cover
Contact Name
lusi marlisa
Contact Email
lusimarlisa1@gmail.com
Phone
+6281373739955
Journal Mail Official
hericahyono808@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/pages/view/editorial-team?attajdid=Editorial+Teams
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 25485784     EISSN : 25492101     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01
Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan agama islam yang mencakup topik : pemikiran pendidikan islam pendidikan multikultural media dan teknologi pembelajaran pengembangan kurikulum pendidikan islam manajemen pendidikan islam Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan islam.
Articles 368 Documents
ANALISIS ISU-ISU KONTEMPORER DAN PROBLEMATIKA TERKAIT INTEGRASI ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH Mutiya, Khoiru; Santosa, Sedya
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3876

Abstract

Integrasi Islam merupakan pendekatan komprehensif untuk menyelaraskan nilai-nilai Islam dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sistem pendidikan di madrasah ibtidaiyah. Namun, di era globalisasi dan kemajuan teknologi madrasah ibtidaiyah menghadapi berbagai tantangan termasuk kurikulum yang belum sepenuhnya terintegrasi antara ilmu agama dan ilmu umum, keterbatasan jumlah dan kompetensi guru, serta pengaruh globalisasi dan teknologi, kurangnya fasilitas dan infrastruktur pendukung, serta perbedaan pandangan masyarakat dan stakeholder. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis isu-isu kontemporer dan problematika dalam penerapan integrasi Islam di madrasah ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), dilakukan dengan mengumpulkan informasi dan data dari berbagai sumber yang tersedia di perpustakaan, seperti buku referensi, penelitian sebelumnya yang relevan, artikel, catatan, dan jurnal. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa perlunya peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, peningkatan fasilitas pendidikan dan perlunya pengawasan siswa terhadap kemajuan teknologi serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk mengoptimalkan integrasi Islam di madrasah ibtidaiyah.Islamic integration is a comprehensive approach to harmonize Islamic values with various aspects of life, including in the education system at madrasah ibtidaiyah. However, in the era of globalization and technological advancement, madrasah ibtidaiyah faces various challenges including a curriculum that is not fully integrated between religious and general sciences, limited number and competence of teachers, as well as the influence of globalization and technology, lack of supporting facilities and infrastructure, as well as differences in the views of the community and stakeholders. The purpose of this study is to analyze contemporary issues and problems in the implementation of Islamic integration in madrasah ibtidaiyah. This research uses the library research method, conducted by collecting information and data from various sources available in the library, such as reference books, relevant previous research, articles, notes, and journals. The implications of the study show that there is a need to improve teacher competence, develop a more adaptive curriculum, improve educational facilities and the need for student supervision of technological advances as well as support from the government and the community to optimize Islamic integration in madrasah ibtidaiyah.
KONTRIBUSI HADRASTUSSYEIKH KH. M. HASYIM ASY'ARI TERHADAP EKSISTENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI KAUM PEREMPUAN Sasmita, Yuyun; Idawati, Khoirotul
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3940

