cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PERAN STRATEGIS RELAWAN PAJAK DALAM MENDUKUNG PELAPORAN SPT TAHUNAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI KPP PRATAMA JAKARTA TAMANSARI Delfina, Felita; Indrajati Widjaja, Djeni
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32500

Abstract

The Tax Volunteer activity is an initiative of the Directorate General of Taxes (DGT) which aims to assist taxpayers, especially individual taxpayers (WPOP), in fulfilling their obligation to report Annual Tax Returns (SPT). The Tax Volunteer Program, initiated by the Directorate General of Taxes (DJP) in collaboration with the Pratama Tax Office (KPP) Jakarta Taman Sari and the Tax Center of Tarumanagara University, aims to enhance compliance among individual taxpayers (WPOP) in filing Annual Tax Returns (SPT). Running from January to March 2024, this program focuses on technical assistance for SPT filing, aligning the National ID (NIK) with the Tax Identification Number (NPWP), and recovering the EFIN. Addressing the issue of low compliance, it provides education and direct guidance. According to DJP data, SPT compliance increased by 7.15% in 2024, reaching 73.61% or 14.19 million filings, with a target of 83.2% by year-end. This program not only improves tax service efficiency but also helps reduce the workload of tax officers during the peak of SPT filing. Tax volunteers play a significant role in educating the public about tax obligations while enhancing their understanding of simpler and more efficient tax-reporting technologies. Overall, the program supports increased tax compliance and contributes to national tax revenue, with recommendations for regular evaluation and expanded promotion of tax-reporting technologies to achieve broader impacts. Kegiatan Relawan Pajak merupakan inisiatif dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang bertujuan untuk membantu para wajib pajak, khususnya wajib pajak orang pribadi (WPOP), dalam memenuhi kewajiban pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Program Relawan Pajak, yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Taman Sari dan Tax Center Universitas Tarumanagara, bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Program yang berlangsung dari Januari hingga Maret 2024 ini, berfokus pada asistensi teknis terkait pengisian SPT, pemadanan NIK menjadi NPWP, serta pemulihan EFIN. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya tingkat kepatuhan dalam pelaporan pajak, yang dapat diatasi melalui edukasi dan bimbingan langsung. Berdasarkan data DJP, tingkat kepatuhan pelaporan SPT Tahunan PPh pada 2024 meningkat sebesar 7,15%, mencapai 73,61% atau 14,19 juta SPT, dengan target 83,2% hingga akhir tahun. Program ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pelayanan pajak, namun juga membantu mengurangi beban kerja Petugas Pajak di masa puncak pelaporan SPT. Relawan Pajak juga berperan penting dalam memberikan edukasi tentang kewajiban pajak kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap teknologi pelaporan pajak yang lebih sederhana dan efisien. Secara keseluruhan, program ini mendukung peningkatan kepatuhan pajak dan kontribusi terhadap penerimaan pajak negara, dengan rekomendasi untuk evaluasi berkala dan perluasan sosialisasi teknologi pelaporan pajak untuk dampak yang lebih luas
PERHITUNGAN STRUKTUR RUMAH TINGGAL TIGA LANTAI DENGAN SISTEM OPEN FRAME Liucius, Yenny Untari; Jonathan; Jeong Hyun Nam; Amanda Greta Theodora
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32506

