cover
Contact Name
lusi marlisa
Contact Email
lusimarlisa1@gmail.com
Phone
+6281373739955
Journal Mail Official
hericahyono808@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/pages/view/editorial-team?attajdid=Editorial+Teams
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 25485784     EISSN : 25492101     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01
Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan agama islam yang mencakup topik : pemikiran pendidikan islam pendidikan multikultural media dan teknologi pembelajaran pengembangan kurikulum pendidikan islam manajemen pendidikan islam Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan islam.
Articles 368 Documents
IMPLEMENTASI METODE TALKING STICK PADA PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS 2 SD MUHAMMADIYAH GKB 2 GRESIK Indriyati, Yunita Berlian; Amirudin, Noor
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi metode Talking Stick dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan keaktifan siswa kelas 2 SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik. Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pembelajaran konvensional yang dominan ceramah sering menyebabkan siswa pasif dan bosan. Metode Talking Stick dipilih sebagai solusi karena sifatnya yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM), sehingga dapat mendorong siswa berani dalam berpendapat, melatih konsentrasi, serta mengasah keterampilan mendengarkan dan berpikir cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara dengan guru PAI dan observasi langsung. Subjek penelitian adalah guru PAI dan siswa kelas 2 SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik. Hasil observasi dan wawancara pada penelitian ini menunjukkan dampak yang positif dan signifikan, dimana siswa menjadi lebih berani dalam menjawab dan berpendapat karena adanya elemen kejutan dan tanggung jawab. Selain itu suasana belajar menjadi tidak kaku dan lebih menyenangkan serta mengurangi kebosanan. Elemen permainan juga meningkatkan semangat dan antusiasme siswa. Guru beralih peran menjadi motivator dan fasilitator, meningkatkan interaksi dan partisipasi merata. Meskipun ada tantangan seperti manajemen waktu dan dominasi siswa, metode ini terbukti efektif menumbuhkan tanggung jawab dan memetakan pemahaman siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Talking Stick efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar PAI siswa SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik.This study aims to examine the implementation of the Talking Stick method in Islamic Religious Education (PAI) learning to increase the activeness of second-grade students at Muhammadiyah Elementary School GKB 2 Gresik. The problem underlying this study is that conventional learning, which is dominated by lectures, often causes students to be passive and bored. The Talking Stick method was chosen as a solution because of its active, innovative, creative, and fun nature (PAIKEM), so it can encourage students to be brave in expressing their opinions, train concentration, and hone listening and quick thinking skills. This study uses a qualitative approach with descriptive methods, through interviews with Islamic Religious Education teachers and direct observation. The research subjects were Islamic Religious Education teachers and second-grade students at Muhammadiyah Elementary School 2 GKB Gresik. The results of observations and interviews in this study showed a positive and significant impact, where students became more courageous in answering and expressing their opinions due to the elements of surprise and responsibility. In addition, the learning atmosphere became less rigid and more enjoyable and reduced boredom. The game element also increased student enthusiasm and enthusiasm. Teachers shifted roles to become motivators and facilitators, increasing interaction and equal participation. Despite challenges such as time management and student dominance, this method proved effective in fostering responsibility and mapping student understanding. This study concludes that Talking Stick is effective in increasing the activeness of Islamic Education learning in Muhammadiyah GKB 2 Gresik Elementary School students
PENGEMBANGAN WEBSITE POGAKHA “POLITIK GAYA KHALIFAH” BERBASIS VISUAL STUDIO CODE SEBAGAI MEDIA PENGENALAN POLITIK ISLAM DI KELAS VI SD Santika, Yulia; Putri, Qelly Permana; Fathonah, Vidi Aisyah; Aeni, Ani Nur
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4125

