cover
Contact Name
Prima Ratna Sari
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6281323179779
Journal Mail Official
abdimasgaluh@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh Jl. Arya Janggala No. 11 Ciamis 46274 Telepon: (0265) 775295, Fax: (0265) 776787
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 27160211     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/ag.v7i1.18089
Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang memuat artikel pengabdian kepada masyarakat dari seluruh bidang ilmu. Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat memuat artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari para dosen maupun pengabdi lainnya dari berbagai institusi yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 1,220 Documents
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Merancang Media Pembelajaran Berbasis VR(Virtual Reality)-BIM(Building Information Modeling) untuk Mendukung Pembelajaran Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK Negeri 1 Mojokerto Diah Sarasanty; Soffa Zahara; Ade Fitriyanti Ulul Azmi
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26410

Abstract

Perkembangan teknologi Building Information Modeling (BIM) dan Virtual Reality (VR) dalam dunia industri konstruksi menuntut adanya transformasi pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). Keterbatasan pemahaman spasial siswa serta kurangnya keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi VR menjadi salah satu kendala utama. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta staf pengajar SMKN 1 Mojokerto dalam merancang media pembelajaran interaktif berbasis VR-BIM. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan, persiapan perangkat, pelatihan dengan metode ceramah dan praktikum, serta evaluasi. Pelatihan diikuti oleh 10 guru dan staf pengajar dengan materi pemodelan 3D menggunakan Google SketchUp, pengoperasian Unity Engine, hingga uji coba aplikasi pada headset VR. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, di mana nilai rata-rata pretest sebesar 74,5 meningkat sebesar 22,0 poin menjadi 96,5 pada posttest. Melalui kegiatan ini, peserta berhasil menyusun dan menguji coba media pembelajaran VR-BIM mandiri yang siap diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran DPIB.
Eksperimen Kimia Kontekstual Berbasis Potensi Lokal melalui Pemanfaatan Pigmen Kunyit dan Bahan-Bahan Rumah Tangga Sederhana Maria Aloisia Uron Leba; Erly Grizca Boelan; Maria Benedikta Tukan; Faderina Komisia
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25930

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan eksperimen kimia bagi siswa di SMAN Harakakae, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Sekolah ini memiliki keterbatasan akses laboratorium dan bahan kimia sehingga pembelajaran kimia jarang disertai eksperimen. Dalam kegiatan ini diberikan eksperimen berbasis bahan sederhana dan pigmen kunyit untuk membuktikan dan memahami konsep reaksi kimia dan sifat asam–basa.  Adapun metode kegiatan berupa ceramah, tanya jawab, dan pendampingan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi selama kegiatan berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kelompok berhasil mengidentifikasi empat ciri reaksi kimia, yaitu perubahan suhu, perubahan warna, pembentukan endapan, dan pembentukan gas, serta mampu membedakan sifat larutan asam dan basa menggunakan indikator kertas kunyit. Pemanfaatan bahan sederhana dan sumber daya lokal menjadikan pembelajaran lebih kontekstual, membantu siswa menghubungkan konsep kimia dengan fenomena sehari-hari serta mendukung pengembangan aspek kognitif, keterampilan proses sains, dan keterampilan dasar laboratorium. Dengan demikian, praktikum kimia berbasis bahan sederhana dan potensi lokal dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif bagi sekolah dengan keterbatasan fasilitas laboratorium.
Pemberdayaan Perempuan Warga Binaan melalui Pendampingan Teknik Sashiko untuk Pengembangan Produk Hijab Kreatif Dewi Isma Aryani; Ucik Ana Fardila; Ida Ida; Miki Tjandra; Isabella Isthipraya Andreas; Dian Pratiwi Pribadi; Indra Janty Tan; Saskia Putri Agustine
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26686

