cover
Contact Name
lusi marlisa
Contact Email
lusimarlisa1@gmail.com
Phone
+6281373739955
Journal Mail Official
hericahyono808@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/pages/view/editorial-team?attajdid=Editorial+Teams
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 25485784     EISSN : 25492101     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01
Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan agama islam yang mencakup topik : pemikiran pendidikan islam pendidikan multikultural media dan teknologi pembelajaran pengembangan kurikulum pendidikan islam manajemen pendidikan islam Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan islam.
Articles 368 Documents
Inovasi dan Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum: Dari Subjek Akademik hingga Teknologis Tahfidzi, Nufus; Rohati, Siti; Sirojudin, Rumbang; Nelis, Helna
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4699

Abstract

Artikel ini membahas berbagai model konsep pengembangan kurikulum yang berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan dan relevansinya terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Empat model utama yang dibahas meliputi model Subjek Akademik, Humanistik, Rekonstruksi Sosial, dan Teknologis. Model subjek akademik menitikberatkan pada penguasaan ilmu pengetahuan; model humanistik berfokus pada pengembangan potensi dan kemanusiaan peserta didik; model rekonstruksi sosial menekankan keterlibatan aktif siswa dalam pemecahan masalah sosial; sedangkan model teknologis memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan kurikulum tidak hanya bergantung pada teknologi atau biaya, tetapi juga pada keselarasan antara tujuan pendidikan, kebutuhan masyarakat, dan kompetensi peserta didik agar mampu beradaptasi serta berkontribusi dalam kehidupan sosial.This article discusses various curriculum development models that play a crucial role in improving educational quality and its relevance to societal needs and technological progress. The study employs a descriptive method through library research. Four major models are examined: the Academic Subject Model, Humanistic Model, Social Reconstruction Model, and Technological Model. The academic subject model emphasizes knowledge mastery; the humanistic model focuses on personal growth and human values; the social reconstruction model encourages students’ active participation in solving social issues; while the technological model utilizes technological advancements to enhance learning effectiveness. The findings indicate that successful curriculum development depends not only on technological innovation or financial investment but also on the alignment between educational goals, societal needs, and learners’ competencies to adapt and contribute effectively to social life
KOLABORASI ANTARA SPIRITUALITAS DAN MEDIS DALAM PENANGANAN OBSESSIVE-COMPULSIVE DISORDER (OCD): PERSPEKTIF ULAMA DAN PERAWAT JIWA Boys, Marchelya Della Vega; Rahayu, Wulan Indriani; Rozalina, Fina; Sumardi, Eprilia Putri Nurhaliza; Pirmanto, Kento; Supriyadi, Tedi
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4268

Abstract

Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) merupakan gangguan mental yang kompleks. Dalam perspektif Islam dikenal sebagai waswas, yaitu bisikan setan yang mengganggu ketenangan dan ibadah. Dalam konteks keperawatan, OCD dipandang sebagai gangguan neuropsikiatri yang membutuhkan intervensi medis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perbedaan dan persamaan antara pandangan ulama dan perawat jiwa terhadap OCD serta mengeksplorasi pendekatan penanganan yang tepat dan terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, melalui studi literatur dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama memaknai OCD sebagai ujian dari Allah dan bagian dari gangguan spiritual, sementara perawat jiwa mendefinisikannya sebagai gangguan mental dengan gejala obsesi dan kompulsi. Keduanya sepakat bahwa OCD perlu penanganan serius dan terpadu. Pendekatan medis seperti farmakoterapi dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dengan teknik Exposure and Response Prevention (ERP), serta pendekatan spiritual seperti dzikir, doa, dan pembiasaan ibadah, dianggap saling melengkapi dalam proses penyembuhan. Dengan demikian, integrasi antara nilai-nilai keislaman dan etika keperawatan modern diperlukan untuk menciptakan model penanganan OCD yang lebih komprehensif dan berakar pada budaya lokal serta nilai spiritual.Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) is a complex mental disorder. In the Islamic perspective, it is known as waswas, which is a demonic whisper that disturbs peace and worship. In the context of nursing, OCD is seen as a neuropsychiatric disorder that requires medical and psychological interventions. This study aims to explore the differences and similarities between the views of ulama and psychiatric nurses towards OCD and explore appropriate and integrated treatment approaches. The method used was a qualitative approach with a descriptive-analytical design, through literature study and interviews. The results showed that ulama interpret OCD as a test from Allah and part of a spiritual disorder, while psychiatric nurses define it as a mental disorder with symptoms of obsessions and compulsions. Both agree that OCD needs serious and integrated treatment. Medical approaches such as pharmacotherapy and Cognitive Behavioral Therapy (CBT) with the Exposure and Response Prevention (ERP) technique, as well as spiritual approaches such as dhikr, prayer, and worship habits, are considered complementary in the healing process. Thus, the integration of Islamic values and modern nursing ethics is needed to create a more comprehensive OCD treatment model that is rooted in local culture and spiritual values.
STRATEGI PENGASUHAN SANTRI DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SHALAT BERJAMA’AH SANTRI DI PESANTREN MODERN TGK. CHIEK OEMAR DIYAN, INDRAPURI-ACEH BESAR Ferdiansyah, Ronal; Mawaddah, Sri
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4418

