cover
Contact Name
Hadi Rianto
Contact Email
hdrianto@yahoo.com
Phone
+6281256972279
Journal Mail Official
hdrianto@yahoo.com
Editorial Address
IKIP PGRI Pontianak, Lantai Dasar Gedung B Jl Ampera No. 88 Kota Baru Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 23378891     EISSN : 25989510     DOI : http://dx.doi.org/10.31571/pkn.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan berisikan tentang hasil penelitian pada bidang ke-PKN-an meliputi kajian tentang pendidikan, politik, HAM, startegi dan metode pembelajaran PKn
Articles 518 Documents
Politics, Identity, and Education: A Historical Study of Civic Education Curriculum in Indonesia Mulia Sari; Sapriya; Rahmat
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9690

Abstract

This article examines how the complex relationship between politics, identity, and education in the history of civic education in Indonesian curriculum through a qualitative research method with a historical study approach. This research finds that the relationship between politics, identity, and education greatly influences how civic education is implemented in Indonesia. This is evident in the change of government followed by a change in the education curriculum which then also has an impact on changes in civic education. Therefore, patterns of government change always have an impact on the dynamics of the civic education curriculum. The material and implementation of civic education subjects are often adjusted to the vision and mission of the government in order to create citizens who identify and behave in accordance with the needs of the government in facing various challenges of nation and state in various eras of government. In conclusion, the name changes in civic education is not merely administrative, but rather reflect how civic education in Indonesia has always been synonymous with politic as a regime tool for legitimacy, identity to strengthen Pancasila as the foundation of the state, and education as a process of evolution from verbal indoctination to the formation of a more holistic democratic character of Indonesia citizens.
Peran Aparat, Kebijakan Publik, dan Ketimpangan Sumber Daya: Perspektif Mahasiswa PGSD Tentang Konflik HAM di Papua Ricky Mawara; Tiffany Shahnaz Rusli
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9691

Abstract

Artikel ini mengkaji akar masalah konflik HAM di Papua dari perspektif mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Cenderawasih. Riset ini menggunakan metode kualitatif serta penyajian data deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif dan wawancara terstruktur kepada tiga puluh dua mahasiswa yang telah belajar mata kuliah Pendidikan Hak Asasi Manusia pada semester lima (angkatan 2021). Setelah itu, diperoleh hasil yang telah direduksi dan dikategorikan menjadi tiga: (1) Fungsi aparat penegak hukum yang membingungkan, melindungi dan sumber konflik, (2) Pemerintah dan pemerintah daerah tidak adil, (3) Kekayaan alam berlimpah yang tidak berbading lurus dengan kesejahteraan masyarakat Papua. Kesimpulan penelitian ini adalah perlu adanya pelatihan cultural sensitivity untuk para aparat guna lebih dalamnya pemahaman terhadap masyarakat adat Papua, serta transparansi pelaksanaan otonomi Khusus. Antara lain: Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), laporan realisasi anggaran, laporan keuangan daerah (LKPD), dan laporan pertanggungjawaban program/kegiatan oleh perangkat daerah.
Kewarganegaraan Digital dan Tantangan Etika Bermedia Sosial di Era Disrupsi Informasi Fatimah Az-zahra; Rouli Br Lumban Batu; Thereza Dwi Ningrum Siburian; Triya Anggraini
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan etika kewarganegaraan digital dalam aktivitas bermedia sosial di era disrupsi informasi serta merumuskan strategi penguatan kesadaran etika dan literasi digital berbasis nilai-nilai Pancasila. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 20 jurnal  periode 2023-2025, penelitian ini menemukan bahwa krisis etika digital di Indonesia disebabkan oleh rendahnya literasi digital, lemahnya kesadaran hukum, dan menurunnya internalisasi nilai Pancasila dalam ruang digital. Tantangan utama meliputi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, dan perundungan siber. Strategi yang diusulkan mencakup pendidikan etika digital berbasis Pancasila, pembaruan kebijakan yang adaptif terhadap teknologi, serta kolaborasi multi-stakeholder antara lembaga pendidikan, pemerintah, swasta, dan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan etika dan literasi digital merupakan agenda kebangsaan untuk membangun ekosistem digital yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab.
Dari Kelas ke Aksi Sosial: Efektivitas Integrasi Project Citizen dan Project-Based Learning dalam Meningkatkan Civic Engagement Mahasiswa Dian Permata Sari; Devi Sutrisno Putri; Rima Yuni Saputri; Febra Anjar Kusuma
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9722

