cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Program Pak Edi Si Petani (Pemeriksaan Kesehatan Berkala dan Edukasi dalam Menangani Penyakit Akibat Kerja pada Kelompok Petani)” Victoria, Arlies Zenitha; Ratnasari, Ratnasari; Handayani, Prita Adisty; Sari, Deasy Virka
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5340

Abstract

Jumlah kejadian Penyakit Akibat Kerja (PAK) di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019 tercatat sebanyak 210.789, tahun 2020 sebanyak 221.740 kasus, dan 2021 sebanyak 234.370 kasus. Sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan kehutanan menempati urutan ketiga penyumbang kejadian PAK selama tahun 2019-2020 yaitu 17,3% dari total kejadian. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani adalah pembentukan kelompok tani. Kegiatan pengabdian masyarakat yang mengusung tema “Pak Edi Si Petani (Pemeriksaan Kesehatan Berkala dan Edukasi dalam Menangani Penyakit Akibat Kerja pada Kelompok Petani” ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan pada kelompok petani. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, pemanfaatan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Sosialisasi program dilakukan dengan FGD dan pemeriksaan kesehatan awal (skrining) yang dihadiri oleh 38 orang. Hasil skrining didapatkan masalah kesehatan pada petani yaitu hipertensi dan low back pain. Pelatihan kader dilakukan pada 8 orang kader dengan memberikan pemaparan materi dan praktek. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim memanfaatkan website sebagai media edukasi kepada masyarakat. Pendampingan pelaksanaan Program Pak Edi Si Petani oleh kader tahap I dihadiri oleh 26 orang dan tahap II sebanyak 34 orang. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan dan status kesehatan mitra. Program Pak Edi Si Petani selanjutnya diserahkan kepada mitra sasaran untuk dilaksanakan secara mandiri. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini, tim abdimas akan melibatkan kader dan keluarga untuk penanganan masalah kesehatan lainnya pada populasi yang lebih luas di wilayah mitra.
Perbedaan Tingkat Kepatuhan terhadap Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada Pegawai di Lingkungan Kantor Bappeda dengan Kantor Pertanian Kamila, Saufa Tasyaul; Abdullah, Asnawi; Ariscasari, Putri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5341

Abstract

Rokok merupakan masalah kesehatan dunia, merokok tidak hanya membahayakan kesehatan bagi perokoknya saja, akan tetapi membahayakan juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Pemerintah Aceh telah memiliki Qanun Nomor 04 Tahun 2022 Tentang Kawasan Tanpa Rokok, yang bertujuan melindungi kesehatan masyarakat dari bahaya akibat merokok, membudayakan hidup sehat dan menekan angka pertumbuhan perokok pemula. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan tingkat kepatuhan terhadap Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada pegawai di lingkungan Kantor Bappeda dengan Kantor Pertanian Kota Banda Aceh Tahun 2024.Jenis penelitian ini kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh pegawai di lingkungan Kantor Bappeda dengan Kantor Pertanian Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 60 responden yang mana 30 dari Kantor Bappeda dan 30 dari Kantor Pertanian Kota Banda Aceh. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 12 -25 Juni 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan analisis univariat dan bivariat menggukan uji chi-square dan regresi logistik menggunakan STATA. Hasil analisis univariat diketahui bahwa 75,0% pegawai tidak patuh dengan kebijakan KTR, 45,0% pengetahuan kurang baik, 5,0% sikap negatif, 73,3% usia >30 tahun, 11,6% ada riwayat penyakit dan 66,67% lama merokok ≥10 tahun. Hasil analisis bivariat menggunakan regresi logistik diketahui bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p-value 0,881), sikap (p-value 0,732) dan usia (p-value 0,503), riwayat penyakit (p-value 0,051), sedangkan terdapat hubungan lama merokok (p-value 0,001) dengan kepatuhan kebijakan KTR pada pegawai di kantor Bappeda dan Pertanian Kota Banda Aceh Tahun 2024.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pegawai tidak patuh terhadap kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dengan lama merokok sebagai faktor signifikan yang mempengaruhi kepatuhan. Disarankan kepada pihak Kantor Bappeda dan Pertanian Kota Banda Aceh agar dapat menjaga kepatuhan terhadap kebijakan KTR, meningkatkan pengetahuan, menjaga sikap agar tidak merokok dilingkungan kantor, sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif kedepannya.
Upaya Edukasi melalui Pelatihan Kader dalam Mengurangi Stigma dan Meningkatkan Pemahaman Tuberculosis (TB) di Masyarakat Wirakhmi, Ikit Netra; Purnawan, Iwan; Sumantri, Rade Bagus Bambang
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5345