Abstract

Artikel ini mengulas Bagaimana Kontribusi Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari Terhadap Eksistensi Pendidikan Agama Islam Bagi Kaum Perempuan dan Bagaimana Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari Memposisikan Perempuan. Beberapa hal penting yang dapat diambil dari artikel ini: (1) Menurut Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari perempuan belajar menulis hukumnya makruh. Makruh bukan berarti dilarang atau diharamkan akan tetapi makruh disini adalah makruh tanzih. Makruh tanzih adalah perkara yang di tuntut untuk di tinggalkan tapi dengan perintah yang tidak atau kurang tegas, sebagaimana kiai menjelaskan kemakruhan pada hukum ini adalah mubah. (2) KH. M. Hasyim Asy’ari menjelaskan bahwa perempuan memiliki beberapa adab tertentu yang harus dilakukan apabila keluar dari rumah baik untuk bekerja maupun untuk keperluan lain nya yaitu harus sudah ada izin dari suaminya, dan ketika berada di luar tidak diperbolehkan bermuka murung, kotor atau mengenakan pakaian yang jelek dan ia harus menundukkan pandangan saat berjalan, tidak jelalatan dan berpura-pura tidak mengenal orang lain (laki-laki) yang mengenalinya. (3) Artikel ini mengungkap eksistensi perempuan dalam berbagai peran yaitu: a). Perempuan sebagai seorang ibu b). Perempuan sebagai seorang istri c). Perempuan sebagai anggota masyarakat. Jadi secara garis besar, artikel ini berusaha menganalisis Kontribusi Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari Terhadap Eksistensi Pendidikan Agama Islam Bagi Kaum Perempuan sehingga tidak ada lagi masyarakat dan budaya masyarakat yang masih menganggap perempuan berada di bawah laki-laki dan tempatnya hanya di dapur, sumur dan kasur tidak boleh berpendidikan tinggi, bekerja dan berkarir.This article reviews how The contribution of Hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy'ari toward Existence of Islamic Religion Education for Women and How Hadratussyeikh KH.M. HasyimAsy'ari Positioning Women. Some important things were taken from this article: (1) According to Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy'ari, woman learn to write, the law is makruh. Makruh does not mean prohibited or forbidden, but makruh was ’’makruhtanzih’’. Makruhtanzih was a matter that was demanded to be abandoned but with orders that were not or less firm, as Kyai explains, makruh in this law was permissible. (2) KH. M. HasyimAsy'ari explained that women have certain etiquette that have to followed when they leave the house, whether for work or other purposes, namely that they must have permission from their husband, and when they are outside they were not allowed to have a gloomy, dirty or wear bad clothes. and she has to lower her gaze when walking, does not wander around and does not pretend to not  knew other people (men) who recognize her. (3) This article reveals the existence of women in various roles, that is: a). Woman as a mother b). Woman as a wife c).Women as members of society. Generally, this article attempts to analyze the contribution of Hadratussyeikh KH. M. HasyimAsy'ari toward Existence of Islamic Religion Education for Women so that there is no society and culture that still considers women always under men and their place was only in the kitchen, well and bed. they were not allowed to have high education, work and have a career.
IMPLIKASI INTEGRASI PENDIDIKAN PANCASILA DAN ILMU ISLAM TERHADAP KARAKTER PESERTA DIDIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH Septiana, Nyangfah Nisa; Nurhamida, Lulu; Santosa, Sedya
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4017

Abstract

Pentingnya integrasi Pendidikan Pancasila dan Ilmu islam dalam pembentukan karakter peserta didik, terutama di era globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat. Secara keseluruhan pendidikan ilmu islam dn pancasila berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademi, tetapi juga memiliki integritas, moralitas dan kesadaran sosial yang tinggi. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Sumatera Barat pada semester gasal tahun ajaran 2024/2025. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pendidik, orang tua dan peserta didik. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah-langkah; pengumpulan data, teknik kondensasi data, tampilan data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikasi integrasi pendidikan pancasila dan ilmu islam berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter peserta didik, seperti meningkatkan religiusitas, kejujuran, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kerja sama, rasa kemanusiaan, toleransi, percaya diri dan cinta tanah air. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan yang terintegrasi dapat menciptakan individu yang tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memperkuat identitas dan moralitas peserta didik di tengah tantangan globalisasi.The importance of the integration of Pancasila education and islamic science in shaping the character of students, especially in the era of globalization and rapid scientific advances. Overall, Pancasila education and islamic science play an important role in shaping the character of students who are not only academically intelligent, but also have integrity, morality and high social awareness. This research was conducted at Madrasah Ibtidaiyah West Sumatra in the odd semester of the 2024/2025 school year. The approach used was qualitative with a case study method to gain an in-depth understanding of the phenomenon under study. Data collection techniques were carried out through interviews with educators, parents and students. The collected data were analyzed by steps; data collection, data condensation techniques, data display, and conclusion verification. The results showed that the implications of the integration of Pancasila education and islamic science contributed significantly in shaping the character of students, such as increasing religiosity, honesty, discipline, sense of responsibility, cooperation, sense of humanity, tolerance, self-confidence and love for the country. The implication of this research shows that integrated education can create individuals who not only understand the values of Pancasila, but also practice them in everyday life, thus strengthening the identity and morality of learners amid the challenges of globalization.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MEMBANGUN KARAKTER RELIGIUS: PERSPEKTIF IDEALISME DAN REALISME Nabila, Disah Alya; Hikayat, Bunga Anisa; Parhan, Muhamad
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3968