Abstract

A comfortable home is one of the basic human needs, namely the need for shelter. However, not only is it comfortable, a residential house must also be designed and calculated for its structural needs so that it is safe from the loads acting on the house, including loads due to loads inside the house (dead load, superimposed dead load, live load) and earthquake loads. Therefore, the aim of this Abdimas activity is to calculate the structure in accordance with the provisions based on the Indonesian National Standard (SNI) for three-story houses in the Jepara area. Partner as the architect has carried out interior and architectural designs, but has not been able to check the structural design needs of the house. Therefore, expert assistance is needed to calculate the structure of the house so that it meets the strength, serviceability, and comfort requirements based on applicable regulations. The structure of the Jepara House is quite complex because there is a mezzanine floor and quite a lot of floor leveling variations. Apart from that, the ground floor is also planned to be used as a shop, which means the load is quite large. The scope of this Abdimas includes structural calculations using an open frame system, foundation planning by interpreting soil data, creating construction drawings for use in the field, as well as coordinating problems that occur in the field. Currently, the structural drawings have been completely completed and have been given to Partners to work on. Meanwhile, construction is still ongoing and is expected to be completed around November. ABSTRAK Rumah tinggal yang nyaman merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan papan. Namun tidak hanya nyaman, rumah tinggal juga harus didesain dan dihitung untuk kebutuhan strukturnya agar aman terhadap beban yang bekerja pada rumah tersebut, di antaranya beban akibat muatan-muatan di dalam rumah (dead load, superimposed dead load, live load) dan beban gempa. Maka dari itu tujuan dalam kegiatan Abdimas ini adalah perhitungan struktur sesuai dengan ketentuan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk rumah tiga lantai di daerah Jepara. Mitra selaku arsitek telah melakukan desain untuk interior dan arsitektur, namun belum dapat mengecek untuk kebutuhan desain struktur rumah tersebut. Maka dari itu diperlukan bantuan tenaga ahli untuk melakukan perhitungan struktur rumah tersebut agar memenuhi syarat kekuatan, ketahanan, dan kenyamanan berdasarkan peraturan yang berlaku. Struktur Rumah Jepara ini cukup kompleks karena terdapat lantai mezzanine dan variasi levelling lantai yang cukup banyak. Selain itu di lantai dasar juga direncanakan agar dapat difungsikan sebagai toko yang berarti bebannya cukup besar. Cakupan Abdimas ini meliputi perhitungan struktur dengan sistem open frame, perencanaan pondasi dengan membaca data tanah, membuat gambar kerja untuk digunakan di lapangan, serta koordinasi terhadap kendala-kendala yang terjadi di lapangan. Saat ini, gambar struktur telah selesai sepenuhnya dan telah diberikan kepada Mitra untuk dikerjakan. Sementara itu, pembangunan masih sedang berjalan dan diperkirakan akan selesai di sekitar bulan November
UPAYA PENINGKATAN KEWASPADAAN PENYAKIT DIABETES MELITUS MELALUI EDUKASI DAN SKRINING GULA DARAH SEWAKTU Novendy; Renaldy; Najiyah, Khilda Safinatin; Fadhilah, Windy Hazmi; Tan, Wendy
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32515

Abstract

Data from the International Diabetes Federation (IDF) in 2021 revealed that around 537 million people aged 20-79 years are living with diabetes mellitus. This number is projected to increase to 783 million sufferers by 2045. Indonesia is ranked fifth in the world for the most diabetes cases. At Puskesmas Cikupa, the prevalence of diabetes mellitus has increased from 0.31% in January-July 2023 to 0.59% in January-July 2024. Screening results indicate an increase in random blood sugar levels  ≥ 200 mg/dL, rising from 18.7% to 39.3% in the 3rd and 4th weeks of July 2024. A survey conducted in early August 2024 found that nearly half of the visitors to Puskesmas had lack of knowledge about diabetes mellitus. The Sukamulya Subdistrict, part of puskesmas working area, is facing a significant diabetes mellitus problem that requires immediate attention. To address this issue, the team conducted a health service activity, which included random blood sugar screening and health education. The pretest and posttest scores were analyzed using the paired t test. It was found that 10% participants had random blood sugar levels ≥ 200 mg/dL. The analysis results indicated a significant difference between the pre-test and post-test scores from the educational activities (p value = 0.0001), with a 28% increase in knowledge. The health service activities successfully increased the knowledge of residents in Sukamulya Subdistrict regarding diabetes mellitus. Furthermore, the blood sugar screening results have helped the puskesmas in carrying out early detection to prevent the increase in diabetes mellitus ABSTRAK Data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, sekitar 537 juta orang usia 20-79 tahun hidup dengan penyakit diabetes melitus. Penyakit ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga mencapai 783 juta penderita pada tahun 2045. Indonesia berada pada posisi kelima dengan kasus terbanyak di dunia. Prevalensi diabetes melitus di Puskesmas Cikupa mengalami peningkatan dari 0,31% pada Januari-Juli 2023 menjadi 0,59% pada Januari-Juli tahun 2024. Hasil skrining juga menunjukkan adanya peningkatan gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dL dari  18,7% menjadi 39,3% pada minggu ke-3 dan ke-4 Juli 2024. Sebuah survei pada awal Agustus 2024 mendapatkan bahwa hampir setengah pengunjung puskesmas memiliki pengetahuan yang kurang mengenai penyakit diabetes melitus. Kelurahan Sukamulya merupakan salah satu bagian dari wilayah kerja puskesmas memiliki masalah diabetes melitus yang perlu segera ditangani. Maka tim melakukan suatu kegiatan bakti kesehatan untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah skrining gula darah sewaktu dan kegiatan edukasi berupa penyuluhan. Nilai pretes dan postes dianalisis dengan menggunakan uji t berpasangan. Hasil skrining didapatkan 10% peserta memiliki gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dL. Sedangkan hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil nilai pretest dan post test dari kegiatan edukasi yang telah diberikan (p value = 0,0001) dan terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 28%. Kegiatan bakti kesehatan telah berhasil meningkatkan pengetahuan warga di Kelurahan Sukamulya mengenai penyakit diabetes melitus. Selain itu hasil skrining gula darah sewaktu telah mampu membantu puskesmas dalam melakukan deteksi dini untuk mencegah meningkatnya penyakit diabetes melitus
KEMAMPUAN DIGITAL GURU SEKOLAH DASAR DALAM PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA Wijayanti, Sri Hapsari`; Ari Setiyaningrum; Denny Jean Cross Sihombing; Dimas Catur Winson; Lusya Anggraeny Manurung
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32564

