cover
Contact Name
lusi marlisa
Contact Email
lusimarlisa1@gmail.com
Phone
+6281373739955
Journal Mail Official
hericahyono808@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/pages/view/editorial-team?attajdid=Editorial+Teams
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 25485784     EISSN : 25492101     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01
Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan agama islam yang mencakup topik : pemikiran pendidikan islam pendidikan multikultural media dan teknologi pembelajaran pengembangan kurikulum pendidikan islam manajemen pendidikan islam Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan islam.
Articles 368 Documents
PEMIKIRAN PENDIDIKAN KH. HASYIM ASY’ARI SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM GENERASI ALPHA Hadi, Mochammad Nur; Abu Bakar, M Yunus
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3885

Abstract

Artikel ini ditulis guna mencari pemahaman pemikiran Pendidikan islam yang mana diambil dari Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy’ari tentang penerapannya didalam Pendidikan era sekarang yang dialami atau sedang dijalani oleh generasi muda. Metode yang akan digunakan dalam penelitian artikel ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mana berfokus dalam library research dan mengumpulkan data dari beberapa sumber terkait diantaranya ialah kitab karangan beliau sendiri, buku para akademisi yang membahas kehidupan dan pemikiran beliau serta jurnal atau artikel yang menjadi fokus utama dalam pembahasan. Kemudian dianalisis dan disimpulkan seperti konsep penelitian pada umumnya yakni membedah pemikiran beliau tentang Pendidikan islam untuk generasi alpha yang tidak lain tujuannya melahirkan dan menghasilkan generasi-generasi yang tidak terseret arus degradasi moral dan terus berupaya meningkatkan kualitas nilai etika dan selalu menjaga hubungan baik antara tuhan dan sesama manusia. Hormat kepada guru dan ilmu dan tentu dimasa yang akan dating diharapkan bisa menjadi sentral dalam moderasi perbedaan yang ada.This article is written in order to seek an understanding of Islamic education thought which is taken from Hadratusyeikh KH. Hasyim Asy'ari about its application in the current era of education experienced or being lived by the younger generation. The method that will be used in researching this article is to use a descriptive qualitative method which focuses on library research and collects data from several related sources including his own books, academics' books that discuss his life and thoughts and journals or articles that are the main focus of the discussion. Then it is analysed and concluded like the concept of research in general, namely dissecting his thoughts on Islamic education for the alpha generation, which is none other than the aim of giving birth and producing generations that are not dragged down by moral degradation and continue to strive to improve the quality of ethical values and always maintain good relations between God and fellow humans. Respect for teachers and knowledge and of course in the future is expected to be central in moderating existing differences.
MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI AKHLAK Ropiah, Siti
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran moderasi beragama dalam membentuk akhlak yang mulia, serta mengurangi potensi konflik sosial yang muncul akibat perbedaan pandangan dalam beragama. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis penerapan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari umat Islam, dengan menekankan pada pentingnya sikap saling menghormati, menghindari ekstremisme, dan membangun hubungan sosial yang harmonis. Moderasi beragama merupakan pendekatan yang menekankan pada prinsip keseimbangan, toleransi, dan penghargaan terhadap keragaman dalam menjalankan ajaran agama. Dalam konteks Islam, moderasi beragama tidak hanya berkaitan dengan sikap toleransi terhadap perbedaan, tetapi juga dengan pengamalan ajaran agama yang mengedepankan nilai-nilai akhlak (moralitas) yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama yang berlandaskan akhlak dapat menciptakan masyarakat yang lebih damai, toleran, dan produktif. Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama dengan prinsip akhlak yang baik sangat penting dalam upaya membangun kehidupan beragama yang penuh kedamaian dan kesejahteraan. This study aims to explore the role of religious moderation in shaping noble character and reducing potential social conflicts arising from differing religious views. Using a qualitative approach, the research analyzes the implementation of religious moderation in the daily lives of Muslims, emphasizing the importance of mutual respect, avoiding extremism, and fostering harmonious social relationships. Religious moderation is an approach that emphasizes the principles of balance, tolerance, and appreciation for diversity in practicing religious teachings. In the context of Islam, religious moderation is not only about tolerance toward differences but also about practicing religious teachings that prioritize good moral values. The findings show that morality-based religious moderation can create a more peaceful, tolerant, and productive society. Therefore, strengthening religious moderation with a foundation of good moral principles is crucial for building a peaceful and prosperous religious life.
IBNU SINA: PELOPOR PENDIDIKAN HOLISTIK DAN BERKARAKTER Maulida, Fitriana; Abu Bakar, Muhammad Yunus
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3806

