cover
Contact Name
Hamidi, M.Pd
Contact Email
hamidi@unram.ac.id
Phone
+6281936732708
Journal Mail Official
jcar@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan No 37 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Classroom Action Research
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26563460     EISSN : 26562340     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Classroom Action Reseach (Jurnal Penelitian Tindakan kelas) e-ISSN:2656-2340 , p-ISSN: 2656-3460 adalah jurnal yang memuat artikel hasil penelitian-penelitian kelas baik dari kalangan guru, dosen, maupun dari hasil penelitian mahasiswa. Journal of Classroom Action Reseach merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Pascasarjana Universitas Mataram. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Bulan Februari dan Agustus. Journal of Classroom Action Reseach adalah jurnal yang menyediakan akses terbuka hasil riset yang dapat dibaca dan diunduh secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan hasil penelitian di bidang pendidikan. Semua isi/konten yang dipublikasikan dibawah lisensi Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Arjuna Subject : -
Articles 701 Documents
Exploring students’ perceptions of the mandatory TOEFL ITP test and its relationship with academic anxiety: A study on final-year students at Hamzanwadi University Al-Hafizi, Jannatu Kholdi; Agustina, Yulia; Dwimaulani, Astrid; Nazri, M. Adib
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.12685

Abstract

In Indonesia, many universities have implemented the TOEFL ITP test as a mandatory graduation requirement to ensure students’ English proficiency meets academic and professional standards. This study aimed to examine the relationship between students’ perceptions of the mandatory TOEFL ITP policy and their academic anxiety. Using a quantitative correlational design, data were collected from 25 final-year students of the English Education Study Program at Hamzanwadi University through an online questionnaire consisting of two parts: perceptions of the TOEFL ITP policy (8 items) and academic anxiety (10 items), both measured on a four-point Likert scale. The data were analyzed using descriptive statistics and Pearson Product-Moment Correlation. The results showed that students’ perceptions were moderate (M = 22.32, SD = 3.22), and their academic anxiety was also moderate (M = 27.64, SD = 5.45). The Pearson correlation analysis revealed no significant relationship between students’ perceptions and their academic anxiety (r = 0.023, p = 0.911, p > 0.05). This finding indicates that students’ perceptions of the TOEFL ITP policy do not have a direct effect on their academic anxiety levels, rather, anxiety is influenced by factors such as readiness, confidence, and coping strategies. Theoretically, this study provides new insights into the link between language testing policies and psychological responses, while practically, it suggests that universities should offer preparatory programs, counseling services, and institutional support to help students manage anxiety and perform better in the TOEFL ITP test. Overall, the study highlights the need to integrate assessment policies with student well-being strategies in higher education
Penerapan Model Pembelajaran Tipe Think Pair Square Berbantuan Media Flipchart Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XII IIS MAN 3 Mataram Rahmayanti, Mira; Made Novi Suryanti, Ni; Nursaptini, Nursaptini; Masyhuri; Lisani, Nurul
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13000

Abstract

Model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Permasalahan di kelas XII IIS MAN 3 Mataram adalah rendahnya hasil belajar siswa akibat model pembelajaran yang kurang bervariasi serta menurunnya perhatian dan konsentrasi siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi melalui penerapan model pembelajaran tipe Think Pair Square berbantuan media flipchart dengan minimal 75% siswa dari 28 orang mencapai Kriteria Ketuntasan Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan nilai 82. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tiga pertemuan, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen meliputi observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Think Pair Square berbantuan media Flipchart mampu meningkatkan hasil belajar siswa dari segi pelaksanaan pembelajaran maupun pencapaian hasil, dengan pelaksanaan meningkat dari 81% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II, serta hasil belajar meningkat dari 71% dengan 20 siswa tuntas menjadi 82% dengan 23 siswa tuntas. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Think Pair Square berbantuan media flipchart efektif meningkatkan hasil belajar Sosiologi di kelas XII IIS MAN 3 Mataram dan dapat digunakan guru sebagai penunjang pencapaian tujuan pembelajaran di kelas.
Kontekstualisasi Pembelajaran Ipa Melalui Ekowisata Mangrove Pantai Cemara Lombok: Tinjauan Ontologis, Epistemologis, Dan Aksiologis Raehanah; Taufik, Muhammad; Mustariani, Baiq Ayu Aprilia; Ahmadi; Idrus, Agil Al
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13132

