cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta" : 16 Documents clear
Yarsi Analisis Vegetasi dan Realitas Kerusakan Ekosistem Mangrove di Gunung Kijang Bintan Efendi, Yarsi; Puspita, Lani; Syamsi, Fauziah; Ardiansyah, Rio
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.14468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi vegetasi mangrove di Pulau Bintan, khususnya di kawasan Gunung Kijang, serta mengevaluasi tingkat kerusakannya. Metode yang digunakan adalah survei dengan penempatan tiga transek untuk mengumpulkan data mengenai kerapatan, frekuensi, dominansi, nilai penting, dan tingkat kerusakan vegetasi mangrove. Ditemukan 13 jenis mangrove sejati dan 3 jenis mangrove asosiasi, dengan Rhizophora apiculata sebagai spesies dominan di semua transek berdasarkan hasil sensus dan pengamatan. Terdapat variasi dalam vegetasi, dengan total 796 pohon per hektar di lokasi pengamatan, yang menunjukkan kondisi "rusak" sesuai dengan kriteria kerusakan mangrove yang diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. 201 Tahun 2004. Oleh karena itu, diperlukan upaya rehabilitasi dan konservasi mangrove, termasuk penanaman kembali spesies mangrove dan pengelolaan berkelanjutan sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini. Kata kunci : Analisis Vegetasi, Gunung Kijang Bintan, Tingkat Kerusakan
Keunikan Plestiastrea sp., Acropora Cervicornis, Pleuractis Paumotensis di perairan Laut Teluk Tamiang, Kalimantan Selatan Jumrodah, Jumrodah; Indriani, Amanda; Rosida, Anis; Najhah, Nor Rezqiyatun; Nuridah, Nuridah; Pitria, Pitria; Azizah, Sarah; Maysaroh, Siti; Alia, Rahmah
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.14498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfologi tiga spesies yaitu Plestiastrea sp, Acropora cervicornis, dan Pleuractis paumotensis yang ditemukan di ekosistem terumbu karang Teluk Tamiang, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan observasi langsung melalui snorkeling, pengambilan dokumentasi foto bawah air, dan pengamatan mikroskopis terhadap sampel. Selain itu, dilakukan juga pengukuran parameter lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, dan intensitas cahaya untuk mengetahui kondisi habitat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ketiga spesies memiliki morfologi yang khas dan berpotensi sebagai bioindikator kesehatan ekosistem. Plestiastrea sp. memiliki koloni bulat dengan polip besar; Acropora cervicornis memiliki cabang menyerupai tanduk rusa; sedangkan Pleuractis paumotensis berbentuk cakram dengan septa radial. Penelitian ini memberikan informasi awal yang dapat mendukung kajian taksonomi dan pelestarian spesies lokal di wilayah pesisir Kalimantan Selatan Kata kunci : Ekosistem terumbu karang, Teluk Tamiang
Potensi Formulasi Sediaan Hair Tonic Herbal Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Sebagai Antifungi Pityrosporum ovale dan Microsporum canis Secara In Vitro sundari, wiwik; Mayasari, Ulfayani; Nasution, Rizki Amelia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.14986

