cover
Contact Name
Thomas Joni Verawanto Aristo
Contact Email
thomaspaoh@gmail.com
Phone
+6285245229150
Journal Mail Official
jurnal.pengabdian2020@gmail.com
Editorial Address
STIKP Persada Khatulistiwa Sintang LPPM STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Jln. Pertamina Km. 4 Sintang 78614 Kalimantan Barat,
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : 26205300     DOI : 10.31932
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa adalah jurnal untuk publikasi artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pendidikan, ilmu sosial, ilmu alam, dan ilmu terapan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 196 Documents
PELATIHAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE (GEN-AI) UNTUK MENINGKATKAN INOVASI PEMBELAJARAN Rosmiati Rosmiati; Iwan Putra; Novia Sri Dwijayanti; Nurmala Sari; Romi Kurniadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5789

Abstract

ABSTRACTThe rapid development of digital technology requires teachers to adapt to innovations in artificial intelligence (AI)-based learning. However, many madrasah teachers still lack the literacy and skills to utilize Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) as a learning tool. This problem was the basis for conducting Gen-AI training at MTsN 2 Tanjungjabung Barat. This study aims to improve teachers' competence in integrating Gen-AI technology into creative, interactive, and efficient learning processes. The method used is a descriptive approach with a participatory training model, involving 25 subject teachers as participants. The activity was carried out in three stages, namely socialization and introduction to the concept of Gen-AI, practical training in the use of Gen-AI applications (such as ChatGPT, Canva AI, and Gemini), and evaluation of teachers' abilities in applying the training results. The results of the study showed a significant increase in teachers' knowledge, skills, and attitudes towards the use of AI technology in learning, with an average increase in competency scores of 35%. Participants also showed high enthusiasm and began to implement the training results in the creation of teaching tools and digital learning media. The conclusion of this study shows that Gen-AI training is effective in improving digital literacy and encouraging learning innovation in madrasahs.Keywords: Generative Artificial Intelligence, teacher training, digital learning, technological literacy, educational innovation.ABSTRAKPerkembangan teknologi digital yang pesat menuntut guru untuk beradaptasi dengan inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Namun, masih banyak guru madrasah yang belum memiliki literasi dan keterampilan dalam memanfaatkan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) sebagai alat bantu pembelajaran. Permasalahan tersebut menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan pelatihan Gen-AI di MTsN 2 Tanjungjabung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi Gen-AI ke dalam proses pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan efisien. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan model participatory training, melibatkan 25 guru mata pelajaran sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu sosialisasi dan pengenalan konsep Gen-AI, pelatihan praktik penggunaan aplikasi Gen-AI (seperti ChatGPT, Canva AI, dan Gemini), serta evaluasi kemampuan guru dalam penerapan hasil pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru terhadap penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran, dengan rata-rata peningkatan skor kompetensi sebesar 35%. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mulai mengimplementasikan hasil pelatihan dalam pembuatan perangkat ajar dan media pembelajaran digital. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan Gen-AI efektif dalam meningkatkan literasi digital serta mendorong inovasi pembelajaran di lingkungan madrasah.Kata Kunci: Generative Artificial Intelligence, pelatihan guru, pembelajaran digital, literasi teknologi, inovasi pendidikan.
PENYULUH HUKUM TERKAIT PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA MELALUI PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA Luhut Mawardi Sihombing
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5763

