cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 232 Documents
Daya Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Umbi Bawang Dayak (Eleutherine Americana Merr.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Fitriyanti Fitriyanti; Ahmad Ridha; Hafiz Ramadhan
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i2.12080

Abstract

Umbi Bawang Dayak secara turun temurun dipergunakan masyarakat Dayak sebagai obat tradisional. Secara empiris, umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) dikenal memiliki khasiat untuk mengatasi bisul atau penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai KHM dan KBM dari ekstrak etanol 96% umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) terhadap bakteri P.acnes dengan menggunakan metode dilusi, serta untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari ekstrak etanol 96% umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) dalam menghambat bakteri P.acnes menggunakan metode difusi sumuran. Umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) diekstraksi menggunakan metode maserasi. Aktifitas antibakteri ekstrak etanol 96% umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) dengan variasi konsentrasi 30%, 15%, 7,5%, 3,75%, 1,875% dan 0,9375% menggunakan metode dilusi cair dan serta difusi padat. Pada dilusi cair tidak menunjukkan adanya kekeruhan yang artinya tidak terdapat pertumbuhan bakteri, dengan nilai KHM 0,9375%. Pada uji dilusi padat tidak menunjukan pertumbuhan bakteri pada media padat dengan nilai KBM yaitu 0,9375%. Pada uji aktifitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri P.acnes dengan kemampuan penghambatan tertinggi pada konsentrasi 30% yaitu sebesar 9,566 mm (kategori sedang). Sedangkan konsentrasi terendah yaitu 0,9375% dengan zona hambat sebesar 5,833 mm (kategori sedang).
Identifikasi Variasi Gen dan Ekspresi Gen Yang Berhubungan Dengan Anemia Aplastik Menggunakan Pendekatan Genomik dan Bioinformatika Ayu Lifia Nur Kartikasari; Anisa Devi Kharisma Wibowo; Henry Budiawan Prasetya; La Malihi; Nanik Sulistyani; Lalu Muhammad Irham; Wirawan Adikusuma; Abdi Wira Septama; Riat El Khair; Rahmat Dani Satria
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i2.13335

Abstract

Anemia aplastik merupakan anemia yang disertai oleh pansitopenia pada tepi darah yang disebabkan oleh kelainan primer pada sumsum tulang dalam bentuk aplasia atau hipoplasia tanpa adanya infiltrasi, supresi atau pendesakan sumsum tulang. Pada anemia aplastik terjadi penurunan produksi sel darah dari sumsum tulang sehingga menyebabkan retikulositopenia, anemia, granulositopenia, monositopenia dan trombositopenia. Anemia aplastika termasuk dalam penyakit yang rentan disebabkan oleh faktor genetik. Salah satu faktor genetik yang banyak diidentifikasi adalah variasi gen atau single nucleotide polymorphism ( SNP). Hingga hari inimetodologi untuk bantuan variasi gen tersebut sudah tersedia dengan bentuk berbagai macam database dan bioinformatika. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi variasi gen yang berhubungan dengan Anemia aplastik dan memprioritaskan variasi gen tersebut berdasarkan tingkat kerentanannya melalui pemanfaatan katalog GWAS dan integrasi beberapa database bioinformatika. Hasil penelitian ini kami menemukan ada dua SNP rs1042151 dan rs28367832 yang rentan terhadap anemia aplastik berdasarkan ekpresi gen di jaringan darah . Variasi gen tesebut juga mengkode gen  HLA- DPB1 dan HLA-B dan menunjukkan ekspresi yang tinggi pada jaringan darah ( whole blood ) .Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi variasi gen dan bioinformatika potensial untuk memberikan informasi kepada si terkait kerentanan suatu variasi gen pada suatu penyakit termasuk pada anemia aplastik.
Analisis Hubungan Efektivitas Obat Antiviral Terhadap Lama Rawat Pasien Covid-19 Rawat Inap di Rumah Sakit Ananda Babelan Tahun 2021 Feri Setiadi; Wahyu Muhammad Nur
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i2.11105