Abstract

Pemberdayaan perempuan warga binaan perlu diarahkan tidak hanya pada pembinaan selama berada di lembaga pemasyarakatan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan yang dapat menjadi modal produktif setelah masa pembinaan berakhir. Salah satu keterampilan yang berpotensi dikembangkan adalah teknik sashiko yang dapat diaplikasikan pada produk tekstil dan dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan warga binaan melalui pendampingan teknik sashiko untuk pengembangan produk hijab kreatif serta mengidentifikasi potensi keberlanjutan keterampilan tersebut. Kegiatan dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Kediri, Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, dan Lapas Kelas IIA Tulungagung dengan melibatkan 92 perempuan warga binaan. Metode kegiatan meliputi persiapan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik teknik sashiko, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test, sedangkan respons peserta dievaluasi melalui kuesioner kepuasan dan persepsi keberlanjutan usaha. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta belum mengetahui maupun pernah mempraktikkan teknik sashiko sebelum kegiatan. Sebanyak 30 peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan, 62 peserta memiliki skor yang sama, dan tidak terdapat peserta yang mengalami penurunan skor. Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan (Z = −4,949; p < 0,001). Evaluasi kepuasan menunjukkan 17,4% peserta sangat puas dan 82,6% puas. Seluruh peserta juga menilai keterampilan yang diperoleh dapat dilanjutkan untuk pengembangan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan teknik sashiko berpotensi menjadi salah satu bentuk pemberdayaan keterampilan kreatif bagi perempuan warga binaan yang dapat dikembangkan melalui pelatihan lanjutan, penguatan kualitas produk, kewirausahaan, dan pemasaran.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencatatan dan Pelaporan Korban Bencana Gugun Priyadi; Ulfah Fauziyah; Arief Tarmansyah; Ida Wahyuni
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26283

Abstract

Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor dan banjir, namun kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat belum memiliki kapasitas yang memadai dalam pencatatan dan pelaporan korban bencana. Kondisi ini diperparah oleh ketiadaan prosedur operasional standar (SOP), formulir baku, serta minimalnya pelatihan yang pernah diterima. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi kader Posyandu dalam pencatatan dan pelaporan korban bencana melalui pendekatan pemberdayaan berbasis partisipasi masyarakat aktif. Kegiatan yang dilaksanakan terhadap 30 kader dari 15 Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Cimanggung dan Puskesmas Sawah Dadap, meliputi tahap empat: persiapan dan penyusunan instrumen, pelatihan interaktif berbasis andragogi, pendampingan lapangan melalui simulasi skenario bencana, serta monitoring dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test 44,5% meningkat menjadi 93,5% pada post-test, atau setara dengan peningkatan sebesar 110%. Peningkatan paling menonjol terjadi pada materi prosedur tanggap gempa bumi (10% menjadi 90%) dan tujuan formulir pelaporan korban bencana (35% menjadi 100%). Kegiatan ini juga menghasilkan modul pelatihan, SOP, dan pencatatan korban bencana yang siap digunakan secara berkelanjutan. Pemberdayaan kader Posyandu melalui pelatihan terstruktur dan pendampingan terbukti efektif meningkatkan kapasitas komunitas dalam mendukung sistem informasi kebencanaan berbasis masyarakat dan dapat direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya.
Optimalisasi Kalkulator Deteksi Stunting (Kalkulating) dalam Program TANGKAS untuk Meningkatkan Kapasitas Orang Tua Balita dan Kader dalam Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Ratna Suminar; Daniel Akbar Wibowo; Yoga Ginanjar; Kartikasari Kartikasari
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25824

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak serta memerlukan upaya pencegahan sejak dini melalui peningkatan kapasitas keluarga dan kader dalam stimulasi tumbuh kembang anak. Keterbatasan pengetahuan orang tua mengenai pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi salah satu faktor yang menghambat deteksi dini stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua balita serta kader melalui optimalisasi pemanfaatan Kalkulator Deteksi Stunting (Kalkulating) dalam Program TANGKAS (Tanggap Keluarga Atasi Stunting) di Desa Cidolog, Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi penggunaan aplikasi, pendampingan praktik, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pretest dan posttest terhadap 18 orang tua balita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi. Sebelum intervensi, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (72,2%) dan kurang (27,8%), sedangkan setelah kegiatan mayoritas peserta berada pada kategori baik (72,2%), diikuti kategori cukup (16,7%) dan kurang (11,1%). Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa, Puskesmas, Tenaga Kesehatan, Dosen, dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh sehingga pelaksanaan berjalan dengan baik. Optimalisasi Kalkulating terbukti menjadi media edukasi yang efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk melakukan stimulasi tumbuh kembang dan deteksi dini stunting secara mandiri. Keberlanjutan program melalui kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat. 
Pemberdayaan Masyarakat Lokal Melalui Program Edukasi Sejarah di Museum Linggarjati Kabupaten Kuningan Muhammad Subhan; Hermansyah Hermansyah; Arik Darojat; Ungkeu Martin
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.24033

