cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 735 Documents
Bimbingan Belajar Gratis di SMP Yayasan Karya Bhakti Medan Helvetia Samuel Juliardi Sinaga; Rahayuni A P Situmorang; Sri Rezeki Sitompul; Angel M S Sinaga; Angeline Monica Sonia; Yohana G A Siagian; Ruth Theofany Siagian; Ruth Valentina Manik
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5129

Abstract

Selama wabah Corona, kegiatan pembelajaran disesuaikan dengan wilayah atau daerah masing-masing. Banyak dari situs ini mengharuskan metode studi dilakukan secara online. Diantaranya adalah SMP Yayasan Karya Bhakti, Kabupaten Medan Helvetia, Provinsi Sumatera Utara yang menyelenggarakan kursus online. Hal ini membuat siswa sulit memahami apa yang dijelaskan oleh guru. Tujuan dari belajar tambahan yang diberikan kepada anak dapat memperoleh lebih banyak fokus belajar. Metode pembinaan bagi anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang digelar di salah satu pemukiman warga Kecamatan Medan Helvetia. Pelatihan gratis dilakukan selama satu bulan terhitung mulai tanggal 2 Februari 2022 sampai dengan 26 Februari 2022. Tempat kegiatan penunjang ini adalah rumah salah satu warga sekaligus rumah orang tua siswa SMP Karya Bhakti Kecamatan Medan Helvetia Selatan Kota Medan.Hasil pelaksanaan program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas HKBP Nommensen di SMP Yayasan Karya Bhakti Medan Helvetia telah terlaksana dengan baik karena adanya dukungan dari berbagai pihak seperti kepala sekolah, guru-guru, peserta didik, dosen pembimbing lapangan, dan pihak-pihak lain yang mendukung kegiatan PkM. Dengan adanya kegiatan PkM yaitu dengan memberikan bimbingan belajar secara gratis di SMP Yayasan Karya Bhakti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Learning activities are adjusted to each region or region during the Corona outbreak. Many of these sites require that study methods be conducted online. The Karya Bhakti Foundation Middle School, Medan Helvetia Regency, North Sumatra Province, organize online courses. This makes it difficult for students to understand what the teacher is explaining. The purpose of additional learning given to children can get more focus on learning. The coaching method for Junior High School (SMP) children was held in a residential area of Medan Helvetia Sub-district. Free training was carried out for one month, from February 2, 2022, to February 26, 2022. The place for this support activity is the house of one of the residents simultaneously. The results of the implementation of the community service program of the HKBP Nommensen University at the Karya Bhakti Foundation Middle School in Medan Helvetia have been carried out well because of the support from various parties such as the principal, teachers and teachers, students, field supervisors, and other parties who support community service activities. The community service activity, namely providing free tutoring at the Karya Bhakti Foundation Junior High School, can improve students' knowledge and skills.  
Upaya Preventif dalam Mempersiapkan Kuliah Hyhbrid di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember Erika Neferia Laurentina; Nova El Maidah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5153