Abstract

Many researchers report that learning videos in elementary schools effectively improve student motivation and learning outcomes. Similarly, previous results have shown that using Canva to create learning videos is easy and exciting for students and teachers. However, some teachers at SDN Pantai Bahagia 04 in Muaragembong sub-district, Bekasi district, West Java, are not proficient in using Canva. This community service aims to increase teachers' knowledge and skills in creating Canva-based learning videos with a touch of videography technology. This activity was held online and offline from July to October 2024. The participants of this activity are eight teachers. The stages of the activity include preparation, implementation, assistance, monitoring, and evaluation. Before and after the training, teachers were given questionnaires. After the training, teachers' knowledge increased by 48%. In addition to the increase in knowledge, teachers also improved their ability to use Canva. Teachers have shown their creativity in making learning videos. However, some parts still need to be revised, such as the choice of color combinations as background, font size, concise and concise titles, and use of video, animation, and audio to refresh the learning atmosphere. This activity continues to the next monitoring and evaluation stage to see the progress of using Canva and using video recordings of teachers' own work inserted in Canva presentation materials.  ABSTRAK Banyak peneliti dan pengabdi melaporkan bahwa video pembelajaran di sekolah dasar efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Begitu pula, hasil terdahulu memperlihatkan penggunaan aplikasi Canva dalam membuat video pembelajaran sangat mudah dan menarik bagi siswa dan guru. Meskipun demikian, masih ada guru-guru di SDN Pantai Bahagia 04 Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang belum mahir menggunakan Canva. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam membuat video pembelajaran berbasis Canva dengan sentuhan teknologi videografi. Kegiatan ini diselenggarakan pada Juli sampai dengan Oktober 2024, baik secara daring maupun luring. Peserta kegiatan ini adalah delapan guru. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Sebelum dan setelah pelatihan, guru-guru dibagikan g-form. Setelah diberikan pelatihan, pengetahuan guru meningkat 48%. Selain peningkatan pengetahuan, guru juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menggunakan Canva. Guru telah menunjukkan kreativitas masing-masing dalam pembuatan video pembelajaran meskipun masih ada bagian yang perlu direvisi, seperti pilihan kombinasi warna sebagai latar belakang, besar huruf, judul yang ringkas dan padat, penggunaan video, animasi, dan audio untuk menyegarkan suasana belajar. Kegiatan ini masih berlanjut ke tahap monitoring dan evaluasi berikutnya untuk melihat kemajuan penggunaan Canva dan penggunaan rekaman video hasil karya guru sendiri yang disisipkan dalam materi presentasi Canva. 
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGGUNAKAN PERALATAN BENGKEL KAYU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN RAK SANDAL sukania, i wayan sukania; Teresa Novita; Kezia Samosir
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32640

