cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 680 Documents
Pelatihan Teknik Budidaya Tanaman Obat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Masa Pandemi Covid 19 Muzna A.A Gafur; Ponisri Ponisri; Febrianti Rosalina
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4802

Abstract

Pelatihan Teknik budidaya tanaman obat kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat di masa pandemi ini.  Melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang jenis tanaman yang berkhasiat obat, mengetahui teknik budidaya yang mudah, penyiapan media tanam yang baik, dan pemeliharaan yang tepat. Metode pelatihan dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi/penyuluhan, diskusi kelompok, dan praktik teknik budidaya. Setelah pelatihan, dilanjutkan dengan pendampingan teknik budidaya kepada peserta.  Pelatihan ini bekerja sama dengan ibu-ibu anggota Aisiyah Kota Sorong sebagai mitra, dengan lokasi kepada tiga (3) kelompok anggota Aisiyah yang tersebar di Distrik Sorong Barat, Distrik Sorong Utara dan Distrik Sorong Timur, Kota Sorong.  Pelatihan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Sekolah Wirausaha Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sorong. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang jenis dan manfaat tanaman obat, Teknik budidaya tanaman obat dan keterampilan keterampilan masyarakat tentang tahapan budidaya tanaman obat secara mudah dan praktis mengalami peningkatan. Adapun persentase tingkat pengetahuan peserta rata-rata meningkat menjadi 71,85% dari total semua peserta dari 3 lokasi sebanyak 135 peserta. Berdasarkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan Budidaya Tanaman Obat yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat sangat termotivasi untuk membudidayakan tanaman obat di pekarangan sebagi upaya menyediakan alternatif obat untuk pencegahan penyakit ataupun pertolongan pertama manakala terserang penyakit tertentu. Training on medicinal plant cultivation techniques in the community is one form of community empowerment efforts during this pandemic. Through this training, it is hoped that the community will learn about types of plants with medicinal properties, know easy cultivation techniques, prepare good planting media, and proper maintenance. The training method is carried out by providing material/counselling, group discussions, and cultivation techniques. After the training, it was followed by mentoring cultivation techniques for the participants. This training collaborates with Aisiyah members, Sorong City as partners, with locations for three (3) groups of Aisiyah members spread across West Sorong District, North Sorong District, and East Sorong District Sorong City. This training is also a form of support for the Aisyiyah Regional Leadership School of Entrepreneurship program in Sorong City. The activity results show that public knowledge about the types and benefits of medicinal plants, medicinal plant cultivation techniques and community skills regarding the stages of cultivating medicinal plants easily and practically has increased. On average, the percentage of participants' knowledge level increased to 71.85% of all participants from 3 locations with as many as 135 participants. Based on the socialization and training on Medicinal Plant Cultivation that has been carried out, it can be concluded that the community is highly motivated to cultivate medicinal plants in their yards as an effort to provide alternative medicines for disease prevention or first aid when afflicted with certain diseases.
Optimalisasi Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sungai di Kelurahan Sungai Miai Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin Harpani Matnuh; Dian Agus Ruchliyadi; Dedy Ari Nugroho
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.3905

