cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN SIKAP SEKSUAL PRANIKAH DI SMK PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2022 Desri Nova H; Neneng Fitria Ningsih; Kholilah Lubis; Yeltra Armi
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12831

Abstract

WHO yang telah melakukan penelitian dibeberapa Negara berkembang dimana didapatkan 40% remaja pria umur 18 tahun dan remaja putri umur 18 tahun sekitar 40% telah melakukan hubungan seks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan sikap seksual pranikah di SMK Prima Nusantara Bukittinggi Tahun 2022. Desain penelitian cross sectional karena pengukuran variabel bebas dan terikat pada penelitian ini dilakukan pada saat bersamaan. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Prima Nusantara tahun 2022 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa jurusan keperawatan kelas XI sebanyak 18 orang, sedangkan teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan menggunakan data primer dan sekunder, teknik pengolahan data editing, coding, tabulating dan pembersihan data, selain itu juga dilakukan analisa univariat dan bivariate. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap terhadap perilaku seksual siswi kelas XI jurusan Keperawatan SMK Prima Nusantara Bukittinggi Tahun 2022 dengan uji chi squre 0.001 yang artinya p < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan sikap seksual pranikah. Diharapkan bagi tempat penelitian untuk dapat selalu memberikan promosi kesehatan tentang pentingnya mengetahui kesehatan reproduksi serta sikap untuk menghadapi perilaku seksual pranikah selain itu bisa juga dimana pihak sekolah untuk bisa bekerjasama dalam memberikan promosi kesehatan tersebut.
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN ADAPTASI PASIEN YANG MENGALAMI FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH YANG MENGALAMI FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH DENGAN PEMASANGAN EXTERNAL FIXATION Ritta Farma; Nelwati Nelwati; Esi Afriyanti; Roni Eka Saputra; Emil Huriani
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12899

Abstract

Pasien fraktur ekstremitas bawah sering menghadapi masalah ketika beradaptasi akibat pasca operasi pemasangan external fixation, pasien melaporkan mengalami hambatan beraktivitas, kehilangan pekerjaan, merasa gangguan body image, depresi dan harga diri rendah saat mereka berusaha untuk sembuh pasca operasi yang berdampak pada kesejahteraan hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman adaptasi pasien yang mengalami fraktur ekstremitas bawah dengan pemasangan external fixation. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah enam orang pengambilan data dengan cara purpose sampling dilakukan dengan pertanyaan terbuka dan semi terstruktur yang merupakan pasien di RSUP M. Djamil Padang. Analis data menggunakan tematik analisis dengan metode Collaizzi yang terdapat tujuh tema, yaitu bentuk dukungan, pengetahuan pasca operasi, respon psikologis, ketidaknyamanan fisik, dampak, mekanis koping dan penerimaan diri. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemasangan external fixation memberikan dampak fungsional dan psikologis yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi setelah pemasangan external fixation. Partisipan menggambarkan hal tersebut dengan mengungkapkan hambatan beraktivitas, kehilangan pekerjaan, harga diri rendah dan gangguan citra tubuh sehingga berdampak pada penurunan kesejahteraan hidup partisipan.
PENGARUH FACIAL MASSAGE DAN FACIAL EXPRESSION TERHADAP FACE DROOPING PADA PASIEN SROKE NON HEMORAGIK Sherly Metasari
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12929

Abstract

Hilangnya gerakan otot-otot wajah karena penyakit saraf kranial atau sering disebut face drooping. facial massage adalah latihan gerakan wajah di mana jari-jari menekan wajah sambil mewujudkan otot-otot wajah melalui ekspresi yang berbeda. Kelumpuhan pada anggota gerak, gangguan bicara, nyeri kepala dan penurunan kesadaran merupakan gejala stroke yang muncul selain perubahan tingkah laku, penurunan tajam penglihatan, gangguan lapang pandang, gangguan menelan, dan wajah perot. Intervensi facial massage merupakan latihan gerak pada wajah dengan memberi tekanan jari pada wajah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh facial massage dan facial expression terhadap peningkatan kesimetrisan wajah pada pasien stroke yang face drooping. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan prosedur quasi eksperimen pre test dan post test control grup dengan metode pengambilan sampel total sampling. Setelah lima hari terapi dengan lembar Pengamatan Sunnybrook Facial Scoring System meningkatkan jumlah responden dengan face drooping menjadi 80 responden, dan 40 responden melakukan facial massage lebih baik daripada 40 responden yang menerima facial expression. Latihan facial massage diketahui lebih efektif facial expression karena memiliki skor simetri yang lebih tinggi pada formulir observasi Sunnybrook Facial Assessment System.
Pengaruh Media Edukasi Video Animasi Terhadap Pengetahuan Tentang Protokol Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Dan Memakai Masker Siswa Smp Sriwedari Malang Fernanda Yuli; Dimas Dwi Yoga Saputra; Farida Halis DK
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12931

