cover
Contact Name
Thomas Joni Verawanto Aristo
Contact Email
thomaspaoh@gmail.com
Phone
+6285245229150
Journal Mail Official
jurnal.pengabdian2020@gmail.com
Editorial Address
STIKP Persada Khatulistiwa Sintang LPPM STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Jln. Pertamina Km. 4 Sintang 78614 Kalimantan Barat,
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : 26205300     DOI : 10.31932
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa adalah jurnal untuk publikasi artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan pendidikan, ilmu sosial, ilmu alam, dan ilmu terapan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 185 Documents
PENGUATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI GREEN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT DAN INOVASI HIJAU DI CALON KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH Sambung, Roby; Kristinae, Vivy; Toepak, Erwin Prasetya; Mahrita, Ani; Giovanni, Jonathan; Damayanti, Nurlia Eka; Sopather, Kembara; Lampe, Normand Armando; Aprilita, Aprilita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5569

Abstract

ABSTRACTThis community service activity aimed to strengthen human resource capacity through Green Human Resource Management (GHRM) and green innovation in the prospective Kampung Nelayan Merah Putih located in Tanjung Putri and Sei Ijum Raya Villages, Central Kalimantan. The activity adopted a participatory action research approach involving local communities in every stage, from identification to training evaluation. The program was designed through three integrated components: socialization on green innovation, training on GHRM, and green marketing practice. The training increased participants’ understanding of sustainable human resource management and environmental awareness. The pre-test and post-test results indicated an average knowledge improvement of more than 40 percent, showing a significant shift in participants’ behavior toward environmentally responsible practices. The integration of GHRM and green innovation proved effective in empowering coastal communities, strengthening village institutions, and encouraging the emergence of sustainable economic initiatives. This model demonstrates that environmentally-based capacity building can be replicated in other coastal villages to promote inclusive green and blue economy development.Keywords: Green Human Resource Management, green innovation, green marketing, coastal community, sustainable developmentABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui penerapan Green Human Resource Management (GHRM) dan inovasi hijau di Calon Kampung Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Desa Tanjung Putri dan Desa Sei Ijum Raya, Kalimantan Tengah. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan participatory action research yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi pelatihan. Program ini dirancang melalui tiga komponen utama, yaitu sosialisasi tentang inovasi hijau, pelatihan GHRM, dan penerapan green marketing. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta lebih dari 40 persen dan perubahan perilaku menuju praktik ramah lingkungan. Integrasi antara GHRM dan inovasi hijau terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir, memperkuat kelembagaan desa, serta mendorong munculnya inisiatif ekonomi berkelanjutan. Model pelatihan ini dapat direplikasi pada desa pesisir lain untuk mendukung pembangunan hijau dan ekonomi biru yang inklusif.Kata Kunci: Green Human Resource Management, inovasi hijau, green marketing, masyarakat pesisir, pembangunan berkelanjutan
PELATIHAN PEMBUATAN E-COMATS BERBASIS ETHNOMATHEMATICS BERBANTUAN AR UNTUK MENINGKATKAN LITERASI TEKNOLOGI GURU Novferma, Novferma; Huda, Nizlel; Destrinelli, Destrinelli; Arisha, Bella; Hidayah, Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5436