Abstract

Dinamika pesantren modern dan perubahan karakter santri menuntut pola pengasuhan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga adaptif dalam membentuk kedisiplinan shalat berjama’ah. Permasalahan kedisiplinan ibadah yang masih ditemukan di lingkungan pesantren menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan spiritual dan praktik keseharian santri. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran, strategi, serta faktor pendukung, kendala, dan solusi bagian pengasuhan santri dalam meningkatkan kedisiplinan shalat berjama’ah di Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pimpinan pesantren, ketua pengasuhan, wali kamar, dan santri, yang dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembinaan kedisiplinan shalat berjama’ah ditentukan oleh keteladanan pengasuh, kedekatan emosional, pembiasaan ibadah, serta pendekatan personal yang diterapkan secara konsisten. Strategi pengasuhan dikonstruksi melalui integrasi pendekatan preventif, edukatif, dan korektif dalam sistem pesantren yang religius dan terstruktur. Kendala utama meliputi rendahnya motivasi, kelelahan fisik, dan pengaruh lingkungan eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pengasuhan yang holistik dan humanis efektif menginternalisasi nilai disiplin shalat berjama’ah sebagai kesadaran spiritual santri, bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi institusional.The dynamics of modern Islamic boarding schools and changes in the character of students require a parenting style that is not only normative but also adaptive in shaping the discipline of congregational prayer. The problem of worship discipline that is still found in the pesantren environment shows a gap between the goals of spiritual education and the daily practices of santri. This study aims to analyze the role, strategies, as well as supporting factors, obstacles, and solutions of santri parenting in improving the discipline of congregational prayer at the Modern Pesantren Tgk. Chiek Oemar Diyan Islamic Boarding School. This study uses a qualitative approach with techniques of in-depth interviews, observation, and documentation of the boarding school leadership, the head of student care, room supervisors, and students, which are analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the success of fostering discipline in congregational prayer is determined by the exemplary behavior of the caregivers, emotional closeness, the habit of worship, and a personal approach that is applied consistently. Parenting strategies are constructed through the integration of preventive, educational, and corrective approaches in a religious and structured pesantren system. The main obstacles include low motivation, physical fatigue, and external environmental influences. These findings confirm that holistic and humanistic parenting strategies are effective in internalizing the value of congregational prayer as a spiritual awareness of students, rather than mere compliance with institutional regulations.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN MINDFULNESS DALAM MENINGKATKAN PSYCOLOGICAL WELL BEING PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK (Penelitian di kelas XII MA Pondok Pesantren Cipari Garut) Astuti, Mardiana; Masripah, Masripah; Munawaroh, Nenden
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4174

