cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 3,582 Documents
Konsep Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Pendidikan Islam Asbullah Asbullah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.3435

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar bertujuan menciptakan pembelajaran yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era globalisasi. Dalam pendidikan Islam, kurikulum ini berpotensi tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk akhlak berdasarkan nilai-nilai Islam. Namun, penerapannya menghadapi tantangan, seperti keterbatasan kompetensi pendidik dan fasilitas teknologi yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi implementasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan Islam dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis melalui studi pustaka. Analisis difokuskan pada keselarasan fleksibilitas kurikulum dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis untuk menganalisis penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian didapatkan bahwa integrasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan Islam mampu menciptakan pengalaman belajar yang holistik dan kontekstual dengan memberi fleksibilitas kepada siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat serta mendorong kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang relevan, sesuai dengan prinsip pendidikan Islam yang mengembangkan potensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara menyeluruh. Namun, penerapannya menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman guru, keterbatasan fasilitas, dan resistensi masyarakat terhadap perubahan kurikulum. Kesimpulannya yakni, keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan Islam sangat bergantung pada kesiapan pendidik, ketersediaan sumber daya yang memadai, serta penerimaan dari masyarakat dan orang tua. Diperlukan pelatihan intensif bagi guru dan sosialisasi yang efektif untuk mengatasi kendala tersebut.
Efektivitas Metode Langsung dalam Pembelajaran Bahasa Arab (Kajian Literatur) Muhamad Ribatul Hail; Ratna Komalasari; Muhsinin Muhsinin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.3629

Abstract

Pembelajaran Bahasa Arab sering kali dihadapkan pada tantangan dalam membangun kemampuan komunikasi aktif siswa secara kontekstual. Metode langsung (direct method) hadir sebagai salah satu solusi yang menekankan penggunaan bahasa target secara penuh tanpa perantara bahasa ibu untuk menciptakan lingkungan belajar yang alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan metode langsung dalam pembelajaran Bahasa Arab, khususnya dalam meningkatkan keterampilan mendengar (istimā‘) dan berbicara (kalām). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur (literature review), di mana data dikumpulkan melalui analisis deskriptif terhadap berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan implementasi metode langsung. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode langsung efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa, kemampuan merespons secara lisan, serta keberanian berbicara. Namun, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru dan lingkungan belajar, serta memiliki keterbatasan dalam menjelaskan konsep gramatikal (qawā‘id) yang kompleks pada kelas besar. Secara keseluruhan, metode langsung sangat efektif sebagai pendekatan penguatan keterampilan lisan dalam pembelajaran Bahasa Arab, dengan catatan penerapannya harus fleksibel dan dikombinasikan dengan metode lain untuk melengkapi keterbatasan yang ada.
Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab di Perguruan Tinggi Islam: Pendekatan dan Tantangan Ratna Komalasari; Muhamad Ribatul Hail; Muhsinin Muhsinin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.3630

