cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 680 Documents
Penguatan Moderasi Beragama dan Toleransi Melalui ‘Quotes’ di Kampung Mrican, Gendongan, Tingkir, Salatiga Faizal Risdianto; Imam Mas Arum
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5152

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini ialah penguatan moderasi beragama dna toleransi melalui “Quotes” di kampung Mrican, Gendongan, Tingkir, Kota Salatiga. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menggunakan model Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR) yang menyajikan nilai-nilai moderasi (wasathiyyah) dalam agama Islam sebagai upaya menghadapi keberagaman dalam konteks kehidupan kebangsaan dalam lingkup mikro di sebuah kampung di Kota Salatiga. Dalam Pengabdian Masyarakat berjudul “Penguatan Moderasi Beragama dan Toleransi Melalui ‘Quotes’ di Kampung Mrican, Gendongan, Tingkir, Salatiga ini telah dihasilkan dua poin simpulan: Pertama, Pengabdian Masyarakat “Penguatan Moderasi Beragama dan Toleransi Melalui ‘Quotes’ di Kampung Mrican, Salatiga telah melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan anggota karang taruna. Kerjasama telah terlaksana dengan sangat baik dan tidak ada Kendala yang berarti. Kedua, hasil atau dampak positif dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilihat dari hasil kuesioner yang secara umum ditemukan data sebagai berikut: 100 persen warga RW Mrican menyatakan setuju dengan konsep Moderasi dan Toleransi Beragama dan 97,7 % warga RW Mrican mengharapkan moderasi dan toleransi Beragama terus bertumbuh di lingkungan RW Mrican. 95,3 % warga RW Mrican menyatakan setuju dengan adanya literasi Quotes akan membantu banyak orang untuk memiliki kesadaran dalam moderasi dan toleransi beragama. This community service strengthens religious moderation and tolerance by utilizing “Quotes” in Mrican village, Gendongan, Tingkir, Salatiga City. This community service used the Participatory Action Research (PAR) model, which presents the values of moderation (wasathiyyah) in Islam as an effort to face diversity in the context of national life in a scope of a village in Salatiga City. In the devotional research entitled “Strengthening Religious Moderation and Tolerance Through 'Quotes' in Mrican Village, Gendongan, Tingkir, Salatiga, two conclusions have been drawn: First, the devotional research “Strengthening Religious Moderation and Tolerance through 'Quotes' in Mrican Village, Salatiga has involving religious leaders, community leaders and members of the youth organization. Cooperation has been carried out very well, and there are no significant obstacles. Second, the positive results or impacts of this community service activity can be seen from the results of the questionnaire, which generally found the following data: 100 % of RW Mrican residents agreed with the concept of Moderation and Religious Tolerance, and 97.7% of RW Mrican residents expected religious moderation and tolerance continues to grow in the Mrican RW environment. 95.3% of RW Mrican residents agree that the literacy of Quotes will help many people be aware of religious moderation and tolerance. 
Menggali Potensi Lokal Desa:Pelatihan Pengolahan Penyanitasi Tangan Aromaterapi dari Limbah Kulit Jeruk Siam Banjar Arif Sholahuddin; Rizki Nur Analita; Almubarak Almubarak; Noor Elfa
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5176

