cover
Contact Name
Thomas Joni Verawanto Aristo
Contact Email
thomaspaoh@gmail.com
Phone
+6285245229150
Journal Mail Official
jurnal.pengabdian2020@gmail.com
Editorial Address
STIKP Persada Khatulistiwa Sintang LPPM STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Jln. Pertamina Km. 4 Sintang 78614 Kalimantan Barat,
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : 26205300     DOI : 10.31932
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa adalah jurnal untuk publikasi artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pendidikan, ilmu sosial, ilmu alam, dan ilmu terapan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 185 Documents
PELATIHAN PENGGUNAAN APPLET DALAM MEMBUAT SOAL MATEMATIKA BAGI GURU DAN CALON GURU TADRIS MATEMATIKA JAMBI Mariana, Sri; Hadi, Windia; Fitri, Miftahul; Noviana, Widyah; Anas, Marnisyah; Ahya, Istiqomah Nur; Liani, Hila; Ridwan, Muhamad; Amelia, Rizky
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5638

Abstract

ABSTRACTTechnological advancements have introduced various learning media, one of which is Applet an online worksheet that enables teachers to create interactive mathematics exercises. Mathematics often involves symbols and figures requiring students’ precision, making Applet an effective tool for designing engaging and accurate questions. However, many mathematics teachers and preservice teachers are still unfamiliar with its functions and benefits. This training aimed to enhance teachers’ and preservice teachers’ skills in utilizing Applet as a teaching medium. The activity was held on Saturday, February 22, 2025, involving junior and senior high school mathematics teachers in Sarolangun Regency and mathematics students from Institut Darul Ulum Sarolangun, with speakers from Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA and Institut Darul Ulum Sarolangun. The results indicated high enthusiasm and improved understanding among participants. The training provided a significant positive impact on mathematics learning quality outside Java Island, particularly in Jambi.Keywords: Applet, Mathematics, Teachers and Pre-service, Digital MediaABSTRAKPerkembangan teknologi menghadirkan berbagai media pembelajaran, salah satunya Applet, yaitu lembar kerja berbasis online yang memudahkan guru dalam membuat soal matematika secara interaktif. Mata pelajaran matematika sering memerlukan simbol dan gambar yang menuntut ketelitian siswa, sehingga Applet menjadi solusi efektif bagi guru untuk menyusun soal yang menarik dan akurat. Namun, banyak guru dan calon guru matematika belum memahami fungsi serta manfaat Applet. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dan calon guru matematika dalam menggunakan Applet sebagai media pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 22 Februari 2025, melibatkan guru SMP/SMA sederajat di Kabupaten Sarolangun dan mahasiswa Institut Darul Ulum Sarolangun, dengan narasumber dari Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA dan Institut Darul Ulum Sarolangun. Hasilnya menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan pemahaman peserta. Pelatihan ini memberi dampak positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran matematika di luar Pulau Jawa, khususnya di Jambi.Kata Kunci: Applet, Matematika, Guru dan Calon Guru Matematika, Media Digital
PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MELALUI PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB UNTUK GURU SMKN 5 MUARA BUNGO Ridoh, Ahmad; Aminuddin, Fattachul Huda; Yanti, Fitri; Delpasri, M.; Cania, Giska Meisya Defitria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5645