Abstract

              ABSTRACT Skills improvement training is a manifestation of Untar's role in the community around the campus. SMKN 12 Tangerang Banten is the right PKM partner considering that this school has not provided subject matter on product design, even in the motorcycle engineering and business majors. This results in a lack of knowledge, understanding and skills of students in product design and manufacturing activities. Additional knowledge and skills are needed by graduates to be more competitive and creative. The students' interest in participating in the training is very high, therefore the training in designing and manufacturing sandal rack products made of plywood is expected to be able to meet the needs of the participants. Phase 1 activities on Saturday, May 11, 2024, in the form of an explanation of marketing theory, product design and ergonomics as well as an explanation of product design case examples. Participants learn to design products according to the requirements given. Phase 2 activities are practice in a wood workshop on Sunday, May 12, 2024. The elements of work carried out are measuring, cutting, planing, sanding, assembling, and painting the sandal rack products made. Based on the questionnaire, it is known that there was a 27% increase in understanding the role of marketing research and human factors in designing a product, a 20% increase in understanding the stages of product design, a 47% increase in understanding the use of work equipment in the workshop, 100% of participants said that the instructor's guide was easy to understand, 100% said the training implementation method was satisfactory, and as many as 87% of participants gave positive comments. In general, through the provision of theory, insight and practice in the workshop, the product design abilities and work skills of the participants increased.   ABSTRAK Pelatihan peningkatan keterampilan merupakan perwujudan peran Untar kepada masyarakat sekitar kampus. SMKN 12 Tangerang Banten merupakan mitra PKM yang tepat mengingat  sekolah ini belum memberikan materi pelajaran mengenai perancangan produk, bahkan pada jurusan teknik dan bisnis sepeda motor. Hal ini mengakibatkan minimnya pengetahuan, pemahaman dan keterampilan para siswa pada kegiatan perancangan dan pembuatan produk. Pengetahuan dan keterampilan tambahan sangat diperlukan oleh para lulusan agar lebih mampu bersaing dan berkarya. Minat para siswa mengikuti pelatihan sangat besar, oleh karena itu pelatihan perancangan dan pembuatan produk rak sandal berbahan kayu lapis diharapkan mampu menjawab kebutuhan peserta. Kegiatan tahap 1 pada Sabtu tgl 11 mei 2024, berupa pemaparan teori pemasaran, perancangan produk dan ergonomi serta pemaparan contoh kasus perancangan produk. Para peserta belajar merancang produk sesuai persyaratan yang diberikan.  Kegiatan tahap 2 yaitu praktik di bengkel kayu pada hari Minggu tgl 12 Mei 2024. Elemen pekerjaan yang dilakukan yaitu mengukur, memotong, menyerut, mengamplas, merakit, dan mengecat produk rak sandal yang dibuat. Berdasarkan kuesioner diketahui bahwa  terjadi peningkatan sebesar 27% pada pemahaman perananan riset pemasaran dan faktor manusia dalam perancangan sebuah produk, kenaikan 20% pada pemahaman tahapan perancangan produk, kenaikan 47% pada pemahaman penggunaan peralatan kerja di bengkel, 100% peserta mengatakan bahwa panduan instruktur mudah dipahami, 100 % mengatakan metode pelaksanaan pelatihan memuaskan, dan sebanyak 87% peserta memberikan komentar positif. Secara umum melalui pembekalan teori, wawasan dan praktik di bengkel kerja, kemampuan perancangan produk dan keterampilan kerja para peserta meningkat. 
EDUKASI RAMAH LINGKUNGAN DI SMAN 23 JAKARTA Aulia, Sisca; Audrey Manurung; Bryan Latumanuwy; Jovita Padmasari; Olivia Laurensa; Sisca Aulia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32648