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global yang serius, termasuk di Indonesia. Stigma yang melekat pada pasien TB sering menghambat upaya penanganan penyakit ini, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan kader kesehatan untuk mengedukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai TB dan stigma pasien di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Metode: Pelatihan dilakukan melalui seminar dan diskusi interaktif, melibatkan 10 kader kesehatan yang memenuhi kriteria peserta. Penilaian dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas kader telah memiliki pemahaman yang baik mengenai TB, dengan peningkatan jumlah kader berpengetahuan baik dari 8 menjadi 9 orang, mencerminkan dampak positif dari pelatihan. Namun, satu kader tetap berada dalam kategori pengetahuan kurang baik, menunjukkan perlunya pendekatan tambahan. Kesimpulan: Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader.
Gerakan Sadar Gosok Gigi untuk Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Sekolah Dasar Juwariyah, Siti; Septianingtyas, Maya Cobalt Angio; Jona, Resa Nirmala; Rusmiyati, Rusmiyati; Sovianti, Vivi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5383

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut terutama anak-anak yang sering muncul adalah karies gigi. Masalah gigi terbesar di Indonesia yaitu gigi rusak / berlubang /sakit gigi mencapai 45,3%. Meningkatnya jumlah karies gigi pada anak-anak yaitu 53,2%. Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu kebiasaan baik yang harus diajarkan sejak kecil, ini bisa menjadi kebiasaan yang akan membuat anak menjadi kesadaran tinggi untuk melakukan nya seumur hidup. Kebiasaan ini akan membantu mencegah karies gigi dan penyakit periodontal seiring bertambahnya usia manusia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan gambaraan kejadian karies gigi pada anak di SDN Tawangmas 01 dengan melakukan pemeriksaan karies gigi. Pengabdian masysrakat ini diharapkan dapaat meningkatkan kesadaran anak tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Pengenalan dan perawatn gigi secara dini sangat penting dilakukan, mengingat banyak anak dengan tingkat frekuensi karies gigi atau lubang yang cukup tinggi masih banyak yang belum ditangani dengan benar. Rutin menyikat gigi dengan baik dan benra dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah siswa kelas 2 dan 3 dan total siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah 128 siswa. Pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan melakukan ijin kepada kepala sekolah juga melakukan observasi siswa. Selanjutnya menentukan waktu pelaksanaan kemudian di hari pertama pelaksanaan di awali dengan pemeriksaan gigi dan mulut, dilanjutkan dengan pemberian edukasi kepada siswa di masing-masing kelas. Di hari kedua siswa di ajak ke lapangan diajarkan simulasi cuci tangan dan mengajarkan menggosok gigi yang baik dan benar. Hasil kegiatan ini akan dievaluasi untuk upaya pencegahan karies gigi pada anak.
Pelatihan dan Pemberdayaan Pengolahan Nano Powder Jahe Merah sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Olahan Jahe Merah dan Kesehatan Masyarakat Desa Septiadi, Wayan Nata; Priambadi, I Gusti Ngurah; Komaladewi, A.A.I.A Sri; Yanti, Putu Emy Darma; Krisnawati, Ni Komang Menik Sri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5424

Abstract

Kelompok Tani Guna Kherti menghadapi kualitas produk jahe merah yang belum mendapatkan sentuhan proses produksi secara pemanfaatan teknologi mengakibatkan rendahnya harga jual jahe merah. Pelatihan dilakuka selama 3 kali, dimana pelatihan 1 berupa edukasi dan pelatihan teknologi atau peralatan pengolahan jahe merah; pelatihan 2 berupa edukasi dan pemberdayaan mitra dalam pembuatan bubuk nano jahe; dan pelatihan 3 dilakukan edukasi terkait aspek sosial masyarakat dalam bidang kesehatan dimana pada tahapan ini akan diberikan edukasi terkait manfaat dan kegunaan produk jahe merah untuk kesehatan masyarakat. Pada hasil didapatkan adanya pencapaian indikator keberhasilan sampai 84%. Pelatihan dan pemberdayaan yang dilakukan memberikan suatu pengetahuan baru bagi kelompok tani dalam pengolahan menfaatkan teknologi serta memberikan pengetahuan berupa inovasi baru terkait produk olahan jahe merah (produk baru).
Penyuluhan Pencegahan Stunting di Gereja Wanti, Wanti; Awang, Mariana Ngundju; Ngambut, Karolus; Adi, Anak Agung Mirah; Makoil, Samuel David Imenuel; Irfan, Irfan
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5493

