cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Manajemen Asuhan Keperawatan Gawat Darurat yang Service Excellent Pada Pasien Cedera Kepala Sedang di Ruangan Thai'f RSU Haji Medan Agus Rogabe Sihotang; Dina Afriani; Lisbet Gurning; Lisdayanti Simanjuntak; Sahnizar Sahnizar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61743

Abstract

Cedera kepala merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi akibat trauma, terutama kecelakaan lalu lintas, dan dapat menyebabkan gangguan neurologis hingga kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent pada pasien cedera kepala sedang di Ruangan Thai'f RSU Haji Medan tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada satu subjek, yaitu Tn. M dengan diagnosis cedera kepala sedang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi rekam medis, dan pemeriksaan penunjang. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri kepala dengan skala 5, pusing, mual, keterbatasan mobilitas fisik, serta risiko perfusi serebral tidak efektif. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (trauma), gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri, dan risiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan cedera kepala. Intervensi meliputi pemantauan tanda vital dan status neurologis, identifikasi skala nyeri, teknik relaksasi napas dalam, mobilisasi bertahap, serta kolaborasi terapi farmakologis. Setelah asuhan keperawatan selama 3×24 jam, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai penurunan nyeri, mobilitas membaik, dan tidak ditemukan tanda peningkatan tekanan intrakranial. Penerapan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent efektif meningkatkan kondisi pasien cedera kepala sedang melalui pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Service Excellent pada Lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II di UPTD Pelayanan Lanjut Usia Binjai Hotma Ritonga; Adelina Sembiring; Rolasnih Lilista Simbolon; Petra Diansari Zega; Jakson Napitupulu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61744

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit kronis yang sering dialami oleh kelompok lanjut usia akibat resistensi insulin dan menurunnya fungsi sel beta pankreas sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah. Kondisi ini dapat memunculkan berbagai komplikasi, seperti luka kaki diabetik, gangguan integritas kulit, serta penurunan kualitas hidup apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan manajemen asuhan keperawatan gerontik berbasis Service Excellent pada pasien lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II guna meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup pasien. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui proses keperawatan yang terdiri atas pengkajian, penetapan diagnosis, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. R, seorang lansia berusia 72 tahun dengan Diabetes Melitus Tipe II di UPTD Pelayanan Lanjut Usia Binjai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Hasil pengkajian menemukan keluhan sering haus, sering buang air kecil, peningkatan kadar glukosa darah, serta luka kaki yang sulit sembuh. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit, dan nyeri kronis. Intervensi dilakukan melalui pemantauan gula darah, edukasi kesehatan, pengaturan pola makan, perawatan luka, dan penerapan pelayanan prima. Evaluasi menunjukkan perbaikan kondisi pasien ditandai menurunnya keluhan, meningkatnya pengetahuan pasien, dan membaiknya kondisi luka kaki. Kesimpulan asuhan keperawatan gerontik berbasis Service Excellent mampu membantu meningkatkan kualitas hidup lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II.
Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa yang Service Excellent Pada Tn. M dengan Halusinasi Pendengaran di Ruangan Sorik Merapi 6 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Roy Miracle Sidauruk; Adelina Sembiring; Lisdayanti Simanjuntak; Indra Agussamad; Novrianti Sidabutar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61745

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gangguan persepsi sensori yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa, terutama skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan munculnya persepsi suara tanpa adanya rangsangan nyata yang dapat memengaruhi kemampuan individu dalam berinteraksi sosial, menjalankan aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan manajemen asuhan keperawatan jiwa dengan pendekatan service excellent pada Tn. M yang mengalami halusinasi pendengaran di Ruangan Sorik Merapi 6 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Tn. M mengalami halusinasi pendengaran yang ditandai dengan mendengar suara memanggil nama serta menyuruh melakukan tindakan tertentu, perilaku berbicara sendiri, menarik diri, dan kontak mata kurang. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu halusinasi pendengaran dan isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi karakteristik halusinasi, mengajarkan teknik menghardik, bercakap-cakap, aktivitas terjadwal, serta kepatuhan minum obat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kemampuan mengontrol halusinasi, meningkatnya interaksi sosial, dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penerapan asuhan keperawatan jiwa dengan service excellent terbukti membantu meningkatkan kondisi pasien secara bertahap.
Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah yang Service Excellent Pada Tn. F dengan Tuberkulosis Paru di Ruangan Arrijal RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Frengki Anugerah Eli Gulo; Nunung Febriany Sitepu; Sri Murtini; Petra Diansari Zega; Sahnijar Sahnijar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61747