Abstract

ABSTRACTThe limited technological literacy and teachers’ ability to integrate digital learning media remain major challenges in implementing the Merdeka Curriculum. Addressing this issue, this study introduced the development of E-COMATS (Ethnomathematics Comic Augmented Reality for Teaching and Learning) grounded in local cultural contexts, specifically Rumah Adat Kajang Leko. The objective was to train junior high school teachers to design interactive ethnomathematics-based media using Augmented Reality (AR) in order to foster deep learning and enhance digital competence. The program was conducted as community service in an onsite workshop at SMAN 8 Muaro Jambi, engaging lecturers, students, and partner teachers. A hands-on approach was applied, starting from the introduction of ethnomathematics concepts, E-COMATS design, AR feature integration, to the production of ready-to-use media. Findings revealed that more than 85% of teachers successfully produced AR-supported E-COMATS independently, while questionnaire results showed an increase in technological literacy with an average score of 4.35 out of 5. Participants perceived the developed media as relevant, innovative, and applicable in classroom practices. These results indicate that ethnomathematics-based E-COMATS training supported by AR is effective in improving teachers’ digital literacy and strengthening the integration of local culture into mathematics learning.Keywords: Augmented Reality, E-COMATS, Ethnomathematics, Junior High School Teachers, Technological Literacy ABSTRAKRendahnya literasi teknologi dan kemampuan guru dalam mengintegrasikan media pembelajaran digital masih menjadi tantangan utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan E-COMATS (Ethnomathematics Comic Augmented Reality for Teaching and Learning) berbasis konteks budaya lokal, yaitu Rumah Adat Kajang Leko. Tujuan kegiatan adalah melatih guru SMP agar mampu merancang media pembelajaran interaktif berbasis ethnomathematics dengan dukungan teknologi Augmented Reality (AR), sehingga dapat mendorong pembelajaran mendalam sekaligus meningkatkan kompetensi digital guru. Program dilaksanakan sebagai kegiatan pengabdian melalui workshop luring di SMAN 8 Muaro Jambi dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan guru mitra. Metode yang digunakan adalah praktik langsung mulai dari pengenalan konsep ethnomathematics, perancangan E-COMATS, integrasi fitur AR, hingga menghasilkan media siap pakai. Hasil menunjukkan lebih dari 85% guru berhasil menyelesaikan produk E-COMATS berbantuan AR secara mandiri, sedangkan hasil kuesioner memperlihatkan peningkatan literasi teknologi dengan skor rata-rata 4,35 dari skala 5. Guru menilai media yang dikembangkan relevan, inovatif, dan aplikatif dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan E-COMATS berbasis ethnomathematics berbantuan AR terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital guru sekaligus memperkuat integrasi budaya lokal dalam pembelajaran matematika.Kata Kunci: Augmented Reality, E-COMATS, Ethnomathematics, Guru SMP, Literasi Teknologi
PEMBINAAN KOMPETENSI PROFESIONAL, PEDAGOGIS DAN KONTEKSTUAL INSTITUSI GURU SD BINAAN DALAM MENERAPKAN DEEP LEARNING Kuntarto, Eko; Ismiatun, Asih Nur; Pamela, Issaura Sherly; Hidayat, Akhmad Faisal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5465

Abstract

ABSTRACTTransforming education through innovative implementation of a deep learning approach in the learning process requires qualified teachers and institutional support. Professional competence, teacher pedagogical competence, and institutional contextualization are the fundamental foundations for successful implementation of deep learning. However, in reality, teachers in assisted schools do not yet fully understand and have the skills to integrate the DL approach into their learning practices, and training facilities are still limited. The purpose of this training was to provide guidance on the professional, pedagogical, and institutional contextualization of assisted elementary school teachers in implementing deep learning. The results showed that teacher competence increased, both in terms of understanding and integration in the preparation of lesson plans (RPPP)/student activity worksheet (LKPD) and their application in the learning process. The institution also provided optimal support through the availability of training, comfortable and conducive learning spaces, and facilities for integrating technology. The coaching activities successfully had a positive impact on teachers and schools in implementing deep learning.).Keywords: Professional Competency, Pedagogic Competency, Contextual Competency, Deep Learning Approach, Elementary Teachers ABSTRAKTransformasi pendidikan melalui inovasi penerapan pendekatan deep learning pada proses pembelajaran membutuhkan peran guru yang berkualitas dan dukungan lembaga. Kompetensi profesional, kompetensi pedagogik guru dan kontekstual intitusi menjadi dasar fundamental yang mendukung keberhasilan implementasi deep learning tersebut. Namun, realitanya guru-guru di sekolah binaan yang belum sepenuhnya memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mengintegrasikan pendekatan DL tersebut ke dalam praktik pembelajaran, serta masih terbatasnya fasilitas pelatihan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk melaksanakan pembinaan kompetensi profesional, pedagogik dan kontekstual institusi pada guru SD binaan dalam menerapkan deep learning. Hasil kegiatan menghasilkan bahwa kompetensi guru mengalami peningkatan baik dari level pemahaman dan integrase pada penyusunan RPP/ LKP serta apliksinya pada proses pembelajaran. Institusi juga memberikan dukungan optimal melalui ketersediaan pelatihan, ruang belajar yang nyaman dan konusif, dan fasilitas untuk mengintegrasikan teknologi. Kegiatan pembinaan berhasil memberikan dampak positif pada guru dan sekolah dalam penerapan deep learning.Kata Kunci: Kompetensi Profesioanal, Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kontekstual Insttusi, Deep Learning, Guru Sekolah Dasar
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI BEBERAPA USAHA RUMAHAN Nursamsi, Nursamsi; Annisa, Khairun; Zain, Zandy Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5410