Abstract

Abstract : This Community Service activity was conducted to improve the legal understanding and awareness of adolescents at GPI Sidang Kualanamu through counseling combined with the affirmation of Pancasila values as a preventive effort against juvenile delinquency. The rise of deviant behavior among adolescents, which is linked to low legal literacy, the weakening of national character, and the lack of role models in their social environment. The methods used in this activity were interactive counseling, group discussions, and value mentoring that emphasized the understanding of legal regulations and Pancasila. The results of the implementation showed an increase in legal knowledge, the adolescents’ ability to identify risky behaviors, as well as the development of disciplined attitudes, responsibility, and social empathy. The strengthening of Pancasila values proved to help the adolescents of GPI Sidang Kualanamu understand the impact of deviant behavior and also encouraged the development of positive character.Keywords: Law, The Prevention of Juvenile Delinquency, The Affirmation of Pancasila Values Abstrak : Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran hukum pada remaja di GPI Sidang Kualanamu melalui penyuluhan yang dipadukan dengan penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai upaya preventif terhadap kenakalan remaja. Maraknya perilaku menyimpang di kalangan remaja yang berkaitan dengan rendahnya literasi hukum, melemahnya karakter kebangsaan, dan kurangnya figur teladan di lingkungan sosial. Metode kegiatan ini ialah penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pendampingan nilai yang menekankan pemahaman aturan hukum dan Pancasila.  Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan hukum, kemampuan remaja mengenali perilaku berisiko, serta terbentuknya sikap disiplin, tanggung jawab, dan empati sosial. Penguatan nilai-nilai Pancasila terbukti membantu remaja GPI Sidang Kualanamu memahami dampak perilaku menyimpang sekaligus mendorong pembentukan karakter positif.Kata Kunci : Hukum, Pencegahan Kenakalan Remaja, Penguatan Nilai-Nilai Pancasila
PENGUATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI SENGKANAUNG DI DESA AKEKOLANO KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Mila Fatmawati; Mardiyani Sidayat; Nurdiyanawati Djumadil; Fatmawati Kaddas; Natal Basuki; Haris Mahmud; Nursamsi Nursamsi; Khairun Annisa; Syahroni Syahroni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5812

Abstract

ABSTRACTFarmer Institutions provide institutional strengthening of farmers through non-formal education that includes activities in knowledge and skills with the main objective of providing strengthening to farmers is one form of empowerment of farmers and agricultural business actors to increase productivity, income and welfare. In improving the knowledge and skills of the community in utilizing agricultural crops into crops that have high economic value. Assistance to farmers in Akekolano Village, Oba District is very important, especially in terms of institutional strengthening of this group, it is necessary to build public awareness in terms of cooperation between extension officers with farmers and other related institutions. The objects that are the main targets in institutional strengthening are farmer groups and the general public in Akekolano Village, Oba District. Where the targets are farmers and farmer group associations who are de facto the family economic managers and young men and women who come from farming families. Keywords: Institutions, Farmer Groups, Values, Economy and EmpowermentABSTRAKKelembagaan Petani memberikan penguatan kelembagaan kepada petani melalui pendidikan non formal yang meliputi kegiatan dalam pengetahuan dan ketrampilan dengan tujuan utama memberikan pengauatan kepada petani adalah salah satu bentuk upaya pemberdayaan petani dan pelaku usaha pertanian untuk meningkatkan produkstivitas, pendapatan dan kesejahteraan. Dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mayarakat dalam memanfaatkan tanaman pertanian menjadi tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pendampingan terhadap petani di Desa Akekolano Kecamatan Oba sangat penting terutama dalam hal penguatan kelembagaan kelompok ini perlu untuk membangun kesadaran masyarakat dalam hal kerjasama antar petugas penyuluh dengan petani serta lembaga terkait lainnya. Adapun objek yang menjadi target utama dalam penguatan kelembagaan yaitu kelompok petani serta masyarakat umum yang berada di Desa Akekolano Kecamatan Oba. Dimana sasarannya adalah para petani dan gabungan kelompok tani yang secara de facto merupakan pengatur ekonomi keluarga dan para pemuda/pemudi yang berasal dari keluarga petani.Kata Kunci: Kelembagaan, Kelompok Tani, Nilai, Ekonomi dan Pemberdayaan
WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI LITERASI KEUANGAN BAGI GURU EKONOMI DI KOTA SINGKAWANG Heni Kuswanti; Okianna Okianna; Jumardi Budiman; Edy Gustriansyah; Sandara Fitria Wardani; Yoga Mandala; Rachmad Agung Prayogi; Fithra Ramadian; Munawar Thoharudin; Do’a Fadillah Rahmadani; Natasha Natasha; Dani Miftah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5749

