cover
Contact Name
Aan Hasanah
Contact Email
dna.mika@unsur.ac.id
Phone
+628999216842
Journal Mail Official
dna.mika@unsur.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.unsur.ac.id/dinamika/about/editorialTeam
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 27158381     DOI : -
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Magister, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of Indonesian language-literature, art, and teaching.
Articles 140 Documents
Representasi Isu Lingkungan dalam Dongeng Anak Nusantara: Kajian Ekokritik Greg Garrard pada "Antologi Panji Setaman" Yusniar Yusniar; Juanda Juanda; Usman Usman; Iswan Afandi
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines environmental issues in Panji Setaman: Kumpulan Dongeng Nusantara through Greg Garrard’s ecocritical perspective. Using a descriptive qualitative method and content analysis, the study identifies words, phrases, clauses, sentences, and narrative fragments that represent ecological issues and classifies them into Garrard’s six tropes: animals, wilderness, dwelling, pollution, apocalypse, and earth. The findings show that all six tropes appear in the anthology, with animals, dwelling, and wilderness as the most dominant. Animals are portrayed as ethical subjects and ecological partners; wilderness as a source of life and a testing ground; and dwelling as a relational way of living connected to home, yard, river, and community. Pollution and apocalypse highlight the consequences of ecological neglect, while earth emphasizes land and water as the basis of survival and targets of exploitation. Ideologically, the anthology promotes a relational environmental ethic and supports ecological literacy in children’s literature learning. ABSTRAK Artikel ini mengkaji isu-isu lingkungan dalam Panji Setaman: Kumpulan Dongeng Nusantara melalui perspektif ekokritik Greg Garrard. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis isi, penelitian ini mengidentifikasi kata, frasa, klausa, kalimat, dan fragmen naratif yang mewakili isu-isu ekologis dan mengklasifikasikannya ke dalam enam trope Garrard: hewan, alam liar, tempat tinggal, polusi, kiamat, dan bumi. Temuan menunjukkan bahwa keenam trope tersebut muncul dalam antologi, dengan hewan, tempat tinggal, dan alam liar sebagai yang paling dominan. Hewan digambarkan sebagai subjek etis dan mitra ekologis; alam liar sebagai sumber kehidupan dan medan uji; dan tempat tinggal sebagai cara hidup relasional yang terhubung dengan rumah, halaman, sungai, dan komunitas. Polusi dan kiamat menyoroti konsekuensi dari pengabaian ekologis, sementara bumi menekankan tanah dan air sebagai dasar kelangsungan hidup dan target eksploitasi. Secara ideologis, antologi ini mempromosikan etika lingkungan relasional dan mendukung literasi ekologis dalam pembelajaran sastra anak. Kata kunci: sastra anak; ekokritik; Greg Garrard; Panji Setaman; isu lingkungan
Romantisisme dalam Novel "Die Leiden Des Jungen Werther" karya Johann Wolfgansg Von Goethe Abel Aprilia Suryadana; Agus Ridwan
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describe the comparison between extroverted and introverted characteristics of the main characters in the Korean version (2006) and the Indonesian version (2023) of the film 200 Pounds Beauty using Carl Gustav Jung’s analytical psychology approach. This approach was chosen because it can reveal personality dynamics through four psychic functions thinking, feeling, sensing, and intuition that shape an individual’s extroverted and introverted orientations. The research employs a qualitative descriptive method with a comparative design, using literature study and documentation techniques on both films. The data, consisting of dialogues, scenes, and expressions of the main characters, were analyzed to identify personality traits based on Jung’s theory.The results show that in the Korean version, the character Hanna/Jenny tends to be extroverted, demonstrated by her courage to appear in public and her pursuit of social recognition, while still harboring inner conflicts that reveal her introverted side. Meanwhile, in the Indonesian version, the character Juwita/Angel displays a balance between the two types, with a dominant introverted nature reflected through self-reflection, guilt, and moral awareness of her identity. Cultural differences also influence the expression of personality and the social values presented. This study concludes that Jung’s analytical psychology theory is effective for analyzing personality in cross-cultural films and understanding the process of self-acceptance. ABSTRAKArtikel ini memaparkan komparasi karakter ekstrovert dan introvert tokoh utama dalam film 200 Pounds Beauty versi Korea (2006) dan versi Indonesia (2023) menggunakan pendekatan psikologi analitik Carl Gustav Jung. Pendekatan ini dipilih karena mampu mengungkap dinamika kepribadian melalui empat fungsi psikis pikiran, perasaan, pengindraan, dan intuisi yang membentuk orientasi ekstrovert dan introvert individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain komparatif dan teknik studi pustaka serta dokumentasi terhadap kedua film. Data berupa dialog, adegan, dan ekspresi tokoh utama dianalisis untuk menemukan ciri kepribadian berdasarkan teori Jung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam versi Korea, tokoh Hanna/Jenny cenderung ekstrovert dengan keberanian tampil di ruang publik dan pencarian pengakuan sosial, namun tetap menyimpan konflik batin yang memperlihatkan sisi introvert. Sementara itu, tokoh Juwita/Angel dalam versi Indonesia memperlihatkan keseimbangan antara kedua tipe, dengan dominasi sifat introvert yang tercermin melalui refleksi diri, rasa bersalah, dan kesadaran moral terhadap identitasnya. Tokoh utama dalam kedua versi film menunjukkan ekspresi kepribadian yang berbeda dalam menanggapi konflik batin dan pencarian jati diri. Penelitian ini menegaskan bahwa teori psikologi analitik Jung efektif digunakan untuk menganalisis kepribadian tokoh dalam film dan memahami proses penerimaan diri melalui dinamika fungsi psikis. Kata kunci: Carl Gustav Jung, ekstrovert, introvert, psikologi analitik  