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan global. Berdasarkan data WHO tahun 2024 terdapat sekitar 10,7 juta kasus tuberkulosis dan 1,23 juta kematian di seluruh dunia, dengan Indonesia menempati urutan kedua sebesar 10% (1.090.000 kasus). Provinsi Sumatera Utara menduduki posisi ketiga di Indonesia dengan 74.434 kasus, dan di RSU Haji Medan selama 2022–2025 tercatat 1.249 penderita. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah yang service excellent pada Tn. F dengan tuberkulosis paru di Ruangan Arrijal RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Tn. F, laki-laki berusia 23 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan keluhan batuk berdahak bercampur darah, sesak, nyeri saat bernapas, penurunan nafsu makan, dan berat badan menurun dari 60 kg menjadi 54 kg (IMT 15,5 kg/m²). Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan defisit nutrisi. Implementasi dilaksanakan selama 3x24 jam pada 12–14 Maret 2026. Evaluasi menunjukkan seluruh masalah keperawatan belum teratasi sepenuhnya sehingga intervensi dilanjutkan oleh perawat ruangan. Disimpulkan penerapan asuhan keperawatan yang service excellent membantu memperbaiki kondisi klinis pasien tuberkulosis paru melalui pelayanan yang menyeluruh, terarah, dan berfokus pada kebutuhan pasien.
The Relationship between Burnout and Compliance with Occupational Safety Implementation in Nurses Cicci Chairunisa Mas'um; Rismanudin Rismanudin; Nadia Muthia Hanifah Amrin; Muhammad Fathur Rahman Mt Hardjo; Sahari Bulan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61792

Abstract

Burnout among nurses is a significant occupational issue that may negatively affect the quality of healthcare services, including compliance with occupational safety implementation. Poor adherence to occupational safety practices increases the risk of workplace accidents, injuries, and healthcare-associated infections within hospital settings. This study aimed to examine the relationship between burnout and compliance with occupational safety implementation among nurses. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 150 nurses selected through proportionate random sampling. Burnout was assessed using the Maslach Burnout Inventory (MBI), while occupational safety compliance was measured using a validated occupational safety compliance questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of 0.05. The findings revealed that most respondents experienced moderate burnout (58.7%) and demonstrated good occupational safety compliance (64.0%). A significant negative relationship was found between burnout and compliance with occupational safety implementation (p = 0.002; r = -0.387), indicating that higher burnout levels were associated with lower compliance with occupational safety practices. The study concludes that organizational support and effective workload management are essential strategies to reduce burnout and improve nurses' compliance with occupational safety implementation.
Manajemen Asuhan Keperawatan Keluarga yang Service Excellent Pada Ny. T dengan Gout Arthritis di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Iin Nina Hastuti Padang; Tahan Tahan; Siti Nurmawan Sinaga; Erika Erika; Misno Misno
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61803

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) saat ini mendominasi angka mortalitas dan morbiditas secara global, dan salah satu jenis PTM yang prevalensinya terus meningkat adalah Gout Arthritis (asam urat). Penyakit ini disebabkan oleh akumulasi kadar asam urat berlebih (hiperurisemia) yang membentuk kristal di area persendian sehingga memicu peradangan dan nyeri intens. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai pola makan rendah purin dan manajemen perawatan menjadi pemicu kekambuhan. Tujuan merencanakan dan menerapkan Manajemen Asuhan Keperawatan Keluarga yang Service Excellent pada Ny. T dengan Gout Arthritis di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif; pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan telaah dokumen. Subjek penelitian adalah Ny. T berusia 66 tahun dengan Gout Arthritis. Penelitian dilaksanakan pada 13–22 Februari 2026. Hasil ditemukan dua diagnosis keperawatan prioritas, yaitu nyeri kronis (D.0078) berhubungan dengan kondisi muskuloskeletal kronis, dan defisit pengetahuan (D.0111) berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Kadar asam urat awal 10 mg/dL dengan skala nyeri 8. Setelah dilakukan implementasi lima Tugas Kesehatan Keluarga (edukasi, dukungan koping, kompres dingin, modifikasi lingkungan, dan pemanfaatan fasilitas kesehatan), keluhan nyeri berkurang dan pemahaman keluarga meningkat. Kesimpulan penerapan manajemen asuhan keperawatan keluarga berbasis service excellent dan budaya PACER terbukti efektif meningkatkan kemandirian keluarga dan menurunkan tingkat keparahan gejala Gout Arthritis pada Ny. T.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik yang Service Excellent Pada Tn. S dengan Tuberkulosis Paru di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Tahun 2026 Kevin Batubara; Petra Diansari Zega; Eko Murdianto; Sri Murtini; Yanty Frasasty Saragih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61805

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya pada kelompok lanjut usia. Lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami TB paru karena terjadi penurunan fungsi organ tubuh dan sistem kekebalan tubuh akibat proses penuaan. Data WHO tahun 2024 melaporkan sekitar 10,7 juta kasus TB dan 1,23 juta kematian di seluruh dunia, sedangkan di Sumatera Utara tercatat sekitar 74.434 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen asuhan keperawatan gerontik yang service excellent pada Tn. S dengan TB paru di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan Tn. S berusia 69 tahun dengan keluhan utama sesak napas, batuk berdahak sulit dikeluarkan, penurunan nafsu makan, dan penurunan berat badan. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, defisit pengetahuan, dan defisit nutrisi. Implementasi dilakukan selama tiga hari menunjukkan perbaikan kondisi pasien. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan gerontik yang service excellent dapat meningkatkan kondisi kesehatan dan kenyamanan lansia dengan TB paru.
Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa yang Service Excellent Pada Nn. N dengan Isolasi Sosial di Ruangan Gunung Sitoli UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Ines Natasya Situmorang; Indra Agussamad; Herna Rinayanti Manurung; Rolasnih Lilista Simbolon; Tri Suhesti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61839