Abstract

Perkuliahan Hybrid merupakan perkuliahan dengan metode kombinasi antara teknik pembelajaran tatap muka dengan metode pembelajaran e-learning akan dilakukan di Universitas Jember Tahun Akademik 2021/2022 Semester Genap, maka dilakukan usaha promosi kesehatan sebagai upaya preventif dengan tujuan menekan angka penularan Covid-19 di lingkungan kampus. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan observasi, identifikasi permasalahan, penyusunan rencana kerja dan pelaksaannya, kemudian pada langkah akhir dilakukan evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan mulai 13 Desember 2021 sampai dengan 23 Januari 2022. Sasaran kegiatan adalah civitas akademika Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember. Kegiatan ini menghasilkan beberapa media untuk promosi kesehatan dan prosedur operasi standar pelaksanaan perkuliahan Hybrid. Hasil kegiatan ini merupakan peningkatan pengetahuan tentang Covid-19 dan secara tidak langsung dapat menekan penyebaran Covid-19. Hybrid lectures are lectures with a combination method of face-to-face learning techniques with e-learning learning methods conducted at the University of Jember Academic Year 2021/2022. Even Semesters, then health promotion efforts are carried out as a preventive effort to reduce the transmission of Covid-19 in the campus environment. This activity is carried out by observing, identifying problems, compiling work plans, implementing them, and evaluating activities. The activity will be held from December 13, 2021, to January 23, 2022. The target of the activity is the academic community of the Faculty of Computer Science, University of Jember. This activity resulted in several media for health promotion and standard operating procedures for implementing Hybrid lectures. This activity increases knowledge about Covid-19 and can indirectly suppress the spread of Covid-19.
Pelatihan Kerajinan dari Sampah Botol Plastik untuk Meningkatkan Ketrampilan Remaja di Pelemwatu Menganti Gresik Nanda Nini Anggalih; Asidigisianti Surya Patria; Nova Kristiana; Siti Mutmainah; Hendro Aryanto
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5349

Abstract

Desa Pelemwatu Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik banyak berdiri kompleks perumahan karena Kecamatan Menganti letaknya sangat strategis berbatasan langsung dengan wilayah Kota Surabaya. Banyaknya perumahan maka banyak pula sampah yang ditimbulkan terutama plastik. Metode yang digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah memberikan pelatihan keterampilan kerajinan dari limbah plastik di Desa Pelemwatu. Keterampilan kerajinan diberikan kepada warga desa Pelemwatu yang berusia remaja. Target dari kegiatan PKM adalah mengubah mitra atau khalayak sasaran agar memiliki keterampilan dengan membuat produk kerajinan memanfaatkan limbah plastik rumah tangga yang berada di sekitar rumah. Melalui kegiatan PKM ini diharapkan warga desa mampu mewujudkan desa yang berwawasan lingkungan. Sasaran utama kegiatan ini adalah remaja Desa Pelemwatu Kecamatan Menganti, Gresik sebanyak 20 peserta. Pelatihan ini dilakukan dua kali tatap muka yaitu tanggal 28 Juli dan 4 Agustus 2019. Pelatihan ini menghasilkan barang kerajinan yang memiliki nilai fungsi dan nilai estetis. Teknik yang dipraktikkan yaitu teknik gunting, tempel, lipat dan teknik cat.  Pelemwatu Village is located in Menganti District, Gresik Regency. In the District of Menganti there are many residential complexes, which are very strategic because they are directly adjacent to the city of Surabaya. The number of houses causes a lot of waste, especially plastic. PKM team trained the teenagers to craft skills from plastic waste. These handicraft skills are given to villagers, especially teenagers of productive age. The target of the PKM activity is to change partners or target audiences to have skills by making handicrafts using household plastic waste around the house. Through this community service activity, it is hoped that the villagers will be able to create an environmentally friendly village. The main target of this activity is the teenagers of Pelemwatu Village, Menganti District, Gresik, totalling 20 participants. This training was conducted twice face-to-face, namely on July 28 and August 4, 2019. This training produced handicraft items that had functional and aesthetic values. The techniques practised are scissors, paste, folding and painting techniques.  
Pendampingan Belajar Bagi Siswa Selama Pandemi Covid-19 di Dukuh Blagung, Desa Teter, Kabupaten Boyolali Suryandari Istiqomah; Muhammad Fath Fillayati; Cahyo Pratama; Mukti Lestari; Alan Dwi Setiawan; Shinta Yunita Sari; Mareta Putri Adandi; Florentina Vanda Gizella Narumalina; Yuni Safitri; Fitri Anisah; Sari Septiyana Saputri
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5085

