cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
SOSIALISASI KONSEP PANCASILA DI ERA MODERNITAS BAGI PELAJAR DI SMA NEGERI 16 JAKARTA Amri, Ibra Fulenzi; Sitabuana, Tundjung Herning; Nethan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32763

Abstract

Modernity, as a transformation from pre-modern to modern humanity, coincides with the spread of Western values through globalization, such as individualism, secularism, and materialism, which shape modern human character. This has led to new problems: traditional values have been replaced, and modern humans experience psychological issues due to a loss of meaningful freedom and societal control. This phenomenon also influences the behavior of the "strawberry generation," which is seen as fragile. Therefore, the relevance of Pancasila in the modern era must be reformulated to be accepted by the modern generation. The Community Service Team aims to strengthen Pancasila values among students at SMA Negeri 16 Jakarta. This initiative addresses the limited introduction of Pancasila in schools and the gap in understanding among young people, which is often accompanied by deviations from Pancasila values in society. Socialization is carried out through lectures and discussions, with the theme "Strawberry Generation: Strengthening Pancasila Character in the Era of Modernity." The activity was attended by 67 students. The implementation of Pancasila in modern society faces challenges, including weak institutionalization, destructive behavior, and the rise of primordialism. To revitalize Pancasila for the strawberry generation, the involvement of families, schools, religious institutions, and educational bodies is necessary, incorporating it into religious teachings, school curricula, cultural activities, and digital content. This PKM activity helped students understand modernity and the relevance of Pancasila to build resilience in facing its negative aspects ABSTRAK Modernitas sebagai suatu fase transformasi manusia pra modern menuju modern tumbuh bersamaan dengan penguatan nilai-nilai barat melalui proses globalisasi, seperti individualisme, sekularisme, dan materialisme yang membentuk karakter manusia modern. Sebagai konsekuensinya, masalah-masalah baru muncul yaitu dari aspek kultural telah menghapuskan atau menghancurkan tata nilai tradisional dan secara psikologis menimbulkan gangguan kejiwaan manusia modern karena kehilangan kebebasan yang bermakna dan masyarakat kontrol. Fenomena tersebut turut membentuk perilaku generasi strawberry yang dinilai rapuh. Atas dasar tersebut, relevansi Pancasila di era modernitas harus dirumuskan agar dapat diterima bagi generasi modern. Tim Pengabdian Masyarakat bermaksud untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar SMA Negeri 16 Jakarta. Langkah ini dilatarbelakangi terbatasnya pengenalan Pancasila di sekolah serta kesenjangan pemahaman generasi muda yang masih sering diiringi penyimpangan nilai-nilai Pancasila di masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui metode ceramah dan diskusi. Materi diisi oleh narasumber dengan tema ‘Generasi Strawberry: Penguatan Karakter Pancasila di Era Modernitas’. Kegiatan diikuti oleh 67 pelajar. Implementasi Pancasila diera modernitas mengalami kemandegan karena lemahnya institusionalisasi Pancasila, perilaku destruktif, hingga praktik primordialisme di masyarakat. Revitalisasi Pancasila bagi generasi strawberry memerlukan keterlibatan keluarga, sekolah, institusi sosial-keagamaan, institusi pergerakan, dan institusi pendidikan dan pelatihan melalui penyisipan dalam ajaran agama, kurikulum dan kegiatan sekolah, kegiatan budaya dan kebangsaan, serta konten di dunia digital. Melalui kegiatan PKM ini, pelajar di SMA Negeri 16 Jakarta memiliki pemahaman mengenai makna modernitas dan relevansi Pancasila bagi dirinya untuk membentuk ketahanan diri menghadapi sisi buruk modernitas dan modernisasi.
OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI BENTUK REBRANDING PAKDE DJAMOE DALAM MENINGKATKAN VISIBILITAS DI PASAR MODERN Yukianti, Chiara; Willyanto, Vinnie; Tunjungsari, Hetty Karunia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32767