Abstract

Landasan filosofis merupakan hal penting dalam pendidikan untuk merancang suatu pembelajaran. Terdapat banyak aliran filsafat yang mempengaruhi pendidikan, di antaranya yaitu filsafat idealisme dan realisme. Kedua aliran filsafat yang bertentangan tersebut jika diintegrasikan dalam pendidikan termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI), diharapkan dapat memperkuat karakter religius pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menyeimbangkan aliran idealisme dan realisme dalam PAI agar menumbuhkan karakter religius siswa. Melalui pendekatan kualitatif metode kepustakaan dengan data yang digunakan berdasarkan jurnal-jurnal. Adapun teknik pengumpulan data yaitu studi dokumen dengan menganalisis data menggunakan teknik reduksi data. Hasil penelitian yang didapatkan menyatakan bahwa aliran idealisme dan realisme efektif diintegrasikan dalam pembelajaran PAI untuk menguatkan karakter religius siswa. Sebab, siswa tidak hanya diberikan pemahaman tetapi juga dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun, dalam pengintegrasiannya tidak mudah dan harus menghadapi tantangan-tantangan dikarenakan kedua aliran ini memiliki sifat yang bertentangan antar satu sama lain.Philosophical foundations are important in education in terms of design learning. Many schools of philosophy affect education, including the philosophy of idealism and realism. If integrated into education, these two conflicting philosophical schools, including Islamic Religious Education (PAI), are expected to strengthen religious character in students. This research aims to balance the flow of idealism and realism in PAI to foster students' religious character through a literature approach with data used based on journals. The data collection technique is the study of documents by analyzing data using data reduction techniques. The results of the research stated that the school of idealism and realism was effectively integrated into PAI learning to strengthen the religious character of students. This is because students are not only given an understanding but can also be implemented in their daily lives. However, integrating it is not easy and must face challenges because these two schools have contradictory properties with each other.
REVOLUSI ILMIAH THOMAS KUHN DAN PERGESERAN PARADIGMA: IMPLIKASI EPISTEMOLOGIS DALAM KEILMUAN ISLAM Krismonadi, Fani; sihono, Sihono
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Thomas Kuhn tentang paradigma dan revolusi ilmiah serta implikasi epistemologisnya dalam keilmuan Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menelaah bagaimana konsep pergeseran paradigma Kuhn dapat digunakan untuk memahami dinamika perubahan dalam studi Islam. Temuan utama menunjukkan bahwa keilmuan Islam telah mengalami berbagai perubahan paradigma, terutama dalam aspek metodologi, epistemologi, dan praktik keberagamaan. Hal ini terlihat dari transisi keilmuan Islam, mulai dari filsafat Islam klasik, ilmu kalam, hingga tafsir kontemporer yang semakin mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan modern. Konsep anomali dan krisis ilmiah dalam teori Kuhn juga dapat ditemukan dalam sejarah Islam, khususnya dalam proses ijtihad yang merespons tantangan zaman. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma Kuhn dapat digunakan sebagai alat analisis untuk memahami evolusi ilmu keislaman, termasuk pergeseran pemikiran dalam hukum Islam dan tafsir Al-Qur'an. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada analisis konseptual tanpa eksplorasi empiris yang lebih luas mengenai penerapan teori Kuhn dalam konteks akademik Islam. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan pendekatan empiris direkomendasikan untuk mengeksplorasi bagaimana komunitas akademik Muslim mengadaptasi perubahan paradigma dalam era modern.This study aims to analyze Thomas Kuhn’s thought on paradigm and scientific revolution and its epistemological implications in Islamic scholarship. Using a qualitative approach through a literature study, this research examines how Kuhn’s paradigm shift concept can be applied to understand the dynamics of change in Islamic studies. The main findings indicate that Islamic scholarship has undergone various paradigm shifts, particularly in methodology, epistemology, and religious practices. This is evident in the transition from classical Islamic philosophy and kalam to contemporary interpretations that integrate modern scientific advancements. Kuhn’s concepts of anomalies and scientific crises can also be observed in the history of Islam, particularly in the process of ijtihad, which responds to evolving societal challenges. The implications of this research suggest that Kuhn’s paradigm theory can serve as an analytical tool to understand the evolution of Islamic sciences, including shifts in Islamic jurisprudence and Qur'anic interpretation. However, this study has limitations as it primarily focuses on conceptual analysis without empirical exploration of Kuhn’s theory in academic Islamic contexts. Therefore, further empirical research is recommended to investigate how Muslim academic communities adapt to paradigm shifts in the modern era.
EKSPLORASI LITERASI DIGITAL PADA SISWA BOARDING SCHOOL DI MTS DARUL ULUM ISLAMIC SCHOOL Amalia, Mukhlisatinnisa; Tamia, Dewi Rizqa; Tomi, Tomi; Purnama, Sigit
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4021