Abstract

Stunting terjadi karena adanya kekurangan gizi kronis dan penyakit infeksi sejak janin masih dalam kandungan sampai anak berusia 23 bulan, untuk itu perlu kerjasama konvergensi atau dalam lingkup Pentahelix (Pemerintah, Perguruan Tinggi, Swasta, Masyarakat, dan Media Masa) perlu dilakukan dalam pencegahan dan penanganan stunting. Untuk itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai bentuk kerjasama konvergensi dalam pencegahan stunting, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan di Gereja Talitakumi Desa Raknamo Kabupaten Kupang dengan sasaran sebanyak 100 orang. Bentuk kegiatan adalah Edukasi pencegahan stunting kepada orangtua jemaat Gereja Talitakumi, kader, anak-anak dan ibu balita. Materi penyuluhan yaitu 1000HPK, pencegahan anemia bagi remaja dan ibu hamil, dan juga penyuluhan makanan bergizi pada anak-anak. Narasumber yaitu Kepala Desa Raknamo, Pendeta Gereja Talitakumi, Dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang. Masyarakat mengikuti kegiayan dengan antusias dan pada saat sesi tanya jawab sebagai bagian evaluasi maka ada keatifan dari masayrakat untuk bertanya apabila ada yang tidak paham, namun juga masyarakat aktif dalam menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh Narasumber. Terlebih lagi anak-anak sangat antusias menjawab dengan benar bahkan berebutan untuk menjawabnya. Kegiatan diakhiri dengan pembagian bahan makanan tinggi protein yaitu telur yang diberikan untuk setiap Kepala Keluarga yang hadir, sedangkan balita diberi telur dan biskuit. Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini masyarakat khususnya jemaat Gereja Talitakumi meningkat pengetahuan, sikap dan tindakannya daam pencegahan stunting dan bisa menjadi agent of change dalam pencegahan stunting bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Selain itu juga diharapkan anak-anak yang sudah mengikuti kegiatan ini juga bisa mendukung orangtua dan keluarganya dalam menyiapkan menu makanan yang bergisi. Disini Tim mengajak Pihak Gereja dan Pihak Desa untuk bisa selalu memperhatikan asupan gizinya terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Peningkatan Produksi Minyak Tandusan di Bali melalui Implementasi Teknologi Berbasis Sistem Digital Gama, Adie Wahyudi Oktavia; Widnyani, Ni Made; Widayanti, Ni Putu
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5515

Abstract

Minyak tandusan, produk unggulan berbasis kearifan lokal dari Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat setempat. Minyak ini terbuat dari kelapa lokal dengan aroma khas dan berbagai manfaat kesehatan, seperti perawatan kulit dan rambut. Namun, produksi minyak tandusan masih mengandalkan metode tradisional yang kurang efisien, sehingga membatasi potensi pasar yang lebih luas. Selain itu, penerapan teknologi dalam proses produksi dan pemasaran masih sangat terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut melalui penerapan inovasi teknologi pada proses produksi dan pemasaran minyak tandusan.Metode kegiatan meliputi pelatihan pemasaran digital, seperti pemanfaatan media sosial, pembuatan website, dan penggunaan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Peserta kegiatan sebanyak 20 orang dengan memberdayakan Orang dengan HIV (ODHIV) yang bekerja dalam produksi minyak tandusan. Program ini juga melalui pelatihan keterampilan baru, memberikan peluang ekonomi yang lebih baik, dan mendorong integrasi sosial mereka. Kegiatan ini dimulai dengan tahap persiapan, meliputi survei kebutuhan masyarakat, koordinasi dengan kelompok usaha, dan penyusunan modul pelatihan. Pelaksanaan program terdiri dari penyuluhan, pelatihan teknis, dan pendampingan langsung dalam penerapan teknologi produksi dan pemasaran. Evaluasi dilakukan dengan cara menilai peningkatan produktivitas, kemampuan pemasaran digital peserta, serta perluasan jangkauan pasar minyak tandusan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi produksi, profesionalisme industri, serta daya saing produk di pasar yang lebih luas. Dengan penerapan teknologi berbasis ekonomi digital, diharapkan usaha minyak tandusan dapat berkembang secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Baluk.
AQUAPO-HERO: Pemberdayaan Anak-Anak Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Berbasis Collaborative Learning dan Upcycling Strategy Setiyowati, Arbin Janu; Bariyyah, Khairul; Probowati, Devy; Hidayatullah, Hengki Tri; Farhan, Ahmad Dhiauddin; Wahyuningsih, Rani Destia
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.4845