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya permasalahan pada tingginya tingkat stres dan kecemasan siswa, serta perlunya peningkatan kesejahteraan psikologis di kelas XII MA Pondok Pesantren Cipari Garut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pendekatan mindfulness terhadap kesejahteraan psikologis siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan mindfulness efektif dalam meningkatkan fokus, mengurangi stres, dan memperbaiki kesehatan mental siswa. Meskipun manfaat yang diperoleh cukup signifikan, namun efeknya cenderung bersifat sementara. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa dukungan dari pihak sekolah, fasilitas yang memadai, modul ajar, media dan metode pembelajaran serta adanya kebijakan baru deep learning dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) sangat berperan penting, sedangkan kurangnya motivasi belajar siswa, kecemasan, gangguan mood dan kurangnya dukungan sosial menjadi faktor penghambatnya. Dengan demikian, pendekatan mindfulness memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis (psycological well being) siswa, namun diperlukan adanya upaya berkelanjutan untuk mempertahankan manfaatnya.This research is motivated by the high levels of stress and anxiety experienced by students, along with the urgent need to enhance psychological well-being among 12th-grade students at MA Pondok Pesantren Cipari Garut. The aim of this study is to analyze the impact of the mindfulness approach on students' psychological well-being and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This study employs a qualitative method with a descriptive approach, utilizing observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The findings indicate that the mindfulness approach is effective in improving students' focus, reducing stress, and enhancing mental health. Although the benefits are considerable, they tend to be temporary. The study also reveals that support from the school, adequate facilities, structured teaching modules, appropriate learning media and methods, as well as the recent deep learning policy initiated by the Ministry of Primary and Secondary Education, play a crucial role in supporting the implementation. On the other hand, lack of student motivation, anxiety, mood disorders, and insufficient social support act as major obstacles. In conclusion, the mindfulness approach holds significant potential to improve students' psychological well-being. However, sustained efforts are necessary to maintain and optimize its long-term benefits
ICE BREAKING UNTUK MENINGKATKAN DINAMIKA DAN SEMANGAT BELAJAR PAI Al Bastomi, Yazid; Soraya, Irma; Kurjum, Mohammad
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4109

Abstract

Penelitian ini menyoroti permasalahan umum dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), termasuk kurangnya dinamika dan semangat belajar siswa di era digital. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana penerapan ice breaking dapat menjadi pendekatan inovatif untuk meningkatkan kedua aspek tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, mensintesis temuan dari berbagai penelitian terdahulu mengenai efektivitas ice breaking dalam konteks pendidikan, khususnya PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking memiliki korelasi positif dengan peningkatan motivasi, keterlibatan, konsentrasi, dan penciptaan suasana belajar yang positif, yang secara keseluruhan berkontribusi signifikan terhadap dinamika dan semangat belajar siswa dalam pembelajaran PAI. Penerapan ice breaking didukung oleh teori belajar aktif dan prinsip-prinsip konstruktivisme sosial. Meskipun terdapat beberapa keterbatasan dalam implementasinya, ice breaking terbukti menjadi strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam pembelajaran PAI.This research highlights the common issues in Islamic Religious Education (PAI) learning, including the lack of dynamics and student enthusiasm in the digital age. The research aims to analyze how the application of ice breaking can be an innovative approach to enhance both of these aspects. The research method used is a literature review, synthesizing findings from various previous studies on the effectiveness of ice breaking in educational contexts, particularly PAI. The results indicate that ice breaking has a positive correlation with increased motivation, engagement, concentration, and the creation of a positive learning atmosphere, which collectively contribute significantly to students' learning dynamics and enthusiasm in PAI learning. The application of ice breaking is supported by active learning theory and the principles of social constructivism. Despite some limitations in its implementation, ice breaking proves to be an effective strategy for addressing challenges in PAI learning.
NILAI-NILAI ANTI DISKRIMINASI DALAM SURAT AL-HUJURAT AYAT 13 Muhibuddin, Muhibuddin; Mawaddah, Sri
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4350