Abstract

ABSTRACTThis community engagement program aims to address the low level of functional financial literacy among economics teachers in Singkawang City, particularly regarding capital market understanding, risk management, and the identification of illegal investments. This study positions the collaborative workshop as a strategic intervention to strengthen teachers’ competencies as economic educators. Using a workshop-based approach consisting of preliminary surveys, interactive training sessions, case discussions, simple simulations, and evaluation through pre-tests and post-tests, the program systematically measured changes in participants’ knowledge. The results indicate a substantial improvement in financial literacy, evidenced by an increase in the average score from 48.2 to 85.7, accompanied by 100% positive responses regarding the relevance of the material. The program also produced a financial literacy module and lesson plan drafts that can be directly integrated into classroom instruction. These findings confirm that collaborative workshop activities are effective in enhancing teacher competence and are highly applicable for replication in various educational contexts.Keywords: Financial Literacy, Economics Teachers, Capital Market, Illegal Investment, WorkshopABSTRACTAbstrak ditulis dalam bahasa Indonesia yang berisikan isu-isu pokok, tujuan penelitian, metoda/pendekatan dan hasil penelitian. Abstrak ditulis dalam satu alenia, tidak lebih dari 200 kata. (Times New Roman 11 dan spasi tunggal cetak tegak.) Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menjawab rendahnya literasi keuangan fungsional di kalangan guru ekonomi di Kota Singkawang, terutama terkait pemahaman pasar modal, manajemen risiko, dan identifikasi investasi ilegal. Penelitian ini menempatkan program workshop sebagai intervensi strategis yang berfokus pada peningkatan kapasitas guru sebagai pendidik ekonomi. Dengan menggunakan metode workshop kolaboratif yang terdiri atas survei awal, pelatihan interaktif, studi kasus, simulasi sederhana, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, kegiatan ini mengukur perubahan pengetahuan peserta secara komprehensif. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman literasi keuangan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 48,2 menjadi 85,7, serta respons positif guru yang mencapai 100% pada aspek relevansi materi. Program ini juga menghasilkan modul pembelajaran dan draf RPP sebagai luaran yang dapat langsung diimplementasikan dalam proses pembelajaran ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan workshop kolaboratif efektif dalam memperkuat kompetensi guru dan relevan untuk direplikasi pada konteks sekolah lainnya.Keywords: Literasi Keuangan, Guru Ekonomi, Pasar Modal, Investasi Ilegal, Workshop 
PELATIHAN KRIYA ULOS BAGI WARGA BINAAN KELAS IIB TARUTUNG Damayanti Br Hombing
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5825

Abstract

ABSTRACT The ulos craft training for inmates at Class IIB Tarutung Detention Center is conducted as a means of fostering self-reliance and developing productive skills necessary for supporting their reintegration into society. This program is designed to support inmates who lack vocational skills aligned with the cultural heritage of the region, with a particular focus on the traditional Tapanuli ulos fabric. The training was implemented using a participatory approach, encompassing needs mapping, demonstration of basic weaving techniques, guided practice, and assessment of outcomes. The findings indicated an improvement in the participants' technical skills in using ulos craft tools, understanding basic patterns, and producing initial works such as tandok. This training has had a positive impact on the enthusiasm, motivation, and self-confidence of the inmates. This training makes an important contribution to fostering independence and opens up potential employment opportunities after the completion of the incarceration period. Kata Kunci : Training, Ulos Craft, Inmates ABSTRAKPelatihan kriya ulos bagi warga binaan di Rutan Kelas IIB Tarutung dilakukan sebagai bentuk pembinaan kemandirian sekaligus pengembangan keterampilan produktif yang diperlukan untuk mendukung proses kembali mereka ke masyarakat. Kegiatan ini bertujuan membantu warga binaan yang tidak memiliki kemampuan kerja sesuai dengan kekayaan budaya daerah, khususnya warisan kain ulos Tapanuli. Pelatihan diterapkan melalui pendekatan partisipatif, mencakup pemetaan kebutuhan, demonstrasi teknik dasar menenun, praktik terarah, serta penilaian hasil. Temuan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis peserta dalam menggunakan alat kriya ulos, memahami pola dasar, dan menghasilkan karya awal seperti, tandok. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap semangat, motivasi dan rasa percaya diri warga binaan. Pelatihan ini memberikan kontribusi penting bagi pembinaan kemandirian dan membuka potensi peluang kerja setelah masa tahanan berakhir.Kata Kunci: Pelatihan, Kriya Ulos, Warga Binaan
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO ANIMASI MENGGUNAKAN APLIKASI PLOTAGON STORY UNTUK MENINGKATKAN SELF-EFFICACY GURU SMP Huda, Nizlel; Johari, Asni; Yelianti, Upik; Naswir, Naswir; Syaiful, Syaiful; Novferma, Novferma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v7i2.6321