Struktur Klausa dan Sistem Pivot dalam Bahasa Jawa: Kajian Tipologi Sintaksis Riantika Zahara; Mulyadi Mulyadi; Elvi Jesica Berutu
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe clause structure and the pivot system in Javanese from a syntactic typological perspective. The focus is directed toward two main aspects: word order and coreferential behavior in clause combination as the basis for determining pivot systems. The data were collected using observation and note-taking methods from natural Javanese utterances, supplemented with written sources and linguistic introspection. The analysis applies Dixon’s (1994) pivot test framework, which examines the omission of noun phrases (NPs) in clause coordination and subordination. The results show that Javanese displays a basic SVO word order in active clauses, SV in intransitive clauses, and OVS in passive constructions. In terms of pivot system, Javanese demonstrates an S/A pivot pattern: argument omission occurs directly when the shared argument functions as a subject (S) or agent (A), but requires syntactic transformation (passivization) when functioning as a patient (P). These findings reinforce the classification of Javanese as a nominative-accusative language and contribute to the typological study of Austronesian languages. ABSTRAK Artikel ini mendeskripsikan struktur klausa dan sistem pivot dalam Bahasa Jawa dari perspektif tipologi sintaksis. Fokus kajian diarahkan pada dua aspek utama, yaitu tata urut kata (word order) dan perilaku ko-referensialitas dalam penggabungan klausa sebagai dasar penentuan sistem pivot. Data diperoleh melalui metode simak dan catat terhadap tuturan alami penutur Bahasa Jawa, serta dilengkapi dengan data tertulis dan introspeksi linguistik. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka uji pivot dari Dixon (1994), yang mengamati pelesapan frasa nomina (FN) dalam dua klausa yang digabung secara koordinatif dan subordinatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Jawa memiliki word order dasar SVO pada klausa aktif, SV pada klausa intransitif, dan OVS pada konstruksi pasif. Dalam hal sistem pivot, Bahasa Jawa menunjukkan pola pivot S/A, pelesapan dapat terjadi secara langsung apabila argumen berada dalam posisi subjek (S) atau agen (A), tetapi membutuhkan transformasi sintaksis (pemasifan) apabila berada dalam posisi pasien (P). Temuan ini memperkuat klasifikasi Bahasa Jawa sebagai bahasa nominatif-akusatif dan memberikan kontribusi pada kajian tipologi linguistik bahasa-bahasa Austronesia. Kata kunci: Bahasa Jawa, word order, pivot, tipologi sintaksis, akusatif
Implikatur dalam Podcast "Close The Door" Deddy Corbuzier Qurrotul
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the form and function of conversational implicature in the Close The Door podcast hosted by Deddy Corbuzier through a pragmatic approach. The podcast was chosen because it presents spontaneous, contextual spoken interactions rich in implied meanings. The study used a descriptive qualitative method with data sources in the form of conversations between the host and the interviewee in several podcast episodes. Data were collected through listening and note-taking techniques, then analyzed using conversational implicature theory based on Grice's cooperative principle. The results show that implicatures emerge through the use and violation of the maxims of quantity, quality, relevance, and manner. These implicatures function to convey criticism, satire, evaluation, and normative views indirectly. From a linguistic perspective, the speech in the podcast is dominated by informal, reflective and argumentative spoken language, so listeners need to understand the context of the speech situation to interpret the meaning correctly. These findings indicate that pragmatic studies in digital media can broaden public understanding of language use in modern, dynamic, contemporary communication.. Keywords: implicature; pragmatics; podcast; spoken discourse ABSTRAK Artikel ini  mendeskripsikan bentuk dan fungsi implikatur percakapan dalam podcast Close The Door yang dipandu oleh Deddy Corbuzier melalui pendekatan pragmatik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa percakapan antara host dan narasumber pada beberapa episode podcast. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori implikatur percakapan berdasarkan prinsip kerja sama Grice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikatur muncul melalui pemanfaatan maupun pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Implikatur tersebut berfungsi menyampaikan kritik, sindiran, evaluasi, serta pandangan normatif secara tidak langsung. Dari segi kebahasaan, tuturan dalam podcast didominasi bahasa lisan informal yang reflektif dan argumentatif sehingga pendengar perlu memahami konteks situasi tutur untuk menafsirkan makna secara tepat. Kata Kunci : implikatur; pragmatik; podcast; wacana lisan  