Abstract

ABSTRACTThe digital transformation in education requires teachers to acquire skills in utilizing innovative, practical, and learner-centered instructional technologies. However, evaluations of previous training using the Moodle LMS at SMKN 5 Muara Bungo revealed that most teachers faced technical difficulties and failed to apply the training results due to the platform’s complexity. This community service program was designed to provide an alternative solution through training on user-friendly, flexible, and simplified web-based learning media. The implementation method consisted of several stages: preparation (needs assessment, program socialization, and media preparation), intensive two-day training, mentoring and evaluation, and a sustainability phase involving the establishment of a teacher learning community. The results indicate that 86% of teachers were able to explain the media’s main functions, 82% successfully integrated it into teaching modules, and 75% adapted content according to vocational learning needs. However, teachers’ ability to prepare written reports or reflections remained limited. Overall, the program successfully improved teachers’ digital competencies and enhanced the effectiveness of technology-based learning. Moving forward, continuous mentoring, adequate ICT infrastructure support, and the development of more contextual digital content are necessary to ensure the sustainability and broader impact of the program.Keywords: community service, web-based learning media, teacher competence, digital learningABSTRAKTransformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk memiliki keterampilan dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran yang inovatif, praktis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Namun, hasil evaluasi terhadap pelatihan berbasis LMS Moodle di SMKN 5 Muara Bungo menunjukkan bahwa sebagian besar guru mengalami kesulitan teknis dan tidak mengimplementasikan hasil pelatihan karena kompleksitas fitur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memberikan solusi melalui pelatihan media pembelajaran berbasis web yang lebih sederhana, fleksibel, dan ramah pengguna. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan (observasi kebutuhan, sosialisasi, dan persiapan media), pelatihan intensif selama dua hari, pendampingan serta evaluasi, hingga tahap keberlanjutan berupa pembentukan komunitas belajar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 86% guru mampu menjelaskan fungsi media, 82% berhasil mengintegrasikan media ke modul pembelajaran, dan 75% mampu mengadaptasi konten sesuai kebutuhan vokasional. Namun, kemampuan guru dalam menyusun laporan atau refleksi tertulis masih rendah. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kompetensi digital guru dan efektivitas pembelajaran berbasis teknologi. Ke depan, diperlukan pendampingan berkelanjutan, penyediaan infrastruktur TIK yang memadai, serta pengembangan konten digital kontekstual agar dampak pelatihan lebih optimal dan berkelanjutan.Kata Kunci: pengabdian masyarakat, media pembelajaran berbasis web, kompetensi guru, pembelajaran digital
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA MOBILE LEARNING BERBASIS TIKTOK BERILUSTRASI BUDAYA LOKAL BERBANTUAN AI Simatupang, Gugun Manosor; Syafmen, Wardi; Ismiatun, Asih Nur; Novferma, Novferma; Romundza, Febbry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5643

Abstract

ABSTRACTThis study aims to improve teachers’ competence in developing mobile learning media using TikTok supported by Artificial Intelligence (AI) to create contextual visual learning materials. The training was conducted at SMP Negeri 6 Muaro Jambi with 20 participating teachers. A participatory workshop model was applied through orientation, demonstration, guided practice, and independent production stages. Data were collected through performance assessments, observation, and response questionnaires. The results show a significant increase in teachers’ skills: the mean score for media design improved from 62.5 to 83.0, TikTok-based instructional use from 58.0 to 86.5, and AI-based visual creation from 55.0 to 88.0. Teacher motivation and readiness to apply the media in class also increased, reflected by a positive response score of 3.6 on a 4-point scale. Classroom trials showed an increase in student engagement from 56% to 84% and participation from 48% to 73%. These findings indicate that AI-assisted TikTok-based mobile learning media is effective in enhancing teacher creativity, classroom interaction, and student learning engagement.Keywords: mobile_learning; tiktok; local_culture; artificial_intelligence; teacher_training ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media mobile learning dengan memanfaatkan TikTok yang didukung oleh Kecerdasan Buatan (AI) untuk menghasilkan materi pembelajaran visual yang kontekstual. Pelatihan dilaksanakan di SMP Negeri 6 Muaro Jambi dengan melibatkan 20 orang guru sebagai peserta. Model pelatihan yang digunakan adalah workshop partisipatif yang terdiri dari tahap orientasi, demonstrasi, latihan terbimbing, dan produksi mandiri. Data dikumpulkan melalui penilaian kinerja, observasi, dan angket respons. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru yang signifikan: nilai rata-rata kemampuan desain media meningkat dari 62,5 menjadi 83,0, pemanfaatan TikTok sebagai media pembelajaran meningkat dari 58,0 menjadi 86,5, dan kemampuan pembuatan visual berbasis AI meningkat dari 55,0 menjadi 88,0. Motivasi dan kesiapan guru untuk menerapkan media di kelas juga meningkat, yang tercermin dari skor respons positif sebesar 3,6 dari skala 4. Uji coba kelas menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dari 56% menjadi 84% dan partisipasi dari 48% menjadi 73%. Temuan ini menunjukkan bahwa media mobile learning berbasis TikTok berbantuan AI efektif dalam meningkatkan kreativitas guru, interaksi pembelajaran, dan keterlibatan belajar siswa.Kata Kunci: mobile_learning; tiktok; budaya_lokal; kecerdasan_buatan; pelatihan_guru
PENDIDIKAN EKOLOGIS BERBASIS KOMUNITAS DAYAK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN RAMAH LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) RUNGAN Surya, Agus; Urbanus, Urbanus; Prihadi, Stephanus; Setinawati, Setinawati; Marlelo, Marlelo; Kalpikasari, Esther Puput; Harapandi, Satriani; Febriyenie, Febriyenie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5687