Abstract

Pityriasis capitis (ketombe) adalah kelainan kulit kepala yang ditandai dengan sisik putih terasa gatal yang disebabkan oleh sejumlah jamur. Hair tonic yang beredar banyak berasal dari bahan sintetis seperti minoxidil, metil paraben dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan iritasi kulit. Daun sirih (Piper betle L.) memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, terpenoid dan steroid yang berperan sebagai antifungal yang dimodifikasi menjadi produk sediaan herbal hair tonic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan zona hambat ekstrak daun sirih (Piper betle L.) terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale dan Microsporum canis serta mengetahui kemampuan zona hambat sediaan hair tonic herbal ekstrak daun sirih (Piper betle L.) dalam pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale dan Microsporum canis. Dalam penelitian ini digunakan 4 perlakuan konsentrasi ekstrak daun sirih (Piper batle L.) dan 3 ulangan menggunakan metode difusi cakram. Hasil yang diperoleh ekstrak daun sirih (Piper betle L.) memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale dengan konsentrasi 15% (1.71 mm), 20% (8.88 mm), 25% (10.03 mm) dan 30% (11.28 mm). Pada jamur Microsporum canis ekstrak daun sirih (Piper betle L.) tidak memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan jamur. Sediaan hair tonic herbal ekstrak daun sirih (Piper betle L.) memiliki efektivitas dalam menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale dengan konsentrasi 20% (1,15%), 25% (5,61) dan 30% (10,01). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan sediaan herbal hair tonic ekstrak daun sirih (Piper betle L) dapat menghambat jamur Pityrosporum ovale Kata kunci : Microsporum canis, Pityrosporum ovale, Hair tonic ekstrak daun sirih
Kajian Morfologi Tumbuhan Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) di Desa Tewah Pupuh Kecamatan Benua Lima Kabupaten Barito Timur Sari, Dayana Widhi Mega; Dharmono, Dharmono; Mahrudin, Mahrudin
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15053

Abstract

Morfologi tumbuhan merupakan salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh tumbuhan. Bawang dayak (Eluetherine bolbusa) merupakan tanaman yang sering dimanfaatkan karena memiliki berbagai aktivitas dan khasiat bagi kesehatan. Tanaman ini banyak tumbuh di wilayah Kalimantan dan juga tersebar hingga ke daerah Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfologi tumbuhan Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) di Desa Tewah Pupuh, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan Bawang Dayak memiliki akar serabut menyebar dan berwarna cokelat, daun tunggal berbentuk bersegi dengan warna hijau, serta bunga tunggal dengan tipe malai yang terletak di ujung daun. Buahnya berbentuk bulat telur dan terletak di atas tangkai bunga, sedangkan umbinya juga berbentuk bulat telur dengan diameter kurang lebih 3 cm. Kata kunci : Bawang Dayak, Barito Timur, Desa Tewah Pupuh, morfologi, tumbuhan
Konsentrasi Bahan Kimia Fogging Pada Pengendalian Life Table Nyamuk Aedes Aegypti Sebagai Host Definitive Virus Demam Berdarah Dengue Adhin, Kang; Rafik, A.; Aqwam, Adhi; Maryaningsih, Yuyun; Fitriani, Fitriani; Mulianingsih, Ermy; Nurhidayah, Jumratul; Endang, Hetti Koes; Muslimin, M. Ichwanul; Khairunnisa, Rizka; Annas1, Fahrul; Setiawan, Aldi; Septian, Puput; Yuniati, Nilasari Indah
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15479