Abstract

Pemikiran Ibnu Sina tentang pendidikan memiliki relevansi yang sangat tinggi dengan pendidikan Islam kontemporer. Beberapa implikasi penting dari pemikiran beliau: Pendidikan Holistik: Ibnu Sina menekankan pentingnya pendidikan yang holistik, yakni pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga meliputi aspek fisik, sosial, dan spiritual. Implikasinya bagi pendidikan Islam kontemporer adalah perlunya merancang kurikulum yang seimbang, yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum dan keterampilan hidup. Urgensi Karakter: Ibnu Sina sangat memperhatikan pembentukan karakter. Beliau berpendapat bahwa pendidikan harus membentuk individu yang berakhlak mulia, jujur, dan bertanggung jawab. Dalam konteks pendidikan Islam kontemporer, hal ini berarti pendidikan karakter harus menjadi bagian integral dari kurikulum. Pemikiran Ibnu Sina tentang pendidikan memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Dengan mengadopsi prinsip-prinsip yang beliau ajarkan, kita dapat menciptakan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan umat.Ibn Sina's thoughts on education have very high relevance to contemporary Islamic education. Some important implications of his thinking: Holistic Education: Ibnu Sina emphasized the importance of holistic education, namely education that does not only focus on intellectual aspects, but also includes physical, social and spiritual aspects. The implication for contemporary Islamic education is the need to design a balanced curriculum, which not only teaches religious knowledge, but also general knowledge and life skills. Urgency of Character: Ibn Sina paid great attention to character formation. He believes that education must form individuals who have noble, honest and responsible character. In the context of contemporary Islamic education, this means that character education must be an integral part of the curriculum. Ibn Sina's thoughts on education provide a strong foundation for the development of contemporary Islamic education. By adopting the principles he taught, we can create a young generation who is intelligent, has noble character, and is able to contribute to the progress of the people.
KONTRIBUSI PEMIKIRAN POLITIK DAN PENDIDIKAN KH WAHAB CHASBULLAH: SEBUAH ANALISIS HISTORI DAN FILOSOFIS Zaky Maulana, Mochamad; Idawati, Khoirotul; Mahadun, Hanifuddin
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4079

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran politik K.H. Wahab Chasbullah melalui pendekatan historis dan filosofis. Sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Indonesia dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), pemikiran K.H. Wahab mencerminkan sintesis antara nilai-nilai Islam, tradisi lokal, dan semangat kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang pemikiran politik beliau, menganalisis gagasan politiknya, serta mengevaluasi kontribusinya terhadap politik Islam di Indonesia. Melalui metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, data dikumpulkan dari berbagai sumber primer dan sekunder, seperti karya tulis, pidato, dan dokumen historis. Kontribusi terbesar K.H. Wahab adalah upayanya menjadikan NU sebagai organisasi yang mendukung nasionalisme melalui penerimaan Pancasila sebagai dasar negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran politik K.H. Wahab Chasbullah tidak hanya berkontribusi pada pembentukan politik Islam di Indonesia, tetapi juga menjadi landasan penting untuk membangun politik kebangsaan yang damai dan inklusif.This research examines the political thought of K.H. Wahab Chasbullah through historical and philosophical approaches. As one of the important figures in the history of Islam in Indonesia and the founder of Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Wahab's thought reflects a synthesis between Islamic values, local traditions, and the spirit of nationality. This study aims to describe the background of his political thought, analyze his political ideas, and evaluate his contribution to Islamic politics in Indonesia. Through a qualitative research method based on literature study, data was collected from various primary and secondary sources, such as written works, speeches, and historical documents. K.H. Wahab's greatest contribution was his effort to make NU an organization that supports nationalism through the acceptance of Pancasila as the basis of the state. This research concludes that the political thought of K.H. Wahab Chasbullah not only contributed to the formation of Islamic politics in Indonesia, but also became an important foundation for building peaceful and inclusive national politics.
IMPLEMENTASI PRINSIP SEKOLAH SIRKULAR DALAM KEGIATAN KOKURIKULER KEAGAMAAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN DI SEKOLAH DASAR Rahmania, Erfin Walida; Iksan, Iksan
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3816