Abstract

Penerapan literasi digital di sekolah berbasis pesantren, seperti MTs Darul Ulum Islamic School, menghadirkan tantangan dan peluang tersendiri, mengingat karakteristik sekolah yang menggabungkan pendidikan agama dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan literasi digital di MTs Darul Ulum, mengkaji bagaimana siswa boarding school berinteraksi dengan teknologi dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penerapan literasi digital di MTs Darul Ulum sudah menunjukkan kemajuan, terdapat tantangan seperti kesenjangan keterampilan digital antar siswa dan kebutuhan pelatihan lebih lanjut bagi guru. Beberapa solusi yang diusulkan antara lain pelatihan rutin bagi guru,dan program bimbingan untuk siswa yang kesulitan dalam memanfaatkan teknologi. Literasi digital di MTs Darul Ulum tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga mengajarkan etika dan keamanan digital yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga siswa dapat menjadi individu yang bijak dalam berinteraksi di dunia digital. Keberhasilan penerapan literasi digital memerlukan kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan keterampilan digital siswa.The implementation of digital literacy in Islamic boarding school-based schools, such as MTs Darul Ulum Islamic School, presents its own challenges and opportunities, considering the characteristics of schools that combine religious education and technology. This research aims to explore the application of digital literacy at MTs Darul Ulum, examining how boarding school students interact with technology in the learning process and their daily lives. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, through observation, interviews and literature study. The research results show that although the implementation of digital literacy at MTs Darul Ulum has shown progress, there are challenges such as gaps in digital skills between students and the need for further training for teachers. Some of the proposed solutions include regular training for teachers, and guidance programs for students who have difficulty using technology. Digital literacy at MTs Darul Ulum not only teaches technical skills, but also teaches digital ethics and security in accordance with Islamic values, so that students can become wise individuals in interacting in the digital world. Successful implementation of digital literacy requires collaboration between teachers, students and parents to create an environment that supports the development of students' digital skills.
TAUHID SEBAGAI WARISAN TERBESAR NABI IBRAHIM DALAM PERSPEKTIF TEMATIK HADIS Hermawan, Nanang
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4147