Abstract

The Indonesian government has launched various policies to reduce the use of single-use plastics, including restrictions on the use of plastic bags in several areas. The Community Service (PKM) carried out at SMAN 23 Jakarta aims to increase students' awareness of the negative impacts of plastic waste and encourage the use of more environmentally friendly alternatives, such as stainless steel straws. This plastic pollution has a much wider impact, affecting not only the ecosystem but also human health. The impact of this plastic pollution is much wider, affecting not only the ecosystem but also human health. Educational activities were carried out with interactive sessions and distribution of stainless steel straws to 36 students. Observation results showed that many students had switched to using tumblers or drinking bottles, although the school canteen still uses plastic straws. Education about paper straws, which still contain microplastics, was also provided, emphasizing the importance of switching to stainless steel or glass straws. Through this program, it is hoped that students can better understand and implement sustainable behavioral changes in reducing the use of single-use plastics. With the success of the program at SMAN 23 Jakarta, it can be a model for other schools in Jakarta and to follow similar steps in reducing the use of single-use plastics ABSTRAK Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai kebijakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, termasuk pembatasan penggunaan kantong plastik di beberapa daerah. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan di SMAN23 Jakarta ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa  mengenai dampak negatif sampah plastik dan mendorong penggunaan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti sedotan stainless. Polusi plastik ini memiliki dampak jauh lebih luas, yang tidak hanya memengaruhi ekosistem tetapi juga kesehatan manusia. Dampak polusi plastik ini jauh lebih luas, mempengaruhi tidak hanya ekosistem tetapi juga kesehatan manusia. Kegiatan edukasi dilaksanakan dengan sesi interaktif dan distribusi sedotan stainless kepada 36 siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa banyak siswa telah beralih menggunakan tumbler atau botol minuman, meskipun kantin sekolah masih menggunakan sedotan plastik. Edukasi tentang sedotan kertas, yang masih mengandung mikroplastik, juga diberikan, menekankan pentingnya beralih ke sedotan stainless atau kaca. Melalui pemaparan materi dan diskusi, para siswa diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan didorong untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, kegiatan ini mampu memotivasi siswa untuk menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam mengurangi penggunaan plastik, mengajak orang-orang di sekitar mereka untuk hidup lebih berkelanjutan. dan terhindar dari dampak yang disebabkan oleh mikroplastik. Dengan keberhasilan program di SMAN 23 Jakarta, dapat menjadi model bagi sekolah lain di Jakarta dan untuk mengikuti langkah serupa dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
EFIKASI DIRI SISWA SDN CARINGIN NUNGGAL: MENINGKATKAN KESIAPAN MENGHADAPI ANBK MELALUI PELATIHAN BERBASIS KOMPUTER Natalie; Valentina, Eveline; Lavinsky, Saskia; Saputri, Marselina; Aqila, Nyimas Anastasia; Dewi, Fransisca Iriani R.; Ie, Mei
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32690