Abstract

Pembelajaran yang optimal memerlukan media yang sesuai, terutama dalam menyampaikan materi sejarah yang memiliki cakupan luas. Seiring dengan perkembangan teknologi, media berbasis digital menjadi solusi yang efektif dalam mendukung pembelajaran. Studi ini dirancang untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan serta efektivitas situs web POGAKHA (Politik Gaya Khalifah) sebagai alat bantu pembelajaran. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai politik Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design and Development (D&D) dengan model ADDIE, yang mencakup fase analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui angket yang mencakup validasi ahli materi dan media, serta respons siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa kelayakan media menurut ahli materi mencapai 97,5%, sementara ahli media memberikan penilaian sebesar 95%, yang keduanya tergolong dalam kategori “Sangat Layak”. Selain itu, hasil angket respons siswa menunjukkan tingkat kepuasan dengan rata-rata persentase 88%. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan website POGAKHA berpotensi untuk memotivasi siswa dalam belajar dan meningkatkan penguasaan materi Khulafaur Rasyidin dalam sejarah peradaban Islam.Optimal learning requires appropriate media, especially in delivering history material that has a wide scope. With the advancement of technology, digital-based media has become an effective solution in supporting learning. This study is designed to develop and evaluate the feasibility and effectiveness of the POGAKHA (Politik Gaya Khalifah) website as a learning aid. The goal is to enhance elementary school students' understanding of Islamic politics. This research uses the Design and Development (D&D) approach with the ADDIE model, which includes the phases of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through questionnaires that included validation from subject matter and media experts, as well as student responses. The validation results show that the media's feasibility according to subject matter experts reached 97.5%, while media experts rated it at 95%, both of which fall into the "Very Feasible" category. Additionally, the results of the student response questionnaire showed a satisfaction level with an average percentage of 88%. The findings of this study indicate that the use of the POGAKHA website has the potential to motivate students in learning and improve their mastery of the Khulafaur Rasyidin material in the history of Islamic civilization
Epistemologi Immanuel Kant dalam Konteks Pendidikan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis Amanda, Restu Rizki; Aulia, Selena; Parhan, Muhamad
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.3760

Abstract

Immanuel Kant dalam filsafatnya berusaha menjembatani dua aliran utama dalam epistemologi rasionalisme dan empirisme. Immanuel kant berpendapat bahwa baik rasionalisme, yang menekankan peran akal dalam memperoleh pengetahuan, maupun empirisme, yang menekankan pentingnya pengalaman inderawi memiliki kelemahan jika dipahami secara terpisah. Di sisi lain, pendidikan Islam menekankan wahyu sebagai sumber utama pengetahuan, yang dalam beberapa hal menimbulkan perbedaan mendasar dengan epistemologi Immanuel kant. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep epistemologi Kant dapat diintegrasikan atau justru berkonflik dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, serta penelitian terdahulu. Tahapan analisis data studi literatur meliputi identifikasi topik, pencarian dan seleksi literatur yang relevan, evaluasi kritis, serta pengorganisasian berdasarkan tema. Peneliti kemudian mensintesis data dari berbagai sumber untuk menarik kesimpulan dan mengidentifikasi celah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi kritisme yang diusung oleh Kant dapat diintegrasikan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang lebih terbuka terhadap analisis kritis. Meskipun wahyu tetap menjadi sumber utama kebenaran, pendekatan transendental Kant memungkinkan peserta didik memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap ajaran agama. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima wahyu secara dogmatis, tetapi juga mampu memahaminya dengan menggunakan pemikiran rasional. Implikasinya, pendidikan Islam dapat menjadi lebih holistik dengan mengintegrasikan aspek intelektual, moral, dan spiritual, serta lebih siap menghadapi tantangan zaman modern.Immanuel Kant in his philosophy tried to bridge two main schools of thought in epistemology, namely rationalism and empiricism. Immanuel Kant argued that both rationalism which emphasizes the role of reason in gaining knowledge, and empiricism which emphasizes the importance of sensory experience, have weaknesses if understood separately. On the other hand, Islamic education emphasizes revelation as the main source of knowledge, which in some ways creates fundamental differences with Immanuel Kant's epistemology. This article aims to explore how Kant's epistemological concept can be integrated or contradicted with the principles of Islamic education. This study uses a literature study method to collect and analyze data from various relevant sources, such as books, scientific articles, and previous research. The stages of literature study data analysis include topic identification, searching and selecting relevant literature, critical evaluation, and organizing by theme. The researcher then synthesizes data from various sources to draw conclusions and identify research gaps. The results of this study indicate that the critical epistemology promoted by Kant can be integrated in the development of Islamic education that is more open to critical analysis. Although revelation remains the primary source of truth, Kant's transcendental approach allows students to have a deeper understanding of religious teachings. Thus, students not only receive revelation dogmatically, but are also able to understand it using rational thinking. The implication is that Islamic education can be more holistic by integrating intellectual, moral, and spiritual aspects, and be better prepared to face the challenges of the modern era. 
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN QUIZIZZ SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR PAI DI ERA DIGITAL Anggraini, Miranti; Nadlir, M.
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4315