Abstract

Diskriminasi merupakan tantangan serius yang menghambat kehidupan sosial masyarakat modern, muncul dalam berbagai bentuk seperti rasisme, seksisme, dan intoleransi agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai anti-diskriminasi dalam QS Al-Hujurat ayat 13, yang menekankan kesetaraan dan penghormatan terhadap keragaman manusia. Meskipun ajaran ini telah ada, tantangan yang dihadapi dalam implementasinya sangat kompleks, termasuk ketidakpahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Qur’ani, serta praktik diskriminasi yang masih marak di berbagai sektor, seperti pendidikan dan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, membandingkan penafsiran klasik dan kontemporer dari para mufasir, seperti Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat konsensus mengenai penolakan terhadap diskriminasi, penerapan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari masih menghadapi hambatan, seperti fanatisme kelompok dan stigma sosial. Oleh karena itu, penting untuk menginternalisasi nilai-nilai ini dalam kurikulum pendidikan dan kebijakan publik guna membangun masyarakat yang inklusif dan adil. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menjawab problematika sosial melalui pendekatan nilai-nilai Qur’ani yang humanis dan transformatif.Discrimination is a serious challenge that hampers the social life of modern society, appearing in various forms such as racism, sexism, and religious intolerance. This study aims to examine the anti-discrimination values in QS Al-Hujurat verse 13, which emphasizes equality and respect for human diversity. Despite the existence of this teaching, the challenges faced in its implementation are very complex, including people's lack of understanding of Qur'anic values, as well as discriminatory practices that are still rampant in various sectors, such as education and the world of work. This research uses a descriptive-analytical approach, comparing classical and contemporary interpretations from mufasirs, such as Ibn Kathir and M. Quraish Shihab. The results show that although there is consensus on the rejection of discrimination, the application of these values in daily life still faces obstacles, such as group fanaticism and social stigma. Therefore, it is important to internalize these values in the education curriculum and public policies in order to build an inclusive and just society. This research is expected to contribute in addressing social problems through a humanist and transformative Qur'anic values approach.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MAHĀRAH QIRĀ’AH LI AL-MUTAQADDIM PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO Mahmudah, Nur Ulfi
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Maharah Qira’ah li al-Mutaqaddim di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dilakukan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan mencakup penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pemilihan materi, metode, dan media. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode ceramah interaktif dan tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Mustawa Salis terhadap teks Arab. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui tugas dan diskusi kelas. Media utama yang digunakan adalah kitab Silsilah Ta’lim al-Lughah al-‘Arabiyyah Mustawa Salis. Implementasi pembelajaran ini terbukti mampu membangun kemampuan mahasiswa dalam membaca dan memahami teks Arab, serta mendukung pencapaian kompetensi kebahasaan yang sesuai dengan tujuan kurikulum PBA UMSIDA.
EKSISTENSI REMAJA MASJID DALAM KEGIATAN PENDIDIKAN ISLAM DI LINGKUNGAN MASJID OMAN AL-MAKMUR Hawari, Muhammad Alif; Suyanta, Sri
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4276