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan KKN ini bertujuan untuk  mengatasi permasalahan aspek pendidikan akibat adanya Pandemi Covid-19 yang terjadi di Dukuh Blagung, Desa Teter, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Adapun program kegiatan pengabdian ini secara garis besar terbagi menjadi empat program utama yaitu bimbingan belajar, pendampingan belajar dengan pendekatan fun learning, sosialisasi psikoedukasi dan pengembangan taman baca. Pelaksanaan kegiatan pengabdian melalui kegiatan KKN ini dilaksanakan selama Bulan Agustus 2021 dengan tetap menggunakan protokol kesehatan. Segala pelaksanaan program yang direncanakan seperti bimbingan belajar, pendampingan belajar dengan pendekatan fun learning, sosialisasi psikoedukasi telah berlangsung dengan sukses dan lancar dengan antuasiasme siswa yang mengikuti dan serta dukungan dari para orang tua. Selanjutnya kegiatan pengembangan taman baca juga melibatkan warga masyarakat dalam pelaksanaannya dengan harapan dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat kedepannya. Implikasi dari kegiatan pengabdian diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa untuk mengikuti pembelajaran dan menambah pengetahuan melalui cara-cara yang menyenangkan. Community service activities through KKN activities aim to overcome problems in the educational aspect due to the Covid-19 Pandemic that occurred in Dukuh Blaagung, Teter Village, Simo District, Boyolali Regency. The service activity program is broadly divided into four main programs: tutoring, learning assistance with a fun learning approach, psychoeducational socialization, and reading gardens development. The implementation of service activities through KKN activities will be carried out during August 2021 while still using health protocols. All planned program implementations such as tutoring, learning assistance with a fun learning approach, and psychoeducational socialization have been carried out successfully and smoothly with the enthusiasm of students participating and with support from parents. Furthermore, reading garden development activities also involve community members in its implementation in the hope that the community can manage it properly in the future. The implications of service activities are expected to increase students' enthusiasm for learning to participate in learning and increase knowledge through fun ways.
Pelatihan Pemanfaatan dan Pendampingan Pembuatan QRIS (QR Code Indonesian Standard) Sebagai Media Digitalisasi ZIS di Desa Glinggang Kabupaten Ponorogo Mustofa Aji Prayitno; Wirawan Fadly
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5254

Abstract

In the era of digitalization, the role of technology needs to be maximized to make it easier for someone to continue to do good to others, one of which is through digitization in giving donations or charity. Through digitalization, the community will be facilitated in distributing Zakat, infaq, and sadaqah whenever and wherever. The purpose of this research and community service are 1) To provide an understanding to the community about the use of QRIS (QR Code Indonesian Standard) as a ZIS (Zakat, Infaq, and Sadaqah) digitalization medium; 2) to assist in making QRIS at the Baitul Muttaqien Mosque in Glinggang Village as a digital media for ZIS; 3) Providing understanding to the community in general, and the residents of Glinggang Village in particular, that paying ZIS to help others, can still be done amid all forms of restrictions, such as during the Covid-19 pandemic. The method used in this community service research is the ABCD (Asset-Based Community Driven) method with six stages including 1) Discovery; 2) Dream; 3) Design; 4) Define; 5) Destiny; and 6) Reflection. This community service research was carried out from June to August 2021. The reflection results show that the people in Glinggang Village generally provide excellent feedback on the implementation of the community service program. Through this community service activity, the hopes and dreams of the Glinggang Village community to take an early step by digitizing various aspects of life, especially in the religious aspect, can be realized.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Elektronik untuk Guru SMK Lingua Prima Nopriyanti Nopriyanti; Elfahmi Dwi Kurniawan; Darlius Darlius; Harlin Harlin
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4867