Abstract

Jeruk Siam Banjar (Citrus nobilis Lour. Var. microcarpa Hassk) merupakan varietas unggul asli pulau Kalimantan. Salah satu daerah yang membudidayakan jeruk Siam Banjar adalah Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Salah satu produk hasil budidaya tersebut berupa penyanitasi tangan aromaterapi dari limbah kulit jeruk. Program pelatihan ini ditujukan kepada pengelola unit usaha Rumah Jeruk dalam memproduksi penyanitasi tangan aromaterapi dari ekstrak kulit jeruk Siam Banjar dan mengetahui efektivitas produk tersebut dalam membunuh kuman. Metode yang digunakan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) tahap maserasi; (2) tahap pengolahan penyanitasi tangan aromaterapi; dan (3) tahap uji angka kuman produk penyanitasi tangan aromaterapi. Kegiatan tersebut menghasilkan produk penyanitasi tangan aromaterapi yang dapat diolah secara mandiri oleh pengelola unit usaha Rumah Jeruk. Produk penyanitasi tangan aromaterapi memiliki beberapa persentase efektivitas membunuh kuman, tergantung dari bahan dasar yang digunakan. Penyanitasi tangan tanpa kulit jeruk (blanko) memiliki efektivitas 33,3%. Sementara itu, penyanitasi tangan dengan ekstrak kulit jeruk kering memiliki efektivitas 69,5%, sedangkan penyanitasi tangan dengan ekstrak kulit jeruk segar memiliki efektivitas 95%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kulit jeruk Siam Banjar dalam keadaan segar paling efektif dalam membunuh kuman. Siam Banjar Orange (Citrus nobilis Lour. Var. microcarpa Hassk) is the prime variety originally from Kalimantan island. One region that cultivates the Siam Banjar Orange is Karang Bunga Village, Mandastana, Barito Kuala, South Kalimantan Province. One cultivated product is the aromatherapy hand sanitiser from orange peel waste. The training program addressed the Rumah Jeruk business unit employees in producing aromatherapy hand sanitizer from Siam Banjar orange peel extract and finding out the effectiveness in killing germs of the product. The methods used consisted of three stages, namely: (1) maceration; (2) processing aromatherapy hand sanitizer; and (3) germ number testing of aromatherapy hand sanitiser. The activity produced aromatherapy hand sanitizer that can be processed independently by the Rumah Jeruk business unit employees. The aromatherapy hand sanitizer had several percentages of effectiveness in killing germs, depending on the basic substance used. Hand sanitizer without orange peel (blanko) has 33.3% effectiveness. Meanwhile, hand sanitizer with dried orange peel extract had an effect in killing germs by 69.5%, while hand sanitizer with fresh orange peel extract had 95% effectiveness. These results indicated that the Siam Banjar orange peel in a fresh state is the most effective in killing germs.
Sosialisasi Upaya Konservasi Sumber Air Bersih di Tatanga Kota Palu Asrafil Asrafil; Muslimin Umar Botjing; Sri Mulyati; Sari Puji Lestari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5125

Abstract

Potensi Air Tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Palu cukup melimpah, yang ditandai dengan adanya sumber mata air yang tersebar di berbagai tempat salah satunya di Kelurahan Tavanjuka. Untuk menjaga sumber air diperlukan aksi nyata kepedulian masyarakat untuk melaksanakan perlindungan pada sumber air (mata air), salah satunya dengan menginventarisasi sumber air (mata air). Pemahaman dan pengetahuan akan pentingnya melakukan konservasi sumber daya air yang ada umumnya dirasa tidak  begitu penting oleh elemen-elemen masyarakat, terutama dari anak-anak sampai dewasa (pemuda), sehingga dipandang penting untuk diberdayakan agar peduli terhadap konservasi sumber mata air yang ada di sekitarnya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi elemen masyarakat (pemuda) untuk peduli terhadap upaya pengelolaan sumber air untuk masa depan. Pendekatan yang dilakukan dengan memberikan pendidikan dalam bentuk penyuluhan/sosialisasi terhadap komunitas pemuda yang ada di lokasi mitra untuk memiliki pemahaman terkait upaya konservasi sumber air yang ada di sekitarnya melalui inventarisasi mata air. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Agustus 2021 di Kelurahan Tavanjuka yang diikuti 15 peserta. Dari kegiatan ini diperoleh simpulan berupa peningkatan pemahaman dan pengatahuan warga masyarakat (khususnya pemuda) di lingkungan RT.001/RW.004 Tatanga Kelurahan Tavanjuka akan pentingnya konservasi sumber udara (mata air), serta diperolehnya Peta Inventarisasi Mata Air. Groundwater potential in the Palu Groundwater Basin is relatively abundant, which is indicated by springs scattered in various places, one of which is in Tatanga. To protect water resources, it is necessary to take real action from the community to protect water sources (springs), one of which is by taking an inventory of water sources (springs). Understanding and knowledge of the importance of conservation of existing water resources are generally considered so important by elements of society, especially from children to adults (youth), so it is considered important to be empowered to care about the conservation of water resources in the vicinity. This activity aims to provide understanding for community elements (youth) to care about water resource management efforts for the future. The approach is carried out by providing education in the form of counselling/socialization to the youth in partner locations to understand efforts to conserve water sources in the vicinity through an inventory of springs. This activity was held on 3 and 4 August 2021 in Tavanjuka, which 15 participants attended. From this activity, conclusions were obtained to increase the understanding and knowledge of community members (especially youth) in the RT.001/RW.004 Tavanjuka, Tatanga subdistrict about the importance of conserving water sources (springs) and obtaining the Springs Inventaritation map. 
Stress Management Health Education and Relaxation Therapy Training for Children and Adolescents in Saint Beatrix Orphanage Sidoarjo Anindya Arum Cempaka; Ira Ayu Maryuti; Abigael Grace Prasetiani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5126