Penggunaan Bahasa Slang di Kalangan Gen Z pada TikTok: Kajian Sosiolinguistik Amella Anandita; Yunita Suryani; Sri Yanuarsih
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines variations in slang used by Generation Z in TikTok content from a sociolinguistic perspective. TikTok, as a short video-based social media platform, encourages concise, expressive, and informal language. This study employed a qualitative descriptive method with observation and content analysis techniques for captions, video text, and the comments section of TikTok content appearing on the For You Page (FYP). The results indicate that slang is predominantly used as a means of emotional expression, attitude affirmation, social judgment, and the formation of group identity and solidarity. The slang variations found include three forms: foreign language borrowings, shortenings, and lexical creations, which emerge in response to the need for fast and contextual digital communication. The meaning of slang is not always lexical, but rather is understood based on the context of use and social agreements within the speech community. These findings suggest that the use of slang by Generation Z on TikTok reflects the dynamics of Indonesian language development in the digital era. ABSTRAK Artikel ini membahas penggunaan bahasa slang yang digunakan oleh Generasi Z pada konten TikTok dalam perspektif sosiolinguistik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan analisis isi terhadap caption, teks dalam video, dan kolom komentar di halaman For You Page (FYP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa slang yang digunakan secara dominan sebagai sarana ekspresi emosi, penegasan sikap, penilaian sosial, serta pembentukan identitas dan solidaritas kelompok. Variasi bahasa slang yang ditemukan meliputi tiga bentuk, yaitu serapan bahasa asing, pemendekan, dan kreasi leksikal, yang muncul sebagai respons terhadap kebutuhan komunikasi digital yang cepat dan kontekstual. Makna bahasa slang tidak selalu bersifat leksikal, melainkan dipahami berdasarkan konteks penggunaan dan kesepakatan sosial dalam komunitas tutur. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa slang oleh Generasi Z di TikTok mencerminkan dinamika perkembangan bahasa Indonesia di era digital. Kata Kunci: generasi Z; slang: TikTok   
Cacat Logika dalam Dialog dan Narasi Tokoh pada Novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna: Kajian Teori Copi dan Cohen Nensilianti Nensilianti; Ridwan; Nur Azkiah Hady Putri
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the forms of logical fallacies found in the dialogues and narrative statements of the characters in Brian Khrisna’s novel Sisi Tergelap Surga. This research employs a qualitative, descriptive approach. The data consist of excerpts of dialogues and narrative passages that contain reasoning errors in the novel. The data were collected through reading and note-taking techniques, and the analysis was conducted by identifying, classifying, and interpreting the types of logical fallacies based on the theory proposed by Copi and Cohen in Introduction to Logic. The results show that the characters’ dialogue and narratives contain several logical fallacies, including ad hominem, appeal to emotion, false dilemma, and hasty generalization. These fallacies appear in various conversational contexts related to domestic conflicts, economic pressures, and the social stigma the characters experience. The use of illogical arguments indicates that the characters’ reasoning is often influenced by emotions, personal experiences, and the social conditions surrounding them. Therefore, analyzing logical fallacies in literary works not only reveals errors in reasoning within character speech but also provides insight into the social and psychological realities that shape the characters’ behavior in the narrative. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk cacat logika yang terdapat dalam dialog dan narasi tokoh pada novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kutipan dialog dan narasi tokoh yang mengandung kesalahan penalaran dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta menafsirkan bentuk cacat logika berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Copi dan Cohen dalam Introduction to Logic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dan narasi tokoh dalam novel tersebut mengandung beberapa bentuk cacat logika, antara lain ad hominem, appeal to emotion, false dilemma, dan hasty generalization. Cacat logika tersebut muncul dalam berbagai konteks percakapan tokoh yang berkaitan dengan konflik rumah tangga, tekanan ekonomi, serta stigma sosial yang dialami tokoh-tokoh tersebut. Penggunaan argumen yang tidak logis tersebut menunjukkan bahwa cara berpikir tokoh sering dipengaruhi oleh emosi, pengalaman hidup, serta kondisi sosial yang dihadapi. Dengan demikian, analisis cacat logika dalam karya sastra tidak hanya membantu memahami kesalahan penalaran dalam bahasa tokoh, tetapi juga memberikan gambaran mengenai realitas sosial dan psikologis yang melatarbelakangi perilaku tokoh dalam cerita. Kata kunci: analisis wacana, cacat logika, Copi dan Cohen, dialog tokoh, novel.
