cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
UPAYA MEMBANGUN KELUARGA BAHAGIAN PADA MASYARAKAT DESA TUKDANA KEBUPATEN INDRAMAYU Rasji; Kurnia, Ida; R. Rahaditya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.34686

Abstract

The people of Tukdana Village in Indramayu Regency have chosen the relationship of a man and a woman through marriage to become a family. A family consists of a husband and wife and can have children. Although there are still those who fail to maintain the integrity of their family, the people of Tukdana Village have tried to build a happy family. How are the efforts of the people of Tukdana Village in building a happy family? The TNI problem has been carried out by searching for data through empirical methods with technical interviews with community members during the implementation of community service. Based on the results of qualitative analysis, it is known that the people of Tukdana Village have created and implemented a happy family development program, through a movement to postpone the minimum age of marriage to 19 years, appealing to teenagers to finish school up to high school level, implementing an internship program for high school graduates, seeking the economic capacity of the community through opportunities to work as migrant workers abroad, conducting family development for young married couples, utilizing community service programs by lecturers and students to foster family couples to build eternal and happy families ABSTRAK Masyarakat Desa Tukdana di Kabupaten Indramayu telah memilih hubungan seorang pria dan wanita melalui perkawinan menjadi sebuah keluarga. Keluarga terdiri atas suami dan istri serta dapat anak-anak keturunannya. Meskipun masih ada yang gagal mempertahankan keutuhan keluarganya, namun masyarakat Desa Tukdana telah berusaha membangun keluarga bahagia. Bagaimana upaya masyarakat Desa Tukdana dalam membangun keluarga yang bahagia? Permasalahan tni telah dilakukan pencaian data melalui metode empirin dengan teknis wawancara terhadap warga masyararakat pada saat pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan hasil analisis kualitatif diketahui masyarakat Desa Tukdana telah membuat dan melaksanakan program pembangunan keluarga bahagia, melalui gerakan penundaan usia perkawinan minimal 19 tahun, menghimbau anak-anak remaja agar menyelesaikan sekolah sampai dengan tingkat sekolah menengah atas, menerapkan program magang kerja bagi anak-anak lulusan sekolah menengah atas, mengupayakan kemampuan ekonomi masyarakat melalui peluang bekerja sebagai buruh migran ke luar negeri, melakukan pembinaan keluarga pasangan perkawinan muda, memanfaatkan program pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa untuk membina pasangan keluarga agar membangun keluarga kekal dan bahagia.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN MACHINE LEARNING DI KALANGAN SISWA SMA: TANTANGAN DAN SOLUSI Fat, Joni; Tyven Christopher Gilbert; Julius Sembiring
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.34687