Abstract

PT Jaya Mitra Kemilau is a company led by Mr. Charles Saerang Ong. Herbal medicine products are increasingly less popular with the younger generation who are more interested in modern health products and herbal drinks that are more popular on social media, even though herbal medicine is widely known to have various health benefits. The traditional image attached to Pakde Djamoe is considered less attractive to millennials and Gen Z, who tend to prefer products with modern packaging and a lifestyle that is in line with current trends. In addition, the use of social media as a marketing tool has not been optimally utilized by this business, resulting in limitations in reaching younger consumers. In addition to image issues, herbal medicine is considered less practical for consumption by the younger generation who are looking for convenience. This is exacerbated by the lack of interactive education about the health benefits of herbal medicine through digital channels. Consumer education must be an important part of Pakde Djamoe's marketing strategy. Social media can be used to promote the health benefits of herbal medicine in a more attractive and relevant way for the younger generation. The PKM Team from Tarumanagara University is committed to helping Pakde Djamoe carry out a fresher rebranding and build a social media-based marketing strategy. The implementation method used is to provide assistance in the form of rebranding Mr. Charles Saerang Ong into a Nusantara herbal medicine figure through social media optimization. The results of this PKM activity are in the form of social media content published on TikTok and Instagram, which are expected to expand market reach, increase public understanding of the benefits of traditional herbal medicine, and increase product visibility among the younger generation. ABSTRAK PT Jaya Mitra Kemilau merupakan perusahaan yang dipimpin oleh Bapak Charles Saerang Ong. Produk jamu semakin kurang diminati oleh generasi muda yang lebih tertarik pada produk kesehatan modern dan minuman herbal yang lebih populer di media sosial, meskipun jamu dikenal luas memiliki berbagai manfaat kesehatan. Citra tradisional yang melekat pada Pakde Djamoe dianggap kurang menarik bagi milenial dan Gen Z, yang cenderung lebih memilih produk dengan kemasan modern dan gaya hidup yang sesuai dengan tren kekinian. Selain itu, penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran belum dimanfaatkan secara optimal oleh usaha ini, yang mengakibatkan keterbatasan dalam menjangkau konsumen yang lebih muda. Selain masalah citra, jamu dianggap kurang praktis untuk dikonsumsi oleh generasi muda yang mencari kemudahan. Hal ini diperparah dengan minimnya edukasi yang interaktif mengenai manfaat kesehatan jamu melalui saluran digital. Edukasi konsumen harus menjadi bagian penting dari strategi pemasaran Pakde Djamoe. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan manfaat kesehatan jamu secara lebih menarik dan relevan bagi generasi muda. Tim PKM dari Universitas Tarumanagara berkomitmen untuk membantu Pakde Djamoe melakukan rebranding yang lebih segar dan membangun strategi pemasaran berbasis media sosial. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah melakukan pendampingan dalam bentuk rebranding Bapak Charles Saerang Ong menjadi tokoh jamu Nusantara melalui optimalisasi media sosial. Hasil dari kegiatan PKM ini berupa konten media sosial yang dipublikasikan di TikTok dan Instagram, yang diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat jamu tradisional, serta meningkatkan visibilitas produk di kalangan generasi muda
IMPLEMENTASI QUICK RESPONSE CODE SISTEM PEMESANAN PADA KEMASAN PRODU Julius Sembiring; Vara Susilowati; Axel Irving Yosua Huntarso; Endah Setyaningsih
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32772