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu inovasi media pembelajaran yang banyak digunakan saat ini adalah Quizizz, sebuah platform kuis interaktif berbasis web yang memadukan elemen permainan dan fitur evaluasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Quizizz dalam pembelajaran interaktif PAI di era digital, dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif peserta didik, serta efektivitas dalam evaluasi pembelajaran. Selain memberikan umpan balik instan, Quizizz juga membantu guru dalam menyusun materi, menyesuaikan strategi pembelajaran, dan memantau kinerja siswa secara real-time. Namun demikian, keberhasilan pemanfaatan media ini sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru, ketersediaan infrastruktur teknologi, serta dukungan dari orang tua. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi yang kuat untuk mengoptimalkan pemanfaatan Quizizz sebagai media pembelajaran yang responsif dan adaptif di era digital.The development of digital technology has brought significant changes in the world of education, including in the learning process of Islamic Religious Education (PAI). One of the innovations in learning media that is widely used today is Quizizz, a web-based interactive quiz platform that combines game elements and evaluation features to create a fun and meaningful learning experience. This article aims to examine the use of Quizizz in interactive PAI learning in the digital era, with a qualitative approach through literature studies. The results of the study show that the use of Quizizz can increase learning motivation, active involvement of students, and effectiveness in learning evaluation. In addition to providing instant feedback, Quizizz also helps teachers in compiling materials, adjusting learning strategies, and monitoring student performance in real-time. However, the success of utilizing this media is greatly influenced by teacher competence, the availability of technological infrastructure, and support from parents. Therefore, continuous training and strong collaboration are needed to optimize the use of Quizizz as a responsive and adaptive learning media in the digital era
KONSEP PEMIKIRAN TASAWUF IMAM AL JUNAID AL BAGHDADI Azis, Taufik Burhanudin
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4604

Abstract

Sufisme atau tasawuf merupakan tradisi kebathinan yang dilakukan oleh seorang sufi sejak lama. Tasawuf adalah amalan bathin seorang sufi yang ingin selalu mensucikan dirinya dengan mengadakan hubungan bathin dengan Allah SWT. Dalam ajaran islam tasawuf juga dinamakan thoriqoh. Thoriqoh adalah suatu jalan yang digunakan sebagai wasilah ma’rifat untuk sampai  kepada sang pencipta Allah SAW. Namun dari berbagai macam aliran tasawuf jalan thoriqoh yang digunakan oleh seorang sufi antara yang satu dengan yang lainnya tentu tidak sama bahkan ada yang berbeda walaupun pada dasarnya dengan jalan yang berbeda mempunyai tujuan yang sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah SAW sang maha pencipta dan pengatur alam semesta. Dalam artikel ini mengungkapkan bagaimana konsep pemikiran tasawuf Imam Junaid al Baghdadi terhadap tiga konsep pemikiran tasawuf atau tri konsep utama yaitu mistsaq (perjanjian), fana (peleburan), dan tauhid (penyatuan). Tiga konsep inilah yang digunakan oleh Imam Junaid Al Baghdadi sebagai jalan thoriqoh dalam ber ma’rifat kepada Allah SWT.Sufism, or Sufism, is a spiritual tradition practiced by Sufis for a long time. Sufism is the inner practice of a Sufi who seeks to purify himself by establishing an inner connection with Allah SWT. In Islamic teachings, Sufism is also called tariqah (tradition). Tariqah is a path used as a means of gaining knowledge (ma'rifat) to reach the Creator, Allah SWT. However, among the various schools of Sufism, the path of tariqah used by Sufis varies from one to another, and some even differ, although essentially, all different paths have the same goal: to draw closer to Allah SWT as the Supreme Creator. This article explains how Imam Junaid al-Baghdadi's Sufi thought relates to three main concepts of Sufism: mistsaq (covenant), fana (fusion), and tauhid (unification). These three concepts were used by Imam Junaid al-Baghdadi as the path of tariqah in gaining knowledge (ma'rifat) of Allah SWT.
DAMPAK DIGITALISASI TERHADAP PERUBAHAN PARADIGMA PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL Al Bahjah, Zahin Rafsanjani; Haq, Mohammad Syahidul; Khamidi, Amrozi
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4247

