cover
Contact Name
Hadi Rianto
Contact Email
hdrianto@yahoo.com
Phone
+6281256972279
Journal Mail Official
hdrianto@yahoo.com
Editorial Address
IKIP PGRI Pontianak, Lantai Dasar Gedung B Jl Ampera No. 88 Kota Baru Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 23378891     EISSN : 25989510     DOI : http://dx.doi.org/10.31571/pkn.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan berisikan tentang hasil penelitian pada bidang ke-PKN-an meliputi kajian tentang pendidikan, politik, HAM, startegi dan metode pembelajaran PKn
Articles 518 Documents
Pemahaman Generasi Muda Islam Terhadap Pancasila Sebagai Pembentuk Sikap Toleransi di Indonesia Taufan Agung Prasetya; Sapto Dwi Anggoro; Taukhid
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9494

Abstract

Keberagaman di Indonesia merupakan realitas sosial yang tidak dapat dihindari sekaligus menjadi potensi munculnya intoleransi. Umat Islam sebagai mayoritas sering dikaitkan dengan tindakan intoleran dari sebagian kecil anggotanya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemahaman generasi muda Islam terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai pembentuk sikap toleransi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dan dianalisis melalui reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA Raudlatul Jannah Sidoarjo memiliki pemahaman yang baik terhadap ajaran Islam dan Pancasila, yang tercermin dalam sikap toleran mereka dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman yang kuat terhadap agama dan ideologi negara berperan penting dalam membangun sikap toleransi di kalangan generasi muda. Diperlukan penguatan pendidikan keberagaman untuk memperkokoh harmoni sosial di Indonesia.
Peran Multidimensional Guru PPKn dalam Membudayakan Literasi pada Siswa di SMAN 4 Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya Heni Widiastuti; Hadi Rianto
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9516

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran strategis guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menumbuhkan budaya literasi pada siswa di SMAN 4 Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya. Dengan konteks nasional di mana skor literasi membaca siswa Indonesia masih tergolong rendah, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menjadi inisiatif krusial untuk meningkatkan kemampuan siswa. Penelitian ini mengkaji bagaimana peran guru PPKn yang secara intrinsik bertanggung jawab membentuk karakter bangsa dapat menjadi fondasi bagi program literasi yang efektif. Menggunakan pendekatan kualitatif naratif, penelitian ini mensintesis pengalaman dan praktik terbaik dari literatur akademis tahun 2020-2024 untuk membangun sebuah narasi komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa peran guru PPKn bersifat multidimensional dan melampaui metode pengajaran konvensional. Peran ini mencakup menjadi teladan dan motivator, perancang kurikulum, inovator pedagogis, dan agen transformasi digital. Melalui penerapan strategi seperti pembelajaran berbasis proyek dan metode Sokratik, tidak hanya meningkatkan literasi baca-tulis tetapi juga keterampilan berpikir kritis, penalaran, dan kemampuan berargumentasi siswa. Keberhasilan pembudayaan literasi sangat bergantung pada sinergi peran guru PPKn dengan dukungan kebijakan sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Wisata Kampus Benteng Pancasila dalam Penguatan Nilai Kebangsaan di Universitas Sebelas Maret Surakarta Djono; Leo Agung Sutimin; Bramastia; Winarno; Endrise Septina Rawanoko; Deni Zein Tarsidi; Andrea Salsalova
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9613

Abstract

Kampus Benteng Pancasila Universitas Sebelas Maret (UNS) dikembangkan sebagai pusat edukasi nilai-nilai kebangsaan, keberagaman, dan toleransi antarumat beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran wisata edukatif di Kampus Benteng Pancasila dalam menanamkan dan memperkuat nilai kebangsaan di UNS. Metode yang digunakan adalah kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed-method). Data kualitatif diperoleh melalui studi literatur, dokumentasi, dan angket terbuka, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan melalui angket berskala Likert yang disebarkan kepada 100 responden, terdiri atas peserta didik SMA Kedungpring Lamongan dan mahasiswa UNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan wisata edukatif yang memadukan aspek Pancasila, sejarah, keberagaman agama, dan budaya lokal berkontribusi pada penanaman nilai toleransi, inklusivitas, dan nilai kebangsaan. Temuan ini menegaskan bahwa wisata kampus dapat menjadi media efektif dalam membangun kesadaran kebangsaan di lingkungan pendidikan tinggi melalui penguatan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, keadilan, pluralisme, multikulturalisme, serta patriotisme.
Budaya Gotong Royong Warga Sekolah Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Pembangunan Berkelanjutan Purnama Trisnamansyah; Nandawati Utami Putri
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9628