Abstract

ABSTRACTThis community service activity aims to develop and apply appropriate technology to increase the bread production capacity of Primadona Bakery MSMEs. The problem solving method used consists of five main stages, namely survey and problem identification, training, application of technology, mentoring and evaluation as well as program desires. The products produced by this MSME consist of sweet bread and also chocolate filled bread. The addition of an oven machine and automatic dough mixer is expected to increase production capacity and expand marketing reach so that the welfare of MSMEs increases. Keywords: MSMEs; Automatic kneading machine; Oven; Production and Bread ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kapasitas produksi roti pada UMKM Primadona Bakery. Metode pemecahan masalah yang digunakan terdiri dari lima tahap utama yaitu survei dan identifikasi masalah, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Produk yang dihasilkan oleh UMKM ini terdiri dari roti manis dan juga roti isi cokela. Penambahan mesin oven dan pengaduk adonan otomatis diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran sehingga kesejahteraan UMKM meningkat.Kata Kunci: UMKM; Mesin pengaduk otomatis; Oven; Produksi dan Roti
EDUKASI FISIKA MATERIAL DI SMAIT DA’ARUL ILMI LAMPUNG: DARI KONSEP KE APLIKASI Fath, Yusril Al; Prihanto, Surya; Abdurrahman, Ahmad Faruq; Aprilia, Ayu; Firdaus, Iqbal; Manurung, Posman; Suprihatin, Suprihatin; Agnesia, Donna; Pertiwi, Salwa Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5601

Abstract

ABSTRACTMaterial physics is an important branch of science that studies the properties and applications of various materials from atomic level as the foundation for modern technological development. The importance of this field encouraged the implementation of a socialization activity aimed at improving students’ understanding of the basic concepts and applications of material physics. The activity was attended by 22 participants and consisted of three stages: an initial survey, socialization using the one group pretest–posttest design through interactive and contextual methods, and data evaluation. The average pretest score of 2.22 increased to 3.45 in the posttest, indicating an improvement based on the Likert scale. These results show that the socialization activity contributed positively to enhancing participants’ understanding and interest in the concepts and applications of material physics. The interactive approach used in the socialization proved effective in strengthening participants’ motivation and insight into this field.Keywords: Physics, material, educationABSTRAKFisika material merupakan cabang ilmu penting yang mempelajari sifat dan aplikasi berbagai material dari tingkat atomik sebagai dasar pengembangan teknologi modern. Pentingnya bidang ini mendorong dilaksanakannya kegiatan sosialisasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dasar dan penerapan fisika material. Kegiatan diikuti oleh 22 peserta dengan tiga tahap: survei awal, sosialisasi menggunakan metode one group pretest–posttest design secara interaktif dan kontekstual, serta evaluasi hasil. Nilai rata-rata pretest 2,22 meningkat menjadi 3,45 pada posttest, menunjukkan peningkatan poin berdasarkan skala Likert. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi berkontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan ketertarikan peserta terhadap konsep serta aplikasi fisika material. Pendekatan sosialisasi yang interaktif terbukti efektif untuk memperkuat minat dan wawasan peserta terhadap bidang ini.Kata Kunci: Fisika, Material, Edukasi
DISEMINASI VERTIKAL URBAN FARMING BERBASIS TENAGA SURYA DI DESA KUTAAMPEL KAB. KARAWANG Laksono, Rommy Andhika; Rahmi, Hayatul; Yusuf, Abdul; Pertiwi, Anggun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5437