Abstract

he implementation of the Computer-Based National Assessment (ANBK) at SDN Caringin Nunggal, Ciherang Village, faced significant challenges, particularly the limited computer skills of fifth-grade students. This situation was exacerbated by inadequate school facilities and students’ low self-efficacy in using technology. To address these challenges, students from Tarumanagara University, through the Student Creativity Program (PKM) in community service, collaborated with SDN Caringin Nunggal and supported by local teachers, organized computer training based on ANBK simulation. The training lasted for three days and included ANBK test simulations and the introduction of basic computer skills, such as typing, using cursors, and screen navigation. Methods used involved pretest, posttest, and direct simulation. Evaluation using the Paired T-Test method showed a significant improvement in students’ self-efficacy. Results indicated that the average posttest score increased by 22.5% compared to the pretest. This program had a positive impact by enhancing students’ confidence in facing ANBK, preparing them with better technological skills. The collaboration between the student team, teachers, and the school successfully provided solutions to improve students’ competence while creating a more supportive learning environment ABSTRAK Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SDN Caringin Nunggal, Desa Ciherang, menghadapi tantangan signifikan, terutama keterbatasan keterampilan komputer siswa kelas 5. Situasi ini diperburuk oleh fasilitas sekolah yang kurang memadai dan rendahnya efikasi diri siswa dalam penggunaan teknologi. Untuk menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Tarumanagara, melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam bidang pengabdian masyarakat, bekerja sama dengan SDN Caringin Nunggal dan didukung oleh guru setempat, menyelenggarakan pelatihan komputer berbasis simulasi ANBK. Pelatihan berlangsung selama tiga hari dan melibatkan simulasi soal ANBK serta pengenalan keterampilan dasar komputer, seperti mengetik, menggunakan kursor, dan navigasi layar. Metoda yang digunakan meliputi pretest, posttest, dan simulasi langsung. Berdasarkan evaluasi menggunakan metode Paired T-Test, terjadi peningkatan signifikan efikasi diri siswa. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest siswa meningkat sebesar 22,5% dibandingkan pretest. Program ini memberikan dampak positif dengan meningkatkan kepercayaan diri siswa menghadapi ANBK, mempersiapkan mereka dengan keterampilan teknologi yang lebih baik. Kerja sama antara tim mahasiswa, guru, dan pihak sekolah berhasil memberikan solusi untuk meningkatkan kompetensi siswa, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung.
MEMBANGUN ETIKA BERKOMUNIKASI BAGI ANAK PANTI ASUHAN: UPAYA MENDUKUNG TERWUJUDNYA SDGS Loisa, Riris; Angelina, Kezia; Lauren, Vallensia; Augrelyne, Felicya; Ionaka, Clio; Jagwani, Axel
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32692

Abstract

Communication ethics is important in building social interactions. Children at the Kasih Anugerah Orphanage experience problems in terms of communication ethics, which is partly because they do not have adequate knowledge regarding this matter. Children in these orphanages come from a variety of family situations, which in many cases are fraught with trauma or emotional instability. This lack of understanding and application of communication ethics in orphanages occurs due to limited resources, both in terms of teaching staff and access to adequate teaching materials. This imbalance has the potential to create obstacles in the learning process at school and in social life. The problems faced by children in orphanages are relevant to the fourth Sustainable Development Goal (SDGs), namely Quality Education, which emphasizes the importance of inclusive and equitable education and increasing lifelong learning opportunities for all. As an effort to overcome this problem, the solution offered by the Tarumanagara University Faculty of Communication Science team is to provide ethics education and communication etiquette training to children at the Kasih Anugerah Orphanage. Activities aim to teach good communication skills, emphasize ethics in interactions, understand the principles of communication ethics in everyday life, build better social relationships and practice communication etiquette. From the training conducted, noticeable changes were observed in the children's understanding of communication ethics. Children who previously had limited awareness of the importance of polite and respectful communication now show improvements in communicating more courteously and effectively. They can explain basic principles of communication ethics, such as actively listening, avoiding interruptions, and respecting others' opinions. Furthermore, progress is evident in their social interactions; the children are beginning to express themselves positively, build better relationships with their peers, and reduce aggressive behaviors in daily communication ABSTRAK: Etika komunikasi merupakan hal yang penting dalam membangun interaksi sosial yang baik. Anak-anak di Panti Asuhan Kasih Anugerah mengalami permasalahan dalam hal etika komunikasi, yang antara lain disebabkan karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai hal ini. Anak-anak penghuni panti asuhan tersebut datang dari berbagai situasi keluarga, yang dalam banyak kasus penuh dengan trauma atau ketidakstabilan emosional. Kurangnya pemahaman dan penerapan etika komunikasi di panti asuhan ini terjadi karena keterbatasan sumber daya, baik dari segi tenaga pengajar atau akses terhadap bahan ajar yang memadai. Ketidakseimbangan ini berpotensi menciptakan hambatan dalam proses pembelajaran di sekolah dan dalam kehidupan bermasyarakat. Persoalan yang dihadapi oleh anak-anak di panti asuhan tersebut relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) keempat yang keempat yaitu Quality Education, yang menekan pentingnya pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, solusi yang ditawarkan oleh tim Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara adalah memberikan pendidikan etika dan pelatihan etiket komunikasi kepada anak-anak di Panti Asuhan Kasih Anugerah. Kegiatan bertujuan untuk mengajarkan keterampilan komunikasi yang baik, menekankan etika dalam interaksi, memahami prinsip-prinsip etika komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, membangun hubungan sosial yang lebih baik dan praktik etiket berkomunikasi. Dari pelatihan yang dilaksanakan, terlihat adanya perubahan dalam pemahaman anak-anak mengenai etika komunikasi. Anak-anak yang sebelumnya cenderung kurang memahami pentingnya komunikasi yang sopan dan saling menghargai, kini menunjukkan peningkatan dalam hal berkomunikasi dengan lebih santun dan efektif. Mereka dapat menjelaskan prinsip-prinsip dasar etika komunikasi, seperti mendengarkan dengan penuh perhatian, tidak memotong pembicaraan orang lain, dan menghargai pendapat teman. Selain itu, kemajuan juga terlihat dalam interaksi sosial mereka; anak-anak mulai mampu mengekspresikan diri secara positif, membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama, serta mengurangi perilaku agresif dalam komunikasi sehari-hari.
PENDEKATAN PARTISIPASI DALAM PEMBANGUNAN RUANG KOMUNAL ANAK: STUDI KASUS DI RW 04 RT 07 KAMPUNG RAWA, JOHAR BARU, JAKARTA PUSAT jayanti, Theresia; Agnatasya Listianti Mustaram; Irene Syona Darmady; Laura Tri Agustin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32700