Abstract

In the rapidly advancing digital era, the application of technology in ordering systems has become a crucial need for micro, small, and medium enterprises (MSMEs), particularly to expand market reach and improve order management. One MSME player, producing and selling food products such as fried onions, crackers, and pempek, faces challenges with the conventional ordering system that still relies on direct interaction and offline methods. To overcome these challenges, a solution is proposed with a QR Code-based ordering system integrated with Lynk.id. By placing the QR Code on product packaging, customers can easily place orders simply by scanning the code, which will direct them to the Lynk.id page containing a product list and order form. With the Lynk.id integration, MSME owners can manage payments, track orders, and utilize analytics to understand customer behavior and purchase trends. This system not only reduces manual errors but also accelerates transaction processes and enhances the overall customer experience by applying digital technology in community service activities. The implementation results show that the combination of QR Code and Lynk.id provides a solution for order management while boosting the competitiveness of MSMEs in the wider market. The survey results show that 44.4% of respondents strongly agree that the system is easy to understand, while the rest simply agree. The ease of accessing the QR Code was positively received by customers, with 77.8% strongly agreeing that the system is easy to access. The final part of the survey assessed the ease of the system in processing customer orders, with 44.4% of customers strongly agreeing with the system. ABSTRAK Permasalahan di era digital yang semakin berkembang, penerapan teknologi dalam sistem pemesanan menjadi kebutuhan penting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kemudahan pengelolaan pesanan. Salah satu pelaku UMKM yang memproduksi dan menjual produk makanan seperti bawang goreng, kerupuk, dan pempek menghadapi tantangan dalam sistem pemesanan konvensional yang masih mengandalkan interaksi langsung dan metode offline. Untuk mengatasi kendala tersebut, diusulkan solusi sistem pemesanan berbasis QR Code dan Lynk.id. Melalui QR Code yang ditempatkan pada kemasan produk, pelanggan dapat memesan dengan mudah hanya dengan memindai kode, yang akan mengarahkan mereka ke halaman Lynk.id berisi daftar produk dan formulir pemesanan. Dengan integrasi Lynk.id, pelaku UMKM dapat mengelola pembayaran, melacak pesanan, dan memanfaatkan data analitik untuk memahami perilaku pelanggan serta tren pembelian. Sistem ini tidak hanya mengurangi kesalahan manual, tetapi juga mempercepat proses transaksi dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan melalui penerapan teknologi digital dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil implementasi menunjukkan bahwa kombinasi QR Code dan Lynk.id mampu memberikan solusi dalam pengelolaan pesanan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di pasar yang lebih luas. Dari hasil survei, dapat dilihat bahwa 44,4% responden sangat setuju bahwa sistem ini mudah untuk dipahami, sementara sisanya setuju saja. Kemudahan dalam mengakses QR Code direspon positif oleh pembeli, dengan 77,8% pembeli sangat setuju terkait sistem yang mudah diakses. Bagian akhir survei mengecek kemudahan sistem dalam memproses pemesanan, dimana 44,4% pembeli sangat setuju dengan sistem tersebut.
PERANCANGAN MEDIA EDUKASI VISUAL PENGENALAN KATEGORI SAMPAH UNTUK ANAK USIA DINI DI KAMPUNG PROKLIM Nurannisa, Siti; Agus Danarto; Gracia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32773