Abstract

Kota Banjarmasin yang dikenal juga dengan Kota Seribu Sungai, merupakan daerah dengan kondisi geografis dominasi kawasan sungai atau perairan. Kondisi ini merupakan sebuah peluang, sekaligus tantangan bagi masyarakat dan pemerintah dalam hal pengelolaan sungai. Berdasarkan hasil survey lapangan yang dilakukan terhadap keberadaan Sungai Miai di lingkungan RT 11 dan 12 dapat disimpulkan dalam kondisi yang tidak layak atau tidak dapat berfungsi dengan baik karena telah terjadi penyempitan, sedimentasi, dan terjadi pencemaran air yang disebabkan berdirinya bangunan liar di atas sungai, limbah rumah tangga dan jamban keluarga. Pengabdian yang dilakukan mengacu pada kegiatan penguatan partisipasi masyarakat dan pengetahuan mengenai peraturan daerah (Perda) tersebut, sehingga menggunakan pendekatan dialogis, partisipatif, dengan wujud kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah menggunakan pendekatan dialogis dengan bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2021, dengan jumlah partisipan 50 orang yang merupakan masyarakat di wilayah Sungai Miai, Banjarmasin. Hasil yang diperoleh adalah dipahaminya Perda No.15 tahun 2016 tentang Pengelolaan Sungai dan masyarakat memiliki pengetahuan mengenai partisipasi di kawasan sungai. Hasil lain yang disajikan adalah karakter kerja sama dan musyawarah yang dilakukan oleh masyarakat dalam pengelolaan sungai di Sungai Miai Banjarmasin.  Banjarmasin, also known as the City of a Thousand Rivers, is an area with geographical conditions dominated by rivers or waters. This condition is an opportunity and a challenge for the community and the government in terms of river management. Based on the results of a field survey conducted on the presence of the Miai River in RT 11 and 12, it can be concluded that it is in an improper condition or cannot function properly because there has been narrowing, sedimentation, and water pollution caused by the establishment of illegal buildings on the river, sewage household and family latrines. The service carried out refers to activities to strengthen community participation and knowledge of the regional regulation. It uses a dialogical, participatory approach in outreach activities to the community. The method used in this community service is to use a dialogical approach to socialization with the community. This service was carried out on August 7, 2021, with 50 participants who were residents of the Miai River area, Banjarmasin. The results obtained are the understanding of local regulation No. 15 of 2016 concerning River Management and the community knows participation in river areas. Another result presented is the community's character of cooperation and deliberation in river management in Sungai Miai Banjarmasin. 
Eksplorasi Etnomatematika dalam Pembelajaran Geometri untuk Meningkatkan Literasi Siswa Noor Fajriah; Yuni Suryaningsih; Kamaliyah Kamaliyah; Indah Budiarti; Rabiatul Adawiyah; Nasrullah Nasrullah; Zaida Amalia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4369

Abstract

Pembelajaran di sekolah diharapkan memunculkan siswa yang berkarakter serta mampu memelihara dan melestarikan budaya sebagai tumpuan karakter bangsa. Kenyataannya, berdasakan pendapat guru matematika diperoleh bahwa buku ajar yang ada kurang mendukung unsur budaya di lingkungan peserta didik. Selain itu, berdasarkan hasil PISA (Program for International Student Assessment) sejak tahun 2001, literasi siswa Indonesia selalu berada pada peringkat bawah dibandingkan dengan negara-negara yang menjadi peserta PISA. Berdasarkan permasalahan yang diuraikan di atas, maka diadakan pengabdian bentuk pelatihan eksplorasi etnomatematika dalam pembelajaran geometri kepada 41 guru matematika SMP Kabupaten Banjar dengan tujuan peserta mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau instrumen penilaian dengan mengeksplorasi unsur etnomatematika dalam pembelajaran geometri untuk meningkatkan literasi siswa. Metode pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan dua mode, yaitu sinkronus dan asinkronus. Sinkronus dilakukan untuk memberikan ide kepada guru untuk menyisipkan unsur budaya dalam pembelajarannya sedangkan asinkronus dilakukan untuk membimbing 11 kelompok peserta menyusun rencana pembelajaran yang menggunakan unsur budaya Banjar. Peserta sangat tertarik terhadap materi yang diberikan dan berusaha menyusun rencana pembelajaran yang menyisipkan budaya Banjar. Budaya yang digunakan peserta kebanyakan adalah aneka kue tradisional Banjar. Target pengabdian tercapai dimana lebih dari 50% kelompok mampu menyusun RPP berbasis etnomatematika terkait pembelajaran geometri, diantaranya yaitu menghubungkan kegiatan literasi siswa dan instrumen penilaian pengetahuan materi unsur-unsur lingkaran dengan kue khas Kalimantan Selatan. Peserta mengharapkan ada pelatihan lanjutan untuk lebih banyak lagi menyusun rencana pembelajaran dengan materi yang berbeda. Learning in schools is expected to bring out students who have character and can maintain and preserve culture as the foundation of the nation's character. Based on the opinion of the mathematics teacher, it was found that the existing textbooks did not support the cultural elements in the students' environment. In addition, based on the results of the PISA (Program for International Student Assessment) since 2001, the literacy of Indonesian students has always been in the lower rank compared to countries that have participated in PISA. Based on the problems described above, a form of ethnomathematical exploration training was held in geometry learning to 41 mathematics teachers at the Banjar Regency Junior High School with the aim that participants were able to develop a Learning Implementation Plan or assessment instrument by exploring ethnomathematical elements in geometry learning to improve student literacy. Implementing the training is carried out in two modes, namely synchronous and asynchronous. Synchronous was carried out to provide ideas for teachers to insert cultural elements into their learning. In contrast, asynchronous was carried out to guide 11 participants in preparing learning plans that use Banjar cultural elements. Participants are very interested in the material provided and trying to develop a lesson plan that incorporates Banjar culture. The culture used by the participants is mostly traditional Banjar cakes. The service target was achieved when more than 50% of the group could afford it—compiling ethnomathematics-based lesson plans related to geometry learning, including linking student literacy activities and assessment instruments for material knowledge of circle elements with typical cakes of South Kalimantan. Participants expected further training to develop more lesson plans with different materials. 
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci dari Minyak Jelantah di Kampung Lampion Malang Yuna Anisa Putri; Intan Rahmawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4769