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan di SMK Lingua Prima Indralaya dengan tema "Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Elektronik untuk Guru SMK Lingua Prima". Kegiatan pelatihan ini dilakukan secara tatap muka dengan melaksanakan protokol kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru-guru SMK menggunakan aplikasi Canva yang membantu membuat media elektronik secara online. Selain itu, melalui pelatihan ini diharapkan guru mampu menghasilkan media elektronik yang kreatif dan inovatif.Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 2021 di SMK Lingua Prima. Peserta pelatihan berjumlah 21 guru SMK Lingua Prima. Kegiatan pelatihan guru SMK Lingua Prima terdiri dari kegiatan teori dan praktik. Indikator keberhasilan pelatihan ditandai dengan: (1) kemampuan para peserta untuk menginstal dan membuat akun Canva (2). Kemampuan peserta dalam membuat media elektronik berbasis Canva. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pelatihan ini yaitu guru memiliki keterampilan menggunakan aplikasi canva untuk membuat media pembelajaran elektronik. Setelah pelatihan ini dilaksanakan terlihat dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.  This Community Service was carried out at Lingua Prima Indralaya Vocational School with the theme "Training for Making Electronic Learning Media for Teachers of Lingua Prima Vocational School". This training activity is carried out face-to-face by implementing health protocols. This activity aims to equip SMK teachers to use the CANVA application, which helps create electronic media online. In addition, through this training, teachers are expected to be able to produce creative and innovative electronic media. The activity will be held on 27-28 October 2021 at Lingua Prima Vocational School. The training participants were 21 teachers of Lingua Prima Vocational School. The teacher training activities of Lingua Prima Vocational School consist of theoretical and practical activities. The indicators for the success of the training are: (1) the ability of the participants to install and create a Canva account (2). Participants' ability to create Canva-based electronic media. The results obtained from this training activity are that teachers have the skills to use the Canva application to create electronic learning media. After this training was carried out, it was seen that it could improve the ability of teachers to develop creative and innovative learning media. 
Edukasi Sebaran Lindi bagi Masyarakat di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya Muhardi Muhardi; Yoga Satria Putra; Muliadi Muliadi; Riza Adriat; Radhitya Perdhana; Zulfian Zulfian
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.4988

Abstract

TPA Rasau Jaya yang berada di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya dapat menimbulkan permasalahan sebaran lindi bagi masyarakat sekitar. Jurusan Fisika, FMIPA Untan bermitra dengan Pemerintah Desa Kuala Dua telah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan solusi pada permasalahan tersebut. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat di sekitar TPA masih belum mengetahui sebaran lindi. Kegiatan ini ada 2 tujuan, yaitu mempublikasikan hasil penelitian sebaran lindi yang telah diidentifikasi menggunakan metode potensial diri (self-potential) dan mengedukasi masyarakat tentang sebaran lindi khususnya di sekitar TPA. Kegiatan edukasi dilakukan secara hybrid pada tanggal 9 Oktober 2021. Edukasi bagi masyarakat di sekitar TPA dilakukan secara luring, sedangkan bagi masyarakat umum dilakukan secara daring. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan menggunakan kuisioner, lebih dari 89% partisipan menyatakan sangat setuju/setuju telah mengetahui masalah dan dampak sebaran lindi, lebih dari 93% partisipan menyatakan sangat setuju/setuju telah menyadari pentingnya menyikapi sebaran lindi, dan lebih dari 87% partisipan menyatakan sangat setuju/setuju telah berubah sikap dalam merespon sebaran lindi. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dinilai mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, serta mendorong perubahan sikap masyarakat dalam mengatasi masalah sebaran lindi di sekitar TPA Rasau Jaya.  Rasau Jaya Landfill in Kuala Dua Village, Kubu Raya Regency, can cause leachate distribution problems for the surrounding community. The Department of Physics, FMIPA Untan, in partnership with the Kuala Dua Village Government, has carried out community service to solve these problems. This is because most communities around the landfill still do not know leachate distribution. The activity has two aims, to publish the research results on the leachate distribution identified using the self-potential method and to educate the public about the leachate distribution, especially around the landfill. Educational activities had carried out in a hybrid method on October 9, 2021. Education to the community around the landfill is carried out offline, while it is carried out online to the public. The evaluation results were undertaken using questionnaires. More than 89% of participants said strongly agree/agree that they have known the problem and the impact of leachate distribution. More than 93% of participants said strongly agree/agree that they have realized the importance of responding to the leachate distribution. More than 87% of participants said strongly agree/agree that their attitude has changed in responding to the leachate distribution. The evaluation results show that educational activities are considered capable of increasing knowledge and awareness and encouraging changes in community attitudes in solving the problem of leachate distribution around the landfill.  
Pemberdayaan Anak Melalui Kegiatan Belajar, Bermain, dan Mngeksplorasi (BBM) dalam Meningkatkan Motivasi Belajar di Desa Ligarmukti Akmal Rizki Gunawan Hsb; Alwi Hakim; Yoyo Hambali; Agus Suprianto
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5068