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tauhid sebagai warisan terbesar Nabi Ibrahim AS dalam perspektif hadis, serta untuk mengkaji aspek-aspek ajaran tauhid yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim dan relevansinya dalam konteks ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang peran sentral Nabi Ibrahim dalam menyebarkan tauhid dan bagaimana ajaran ini diwariskan kepada generasi selanjutnya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis tematik hadis, yang memungkinkan peneliti untuk menganalisis dan menafsirkan hadis-hadis yang berkaitan dengan ajaran tauhid. Dengan pendekatan ini, penelitian dapat menggali dimensi teologis dan praktis dari tauhid yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim, serta bagaimana ajaran tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran tauhid Nabi Ibrahim tidak hanya mencakup dimensi teologis, tetapi juga melibatkan praktik-praktik kehidupan yang menjadi pedoman bagi umat manusia untuk tetap berada dalam keesaan Allah. Penelitian ini menemukan bahwa keyakinan tauhid Nabi Ibrahim adalah tauhid aktif, di mana iman harus diiringi dengan amal baik dan akhlak karimah. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran tauhid memiliki implikasi yang luas, tidak hanya dalam aspek kepercayaan, tetapi juga dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.The purpose of this study is to explore monotheism (tauhid) as the greatest legacy of Prophet Ibrahim (AS) from the perspective of Hadith, as well as to examine the aspects of tauhid teachings inherited by Prophet Ibrahim and their relevance in the context of Islamic teachings. This research aims to provide an in-depth understanding of the central role of Prophet Ibrahim in promoting tauhid and how this teaching was passed down to subsequent generations. The method applied in this study is thematic analysis of Hadith, which allows the researcher to analyze and interpret Hadiths related to the teachings of tauhid. Through this approach, the study delves into the theological and practical dimensions of tauhid taught by Prophet Ibrahim and how these teachings are implemented in the daily lives of Muslims. The findings reveal that Prophet Ibrahim’s teachings of tauhid encompass not only theological dimensions but also practical aspects of life, serving as guidance for humanity to remain steadfast in the oneness of Allah. The study identifies Prophet Ibrahim’s tauhid as an active tauhid, where faith is accompanied by good deeds and noble character (akhlaq karimah). This highlights that the teachings of tauhid have far-reaching implications, not only in matters of belief but also in tangible actions in the daily lives of Muslims.
HUBUNGAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DAN KETERSEDIAAN SARANA BELAJAR TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Yanti, Silvia Rahma; Abidin, Munirul; Amelia, Ulfi; Putri, Dwi Agustia
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apakah terdapat hubungan teknologi pembelajaran dengan efektifitas pembelajaran bahasa arab. (2) Apakah terdapat hubungan sarana prasarana dengan efektifitas pembelajaran bahasa Arab. (3) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara teknologi pembelajaran dan sarana prasarana terhadap efektifitas pembelajaran bahasa Arab. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian ini sebanyak 100 mahasiswa PBA Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup. Teknik analisa data untuk hipotesis satu dan hipotesis dua menggunakan pearson product moment dan untuk hipotesis tiga menggunakan uji korelasi ganda. Dari hasil analisa data dapat disimpulkan: (1) Terdapat hubungan yang cukup kuat antara teknologi pembelajaran terhadap efektifitas pembelajaran bahasa arab dengan nilai korelasi 0,565 (2) Terdapat hubungan yang cukup kuat antara sarana prasarana terhadap efektifitas pembelajaran bahasa Arab dengan nilai korelasi 0,516. (3) Terdapat hubungan yang kuat antara teknologi pembelajaran dan sarana prasarana terhadap efektifitas pembelajaran bahasa Arab dengan nilai = 0,614.  This study aims to determine: (1) Whether there is a relationship between educational technology and the effectiveness of Arabic language learning. (2) Whether there is a relationship between facilities and infrastructure and the effectiveness of Arabic language learning. (3) Whether there is a significant relationship between educational technology and facilities and infrastructure on the effectiveness of Arabic language learning. This research uses a quantitative method with a correlational approach. The sample consists of 100 graduate students from the Arabic Language Education program at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. The sampling technique used is saturated sampling. The instrument employed is a closed-ended questionnaire. Data analysis for hypotheses one and two uses Pearson’s product-moment correlation, while hypothesis three uses multiple correlation tests. The results of the data analysis indicate: (1) There is a moderately strong relationship between educational technology and the effectiveness of Arabic language learning, with a correlation coefficient of 0.565. (2) There is a moderately strong relationship between facilities and infrastructure and the effectiveness of Arabic language learning, with a correlation coefficient of 0.516. (3) There is a strong relationship between educational technology and facilities and infrastructure on the effectiveness of Arabic language learning, with a correlation coefficient of 0.614.
IMPLEMENTASI PROGRAM SHOLAT DHUHA BERJAMAAH UNTUK MEMBENTUK SIKAP DISIPLIN PESERTA DIDIK DI MA MUHAMMADIYAH 1 MALANG Ulfah, Nidya; Romelah, Romelah; Thoifah, I’anatut
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3982