Abstract

Museum memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi publik dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya. Namun demikian, rendahnya literasi sejarah masyarakat serta belum optimalnya pemanfaatan museum sebagai media pembelajaran menyebabkan potensi edukatif museum belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sejarah Perjanjian Linggarjati serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian situs sejarah melalui program edukasi sejarah yang dilaksanakan di Museum Linggarjati, Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukasi partisipatif melalui penyuluhan sejarah, diskusi interaktif, literasi sejarah, serta kunjungan edukatif ke museum. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pretest dan posttest terhadap 21 peserta untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 56,40 meningkat menjadi 82,30 pada posttest. Hasil analisis N-Gain sebesar 0,59 termasuk kategori sedang, sehingga program edukasi sejarah dinilai cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong partisipasi dalam pelestarian warisan budaya lokal.
Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Integrasi Inovasi Greenhouse Sederhana Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Pengembangan Olahan Pangan Berbasis Branding Daerah oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Rian Kurnia; Dedi Herdiansah Sujaya; Toto Toto
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26622

Abstract

Ketahanan pangan keluarga di wilayah perdesaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan pangan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengolah dan meningkatkan nilai tambah produk pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui integrasi inovasi greenhouse sederhana pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar II dan pengembangan olahan pangan berbasis branding daerah pada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif berbasis teknologi tepat guna melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan. Pada KWT Mawar II, intervensi difokuskan pada penerapan greenhouse sederhana, penguatan teknik budidaya, pengelolaan produksi, dan manajemen usaha. Pada TP-PKK, intervensi meliputi penerapan kompor berbahan bakar minyak jelantah dan alat peniris minyak, standardisasi proses produksi, pengembangan kemasan, branding produk, serta pemasaran. Integrasi kedua mitra diarahkan untuk membangun keterkaitan hulu–hilir antara produksi pangan dan pengolahan produk pangan lokal. Program ini diharapkan meningkatkan stabilitas dan kontinuitas produksi sayuran, efisiensi dan mutu pengolahan pangan, nilai tambah produk, kapasitas usaha perempuan, serta peluang peningkatan pendapatan keluarga. Selain menghasilkan penerapan teknologi tepat guna, kegiatan juga diarahkan untuk membangun kemampuan mitra dalam mengelola dan mengembangkan teknologi serta usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Revitalisasi Fasilitas Keagamaan Berbasis Partisipasi Warga Sekolah sebagai Model Penguatan Karakter Religius Siswa SDN 1 Pahandut Seberang Kota Palangka Raya Marshanda Marshanda; Rusdeana Rusdeana; Firdaus Firdaus; Muhammad Fazry; Sistu Apriani; Sintia Noviyana; Putri Nur Aini; Distri Ulandari; Ananda Rico Martin; Iis Paridah; Ibnu Elmi Achmad Slamat Pelu
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.26120

Abstract

Revitalisasi fasilitas keagamaan di lingkungan sekolah merupakan salah satu upaya untuk menciptakan ruang ibadah yang nyaman sekaligus mendukung penguatan karakter religius peserta didik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan revitalisasi fasilitas keagamaan berbasis partisipasi warga sekolah di SDN 1 Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan peserta didik pada setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan revitalisasi, hingga evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara informal, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa revitalisasi berhasil meningkatkan kualitas fasilitas keagamaan melalui pembersihan ruang ibadah, pengikisan cat lama, pengecatan ulang dinding, pintu, dan jendela, penataan kembali ruang ibadah, serta penambahan media edukatif dan perlengkapan pendukung. Keterlibatan guru dan peserta didik dalam proses revitalisasi juga mampu menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap fasilitas sekolah. Program ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik ruang ibadah sehingga menjadi lebih bersih, nyaman, dan representatif, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif dalam memperkuat pembiasaan karakter religius peserta didik. Keberlanjutan program diharapkan dapat diwujudkan melalui pemeliharaan fasilitas secara berkala serta pelibatan aktif warga sekolah dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas keagamaan.
Edukasi Penerapan Fisika Dalam Berbagai Bidang Bagi Siswa SMA Kabupaten Jember Firdha Kusuma Ayu Anggraeni; Dyah Arum Arimurti; Tyas Nisa Fadilah
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25466

