cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
WORK BURDEN, DEPRESSION, AND ANXIETY AMONG ELDERLY CAREGIVERS : A CROSS-SECTIONAL STUDY IN PELKRIS RETIREMENT HOME, SEMARANG, INDONESIA Pusvita, Audina Ayu; Setiawan, Muhamad Riza; Tatius, Bintang
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51197

Abstract

Meningkatnya angka harapan hidup dan rasio ketergantungan di Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah populasi lanjut usia yang membutuhkan lebih banyak pengasuh. Para pengasuh ini memiliki peran penting dalam memberikan dukungan sosial bagi para lansia. Namun, tuntutan berlebih dalam merawat lansia dapat menyebabkan stres, depresi, dan kecemasan yang signifikan pada pengasuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja, depresi, dan kecemasan pada pengasuh lansia. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 31 pengasuh di Panti Wreda Elim dan Penganyoman Pelkris. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner demografi, Zarit Burden Interview (ZBI), Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), dan General Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengasuh (58,1%) mengalami beban kerja minimal. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan depresi (p = 0,004) dan kecemasan (p = 0,008) pada pengasuh. Semakin tinggi beban kerja, semakin tinggi pula tingkat depresi (r = 0,491) dan kecemasan (r = 0,471). Kesimpulannya, beban kerja berhubungan dengan tingkat depresi dan kecemasan pada pengasuh di panti wreda.
EFEKTIVITAS TATALAKSANA ANTIBIOTIK SEBAGAI TERAPI OTITIS MEDIA AKUT PADA ANAK Darul, Aqilla Fitrani; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Maulani, Destya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51199

Abstract

Otitis media akut (OMA) merupakan istilah yang sering digunakan untuk kondisi infeksi pada telinga tengah. Infeksi ini sering dijumpai pada anak-anak usia pra-sekolah. Otitis media merupakan alasan seringnya pemberian antibiotik pada anak. Tatalaksana dari Otitis Media Akut pun bergantung pada stadiumnya. Apabila penderita OMA kurang mendapatkan penanganan yang adekuat maka akan mengalami komplikasi lanjutan yaitu Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) yaitu peradangan pada mukosa telinga tengah yang disertai keluarnya cairan melalui perforasi membran timpani selama lebih dari 2 bulan. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur tentang Efektivitas tatalaksana antibiotik sebagai terapi otitis media akut pada anak. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi literature review. Penelusuran ResearchGate, Google Scholar dan Academia.edu mengulas efektivitas tatalaksana antibiotik sebagai terapi otitis media akut pada anak. Sebanyak 11 studi yang dilakukan antara tahun 2020-2025 dimasukkan dalam tinjauan ini. Secara keseluruhan 227 judul diidentifikasi didapatkan 11 studi yang memenuhi kriteria yang membahas tentang efektivitas tatalaksana antibiotik sebagai terapi otitis media akut pada anak. Dari beberapa tinjauan pustaka yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa tatalaksana antibiotik pada Otitis Media Akut (OMA) pada anak sebaiknya dilakukan secara selektif dan berbasis bukti klinis. Pada kasus ringan hingga sedang, efektivitas antibiotik terbatas dan strategi watchful waiting selama 48–72 jam terbukti aman, terutama pada anak >2 tahun tanpa gejala berat. Antibiotik tetap dibutuhkan pada kasus berat, OMA bilateral, atau disertai otorrhea, dengan amoksisilin dosis tinggi sebagai pilihan utama.
HEMIPARESEDEXTRA DAN AFASIA MOTORIK EZ STROKE ISKEMIK HEMORAGIK : LAPORAN KASUS Widjaya, William; Albek, Aliawati; Drew, Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50118

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas, dengan stroke iskemik sebagai tipe terbanyak. Transformasi hemoragik merupakan komplikasi serius yang memperburuk luaran neurologis. Faktor risiko seperti hipertensi, dislipidemia dan hiperglikemia yang tidak terkontrol berperan besar terhadap terjadinya penyakit serebrovaskular. Deteksi dini dan penatalaksanaan cepat penting untuk mencegah perburukan dan memperbaiki prognosis. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang dengan keluhan kelemahan pada ekstremitas kanan yang berlangsung selama dua minggu. Keluhan diawali dengan sakit kepala, muntah, dan bicara pelo secara tiba-tiba. Pasien tidak segera mencari pengobatan karena kendala finansial, sehingga gejala semakin memburuk. Pasien mengalami kesulitan berbicara serta kelemahan gerak ekstremitas kanan yang menyebabkan tirah baring. Riwayat medis menunjukan hipertensi dan dislipidemia yang tidak terkontrol, disertai status gizi berlebih. Pemeriksaan fisik, menemukan afasia motorik, hemiparesis kanan dengan hipotonus, penurunan sensasi pada ekstremitas kanan, ptosis mata kiri, parese nervus fasialis sinistra, serta gangguan pergerakan lidah dengan lateralisasi ke kiri. Pemeriksaan laboratorium menunjukan peningkatan gula darah puasa, kolesterol total, dan trigliserida, dari pemeriksaan CT scan kepala didapatkan Kesan stroke infark luas disertai perdarahan pada lobus temporal sinistra. Pasien ditegakkan diagnosis stroke iskemik hemoragik dan mendapatkan penatalaksanaan medis yang sesuai disertai edukasi komprehensif. Kasus ini menekankan pentingnya pengenalan dini dan penatalaksanaan cepat pada stroke iskemik dengan transformasi hemoragik untuk mencegah perburukan defisit neurologis yang lebih lanjut.
TATALAKSANA NON-UNION TIBIA DENGAN ORIF (OPEN REDUCTION AND INTERNAL FIXATION) DAN MALUNION FIBULA DENGAN OSTEOTOMI : LAPORAN KASUS Hirda, Tiara Aviva; Sam, Andi Dhedie Prasatia; Amiruddin, Arwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51234