Abstract

Corona virus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang menyerang saluran pernafasan dengan tingkat penyebaran yang cepat bahkan dapat menimbulkan kematian, disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan efektivitas obat Antiviral terhadap lama rawat pasien COVID-19 rawat inap di Rumah Sakit Ananda Babelan tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan penelitian cross sectional, yaitu melakukan observasi terhadap data pasien dengan data rekam medis. Data yang digunakan adalah retrospektif yang dianalisis dengan cara analisis univariat deskriptif melihat sosiodemografi (usia, jenis kelamin, penyakit penyerta), pola pengobatan pasien (Antiviral), serta analisis bivariat melihat hubungan efektivitas obat Antiviral terhadap lama rawat pasien COVID-19 dengan mengevaluatif dari data rekam medis pasien menggunakan statistik Chi-Square. Sampel yang digunakan adalah pasien dengan diagnosa COVID-19 di Rumah Sakit Ananda Babelan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yaitu slovin dengan margin error 5%. Keseluruhan pasien di Rumah Sakit Ananda Babelan tahun 2021 sebanyak 1785 pasien dari perhitungan slovin didapatkan hasil sebanyak 330 pasien. Hasil penelitian ini menunjukan jumlah terbanyak pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 177 pasien (53,6%), sedangkan pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 153 pasien (46,4%). Obat Antiviral yang digunakan yaitu Oseltamivir sebanyak 79 Pasien (23,9%), Favipiravir sebanyak 250 Pasien (75,8%), dan Remdesivir sebanyak 1 pasien (0,3%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan nilai P value = 0,002 yang menunjukkan terdapat hubungan antara pengunaan Antiviral terhadap lama rawat pasien COVID-19 rawat inap di Rumah Sakit Ananda Babelan tahun 2021.
Aktivitas Antioksidan Formula Nano Gel Kombinasi Daun Sonneratia caseolaris dan Trigona sp. Propolis Guseynova, Sabina; Kustiawan, Paula Mariana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.23417

Abstract

Sonneratia caseolaris and Kelulut propolis (Trigona sp.) are used by people to protect the face from sun exposure. Both have antioxidant potential, but until now no one has used the combination of these two natural ingredients as an antioxidant. The aims of this research were to obtain antioxidant activity from nano gel formula combination of Sonneratia caseolaris and Trigona sp Propolis extracts. The nano gel formulation was made into 3 formulations with concentrations of F1 (1:1), F2 (1:2) and F3 (2:1) by evaluating the preparation and antioxidant activity by using DPPH method. The evaluation results showed that all of the nano gel formulas were in accordance with the standard characteristics of the preparation and strong antioxidant activities with IC50 (µg/mL) result : F1 (17.568), F2 (35.112) and F3 (14.503). Based on the IC50 results, the greatest antioxidant activity was obtained in Formula 1.
Analisis Pengaruh Faktor Sosiodemografi Pada Persepsi Masyarakat Terhadap Peran Apoteker di Apotek Kabupaten Pandeglang Noviyanto, Fajrin; Haiti, Fajar Alam; Stiani, Sofy Nurmay; Suryoputri, Masita Wulandari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.20744

Abstract

Para peneliti mulai mempelajari bagaimana orang melihat apoteker secara umum, menurut mereka apa yang dilakukan apoteker, dan apa yang mereka antisipasi dari layanan farmasi dan untuk memberikan gambaran tentang aspek sosial ekonomi dan demografi yang mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap Kabupaten Pandeglang. Ini adalah penelitian observasional yang menggunakan metodologi kuantitatif dengan fokus pada angka. Kabupaten Pandeglang akan memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.272.687 jiwa pada tahun 2021, menurut metode random sampling dan stratified random sampling. Ada 110 total peserta dalam jajak pendapat. Berdasarkan hasil temuan, warga Kabupaten Pandeglang memiliki kesan yang baik (86,4 persen) terhadap kontribusi apoteker dalam penyelenggaraan pelayanan kefarmasian. Sebagian besar penduduk di Kabupaten Pandeglang (82,6%) memiliki kesan yang baik terhadap apoteker, bahkan sebagian besar (83,3%) memiliki harapan yang tinggi terhadap pelayanan kefarmasian yang akan mereka dapatkan dari apotek lokal. Pandangan masyarakat terhadap kontribusi apoteker terhadap pelayanan kefarmasian berkorelasi dengan karakteristik sosial ekonomi meliputi usia dan pendapatan (p(0,05)). Nilai P (lebih besar dari a(0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel sosiodemografi dengan pandangan masyarakat Kabupaten Pandeglang terhadap kontribusi apoteker terhadap pelayanan kefarmasian. 
Tingkat Kepatuhan Pasien Dalam Menggunakan Antibiotik Amoxicillin di Puskesmas Masbagik Tahun 2023 Oktaviani, Nur
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.19690