Abstract

The sustainability of environmental preservation programs relies on educational strategies that instill ecological awareness from an early age. Kampung Proklim RW 11 in Pekayon Jaya, Bekasi, is one area that has successfully implemented environmental programs focused on environmental conservation. Education for the next generation on the importance of environmental stewardship is essential. However, the area currently lacks specialized educational media for early childhood residents to aid in their understanding of environmental concepts, particularly the categorization of waste. This community service aims to design educational media to introduce waste management specifically for young children, both as Proklim residents and as visitors of educational tourism sites in the area. The program uses a participatory method, involving residents in the design of interactive and enjoyable media, allowing them to engage in more meaningful learning experiences. The creative approach of using mascots includes characters aligned with waste categories that can be applied across various media. Bright colors and friendly facial expressions enhance the visual appeal of the mascots, making them an integral part of introducing waste categories. Visually, the mascot functions not only as an educational tool but as a strategic element for presenting waste categories in a concrete and accessible manner, making abstract concepts more understandable for young children. The initiative’s outcomes are expected to not only aid residents’ understanding of environmental issues but also enhance the motor skills of young children. As an educational medium, mascots can serve as an alternative visual tool to introduce environmental awareness to young children and build a sustainable foundation for environmental understanding. BSTRAK Keberlanjutan program pelestarian lingkungan bergantung pada strategi pendidikan yang mampu menanamkan kesadaran ekologis sejak dini. Kampung Proklim RW 11 di daerah Pekayon Jaya Bekasi merupakan salah satu wilayah yang telah berhasil mengimplementasikan program lingkungan hidup yang berfokus pada pelestarian lingkungan. Diperlukan edukasi ke generasi selanjutnya tentang pentingnya menjaga lingkungan. Namun, wilayah tersebut belum memiliki perangkat media edukasi khusus warga usia dini, untuk membantu pemahaman terhadap konsep lingkungan khususnya untuk pengenalan kategori sampah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan merancang media edukasi yang dapat memperkenalkan pengelolaan sampah khususnya bagi anak usia dini sebagai warga Proklim maupun pengunjung wisata edukasi di lokasi tersebut. Kegiatan dilakukan dengan metode pelaksanaan PKM partisipatif, yaitu melibatkan warga dalam proses perancangan media interaktif dan menyenangkan, sehingga dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Pendekatan kreatif maskot menggunakan karakter sesuai kategori sampah yang dapat diimplementasikan di berbagai media. Penggunaan warna cerah dan ekspresi wajah yang ramah memperkuat daya tarik visual maskot dan menjadi bagian integral dari proses pengenalan kategori sampah. Maskot secara visual tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi berfungsi sebagai elemen strategis untuk memperkenalkan kategori sampah dengan cara yang konkret dan mudah dipahami, menjadikan konsep abstrak lebih terjangkau bagi pemahaman anak usia dini. Hasil kegiatan diharapkan tidak hanya dapat membantu pemahaman warga terhadap lingkungan, tetapi juga mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini. Maskot sebagai media edukasi ini dapat menjadi alternatif media visual untuk memperkenalkan kesadaran lingkungan kepada anak usia dini dan membangun fondasi pemahaman lingkungan yang berkelanjutan.
PENDIDIKAN LITERASI ANAK MELALUI PROGRAM KOMUNIKASI CERIA BERCERITA DI SEKOLAH Paramita, Sinta; Liora Laeticia; Joe Franco; Jason Cipto; Jeremia Matthew Kanaan Pardede; Jeff Nicholas
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32775

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara dengan salah satu tingkat literasi terendah di dunia. Meskipun ada kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, tantangan masih banyak, seperti akses pendidikan yang tidak merata, kualitas pendidikan yang bervariasi, dan faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi kemampuan individu untuk mengakses bahan bacaan. Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah dan lembaga swasta untuk meningkatkan tingkat literasi, termasuk program-program membaca, pelatihan guru, dan penyediaan materi bacaan yang lebih bervariasi. Masyarakat juga semakin didorong untuk menyadari pentingnya literasi tidak hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai keterampilan dasar dalam menghadapi informasi di dunia modern. Dalam rangka berkontribusi dalam meningkatkan minat literasi anak di Indonesia, mahasiswa dan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara membentuk Program Ceria Bercerita. Program ini merupakan program perkuliahan Humaniora yang bertujuan untuk membantu masyarakat melalui program meningkatkan minat membaca anak-anak melalui metode yang interaktif dan menarik. Selain itu program ini juga berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang fokus kepada untuk program nomor 4 yaitu  Quality Education atau kualitas pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah KB TK Tarakanita 3 yang beralamat di  Jl. Juraganan 1, RT.8/RW.11, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pihak sekolah juga telah memberikan persetujuan dan bahkan ingin program ceria bercerita ini masuk ke dalam kurikulum pembelajaran mereka sebagai bagian dalam meningkatkan literasi anak-anak. Karya ilmiah ini disusun untuk memberikan gambaran umum mengenai berbagai kegiatan serta rencana yang telah ditetapkan pada Program Ceria Bercerita. Ketercapaian dari kegiatan ini adalah dapat mendapat masukan dan saran dalam mengembankan materi pembelajaran di sekolah KB TK Tarakanita.
PENERAPAN BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN BENANG SISA MENJADI PRODUK RAJUTAN DEKORASI INTERIOR Fivanda, Fivanda; Hung, Jennifer; Vanesa, Vanesa
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32805