Abstract

ABSTRACTEnvironmental damage in the Rungan River Basin (DAS) in Central Kalimantan is caused by changes in land use, reduced forest cover, and the loss of local wisdom in environmental management. The indigenous Dayak communities inhabiting this area actually have strong ecological values, but these have not been fully integrated into environmental education and conservation efforts. This community service activity aims to increase the community's knowledge and awareness of environmental issues through a community-based ecological education approach and local wisdom. The method used is Participatory Action Research (PAR), which actively involves the community in the entire process, from problem identification and solution formulation to activity implementation and evaluation. The activities include group discussions, conservation training, participatory mapping, and the revitalization of traditional practices that support environmental conservation. The results showed a significant increase in the community's understanding of the importance of protecting the watershed ecosystem, the formation of environmental groups, and the growth of collective awareness of the importance of ecological practices based on local culture. In conclusion, Dayak community-based ecological education through the PAR approach has proven to be effective in reviving Dayak ecological values and building sustainable environmentally friendly behavior.Keywords: Ecological Education, Dayak Community, Local Wisdom, Rungan Watershed, EnvironmentABSTRAKKerusakan lingkungan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Rungan, Kalimantan Tengah, disebabkan oleh perubahan tata guna lahan, penurunan tutupan hutan, dan hilangnya praktik kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan. Komunitas adat Dayak yang mendiami kawasan ini sesungguhnya memiliki nilai-nilai ekologis yang kuat, namun belum sepenuhnya terintegrasi dalam upaya pendidikan dan pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian ramah lingkungan masyarakat melalui pendekatan pendidikan ekologis berbasis komunitas dan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh proses yaitu identifikasi masalah, perumusan solusi, implementasi kegiatan, hingga evaluasi. Bentuk kegiatan meliputi diskusi kelompok, pelatihan konservasi, pemetaan partisipatif, serta revitalisasi praktik adat yang mendukung pelestarian lingkungan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem DAS, terbentuknya kelompok peduli lingkungan, serta tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya praktik ekologis yang berbasis budaya lokal. Kesimpulannya, pendidikan ekologis berbasis komunitas Dayak melalui pendekatan PAR terbukti efektif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai ekologis Dayak dan membangun perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan.Kata Kunci: Pendidikan Ekologis, Komunitas Dayak, Kearifan Lokal, DAS Rungan, Lingkungan Hidup
DIGITAL WELL-BEING REMAJA: PSIKOEDUKASI UNTUK MENJAGA KESEIMBANGAN ANTARA DUNIA NYATA DAN DUNIA MAYA Maulidia, Ananda Saadatul; Tyas, Devi Marganing; Wahyudi, Juan Berlianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5671

Abstract

ABSTRACTThe Digital Well-Being Psychoeducation Program was implemented at SMKN 2 Cikarang Barat to enhance students’ understanding and awareness of healthy, balanced, and responsible technology use. The program involved 40 students from grades X and XI, aged 15 to 18 years old. The learning materials covered key topics including the digital world and its psychological impacts, strategies for managing screen time, digital literacy, and the development of essential psychological skills such as self-esteem and assertive communication. The sessions were designed to be interactive and reflective, integrating discussions, educational games, and contextual activities that resonated with students’ everyday digital experiences. Results from the pre-test and post-test demonstrated a notable increase in comprehension, with the proportion of students classified as having “good knowledge” rising from 27.5% to 62.5%. Beyond cognitive improvement, students’ reflective feedback indicated positive growth in digital awareness and self-regulation, such as better time management, more critical evaluation of online information, and improved balance between online and offline activities. As part of the program’s sustainability efforts, a follow-up initiative was developed through the creation of a Digital Well-Being school wall magazine and the use of the school’s official social media platforms to showcase student-produced educational content. These initiatives aim to nurture a lasting culture of digital wellness and literacy within the school community. Overall, the findings suggest that psychoeducation serves not only to strengthen digital literacy but also to foster a reflective, empathetic, and sustainable approach to digital well-being among adolescents.Keywords: Psychoeducation, Digital Well-Being, Digital Literacy, Adolescents ABSTRAKProgram Psikoedukasi Digital Well-Being dilaksanakan di SMKN 2 Cikarang Barat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai penggunaan teknologi yang sehat, seimbang, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini melibatkan 40 siswa kelas X dan XI berusia 15–18 tahun, dengan materi meliputi dampak psikologis kehidupan digital, pengelolaan waktu layar, literasi digital, serta keterampilan pribadi seperti harga diri dan komunikasi asertif. Kegiatan dirancang secara interaktif dan reflektif melalui diskusi, permainan, dan aktivitas yang relevan dengan kehidupan digital siswa sehari-hari. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan kategori “pengetahuan baik” meningkat dari 27,5% menjadi 62,5%. Siswa juga melaporkan peningkatan kemampuan dalam mengatur waktu, berpikir kritis terhadap informasi daring, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas online dan offline. Sebagai upaya keberlanjutan, siswa membuat mading Digital Well-Being dan membagikan konten edukatif melalui mediaKata Kunci: Psikoedukasi, Kesejahteraan Digital, Literasi Digital, Remaja
UPAYA PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ahya, Istiqomah Nur; Mariana, Sri; Fitri, Miftahul; Liani, Hila; Achni, Oktami; Wulandari, Tri Asthi; Saputri, Devi; Hadi, Doni Aprizal; Putri, Wulan Musana; Agustin K, Arya Tri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5680