Abstract

Fraktur tibia dan fibula sering menimbulkan komplikasi berupa non-union dan malunion, yang dapat menyebabkan nyeri kronis, disabilitas, deformitas tungkai, dan gangguan biomekanik. Kombinasi non-union tibia dan malunion fibula jarang dilaporkan dan menimbulkan tantangan klinis dalam tatalaksana. Dilaporkan kasus seorang laki-laki berusia 60 tahun yang datang dengan keluhan nyeri menetap pada tungkai bawah kanan sejak satu tahun sebelumnya, memberat dalam satu bulan terakhir. Pasien memiliki riwayat jatuh dari sepeda motor lima tahun sebelumnya dan hanya menjalani terapi tradisional tanpa penanganan medis formal. Keluhan utama meliputi nyeri kronis yang mengganggu aktivitas, deformitas tungkai, dan pemendekan tungkai, tanpa perdarahan atau gejala sistemik. Pasien memiliki kebiasaan merokok. Pemeriksaan menunjukkan non-union tibia tengah kanan dan malunion distal fibula kanan. Pasien menjalani ORIF dan osteotomi untuk koreksi deformitas, dengan hasil pascaoperasi menunjukkan posisi implant stabil, perbaikan alignment tulang, penurunan leg length discrepancy (LLD) menjadi 1 cm, serta perbaikan nyeri dan fungsi tungkai tanpa komplikasi akut. Kasus ini menekankan pentingnya penanganan segera pada fraktur tibia dan fibula untuk mencegah malunion dan non-union. Singkatan yang digunakan antara lain NVD = Neuro Vaskular Distal, ALL = Appearance Leg Length, TLL = True Leg Length, LLD = Leg Length Discrepancy, ORIF = Open Reduction and Internal Fixation.
LITERATURE REVIEW : TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS TERHADAP PENYAKIT RETINOPATI DIABETIK DI NEGARA BERKEMBANG Fatimah, St.; Namirah, Hanna Aulia; Muhammadong, Muhammadong; Datu, Hikmah Hiromi R.; Rumlawan, Sarina Mandella
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51283

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia karena kurang nya sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes didiagnosis ketika glukosa plasma puasa >126 mg/dL dan gula plasma 2 jam >200 mg/dL setelah glukosa oral (TTGO) dengan beban glukosa 75 gram, glukosa plasma sewaktu > 200 mg/dL dan HbA1c >6.5 %.  Retinopati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular yang paling penting karena memiliki insiden yang sangat tinggi, mencapai 40-50% pada pasien diabetes, dan memiliki prognosis yang sangat buruk untuk penglihatan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan Literature review dengan metode Narrative Review. Data dikumpulkan dari beberapa artikel di jurnal internasional terakreditasi. Pencarian menghasilkan 13 artikel relevan yang digunakan dalam review naratif ini, menunjukkan tingkat pengetahuan pasien Diabetes Melitus (DM) terhadap Retinopati Diabetik (RD) secara umum masih rendah, meskipun sebagian besar pasien telah menyadari bahwa diabetes dapat memengaruhi kesehatan mata. Banyak pasien belum memahami istilah "Retinopati Diabetik" secara spesifik maupun proses patologinya, yang berdampak pada tertundanya deteksi dini dan penatalaksanaan komplikasi tersebut. Faktor sosial ekonomi, tingkat pendidikan, budaya, dan keterbatasan sistem jaminan kesehatan turut berkontribusi terhadap rendahnya pengetahuan ini, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran dan edukasi pasien mengenai faktor risiko, pentingnya pemeriksaan mata rutin, serta tata laksana retinopati diabetik sangat diperlukan untuk mencegah kebutaan akibat komplikasi diabetes.  
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN HEMODIALISIS I Dewa Gde, Nanendra; Udrayana, Oka; Setiawan, Komang Hendra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51289