Abstract

Cuci tangan pakai sabun dan memakai masker merupakan langkah antisipasi dari penyebaran virus Covid-19. di sekolah siswa terkadang enggan untuk melakukannya secara berulang kali. Faktor kepatuhan siswa dan minimnya sarana prasarana protokol kesehatan di sekolah adalah penyebabnya. Keuntungan media video yaitu lebih menarik dan lebih mudah dipahami. Desain penelitian ini adalah Quasy Eksperiment One group tanpa kelompok control. Populasi dan sampelnya siswa kelas VII dan VIII SMP Sriwedari Malang sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data menggunakan collecting, checking, coding, scoring, entering, dan processing menggunakan SPSS. Uji statistik menggunakan Uji wilcoxon. P Value jika p > 0,05 tidak ada pengaruh jika p < 0,05 ada pengaruh.  Hasil penelitian, sebelum intervensi, pengetahuan cuci tangan pakai sabun responden yang masuk kategori cukup sebesar 30% dan kurang sebesar 70%. Sedangkan pengetahuan memakai masker dengan kategori cukup sebesar 56.6% dan kurang sebesar 43.4%. Stelah intervensi pengetahuan tentang cuci tangan pakai sabun dengan kategori baik sebesar 86.7% dan cukup sebesar 13.3%. Sedangkan memakai masker dengan kategori baik sebesar 100 %.   Kesimpulannya adalah ada pengaruh media video animasi cuci tangan pakai sabun  (CTPS) dan memakai masker terhadap kemampuan cuci tangan pakai sabun dan pakai masker siswa kelas VII dan VIII di SMP Sriwedari Malang.
Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan Rsud Sumbawa di Kabupaten Sumbawa Tahun 2022 Muhammad Fauzi; Yasinta Aloysia Daro; Nila Yuliana; Laily Widya Astuti; Seftiani Utami
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12959

Abstract

Survei Kepuasan dibutuhkan untuk memperolah informasi tentang kepuasan yang dirasakan pasien. Survei juga digunakan rumah sakit untuk lebih memahami kebutuhan dan keinginan pasien serta mampu memberikan pelayanan yang lebih memuaskan daripada yang dilakukan oleh pesaing sehingga pengukuran kepuasan pasien perlu dilakukan secara berkala dan akurat. Responden dipilih secara acak, dan untuk besaran sampel menggunakan penentuan sampel dari Krejcie and Morgan. Sampel yang dibutuhkan untuk memenuhi akurasi hasil penyusunan survei adalah 967 orang untuk Instalasi Pelayanan Medik dan Perawatan dan 226 orang untuk instalasi penunjang. Pengolahan data dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 14 tahun 2017 tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Setiap pertanyaan survei masing-masing unsur diberi nilai. Nilai dihitung dengan menggunakan “nilai rata-rata tertimbang” masing-masing unsur pelayanan. Berdasarkan hasil survei kepuasan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar usia responden adalah usia 31-40 tahun (30,34%). Sebagian besar jenis kelamin responden adalah Jenis Kelamin Perempuan (60,52%). Sebagian besar Pendidikan responden adalah SMA (37,80%). Sebagian besar Pekerjaan responden adalah Lainnya (63,12%). Sebagian besar Penjamin Pelayanan responden adalah BPJS (80,13%). Jadi hasil survei kepuasan masyarakat RSUD Sumbawa Tahun 2022 mempunyai kategori BAIK, yaitu dengan nilai rata-rata tertimbang adalah 3,26 atau nilai konversi sebesar 81,42.
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L) Terhadap Bakteri Gram Negatif Eschericia coli I Nyoman Bagus Aji Kresnapati; Sri Winarni Sofya
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12996