Abstract

Selain di rumah, anak-anak juga menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Oleh karena itu, kebersihan dan kesehatan sekolah memiliki peran penting karena dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan sekaligus memengaruhi kelancaran proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PHBS secara gotong royong oleh warga sekolah dalam kaitannya dengan GERMAS dan SDGs. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, pendekatan kualitatif, serta teknik analisis data kualitatif, diperoleh hasil bahwa lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan nyaman dapat terwujud melalui kesadaran warga sekolah dalam membudayakan gotong royong dalam implementasi PHBS. Dengan mengimplementasikan PHBS di sekolah, berarti turut mensukseskan GERMAS sebagai program dalam memasyarakatkan budaya hidup sehat sekaligus pula memiliki relevansi dengan pencapaian SDGs, khususnya Goals ke-3 yaitu menjamin kehidupan sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk di semua usia. Dengan demikian, implementasi PHBS di sekolah berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui peran institusi pendidikan.
Analisis Butir Soal Berbasis Level Konitif Soal Ujian Akhir Semester Mata Pelajaran PPKn Kelas VII SMP Negeri 2 Pemangkat Henny Muldia; Sulistyarini; Nuraini Asriati
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas item soal Ujian Akhir Semester Ganjil mata pelajaran PPKn di kelas VII SMP Negeri 2 Pemangkat TA 2024/2025. Analisisnya mencakup level kognitif soal dengan mengacu pada Taksonomi Bloom dan analisis empiris (validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil menunjukkan item soal memiliki kualitas cukup baik secara reliabilitas dan soal memiliki proporsi yang seimbang dari segi tingkat kesukarannya. Namun soal didominasi level kognitif rendah (LOTS) dan soal lemah pada dua aspek yaitu 40% butir soal ditemukan tidak valid serta 47% soal tidak memiliki daya pembeda. Berdasarkan analisis empiris terhadap 45 item soal yaitu 40 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian, bahwa 27 item soal (60%) valid sedangkan 18 item soal (40%) tidak valid. Reliabilitas soalnya tinggi dengan nilai 0,717 untuk soal pilihan ganda, dan 0,651 untuk soal uraian. Tingkat kesukarannya bervariasi: 13 item (29%) mudah, 18 item (40%) sedang dan 14 item (31%) sukar. Sementara itu, daya pembedanya, 8 item (18%) baik, 16 item (35%) cukup baik, 17 item (38%) jelek, dan 4 item (9%) jelek sekali. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan proporsi soal HOTS dan pelatihan penyusunan soal berstandar bagi guru.
Kreativitas Guru PPKn dalam Menerapkan Model Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Siswa SMAN 16 Bone Edy Surya; H. Marwah; Hasanuddin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kreativitas guru dalam menerapkan model Talking Stick terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 16 Bone. Penelitian pre-eksperimen dengan rancangan berupa Desain One Group Pre-Test and Post-Test melibatkan sampel 29 orang. Penelitian ini lebih menekankan peran kreativitas guru dalam mengadaptasi model Talking Stick sebagai pendekatan aktif. Pengumpulan data  penelitian ini yaitu tes hasil belajar dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data, rata-rata  hasil belajar siswa pretest sebanyak 70,68%  (kategori sedang) kemudian pada tes akhir postest berbeda jauh dari sebelumnya yaitu 89,48%  (kategori tinggi) dengan tingkat perbedaan persentase yaitu 18,8, Hal ini diperkuat dari hasil uji inferensial menggunakan paired sample t-test dengan hasil (t=1,899) sehingga dapat disimpulkan bahwa model Talking Stick pembelajaran tersebut dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Peran Babinsa dalam Menjaga Nilai Persatuan Masyarakat Kelurahan Anjungan Melancar Kecamatan Anjongan Mario Feliks; Rustiyarso; Thomy Sastra Atmaja; Syamsuri; Shilmy Purnama; Florensius Alpius
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Babinsa dalam menjaga nilai persatuan masyarakat serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan strategi penyelesaiannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap Babinsa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Babinsa berperan sebagai fasilitator nilai persatuan, mediator konflik, dan penggerak kegiatan sosial yang memperkuat solidaritas masyarakat. Babinsa aktif menjalin komunikasi, menyosialisasikan wawasan kebangsaan, serta melibatkan warga dalam berbagai kegiatan sosial. Tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan sumber daya, minimnya pemahaman masyarakat tentang peran Babinsa, dan dinamika sosial lokal. Untuk mengatasi hal tersebut, Babinsa mengutamakan pendekatan persuasif dan kolaboratif. Temuan ini menegaskan bahwa peran Babinsa tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga dalam pembinaan sosial dan edukatif guna memperkuat nilai-nilai persatuan masyarakat.
Strategi Pembelajaran Humanistik di Prodi PPKn dalam Membentuk Karakter Mahasiswa yang Demokratis di Universitas Nusa Cendana Aprilini Dima Keba; Yunita Naomi Finit; Veronika Keraf; Fredik Lambertus Kollo
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9684