Abstract

Kampung Rawa, located in Johar Baru District, Central Jakarta, faces a major challenge in terms of limited land available for area development. With a dense population and diverse socio-economic conditions, this area often struggles with a lack of space for housing, public facilities, and areas for social interaction among its residents. The limited land in Kampung Rawa is often underutilized, leading to issues such as slum settlements, a lack of green spaces, and insufficient communal facilities. In this context, innovative architectural design strategies are needed to efficiently use the limited land while also considering the social needs of the community, especially for children's play areas. Approaches such as the design of multifunctional communal spaces on narrow land can be a solution to improving residents' quality of life. Through sustainable and participatory design interventions, the spatial challenges in Kampung Rawa can be addressed by creating an environment that is more friendly, functional, and conducive to social interaction. The "Dolan" concept design, which is the result of a previous community service program (PKM), is expected to provide a real solution to the communal space problems in Kampung Rawa. The implementation of this PKM adopts a participatory method, actively involving residents in the design and construction process of the communal space. Resident participation allows for the design to be adjusted to the community’s real needs, including the functions and types of spaces most required. This process also encourages a sense of ownership and responsibility toward the built space. Through this construction, it is hoped that Kampung Rawa will have an active communal space, especially for children, providing a place for play and recreation while supporting their physical, social, and emotional development. ABSTRAK Kampung Rawa, yang terletak di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, menghadapi tantangan utama dalam hal keterbatasan lahan yang tersedia untuk pengembangan kawasan. Dengan populasi yang padat dan kondisi sosial-ekonomi yang beragam, kawasan ini kerap dihadapkan pada masalah kekurangan ruang untuk hunian dan fasilitas publik sekaligus tempat untuk berinteraksi sosial antar warganya. Lahan sempit di Kampung Rawa sering kali digunakan secara tidak optimal, menyebabkan permasalahan seperti permukiman kumuh, kurangnya ruang hijau, dan minimnya fasilitas komunal. Dalam konteks ini, diperlukan strategi desain arsitektur yang inovatif untuk memanfaatkan lahan terbatas secara efisien, sekaligus memperhatikan kebutuhan sosial masyarakat setempat terutama sebagai ruang bermain anak-anak. Pendekatan seperti perancangan ruang komunal multifungsi pada lahan sempit dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Melalui intervensi desain yang berkelanjutan dan partisipatif, permasalahan ruang di Kampung Rawa dapat diatasi dengan menciptakan lingkungan yang lebih ramah, fungsional sekaligus tempat untuk berinteraksi. Desain dengan konsep ‘Dolan’ yang merupakan hasil PKM sebelumnya, diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi permasalahan ruang komunal di Kampung Rawa. Pelaksanaan PKM ini menggunakan metode partisipatif, dengan melibatkan warga secara aktif dalam proses perancangan dan pembangunan ruang komunal. Partisipasi warga memungkinkan adanya penyesuaian desain dengan kebutuhan nyata komunitas, termasuk fungsi dan jenis ruang yang paling dibutuhkan. Proses ini juga mendorong rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap ruang yang dibangun. Melalui pembangunan ini diharapkan Kampung Rawa memiliki ruang komunal yang aktif khususnya untuk anak-anak sehingga dapat menjadi tempat bermain dan rekreasi serta mendukung tumbuh kembang mereka, baik secara fisik, sosial, maupun emosional.
PEMAPARAN DOKUMEN EVALUASI REALISASI DAN REKOMENDASI PENGENDALIAN PANDUAN RANCANG KOTA, KAWASAN PONDOK INDAH: SUB KAWASAN DI RUAS 2 Suteja, Mekar Sari; Josephine, Jane; Hans, Elbert; Wijaya, Calvin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.32714