Abstract

In the era of the Fourth Industrial Revolution, technology and information education have become essential aspects of the high school curriculum. Machine Learning (ML), as one of the key technologies, plays a role in developing critical and analytical thinking skills essential for students’ futures. However, Santa Theresia High School faces challenges in teaching ML, including limited resources for practice, teacher competence, and students’ perception of ML as a difficult and abstract subject. This activity was designed as a Community Service initiative to introduce ML to students through interactive and practical methods. The event took place on March 6, 2024, at Santa Theresia High School, beginning with a theoretical session on the fundamentals of ML led by Dr. Joni Fat. Students were introduced to ML applications in everyday life and proceeded with hands-on practice using RapidMiner and Weka software. In this session, students learned to perform simple modeling tasks, such as data classification and clustering, through approaches that resemble real-life situations. The results of the activity showed an improvement in students’ understanding of ML concepts, as evidenced by their ability to complete practical tasks independently and their high interest in this technology. Group discussions at the end of the activity deepened students’ understanding through reflections on their learning experiences, identifying both the potential and challenges of using ML. Based on the evaluation results, this activity successfully increased students' interest and confidence in ML, with 85% of students feeling they understood the basics of ML better and 78% expressing interest in further studying this technology. Other positive impacts included improved collaboration skills through group discussions and simulations. Challenges encountered included infrastructure limitations and the need for further teacher training. The results of this activity are expected to enhance the quality of technology teaching at Santa Theresia High School, preparing students to face technological challenges in the future. ABSTRAK Di era Revolusi Industri 4.0, pendidikan teknologi dan informasi menjadi aspek penting dalam kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA). Machine Learning (ML), sebagai salah satu teknologi utama, berperan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis yang esensial bagi masa depan siswa. Namun, SMA Santa Theresia menghadapi tantangan dalam pengajaran ML, termasuk keterbatasan sumber daya praktik dan kompetensi guru, serta anggapan siswa bahwa ML adalah materi yang sulit dan abstrak. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya Pengabdian kepada Masyarakat untuk memperkenalkan ML kepada siswa dengan metode yang interaktif dan aplikatif. Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 6 Maret 2024 di SMA Santa Theresia, dimulai dengan sesi teoretis tentang dasar-dasar ML yang dipimpin oleh Dr. Joni Fat. Siswa diperkenalkan dengan aplikasi ML dalam kehidupan sehari-hari dan dilanjutkan dengan praktik menggunakan perangkat lunak RapidMiner dan Weka. Dalam sesi ini, siswa belajar melakukan pemodelan sederhana, seperti klasifikasi dan pengelompokan data, melalui pendekatan yang mendekati situasi sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep ML, terbukti dari kemampuan siswa menyelesaikan tugas praktis secara mandiri serta tingginya minat mereka terhadap teknologi ini. Diskusi kelompok pada akhir kegiatan memperdalam pemahaman siswa melalui refleksi pengalaman belajar, mengidentifikasi potensi serta tantangan dalam penggunaan ML. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan ini berhasil meningkatkan minat dan kepercayaan diri siswa terhadap ML, dengan 85% siswa merasa lebih memahami dasar-dasar ML dan 78% tertarik untuk mempelajari teknologi ini lebih lanjut. Dampak positif lainnya adalah peningkatan keterampilan kolaborasi melalui diskusi dan simulasi kelompok. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur dan perlunya pelatihan lanjutan bagi guru. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran teknologi di SMA Santa Theresia, mempersiapkan siswa menghadapi tantangan teknologi di masa depan.
PENGENALAN OLAHRAGA TRADISIONAL DI ERA DIGITAL DI SDN PADOMASAN 03: Atho'illah, Muhammad Hifni; Ahmad Sulaiman
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.32583

Abstract

This dedication will highlight the importance of preserving traditional sports in the current digital era. Traditional sports have many benefits both for students' physical and motor skills. This research uses intensive methods and lectures carried out in socialization. A total of 54 class V students at SD Negeri Padomasan 03 became partners in this service. There are four stages in this service, namely planning and preparing activities and disseminating material, implementing service activities, monitoring and evaluation. Percentage formulas for descriptive statistics are used in data analysis techniques. Research findings show that students' understanding has changed from ignorance to knowledge. With the help of technology and the internet, students can find out the meaning of traditional sports, their advantages, the importance of maintaining traditional sports, and various forms of traditional sports carried out throughout Indonesia.
IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS UNTUK MEMPERKUAT DAYA SAING UMKM DI ERA DIGITAL Natsir, Khairina; Bangun, Nurainun
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.32822