Abstract

Kampung Lampion merupakan salah satu kampung wisata yang terletak di Kota Malang, Jawa Timur. Kampung tersebut belum memiliki pengolahan limbah minyak goreng yang memadai. Asesmen awal menunjukkan bahwa warga membuang limbah secara sembarangan tanpa diolah terlebih dahulu. Warga biasa membuang limbah di saluran air hingga dibuang langsung ke tanah. Perilaku ini sangat beresiko untuk memicu pencemaran lingkungan bahkan menimbulkan bencana. Tim pengabdian masyarakat memberikan pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan menghasilkan perubahan perilaku berupa perilaku pro lingkungan warga Kampung Lampion terkait pengolahan limbah jelantah. Pelatihan dihadiri oleh sembilan orang ibu-ibu PKK RW 01 Kampung Lampion. Pelatihan ini dilakukan pada 12 Juni 2021 pukul 08.00-11.00 WIB di balai RW 01 Kampung Lampion Malang dengan menerapkan protokol kesehatan. Rangkaian pelatihan diawali dengan pengisian lembar pre-test, ceramah interaktif oleh pemateri, demontrasi dan praktik pembuatan sabun, dan pengisian lembar post-test serta lembar evaluasi. Kegiatan ini menunjukkan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK RW 01 Kampung Lampion tentang jenis limbah, bahaya membuang minyak jelantah secara sembarangan, dan pemanfaatan minyak jelantah.Hal ini diketahui melalui hasil post-test dan ditemukan adanya perubahan perilaku ibu-ibu yang mengumpulkan minyak jelantah secara kolektif untuk disetorkan kepada pengepul sehingga minyak jelantah yang awalnya dibuang sembarangan dapat dikumpulkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Kampung Lampion is a tourist village located in Malang City, East Java. The village does not yet have adequate used cooking oil waste treatment. Initial assessments show that residents dispose of their waste carelessly without processing it first. Residents used to dump waste in waterways until it was dumped directly on the ground. This behaviour is very risky to trigger environmental pollution and even cause disaster. The community service team provides training that aims to understand and produce behavioural changes in the form of pro-environmental behaviour for the residents of Kampung Lampion regarding the processing of used cooking waste. The training was attended by nine women from PKK RW 01 Kampung Lampion Malang. This training was carried out on 12 June 2021 from 08.00-11.00 at the RW 01 Kampung Lampion hall by implementing health protocols. The training series begins with filling out pre-test sheets, interactive lectures by presenters, demonstrations and soap making practices, and filling out post-test sheets and evaluation sheets. This activity showed an increase in the knowledge of PKK RW 01 Kampung Lampion mothers about the types of waste, the dangers of disposing of used cooking oil carelessly, and the use of used cooking oil. Used cooking oil collectively to be deposited to collectors so that used cooking oil that was initially disposed of carelessly can be collected to reduce environmental pollution.
Pendampingan Penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kurikulum 2021 Bagi Guru Bahasa Indonesia di MTs Negeri Se-Kabupaten Cirebon Tato Nuryanto; Tati Sri Uswati; Indrya Mulyaningsih; Emah Khuzaemah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4736