Abstract

Digitization and technology mobilization have evolved rapidly. Generation Z and post-generation Z play a key role in the transformation of education and interaction with technology. Generation Z is a generation that is already familiar with technology and has an average birth year of 1997-2012. Meanwhile, post generation Z is the generation born in 2013 and above until now. Generation Z and post generation Z are characterized by fast learning through digital platforms. In the midst of technological change and the Internet of Things (IoT), it is very important to ensure that the digital generation can utilize social potential and contribute to sustainable concepts. The concept of sustainability is important to introduce to generation Z. The use of leftover yarn waste is a conservation and reuse of resources as well as a form of concern for the environment. By continuing cooperation in PKM activities with partner Yayasan Rumah Pagi Bahagia Bintaro through training in the utilization of leftover knitting yarn. The target of partner participants aged 11-16 years who are included in the generation Z classification. In the training activities, the utilization of leftover knitting yarn into interior decoration aims to produce valuable products and produce interior decoration products such as coasters, tablecloths and wall hangings with various knitting techniques. The method of activity is offline by providing training to 20 participants aged 11-16 years from the fostered children of PKM partners. This training is also prepared with a video guide to the steps of knitting leftover yarn. The result of the PKM activity is the use of leftover yarn waste from knitting from previous activities into interior decoration products that are not only of creative value but generation Z can better understand the concept of sustainability in everyday life ABSTRAK Digitalisasi dan mobilisasi teknologi telah berkembang pesat. Generasi Z dan post generasi Z memainkan peran kunci dalam transformasi pendidikan dan interaksi dengan teknologi. Generasi z merupakan generasi yang sudah mengenal teknologi dan rata-rata memiliki tahun kelahiran 1997-2012. Sedangkan post generasi Z merupakan generasi yang lahir di tahun 2013 keatas sampai dengan saat ini. Generasi Z dan post generasi Z berkarakteristik belajar cepat melalui platform digital. Di tengah perubahan teknologi dan Internet of Things (IoT) sangat penting untuk memastikan bahwa generasi digital dapat memanfaatkan potensi sosial dan berkontribusi terhadap konsep berkelanjutan. Konsep keberlanjutan ini penting untuk dikenalkan kepada generasi Z. Penggunaan limbah benang sisa rajut dari kegiatan PKM sebelumnya merupakan kegiatan konservasi dan penggunaan kembali sumber daya serta wujud kepedulian terhadap lingkungan. Dengan melanjutkan kerjasama dalam kegiatan PKM dengan mitra Yayasan Rumah Pagi Bahagia Bintaro melalui pelatihan pemanfaatan benang sisa merajut. Target dari peserta mitra dengan usia 11-16 tahun yang masuk dalam klasifikasi generasi Z. Dalam kegiatan pelatihan pemanfaatan benang sisa merajut menjadi dekorasi interior bertujuan untuk menghasilkan produk bernilai guna dan menghasilkan produk dekorasi interior seperti tatakan gelas, taplak meja dan hiasan dinding dengan berbagai teknik merajut. Metode kegiatan secara luring dengan pemberian pelatihan kepada 20 peserta berusia 11-16 tahun dari anak binaan mitra PKM. Pelatihan ini juga dipersiapkan dengan panduan video langkah-langkah merajut benang sisa. Hasil dari kegiatan PKM penggunaan limbah benang sisa merajut dari kegiatan sebelumnya menjadi produk dekorasi interior yang tidak hanya bernilai kreatif tetapi generasi Z dapat lebih memahami konsep berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari
PRAKTEK PEMBUATAN LAMPU LED KARAKTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TEKNOLOGI LED BAGI SISWA SMA N 10 JAKARTA Endah Setyaningsih; Yohanes Calvinus; Asrullah Ahmad; Akhmad Sabillah; Ivander Chandra Susanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.33055