Abstract

ABSTRACTThe development of digital technology requires teachers to be able to create innovative and interactive learning media. However, many teachers have not yet optimally utilized technology, particularly in developing animation-based video media. This community service activity aims to enhance teachers’ ability to create animated learning videos using the Plotagon Story application, as well as to improve their self-efficacy in utilizing educational technology. The methods employed include workshops, demonstrations, discussions, and mentoring. The participants consisted of 32 junior high school teachers in Muaro Jambi. The instruments used were response questionnaires and observations conducted during the training process. The results indicate a significant improvement in teachers’ self-efficacy, with an average achievement of 93%. In addition, teachers were able to produce creative and interactive animated learning videos. Therefore, this training is effective in enhancing both teachers’ technological competence and their confidence in developing digital-based learning media..Keywords: Animated Video, Plotagon Story, Self-Efficacy, Learning MediaABSTRAKPerkembangan teknologi digital menuntut guru untuk memiliki kemampuan literasi digital dan keterampilan mengembangkan media pembelajaran inovatif. Namun, masih banyak guru yang mengalami kendala dalam mengintegrasikan media digital interaktif ke dalam praktik pembelajaran. Untuk menjawab tantangan tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat di SMPN 7 Muaro Jambi berupa pelatihan pembuatan e-modul majalah digital interaktif berbantuan Augmented Reality (AR) dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Pelatihan diikuti oleh 25 guru SMP dan dilaksanakan melalui workshop berbasis praktik dengan model ADDIE. Peserta diperkenalkan pada aplikasi AR, dibimbing dalam merancang e-modul dengan skenario PBL, serta didampingi dalam menghasilkan produk media pembelajaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital guru, dengan skor rata-rata meningkat dari 3,12 sebelum pelatihan menjadi 4,35 setelah pelatihan. Selain itu, 85% peserta berhasil menghasilkan e-modul yang memenuhi kriteria validitas media, meliputi kejelasan konten, keterpaduan visual, dan interaktivitas. Guru juga menunjukkan motivasi tinggi untuk mengintegrasikan AR dan PBL dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, memperkuat literasi digital, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran kontekstual berbasis teknologi.Kata Kunci: Video Animasi, Plotagon Story, Self-efficacy, Media Pembelajaran
SOSIALISASI PEMAHAMAN ETIKA DIGITAL BERBASIS GOOD CITIZEN PADA MAHASISWA BARU DI STKIP PERSADA KHATULISTIWA SINTANG sapto purnomo -
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v9i1.6344

Abstract

Pemahaman etika digital bagi mahasiswa sangat penting dalam mendukung keberhasilan mahasiswa berkomunikasi dan berinteraksi di kehidupan sehari-hari. Digital citizenship diharapkan dapat membuat mahasiswa menjadi melek teknologi, politik, berpikir kritis, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Penguatan digital citizenship berkontribusi pada ketahanan pribadi mahasiswa yang ditandai dengan terbentuknya pola pikir dan perilaku. Mahasiswa yang mampu memanfaatkan perangkat digital diharapkan menjadi orang yang dapat menggenggam masa depan. Karena digitalisasi memberikan perubahan cara berpikir, cara hidup, serta cara berkomunikasi dan hal ini dapat diupayakan dengan penguatan digital citizenship. Digital citizenship diharapkan mempengaruhi mahasiswa dalam memiliki kemampuan menerima, beradaptasi, bersikap cerdas dan bijaksana terhadap keberagaman. mahasiswa yang memiliki wawasan digital citizenship diharapkan tumbuh sikap mencintai, melestarikan, serta menjaga kebudayaan baik lokal maupun nasional dalam dirinya. Wawasan tersebut juga diharapkan dapat membentuk pribadi mahasiswa yang memiliki tingkah laku jiwa yang cinta terhadap tanah air, memiliki visi dan tujuan yang positif, serta mampu mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.  
PEMANFAATAN OLAHAN TAHU MENJADI BROWNIES SEBAGAI INOVASI EKONOMI KREATIF Di DESA KAMPUNG BARU JANJI Hanum fauziah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v9i1.6579