Abstract

Jakarta must be ready to face all the challenges of change, when the capital city moves to Kalimantan. The Urban Design Guideline (UDGL) or Panduan Rancang Kota (PRK) which is created by the city government is one of the development control tools in facing all forms of change. This article is the result of community service which aims to assist the government in observing and reviewing the implementation of the UDGL. The Pondok Indah’s UDGL was stipulated in Gubernatorial Regulation No. 185, with the last revision in 2012. This area has a structuring strategy as an integrated area, a business and trade center connected to four MRT stations (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete and Haji Nawi). This evaluation is divided into 3 service teams which focus on the sub area in section 1, the sub area in section 2, and the sub area in section 3. The essence of this article explains the intensity of land use and building planning that occurs in the sub area in section 2. The method is carried out using a descriptive-analysis-comparative method which always tries to compare the government's plans and existing conditions. Data were collected using literature review and survey methods, so that the analysis process culminated in the conclusion of whether the UDGL had been realized or not and what factors influenced the unrealization in the field. It is hoped that this article will serve as input for future UDGL plans for the Pondok Indah area, where usually all UDGLs will be reviewed every 5 years. ABSTRAK Jakarta harus siap menghadapi segala tantangan perubahan, saat Ibu Kota berpindah ke Kalimantan. Urban Design Guideline (UDGL) atau Panduan Rancang Kota (PRK) yang dibuat pemerintah kota merupakan salah satu alat pengendali pembangunan dalam menghadapi segala bentuk perubahan. Tulisan ini merupakan hasil pelaksanaan pengabdian pada masyarakat yang bertujuan membantu pemerintah dalam mengamati dan mengkaji kembali pelaksanaan Panduan Rancang Kota. PRK Kawasan Pondok Indah ditetapkan dalam Pergub No 185 dengan revisi terakhir pada tahun 2012. Kawasan ini memiliki strategi penataan sebagai kawasan terpadu, pusat bisnis dan perdagangan yang terkoneksi dengan PRK 4 Stasiun MRT (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete dan Haji Nawi). Evaluasi PRK Kawasan Pondok Indah terbagi dalam 3 tim pengabdian yang berfokus pada sub kawasan di ruas 1, sub kawasan di ruas 2, dan sub kawasan di ruas 3. Inti tulisan ini menjelaskan Intensitas Pemanfaatan Lahan dan Tata Bangunan yang terjadi pada sub kawasan di ruas 2. Metode dilakukan dengan cara deskriptif-analisis-komparatif yang selalu berusaha membandingkan rencana pemerintah yang termuat di PRK dengan kondisi eksisting. Pengumpulan data dengan metode literature review dan survey, sehingga proses analisis berujung pada kesimpulan apakah PRK sudah terealisasi atau belum dan faktor apa yang berpengaruh terhadap belum terealisasinya PRK yang terjadi di lapangan. Tulisan ini diharapkan menjadi bahan masukan untuk rencana PRK Kawasan Pondok Indah ke depan, yang mana biasanya semua PRK akan dikaji ulang setiap 5 tahun.