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan dalampengobatan, khususnya digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik tidak diberikan pada penyakit yang dapat sembuh sendiri. Penggunaan antibiotik harus memperhatikan dosis, frekuensi dan lama pemberian sesuai resimen terapi dan kondisi pasien. Antibiotik harus dikonsumsi atau diminum secara teratur sesuai cara penggunaannya. Jika pasien menggunakan antibiotik tidak tepat seperti tidak patuh pada resimen pengobatan dan aturan minum obat maka memicu terjadinya resistensi. Dampak jika bakteri telah resistensi terhadap antibiotik adalah meningkatnya mobilitas, mortalitas, dan meningkatnya biaya kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien tentang penggunaan obat antibiotik amoxicillin.Jenis penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif dan merupakan penelitian kualitatif dengan jumlah populasi sebanyak 1339 pasien dan jumlah sampel sebanyak 94  pasien.Hasil penelitian menunjukkah bahwa Penggunaan obat pada pasien yang mendapatkan antibiotik amoxicillin di Puskesmas Masbagik secara keseluruhan terdapat pasien patuh yaitu 97,8% dan yang tidak patuh yaitu 2,2%.Kepada Pasien Puskesmas Masbagik diharapkan lebih patuh dalam hal penggunakan antibiotik terutama pada aturan pakai seperti menghabiskan  antibiotik. 
Pemanfaatan Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) sebagai Sediaan Face Mist Tricamila, Mia Amelia; Agustin, Gina Septiana; Adlina, Salsabila
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.16886

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu kerusakan jaringan yang dapat mengakibatkan timbulnya penyakit seperti penuaan dini. Penuaan dini dapat terjadi karena adanya reaksi yang disebabkan oleh paparan radikal bebas berlebih pada kulit wajah sehingga terjadi penurunan kolagen. Dibutuhkan senyawa antioksidan yang dapat memperlambat dan menghambat kerusakan akibat aktivitas radikal bebas. Kulit jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) memiliki kandungan senyawa kimia yaitu flavonoid dan tanin. Kandungan flavonoid pada kulit jeruk bali tersebut memiliki fungsi sebagai antioksidan alami Face mist merupakan produk perawatan yang dapat menyegarkan kulit wajah, mengangkat sisa minyak dari kulit wajah, dan sekaligus menutupi pori-pori kembali. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit jeruk bali sebagai sediaan face mist dengan variasi konsentrasi F0 0%, F1 5%, F2 7%, dan F3 9% dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium. Semua formulasi sediaan face mist dievaluasi meliputi organoleptik, pH, daya sebar semprot, waktu kering, viskositas, serta dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH. Hasil evaluasi semua fisik sediaan face mist  telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Berdasarkan kesimpulan ekstrak kulit jeruk bali dapat diformulasikan sebagai produk kosmetik berupa face mist dari berbagai konsentrasi. Aktivitas antioksidan pada konsentrasi 5%, 7%, dan 9% mempunyai nilai IC50 berturut-turut diantaranya 96,279 (kuat), 46,231(sangat kuat), dan 22,390 (sangat kuat) ppm.Free radicals are a tissue damage that can cause diseases such as premature aging. Premature aging can occur due to a reaction caused by exposure to excess free radicals on facial skin resulting in a decrease in collagen. It takes antioxidant compounds that can slow down and inhibit damage caused by free radical activity. Grapefruit peel (Citrus maxima (Burm.) Merr) contains chemical compounds, namely flavonoids and tannins. The content of flavonoids in grapefruit peel has a function as a natural antioxidant. Face mist is a care product that can refresh facial skin, remove excess oil from facial skin, and at the same time cover pores again. This study aims to formulate grapefruit peel extract as a face mist preparation with varying concentrations of F0 0%, F1 5%, F2 7%, and F3 9% using laboratory experimental methods. All face mist preparation formulations were evaluated including organoleptic, pH, spray spreadability, dry time, viscosity, and antioxidant activity tests were carried out using DPPH. The results of the physical evaluation of all face mist preparations have met the specified requirements. Based on the conclusion, grapefruit peel extract can be formulated as a cosmetic product in the form of a face mist of various concentrations. Antioxidant activity at concentrations of 5%, 7% and 9% had IC50 values of 96.279 (strong), 46.231 (very strong), and 22.390 (very strong) ppm respectively
Perbedaan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Komorbid Diabetes Melitus dan Hipertensi yang Menjalani Hemodialisa Di RSUD Provinsi NTB Nopitasari, Baiq Leny; Pradiningsih, Anna; Dinianty, Riskika Putri Suci
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.22122