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor primer yang berperan dalam penularan virus dengue penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pada awal tahun 2023, Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menetapkan status Kejadian Luar Biasa penyakit DBD. Data kejadian DBD di Kota Bima sejak Tahun 2020 mengalami fluktuasi. Namun, CFR tertinggi terjadi pada Tahun 2023, dengan rata-rata 2,05%. Berbagai metode pengendalian vektor dengue dapat diterapkan salah satunya dengan fogging dan abatisasi, tetapi populasi Aedes aegypti masih belum dapat dikendalikan. Sementara itu, Resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida (cypermethrin dan malathion) telah dilaporkan di berbagai Daerah. Peneliti bertujuan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai konsentrasi bahan kimia fogging dalam pengendalian nyamuk Aedes aegypti di Kota Bima yang diukur berdasarkan life table nyamuk. Penelitian yang dilakukan dengan rancangan observasi analitik dan jenis studi uji laboratorium dalam rentang waktu bulan Agutus hingga November 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non Random Purpossive Sampling dengan prosedur penelitian antara lain: pembuatan formula bahan kimia fogging; (2) rearing nyamuk Aedes aegypti; (3) uji toksisitas bahan kimia; (4) analisis data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa seluruh formula sifenotrin terbukti mampu menghambat perkembangan seluruh stadium nyamuk Aedes aegypti namun dalam waktu efektifitas yang berbeda. Formula bahan kimia fogging : F1 (Sifenotrin 1,5 ml + solar 98,5 ml), F2 (Sifenotrin 2 ml + solar 98 ml), F3 (Sifenotrin 2,5 ml + solar 97,5 ml), F4 (Sifenotrin 3 ml + solar 97 ml) dan F5 (Sifenotrin 3,5 ml + solar 96,5 ml) efektif dalam membunuh seluruh tahapan life table nyamuk Aedes aegypti dalam kisaran waktu 4 menit sampai dengan 2 jam 53 menit. Serta diketahui bahwa efikasi sifenotrin terutama pada stadium imago dengan kematian dalam hitungan menit, namun juga efektif pada stadium nyamuk lainnya meskipun pada waktu yang lebih lama. Kata kunci : Aedes Aegpyti, Bahan Kimia, DBD, Fogging, Sifenotrin
Studi Studi Keanekaragaman dan Pemanfaatan Sirih-sirihan (Piperaceae) Sebagai Obat Tradisioal di Desa Tanjung Merawa Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo Sembiring, Anggri Yupita Sari; Ariska, Raja Novi
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman dan pemanfaatan tumbuhan sirih-sirihan (Piperaceae) sebagai obat tradisional di Desa Tanjung Merawa. Tumbuhan sirih-sirihan telah lama digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengobati berbagai penyakit, namun informasi mengenai spesies yang digunakan dan cara pemanfaatannya masih terbatas. Metode penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi untuk menjelajahi lokasi penelitian guna menemukan tumbuhan sirih-sirihan, wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan sirih-sirihan sabagai tumbuhan obat, serta dokumentasi dan analisis data. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling, dengan memilih 10 informan kunci dan 20 informan non-kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 spesies tumbuhan sirih-sirihan (Piperaceae) yang ditemukan di desa Tanjung Merawa dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tumbuhan-tumbuhan tersebut dikelompokkan ke dalam dua genus, yaitu Piper dan Peperomia. Genus Piper mencakup sirih hijau (Piper betle), sirih merah (Piper crocatum), sirih hutan (Piper aduncum), lada hitam (Piper nigrum), dan sirih kuning, sirih udang, serta sirih belasih (Piper spp). Sedangkan genus Peperomia terdapat sirih cina (Peperomia pellucida). Pengolahan tumbuhan dilakukan dengan cara direbus (40%), dikunyah (32,5%), diremas (15%), dan dihaluskan (12,5%). Sementara itu, cara penggunaannya bervariasi, di antaranya ditempel (22,5%), diminum (20%), dimakan (17,5%), disembur (15%), dimandikan (12,5%), dikompres (5%), dikumur (5%), dan ditetes (2,5%). Kata kunci: Keanekaragaman, Sirih-sirihan, Pemanfaatan, Obat Tradisional, Masyarakat Tanjung Merawa
Pengaruh Penambahan Ecoenzyme pada Formula Trichoderma asperellum Berbahan Dasar Ketan Hitam Terhadap Klorofil Daun Padi Varietas Bujang Marantau Putri, Annisa; Anhar, Azwir
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15594