Abstract

ABSTRACTThis community service initiative aims to introduce and implement a solar-powered vertical urban farming system as an innovative solution to land scarcity, dependence on fossil fuels, and the low engagement of youth in the agricultural sector in Kutaampel Village, Karawang Regency. The program was conducted from January to December 2025 in Kutaampel Village, Batujaya District, Karawang Regency. Employing a participatory and educational approach, the initiative involved 30 participants from diverse backgrounds across four main phases: outreach and socialization, technical training, field simulation, and mentoring with evaluation. The outreach phase successfully enhanced participants’ understanding of modern agriculture and renewable energy concepts. Technical training equipped them with skills to assemble the UNSIKA Solar-Powered Hydroponic and Aeroponic System (SHIATUN), install solar panels, and operate Internet of Things (IoT)-based humidity sensors. Field simulations resulted in a functional SHIATUN prototype capable of efficiently supporting horticultural crop growth. A three-month mentoring period revealed that 70% of participants could independently manage the system, with three groups successfully replicating it in their home gardens. The program also sparked increased interest among village youth in technology-based agriculture. The outcomes demonstrate that disseminating solar-powered vertical farming technology can serve as an effective strategy for enhancing local food resilience, fostering farmer regeneration, and strengthening rural community self-reliance in the face of climate change and resource limitations.Keywords: Vertical Urban Farming, Solar Energy, Karawang Regency ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan sistem urban farming vertikal berbasis tenaga surya sebagai solusi inovatif terhadap keterbatasan lahan, ketergantungan energi fosil, dan rendahnya partisipasi generasi muda dalam sektor pertanian di Desa Kutaampel, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kutaampel Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang pada bulan Januari- Desember 2025. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari berbagai latar belakang dalam empat tahapan utama: penyuluhan dan sosialisasi, pelatihan teknis, simulasi lapangan, serta pendampingan dan evaluasi. Penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman peserta terhadap konsep pertanian modern dan energi terbarukan. Pelatihan teknis membekali peserta dengan keterampilan merakit sistem Hidroponik dan Aerophonik Tenaga Surya UNSIKA (SHIATUN), menginstal panel surya, dan mengoperasikan sensor kelembaban berbasis Internet of Things (IoT). Simulasi lapangan menghasilkan prototipe urban farming (SHIATUN) yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura secara efisien. Pendampingan selama tiga bulan menunjukkan bahwa 70% peserta mampu mengelola sistem secara mandiri, dan tiga kelompok berhasil mereplikasi sistem di pekarangan rumah masing-masing. Kegiatan ini juga memicu peningkatan minat pemuda desa terhadap pertanian berbasis teknologi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa diseminasi teknologi pertanian vertikal berbasis energi surya dapat menjadi strategi efektif dalam membangun ketahanan pangan lokal, mendorong regenerasi petani, dan memperkuat kemandirian masyarakat desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya.Kata Kunci: Vertikal Urban Farming, Tenaga Surya, Kab. Karawang
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMKN 6 MUARO JAMBI Sari, Nurmala; Putra, Iwan; Supriadi, Sudawan; Wahyuni, Sri; Siregar, Dwi Rayana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5484