Abstract

Sekolah sirkular yang menerapkan prinsip hidup berkelanjutan seharusnya mengimplementasikan paradigma sirkular dalam kegiatan kurikuler, intrakulikuler, dan kokurikuler sekolah. Penelitian ini menjelaskan bagaimana implementasi prinsip sekolah sirkular dalam salah satu kegiatan kokurikuler keagamaan Latihan Dasar dan Kepemimpinan (LDK) di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Penelitian deskriptif kualitatif ini mengumpulkan data dari observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya sebagai sekolah sirkular berusaha mengimplementasikan prinsip hidup berkelanjutan yang terdiri atas reduce, rethink, reuse, recycle, dan repair (5R) dalam semua kegiatan. Termasuk dalam kegiatan kokurikuler keagamaan LDK di kelas VI. Kegiatan LDK ini didesain dengan prinsip sirkular sehingga memasukkan prinsip 5R dalam pembiasaan ibadah, kontrak belajar, materi, diskusi dan presentasi solving problems, kuliah tujuh menit, makan, dan outbond kepemimpinan. Meski tujuan sekolah untuk membentuk siswa yang hidup berkelanjutan sudah dilakukan, namun masih perlu pembiasaan yang konsisten di sekolah.Circular schools that apply sustainable living principles should apply these principles in school curricular, intracurricular and co-curricular activities. This research explains how circular school principles are implemented in one of the religious co-curricular activities of Basic and Leadership Training (LDK) at SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. This qualitative descriptive research collects data from participant observation, interviews and documentation. The data analysis process includes collection, reduction, interpretation and drawing conclusions. The results show that SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya as a circular school tries to implement the principles of sustainable living consisting of reduce, rethink, reuse, recycle and repair (5R) in all activities. Included in LDK religious co-curricular activities in sixth grader. This LDK activity is designed with circular principles so that it includes the 5R principles in the form of religious practices, learning contracts, materials, discussion and solving problems, speech, eating activity, and outbound activities. Even though the school's goal of forming students who live sustainably has been carried out, it still needs consistent habits at school.
TRANSFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM: STRATEGI INOVATIF DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL Ramadhan, Nabil Auliya; Ahmad, Masduki; Kamaludin, Kamaludin
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3969

Abstract

Transformasi manajemen pendidikan Islam menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi tantangan global di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi inovatif yang dapat diterapkan dalam manajemen pendidikan Islam, guna menjawab tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, dan perubahan sosial budaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, dengan analisis deskriptif dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi dalam manajemen pendidikan Islam melibatkan integrasi nilai-nilai Islam dengan pendekatan modern, seperti penggunaan teknologi digital, pembaruan kurikulum berbasis STEM, serta pemberdayaan guru dan siswa dalam menghadapi tantangan global. Implementasi strategi ini memerlukan kepemimpinan yang adaptif, fleksibilitas kurikulum, dan kolaborasi internasional untuk menguatkan posisi pendidikan Islam di kancah global. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan baru bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam yang relevan dan berkelanjutan.The transformation of Islamic education management has become an urgent necessity to face global challenges in the era of Industry 4.0 and Society 5.0. This study aims to explore innovative strategies that can be applied in Islamic education management to address the challenges of globalization, technological advancement, and socio-cultural changes. The research method uses a qualitative approach through literature study, with descriptive analysis and content analysis. The results of the study indicate that the transformation in Islamic education management involves the integration of Islamic values with modern approaches, such as the use of digital technology, curriculum renewal based on STEM, and the empowerment of teachers and students in facing global challenges. The implementation of these strategies requires adaptive leadership, curriculum flexibility, and international collaboration to strengthen the position of Islamic education on the global stage. This study is expected to provide new insights for the development of relevant and sustainable Islamic education management.
PROBLEMATIKA PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI PROGRAM FULL DAY SCHOOL Alkhairi, Aulia Azmi; Achadi, Muh Wasith
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4723