Abstract

The implementation of this Community Service (PKM) activity is to support the government's efforts to increase participation in higher education, in line with the objectives of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially related to Clean and Affordable Energy and Quality Education. Through this activity, it is hoped that students of SMAN 10 Jakarta as partners of the PKM activity can understand the importance of LED lighting technology and energy savings by using LED lights. In addition, this activity also provides experience for students and lecturers to be actively involved outside the campus, both in the learning process and in the application of research results related to lighting technology. This PKM is an activity funded by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology through the 2024 PKM grant in the Community-Based Empowerment scheme. The purpose of this PKM activity is to introduce LED lighting technology and characteristics to students, as well as invite them to design and assemble lamp components in the form of practicing making character LED lights. The PKM implementation method is in the form of provision, training and practice of making character LED lights. Through direct interaction and practical learning, this activity is expected to increase students' knowledge and prepare them to face future technological developments. In addition, through the practice of making LED character lights, students and teachers gain new skills in the field of electronics and lighting technology, as well as producing simple electronic products that can be further developed according to student creativity. PKM activities at SMA N 10 Jakarta have been successfully implemented and provide benefits for students and teachers. Based on the results of the pre-test and post-test, it shows that there is an increase in knowledge by 72% about LED technology and character LED lights. ABSTRAK Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait Energi Bersih dan Terjangkau serta Pendidikan Berkualitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMAN 10 Jakarta sebagai mitra kegiatan PKM dapat memahami pentingnya teknologi lampu LED dan penghematan energi dengan menggunakan lampu LED. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dan dosen untuk terlibat aktif di luar kampus, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam penerapan hasil penelitian terkait teknologi pencahayaan. PKM ini merupakan kegiatan yang didanai oleh Kemendikbud Ristek melalui hibah PKM tahun 2024 dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah memperkenalkan teknologi dan karakteristik lampu LED kepada siswa, sekaligus mengajak mereka untuk merancang dan merakit komponen lampu yaitu berupa praktek pembuatan lampu LED karakter. Metode pelaksanaan PKM berupa pembekalan, pelatihan dan praktek pembuatan lampu LED karakter. Melalui interaksi langsung dan pembelajaran praktis, kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan siswa serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi perkembangan teknologi masa depan. Selain itu, melalui praktik pembuatan lampu LED karakter, siswa dan guru memperoleh keterampilan baru di bidang elektronik dan teknologi pencahayaan, serta menghasilkan produk elektronik sederhana yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kreativitas siswa. Kegiatan PKM di SMA N 10 Jakarta telah berhasil dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi siswa dan guru. Berdasarkan hasil pre test dan post test menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan sebesar 72% tentang teknologi LED dan lampu LED karakter
MEMAHAMI TUBUHKU SENDIRI : EDUKASI MEMBANGUN KESADARAN ANAK SEKOLAH DASAR TENTANG SEKSUALITAS Claudes, Juniven; Nivia; Hammam Tegar Utomo, Mochamad; Oktariana, Putri; Eko Saputro, Bayu; Setiawan, Dany; Iriani R. Dewi, Fransisca
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32582