Abstract

Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan jiwa yang sering dialami pasien dengan skizofrenia dan ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi, serta kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam berfungsi secara sosial dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen asuhan keperawatan jiwa yang service excellent pada Nn. N dengan masalah isolasi sosial di Ruangan Gunung Sitoli UPTD Khusus RS Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi rekam medis. Subjek penelitian adalah satu orang pasien perempuan berusia 62 tahun dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid yang mengalami isolasi sosial. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu isolasi sosial berhubungan dengan harga diri rendah, harga diri rendah, dan defisit perawatan diri. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan strategi pelaksanaan (SP) secara bertahap yang meliputi membina hubungan saling percaya, melatih kemampuan berinteraksi, meningkatkan harga diri, serta meningkatkan kemampuan perawatan diri pasien. Implementasi dilakukan selama empat hari dengan evaluasi perkembangan pasien setiap hari. Kesimpulan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pasien dalam berinteraksi, mulai melakukan kontak mata, mampu berkenalan dengan orang lain, mengikuti kegiatan sederhana, serta menunjukkan peningkatan kebersihan diri dan rasa percaya diri. Penerapan asuhan keperawatan jiwa yang service excellent terbukti membantu meningkatkan kemampuan sosial pasien dan mendukung proses pemulihan secara bertahap.
Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa dengan Pendekatan Service Excellent Pada Pasien Harga Diri Rendah di UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan: Studi Kasus Bagenni Simaremare; Rolasnih Lilista Simbolon; Sri Mulati Nendah Agreta; Petra Diansari Zega; Lenny Marpaung
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61840

Abstract

Harga diri rendah merupakan gangguan konsep diri yang ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri sendiri, perasaan tidak berharga, kurang percaya diri, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Kondisi ini sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa dan berdampak terhadap kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan asuhan keperawatan jiwa yang sistematis dan berorientasi pada service excellent. Tujuan penelitian ini bertujuan menerapkan manajemen asuhan keperawatan jiwa dengan pendekatan service excellent pada pasien dengan harga diri rendah di Ruang Mawar 2 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan Tahun 2026. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien (Nn. E) berusia 49 tahun yang mengalami harga diri rendah akibat riwayat putus obat. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui lima tahap proses keperawatan, yaitu pengkajian, penetapan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi rekam medis, dan pemeriksaan fisik selama empat hari (11–14 Maret 2026). Hasil pengkajian menunjukkan diagnosis utama harga diri rendah dengan diagnosis pendukung isolasi sosial. Intervensi dilakukan melalui Strategi Pelaksanaan (SP 1–SP 4) yang meliputi membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi kemampuan positif pasien, melatih aktivitas harian secara bertahap, serta meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial. Setelah implementasi, pasien menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, dan interaksi sosial, meskipun masalah keperawatan belum sepenuhnya teratasi sehingga memerlukan tindak lanjut oleh perawat ruangan. Kesimpulan penerapan manajemen asuhan keperawatan jiwa secara sistematis dengan pendekatan service excellent efektif meningkatkan kemampuan adaptasi, rasa percaya diri, dan interaksi sosial pasien dengan harga diri rendah serta mendukung proses pemulihan secara bertahap.
Manajemen Asuhan Keperawatan Keluarga Service Excellent Pada Ny. U dengan Diabetes Melitus Tipe Ii di Desa Bangun Rejo Tahun 2026 Kelsi Wati Pakpahan; Tahan Tahan; Siti Nurmawan Sinaga; Erika Erika; Misno Misno
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61858

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe II merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak dikelola secara adekuat. Peran keluarga sebagai unit pelayanan primer menjadi kunci keberhasilan pengelolaan penyakit ini, sehingga pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang berorientasi pada service excellent sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan menerapkan manajemen asuhan keperawatan keluarga yang service excellent pada Ny. U dengan Diabetes Melitus Tipe II di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah selama 13–23 Februari 2026. Hasil pengkajian menunjukkan Ny. U berusia 54 tahun mengeluhkan polidipsia, polifagia, poliuria terutama pada malam hari, kelelahan, dan kesemutan pada kedua kaki dengan kadar glukosa darah puasa 331 mg/dL. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi ketidakstabilan kadar glukosa darah, defisit pengetahuan, dan manajemen kesehatan tidak efektif. Intervensi disusun berdasarkan SIKI dengan pendekatan lima tugas kesehatan keluarga meliputi edukasi kesehatan, pengaturan diet, aktivitas fisik, senam kaki diabetes, pemantauan glukosa darah, dan kepatuhan pengobatan. Evaluasi menunjukkan diagnosis defisit pengetahuan dan manajemen kesehatan tidak efektif teratasi, sedangkan ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi sebagian. Penerapan asuhan keperawatan keluarga berbasis service excellent terbukti meningkatkan pengetahuan, keterlibatan, dan kemandirian keluarga dalam pengelolaan Diabetes Melitus Tipe II.