Abstract

Sirsak (Annona muricata L) merupakan salah satu tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya dimanfaatkan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan menguji kandungan senyawa fenolik yang  memiliki aktivitas antimikroba bakteri gram negatif Eschericia coli. Daun-daun yang telah dikeringkan di ekstraksi maserasi dengan dilarutkan dengan pelarut etanol 96% selama 3x24 jam. Hasil maserat pertama dan  kedua di pekatkan dengan rotary evaporator. Hasil ekstrak di tes fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa fenolik pada daun sirsak. Uji aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi sumuran  sebanyak 4 lubang pada media yang telah di inokulasi bakteri gram negatif Eschericia coli yang masing-masing lubang terdiri lubang A disuspensi etanol 96%, lubang B antibiotik standar 0,5 %, lubang C ekstrak etanol daun sirsak (EtDS 0,5%) dan lubang D EtDS 1%. Hasil penelitian berupa daerah jernih disekitar sumuran yang diameternya di ukur dengan penggaris. Hasil penelitian berupa rerata diameter antara kelompok A, B, C, dan D yang kemudian di bandingkan zona yang lebih luas dan kekuatan aktivias zona hambatnya. Hasil penelitian menunjukkan diantara 4 kelompok perlakuan, lubang sumuran yang di suspensi antibiotik 0,5% (A) memiliki diameter zoba hambat lebih luas dengan diameter 19,5 mm, kemudian EtDS 1% (D) 11,35 mm, EtDS 0,5% (C) 6,49 dan Et (A) 1,25 mm. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas ekstrak etanol daun sirsak 1% (D) berpotensi sebagai antimikroba bakteri gram negatif Eschericia coli, namun tidak lebih efektif dibandingkan antibiotik standar 0,5%.
Perlindungan Hukum Terhadap Dokter Dalam Pelayanan Kesehatan Praktik Dokter Mandiri Riski Darwaman; Redyanto Sidi; Yasmirah Mandasari Saragih
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bagaimana Hak dan Kewajiban Dokter dan Pasien Dalam Pelayanan Kesehatan Praktik Dokter Mandiri, Bagaimana Penyelesaian Sengketa Antara Dokter dan Pasien Dalam Pelayanan Kesehatan Praktik Dokter Mandiri, Bagaimana Perlindungan Hukum Terhadap Dokter Dalam Pelayanan Kesehatan Praktik Dokter Mandiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum doktrinal atau penelitian hukum normative (Normative Legal Research) yakni penelitian yang menelah hukum positif, asas dan kaidah hukum, sinkronisasi vertikal dan horizontal berkenan tentang praktik dokter mandir guna untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang akan diteliti. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan antara lain: Pendekatan Undang-Undang (Statute Approach). Hasil penelitian menunjukan bahwa Bahwa secara yuridis, pabila seorang dokter hendak melakukan pelayan kesehatan dokter mandiri wajib memiliki izin dan melengkapi administrasi terlebih dahulu. Selanjutnya, pabila terjadi sebuah persengketaan akan pelayanan dokter mandiri mesti diselesaikan terlebih dahulu dengan nonlitigasi atau mediasi. Mahkamah Agung melalui Surat Edarannya (SEMA) tahun 1982 telah memberikan arahan kepada para Hakim, bahwa penanganan terhadap kasus dokter atau tenaga kesehatan lainnya yang diduga melakukan kelalaian atau kesalahan dalam melakukan tindakan atau pelayanan medis agar jangan langsung diproses melalui jalur hukum, tetapi dimintakan dulu pendapat dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Saat ini MKEK fungsinya digantikan oleh Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI)  suatu lembaga independen yang berada dibawah Konsil Kedokteran.
Tinjauan Yuridis Kesiapan Rumah Sakit Dan Tanggungjawab Rumah Sakit Pasca Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 24/2022 Tentang Rekam Medis Dan Kesiapan Rumah Sakit Yohnly Boelian Dachban; Redyanto Sidi; Yasmirah Mandasari Saragih
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13001