Abstract

Karakter religius merupakan salah satu aspek yang penting ditanamkan kepada siswa di sekolah agar tercapapainya tujuan pendidikan dengan baik dan mewujudkan siswa yang berkarakter Islami. Namun dalam prosesnya terdapat beberapa problematika yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika yang dihadapi oleh siswa dalam pembentukan karakter religius di sekolah full day school. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study design). Sumber data diambil dari lima belas informan melalui wawancara mendalam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, seluruh informan merupakan siswa dan guru yang ada di salah satu sekolah Islam terpadu full day school yang ada di Yogyakarta. Seluruh hasil wawancara kemudian dianalisis secara tematik. Secara keseluruhan hasil analisis terdapat lima problematika pembentukan karakter siswa di sekolah full day school. Lima problematika tersebut yaitu: i) Problem internal, ii) Problem eksternal, iii) Perbedaan kebiasaan rumah dan sekolah, iv) Beban hafalan dan target akademik dan, v) Keterbatasan guru dalam pembinaan.Religious character is one of the important aspects that must be instilled in students at school in order to achieve educational goals and develop students with Islamic character. However, there are several problems encountered in the process. This study aims to analyze the problems faced by students in the formation of religious character at full-day schools. This study uses a qualitative method with a case study design. Data sources were taken from fifteen informants through in-depth interviews selected using purposive sampling techniques. All informants were students and teachers at an integrated Islamic full-day school in Yogyakarta. All interview results were then analyzed thematically. Overall, the analysis revealed five problems in shaping student character at full-day schools. The five problems are: i) internal problems, ii) external problems, iii) differences between home and school habits, iv) the burden of memorization and academic targets, and v) limitations of teachers in providing guidance.
THE IMPLEMENTATION OF ISLAMIC EDUCATION VALUES IN ENHANCING ENGLISH LEARNING EFFECTIVENESS AT MAKARIMUL AKHLAQ ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL OF JOMBANG Irmayanti, Laily; Mahadun, Hanifudin; Idawati, Khoirotul; Hosna, Rofiatul
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4269