Abstract

ABSTRACTJuvenile delinquency is a social issue that requires serious attention from various parties, particularly families, schools, and the community. This community service activity aims to provide$ education and guidance to high school stude$nts to prevent deviant behavior and improve the overall quality of education. The implementation methods included lectures socialization and student development activities emphasizing moral and religious values. The program targeted high school students who are$ vulnerable to negative$ influences such as unhealthy peer interactions, excessive use of social media and aggressive$ behavior. The results of the activity indicate an increase in students understanding of the impacts of juvenile delinquency and an improvement in their attitudes discipline, and learning motivation. The posttest scores showed a significant increase compared to the pretest results demonstrating the e$ffectiveness of the interventions provided. This program is expected to serve as a sustainable preventive e$ffort to develop well-behaved, discipline$d, and high-quality young ge$ne$rations.Keywords: juvenile$ delinquency, prevention, educational quality ABSTRAKKenakalan remaja merupakan salah satu permasalahan sosial yang perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ke$giatan pe$ngabdian ke$pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada remaja di Sekolah Menengah Atas agar mampu menghindari perilaku menyimpang serta dapat meningkatkan mutu Pendidikan disekolah. Metode$ pelaksanaan kegiatan dilakukan me$lalui ceramah, sosialisasi, dan pembinaan yang menekankan pada nilai-nilai moral serta agama. Sasaran kegiatan adalah remaja di Sekolah Menengah Atas yang rentan terhadap pengaruh negatif seperti pergaulan bebas, pe$nyalahgunaan media sosial, dan perilaku agresif. Hasil ke$giatan menunjukkan adanya pe$ningkatan pe$mahaman peserta tentang dampak kenakalan remaja serta meningkatnya nilai siswa dalam menunjang mutu pendidikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah preventif yang berkelanjutan dalam menciptakan generasi muda yang berakhlak, disiplin, dan bermutu.Kata kunci : kenakalan remaja, pencegahan, mutu pendidikanJuve$nile$ de$linque$ncy is a social issue$ that re$quire$s se$rious atte$ntion from various partie$s, particularly familie$s, schools, and the$ community. This community se$rvice$ activity aims to provide$ e$ducation and guidance$ to high school stude$nts to pre$ve$nt de$viant be$havior and improve$ the$ ove$rall quality of e$ducation. The$ imple$me$ntation me$thods include
PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN KETRAMPILAN CALON GURU JEMAAT HKBP TENTANG PODA TOHANAN Simanungkalit, Manaek
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5776