Abstract

Digitallisasi Rekam Medis sudah menjadi kewajiban bagi penyelenggara pelayanan kesehatan untuk diterapkan, setidaknya hingga akhir 2023. Dahulu Rekam Medis ini dapat berupa lembaran-lembaran kertas saja atau juga dalam bentuk digital. Peraturan Menteri Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Tahun 2008 seyogiayanya mengatur tentang rekam medis inbi. Namun, tidak mewajibkan. Pasca keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, rekam medis menggunakan elektronik menjadi sebuah kewajiban. Tak dapat di elakkan lagi penyelenggara kesehatan wajib mengikuti aturan tersebut. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode penelitian yuridis normatif dimana hal ini dilakukan dengan cara penelitian bahan pustaka atau yang sering di katakan dengan data sekunder berupa hukum positif dengan merujuk pada Peraturan Perundang undangan, Peraturan Menteri Nomor 269 Tahun 2008 dan membandingkannya dengan peraturan Menteri Nomor 24 tahun 2022.  Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Rekam medik menggunakan sistem elektronik pada pelayanan kesehatan wajib.
Kedudukan Persetujuan Tindak Medik (Informed Consent) Dalam Pelayanan Medik Terhadap Pasien Di Rumah Sakit Yang Berstatus Seorang Tersangka Rudi Rahmadsyah; Redyanto Sidi
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13012

Abstract

Penelitian yang dilakukan oleh Rudi Rahmadsyah yang dibimbing oleh Dr. Redyanto Sidi yang berjudul tentang kedudukan persetujuan tindak medik dalam pelayanan medik terhadap pasien rumah sakit yang berstatus seorang tersangka. Penelitian ini menjurus membahas tentang bagaimana Hak-Hak Pasieln Selbagai Selorang Telrsangka Dalam Pellayanan Meldik di Rumah Sakit. Dengan metode penelitian yulridis Normativel Sosiologis.Kesimpulan dalam penelititian ini bahwa tidak ada perbedaan perlakuan yang dilakukan dalam memberikan pelayanan kesehatan bahkan seorang tersangka sekalipun. Sesuai dengan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran. Dalam kondisi normal Informed Consent merupakan persyaratan mutlak diperlukan dalam melakukan tindakan medik bagi pasien, karena jika tanpa itu maka dokter dapat dipersalahkan atas tindakannya.
Hubungan Derajat Katarak Dan Durasi Diabetes Melitus Tipe 2 Di Instalasi Rawat Jalan Mata Rsud Dr. Soetomo Surabaya Novia Novia; Indri Wahyuni; Rio Wironegoro
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13122

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit akibat penurunan produksi insulin, penurunan kerja insulin atau akibat kedua kondisi di atas yang terjadi secara bersamaan. Ciri khas diabetes melitus tipe 2 adalah hiperglikemia yang lambat laun akan menjadi masalah serius untuk berbagai sistem organ salah satunya mata (WHO,2021). Katarak merupakan salah satu bentuk komplikasi diabetes pada mata yang dapat terjadi dalam beberapa derajat sesuai kekeruhannya yaitu derajat 1, derajat 2, derajat 3, derajat 4, dan derajat 5 (Buratto, Brint, and Sacchi, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat katarak dan durasi diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien di instalasi rawat jalan mata di RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode Januari 2019 - Desember 2021. Sampel berjumlah 29 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan aplikasi pengolahan data SPSS dengan uji kolerasi Rank Spearman. Pada penelitian ini diketahui sebanyak 17 mata dari responden yang memiliki durasi diabetes melitus tipe 2 ?5 tahun mengalami katarak derajat 5 (29,3%) dan diantara 15 mata responden yang memiliki diabetes melitus tipe 2 <5 tahun, 6 diantaranya responden (10,3%) mengalami katarak derajat 1 dengan p value=0,385 dan koefisien korelasi=0,116. Terdapat korelasi yang sangat lemah antara derajat keparahan katarak dengan durasi diabetes melitus tipe 2.

Page 22 of 242 | Total Record : 2415