Abstract

Perubahan pesat dalam era global membawa tantangan signifikan bagi pendidikan tinggi, khususnya dalam konteks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis penerapan strategi pembelajaran humanistik yang berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa secara holistik dan pembentukan karakter demokratis di tengah arus globalisasi. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik wawancara dan observasi untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran humanistik yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif dan dosen sebagai fasilitator yang bersifat kekeluargaan mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan rasa percaya diri mahasiswa. Strategi ini terbukti efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai demokrasi seperti toleransi, kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab sosial. Temuan ini memperkaya teori pembelajaran humanistik dengan bukti empiris dari konteks pendidikan tinggi Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan model pembelajaran PPKn yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini memperluas pemahaman tentang integrasi nilai-nilai humanistik dan demokratis dalam pendidikan kewarganegaraan.
Peran Pendidikan Multikultural dalam Penguatan Civic Disposition Mahasiswa PPKn Universitas Nusa Cendana Clarisa Aeng Lau; Anjulin Yonathan Kamlasi; Putri Santia Dere; Kanisius Kedan Kian Atamukin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9688

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural memiliki budaya yang patut dibanggakan dan dapat berperan dalam membentuk karakter dan identitas bangsa. Pendidikan multikultural merupakan salah satu pendekatan progresif yang dapat menanamkan kesadaran dalam masyarakat multikultural dan mengembangkan kewarganegaraan. Penelitian ini menganalisis sejauh mana peran pendidikan multikultural di lingkungan jurusan PPKn dalam memperkuat watak kewarganegaraan (Civic Disposition) mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural memiliki peran penting dalam mengembangkan dan memperkuat karakter mahasiswa. Hal ini penting untuk diperhatikan karena pendidikan pada dasarnya adalah menumbuhkan etika sesuai dengan landasan budaya dan nilai-nilai kepercayaan yang berkembang di masyarakat.
Hubungan Antara Perencanaan Pembelajaran PPKn oleh Dosen dengan Kepuasan Belajar Mahasiswa Thomas Kemil Masi; Estalin Nepa Bureni; Wilibrodus Manga Lamauran; Irene Funan
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perencanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) oleh dosen dengan kepuasan belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian meliputi dosen dan mahasiswa Program Studi PPKn Universitas Nusa Cendana, dengan sampel dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perencanaan pembelajaran terhadap kepauasan mahasiswa yang berada pada kategori tinggi. Analisis korelasi menghasilkan r = 0,887 dengan signifikansi 0,001 (< 0,05), menunjukkan hubungan positif dan signifikan. Koefisien determinasi sebesar 78,7% membuktikan bahwa kepuasan belajar mahasiswa sangat dipengaruhi oleh kualitas perencanaan pembelajaran. Dengan demikian, semakin baik perencanaan pembelajaran PPKn, semakin tinggi kepuasan mahasiswa.