Abstract

Masjid sebagai pusat peradaban Islam memiliki peran penting dalam pembinaan umat, baik dari aspek spiritual maupun pendidikan. Dalam konteks modern, keterlibatan remaja dalam kegiatan pendidikan Islam di masjid menjadi aspek krusial, terutama di tengah pengaruh globalisasi dan gaya hidup modern. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi, hambatan, dan faktor penunjang remaja masjid dalam kegiatan pendidikan Islam di Masjid Oman Al-Makmur, Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja masjid aktif dalam kegiatan seperti pengajian dan kajian rutin, serta terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Tantangan yang dihadapi meliputi kesibukan pribadi dan kurangnya pengetahuan agama, namun dukungan dari masyarakat, pengurus masjid, serta fasilitas yang memadai menjadi faktor penunjang yang signifikan. Masalah seperti kurangnya pembinaan terstruktur dan pengaruh media sosial tetap menjadi perhatian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengurus masjid dan organisasi remaja dalam pembinaan generasi muda. Eksistensi remaja masjid menjadi indikator penting bagi keberlanjutan fungsi edukatif masjid di masyarakat.
IMPLEMENTASI MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TAJWID DAN MAKHARIJUL PADA BACAAN SURAH AL-QADR Najah, Sofinatun; Romadlon, Dzulfikar Akbar
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran menggunakan media audio visual, dan seberapa besar peningkatkan kemampuan siswa dalam membaca AlQur’an sesuai dengan tajwid dan makharijul huruf melalui penerapan media audio visual. Pembelajaran menggunakan media audio visual tidak hanya menggunakan laptop maupun lcd proyector saja. Namun juga bisa memanfaatkan substitusi media menggunakan gambar lukis atau cetak yang disertai instrumen musik menggunakan speaker. Jadi dalam penggunaan audio visual pendidik mampu berkreasi dalam mengajar, pendidik mampu memberikan kreativitas melalui gambar berwarna dan instrument musik saat proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pedekatan kuantitatif dan kualitatif. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah santri TPQ Hidayatullah kelas Madrasah Diniyah (Madin), yang berlokasi di desa Becirongengor dengan jumlah 20 siswa. Adapun tahapan pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan pegumpulan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pembelajaran menggunakan media audio visual dalam meningkatkan kualitas tajwid dan makharijul huruf surah Al-Qadr. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat dari pre-assessment rata-rata hasil belajar memperoleh 23.75% meningkat menjadi 25% pada siklus I. Sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar 33% dan meningkat hingga mencapai 50% pada hasil postassessment. Hasil belajar dari pre-assessment hingga post-assessment mengalami peningkatan sebesar 50%. Hasil persentase telah mencapai kategori sangat baik dan dinyatakan tuntas secara klasikal.This study aims to determine how the implementation of learning using audio-visual media, and how much the improvement of students' ability to read the Qur'an in accordance with tajweed and makharijul letters through the application of audio-visual media. Learning using audio visual media does not only use laptops or LCD projectors. But it can also take advantage of media substitution using painted or printed images accompanied by musical instruments using speakers. So in using audio visual educators are able to be creative in teaching, educators are able to provide creativity through colourful images and musical instruments during the teaching and learning process. This research uses the method of Classroom Action Research (PTK) with quantitative and qualitative approaches. The subjects used in this study were TPQ Hidayatullah students of Madrasah Diniyah (Madin) class, located in Becirongengor village with a total of 20 students. The stages of data collection carried out in this study are: planning, action, observation, and reflection. While data analysis techniques are carried out by collecting data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that there is an improvement in learning using audiovisual media in improving the quality of tajwid and makharijul huruf surah Al-Qadr. Based on the results of the study, it can be seen from the pre-assessment that the average learning outcomes obtained were 23.75%, which increased to 25% in the first cycle. While in cycle II, the average learning outcome was 33% and increased to reach 50% in the post-assessment results. Learning outcomes from pre-assessment to post-assessment have increased by 50%. The percentage results have reached the excellent category and declared classically complete.
Konsep Dasar Pemimpin dan Kepemimpinan Dalam Lembaga Pendidikan Muiz, Rizqi Nurlaili; Ibtihal, Aqila Azharrani; Asyibli, Basri; Syarifudin, Encep; Lughowi, Rifyal Ahmad
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4178

Abstract

Kepemimpinan di lembaga pendidikan memainkan peranan penting dalam mencapai keberhasilan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengertian, hakikat, peran, fungsi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan dalam konteks pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, di mana peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk buku dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pengetahuan dan keahlian pemimpin, lingkungan institusional, serta sikap kepribadian pemimpin dan anggota tim. Pemimpin yang efektif harus mampu mengintegrasikan faktor-faktor ini untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, model-model kepemimpinan seperti transformasional, demokratis, dan servant dapat diterapkan untuk menciptakan suasana kerja yang lebih baik. Dengan menjalankan fungsi kepemimpinan secara optimal, pemimpin di lembaga pendidikan dapat memastikan bahwa tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pentingnya kepemimpinan dalam konteks pendidikan dan implikasinya terhadap keberhasilan lembaga pendidikan, serta menekankan perlunya pemimpin untuk terus mengembangkan diri dan beradaptasi dengan perubahan yang ada.Leadership in educational institutions plays an important role in achieving organizational success. This research aims to explore the definition, essence, roles, functions, and factors that influence leadership in the context of education. The method used is a literature study, in which researchers collect data from a variety of sources, including relevant books and scientific articles. The results of the study show that the effectiveness of leadership is influenced by several factors, such as the knowledge and expertise of the leader, the institutional environment, and the personality attitude of the leader and team members. Effective leaders must be able to integrate these factors to create a conducive learning environment and improve the quality of education. In addition, leadership models such as transformational, democratic, and servant can be applied to create a better working atmosphere. By performing the leadership function optimally, leaders in educational institutions can ensure that educational goals are achieved effectively and efficiently. This research provides deeper insight into the importance of leadership in the context of education and its implications for the success of educational institutions, as well as emphasizing the need for leaders to continue to develop themselves and adapt to existing changes.