Abstract

Padi Varietas Bujang Marantau adalah varietas padi lokal yang berasal dari Tanah Datar dan juga tersebar di tempat lain di sumatera barat misalnya Solok. Umumnya budidaya padi menggunakan pupuk anorganik sehingga dapat merusak kualitas tanah. Maka perlu alternatif seperti biofertilizer yang mengandung mikroba menguntungkan seperti Trichoderma sp. Trichoderma sp. banyak digunakan dalam perkembangan dan pertahanan tanaman. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh proses metabolisme termasuk fotosintesis. Klorofil sebagai komponen vital dalam fotosintesis, berperan menyerap cahaya untuk dikonversi menjadi energi di dalam sel tanaman. Perbanyakan jamur ini biasanya menggunakan PDA, hanya saja PDA memiliki kekurangan maka diperlukan ketan hitam sebagai media alternatif pertumbuhan jamur. Penggunaan ketan hitam sebagai media tumbuh Trichoderma sp. masih belum dapat meningkatkan umur simpannya sehingga membutuhkan nutrisi tambahan dari ecoenzyme yang bersifat asam dan baik untuk menghasilkan hormon tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ecoenzyme pada formula Trichoderma asperellum berbahan dasar ketan hitam terhadap kadar klorofil daun padi Varietas Bujang Marantau. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi ecoenzyme (0%, 20%, 40%, 60%, dan 80%) dan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ecoenzyme berpengaruh signifikan terhadap kadar klorofil daun padi. Konsentrasi ecoenzyme 80% memberikan hasil tertinggi pada kadar klorofil a (6,90 mg/L), klorofil b (8,17 mg/L), dan klorofil total (15,21 mg/L). Hal ini menunjukkan bahwa ecoenzyme dapat meningkatkan aktivitas Trichoderma asperellum dalam menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk sintesis klorofil, sehingga mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang penggunaan ecoenzyme sebagai nutrisi tambahan dalam formula biofertilizer berbasis Trichoderma sp. untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi. Kata kunci: Ketan hitam, Padi Bujang Marantau, Klorofil, Ecoenzyme, Trichoderma asperellum
Keragaman Jenis Lalat Pengganggu pada Kuda di Istana Kepresidenan Cipanas Zaman, Syifa Faujiah; Siagian, Tetty Barunawati; Wijaya, Surya Kusuma; Nuriman, Trian Gustiana
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15595

Abstract

Kuda merupakan jenis mamalia pemakan rumput yang cukup berperan penting dalam kehidupan manusia sejak bertahun-tahun yang lalu. Permasalahan yang sering terjadi pada kuda, yaitu akibat infestasi ektoparasit. Salah satu ektoparasit yang dapat menimbulkan permasalahan kesehatan pada kuda, yaitu lalat. Lalat merupakan ektoparasit sebagai vektor penyakit dari agen virus, bakteri, protozoa, dan telur cacing. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis-jenis lalat pengganggu pada kuda serta mengevaluasi faktor lingkungan yang mendukung keberadaannya. Penelitian ini dilakukan selama 1 minggu. Lalat ditangkap menggunakan perangkap lem kertas dan secara manual dilakukan dengan cara mengambil atau menangkap lalat secara langsung pada setiap bagian tubuh kuda. Lem kertas dipasang di lingkungan sekitar kandang kuda, area paddock, dan area umbaran. Waktu penangkapan lalat pada pukul 08.00 pagi sampai 15.00 sore. Lalat yang terperangkap dalam lem kertas dieuthanasi menggunakan alkohol dan disimpan dalam pot sampel yang berisi alkohol 70% hingga pemeriksaan. Semua sampel kemudian dibawa ke laboratorium stable kuda Istana Cipanas untuk diamati dan diidentifikasi dengan menggunakan kunci identifikasi. Hasil sampel yang telah diidentifikasi selanjutnya dianalisis untuk mengetahui kepadatan lalat yang dinyatakan sebagai kelimpahan nisbi dan dominasi spesies. Lalat pengganggu yang ditemukan di stable kuda Istana Kepresiden Cipanas, yaitu Musca domestica 53, 31%, Chrysomya megacephala 4,61%, Sarcophaga sp. 0,01%, dan Tabanus sp. 0,04%. Lalat pengganggu yang paling dominan adalah jenis lalat Musca domestica. Keberadaan lalat ini erat kaitannya dengan suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan manajemen kebersihan yang kurang baik, sehingga mempengaruhi tingginya populasi lalat di stable kuda Istana Kepresidenan Cipanas. Kata kunci : Kuda, lalat penggaggu, Musca domestica
Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) dan Cangkang Telur sebagai Masker Gel Peel Off Anti Acne Lestari, Ayuni; Nasution, Rizki Amelia; Selvia, Irda Nila
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15654