Abstract

Pengabdian tentang edukasi penerapan fisika dalam berbagai bidang bagi siswa SMA Negeri 1 Jember telah dilaksanakan dengan baik. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan contoh konkret dan pemahaman terkait penerapan fisika pada bidang kebumian dan medis dan memberikan wawasan mengenai peluang studi dan karier berbasis fisika di bidang kebumian dan medis. Jenis metode pengabdian yang dilakukan adalah Participatory Action Research (PAR) yang fokus pada mobilisasi ilmu pada masyarakat, yang dalam konteks ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Jember. Tim pengabdi memberikan contoh konkret penerapan fisika dalam berbagai bidang dengan harapan juga memberikan pemahaman mengenai penerapan fisika dan memberikan wawasan terkait peluang studi dan karier fisika khususnya di bidang kebumian dan medis. Terkait pemahaman dari siswa diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pemahaman yang diukur melalui instrumen tes (pretest-posttest). Test dilakukan dengan menggunakan media Kahoot!. Berdasarkan data pretest diperoleh data total jawaban salah sebesar 58,85% dan benar 41,15%. Rata-rata total skor siswa adalah 3499,02. Sementara pada data posttest diperoleh total jawaban salah mengalami penurunan menjadi 39,43% dan untuk total jawaban benarnya 60,57%, serta rata-rata total skor siswa mengalami peningkatan menjadi 5387,73. Berdasarkan hasil ini maka dapat dikategorikan kegiatan edukasi penerapan fisika pada berbagai bidang ini baik dalam pelaksanaannya dan siswa meningkat pemahaman atau wawasannya terkait penerapan fisika pada bidang fisika bumi dan medis. Pengabdian ini dapat direkomendasikan untuk dilaksanakan di sekolah lain dengan harapan memperluas dampak wawasan dan pemahaman terkait penerapan fisika pada berbagai bidang.
Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur Indarta Priyana; Antonius Bimo Luntungan; Fitria Angelia Ridwan; Veronica Rohali Sitorus
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.23832

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendorong percepatan upaya peningkatan kualitas SDM guru dan tenaga kependidikan di Indonesia Timur dalam memberikan layanan Pendidikan terbaik setara dengan tingkat layanan Pendidikan di pusat kota di Indonesia. Sebagian besar penduduk di wilayah Indonesia Timur memiliki pemahaman yang baik berkaitan dengan konsep pekerjaan yang dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pemahaman akan hal yang dikerjakan pada dasarnya memiliki tingkat yang setara dengan standar pekerjaan pada umumnya. Namun kendala banyak ditemukan pada aspek non-kognitif yang memiliki peran penting dalam menunjang fungsi utama SDM di satuan Pendidikan yang ada. Optimalisasi SDM pun diperlukan untuk mengasah dan menyempurnakan kemampuan para pendidik dan tenaga kependidikan untuk memberikan layanan Pendidikan terbaik khususnya di wilayah Indonesia Timur. UNIBI sebagai kampus bisnis dan informatika hadir di barisan terdepan untuk melakukan optimalisasi tersebut melalui penyelenggaraan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Guru dan Tenaga Kependidikan) Indonesia Timur di Atambua Kabupaten Belu NTT”. PKM ini akan membantu tenaga kerja khususnya guru dan tenaga kependidikan di wilayah kabupaten Belu mendapat literasi yang cukup dalam meningkatkan kualitas diri sehingga percepatan pertumbuhan Pendidikan di Indonesia Timur dapat terlaksana untuk mencapai Indonesia Emas 2045.Kata kunci: Peningkatan Kompetensi, Guru, Tenaga Kependidikan, Adult Learning System, Kabupaten Belu