Abstract

: Proses pembelajaran formal maupun non-formal sama-sama memiliki hambatan belajar, seperti halnya motivasi belajar, media pembelajaran serta metode yang digunakan. Maka diperlukan kegiatan yang dapat menunjang serta menjadi pembeda bagi suasana kelas yang monoton dan kurang asik. Bersamaan dengan hal ini kemudian dilakukan sebuah upaya kegiatan, yang dinamakan kegiatan BBM (belajar, bermain dan mengeksplorasi) yang bertujuan untuk mendukung semangat serta menghilangkan kejenuhan belajar anak usia sekolah dasar, terutama anak di desa Ligarmukti. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah action research, yang mana digunakan metode riset dalam pemecahan masalah, terjadi interaksi langsung antara penulis dan client dalam mencapai tujuan pengabdian. Kegiatan yang dilaksanakan pada 6-7 November 2021 ini membuahkan hasil, yaitu terjadi peningkatan motivasi belajar dalam diri anak. Hal itu  dilihat dari antusias 85% dari 32 anak usia sekolah dasar untuk mengikuti kegiatan dengan semangat, mereka lebih aktif dalam mengemukakan pendapat, lebih interaktif atau tidak malu-malu.   Both formal and non-formal learning processes have learning barriers, such as learning motivation, learning media and methods used. So we need activities that can support and be a differentiator for a monotonous and less cool class atmosphere. Simultaneously with this, an activity effort was then carried out, called the BBM activity (learning, playing and exploring) which aims to support enthusiasm and eliminate boredom in learning for elementary school age children, especially children in Ligarmukti village. The method used in this community service is action research, where research methods are used in problem solving, there is a direct interaction between the author and the client in achieving the goals of the service. The activity, which was held on 6-7 November 2021, yielded results, namely an increase in learning motivation in children. This can be seen from the enthusiasm of 85% of 32 elementary school age children to participate in activities with enthusiasm, they are more active in expressing opinions, more interactive or not shy. 
Pelestarian Tari Kuda Kepang di Desa Buntu Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Edi Ikhsan Mustofa; Nyemas Syalwa Fasya; Ahmad Rizki Maulana; Rodhotun Najiah; Mifta Hanifatul Karimah; Wahyu Setiawan; Wiwit Dodi Prasetyo; Heri Akbar Riyanto; Ahmad Guspul; Sri Jumini
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5262

Abstract

Masyarakat Desa Buntu telah dikenal dengan toleransinya, keberagaman budaya dan agama telah ada sejak lama, dengan beragamnya kepercayaan agama tidak membuat kesenian yang ada di Desa Buntu terhenti, beberapa kesenian seperti barongsai, liong, leak, lengger, sendratari dan kuda kepang diikuti oleh semua masyarakat dan semua usia anak-anak hingga orang tua. Jiwa-jiwa seni masyarakat Desa Buntu sudah terlihat sejak kecil, karena adanya latihan rutin setiap bulan yang telah dipertunjukan di beberapa kegiatan yang ada di Kabupaten Wonosobo bahkan di luar Wonosobo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilakukan dalam upaya melestarikan budaya masyarakat Buntu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan selama 45 hari terhitung dari awal bulan Februari sampai pertengahan bulan Maret 2022.  Adapun kegiatan yang telah dilakukan yaitu kegiatan latihan dan juga mengadakan kegiatan Pentas Kebudayaan dan Kirab Kesenian. Kegiatan pelestarian budaya ini menjadi menarik dikarenakan semua kesenian yang ada di Desa Buntu telah diikuti oleh semua kalangan bukan hanya muslim saja, bahkan selain muslim bisa mengikuti seperti Kristen, Budha, Katholik.   The people of Buntu Village have been known for their tolerance, cultural and religious diversity has existed for a long time, with the variety of religious beliefs that do not stop the arts in Buntu Village, some arts such as lion dance, lionng, leak, lengger, ballet and horse braids are followed by all people and all ages from children to the elderly. The artistic souls of the people of Buntu Village have been seen since childhood because of regular monthly exercises performed at several activities in Wonosobo Regency and even outside Wonosobo. This community service activity is carried out to preserve the culture of the Buntu community. This community service activity is carried out for 45 days, from February to March 2022. The activities that have been carried out are training activities and also holding Cultural Performances and Arts Carnival. This cultural preservation activity is interesting because all the arts in Buntu Village have been followed by all people, not only Muslims, even other than Muslims can follow such as Christians, Buddhists, and Catholics. 
Penguatan Gaya Hidup Normal Baru pada Masyarakat di Wilayah Padat Penduduk Ni Putu Wulan Purnama Sari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5217