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia di MTs se-Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini dilaksanakan pada 20 November 2021 dengan 30 peserta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pendampingan. Pada pertemuan awal, para guru diberi penjelasan dan tanya jawab terkait HOTS, TPACK, Pembelajaran Abad 21, dan Pelajar Pancasila. Setelah dirasa cukup, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yakni kelompok kelas 7, 8, dan 9. Masing-masing kelompok berjumlah 10 guru. Setiap kelompok menyusun RPP sesuai yang diampu. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa belum semua peserta mengetahui tentang HOTS, TPACK, Pembelajaran Abad 21, dan Pelajar Pancasila. Peserta tidak yakin sudah menggunaan teknologi informasi secara efektif dalam pembelajaran. Peserta belum maksimal dalam menyusun RPP. Hal ini terkait keterbatasan waktu. Bahkan sebagian besar peserta tidak membawa laptop sebagai sarana untuk menyusun RPP. Kegiatan ini dirasa belum maksimal. Oleh karena itu, para peserta meminta agar kegiatan seperti ini dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sesuai kesepakatan yang tertuang dalam Nota Kesepahaman antara Jurusan Tadris Bahasa Indonesia FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan MGMP Bahasa Indonesia MTs Kabupaten Cirebon. This community service aims to improve the competence of Indonesian language teachers in MTs throughout the Cirebon Regency. This activity was on 19 November 2021, with 30 participants. The method used is counseling and mentoring. At the initial meeting, the teachers were explained and asked questions related to HOTS, TPACK, 21st Century Learning, and Pancasila Students. After it was deemed sufficient, the participants were divided into the 7th, 8th, and 9th-grade groups. Each group consisted of 10 teachers. Each group prepares lesson plans according to what they are taught. The results of the mentoring show that not all participants know about HOTS, TPACK, 21st Century Learning, and Pancasila Students. Participants were not sure that they had used information technology effectively in learning. Participants have not been maximal in compiling the RPP. This is related to time constraints. Most of the participants did not bring a laptop to prepare lesson plans. This activity is not optimal. Therefore, the participants requested that actions like this be carried out regularly and continuously according to the agreement in the Memorandum of Understanding between Tadris Bahasa Indonesia Department FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon and the Indonesian Language MGMP MTs Cirebon Regency.
Pembinaan Nilai-Nilai Keislaman Bagi Masyarakat Muslim Minoritas di Desa Handiwung Kabupaten Katingan Hunainah Hunainah; Fathul Zannah; Ade Shalahudin Permadi; Asep Solikhin
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4365