Abstract

Etika bisnis adalah prinsip-prinsip moral yang mengatur perilaku bisnis dalam berbagai aspek, termasuk hubungan dengan pelanggan, pemasok, mitra kerja, dan masyarakat secara umum. Dalam konteks UMKM, penerapan etika bisnis menjadi semakin relevan di era digital karena transformasi teknologi yang mengubah cara beroperasinya bisnis dan bagaimana mereka terhubung dengan pasar global. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, UMKM juga memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang dengan menerapkan etika bisnis yang baik. Perkembangan UMKM di Kota Tangerang menunjukkan tren positif dengan adopsi model bisnis digital yang telah mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah beralih ke platform digital. Data dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang mengungkapkan tren positif ini, dengan peningkatan jumlah pelaku UMKM yang mengadopsi model bisnis digital. Tetapi masih terdapat beberapa masalah pelanggaran etika yang masih terjadi pada UMKM di Tangerang berkaitan dengan berbagai aspek, seperti transparansi, tanggung jawab sosial, dan perlindungan konsumen.. Untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep dan implementasi etika bisnis, diperlukan edukasi atau pelatihan lebih lanjut kepada para pelaku UMKM. Mitra pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para pelaku UMKM di Kelurahan Kelapa Dua, Tangerang. Pelatihan sudah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 25 Oktober 2024 dengan diikuti oleh peserta sebanyak 15 orang. Peserta pelatihan adalah pelaku UMKM yang mayoritas bergerak dibidang produksi dan penjualan produk kuliner. Metode pelatihan meliputi Pretest/Post Test, Focus Discussion Group, dan Studi Kasus
PEMERIKSAAN KESEHATAN ATLET BULUTANGKIS REMAJA: UPAYA PENGENALAN DAN PEMANFAATAN PEMERIKSAAN PRA-PARTISIPASI Haryono, Ignatio Rika; Prastowo, Nawanto Agung
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.33149

Abstract

Pemeriksaan fisik prepartisipasi (preparticipation physical examination-PPE) sangat penting untuk menyaring atau menapis cedera dan risiko penyakit sebelum menjalani atau berpartisipasi dalam pelatihan atau kompetisi olahraga. PPE seharusnya menjadi stndar pemeriksaan kesehatan terutama pada remaja. Namun penerapan PPE masih belum optimal karena beberapa hal, terutama masalah sumber daya manusia dan dana. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan metode PPE sederhana di klub bulutangkis. Cedera dan kelainan postur tubuh adalah masalah kesehatan yang umum dijumpai pada atlet. Pemeriksaan PPE mungkin dapat menemukan cedera dan kelainan postur tersebut. Kami melakukan kegiatan PPE kami di sebuah klub bulutangkis di Bogor. Dua puluh atlet remaja (usia 13-18 tahun) mengikuti pemeriksaan kesehatan PPE. Tiga belas atlet (65%) memiliki keluhan muskuloskeletal, 4 kasus pada ekstremitas atas, dan 9 kasus pada ekstremitas bawah. Evaluasi lebih lanjut harus dilakukan untuk memastikan diagnosis. Sepuluh atlet (50%) terbukti mengalami kelainan postur, varus-valgus lutut, skoliosis, dan kaki rata. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara acak menunjukkan bahwa atlet bulutangkis mempunyai risiko cedera yang lebih tinggi, dan PPE harus segera digunakan dan benar.
PENDAMPINGAN LEGALITAS USAHA MENUJU PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT PURNA MIGRAN INDONESIA DI KECAMATAN BAWANG KABUPATEN BATANG Khasanah, Dian Ratu Ayu Uswatun; Ronald Jolly Pongantung; Lita Tyesta Addy Listya Wardhani; Moh. Muzammil; Enny Dwi Lestariningsing; Eem kurniasih
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.33383