Abstract

Pandemi COVID-19 telah berlangsung selama beberapa tahun, dan tidak ada seorangpun yang bisa memprediksi kapan pandemi ini akan berakhir. Transisi menuju status endemi sedang dipersiapkan oleh pemerintah Indonesia. Berbagai upaya pencegahan penularan COVID-19 secara konsisten terus dikembangkan oleh pemerintah. Masyarakat juga secara konsisten diminta untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai rekomendasi WHO terlepas dari naik turunnya angka kejadian COVID-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup normal baru sekaligus mencegah transmisi COVID-19 di wilayah padat penduduk. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Metode kegiatan berupa pendidikan kesehatan tentang COVID-19 untuk masyarakat awam dengan penekanan pada pencegahan penularannya melalui penerapan protokol kesehatan, dan pembagian  alat dan bahan yang dapat digunakan untuk mendukung penerapan gaya hidup normal baru, misalnya: sabun antiseptik, alcohol hand rub atau hand sanitizer, dan masker bedah. Peserta kegiatan berjumlah 50 orang. Setelah diberi pendidikan kesehatan, terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 18,7%. Mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik sebelum (54%) dan setelah kegiatan (70%). Selain itu, mayoritas peserta juga memiliki kemampuan perawatan diri yang tinggi di masa pandemi (74%). Satu bulan setelah kegiatan, perangkat pemerintahan setempat melaporkan adanya peningkatan kesadaran diri warganya untuk menerapkan protokol kesehatan. Perilaku kesehatan normal baru yang diterapkan secara konsisten oleh masyarakat berpotensi menekan penularan COVID-19 secara efektif.   The COVID-19 pandemic has been going on for several years, and no one can predict when this pandemic will end. The Indonesian government is preparing for the transition to endemic status. The government is consistently developing various efforts to prevent the transmission of COVID-19. The public is also consistently asked to apply health protocols according to WHO recommendations regardless of the ups and downs in the number of cases of COVID-19. This community service activity aimed to increase the community's ability to implement a new normal lifestyle while preventing the transmission of COVID-19 in densely populated areas. This activity was held in October 2021. The method of activity is in the form of health education about COVID-19 for the general public with an emphasis on preventing transmission through the application of health protocols and the distribution of tools and materials that can be used to support the implementation of the new normal lifestyle, for example, antiseptic soap, alcohol hand rub or hand sanitiser, and surgical masks. There are 50 participants in this activity. After being given health education, there was an increase in participants' knowledge by 18.7%. The majority of participants had a very good level of knowledge before (54%) and after the health education activity (70%). In addition, the majority of participants also had high self-care skills during the pandemic (74%). One month after the activity, local government officials reported increasing the public's self-awareness to implement health protocols related to a new normal lifestyle. The new normal health behaviour that is consistently applied by the community has the potential to suppress the transmission of COVID-19 effectively.