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas integrasi Project Citizen dan Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan civic engagement secara komprehensif dan simultan pada ketiga dimensi (civic knowledge, civic skills, dan civic disposition). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) tipe nonequivalent control group design yang melibatkan 60 mahasiswa Program Studi PPKn FKIP Universitas Lampung yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, uji-t, serta perhitungan Normalized Gain (N-Gain). Penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol dengan nilai signifikansi 0,018 (p < 0,05). Rata-rata skor kelas eksperimen (78,43) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (74,20), dengan N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,57 (kategori sedang ke tinggi). Temuan ini memberikan kontribusi inovatif dalam praktik pendidikan kewarganegaraan dengan menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial, serta menawarkan model pembelajaran strategis yang relevan untuk menghadapi tantangan era Society 5.0.
Peran Guru dalam Mengintegrasikan Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Sungai Kunyit Sitti Uswatun Hasanah; Awalia Febrianti; Syarif Firmansyah
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Sungai Kunyit. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru sebagai agen perubahan dalam membentuk karakter peserta didik yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai HAM melalui perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran partisipatif, serta penilaian autentik yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa keberhasilan integrasi nilai-nilai HAM dipengaruhi oleh kompetensi guru, iklim sekolah yang demokratis, dan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi dalam penguatan pendidikan karakter berbasis HAM di SMA.
Instructional Design Pendidikan Pancasila dalam Penguatan Moral Character di Era Digital Devi Sutrisno Putri; Yunisca Nurmalisa; Dian Permata Sari; Rima Yuni Saputri
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9759

Abstract

This study aims to develop an ASSURE-based Project Citizen learning model as an innovation to strengthen students’ character in the Pancasila Education course. The research employed an R&D method consisting of several stages: needs analysis, model design, expert validation, limited trials, and model revision. The developed model integrates the six stages of the ASSURE instructional design with the Project Citizen syntax, which emphasizes socially oriented and reflective project-based learning. The research findings indicate that the model obtained an expert validation score of 4.40, categorized as highly feasible. Results from limited trials involving 25 students showed a model implementation rate of 89.5%, student response of 90%, and an increase in learning outcomes and student character with a gain score ranging from 0.49 to 0.6. Moreover, the paired sample t-test results revealed a p-value < 0.05, indicating a significant improvement in students’ understanding of Pancasila values and character formation. Therefore, the ASSURE-based Project Citizen model is declared feasible, practical, and effective (in a limited scope) for enhancing character development and understanding of Pancasila values in higher education.
Pacu Jalur Sebagai Identitas Budaya Lokal: Studi Etnografi di Kabupaten Kuantan Singingi Fiona Deanovans; Putri Dayani Ginting; Siti Mey Listianti; Teguh Adzuri; Ummi Maulinda Sari; Vino Ramadhan; Hambali; Abdur Rahman Hakim
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9764

Abstract

Pacu Jalur merupakan tradisi lomba perahu panjang khas Kuantan Singingi, Riau, yang diwariskan antargenerasi dan menjadi penanda identitas budaya masyarakat setempat. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat relasi sosial serta menanamkan nilai gotong royong, solidaritas, religiusitas, dan kebersamaan. Meski memberi dampak ekonomi melalui peningkatan wisata, kajian mendalam mengenai makna budaya dan nilai sosialnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengungkap Pacu Jalur sebagai simbol identitas budaya dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan etnografi. Informan dipilih secara purposive, meliputi tokoh adat, pembuat jalur, peserta, panitia, dan masyarakat. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi arsip, kemudian dianalisis dengan reduksi, penyajian, dan verifikasi melalui triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa Pacu Jalur berkembang dari alat transportasi menjadi tradisi sarat nilai sosial dan spiritual yang juga berdampak ekonomi. Tantangan seperti berkurangnya minat generasi muda dan biaya perawatan menegaskan perlunya pelestarian berbasis masyarakat, pemerintah, dan pendidikan budaya.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Aplikasi Wordwall pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMAS Karya Budi Putussibau Dora Baindang; Fety Novianti; Yuliananingsih M.
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9777