Abstract

The Covid-19 pandemic has become a stressful situation for teenagers and children, thus affecting their health and immune system. Prolonged stress (chronic stress) impacts the body's immune system. Stress has an emotional, cognitive, physiological, and behavioural impact. Individuals with high-stress levels will have more difficulty manifesting positive thoughts, emotions, and behaviours. Good mental health is essential for a person to deal with stress in life and is vital in the physique health of adults and children.  Therefore, community service was carried out to help with stress management and relaxation therapy. This community service aims to reduce stress among children and adolescents in Saint Beatrix orphanage Sidoarjo. This program involved thirty female children and adolescents in Saint Beatrix orphanage Sidoarjo. They took a pre-test, which indicated a low knowledge of stress management.  The results showed that the participants had poor knowledge about stress management. Methods used for stress management education were lectures and discussions. Evaluation of the program successfully before and after the activity was measured after the participants filled out a questionnaire that measured their knowledge about stress management. Meanwhile, the evaluation of relaxation therapy training was carried out through demonstration. After conducting the program, it showed that the number of participants with a high level of knowledge went up to 77%.  Based on the Wilcoxon Sign Rank Test result, it's known that the p-value = 0,000 with (ɑ<0.05), which means this program may enhance participants’ knowledge.
Pelatihan Pemodelan Kebutuhan Perangkat Lunak dengan Menggunakan Usecase Diagram Denny Sagita Rusdianto; Achmad Arwan; Fajar Pradana; Tri Astoto Kurniawan; Faizatul Amalia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5273

Abstract

Pemodelan perangkat lunak merupakan salah satu tahapan penting dalam membuat rancangan perangkat lunak. Pemodelan dapat menjadi jembatan informasi dari sistem analis kepada tim pengembangan perangkat lunak dan pemangku kepentingan. Dalam Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini kami akan mengadakan pelatihan pemodelan untuk meningkatkan pemahaman terhadap pemodelan perangkat lunak. Pada kegiatan PkM ini, kami merangkul mitra Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berasal dari SMK Negeri 2 Singosari dan SMK Negeri 6 Malang khususnya keminatan Rekayasa Perangkat Lunak. Kami melihat bahwa SMK merupakan salah satu instansi pencetak profesi pengembang perangkat lunak(developer). Penanaman fondasi awal yang benar dalam pengembang perangkat tentu dapat merubah mindset atau perspektif siswa dalam hal memahami proses pengembangan perangkat lunak. Oleh karena itu, kami memberikan pelatihan kepada guru dengan keminatan Rekayasa Perangkat Lunak melalui kegiatan pengabdian ini. Fokus kami memberikan pelatihan adalah agar guru mampu memahami konsep pemodelan secara tepat dan meneruskan pemahaman tersebut kepada para siswa pada saat pembelajaran di kelas. Software modelling is one of the important stages in making software design. Modelling can be an information connector from systems analysts to the software development team and stakeholders. In this community service, we will implement modelling training to improve our understanding of software modelling. In this community service activity, we engage Vocational High School (SMK) as a partner from SMK Negeri 2 Singosari and SMK Negeri 6 Malang, especially those interested in Software Engineering. We see that SMK is one of the professional software development agencies (developers). Planting the right initial foundation in software development can certainly change the mindset or perspective of students in terms of understanding the software development process. Therefore, we provide training to teachers interested in Software Engineering through this service activity. Our focus in providing training so that teachers can understand the concept of modelling appropriately and pass that understanding on to students during classroom learning.
Sosialisasi Bahaya Anthrax Sebagai Penyakit Global Pada Ternak di Desa Katumbangan Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar Eni Susanti; Hendro Sukoco
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5237

