunakan teknik total sampling pada pasien stroke iskemik periode Januari-Desember 2021. Instrumen manual muscle testing dipergunakan untuk menilai perubahan kekuatan motorik. Hasil pada penelitian ini, dari 37 pasien stroke iskemik, kelompok usia paling banyak dijumpai pada rentang usia 41-50 tahun dan 51-60 tahun (masing-masing 35,1%), 64,9% laki-laki, 43,2% bekerja sebagai pegawai, dan 91,9% mengalami perbaikan kekuatan motorik. Kesimpulan dai penelitian ini dapatkan sebagian besar pasien stroke iskemik yang menjalani terapi rehabilitasi medik mengalami perbaikan kekuatan motorik.
ERITRODERMA AKIBAT REAKSI OBAT ALLOPURINOL Emeralda, Pradissa Avia; Savitri, Dwiana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.32230

Abstract

Erythroderma is a condition of generalized erythema and scaling of the skin. More than 90% of the body surface area are involved in this condition accompanied by a various degree of scaling. This is potentially life-threatening and has been associated with DRESS syndrome. 1,3 The aim of this case report is to discuss the allopurinol drug reaction as aetiology of erythroderma, its clinical manifestations and management of therapy. We report a case of a 55-year-old female patient who had a generalized erythema, pruritus, malaise and edema of her face since 7 days before admitted. She had history diabetes mellitus type 2, and was in oral allopurinol treatment for last 2 weeks. Extensive generalized erythematous plaques and hyperkeratotic scales were observed in the face, neck, chest, arms, legs, back, and gluteal.  Laboratory workup revealed peripheral blood eosinophilia, mild hypoalbuminemia, hyperglycemia, and elevated liver enzyme level.  She was hospitalized and got treatment with dermatologist and internist.  Erythroderma is an emergency case in dermatovenereology and in severe case it needs therapy and hospitalization to avoid complication. Management of erythroderma include discontinuing of any potential causative drug, maintaining skin moisture and integrity, adequate hydration and nutrition, maintaining electrolyte balance, and antibiotics for secondary infection.  Patient with drug-induced erythroderma with internal organ involvement has been associated with DRESS syndrome and needs further observation in cardiac, liver, and kidney status. Allopurinol is potential drug which can trigger erythroderma. Erythroderma is a life-threatening disease especially in severe case. It is important to increase awareness in allopurinol medication and need a careful assessment and treatment to avoid complication.