Abstract

ABSTRACT Tamarillo is a fruit that is rich in important nutrients. Apart from its delicious taste, tamarillo contains a variety of important nutrients, including vitamin C, antioxidants and fiber. This fruit has not been utilized optimally by the community because they do not know that it can be processed into a unique refreshing drink. Bawang District is an area in Batang Regency, Central Java. Several Bawang residents tried their luck abroad. Migrant workers who no longer continue their work contracts choose to return home and not go abroad again. Many of the former migrant workers feel confused when they return to their own country. based from this problems, one of the partner who have an entrepreneurship called NSR and the community service team are provide training and assistance to post-migrant workers who want to become entrepreneurs in their own country. The method used is 75% practice and 25% theory. Making Tamarillo juice is a solution for these former migrant workers to become entrepreneurs. The results of this community service were the skills of partners in making drinks who initially did not understand how to process them, market them, and the issuance of legality in the form of a HALAL certificate. The partners' ability to utilize Tamarillo into goods that have economic value means that post-migrant workers can earn their own income, although it is not as large as what they received when working abroad ABSTRACT Tamarillo is a fruit that is rich in important nutrients. Apart from its delicious taste, tamarillo contains a variety of important nutrients, including vitamin C, antioxidants and fiber. This fruit has not been utilized optimally by the community because they do not know that it can be processed into a unique refreshing drink. Bawang District is an area in Batang Regency, Central Java. Several Bawang residents tried their luck abroad. Migrant workers who no longer continue their work contracts choose to return home and not go abroad again. Many of the former migrant workers feel confused when they return to their own country. based from this problems, one of the partner who have an entrepreneurship called NSR and the community service team are provide training and assistance to post-migrant workers who want to become entrepreneurs in their own country. The method used is 75% practice and 25% theory. Making Tamarillo juice is a solution for these former migrant workers to become entrepreneurs. The results of this community service were the skills of partners in making drinks who initially did not understand how to process them, market them, and the issuance of legality in the form of a HALAL certificate. The partners' ability to utilize Tamarillo into goods that have economic value means that post-migrant workers can earn their own income, although it is not as large as what they received when working abroad. Keywords: community empowerment; people's economy; former migrants; Tamarillo; enterpreneur ABSTRAK Terong belanda adalah buah yang kaya akan nutrisi penting. Selain rasanya yang nikmat, terong belanda mengandung beragam nutrisi penting, termasuk vitamin C, antioksidan, dan serat. Buah ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Masyarakat karena tidak mengetahui kalua bisa diolah menjadi minuma khas yang menyegarkan. Kecamatan Bawang merupakan wilayah yang berada di kabupaten Batang, Jawa Tengah. Beberapa penduduk Bawang mengadu nasibnya keluar negeri. Buruh migran yang sudah tidak meneruskan kontrak kerja lagi memilih untuk pulang kampung dan tidak berangkat lagi ke luar negeri. Banyak dari tenaga kerja purna migran itu yang merasa kebingungan ketika sudah pulang ke negerinya sendiri. Dari permasalahan mereka inilah mitra yang mempunyai wirausaha NSR tim PkM membuat pelatihan sekaligus pendampingan kepada pekerja purna migran yang ingin berwirausaha di negeri sendiri. Metode yang digunakan adalah 75% praktik dan 25% teori. Pembuatan minuman sari terong Belanda merupakan solusi untuk para pekerja purna migran ini dalam berwirausaha. Hasil PkM dosen ini adalah keterampilan mitra membuat minuman yang awalnya tidak paham mengolahnya, memasarkan, dan keluarnya legalitas berupa sertifikat HALAL. Kemampuan mitra untuk memanfaatkan terong Belanda menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomi menjadikan pekerja purna migran bisa mendapatkan penghasilan sendiri walaupun tidak sebensar yang diterima saat bekerja di luar negeri.
GAYA HIDUP BERKELANJUTAN SOSIALISASI DAN PRAKTEK DI RA TAUFIQURRAHMAN, BEJI TIMUR DEPOK Nuringsih, Kartika; Edalmen; Harry Kristanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.33501

Abstract

This activity aims to introduce a sustainable lifestyle to children in Raudhatul Athfal (RA) Taufiqurrahman, Beji Timur Village, Depok. Along with climate change, it causes shifts in seasons so that during the dry season there is drought. On the other hand, during the rainy season it causes flooding or puddles. This situation has a negative impact on health, so it is time for people to adopt a sustainable lifestyle to play a role in maintaining economic, social and environmental sustainability. Conceptually, this lifestyle is a manifestation of the circular economic development model to accelerate the achievement of the SDGs by 2030. Socialization is needed as a mechanism to enrich knowledge and get used to a sustainable lifestyle. Socialization material related to (1) reduce, reuse and recycle, (2) plastic diet, (3) consumption of local vegetables and fruits, (4) saving clean water, and (5) reducing vehicle use by walking. The solution criteria are: Children are involved in activities so they understand examples of sustainable lifestyles. This is done through recycling activities for school crafts and eating local fruit/vegetables which are widely grown or sold around Depok City, such as: bananas, papaya, mangoes and others. As an evaluation, students' daily habits were selected, namely: (1) shopping habits, (2) consumption or eating patterns, and (3) transportation. The target of the activity is that children can know and practice this lifestyle so that when they continue to elementary school level, they have already received this knowledge.
PEMBENTUKAN KOMUNITAS SAHABAT PEDULI HIPERTENSI UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN MENJALANI HIDUP SEHAT DI PUSKESMAS SAKO PALEMBANG Simamora, Sarmalina; Sonlimar Mangunsong; Mona Rahmi Rulianti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.33812