Abstract

Anthrax merupakan salah satu penyakit yang mampu menyerang hewan dan manusia. Desa Katumbangan adalah salah satu wilayah yang terdapat di Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar. Sebagian besar masyarakat di desa tersebut berprofesi sebagai peternak sapi dan kambing sehingga meningkatkan resiko kejadian penyakit anthrax. Pada tahun 2016 di Kecamatan Campalagian terdapat beberapa ternak yang terkonfirmasi positif penyakit anthrax. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan kepada para peternak di Desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar mengenai bahaya penyakit anthrax pada ternak sehingga  sebagai landasan pencegahan penyakit anthrax yang efektif dan efisien di lokasi tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2022 di Aula Kantor Desa Katumbangan. Adapun metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah presentasi. Sasaran dari kegiatan ini adalah peternak yang ada di Desa Katumbangan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terlaksanya kegiatan sosialisasi mengenai “Bahaya Anthrax Sebagai Penyakit Global pada Ternak di Desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar”. Dengan adanya kegiatan ini masyarakat mendapatkan pengetahuan baru mengenai penyakit anthrax sehingga dapat digunakan untuk pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit tersebut.Anthrax is a disease that can attack animals and humans. Katumbangan Village is one of the areas in the Campalagian District, Polewali Mandar. Most of the people in the village work as cattle and goat breeders, thus increasing the risk of anthrax disease. In 2016 in Campalagian District, several cattle were confirmed positive for anthrax. This activity aims to provide insight to farmers in Katumbangan Village, Campalagian District, and Polewali Mandar regarding the dangers of anthrax on livestock. It becomes the basis for effective and efficient anthrax prevention in that location. On February 17, 2022, this activity was held in the Katummbangan Village Office Hall. The method used in this activity is presented. The target of this activity is the farmers in Katumbangan Village. The results obtained from this activity were the implementation of outreach activities regarding "The Danger of Anthrax as a Global Disease in Livestock in Katumbangan Village, Campalagian District, Polewali Mandar". With this activity, the community has new knowledge about anthrax so that it can be used for the prevention and control of the disease.
Edukasi Pernikahan Dini Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Jam’iyah Muslimat Al-Barokah Nur Khosiah; Aries Dirgayunita; Imro Atus Soliha; Robiatul Adawiyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4784

Abstract

Zaman telah mengalami kemajuan sangat pesat di segala bidang akan tetapi masih banyak masyarakat yang menikahkan anaknya di usia dini atau kita menyebutnya saat in dengan pernikahan di bawa umur. Pernikahan dini memiliki dampak negatif terutama pada kesehatan ibu dan anak salah satunya adalah stunting.  Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi pernikahan dini dalam upaya pencegahan stunting pada jam’iyah muslimat al-barokah Desa Tunggak Crème Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo agar dapat menyalurkan informasi dampak dan problematikanya pernikahan dini dan informasi tentang stunting ke masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini antara lain survey, pretest, penyuluhan dengan memberikan wacana dan ulasan serta diskusi, dampak dan problematika pernikahan dini dan stunting. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2021. Kegiatan ini diikuti oleh jam’iyah muslimat al-barokah sebanyak 30 orang di Desa Tunggak Crème Kecamatan Wonomerto Kabupaten probolinggo. Melalui kegiatan pengabdian ini diperoleh bahwa jam’iyah muslimat Al-barokah sangat antusias dengan diadakannya pengabdian masyarakat dan mereka juga sebagian sudah mengetahui tentang dampak dan problematika pernikahan dini dan stunting. Time has progressed rapidly in all fields, but many people still marry off their children at an early age or underage marriage. Early marriage has a negative impact, especially on the health of mothers and children, one of which is stunting. This community service aims to provide early marriage education to prevent stunting in Jam'iyah Muslimat al-barokah, Tunggak Crème Village, Wonomerto District, Probolinggo Regency so that they can distribute information on the impact and problems of early marriage and information about stunting to the wider community. The methods used in the implementation of this community service include surveys, pretests, and counselling by providing discourse and reviews, discussions, impacts and problems of early marriage and stunting. The activity was carried out in December 2021. This activity was attended by 30 people from Jam'iyah Muslimat Al-Barokah in Tunggak Crème Village, Wonomerto District, Probolinggo Regency. This service activity found that Jam'iyah Muslimat Al-Barokah was very enthusiastic about holding community service, and some of them already knew about the impacts and problems of early marriage and stunting.
Bimbingan Teknik Preparasi Jaringan Epidermis Tumbuhan untuk Pengamatan Stomata kepada Guru Biologi Sri Amintarti; Muhammad Zaini; Aulia Ajizah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4795