Abstract

Tofu is a long-known and popular soybean product in Indonesia. It boasts high nutritional value, is readily available, and offers potential as a substitute ingredient in brownies. This community service program employs a participatory and collaborative approach, encompassing outreach, technical production training, hands-on practice, mentoring, and product evaluation. This product not only offers nutritional advantages in the form of increased vegetable protein and reduced saturated fat, but also opens up opportunities for home businesses and increases community income. Socially, this activity strengthens the role of housewives, teenagers, and village youth as entrepreneurs while enhancing self-confidence and a spirit of mutual cooperation.
Eksistensi Tenun Ikat Dayak Sintang dalam Pelestarian Budaya Lokal Munawar Thoharudin; Mukhamad Zulianto; Chandra Fauzi; Fithra Ramadian; Dewi Puji Astuti; Abdi Roni Pandiangan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.6621

Abstract

ABSTRACTDayak ikat weaving is a cultural heritage of the indigenous communities in West Kalimantan, holding significant cultural, social, and economic value for the Dayak people. However, the sustainability of this weaving tradition faces several challenges, including modernization, limited cultural documentation, declining interest among younger generations, and suboptimal digital marketing practices. This community service initiative aimed to document the potential of Dayak ikat weaving in Ensaid Panjang Village, Sintang Regency, while describing weaving practices and exploring opportunities for the development of a local culture-based creative economy. A descriptive qualitative approach was employed through observation, interviews, and documentation. The findings indicated that the weaving tradition remains an integral part of Dayak community life and continues to be passed down across generations. The production process still relies on traditional looms, with some artisans utilizing natural dyes derived from forest plants. Beyond its cultural and symbolic significance, Dayak ikat weaving also contributes to local economic development through the diversification of handicraft products and cultural tourism. Therefore, collaborative efforts involving cultural documentation, strengthened digital promotion, and Intellectual Property Rights (IPR) protection are necessary to support the sustainable preservation of Dayak ikat weaving.Keywords: Dayak ikat weaving, cultural preservation, local wisdom, Sintang ABSTRAK enun ikat Dayak merupakan warisan budaya masyarakat adat di Kalimantan Barat yang memiliki nilai budaya, sosial, dan ekonomi yang penting bagi masyarakat Dayak. Namun, keberlanjutan tradisi menenun menghadapi berbagai tantangan, seperti modernisasi, keterbatasan dokumentasi budaya, rendahnya minat generasi muda, serta belum optimalnya pemasaran digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendokumentasikan potensi tenun ikat Dayak di Desa Ensaid Panjang, Kabupaten Sintang, serta menggambarkan aktivitas menenun dan peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tradisi menenun masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Dayak dan diwariskan secara turun-temurun. Proses produksi tenun masih menggunakan alat tradisional dan sebagian memanfaatkan pewarna alami dari tumbuhan hutan. Selain memiliki nilai budaya dan simbolik, tenun ikat juga berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi produk kerajinan dan wisata budaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif melalui dokumentasi budaya, penguatan promosi digital, dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) guna mendukung pelestarian tenun ikat Dayak secara berkelanjutan.Kata Kunci: Tenun Ikat Dayak, Pelestarian Budaya, Kearifan Lokal, Sintang
PELATIHAN FILA MENGGUNAKAN APLIKASI PLOTAGON STORY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI TEKNOLOGI GURU Novferma Novferma; Febri Romundza; Asih Nur Ismiatun; Masyunita Siregar; Khairul Anwar; laily laily
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): APRIL ( Artikel in press )
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v9i1.6419

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya literasi teknologi guru dalam memanfaatkan media digital inovatif untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut integrasi teknologi dan penguatan Profil Pelajar Pancasila (P3). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran berbasis FILA (Film Animasi) menggunakan aplikasi Plotagon Story yang terintegrasi nilai-nilai P3. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, refleksi, diskusi, dan praktik langsung yang melibatkan 32 guru SMP di Muaro Jambi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada guru literasi teknologi, keterampilan dalam membuat media animasi pembelajaran, serta kemampuan mengintegrasikan nilai P3 ke dalam konten pembelajaran. Evaluasi menunjukkan lebih dari 85% peserta memberikan respon positif terhadap efektivitas pelatihan. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti mampu meningkatkan literasi guru teknologi sekaligus mendukung pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter sesuai Kurikulum Merdeka.