Abstract

The highest number of hypertension patients in South Sumatra is in Palembang. This disease is the leading cause of premature death among non-communicable diseases. Therefore, the government has set its control as a key target, aiming for 90% of hypertensive patients undergoing treatment to achieve controlled blood pressure. Sako Community Health Center has several non-communicable disease (NCD) posts, one of which is located in RT 26, Sako Subdistrict. Activities are conducted once a month at the neighborhood head's house. Services at the post are assisted by community health volunteers (kaders). The goal of the program is to enhance the ability of these volunteers to assist hypertensive patients in managing their blood pressure. This is achieved through the formation of a community called "Sahabat Hipertensi" (Hypertension Friends). This program was carried out through health education sessions for both volunteers and hypertensive patients. Education for volunteers was conducted through discussions and the distribution of brochures. The evaluation was done by measuring the blood pressure of community members. Hypertension community consisting of 10 groups was formed, each coordinated by one volunteer. The volunteers were responsible for reminding, educating, measuring blood pressure, and distributing medication to their community members. As a result of this assistance, 14 out of 50 community members showed a decrease in blood pressure. The formation of the Sahabat Hipertensi community motivated the volunteers, as they were challenged to achieve controlled blood pressure targets for the community members. In addition to the enthusiasm of the volunteers, the community members felt more cared for, which motivated them to adhere more consistently to lifestyle modifications, including dietary changes, physical activity, and regular medication intake with discipline.   ABSTRAKPenderita hipertensi terbanyak di Sumsel ada di Palembang. Penyakit ini menjadi penyebab kematian dini terbanyak diantara penyakit tidak menular lainnya, sehingga pemerintah menetapkan pengendaliannya sebagai salah satu sasaran yang akan dicapai, yaitu 90% pasien hipertensi yang berobat harus terkendali tekanan darahnya. Puskesmas Sako memiliki beberapa pos PTM (penyakit tidak menular) salah satunya berada di RT 26 Kelurahan Sako. Kegiatannya berlangsung sebulan sekali di rumah ketua RT 26. Pelayanan di Pos dibantu oleh kader yang merupakan warga RT 26. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kemampuan kader mendampingi pasien hipertensi dalam mengendalikan tekanan darahnya. Hal ini dilakukan dengan membentuk suatu komunitasyang disebut “ Sahabat Hipertensi” Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan kepada kader juga kepada warga yang mengalami hipertensi. Penyuluhan terhadap kader melalui diskusi dan pembagian brosur. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tekanan darah anggota komunitas. Pada akhir kegiatan pengabdian telah terbentuk komunitas hipertensi sebanyak 10 kelompok dan masing masing dikoordinir oleh satu orang kader. Kader bertugas mengingatkan, memberi edukasi, mengukur tekanan darah dan mendistribusikan obat kepada anggota komunitasnya. Dari hasil pendampingan 14 orang dari 50 orang anggota komunitas telah mulai menunjukkan penurunan tekanan darah. Pembentukan komunitas sahabat, membuat para kader bersemangat karena mereka mendapat tantangan untuk mencapai target tekanan darah yang terkendali bagi warga dalam komunitasnya. Selain kader yang bersemangat, warga pun merasa lebih diperhatikan sehingga mereka termotivasi untuk lebih patuh dalam mengatur kebiasaan hidupnya mulai dari perubahan pola makan, aktifitas fisik dan minum obat secara teratur dan disiplin.
PROGRAM PELATIHAN PEMBEKALAN KOMUNIKASI EFEKTIF PADA PENGURUS KOMUNITAS PEMUDA GEREJA KALIDERES JAKARTA Gladys Aprilia, Ruth; Josephine, Vania; Boromia Olivia Arini, Carolina; Hahijary, Gaia Priscilla; Handayani, Penny
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34463