Abstract

ABSTRACTIn the era of digital transformation, technological literacy, including the utilization of Artificial Intelligence (AI), has become an essential competency for teachers to enhance the quality of learning. AI-based technology not only strengthens learning effectiveness but also improves teachers’ work efficiency in various aspects. This training program at SMKN 6 Muaro Jambi aimed to enhance teachers’ pedagogical competence in designing lesson plans and learning evaluations based on the deep learning approach aligned with the principles of the Kurikulum Merdeka. The community service activity was conducted through participatory stages, including planning, problem identification, implementation with mentoring, and evaluation with reflection. The results revealed significant improvement in three key aspects: conceptual understanding of deep learning increased from 70.33 to 88.67 (a 24.17% rise), teachers’ ability to design lesson plans and reflective assessments based on deep learning improved from 70.53 to 86.77 (a 23.02% rise), and the ability to utilize AI tools increased from 72.89 to 91.26 (a 25.20% rise). These findings indicate that teachers are not merely users of AI technology but have evolved into designers and innovators of adaptive, creative, and contextually relevant learning experiences.Keywords: Deep Learning, Planning, Evaluation, Artificial Intelligence ABSTRAKDi era transformasi digital, literasi teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), menjadi kompetensi esensial yang harus dimiliki guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Teknologi berbasis AI tidak hanya memperkuat efektivitas proses belajar, tetapi juga meningkatkan efisiensi kerja guru dalam berbagai aspek. Kegiatan pelatihan di SMKN 6 Muaro Jambi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam merancang perencanaan dan evaluasi pembelajaran berbasis pendekatan deep learning yang selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan partisipatif, meliputi perencanaan, identifikasi masalah, pelaksanaan dan pendampingan, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek utama: pemahaman konseptual tentang deep learning meningkat dari skor 70,33 menjadi 88,67 (naik 24,17%), kemampuan merancang perencanaan dan asesmen reflektif berbasis deep learning meningkat dari 70,53 menjadi 86,77 (naik 23,02%), dan kemampuan memanfaatkan AI tools meningkat dari 72,89 menjadi 91,26 (naik 25,20%). Temuan ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga berperan sebagai perancang pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.Kata Kunci: Deep Learning, Perencanaan, Evaluasi, Artificial Intelligence
PELATIHAN TECHNOPRENEURSHIP PEMBUATAN MEDIA EDUKATIF RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS GREEN ECONOMY PADA SISWA SMP 2 KERINCI Sahara, Sahara; Putra, Iwan; Sari, Nurmala; Dwijayanti, Novia Sri; Siregar, Dwi Rayana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5413

Abstract

ABSTRACTThe training and technical assistance activities on technopreneurship for the creation of eco-friendly educational media based on the green economy were carried out with students of SMP Negeri 2 Kerinci as an effort to foster creativity, innovation, and entrepreneurial spirit from an early age. This program was designed to integrate the concept of environmental sustainability with the development of entrepreneurial skills (edupreneurship), enabling students not only to produce educational media that are useful for the learning process but also to have economic value. The methods applied included the dissemination of green economy concepts, practical training in creating educational media from recycled materials, and technical assistance throughout the production process to simple marketing. The results of the activities indicated an increase in students’ understanding of the importance of environmental friendliness in entrepreneurship, improvement of skills in creating creative products, and the growth of motivation to develop business ideas based on education and the environment. Therefore, this program is expected to serve as an initial step in building a culture of edupreneurship among students, in line with the principles of sustainable development.Keywords: Technopreneurship, green economy, educational media, edupreneurship, students ABSTRAKKegiatan pelatihan dan pendampingan teknis technopreneurship pembuatan media edukatif ramah lingkungan berbasis green economy dilaksanakan pada siswa SMP Negeri 2 Kerinci sebagai upaya menumbuhkan jiwa kreatif, inovatif, dan berwirausaha sejak dini. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan konsep keberlanjutan lingkungan dengan pengembangan keterampilan kewirausahaan (edupreneurship), sehingga siswa tidak hanya mampu menghasilkan produk media edukatif yang bermanfaat dalam proses pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomis. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi konsep green economy, pelatihan keterampilan praktis pembuatan media edukatif dari bahan daur ulang, serta pendampingan teknis dalam proses produksi hingga pemasaran sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya ramah lingkungan dalam wirausaha, keterampilan dalam menciptakan produk kreatif, serta tumbuhnya motivasi untuk mengembangkan ide-ide usaha berbasis pendidikan dan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya edupreneurship di kalangan pelajar, yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.Kata Kunci: technopreneurship, green economy, media edukatif, edupreneurship, siswa
PEMBUATAN TAMAN DI DESA KANDANG MAS DENGAN MEMANFAATKAN SAMPAH BOTOL AIR MINERAL SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA Manjato, Ajat; Utami, Mutiara Widya; Nur, Wahyuni Shofinna; Zakiyah, Dika; Febryanti, Sari Rizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5642