Abstract

Sholat dhuha merupakan kegiatan yang dapat memberikan penguatan akan permasalahan yang terjadi di sekolah, seperti adanya keterlambatan peserta didik, kurangnya kedisiplinan, kurangnya kesadaran dalam beribadah, dan masih banyaknya peserta didik yang belum tertib dalam berwudhu di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sholat dhuha dan dampaknya bagi kedisiplinan perserta didik di MA Muhammadiyah 1 Malang. Pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian ini adalah guru bidang keagamaan, guru bidang kesiswaan dan peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penyelenggaraan program sholat dhuha di MA Muhammadiyah 1 Malang ini memberikan solusi akan kedisiplinan peserta didik, dengan Implementasi Program Sholat Dhuha Berjamaah untuk Membentuk Sikap Disiplin Peserta Didik dan indicator keberhasilan 1). Peserta didik datang tepat waktu; 2). Adanya peningkatan ketakwaan pada peserta didik yang dapat dilihat melalui pembiasaan sholat dhuha dan proses dalam belajar; dan 3). Mengumpulkan tugas tepat waktu. Pelaksanaan sholat dhuha dilakukan pukul 07.00 pagi yang mana peserta didik diharapkan sudah berwudhu dari rumah untuk efesiennya waktu. Sebeleum Sholat, guru mengkoordinir peserta didik menuju masjid dan melakukan absensi kehadiran.Dhuha prayer is an activity that can provide reinforcement for problems that occur in schools, such as the tardiness of students, lack of discipline, lack of awareness in worship, and there are still many students who have not been orderly in ablution at school. This study aims to describe the application of dhuha prayer and its impact on student discipline at MA Muhammadiyah 1 Malang. The research approach that researchers use is qualitative with the type of case study. The informants of this research are religious teachers, student affairs teachers and students. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The data analysis technique uses data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that the implementation of the dhuha prayer program at MA Muhammadiyah 1 Malang provides a solution to the discipline of students, with the Implementation of the Congregational Dhuha Prayer Program to Form Disciplinary Attitudes of Learners and success indicators 1). Learners come on time; 2). There is an increase in piety in students which can be seen through the habituation of dhuha prayers and the process of learning; and 3). Collecting assignments on time. The implementation of dhuha prayers is carried out at 07.00 in the morning where students are expected to have wudhu from home for time afficiency. Before the prayer, the teacher coordinates students to the mosque and takes attendance
EVALUASI PROGRAM BILINGUAL DI PONDOK PESANTREN MODERN TAZAKA BERDASARKAN PERSPEKTIF PENDIDIK DENGAN MODEL KIRKPATRICK (LEVEL 1, 2, 3) Tamia, Dewi Rizqa; Amalia, Mukhlisatinnisa
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3949

Abstract

Pondok Pesantren Modern Tazaka telah menerapkan Program Bilingual untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan Inggis pada santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Bilingual menggunakan model Evaluasi Kirpatrick, yang mencakup aspek reaksi, pembelajaran, dan perubahan perilaku santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bilingual telah memberikan dampak positif terhadap kemampuan bahas santri, dengan peningkatan signifikan pada pemahaman serta kemampuan berbicara dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam menerapkan program ini, terutama terkait dengan keterbatasan sumber daya dan kesesuain materi yang digunakan. Para pendidik memberikan penilaian positif terhadap program ini, meskipun  menyarankan adanya perbaikan dalam pengelolaan waktu dan peningkatan metode pengajaran. Temuan ini memberikan gambaran yang jelas tentang keberhasilan dan tantangan program bilingual, serta memberikan saran untuk peningkatan kualitas implementasinya di masa depan.The Tazaka Modern Islamic Boarding School has implemented a bilingual program to enhance the Arabic and English language skills of its students. This study aims to evaluate the effectiveness of the bilingual program using the Kirkpatrick evaluation model, which includes the aspects of reaction, learning, and behavior change of the students. The research employs a descriptive qualitative approach with data  program has had a positive impact on the students' language skills, with significant improvements in comprehension and speaking abilities in both Arabic and English. However, there are some challenges in implementing this program, particularly related to limited resources and the alignment of the materials used. The educators provide positive assessments of the program, although they suggest improvements in time management and teaching methods. These findings offer a clear picture of the successes and challenges of the bilingual program and provide recommendations for enhancing its implementation in the future.