Abstract

Komunitas Pemuda Gereja Kalideres adalah komunitas beranggotakan anak muda Katolik di wilayah Kalideres. Setelah masa pandemi COVID-19, Komunitas Pemuda Gereja Kalideres menghadapi berbagai masalah karena adanya penyesuaian akan berbagai perubahan yang terjadi. Masalah tersebut berkaitan dengan kinerja anggota Team yang kurang optimal, seperti rendahnya inisiatf, tanggung jawab, dan partisipasi dari anggota. Need analysis dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) kepada pengurus dan survei kepada Team. Pengambilan data menunjukkan bahwa permasalahan utama berada pada kurang berjalannya komunikasi efektif antara pengurus dan Team. Intervensi dilakukan untuk menyediakan pelatihan komunikasi efektif bagi para pengurus Komunitas Pemuda Gereja Kalideres, dengan judul“Harmoni dalam Pelayanan: Mengasah Komunikasi Efektif dalam Gereja”. Pelatihan dirancang dengan melibatkan tiga ranah perkembangan pembelajaran yang mencakup ranah sikap (afektif), keterampilan (perilaku), dan pengetahuan (kognitif). Dengan demikian metode pelatihan yang digunakan beragam dari ceramah interaktif, diskusi terbuka, refleksi, sampai pembuatan action plan. Evaluasi dilakukan pada setiap sesi dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memeriksa pemahaman peserta terhadap pembelajaran yang diberikan. Berdasarkan hasil evaluasi pretest dan postest, pelatihan ini telah mencapai tujuan yang diharapkan dari setiap sesinya, yaitu peserta memahami dan menerapkan enam kunci komunikasi dalam berinteraksi dengan anggota Team pada setiap tahapan persiapan dan pelaksanaan program kerja.
PENGUATAN REGULASI DIRI BAGI SISWA UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN AKADEMIK Handayani, Ani; Tiatri, Sri; Tji Beng, Jap
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34466

Abstract

Siswa remaja kerap mengalami tantangan akademik seperti stress akademik yang dapat berdampak pada fokus belajar, motivasi, serta pencapaian akademik mereka. Selain itu, mereka juga kerap menghadapi tekanan dari orang tua, persaingan dari teman sebaya serta ketidakmampuan mengelola waktu secara efektif. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengurangi tantangan akademik adalah dengan mengembangkan kemampuan regulasi diri. Regulasi diri menjadi pondasi yang penting dalam membantu siswa dalam mengelola tekanan akademik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap siswa SMP kelas 2 di salah satu sekolah swasta di Tangerang, ditemukan bahwa pemahaman siswa mengenai regulasi diri masih perlu ditingkatkan. Kurangnya pengetahuan regulasi diri menjadi tantangan yang perlu segera diberikan intervensi. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini disusun. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap regulasi diri sekaligus membekali mereka dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran sehari-hari. Intervensi dirancang dalam bentuk kegiatan interaktif yang melibatkan diskusi, simulasi nyata, serta refleksi personal. Efektivitas kegiatan ini dievaluasi melalui pre- dan post-assessment untuk melihat peningkatan pemahaman siswa melalui media quizizz. Hasil perbandingan skor sebelum dan sesudah mengikuti pembekalan terdapat peningkatan skor total pada siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembekalan ini mampu meningkatkan pengetahuan siswa tentang regulasi diri. Kata kunci: regulasi diri, stress akademik, siswa