Abstract

Desa Handiwung terletak di daerah pelosok yang baru berkembang dengan pengetahuan masyarakat yang minim tentang pelaksanaan ibadah yang sesuai dengan syariat agama Islam. Sesuai dengan observasi awal, permasalahan umum yang seringkali dihadapi oleh masyarakat muslim di Desa Handiwung diantaranya tidak terlalu lancar membaca Al-Qur’an, oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat muslim minoritas di Desa Handiwung sehingga dapat lebih memahami tata cara pelaksanaan ibadah menurut syariat agama Islam. Kegiatan pembinaan nilai-nilai Islam bagi masyarakat di Desa Handiwung dilaksanakan selama 4 bulan yaitu dari bulan Agustus hingga November 2021, dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil kegiatan yang dilaksanakan yaitu pemahaman peserta kegiatan mengalami peningkatan baik tentang membaca Al-Quran, thaharoh, dan pelaksanaan mengurus jenazah.  Handiwung Village is located in a remote area that is just developing with minimal public knowledge about implementing worship following Islamic law. Following initial observations, common problems that are often faced by the Muslim community in Handiwung Village include not being too fluent in reading the Qur'an. Therefore, this community service activity is carried out to guide the minority Muslim community in Handiwung Village to be more understand the procedures for carrying out worship according to Islamic religious law. The activity of fostering Islamic values for the community in Handiwung Village was carried out for four months, from August to November 2021, using lecture, discussion and demonstration methods. The results of the activities carried out were that the participant's understanding of the activities had increased both in reading the Koran, thaharoh, and the implementation of taking care of the corpse. 
Pelatihan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Makanan Tambahan Balita Malnutrisi Putriatri Krimasusini Senudin; Reineldis E Trisnawati; Jayanthi P Janggu; Catrine C. Y Mbohong
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5230

Abstract

Masalah gizi masih menjadi masalah terbesar pada bayi dan balita di Indonesia. Berbagai upaya untuk mengatasi masalah gizi pada balita dengan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Kegiatan pelatihan ini dilakukan sebagai intervensi gizi sensitif dengan memberikan pendidikan melalui pemberdayaan keluarga dalam memanfaatkan daun kelor sebagai makanan tambahan dalam bentuk teh daun kelor. Peserta pelatihan adalah ibu–ibu yang mempunyai bayi dan balita yang mengalami malnutrisi sebanyak 28 orang. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16-17 April 2021 posyandu di wilayah kerja Puskemas Pembantu Tenda secara berkelompok dikarenakan adanya pandemic covid 19. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta pelatihan sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan. Kegiatan pengabdian ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai cara pengolahan daun kelor menjadi teh yang dapat dikonsumsi oleh bayi dan balita. Hal tersebut berperan penting dalam penanggulangan serta pencegahan terhadap masalah malnutrisi pada bayi dan balita sehingga meningkatkan derajat kehidupan masyarakat. Nutritional problems are still the biggest problem in infants and toddlers in Indonesia. Various efforts to overcome nutritional problems in toddlers with specific nutrition interventions and sensitive nutrition interventions. This training activity was carried out as a sensitive nutrition intervention by providing education through empowering families in utilizing Moringa leaves as additional food in the form of Moringa leaf tea. The training participants were 28 mothers with infants and toddlers who were malnourished. This activity was carried out on 16 -17 April 2021 at the Posyandu in the Tent Auxiliary Health Center working area in groups due to the COVID-19 pandemic. The results showed an increase in the knowledge of the training participants before and after the counselling. This service activity can be useful in increasing knowledge and understanding of how to process Moringa leaves into a tea that infants and toddlers can consume. This has an important role in overcoming and preventing the problem of malnutrition in infants and toddlers to improve the community's standard of living.  
Pelatihan Penggunaan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Geogebra Muhammad Hifdzi Adini; R Ati Sukmawati; Harja Santana Purba
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4776