Abstract

Penurunan fungsi ginjal yang progresif dan irreversibel merupakan ciri khas penyakit ginjal kronis (CKD).  Hemodialisis merupakan salah satu pengobatan jangka panjang yang diperlukan untuk penyakit ini.  Kecemasan merupakan salah satu dari banyak masalah psikologis yang sering timbul akibat terapi rutin, kerusakan ginjal yang irreversibel, dan berbagai efek samping terapi.  Kecemasan adalah emosi yang tidak menyenangkan yang biasanya muncul ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang berpotensi berbahaya.  Kualitas tidur pasien hemodialisis terpengaruh negatif oleh gangguan kecemasan ini, dan gangguan tidur dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas.  Tinjauan penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca tentang kecemasan dan dampaknya terhadap kualitas tidur pasien hemodialisis.  Metodologi penelitian melibatkan pencarian literatur untuk karya yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 menggunakan basis data Google Scholar dan PubMed.  Tujuh publikasi penelitian yang relevan dikumpulkan untuk dievaluasi. Hasil penelitian dari ketujuh publikasi tersebut secara konsisten menunjukkan bahwa kecemasan dan kualitas tidur pasien hemodialisis memiliki korelasi yang signifikan.  Pasien yang merasakan tingkat kecemasan yang lebih tinggi juga memiliki kualitas tidur yang lebih rendah.  Mekanisme fisiologis seperti aktivasi sistem saraf simpatik, yang meningkatkan hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin, serta mekanisme psikologis seperti peningkatan pikiran negatif dan kekhawatiran berlebihan, yang mengganggu tidur, keduanya mendukung hubungan ini.  Menurut temuan setiap artikel yang dianalisis, tingkat kecemasan dan kualitas tidur pasien hemodialisis memiliki korelasi yang kuat dan signifikan.
LAPORAN KASUS : KERATOKONJUNGTIVITIS GONOKOKAL Rifai B, Muh.; Syawal, Purnamanita; Fitriani, Sitti; Natasha, Ratih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51290

Abstract

Keratokonjungtivitis gonokokal merupakan infeksi okular hiperakut yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini memiliki kemampuan menembus epitel kornea dan konjungtiva yang utuh, menimbulkan inflamasi berat dan destruksi jaringan dalam waktu singkat. Penyakit ini tergolong kegawatdaruratan oftalmologis karena dapat menyebabkan ulserasi, perforasi kornea, hingga kebutaan permanen bila tidak segera ditangani. Laporan ini bertujuan untuk memaparkan kasus keratokonjungtivitis gonokokal pada pasien dewasa dengan komplikasi glaukoma sekunder inflamasi, guna menekankan pentingnya diagnosis dini dan terapi agresif berbasis pedoman terkini. Seorang perempuan berusia 58 tahun datang dengan keluhan nyeri hebat, kemerahan, dan sekret purulen melimpah pada mata kiri sejak satu minggu. Pemeriksaan slit-lamp menunjukkan kornea keruh dengan fluoresens positif dan peningkatan tekanan intraokular sebesar 48 mmHg. Hasil apusan sekret memperlihatkan diplokokus gram negatif intraseluler dan ekstraseluler. Diagnosis ditegakkan sebagai keratokonjungtivitis ec. Neisseria gonorrhoeae disertai glaukoma sekunder inflamasi. Pasien diberikan terapi sistemik ceftriaxone 1 g intravena setiap 12 jam, antibiotik topikal levofloxacin tetes mata tiap dua jam, serta irigasi mata dengan campuran Ringer Laktat dan betadine (5:1). Timolol tetes mata setiap 12 jam diberikan untuk menurunkan tekanan intraokular. Setelah tiga hari terapi, pasien menunjukkan perbaikan signifikan berupa berkurangnya nyeri, sekret, dan penurunan tekanan intraokular menjadi 25 mmHg. Keratokonjungtivitis gonokokal merupakan infeksi destruktif yang membutuhkan diagnosis cepat dan terapi sistemik intensif untuk mencegah komplikasi ireversibel. Kombinasi antibiotik parenteral dosis tinggi, terapi topikal intensif, serta pengendalian tekanan intraokular secara ketat menjadi kunci keberhasilan penatalaksanaan.
HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN KERJA SUBJEKTIF DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA DI PT. X KOTA BITUNG Pamangin, Elsa Mangambe; Sondakh, Ricky C.; Maddusa, Sri Seprianto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51291