Abstract

Digitalisasi telah mendorong transformasi mendasar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam metode pengajaran dan pembelajaran di lembaga pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak digitalisasi terhadap perubahan paradigma pendidikan dengan fokus pada metode pembelajaran, pergeseran peran guru, serta tantangan dan strategi adaptasi yang dihadapi lembaga pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi di beberapa lembaga pendidikan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi mengubah metode pembelajaran dari model ceramah menjadi pembelajaran berbasis teknologi yang interaktif dan berpusat pada siswa. Selain itu, guru beralih peran menjadi fasilitator pembelajaran aktif, sementara penggunaan teknologi multimedia memperkaya pengalaman belajar siswa. Meskipun demikian, tantangan seperti ketimpangan akses terhadap teknologi dan rendahnya literasi digital masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi digital dalam pendidikan bergantung pada kesiapan infrastruktur, kompetensi guru, serta dukungan kebijakan pendidikan. Dengan strategi adaptasi yang tepat, digitalisasi memiliki potensi besar untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.Digitalization has driven a fundamental transformation in education, particularly in teaching and learning methods within formal educational institutions. This study aims to analyze the impact of digitalization on the shifting educational paradigm, focusing on learning methods, the changing role of teachers, and the challenges and adaptation strategies faced by educational institutions. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis in several educational institutions in Indonesia. The findings indicate that digitalization has shifted learning methods from traditional lecture-based approaches to technology-driven, interactive, student-centered learning. Furthermore, teachers have transitioned to facilitators of active learning, and the use of multimedia technologies has enriched students' learning experiences. However, challenges such as unequal access to technology and low digital literacy remain significant barriers. This study concludes that the success of digital transformation in education depends on infrastructure readiness, teachers' digital competence, and supportive educational policies. With appropriate adaptation strategies, digitalization holds great potential to create a more inclusive, adaptive, and future-relevant educational ecosystem
KONTRIBUSI MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN PADA SISWA SD ALMADANY GRESIK Asshabiy Almumayyiz, Syifa'; Yusuf Sya’bani, Mohammad Ahyan
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi materi Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada tema “Cinta Kebersihan” di kelas 2 SD Almadany, dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan pada siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI secara aktif melibatkan lingkungan sekitar sekolah dalam pembelajaran, baik melalui praktik langsung maupun pembiasaan perilaku hidup bersih. Integrasi nilai-nilai Islam dengan aktivitas lingkungan terbukti efektif meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab siswa terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan materi PAI berbasis lingkungan sebagai strategi pembentukan karakter peduli lingkungan pada anak usia sekolah dasar.This study aims to examine the contribution of Islamic Religious Education (PAI) material, specifically the theme “Love Cleanliness” in grade 2 of SD Almadany, in fostering environmental awareness among students. This research uses a qualitative method with observation, interviews, and documentation techniques. The findings show that PAI teachers actively involve the school environment in learning, both through direct practice and habituation of clean living behaviors. The integration of Islamic values with environmental activities has proven effective in increasing students' concern and responsibility towards cleanliness and environmental sustainability. These findings emphasize the importance of strengthening environment-based PAI material as a strategy for shaping environmental awareness character in elementary school children.
POLA PEMBINAAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA SANTRI MELALUI KEGIATAN ASRAMA DAYAH INSAN QUR`ANI ACEH BESAR Sembiring, Andre; Misnan, Misnan
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4172

Abstract

Pendidikan adalah proses terencana yang bertujuan menciptakan suasana belajar untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Dalam konteks pembangunan bangsa, pendidikan berperan penting dalam membentuk generasi yang unggul dalam pengetahuan dan matang secara emosional. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa pendidikan harus mengembangkan kemampuan dan membentuk watak bangsa. Namun, banyak lembaga pendidikan yang masih fokus pada aspek akademik, mengabaikan pengelolaan emosi. Goleman menyatakan bahwa kecerdasan emosional berkontribusi besar terhadap keberhasilan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami pola pembinaan kecerdasan emosional pada santri melalui kegiatan asrama di Dayah Insan Qurani Aceh Besar melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan seperti salat berjamaah, mentoring, dan interaksi sosial berkontribusi pada pengembangan karakter santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan berbasis nilai Islam dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan stres dan empati. Dengan pendekatan holistik dan sistematis, diharapkan santri tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional, siap menghadapi tantangan hidup, dan berkontribusi positif dalam masyarakat.Education is a planned process that aims to create a learning atmosphere to develop students' potential optimally. In the context of nation building, education plays an important role in shaping a generation that is superior in knowledge and emotionally mature. Law No. 20/2003 emphasizes that education must develop the ability and shape the character of the nation. However, many educational institutions still focus on academic aspects, neglecting emotional management. Goleman states that emotional intelligence contributes greatly to life success. This research uses a descriptive qualitative approach to understand the pattern of fostering emotional intelligence in santri through boarding activities at Dayah Insan Qurani Aceh Besar through observation, interviews, and documentation. Activities such as congregational prayer, mentoring, and social interaction contribute to the development of santri character. The results showed that Islamic value-based coaching can improve stress management skills and empathy. With a holistic and systematic approach, it is expected that santri are not only academically intelligent, but also emotionally mature, ready to face life's challenges, and contribute positively to society.
EKO-PESANTREN: MANIFESTASI PENDIDIKAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS SPIRITUALITAS ISLAM Nata, Balqisa Ratu; Sahri, Iksan Kamil; Mohtarom, Ali; Arsyillah, Berlian Tahta
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4110