Abstract

Pendidikan seksual di kalangan anak sekolah dasar merupakan aspek penting dalam membantu mereka memahami perubahan tubuh dan menjaga kesehatan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa-siswi kelas 5 dan 6 SD mengenai seksualitas melalui penyuluhan bertema "Memahami Tubuhku Sendiri". Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif yang melibatkan 90 siswa dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman siswa. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 67 pada pre-test menjadi 83,5 pada post-test, yang mengindikasikan peningkatan pemahaman siswa. Di satu sisi, beberapa topik seperti menstruasi dan pubertas masih menimbulkan kebingungan, yang menuntut pendekatan lebih mendalam di masa mendatang.
PENGARUH EDUKASI GIZI DENGAN KALENDER EDUKATIF TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TERKAIT PEMBERIAN MPASI PADA BADUTA Br. Panggabean, Desi Tio Pani; Utami Wahyuningsih
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The golden period of child growth, from birth to two years, is crucial for ensuring proper nutrition to support optimal development and prevent malnutrition. Given this importance, educating parents, particularly mothers, about providing complementary feeding is essential. The purpose of this study was to evaluate how mother’s understanding of complementary feeding practices was affected by nutrition education utilizing the nutrition calendar. At one of the city of Depok’s health centers, moms with children under two years old participated in the study. The study employed a pretest and posttest questionnaire to gauge mom’s understanding before to and during the instructional intervention. The Wilcoxon Signed Rank Test was used to examine the data and assess changes in knowledge levels. The knowledge of moms significantly improved as a result of attending the education sessions, according to the data, with a statistically significant effect and a p-value of 0.00. These findings suggest that educational media like the Nutrition Calendar and Menu can effectively enhance mothers' understanding of proper MPASI practices, ultimately contributing to better child nutrition during this critical developmental phase. Masa kritis pertumbuhan anak, dikenal sebagai periode emas, berlangsung sejak hari pertama kelahiran hingga usia dua tahun. Pada masa perkembangan ini, sangat penting untuk memastikan gizi yang tepat guna mendukung perkembangan optimal dan mencegah malnutrisi. Oleh karena itu, edukasi gizi bagi orang tua, khususnya dalam pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemahaman ibu tentang praktik pemberian MPASI dipengaruhi oleh edukasi gizi menggunakan media Kalender Gizi. Di salah satu puskesmas di Kota Depok, para ibu dengan anak di bawah usia dua tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kuesioner pretest dan post-test untuk mengukur pemahaman ibu sebelum dan selama intervensi edukasi. Uji Wilcoxon Signed Rank digunakan untuk menganalisis data dan menilai perubahan tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan para ibu meningkat secara signifikan setelah mengikuti sesi edukasi, dengan efek yang signifikan secara statistik dan nilai p sebesar 0,00. Dengan demikian, penggunaan media edukatif seperti Kalender Gizi dan Menu terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai gizi anak, khususnya dalam pemberian MPASI yang tepat.
EFIKASI DIRI UNTUK MENINGKATKAN PENGGUNAAN KOMPUTER DAN SIMULASI ANBK PADA SISWA SDN PANYAWEUYAN irene, Patricia; Andrea, Shannon; Gultom, Marvin; Halim, Angelina. R; Sigalingging, Della N.; Danuarta, Leo; Kurniawan, Velista J.; Dewi, Fransisca I.R.; Ie, Mei
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i3.32691

Abstract

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan efikasi diri siswa kelas V SDN Panyaweuyan dalam penggunaan komputer, khususnya dalam persiapan untuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Banyak siswa menghadapi tantangan akibat keterbatasan akses teknologi dan kurangnya keterampilan menggunakan komputer, yang menyebabkan kecemasan dalam menghadapi asesmen ini. Untuk mengatasi hal tersebut, kami melaksanakan program dalam tiga tahap : persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, siswa diberikan pelatihan praktis dalam menggunakan komputer, termasuk mengetik, menggunakan perangkat lunak dan berinteraksi dengan sistem ANBK. Pelatihan menggunakan metode interaktif, seperti praktik langsung, sesi tanya jawab dan buatan personal. Evaluasi dengan menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSES) menunjukkan peningkatan pada kepercayaan diri dan keterampilan siswa. Meskipun perbedaan statistik antara hasil pre-test dan post-test cukup moderat, siswa melaporkan merasa lebih nyaman dan mampu menggunakan komputer. Pelatihan ini membantu mereka merasa lebih siap menghadapi ANBK dan mengurangi kecemasan mereka. Dalam kegiatan PKM ini menyoroti pentingnya dukungan teknologi yang berkelanjutan di sekolah untuk membantu siswa beradaptasi dengan pembelajaran dan asesmen berbasis komputer, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan mereka untuk pendidikan masa depan. PKM activities aims to improve the self–efficacy of fifth-grade students at SDN Panyaweuyan in using computers, especially in preparation for the Computer-Based National Assessment (ANBK). Many students struggled with computer use due to limited access and lack of familiarity, leading to anxiety about assessment. To address these challenges, we implemented a three-phase program such as preparation, implementation and evaluation. During implementation, students received guided practice in basic computer skills, including typing, navigating software and interacting with the ANBK system. The training was interactive, involving hands-on practice Q&A sessions and personalized assistance. Evaluations using the General Self-Efficacy Scale (GSES) indicated that students improved in both confidence and computer skills. Although the statistical difference between pre-test and post-test results was moderate, the students reported feeling more comfortable and capable of using computers. This training helped them feel more prepared for ANBK and reduced their anxiety. In this PKM activities emphasise the importance of continuous technological support in schools to help students adapt to computer-based learning and assessments, fostering their confidence and skills for future educational challenges.