Abstract

Tantangan pendidikan sains Abad 21 menuntut pembelajaran yang kontekstual, relevan secara ekologis, dan mampu membangun literasi ilmiah serta kepedulian terhadap keberlanjutan. Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran IPA melalui kegiatan ekowisata mangrove di Pantai Cemara, Lombok, dengan meninjau aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis untuk melihat relevansinya terhadap penguatan pendidikan sains masa kini. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan potensi lokal ekosistem mangrove sebagai sumber belajar IPA; (2) menjelaskan proses konstruksi pengetahuan peserta didik melalui pengalaman empiris dan aktivitas ilmiah; serta (3) mengungkap nilai, sikap, dan orientasi keberlanjutan yang terbentuk melalui kegiatan pembelajaran berbasis ekowisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek peserta didik yang terlibat dalam kegiatan lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, ekosistem mangrove menyediakan objek nyata yang merepresentasikan konsep-konsep ekologi pesisir dan dapat dijadikan laboratorium alam bagi pembelajaran IPA. Secara epistemologis, peserta didik membangun pengetahuan melalui kegiatan penyelidikan ilmiah, pengamatan langsung, dan refleksi kritis. Secara aksiologis, kegiatan ekowisata mangrove menumbuhkan eco-literacy, kesadaran keberlanjutan, dan tanggung jawab ekologis. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran IPA berbasis potensi lokal dan ekowisata mendukung prinsip Education for Sustainable Development (ESD) serta memperkuat pembelajaran kontekstual yang bermakna bagi peserta didik.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Video Interaktif pada Materi Hardware Siswa Kelas IX di MTs Sukamaju Garut Faisal, Dendi; Bhakti, Demmy; Suprihadi, Dudi
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran yang berbasis video interaktif pada materi perangkat keras untuk siswa kelas IX di MTs Sukamaju Garut. Latar belakang dari penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman siswa mengenai materi perangkat keras komputer serta keterbatasan media pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran Informatika. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan guru mata pelajaran, dan angket kebutuhan belajar siswa. Subjek penelitian terdiri dari satu guru Informatika dan 33 siswa kelas IX untuk tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi hardware dan menyatakan bahwa pembelajaran akan lebih menarik jika disajikan melalui media visual dan video interaktif. Guru juga mengungkapkan bahwa pembelajaran masih didominasi oleh teori dengan keterbatasan fasilitas laboratorium dan media pendukung. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada kebutuhan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis video interaktif yang dapat memvisualisasikan konsep perangkat keras secara konkret, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa di era digital.
Investigation of English Proficiency in Rural Students at SMK Pariwisata Aiq Bual in The School Year 2025/2026 Hikmah; Fikni, Zahratul; Arfah, Hajriana; Wati, Laila
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13210

Abstract

Abstract: This study aimed to investigate the level of English proficiency and the factor hat influence of the tenth-grade students from SMK Pariwisata Aiq Bual, located in a rural area. The research used a qualitative approach with classroom observation, interviews, and English tests to collect data on students’ abilities in vocabulary, graThis study employed a qualitative case study approach to investigate the English proficiency profile of tenth-grade students at SMK Pariwisata Aiq Bual, a rural vocational school in Central Lombok. Data were collected through classroom observations, interviews, and English proficiency tests to gain a holistic understanding of students’ abilities in vocabulary, grammar, reading, and speaking. The findings revealed that most students demonstrated average proficiency in vocabulary and grammar, good reading skills, and weaknesses in speaking performance due to limited exposure, low confidence, and minimal opportunities for real communication. The study identified several key factors influencing students’ English proficiency, including psychological aspects (motivation and anxiety), environmental limitations (lack of English exposure and learning resources), and instructional practices that remain grammar-focused rather than communicative. Despite these challenges, students showed high motivation and positive attitudes toward learning English, especially in relation to their future tourism careers. The study recommends implementing communicative and contextualized teaching approaches, increasing authentic language exposure, and enhancing teacher professional development to strengthen students’ overall English proficiency and confidence in using the language in real-life contexts.mmar, reading, and speaking. The results showed that most students fell into the Average category for vocabulary and grammar, while their reading skills were mostly Good. Speaking was the most challenging skill for some students, though their confidence and participation in class were generally high. Students tried to improve their English through practice in and outside the classroom, memorizing vocabulary, and interacting with tourists or native speakers. This study suggests that students are motivated and have a positive attitude toward learning English, but they need structured support to improve vocabulary, grammar, and speaking skills.
Pengaruh Kemampuan E-Readines, Kesadaran Metakognitif, Dan Kecenderungan Berpikir Kritis Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa SMA di Mataram Jamaluddin; Jufri, A Wahab; Ramdani, Agus
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13218