Abstract

Pembuatan preparat segar suatu tumbuhan atau hewan merupakan ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru biologi karena praktikum merupakan kegiatan pembelajaran yang tidak bisa dipisahkan dengan teori / konsep-konsep biologi. Bagus atau tidaknya tampilan suatu preparat tergantung pada  ketrampilan saat preparasi. Untuk membangun ketrampilan preparasi pengamatan stomata kepada para guru biologi  maka solusinya dengan memberikan bimbingan teknis preparasi jaringan epidermis tumbuhan untuk pengamatan stomata daun. Teknik preparasi mengacu pada Budi & Dhea (2018), Amintarti (2020) dan Nugraha (2020)  Metode bimbingan teknis dengan cara: 1) Menyampaikan materi tentang jaringan epidermis pada tumbuhan; 2) Menayangkan video preparasi jaringan epidermis untuk mengamati stomata; dan 3) Praktek pembuatan preparat jaringan epidermis untuk pengamatan stomata. Kegiatan diikuti oleh 35 orang guru biologi SMA/sederajat di Kabupaten Tanah Laut yang dilaksanakan secara luring bertempat di SMAN 1 Pelaihari. Hasil kegiatan menunjukkan   77,8% peserta menyatakan sangat setuju bahwa cara yang diberikan oleh Tim sangat praktis untuk membuat preparat pengamatan stomata. Sebanyak 33,3% peserta bimbingan telah berhasil membuat preparat dengan tampilan gambar stomata di bawah mikroskop yang sangat bagus, dan sebanyak 66,7% juga telah berhasil membuat preparat dengan tampilan gambar stomata yang belum sempurna. Keberhasilan ini membuat 100% peserta menyatakan mempraktekkannya pada pembelajaran di kelas. Dan 88,9% dari peserta bersedia untuk menginformasikannya kepada guru-guru biologi lain yang tidak mengikuti kegiatan bimbingan teknis ini. Making fresh preparations of a plant or animal is a skill that a biology teacher must possess because practicum is a learning activity that cannot be separated from biological theories/concepts. The appearance of preparation depends on the skill during preparation. To build preparation skills for observation stomata for biology teachers, the solution is to provide technical guidance for preparing plant epidermal tissue for leaf stomata observation. The preparation technique refers to Budi & Dhea (2018), Amintarti (2020) and Nugraha (2020). The technical guidance method is by 1) Delivering material about epidermal tissue in plants, 2) Showing a video of epidermal tissue preparation to observe stomata, and 3) The practice of making epidermal tissue preparations for stomata observation. The activity was attended by 35 high school biology teachers/equivalents in Tanah Laut Regency, which was carried out offline at SMAN 1 Pelaihari. The activity results showed that 77.8% of participants strongly agreed that the method provided by the team was very practical for making stomatal observation preparations. As many as 33.3% of the guidance participants have successfully prepared a very good appearance of stomata images under a microscope. As many as 66.6% have also succeeded in making preparations with rudimentary stomatal images. This success made 100% of the participants state that they would practice it in classroom learning. Moreover, 88.9% of the participants were willing to inform other biology teachers who did not participate in this technical guidance activity.
Pemanfaatan Aplikasi Game Edukasi Untuk Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris Anak di Desa Kadipaten Ponorogo Nafidatul Vindi Riswanto; Siti Zazak Soraya
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4887