Abstract

ABSTRACTThis Community Service Program (PKM) is carried out to improve the understanding and skills of prospective Congregation Teachers HKBP at STGH HKBP Sipoholon in applying Poda Tohonan as the primary foundation of their ministry duties. The church, as a community of faith, bears the responsibility to nurture its members, particularly through the role of Congregation Teachers, who are expected to demonstrate mastery of pedagogical, theological, and spiritual role-modeling. Preliminary findings reveal that aspiring Congregation Teachers are still encountering a range of obstacles, particularly the lack of comprehensive theological insight, varying understandings of their service duties, and ongoing issues related to managing time, maintaining motivation, and sustaining discipline. The activity strategy encompasses material delivery, interactive discussions, mentoring sessions, and structured reflection activities. The evaluation is conducted through written tests and practical observations. The activities indicate an improvement in participants’ knowledge of Poda Tohonan from 40% to 85%. The participants also demonstrate progress in leading worship, guiding congregants, and applying pedagogical principles. The approach, based on lectures, discussions, mentoring, and reflection, has proven effective in helping participants integrate theory with practice. Keywords: Understanding and Skills, Congregation Teachers, Poda Tohonan ABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan calon Guru Jemaat HKBP di STGH HKBP Sipoholon dalam menerapkan Poda Tohonan sebagai landasan utama tugas pelayanan. Gereja sebagai komunitas iman memiliki tanggung jawab untuk membina jemaat, termasuk melalui peran Guru Jemaat yang dituntut menguasai aspek pedagogis, teologis, dan keteladanan rohani. Observasi awal menunjukkan masih adanya hambatan pada calon Guru Jemaat, seperti pemahaman teologis yang belum mendalam, interpretasi tugas yang beragam, serta tantangan dalam manajemen waktu, motivasi, dan disiplin. Strategi kegiatan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, pendampingan, serta sesi refleksi. Evaluasi dilakukan dengan tes tertulis dan observasi praktik. Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuanHH peserta terhadap Poda Tohonan dari 40% menjadi 85%. Peserta juga mengalami kemajuan dalam memimpin ibadah, membimbing jemaat, dan menerapkan prinsip pedagogis. Pendekatan berbasis ceramah, diskusi, mentoring, dan refleksi terbukti membantu peserta mengintegrasikan teori dengan praktik.Kata Kunci : Pemahaman dan Ketrampilan, Guru Huria, Poda Tohonan
EDUKASI KESEHATAN DAN EKONOMI KREATIF BAGI PEMUDA KRISTEN MENUJU INDONESIA EMAS 2045 Simangunsong, Bestian; Sinaga, Endang Junita; Simanungkalit, Lasmaria Nami; Silalahi, Wolter Parlindungan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5745

Abstract

ABSTRACTThe health education and creative economy activities for Christian youth were carried out in Horison Ranggitgit Village, Parmonangan Subdistrict, North Tapanuli Regency. The village has a majority Christian population with a relatively high proportion of people in the productive age group. This condition presents a significant potential for village development, yet it is challenged by issues such as low understanding of reproductive health, limited nutritional knowledge, risks of stunting, and constraints in facing increasingly competitive economic challenges. This program aims to provide education on reproductive health and adolescent nutrition while also training creative economic skills to help shape a resilient generation toward Indonesia Emas 2045. The methods used include interactive lectures, practice-based training, and simple marketing strategies. The results of the community service program showed an increase in adolescents’ knowledge of reproductive health, a better understanding of nutrition as preparation for a healthy generation, and improved skills in developing creative business ideas based on local potential. This program is expected to become the foundation for the emergence of a healthy, productive, and independent village generation capable of contributing to sustainable of development. Keywords : Health Education, Creative Ekonomy. Christian YouthABSTRAK Kegiatan edukasi kesehatan dan ekonomi kreatif bagi pemuda kristen dilaksanakan di Desa Horison Ranggitgit, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara. Desa ini memiliki mayoritas penduduk Kristen dengan komposisi usia produktif yang cukup tinggi. Kondisi ini menjadi potensi besar bagi pembangunan desa yang memiliki permasalahan seperti rendahnya pemahaman kesehatan reproduksi, kurangnya pengetahuan gizi, risiko stunting, serta keterbatasan dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompetitif. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan gizi pemuda sekaligus melatih keterampilan ekonomi kreatif untuk membentuk generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, dan pelatihan berbasis praktik serta strategi pemasaran sederhana. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, pemahaman gizi sebagai bekal persiapan generasi sehat, serta keterampilan mengembangkan ide usaha kreatif sesuai potensi lokal. Program ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi desa yang sehat, produktif, dan mandiri, sehingga mampu berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Ekonomi Kreatif, Pemuda Kristen
MEWUJUDKAN ENTREPENEUR EDUKATIF: STRATEGI PENYUSUNAN BUSINESS PLAN BAGI MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS JAMBI Dwijayanti, Novia Sri; Putra, Iwan; arpizal, Arpizal; hidayati, Hidayati; Siregar, Dwi Rayana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5788