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang profil kemampuan e-redines, kesadaran metakognitif, dan kecenderungan berpikir kritis, dan menganalisis pengaruhnya terhadap hasil belajar biologi peserta didik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kuantitatif dengan metode survey, analisis deskriptif, dan uji statistik. Data penelitian diperoleh melalui inventori MAI, angket kemampuan ereadines, angket kecenderungan berpikir kritis, dan tes hasil belajar biologi. Analisis data menggunakan statistik deskriftif, dan statistik inferensial - regresi linear berganda. Hasil penelitian adalah deskripsi tentang profil kemampuan e-readines, kesadaran metakognitif, dan kemampuan berpikir kritis, serta pengaruhnya terhadap hasil belajar biologi peserta didik. Hasil uji statistik deskriptif diketahui bahwa:1) tingkat kesadaran metakognitif peserta didik tergolong cukup tinggi; 2) tingkat kesiapan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan pembelajaran tergolong tinggi; 3) kecenderungan berpikir kritis peserta berada pada kategori cukup baik; 4) hasil belajar peserta didik berada pada kategori sedang. Hasil analisis regresi linear berganda dengan uji Anova menemukan bahwa Kesadaran metakognitif, kecenderungan berpikir kritis, dan kemampuan e-readiness secara simultan berpengaruh signifikan, terhadap hasil belajar biologi peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan nilai F sebesar 68,02 dan nilai signifikansi 0,000< 0,05. Hasil Uji parsial dengan uji t deketahui bahwa Variabel Kesadaran Metakognitif berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar biologi. Semakin tinggi kesadaran metakognitif, semakin tinggi hasil belajar yang dicapai peserta didik. Variabel Kemampuan E-Readiness (X₂) juga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar (Sig. = 0.000 < 0.05). Variabel Kecenderungan Berpikir Kritis (X₃) memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar (Sig. = 000 < 0.05) Dari ketiga variabel indevenden Kesadaran Metakognitif (0.316), merupakan prediktor paling dominan dalam mempengaruhi hasil belajar biologi.
Reaktualisasi Pendidikan Karakter melalui Pengembangan Buku Cerita Bergambar “Kerja Sama di Sekolah” bagi Siswa Sekolah Dasar Angga, Prayogi Dwina; Makki, Muhammad; Nurwahidah; Andika, I Putu Herry Widhi; Kardiyanto, Deddy Whinata; Sari, Ariesanti Juwita; Sukesiningsih, Endiyah
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13365

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku cerita bergambar berjudul “Kerja Sama di Sekolah” sebagai media literasi karakter untuk menumbuhkan nilai kerja sama dan toleransi bagi siswa sekolah dasar. Selain itu, buku cerita bergambar dikembangkan sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan krisis karakter anak dan memperkokoh budaya keberagaman di lingkungan sekolah. Pendekan penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi lima tahapan, yakni (1) analisis kebutuhan, (2) perancangan (desain produk), (3) pengembangan produk awal, (4) uji validasi ahli, dan (5) uji coba lapangan. Subjek yang terlibat pada penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, dan siswa kelas IV SD Negeri 24 Mataram. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, dan angket respon siswa. Validasi ahli materi diperoleh persentase sebesar 82,61% dan 84,28% untuk persentase hasil validasi ahli materi yang termasuk kategori “sangat valid,” sedangkan hasil uji coba lapangan pada siswa diperoleh persentase sebesar 89,31% yang berarti produk ini “sangat praktis” untuk digunakan. Dengan demikian, hasil buku cerita bergambar “Kerja Sama di Sekolah” menjadi jawaban atas tantangan dan kebutuhan nyata terhadap media pembelajaran yang kontekstual di lingkungan sekolah multikultural yang masih belum memiliki sarana literasi karakter.
Pengembangan E-modul Ajar Terintegrasi Ekowisata Gerabah dengan Model Pembelajaran Etnopedagogi untuk Melatih Kemandirian Belajar dan Berpikir Kritis Peserta Didik Martin, Nurhidayat; Andayani, Yayuk; Hakim, Aliefman
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan e-modul kimia terintegrasi ekowisata gerabah Banyumulek melalui model pembelajaran etnopedagogi dalam melatih kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Subjek penelitian meliputi 34 siswa kelas XI IPA SMAN 3 Mataram pada uji coba terbatas dan 51 siswa kelas XI IPA SMAN 2 Mataram pada uji coba skala luas. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Instrumen pengumpulan data terdiri atas lembar validasi ahli, angket kemandirian belajar, angket respons guru dan peserta didik, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, serta tes berpikir kritis dengan format pretest–posttest. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul memiliki tingkat validitas sangat baik (0,97) dan reliabilitas baik (0,81). Uji coba menunjukkan bahwa e-modul praktis digunakan dengan skor respons siswa sebesar 3,91. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kemandirian belajar sebesar 63,65% dan peningkatan kemampuan berpikir kritis sebesar 72%. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi ekowisata dalam e-modul kimia tidak hanya memperkuat pemahaman konsep termokimia, tetapi juga mengembangkan kesadaran budaya lokal serta mendorong pembelajaran kontekstual yang lebih bermakna. Secara praktis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan perangkat ajar berbasis kearifan lokal yang dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran kimia di era Kurikulum Merdeka.
Implementasi Teori Behaviorisme Berdasarkan Perspektif “Gema 5S” Untuk Memodifikasi Karakter (Studi Kasus: Siswa Kelas VB SDN Kradenan 01 Kota Pekalongan Sabiily, M. Arsyada; Prasetyaningtyas, Fitria Dwi
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i1.13751