Negosiasi Identitas Sosial Mahasiswa dalam Interaksi Berbahasa: Kajian Sosiolinguistik Yuliana Sari; Lasenna Siallagan; Ayu Nadira Wulandari
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines how university students negotiate their social identity through language practices in everyday interactions within the academic environment. Using a descriptive qualitative approach grounded in interactional sociolinguistics, data were collected through a questionnaire administered to 147 respondents and through the observation of students’ actual speech in formal and informal situations. The data were analyzed using the five principles of identity construction proposed by Bucholtz and Hall (2005), namely emergence, positionality, indexicality, relationality, and partialness. The findings reveal that students’ language practices tend to foreground academic identity, particularly in formal contexts, while regional identity is used situationally and flexibly. Linguistic strategies such as code-switching, style-shifting, and specific lexical choices function as the primary means of constructing and negotiating identity. The study concludes that language is not merely a tool of communication but the central medium through which students dynamically build, position, and display their social identity across interactional contexts.  ABSTRAK Artikel ini mengkaji bagaimana mahasiswa menegosiasikan identitas sosialnya melalui praktik berbahasa dalam interaksi sehari-hari di lingkungan akademik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlandaskan sosiolinguistik interaksional, data dikumpulkan melalui angket terhadap 147 responden serta observasi terhadap praktik berbahasa mahasiswa dalam situasi formal maupun informal. Data dianalisis menggunakan lima prinsip konstruksi identitas yang dikemukakan Bucholtz dan Hall, yaitu emergence, positionality, indexicality, relationality, dan partialness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik berbahasa mahasiswa cenderung menonjolkan identitas akademik, terutama dalam konteks formal, sementara identitas kedaerahan digunakan secara situasional dan fleksibel. Strategi linguistik seperti alih kode, penyesuaian gaya bahasa, dan pilihan leksikal tertentu berfungsi sebagai sarana utama dalam mengonstruksi dan menegosiasikan identitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan medium utama yang digunakan mahasiswa untuk membangun, memosisikan, dan menampilkan identitas sosialnya secara dinamis dalam berbagai konteks interaksi.  Keywords: identitas sosial; negosiasi; praktik berbahasa; sosiolinguistik; mahasiswa
Kajian Tematik dalam Novel "Srimenanti" karya Joko Pinurbo Fadillah Utami; Imas Juidah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the themes in Joko Pinurbo's novel "Srimenanti." A descriptive qualitative method was used. The research used Joko Pinurbo's novel Srimenanti as a data source. The analysis steps included carefully reading the novel, identifying data by highlighting specific sections of the text, identifying elements of character and characterization, plot and events, and thematic unity found in the literary work under study, and selecting relevant data based on the research issues. The analysis revealed six main themes in the novel: trauma and inner wounds, the search for identity and self-worth, art and poetry as a medium of expression, relationships and solidarity, and magical realism and the supernatural. Keywords:  identity; magic; novel; art; solidarity; thematic; trauma ABSTRAK Artikel ini mengkaji tema yang ada dalam novel “Srimenanti” karya Joko Pinurbo. Metode kualitatif deskriptif digunakan penelitian. Penelitian  menggunakan novel Srimenanti karya Joko Pinurbo sebagai sumber data. Langkah-langkah analisis mencakup membaca novel dengan seksama, menetapkan data dengan menandai bagian-bagian tertentu dari teks novel, mengenali elemen-elemen tokoh dan karakterisasi, alur serta peristiwa, serta kesatuan tema yang dapat ditemukan dalam karya sastra yang diteliti, dan menyeleksi data yang relevan berdasarkan isu-isu yang ada dalam penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada enam tema utama yang diangkat dalam novel ini di antaranya, yaitu tema trauma dan luka batin, tema pencarian jati diri dan identitas, tema seni dan puisi sebagai medium ekspresi, tema hubungan dan solidaritas, serta tema realisme magis dan dunia gaib. Kata kunci: identitas; magis; novel; seni; solidaritas; tematik; trauma
Metaexplain: Inovasi Media Pembelajaran Meta AI dalam Teks Eksplanasi pada Siswa Kelas X SMA Yesiyatus Sakinah; Mochamad Arifin Alatas