Abstract

Kurikulum Bahasa Arab di Perguruan Tinggi Islam perlu terus bertransformasi agar mampu mencetak lulusan yang kompetitif dan responsif terhadap perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kurikulum bahasa Arab di perguruan tinggi Islam dengan fokus pada pendekatan yang digunakan, tantangan yang dihadapi, serta solusi strategis yang dapat diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dengan melakukan analisis deskriptif terhadap berbagai literatur, dokumen kurikulum, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kompetensi, konstruktivisme, dan saintifik menjadi pilar efektif dalam merancang kurikulum yang relevan. Meskipun demikian, pengembangannya masih menghadapi tantangan nyata seperti kesenjangan kompetensi kelulusan dengan kebutuhan kerja, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta adanya resistensi dosen terhadap perubahan paradigma pengajaran. Sebagai kesimpulan, rekonstruksi kurikulum Bahasa Arab yang sukses memerlukan integrasi pendekatan pedagogis modern berbasis teknologi, evaluasi kurikulum berkala melalui analisis kebutuhan yang mendalam, serta penguatan program pengembangan profesional bagi para dosen secara kolaboratif.
Pengaruh Media Video Animasi Berbasis Powtoon Terhadap Hasil Belajar IPAS Pada Materi Membangun Masyarakat Yang Beradab Siswa Kelas IV SD Sri Rahmawati; Muhsana El Cintami Lanos; Ida Suryani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.3754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Video Animasi Berbasis Powtoon Terhadap Hasil Belajar IPAS Pada Materi Membangun Masyarakat Yang Beradab Siswa Kelas IV SD. Rumusan masalah dalam  penelitian ini adalah apakah ada pengaruh media video animasi berbasis powtoon terhadap hasil belajar IPAS pada materi membangun masyarakat yang beradab siswa kelas IV SD?. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif jenis eksperimen dengan desain quasi eksperimen dengan bentuk nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 42 siswa yang dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media video animasi berbasis Powtoon dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes berupa soal pilihan ganda sebanyak 15 butir yang telah divalidasi.Tes ini digunakan sebagai instrumen pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Pretest diberikan kepada kedua kelompok untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum perlakuan. Setelah proses pembelajaran, posttest diberikan untuk mengukur perubahan hasil belajar setelah penggunaan media pembelajaran yang berbeda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai posttest siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video animasi berbasis Powtoon berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Media ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan memudahkan pemahaman materi oleh siswa.
Urgensi Belajar Dalam Perspektif Al Qur-An Surat Al Alaq Ayat 1-5 Menurut Tafsir Al Misbah dan Tafsir Ibnu Katsir Abdul Kadir Jaelani; Fatma Muji Safitri; Muhammad Fahrurrozi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4220

Abstract

Belajar merupakan pilar utama dalam Islam yang pertama kali ditegaskan melalui wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap urgensi perintah belajar dalam ajaran Islam serta menganalisis bagaimana Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Ibnu Katsir memberikan pemahaman mendalam tentang makna ayat-ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap kedua kitab tafsir sebagai sumber primer, serta literatur pendukung sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Misbah menekankan aktivitas membaca (iqra') tidak hanya untuk memperoleh pengetahuan objektif, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan niat yang ikhlas. Sementara itu, Tafsir Ibnu Katsir menyoroti bahwa ilmu merupakan anugerah Allah yang disampaikan kepada manusia melalui media pena (qalam), yang mendokumentasikan serta menyebarkan pengetahuan secara lintas generasi. Kesimpulannya, Surah Al-Alaq menegaskan bahwa belajar bukan sekadar aktivitas intelektual duniawi, melainkan sebuah bentuk ibadah dan wujud pengabdian kepada Allah SWT yang secara integral mampu membentuk akhlak mulia sekaligus meningkatkan kualitas spiritual dan kehidupan umat manusia.
Peran Guru dalam Membangun Interaksi Religius Siswa melalui Model Cooperative Learning pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Zakia Indana Zulfa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4255

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius dan akhlak siswa melalui proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan interaksi sosial dan nilai keagamaan. Dalam praktiknya, pembelajaran PAI di sekolah masih sering berlangsung secara satu arah sehingga keterlibatan aktif siswa dalam membangun interaksi religius belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membangun interaksi religius siswa melalui penerapan model Cooperative Learning pada pembelajaran PAI di tingkat SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, motivator, pembimbing spiritual, dan teladan moral dalam mengarahkan aktivitas belajar kelompok. Penerapan model Cooperative Learning mampu menciptakan interaksi religius antarsiswa melalui kerja sama, sikap saling menghargai, pembiasaan salam, kejujuran, tanggung jawab, serta penguatan nilai-nilai Islami dalam setiap tahapan pembelajaran. Selain itu, integrasi nilai religius dalam kegiatan diskusi dan refleksi pembelajaran memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran religius siswa baik secara verbal maupun nonverbal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru dalam penerapan Cooperative Learning berkontribusi penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang religius, kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami siswa.
Tujuan Pendidikan Islam Dalam Qs. Al-Baqarah Ayat 30 dan Qs. Al-Zariyat Ayat 56 Ulan Susilawati; Muh. Hirkan; Muhammad Fahrurrozi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4341