Abstract

Abstract: This study aims to describe the effectiveness of the Gema 5S habituation program, consisting of Smile, Greeting, Salute, Politeness, and Courtesy, in shaping polite behavior among elementary school students. A qualitative approach was employed using observation, interviews, and documentation to obtain data on behavioral changes that emerged throughout the habituation process. The findings indicate an improvement in both affective and psychomotor aspects. The affective aspect developed through students’ willingness to use polite language, better emotional control, and growing empathy toward peers. The psychomotor aspect improved through more orderly morning routines, disciplined body posture, and active participation in classroom activities. Teachers played a key role by providing consistent stimuli and reinforcement, allowing habituation to proceed systematically and produce more stable behavioral patterns. Support from the school environment and parents strengthened the internalization of values, enabling students to maintain positive behaviors across various contexts. The study demonstrates that character habituation implemented systematically and repeatedly has a significant impact on the development of polite behavior in elementary school students. Keywords: character, habituation, student behavior, Gema 5S, elementary school. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas pembiasaan Gema 5S yang meliputi Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun dalam membentuk perilaku santun siswa sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data mengenai perubahan perilaku yang muncul selama proses pembiasaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan perilaku positif pada ranah afektif dan psikomotorik. Ranah afektif berkembang melalui kemauan siswa menggunakan bahasa santun, kemampuan mengendalikan emosi, dan tumbuhnya empati terhadap teman. Ranah psikomotorik meningkat melalui kedisiplinan baris pagi, sikap tubuh yang lebih tertib, dan partisipasi aktif dalam kegiatan kelas. Guru berperan penting sebagai pemberi stimulus dan penguatan yang konsisten sehingga pembiasaan berjalan terarah dan membentuk perilaku yang lebih stabil. Lingkungan sekolah dan dukungan orang tua turut memperkuat proses internalisasi nilai sehingga kebiasaan positif dapat diterapkan secara berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembiasaan karakter yang dilakukan secara sistematis dan berulang berpengaruh signifikan terhadap perkembangan perilaku santun siswa sekolah dasar. Kata kunci: karakter, pembiasaan, perilaku siswa, Gema 5S, sekolah dasar.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Video Animasi Terhadap Kemampuan Berpikir Komputasional pada Pembelajaran Biologi Kelas XI SMA Negeri 10 Mataram Herawadini, Fitria; Setiadi, Dadi; Lestari, Tri Ayu; Handayani, Baiq Sri
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i1.14003

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis masalah yang didukung oleh video animasi terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa dalam pembelajaran Biologi kelas XI di SMA Negeri 10 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental kelompok kontrol non-ekuivalen, yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Materi pembelajaran berfokus pada proses regulasi pada tumbuhan, dan intervensi dilakukan selama 4 kali pertemuan dengan alokasi 2 × 45 menit per pertemuan. Kemampuan berpikir komputasional diukur melalui instrumen pretest dan posttest berdasarkan indikator dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritmik. Data dianalisis menggunakan ANCOVA dengan skor pretest sebagai kovariat. Hasil menunjukkan bahwa kelas eksperimen mencapai skor posttest yang lebih tinggi (80,40) dibandingkan kelas kontrol (60,08). Hasil ANCOVA menunjukkan pengaruh signifikan pembelajaran berbasis masalah yang didukung oleh video animasi terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa (F (1, 48) = 101,126, p < 0,05), dengan ukuran efek yang sangat besar (Partial Eta Squared = 0,678). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran ini dapat berfungsi sebagai strategi yang efektif bagi guru biologi dan sebagai referensi bagi pengembang kurikulum dalam mendukung keterampilan abad ke-21.