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, menyebabkan pemerintah menerapkan aturan belajar di rumah. Banyak kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Untuk itu diperlukan media pembelajaran yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Multimedia interaktif merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan guru. Program Studi Pendidikan Komputer FKIP ULM telah mengembangkan multimedia interaktif berbasis Geogebra yang layak digunakan dalam pembelajaran matematika, yaitu multimedia interaktif pada materi Sistem Koordinat untuk siswa kelas VIII dan multimedia interaktif pada materi Fungsi Kuadrat untuk siswa kelas IX. Untuk itu akan dilakukan sosialisasi dan pelatihan khususnya kepada guru-guru matematika di SMP/MTS Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang berjumlah 33 orang. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan multimedia interaktif pada materi Sistem Koordinat untuk siswa kelas VIII dan multimedia interaktif pada materi Fungsi Kuadrat untuk siswa kelas IX. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan para guru dalam menggunakan Geogebra sebagai media pembelajaran interaktif untuk pembelajaran. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tangal 4 Agustus 2021 secara daring. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan diketahui bahwa 81.8% peserta menyatakan bahwa materi yang disampaikan pada pelatihan ini akan digunakan dalam mengembangkan bahan ajar di kelas dan dapat disimpulkan bahwa peserta pelatihan antusias dalam mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis geogebra. The Covid-19 pandemic that has hit the world has caused the government to implement study rules at home. There are many obstacles faced in the implementation of distance learning. For this reason, learning media are needed that can assist teachers in delivering learning materials. Interactive multimedia is an alternative learning media that teachers can use. The Computer Education Study Program FKIP ULM has developed interactive multimedia based on Geogebra that is suitable for learning mathematics, namely interactive multimedia on the Coordinate System material for class VIII students and interactive multimedia on the material of Quadratic Functions for class IX students. For this reason, socialization and training will be carried out, especially for mathematics teachers at SMP/MTs in Banjarmasin City, South Kalimantan, totalling 33 people. This activity aims to introduce interactive multimedia on Coordinate System material for class VIII students and interactive multimedia on Quadratic Function material for class IX students. This activity is expected to improve the skills of teachers in using Geogebra as an interactive learning medium for learning. This training activity will be held online on August 4, 2021. Based on the results of the activity evaluation, it was found that 81.8% of participants stated that the material presented in this training would be used in developing teaching materials in the classroom, and it can be concluded that the trainees were enthusiastic about developing GeoGebra-based interactive multimedia learning. 
Pelatihan Aplikasi Manajemen Aset Pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarbaru Muhammad Rais Wathani; M Edya Rosadi; Zaenuddin Zaenuddin; Aulia Rizky Muhammad Hendrik Noor Asegaff; Fauzi Yusa Rahman; Muhammad Hasbi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5249

Abstract

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Banjarbaru merupakan salah satu Dinas yang berada di bawah lingkup pemerintahan Walikota Banjarbaru. Program pekerjaan dan kegiatan yang rutin dilakukan tiap tahunnya cukup banyak dan bervariasi. Tetapi hampir semua bidang menjalankannya secara mandiri dan terpisah. Pada Unit Bidang tertentu, ada yang masih menggunakan aplikasi spreadsheet dan aplikasi pengolah kata, sebagian sudah dalam bentuk aplikasi berbasis desktop, tetapi hanya terpusat pada anggaran belanja tertentu. Sehingga dibuatlah aplikasi yang mampu menggabungkan semua bidang dalam satu aplikasi yang memuat semua program, kegiatan, pekerjaan, honorarium, klasifikasi KIB, nilai pagu, nilai kontrak, nama paket, dan semua jenis pekerjaan fisik konstruksi, mulai dari merencanakan, mengawasi, mengelola serta melakukan manajemen seluruh pekerjaan fisik konstruksi dan membuat komponen biaya beserta laporannya, kemudian dalam rangka untuk memberikan pemahaman terhadap konsep dan penggunaan dari aplikasi tersebut serta bagaimana melakukan proses instalasi, pengaturan dan troubleshooting di lapangan saat terjadi gagal sistem, maka perlu diadakan pelatihan atau sosialisasi terhadap sistem yang telah dibangun, yaitu Pelatihan Aplikasi Manajemen Aset (ASEP). Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari 18 hingga 20 Oktober 2021. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah para staf/pegawai dari semua Bidang, mampu memahami bagaimana menggunakan aplikasi dan menerapkannya pada masing-masing bidang, sehingga Dinas PUPR Banjarbaru dapat memanajemen seluruh data pekerjaan fisik konstruksi dan mencetak semua komponen biaya beserta laporan-laporannya. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah metode tutorial, praktik mandiri, dan tanya jawab secara langsung. The Office of Public Works and Spatial Planning of Banjarbaru City is one of the services under the government of the Mayor of Banjarbaru. Work programs and activities routinely carried out each year are pretty numerous and varied. But almost all fields run it independently and separately. Some are still using the spreadsheet application and word processing application in specific Field Units. Some are already in the form of desktop-based applications but only focused on a certain budget. So that an application is made that can combine all fields in one application that contains all programs for all types of physical construction work, starting from planning, supervising, managing all physical construction works and making cost components and reports. Then to provide an understanding of the concept and use of the application as well as how to carry out the installation process, settings and troubleshooting in the field in the event of a system failure, it is necessary to hold training or socialization of the system that has been built, namely Asset Management Application. This activity was carried out for three days, from 18 to 20 October 2021. This service activity showed that staff/employees from all fields understood how to use the application and apply it to each field. The Office of Public Works and Spatial Planning Banjarbaru could manage all work data physical construction and print all cost components and their reports. The methods used in achieving these goals are the tutorial method, practice, and discussion.
Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam Inovasi Pengembangan Budidaya dan Produk Olahan Kunyit Di Desa Ibru Kabupaten Muaro Jambi Ardiyaningsih Puji Lestari; Dede Martino; Buhaira Buhaira; Yulia Alia; Agus Kurniawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4848