Abstract

ABSTRACTThe progress of the digital era requires university graduates, including students from the Faculty of Education and Teacher Training (FKIP), to possess not only pedagogical competence but also entrepreneurial skills. However, the reality shows that the majority of FKIP students still face limitations in systematically formulating and implementing business ideas. This research aims to analyze effective business plan development strategies in realizing educational entrepreneurship within the Faculty of Education and Teacher Training (FKIP) at Jambi University. The research method applied is a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and document analysis of entrepreneurship training participants and their supervising lecturers. The research findings indicate that students' understanding of business plan components significantly improved after receiving project-based and case study guidance. Collaborative learning strategies, the integration of entrepreneurship theory into education, and the utilization of digital technology are key factors supporting the program's success. The conclusion of this study confirms that developing a focused and contextual business plan can cultivate innovative, independent, and education-problem-solving-oriented educational entrepreneurial characters. This finding is expected to serve as the basis for developing an entrepreneurship curriculum at FKIP, which aims to cultivate future educators with an entrepreneurial spirit.Keywords: entrepreneur edukatif, business plan, FKIP Students ABSTRAKKemajuan era digital mengharuskan lulusan universitas, termasuk mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), untuk memiliki kompetensi tidak hanya dalam pedagogi tetapi juga dalam keterampilan kewirausahaan. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa FKIP masih mengalami keterbatasan dalam merumuskan dan menerapkan ide bisnis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penyusunan rencana bisnis yang efektif dalam mewujudkan kewirausahaan edukatif di lingkungan FKIP Universitas Jambi. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terhadap mahasiswa peserta pelatihan kewirausahaan serta dosen pembimbing. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang komponen rencana bisnis meningkat secara signifikan setelah menerima bimbingan berbasis proyek dan studi kasus. Strategi pembelajaran kolaboratif, integrasi teori kewirausahaan dalam pendidikan, dan pemanfaatan teknologi digital merupakan faktor utama yang mendukung keberhasilan program. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penyusunan business plan yang terarah dan kontekstual dapat membentuk karakter entrepreneur edukatif yang inovatif, mandiri, dan berfokus pada pemecahan masalah pendidikan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum kewirausahaan di FKIP, yang bertujuan untuk menumbuhkan calon pendidik dengan jiwa kewirausahaan.Kata Kunci: Entrepeneur edukatif, business plan, mahasiswa FKIP
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TERNAK MELALUI PEMBUATAN SILASE UNTUK PEMENUKAN PAKAN Arifin, Tuti Handayani; Wahyuni, Sri; Mahmud, Haris; Taufika, Nur Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5701

Abstract

ABSTRACTFeed is a crucial factor in increasing livestock productivity, but its availability often faces obstacles, especially during the dry season. One potential solution is silage technology, which is a method of preserving forage through fermentation. This Community Service (PkM) activity aims to improve the knowledge and skills of livestock groups in processing complete silage-based fermented feed. The main problems faced by partners include a lack of understanding of fermented feed processing, traditional livestock management, and limited feed production tools. The activity was carried out with the participation of the Barokah Malik livestock group in Tidore, North Maluku Province. This activity took place from June to September 2025 and was attended by 30 participants consisting of lecturers from the Faculty of Agriculture, students, and goat farmers. Keywords: Fermented Feed, Technology Application, Farmer Empowerment, Silage, Goat Farming ABSTRAKPakan merupakan faktor krusial dalam meningkatkan produktivitas ternak, namun ketersediaannya seringkali mengalami kendala terutama pada musim kemarau. Salah satu solusi yang potensial adalah teknologi silase, yaitu metode pelestarian pakan hijauan melalui proses fermentasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan kelompok peternak dalam memproduksi pakan fermentasi berbasis silase lengkap. Permasalahan utama yang dihadapi mitra antara lain kurangnya pemahaman tentang pengolahan pakan fermentasi, manajemen usaha ternak yang masih tradisional, serta keterbatasan alat produksi pakan. Kegiatan dilakukan dengan mengikutsertakan kelompok ternak Barokah Malik di Tidore Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung mulai bulan Juni-September 2025 dan selama kegiatan ini diadakan diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari Dosen Fakultas Pertanian, mahasiswa dan peternak kambing.Kata Kunci: Pakan Fermentasi, Penerapan Teknologi, Pemberdayaan Peternak, Silase, Ternak Kambing