Abstract

Al-Qur'an merupakan sumber utama dalam konsep Pendidikan Islam yang mengatur tujuan, nilai, dan arah pembentukan manusia. Salah satu ayat yang menjadi landasan filosofis pendidikan Islam adalah QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yang menegaskan tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah SWT. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan makna ibadah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 serta mengaitkannya dengan tujuan dasar pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap ayat Al-Qur’an, tafsir klasik dan kontemporer, serta berbagai literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ibadah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 memiliki makna yang luas dan menyeluruh, mencakup hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan. Pendidikan Islam tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran ketuhanan, akhlak mulia, dan pengamalan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa QS. Adz-Dzariyat ayat 56 memberikan dasar filosofis bahwa tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia yang memiliki karakter ibadiyah, memahami fungsi penciptaannya, serta mampu mengintegrasikan nilai moral, spiritual, dan sosial dalam kehidupannya.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Video Animasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Pembelajaran PAI Kelas V di SDN Cikampek Barat III: Pendidikan Alifia Najmi Hasna; Siti Masruroh; Agus Fudholi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4784

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of utilizing animated video as a learning medium in improving fifth-grade students’ understanding of Islamic Religious Education (PAI), particularly on fiqh material, at SDN Cikampek Barat III. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a One Group Pretest-Posttest design. The subjects of this study consisted of 31 students. Data were collected through pretest and posttest instruments, questionnaires, and observation, sheets. Prior to implementation, the test items were analyzed for validity to ensure the quality of the instrument. Data analysis was conducted using descriptive statistical techniques to compare students’ learning outcomes before and after the treatment. The findings indicate that students’ initial understanding was relatively low and had not reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). After the implementation of animated video media in the learning process, the average posttest score increased significantly, accompained by a more homogeneous distribution of scores among students. The use of audiovisual elements such as moving images, narration, and illustrations contributed to a more engaging and meaningful learning experience. Therefore, animated video media can be considered an effective and innovative alternative to enhance students’ understanding in Islamic Religious Education at the elementary school level.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Menggunakan Media Kartu Huruf Pada Anak Kelompok A di TK Islam Hidayatuttauhid Tahun 2025 Zia Muazzatun Nisa; MA Muazar Habibi; Fahruddin Fahruddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.4792

Abstract

Anak  usia  dini  merupakan  sosok  individu  yang  sedang  menjalani  suatu  proses  perkembangan  dengan  pesat  dan  fundamental  bagi  kehidupan  selanjutnya. untuk  meningkatkan kemampuan mengenal huruf menggunakan media kartu huruf pada anak kelompok  A di TK Islam Hidayatuttauhid Dusun Esot Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, pada setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Dalam setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 orang anak kelompok A TK Islam Hidayatuttauhid, yang terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 6 orang anak perempuan. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok A dapat meningkat setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan media kartu huruf.  Hasil kemampuan mengenal huruf pada pra-siklus sebesar 36,90% dalam kategori belum berkembang. Pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 50% dengan kategori mulai berkembang. Selanjutnya pada siklus II terjadi peningkatan mencpai 81,98% dengan kategori berkembang sesuai harapan dan penelitian ini dapat dikatakan berhasil karena telah mencapai indikatro keberhasilan yakni 80%. Maka, dapat disimpulkan bahwa menggunakan media kartu huruf  dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal simbol-simbol huruf pada anak  di TK Islam Hidayatutauhid Dusun Esot, Desa Labuhan Haji.
Validation of Instrument to Measure Pre-Service Science Teachers Digital Skills: Rasch Model Indra Maulana; Evi Syarah; Elsima Nainggolan; Hilman Qudratuddarsi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4794

Abstract

This study aimed to validate an instrument for measuring digital skills among pre-service science teachers using the Rasch model framework. A total of 349 Generation Z participants were surveyed from three year levels. Data were collected through Google Forms and analyzed using Winsteps 3.7.3. The Rasch model provided insights into item reliability, person reliability, separation indices, unidimensionality, item fit statistics, and differential item functioning (DIF). Results demonstrated strong psychometric robustness, with person reliability of 0.95, item reliability of 0.98, and Cronbach’s alpha of 0.97. Wright Map analysis indicated appropriate alignment between item difficulty and respondents’ abilities. Item fit statistics fell within the acceptable range, supporting internal validity. Unidimensionality analysis confirmed that the instrument measured a single construct, while DIF analysis showed no significant bias across gender or year of study. Overall, the instrument proved reliable, valid, and equitable in assessing digital skills among science pre-service teachers, offering a valuable tool for teacher education and digital competence assessment.