Abstract

Produktivitas kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya yaitu kelelahan kerja. Kelelahan kerja dapat diukur secara subjektif dan objektif, dimana kelelahan kerja subjektif mengukur tentang perasaan kelelahan yang dialami oleh seorang pekerja baik merasakan kelelahan secara fisik, mental atau emosional berdasarkan persepsi pribadinya. Kelelahan kerja subjektif yang tidak ditangani dengan baik dapat memberikan dampak negatif baik terhadap individu maupun perusahaan. Karyawan yang mengalami kelelahan kerja subjektif cenderung menunjukkan penurunan motivasi, semangat kerja, komitmen, kepuasan kerja, terjadinya gangguan psikologis (seperti mudah stress dan depresi ringan), dan bahkan dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang dapat berujung pada meningkatnya angka keluar-masuk karyawan (turnover) dan menurunnya tingkat produktivitas kerja (Pramono, 2025). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kelelahan kerja subjektif dengan produktivitas kerja pada pekerja di PT. X Kota Bitung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan desain penelitian cross sectional study, dilaksanakan di PT. X Kota Bitung dengan total sampling dari seluruh populasi pekerja bagian skinning sebanyak 58 pekerja. Pengukuran kelelahan kerja subjektif menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) dan kuesioner produktivitas kerja. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi Spearman Rank antara kelelahan kerja subjektif dengan produktivitas kerja diperoleh p value sebesar 0,002 dengan r = -0,390 menunjukkan nilai p <0,05. Kesimpulan yang didapatkan yaitu terdapat korelasi yang bermakna antara kelelahan kerja subjektif dengan produktivitas kerja pada pekerja bagian skinning di PT. X Kota Bitung dengan kekuatan hubungan cukup dengan arah korelasi negatif, artinya semakin tinggi kelelahan kerja subjektif maka semakin tidak produktif pekerja.
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA DI PT. X KOTA BITUNG Samahati, Virginia F. M.; Sondakh, Ricky C.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51307

Abstract

Produktivitas merupakan sikap mental dan etos kerja yang mendorong seseorang untuk selalu meningkatkan mutu kehidupan melalui peningkatan efisiensi, efektivitas, dan kualitas kerja. Namun, stres kerja menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas. Menurut International Labour Organization (ILO), stres kerja merupakan risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang terjadi ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan dan kapasitas pekerja secara terus-menerus. World Health Organization (WHO) juga melaporkan bahwa stres kerja merupakan masalah global yang berdampak signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas, dengan sekitar 30% pekerja di berbagai negara mengalami tekanan kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja pada pekerja di PT. X Kota Bitung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei analitik menggunakan desain cross-sectional study. Penelitian dilaksanakan di PT. X Kota Bitung dengan teknik total sampling yang melibatkan seluruh pekerja bagian skinningsebanyak 58 orang. Instrumen penelitian menggunakan The Workplace Stress Scale dan kuesioner produktivitas kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi (r) = -0,815, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat dengan arah korelasi negatif antara stres kerja dan produktivitas kerja. Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat stres kerja yang dialami pekerja, maka semakin rendah tingkat produktivitas yang dihasilkan.
ABSES BEZOLD AKIBAT OTITIS MEDIA DENGAN MASTOIDEKTOMI RADIKAL DAN INSISI DRAINASE : SEBUAH LAPORAN KASUS Tanujaya, Cyntia; Santiago, Ivan; Surya, Guntur; Wahyuni, Octavia Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51357

Abstract

Abscess Bezold, pertama kali dijelaskan pada tahun 1881 oleh Dr. Friedrich Bezold, merupakan komplikasi langka namun serius dari otitis media kronis yang terjadi akibat perforasi dan infeksi prosesus mastoideus, umumnya disebabkan oleh bakteri aerob dan anaerob. Kondisi ini ditandai dengan gejala nyeri leher, otalgia, otore, kehilangan pendengaran, dan pembengkakan di sekitar mastoid. Pengenalan dini dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa, seperti mediastinitis dan infeksi intrakranial. Laporan ini memaparkan kasus seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang mengembangkan abses Bezold setelah mengalami riwayat keluarnya cairan telinga kronis dan gangguan pendengaran selama satu tahun akibat trauma dengan cotton bud. Pasien hadir dengan pembengkakan yang membesar dan nyeri di belakang telinga kanan serta leher lateral, disertai otore berbau tidak sedap. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda peradangan, kerak, nyeri tekan, serta membran timpani yang perforasi. Pemeriksaan computed tomography (CT) menunjukkan destruksi tulang mastoid dengan pembentukan abses yang meluas ke daerah leher. Kasus ini menekankan pentingnya mempertimbangkan abses Bezold sebagai diagnosis diferensial pada pasien otitis media kronis yang disertai pembengkakan dan nyeri leher. Pencitraan, khususnya CT scan, berperan penting dalam memastikan diagnosis dan menilai luasnya infeksi. Drainase bedah dini dikombinasikan dengan terapi antibiotik yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi berat dan mencapai hasil yang baik.