Abstract

Penggunaan gawai yang marak dilakukan saat ini oleh generasi milenial dapat berdampak positif maupun negatif jika disalahgunakan. Adapun salah satu pengaruh positif gawai adalah banyaknya aplikasi game edukatif yang bisa digunakan oleh anak-anak untuk tumbuh kembangnya, seperti penguasaan bahasa asing. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris dengan menggunakan aplikasi game edukasi berbasis android yang menarik. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan asset-based community development (ABCD) dengan melibatkan 12 anak usia 7-12 tahun di Desa Kadipaten, Babadan, Ponorogo pada bulan Juli 2021. Adapun jenis game edukasi yang digunakan dalam pengabdian ini adalah aplikasi kahoot. Anak-anak sangat antusias dalam belajar bahasa Inggris dengan menggunakan aplikasi tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman anak-anak terkait aplikasi game edukasi serta kosakata bahasa Inggris meningkat. Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa memanfaatkan secara optimal penggunaan gawai dalam konteks positif.  The current use of gadgets by the millennial generation can have positive and negative impacts if it is misused. One of the positive effects of gadgets is the number of educational game applications children can use for their growth and development, such as mastering foreign languages. This community service aimed to increase English vocabulary by using an interesting Android-based educational game application. The method used in this service is an asset-based community development (ABCD) approach that involves 12 children aged 7-12 years old in the Kadipaten Village, Babadan, Ponorogo, in July 2021. The type of educational game used in this service is the Kahoot application. Children are very enthusiastic about learning English by using the application. The results of community service activities showed that children's understanding of educational game applications and English vocabulary had increased significantly. Through this activity, children can make optimal use of gadgets in a positive context. 
Pelatihan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal untuk Menumbuhkan dan Mengembangkan Jiwa Enterpreneurship Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Geterudis Kerans; Khristoforus Palli Ngongo
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5123

Abstract

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 menjelaskan bahwa pangan merupakan segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman. Dalam upaya peningkatan perekonomian, sejak dini para penerus bangsa sudah harus diperkenalkan akan kekayaan bahan pangan lokal dan bagaimana pengolahannya agar menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan jiwa entrepreneurship Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA melalui pelatihan pemanfaatan bahan pangan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan November tahun 2020 dan dilaksanakan dalam 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pendampingan dan tahap pelatihan. Tahap persiapan dilaksanakan dengan tim kegiatan melakukan persiapan baik persiapan materi untuk pendampingan pemberian pemahaman serta persiapan semua alat dan bahan yang akan dibutuhkan untuk berlangsungnya kegiatan pelatihan pengolahan bahan pangan lokal. Tahap pendampingan tim akan mengadakan sosialisasi awal tentang bahan pangan lokal di sekitar kita, manfaat pangan lokal dan kreativitas pengolahan pangan lokal. Tahap pelatihan akan diisi dengan pelatihan pengolahan bahan pangan lokal. Kegiatan pengolahan bahan pangan lokal ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa IPA karena dapat menumbuh kembangkan jiwa entrepreneurship Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA. Hasil olahan ini juga dapat menjadi referensi mereka untuk dapat berwirausaha karena bahan yang dibutuhkan tersedia dilingkungan sekitar dan mudah didapatkan dengan harga yang relative murah. Saran agar kegiatan seperti ini sering dilakukan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa.  Law of The Republic Indonesia Number 2008 the Year 2012 explains that food is everything that comes from biological sources of the agricultural, plantation, forestry, fishery, livestock, aquatic and water products, both processed and unprocessed, which are intended as food or drinks for consumption. Humans, including food additives, food raw materials, and other materials used in preparing, processing, and/or making food or drinks. To improve the economy, from an early age, the successors of the nation must be introduced to the wealth of local food ingredients and how to process them to foster their entrepreneurial spirit. This Community Service Program aims to foster the entrepreneurial spirit of the Science Education Study Program Student Association through training on the use of local food ingredients. This activity was carried out in November 2020 and was carried out in 3 stages, namely the preparation stage, the mentoring stage and the training stage. The preparation stage is carried out with the activity team making preparations for both material preparation for assistance in providing understanding and preparation of all tools and materials that will be needed for the ongoing training of local food processing activities. In the mentoring stage, the team will conduct initial socialization about local food ingredients around us, the benefits of local food and the creativity of local food processing. The training phase will be filled with local food processing training. This local food processing activity is very beneficial for science students because it can improve their skills in managing materials around them. These processed products can also be used as a reference for them to become entrepreneurs because the materials needed are available in the surrounding environment and are easily obtained at relatively low prices. Suggestions that activities like this are often carried out to improve student skills and foster student entrepreneurial spirit.