Abstract

Desa Ibru adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan mestong Kabupaten Muaro Jambi. Sesungguhnya, desa tersebut memiliki banyak potensi dan ada banyak sumber daya manusia yang bisa dioptimalkan untuk mengembangkan potensi tersebut, namun ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.  Masyarakat khususnya petani desa Ibru belum dapat mengoptimalkan potensi hasil pertanian yang mereke miliki. Kegiatan pengabdian dilakukan selama 5 bulan yakni dari bulan Mei sampai November 2021. Metode yang akan digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah dengan membimbing petani dalam bercocok tanam kunyit selanjutnya menerapkan teknologi mesin Sanggai pada kunyit. Penerapan teknologi ini ditujukan supaya petani tidak hanya menjual kunyit dalam bentuk rimpang segar, namun dalam bentuk inovasi lain sehingga harganya bisa lebih tinggi. Metode tersebut akan diterapkan melalui beberapa kegiatan workshop, mulai dari workshop peningkatan produktivitas kunyit, penggunaan teknologi mesin Sanggai, hingga materi peningkatan jiwa kewirausahaan. Tim melakukan sosialisasi dan juga survei bahan baku kunyit langsung di kebun petani. Dari kasus tersebut, tim membuat rencana baik untuk perkembangbiakan kunyit ataupun pengolahan kunyit sehingga bisa meningkatkan nilai jual. Kegiatan kedua, tim mulai memperkenalkan teknologi untuk mengolah kunyit. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa produk bubuk kunyit murni tanpa pengawet dengan warna yang kuning cerah dan dikemas dengan variasi ukuran dan bernilai ekonomis tinggi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pengolahan kunyit agar bernilai ekonomis tinggi.  Ibru Village is one of the villages in the Mestong District, Muaro Jambi Regency. The village has a lot of potentials, and many human resources can be optimized to develop this potential, but the local community faces some problems. The problem farmers face is that they have the potential to increase turmeric productivity, but they cannot optimize this potential. The service activity is carried out for five months, from May to November 2021. The method used in this service activity is to guide farmers in turmeric cultivation and then apply Sanggai machine technology to turmeric. The application of this technology is intended so that farmers do not only sell turmeric in the form of fresh rhizomes but other forms of innovation so that the price can be higher. The method will be applied through several workshop activities, ranging from workshops on increasing turmeric productivity using Sanggai machine technology to materials for improving the entrepreneurial spirit. The team carried out socialization and surveyed turmeric raw materials directly in farmers' gardens. From this case, the team made a plan for either breeding turmeric or processing turmeric so that it could increase the selling value. In the second activity, the team introduced technology to process turmeric. The results of this service activity are pure turmeric powder products without preservatives with bright yellow colour and packaged in various sizes and with high economic value. It can be concluded that this service activity has succeeded in increasing the skills and knowledge of the community in processing turmeric so that it has high economic value.