Abstract

Islamic education values have a very important role in shaping the character and behavior of students so that it needs to be implemented in various lines of education, including in English learning. Learning English from an elementary school level has become one of the priorities in education for its crucial role in preparing students for better and higher education and welcoming the challenges of global life in the future. This study examines the implementation of Islamic education values in improving the effectiveness of English learning at Makarimul Akhlaq Islamic Elementary School in Jombang. The research constitutes a case study with qualitative approach in which the researcher gathered data through various methods such as interviews, observations and document analysis to gain a comprehensive understanding of the case. It was intended to know hidden meanings, understand social interaction and ensure the validity of data. The results show that the implementation of Islamic values of lifelong education, discipline, and manners in English learning is in the form of varied school programs to build students' motivation in learning, discipline in rules and good manners in speaking English. The implementation of these values has been greatly contributed to enhance English learning to be more effective. This is certainly influenced by environmental factors and teachers who make it easier for students to apply these values in achieving effective and enjoyable English learning. The inhibiting factors are the students’ different abilities and characters yet they are successfully overcome by the teachers. 
PENGEMBANGAN E-BOOK ZUKU “ZAKAT UNTUK KESEJAHTERAAN UMAT” SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATERI ZAKAT UNTUK SISWA As Shiddiq, Maulana Hisbullah; Astutik, Anita Puji
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk e-book dengan judul ZUKU (Zakat untuk Kesejahteraan Umat) sebagai sarana pembelajaran materi zakat bagi siswa kelas X SMA. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya pemahaman siswa mengenai praktik zakat yang disebabkan oleh keterbatasan strategi dan media pembelajaran yang digunakan guru. Penelitian menggunakan metode Design and Development (D&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap pengembangan, e-book dirancang menggunakan platform digital Canva dengan memanfaatkan visual, animasi, video, serta ilustrasi agar lebih menarik dan mudah dipahami. Produk yang dihasilkan kemudian diuji coba pada siswa kelas X SMA. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa e-book ZUKU efektif meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konsep zakat, serta mendorong sikap peduli sosial peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan generasi digital serta dapat dijadikan referensi dalam inovasi pendidikan agama Islam, khususnya pada materi zakat.This study aims to develop an e-book learning medium entitled ZUKU (Zakat for the Welfare of the People) as a means of teaching zakat material to 10th grade high school students. The background of this study stems from the low level of student understanding of zakat practices due to the limitations of the learning strategies and media used by teachers. The research used the Design and Development (D&D) method with the ADDIE model, which consists of five stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. In the development stage, the e-book was designed using the Canva digital platform, utilizing visuals, animations, videos, and illustrations to make it more attractive and easier to understand. The resulting product was then tested on 10th grade high school students. The evaluation results showed that the ZUKU e-book was effective in increasing learning motivation, understanding of the concept of zakat, and encouraging social awareness among students. Thus, this study contributes to the development of technology-based learning media that suits the needs of the digital generation and can be used as a reference in Islamic education innovation, especially in zakat material.
AKIDAH ISLAM DAN TANTANGAN RADIKALISME KEAGAMAAN DALAM KEHIDUPAN MODERN Fepriani, Jumarni; Arif, Mahmud
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4243

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggali ajaran akidah Islam dalam menghadapi tantangan radikalisme keagamaan di era modern. Akidah sebagai inti keyakinan seorang Muslim memiliki peran strategis dalam membentuk cara pandang, sikap, dan perilaku yang moderat, toleran, serta selaras dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Melalui metode studi kepustakaan, penelitian ini menelusuri literatur-literatur keislaman, baik jurnal ilmiah, dan dokumen resmi yang membahas hubungan antara akidah dan deradikalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akidah Islam yang diajarkan secara moderat dapat menjadi benteng ideologis terhadap pengaruh radikalisme, dengan menekankan nilai-nilai tauhid, keadilan, kasih sayang, dan keseimbangan. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan dalam hal pendekatan empiris karena tidak melibatkan data lapangan atau wawancara langsung dengan tokoh agama maupun pelaku pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan kepada pihak-pihak berwenang, seperti Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, lembaga dakwah, serta para ulama dan pendidik, agar lebih mengintegrasikan nilai-nilai akidah moderat dalam kurikulum, pelatihan guru, dan kegiatan keagamaan, baik di dunia nyata maupun dalam ruang digital. Sinergi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat ketahanan akidah umat dan mencegah penyebaran ideologi radikal, demi terciptanya masyarakat yang damai, inklusif, dan religius.This study aims to examine the role of Islamic creed (ʿaqidah) in addressing the challenges of religious radicalism in the modern era. As the foundation of a Muslim’s faith, ʿaqīdah plays a strategic role in shaping a moderate, tolerant, and compassionate mindset aligned with the principle of rahmatan lil ‘alamin (mercy to all creation). Using a library research method, this study explores scholarly journals and official documents that discuss the relationship between creed and deradicalization. The findings reveal that a properly taught and contextualized Islamic creed can serve as a strong ideological shield against radical influences by emphasizing core values such as monotheism, justice, mercy, and balance. However, the study is limited by its lack of empirical data, such as fieldwork or interviews with religious leaders and educators. Therefore, the study recommends that relevant stakeholders, such as the Ministry of Religious Affairs, Ministry of Education, Islamic educational institutions, and religious scholars, integrate moderate Islamic teachings into curricula, teacher training, and digital religious discourse. A multi-sectoral synergy is essential to strengthen the religious resilience of the Muslim community and prevent the spread of extremist ideologies, thereby fostering a peaceful, inclusive, and religiously harmonious society