Abstract

ABSTRACTA core activity involved constructing a multifunctional green space to beautify the environment, foster an inviting atmosphere, and raise public awareness of environmental management. By adapting this concept in Kandang Mas Village and repurposing used mineral water bottles as garden design elements, an innovative household?waste management solution emerged. The implementation methodology encompassed site surveys, coordination with village authorities and PKK (Family Welfare Movement), land clearing, collection and reuse of discarded materials, physical construction, planting of vegetation, and painting. Outcomes included heightened resident participation in communal work and the creation of a participatory, minimalist garden. Utilizing waste bottles as garden components served not only as an environmental education tool but also enhanced the aesthetic value and functionality of the village’s open spaces. This project illustrates a collaborative model between higher education and the local community to develop locally grounded innovations for long?term environmental well? being. Keywords: village garden, waste management, mineral water bottles, green space, household wasteABSTRAKSalah satu kegiatan utama adalah pembangunan taman sebagai ruang hijau multifungsi yang bertujuan untuk memperindah lingkungan, menciptakan suasana asri, dan menumbuhkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan. Jika konsep ini diterapkan di Desa Kandang Mas dengan memanfaatkan limbah botol air mineral sebagai elemen desain taman, maka akan menciptakan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Metode pelaksanaan mencakup tahap survei, koordinasi dengan perangkat desa dan PKK, pembersihan lahan, pengumpulan dan pemanfaatan material bekas, pembangunan fisik, penanaman tanaman, dan pengecatan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi warga dalam gotong royong serta terciptanya taman minimalis berbasis partisipatif. Pemanfaatan limbah botol air mineral sebagai komponen taman tidak hanya menjadi media edukasi lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai estetika dan fungsi ruang terbuka di tingkat desa. Kegiatan ini merepresentasikan model kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan inovasi berbasis lokal demi kesejahteraan lingkungan yang berkelanjutan.Kata Kunci: taman desa, pengelolaan limbah, botol air mineral, ruang hijau, limbah rumah tangga
PELATIHAN PENGEMBANGAN APLIKASI WEB DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN BULLYING DI SMA NEGERI 5 TIDORE KEPULAUAN Firmansyah, Firmansyah; Dwi Prasetya, Fiki Febrian; Kapita, Syarifuddin N; Salim, Nazwa Latifah; Abdulrahman, Iswandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5662

Abstract

ABSTRACTBullying is aggressive and oppressive behavior, either in the form of direct physical actions or attacks through words and still often occurs among students. If bullying left untreated, it will have a negative impact on the mental health of students who become victims of bullying and has the potential to cause fatalities. Thus, there needs to be an effort to provide a way out of this problem through social cervice community (PKM) activities. In implementing this PKM activity, the team developed a website application that can be used in preventing and handling bullying at SMA Negeri 5 Tidore Kepulauan. The description of the activities that have been carried out by the PKM team are: (1) Conducting socialization of activities with partners; (2) Carrying out counseling related to the dangers of bullying to students; (3) conducting website usage training for the TPPK team; (4) providing assistance in implementing technology in the form of a website. The results of this activity show a significant increase in the TPPK team's ability to manage the website. This is in line with students' understanding of the dangers of bullying behavior increasing to 90%. Keywords: Bullying, website applications, bullying prevention, handling bullying ABSTRAKBullying adalah perilaku agresif dan menekan, baik dalam bentuk tindakan fisik secara langsung maupun menyerang melalui kata-kata dan masih sering terjadi dikalangan pelajar. Apabila kasus bullying dibiarkan akan berdampak buruk bagi Kesehatan mental siswa yang menjadi korban bullying dan berpotensi menimbulkan korban jiwa. Dengan demikian, perlu ada upaya yang dilakukan untuk memberikan jalan keluar dari permasalahan tersebut melalui kegiatan PKM. Dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini, tim mengembangkan aplikasi website yang dapat digunakan dalam melakukan pencegahan dan penanganan bullying di SMA Negeri 5 Tidore Kepulauan. Adapun uraian kegiatan yang telah dilaksanakan oleh tim PKM yaitu: (1) Melakukan sosialisasi kegiatan bersama mitra; (2) Melaksanakan penyuluhan terkait bahaya bullying kepada siswa; (3) melaksanakan pelatihan penggunaan website kepada tim TPPK; (4) melaksanakan pendampingan penerapan teknologi berupa website. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan tim TPPK dalam mengelola website. Hal ini sejalan dengan pemahaman siswa terhadap bahaya perilaku bullying meningkat menjadi 90%.Kata Kunci: Bullying, Aplikasi website, pencegahan bullying, penanganan bullying