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) telah lama dikenal sebagai tanaman herbal dengan aktivitas antibakteri dan antiinflamasi, sedangkan cangkang telur mengandung mineral dan protein yang dapat memperbaiki kesehatan kulit. Kombinasi kedua bahan alami ini berpotensi dikembangkan menjadi produk perawatan kulit, khususnya masker anti jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan masker gel peel-off anti jerawat berbahan kombinasi ekstrak daun kemangi dan cangkang telur. Daun kemangi dipilih karena kandungan flavonoid, alkaloid, dan tanin yang bersifat antibakteri, sedangkan cangkang telur kaya akan kalsium dan protein yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Metode penelitian meliputi ekstraksi maserasi, uji fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin. Uji antibakteri menunjukkan bahwa formula dengan konsentrasi 3% ekstrak daun kemangi dan cangkang telur menghasilkan zona hambat sebesar 9,36 mm, sedangkan kontrol positif (klindamisin) menghasilkan 14,1 mm. Evaluasi karakteristik fisik masker gel (pH, daya lekat, daya sebar, waktu kering) memenuhi standar SNI. Kesimpulannya, kombinasi ekstrak daun kemangi dan cangkang telur berpotensi sebagai bahan aktif dalam masker gel peel-off anti jerawat, meskipun efektivitasnya masih di bawah antibiotik standar. Kata kunci: Ekstrak daun kemangi, cangkang telur, masker gel peel off, Propionibacterium acnes
POTENSI ANTIBAKTERI DAUN BIDARA (Ziziphus spina-christi L.) SEBAGAI SHEET MASK GEL TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes Nasution, Rahmadani Sandra; Rasyidah, Rasyidah; Mayasari, Ulfayani
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15794

Abstract

Daun bidara (Ziziphus spina-christi L.) telah dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, serta mengandung senyawa saponin yang memiliki kemampuan sebagai agen antibakteri yang efektif sehingga cocok untuk dijadikan produk inovatif berbentuk masker gel. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan aktivitas dari gel daun bidara sebagai sheet mask gel berbahan alami terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes untuk pengobatan jerawat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, ekstrak daun bidara dibuat dengan konsentrasi 10%,15%,20%,25% dan 30%. Ekstraksi daun bidara dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol sebesar 96%. Pengujian aktivitas ekstrak daun bidara menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif klindamisin dan kontrol negatif DMSO dengan tiga kali pengulangan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, uji aktivitas antibakteri pada ekstrak daun bidara terhadap Propionibacterium acnes konsentrasi 10%,15%,20%,25% dan 30% membentuk zona bening sebesar 1,87 mm; 4,83 mm; 6,68 mm ; 10,7 mm; dan 14,15mm. Sehingga uji aktivitas antibakteri pada sediaan sheet mask gel ekstrak daun bidara terhadap Propionibacterium acnes yaitu konsentrasi 25% dan 30% dengan zona hambat 10,7 mm dan 14,15 mm tergolong zona hambat kuat. Hasil uji organoleptik yang paling disukai adalah 30% berdasarkan warna dan bau, 25% berdasarkan bentuk dan tekstur. Hasil uji iritasi, uji pH ,uji Viskositas, uji daya sebar dan uji homogenitas telah memenuhi standar mutu sediaan masker sheet mask gel. Kata kunci : ekstrak daun bidara, Sheet mask gel, antibakteri,zona bening, Propionibacterium acnes

Page 1 of 2 | Total Record : 16