Abstract

Penelitian menyajikan informasi tentang pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan menggunakan aplikasi wordwall dalam meningkatkan hasil belajar siswa di kelas XC SMAS Karya Budi Putussibau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di kelas XC SMAS Karya Budi Putussibau dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang. Hasil pra-riset, siklus I, dan siklus II, terjadi peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Pada pra-siklus, menunjukkan bahwa pembelajaran belum maksimal, hanya 17% (5 dari 29 siswa) yang mencapai ketuntasan minimum dengan skor di atas 75. Oleh karena itu, penelitian dilanjutkan ke siklus I bahwa ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 51% (15 dari 29 siswa), namun masih belum mencapai target 75%. Pembelajaran pun dilanjutkan ke siklus II, hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yang maksimal dengan 75% (22 dari 29 siswa) mencapai ketuntasan minimum.  Dengan demikian, aplikasi Wordwall terbukti efektif sebagai media pembelajaran digital yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara kuantitatif, dan juga memperkuat kualitas proses pembelajaran secara menyeluruh.
Rancangan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Pendekatan Design Thinking untuk Pendidikan Resolusi Konflik dalam Pendidikan Multikultural Idham Azwar; Sulha
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9778

Abstract

Penelitian ini berfokus pada rancangan model pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan design thinking sebagai strategi untuk pendidikan resolusi konflik dalam konteks pendidikan multikultural. Melalui analisis literatur sistematis terhadap kajian akademik terkait, penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya dalam mengasah keterampilan pemecahan masalah kritis terhadap isu-isu sehari-hari di lingkungan sosial mereka. Dua konsep utama yang dikaji adalah pendidikan multikultural dan model pembelajaran inovatif. Model design thinking yang dikembangkan menekankan kemampaun untuk :1) berempati; 2) mendefinisikan; 3) mengideasikan; 4) membuat prototipe; dan 5) menguji. Tahap-tahap dalam berpikir desain ini dapat menjadi acuan terbaik untuk merancang media pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan permasalahan siswa  (test)  yang difasilitasi guru sebagai pengembang dan fasilitator. Implementasi model ini diharapkan dapat menumbuhkan berpikir kritis siswa sekaligus mencegah potensi konflik negatif di kalangan mahasiswa sebagai upaya respons terhadap dinamika kompleksitas sosial kontemporer.
Kajian Aturan Hak Atas Pendidikan dan Relevansinya Terhadap Pemenuhan Pendidikan Masyarakat Kota Kupang Melinda R. Radja; Nofra Tahunas; Maria B. Virani; Wilibrodus Lamauran; Yustinus F. Tatu
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9804

Abstract

Penelitian ini mengkaji regulasi hukum yang menjamin hak atas pendidikan di Indonesia serta relevansinya dengan kondisi pendidikan di Kota Kupang. Menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, penelitian ini merujuk pada UUD 1945, UU Nomor 20 Tahun 2003, dan UU Nomor 39 Tahun 1999. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum nasional telah menjamin hak pendidikan, implementasinya masih belum optimal. Berdasarkan data BPS 2024, dari 72.000 anak usia 5–12 tahun, hanya 41.500 yang bersekolah. Faktor utama penyebabnya meliputi keterbatasan ekonomi, infrastruktur, tenaga pendidik, serta budaya yang belum menekankan pentingnya pendidikan. Analisis integratif antara norma hukum dan realitas lokal ini menegaskan perlunya kebijakan daerah yang adaptif dan kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk mewujudkan pemerataan hak pendidikan di Kota Kupang.