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the use of MetaExplain as a Meta AI-based learning medium in teaching explanatory texts to 10th-grade students at Sampang 1 Public High School. The issues underlying this study are students’ still-low ability to understand and write explanatory texts, as well as the suboptimal use of technology-based learning media in teaching and learning activities. This study aims to describe the process and outcomes of using MetaExplain in explanatory text instruction. It employs a qualitative descriptive approach with a field research design. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation, while data analysis techniques included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that the use of MetaExplain fosters a more interactive, innovative, and student-centered learning process. Furthermore, the Meta AI-based platform helps improve students’ understanding of the structure and linguistic conventions of explanatory texts and enhances their ability to write in a more coherent and logical manner. The implementation of MetaExplain also has a positive impact on students’ motivation, engagement, and self-directed learning in Indonesian language instruction. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pemanfaatan MetaExplain sebagai media pembelajaran berbasis Meta AI dalam pembelajaran teks eksplanasi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sampang. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan siswa dalam memahami dan menulis teks eksplanasi serta belum optimalnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses serta hasil penggunaan MetaExplain dalam pembelajaran teks eksplanasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan MetaExplain mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan berorientasi pada peserta didik. Selain itu, media berbasis Meta AI membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap struktur serta kaidah kebahasaan teks eksplanasi dan meningkatkan kemampuan menulis secara lebih runtut dan logis. Pemanfaatan MetaExplain juga memberikan dampak positif terhadap motivasi, keaktifan, dan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kata kunci: meta AI; media pembelajaran; teks eksplanasi
Semiotika Ferdinand De Saussure dalam Iklan Marjan di Televisi: Studi Kasus: Iklan Tahun 2019-2026 Wiwi Sulistiani; Rifni Zuyinna; Qonita Sholihat; Putri Nabila; Istiqamah Istiqamah
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describe the meaning contained in Marjan advertisements for the Ramadan edition from 2019 to 2026 using Ferdinand de Saussure's semiotic approach. Advertisements are chosen as the object of study due to their powerful role in shaping product image and conveying messages through visual and narrative elements. The method used is descriptive qualitative, with data collected through observation and literature review. The findings reveal that Marjan advertisements consistently present signifiers in the form of visual elements such as characters, settings, and symbols of togetherness, and signifieds in the form of cultural meanings, emotional values, and moral messages. Narratives inspired by Indonesian folklore are packaged in a modern way to create a deep impression of togetherness, warmth, and hope, particularly within the context of the Ramadan month. This strategy positions Marjan advertisements not only as promotional media but also as a means of reinforcing cultural identity and social values in society.. Keywords: advertisement; semiotics; signifier; signified; television. ABSTRAK Artikel ini memaparkan makna yang terkandung dalam iklan Marjan edisi Ramadhan tahun 2019 sampai dengan tahun 2026 menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Iklan dipilih sebagai objek kajian karena memiliki kekuatan dalam membentuk citra produk dan menyampaikan pesan melalui unsur visual dan naratif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Marjan secara konsisten menampilkan penanda (signifier) berupa elemen visual seperti tokoh, latar, dan simbol kebersamaan, serta petanda (signified) berupa makna-makna budaya, nilai emosional, dan pesan moral. Narasi yang diangkat dari cerita rakyat Indonesia dikemas secara modern untuk menciptakan kesan mendalam tentang kebersamaan, kehangatan, dan harapan, terutama dalam konteks bulan Ramadhan. Strategi ini menjadikan iklan Marjan tidak hanya sebagai media promosi, tetapi juga sebagai sarana penguatan identitas budaya dan nilai sosial di tengah masyarakat. Kata kunci: iklan; semoitika; signifier; signified; televisi.