Abstract

Krisis ekologi global mendorong perlunya pendekatan pendidikan Islam yang mengintegrasikan spiritualitas dengan kesadaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan implementasi eco-pesantren sebagai model pendidikan ramah lingkungan berbasis spiritualitas Islam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui penelaahan literatur akademik yang relevan. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi dan validitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan diskusi sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eco-pesantren merupakan model pendidikan yang menyatukan nilai-nilai keislaman seperti tauhid, amanah, dan ihsan dengan praktik ekologis dalam kehidupan pesantren. Nilai-nilai tersebut diinternalisasikan melalui kurikulum, keteladanan kiai, gaya hidup santri, serta program-program lingkungan seperti konservasi air, pertanian organik, dan pengelolaan sampah. Eco-pesantren tidak hanya membentuk santri yang saleh secara spiritual, tetapi juga bertanggung jawab sebagai khalifah fil ardh. Temuan ini menegaskan bahwa spiritualitas Islam memiliki kekuatan transformatif dalam membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan. Dengan demikian, eco-pesantren berpotensi menjadi model pendidikan Islam yang transformatif dan relevan dalam menghadapi tantangan krisis lingkungan global.The global ecological crisis has prompted the need for an Islamic educational approach that integrates spirituality with environmental awareness. This study aims to examine the concept and implementation of eco-pesantren as an environmentally friendly educational model based on Islamic spirituality. The method used is a literature study with a descriptive-analytical approach, through a review of relevant academic literature. The analysis was carried out using content analysis and validity techniques that were strengthened through source triangulation and peer discussion. The results of the study indicate that eco-pesantren is an educational model that unites Islamic values such as tauhid, amanah, and ihsan with ecological practices in the life of the pesantren. These values are internalized through the curriculum, the exemplary behavior of the kiai, the lifestyle of the students, and environmental programs such as air conservation, organic farming, and waste management. Eco-pesantren not only forms students who are spiritually pious, but also responsible as khalifah fil ardh. This finding confirms that Islamic spirituality has a transformative power in building sustainable ecological awareness. Thus, environmentally friendly pesantren has the potential to become a transformative and relevant Islamic educational model in facing the challenges of the global environmental crisis.
STRATEGI KEMANDIRIAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DESENTRALISASI PENDIDIKAN Kurniawan, Rikza Syahrial; Hanifah, Hanifah; Abu Bakar, M. Yunus
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4135

Abstract

Desentralisasi pendidikan telah mengubah gaya pendidikan yang lebih desentralistik kepada pemerintah daerah dan lembaga pendidikan. Adanya otonomisasi yang menjadikan pendidikan lebih demokratis dan menjangkau seluruh elemen masyarakat, sehingga lembaga pendidikan islam harus memiliki strategi kemandirian dalam menyelenggarakan pendidikan. Maka penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tentang implikasi kebijakan desentralisasi pendidikan terhadap pendidikan islam di indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang mengkaji objek penelitian dengan didasarkan pada bahan pustaka yang relevan seperti buku, artikel ilmiah dan sumber bacaan lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan desentralisasi pendidikan telah berdampak pada pendidikan islam di Indonesia, diantaranya: pemberdayaan pemerintah daerah dalam pengelolaan lembaga pendidikan islam, penyusunan kurikulum pendidikan islam yang lebih fleksibel, peningkatan kualitas pendidikan islam melalui pengelolaan terfokus, dan pemerataan akses pendidikan islam di daerah terpencil.Decentralization of education has changed the style of education to a more decentralized one towards local governments and educational institutions. The existence of autonomy makes education more democratic and reaches all elements of society, so that Islamic educational institutions must have an independent strategy in providing education. So this research aims to describe the implications of educational decentralization policies for Islamic education in Indonesia. The research method used is library research, namely research that examines research objects based on relevant library materials such as books, scientific articles and other reading sources. The results of this research show that the education decentralization policy has had an impact on Islamic education in Indonesia, including: empowering local governments in managing Islamic education institutions, preparing a more flexible Islamic education curriculum, improving the quality of Islamic education through focused management, and equalizing access to Islamic education in remote areas.