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anak-anak di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam bidang pertanian berkelanjutan melalui metode aquaponic farming. Program ini menggunakan pendekatan pembelajaran kolaboratif (collaborative learning) dan strategi daur ulang kreatif (upcycling strategy) untuk mengajarkan konsep pertanian dan pengelolaan sampah secara terpadu. Melalui empat tahapan pembelajaran — learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together. Anak-anak diajarkan tidak hanya tentang konsep aquaponik tetapi juga keterampilan praktis untuk merancang dan mengelola sistem tersebut dengan memanfaatkan limbah sebagai media. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan, dengan skor pengetahuan rata-rata meningkat dari kisaran 50-70 pada pre-test menjadi 60-85 pada post-test. Peningkatan serupa terlihat pada aspek pemahaman dan keterampilan. Program ini berhasil memberikan dampak positif, baik dalam peningkatan keterampilan praktis maupun kesadaran lingkungan anak-anak, sekaligus memperkenalkan mereka pada konsep keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas. Dengan hasil yang dicapai, diharapkan program ini dapat menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan dan inspiratif bagi komunitas lainnya di sekitar TPA dan daerah serupa.
Pembentukan Kelompok Swabantu ODGJ Mardhiah, Ainal; Inayati, Rahmi; Musni, Riza; Nurlaili, Nurlaili; Aqmalia, Wirdatul; Mufid, Huda
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.5054

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan masalah kesehatan yang perlu perhatian serius terutama pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Tingginya kejadian kekambuhan sehingga harus keluar masuk rawat inap. Salah satu penyebabnya adalah seringnya putus obat akibat kurangnya dukungan keluarga, ketidaktahuan keluarga tentang dukungan terhadap pasien. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu kegiatan pemberdayaan Masyarakat Pembentukan Kelompok Swabantu Keluarga ODGJ dalam pendampingan keluarga ODGJ. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan dukungan sosial dan keluarga terhadap ODGJ. Metode pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut dilakukan dengan cara pelatihan kader dan keluarga, pembentukan kelompok swabantu, dan supervisi kader dan keluarga ODGJ. Kegiatan diawali dengan pelatihan kesehatan jiwa mulai tanggal 9 sd 12 Juli 2024 diikuti oleh 18 peserta terdiri atas 10 orang kader kesehatan dan 8 orang keluarga ODGJ, diperoleh hasil peningkatan pengetahuan sebesar 83,2% dan terbentuk 2 kelompok swabantu ODGJ yang terdiri atas kader kesehatan gampong dan keluarga ODGJ di Gampong Tijue dan Gampong Paya, dilanjutkan dengan supervisi kader dan keluarga satu kali perminggu selama empat minggu sampai tanggal 3 Agustus 2024. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengarah kepada kebermanfaatan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pencegahan gangguan jiwa, meningkatkan kemampuan keluarga merawat ODGJ sehingga angka kekambuhan pasien ODGJ dapat ditekan.
Swamedikasi Bijak Menggunakan Metode CBIA Yuliawati, Yuliawati; Elisma, Elisma; Pratiwi, Puspa Dwi; Syamsurizal, Syamsurizal; Syukri, Muhammad; Fitrianingsih, Fitrianingsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i2.5077

Abstract

Banyak penyakit ringan yang dapat diobati sendiri (swamedikasi) tanpa harus ke dokter akan tetapi jika pengobatan tidak tepat karena minimnya informasi dan pengetahuan dapat memperburuk penyakit, obat tidak berefek dan meningkatkan biaya pengobatan. Masyarakat diperbolehkan menyimpan persediaan obat bebas dan bebas terbatas yang terbilang aman karena rentang untuk mencapai dosis toksiknya jauh. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakan dalam melakukan swamedikasi dengan tepat. Metode transfer ilmu yang digunakan yaitu Cara Belajar Ibu Aktif (CBIA) yaitu metode berpartisipasi aktif dalam mendengarkan, menonton, menulis, dan mengevaluasi informasi seperti jenis obat dan bahan aktif yang terkandung, serta khasiat dan efeknya. Kegiatan telah dilaksanakan selama 3 kali turun lapangan. Pertemuan pertama berupa sosialisasi pengenalan istilah kemasan obat dan swamedikasi gastritis serta penyakit kulit. Pertemuan kedua berupa sosialiasi swamedikasi diare dan cacingan serta perilaku hidup bersih. Pertemuan ketiga membahas swamedikasi batuk, demam dan pilek. Kegiatan telah mampu meningkatkan pengetahuan peserta melalui diskusi, penjelasan kembali, dan mengisi lembar kerja terkait istilah medis dalam brosur obat dengan benar. Keterbatasan kegiatan ini adalah peserta yang berbeda pada tiap sosialisasi sehingga peserta tidak mendapatkan materi secara komprehensif.

Page 86 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025