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah suatu keadaan penurunan fungsi ginjal secara mendadak. Salah satu terapi yang dijalankan oleh pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik adalah hemodialisa. Walaupun sudah menjalankan hemodialisa tetapi tidak semua toksin uremi dapat dikeluarkan. Toksin uremi yang tertinggal ini dapat memunculkan berbagai macam komorbid. Komorbid pasien gagal ginjal kronik yang paling banyak dari penyakit gagal ginjal kronik adalah diabetes dan hipertensi. Kualitas hidup merupakan indikator penting untuk menilai status kesehatan dan efektif suatu intervensi serta kelangsungan hidup dari penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dengan komorbid diabetes melitus dan hipetensi yang menjalani hemodialisa di RSUD Provinsi NTB. Metode penelitian yaitu observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini melibatkan 44 pasien yang di ambil dengan purposive sampling dan dilakukan pada maret-april 2023. Pengumpulan data menggunakan Kidney Disease and Quality of Life (KDQOL-SF). Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan komorbid hipertensi lebih baik kualitas hidup dari pada pasien dengan komorbid diabetes melitus. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dengan komorbid diabetes melitus dan hipertensi yang menjalani hemodialisa di RSUD Provinsi NTB dengan nilai p-value 0,004 (p < 0,05).
Pengaruh Pelarut Metanol dan Etanol Terhadap Kadar Flavonoid Total Ekstrak Kulit Pohon Waru (Hibiscus tiliaceus L.) Putri, Astrid Kusuma; Susanto, Lunardhi; Iswardjono, Deva Oktavy American; Rahayu, Asti; Setyaningrum, Lindawati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.17465

Abstract

Sea hibiscus (Hibiscus tiliaceus L.) is one of the plants in Indonesia that is empirically used as a traditional medicine. The study aims to determine the total flavonoid content of methanol and ethanol extracts from the sea hibiscus tree bark using UV-Vis spectrophotometry. Phytochemical screening of flavonoids is done using concentrated magnesium and hydrochloric acid (HCl). Total flavonoid levels are determined using the AlCl3 method specified in the QE (Quercetin equivalent). The phase of the research method includes preparation of methanol extract and ethanol extracts, phytochemical screening of flavonoid content, quantitative analysis of the flavonoid content (determination of the maximum wavelength (λmax) of quercetin, standard curve preparations of quercetin, and determination of flavonoid contents in methanol extract and ethanol extract), data management and analysis. Phytochemical screening showed methanol extracts and ethanol extract of the Sea Hibiscus tree bark showed positive contain flavonoids. Quantitative tests using UV-Vis spectrophotometry measured at 441 nm wavelengths showed that the concentration of flavonoid compounds in the Sea Hibiscus tree bark methanol extract was 0.109 %b/b, and the concentrations of flavonoids in the ethanol extracts were 0.096 %b/b.
Karakterisasi Hidrolisat Keratin Bulu Ayam Menggunakan Ekstraksi Enzim Kasar Keratinase Dari Bakteri Bacillus thuringiensis Wahyudi, Didik; Saputra, Dedech Muhammad; Sari, Dian Puspita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.17498

Abstract

Keratin merupakan produk pengerasan jaringan epidermal dari tubuh dan merupakan protein fibrous yang kaya akan sulfur dan merupakan polimer ketiga yang paling melimpah di lingkungan setelah selulosa dan kitin. Bulu ayam dapat digunakan sebagaai bahan alternatif keratin karena belum terolah optimal, namun memiliki kandungan utamanya berupa protein keratin ± 90%. Enzim keratinase mampu menghidrolisis berbagai protein larut dan protein tidak larut seperti protein keratin. Penelitian ini untuk mengetahui hasil hidrolisat keratin dari enzim kasar keratinase dari bakteri Bacillus thuringiensis dan uji fisika kimia hidrolisat keratin. Metode pembuatan enzim kasar keratinase dilakukan fermentasi bulu ayam menggunakan Bacillus thuringiensis. Hidrolisat keratin bulu ayam diperoleh dari enzim kasar keratinase menggunakan Bacillus thuringiensis yang dilakukan karakterisasi uji fisika dan kimia. Hasil aktivitas enzim keratinase sebesar 3,926 unit/ml yang menghasilkan rendemen 27,2 % Perlakukan ekstraksi dengan enzim keratinase menggunakan Bacillus thuringiens menunjukan hasil yang memenuhi syarat yaitu uji ninhidrin dengan warna kebiruan, uji organoleptis, uji kadar air, dan uji pH sedangkan pada uji rendemen, uji kadar abu, dan uji kadar protein tidak memenuhi. Uji FTIR diperoleh hasil pada bilangan serapan 923,94 cm-1, 1232,57 cm-1, 1527,69 cm-1, 1656,92 cm-1, 3296,49 cm-1