cover
Contact Name
Heru Susanto
Contact Email
anto.eru84@gmail.com
Phone
+6285245145680
Journal Mail Official
cakrawala@stkipsingkawang.ac.id
Editorial Address
STKIP SIngkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Cakrawala Linguista
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 25979779     EISSN : 25979787     DOI : http://dx.doi.org/10.26737/cling
CAKRAWALA LINGUISTA is a peer-reviewed scientific open access, with e-ISSN 2597-9787 and p-ISSN 2597-9779 published by Institute for Managing and Publishing Scientific Journals at STKIP Singkawang, Indonesia in 2015. In Last 2016 Cakrawala Linguista has built Organization and Editorial team to publish scientific paper. Cakrawala Linguista is Journal of applied linguistic which publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in July and December. The scopes of the topics include, but not limited to: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature. Articles can be written in English, Indonesian or Malay. Please send the articles to our OJS system.
Articles 121 Documents
Inovasi Kompetensi Pedagogik Mahasiswa PPG Dalam Jabatan (Daljab) pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di FKIP UNTIDAR Mulyani, Mimi; Prasetyo, Riyan; Farikah, Farikah; Jendriadi, Jendriadi
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 1 (2025): Volume 8, Number 1 July 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i1.7433

Abstract

Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) yang diselenggarakan pemerintah bertujuan mencetak pendidik profesional dengan kompetensi pedagogik, mencakup kemampuan menyusun tujuan pendidikan, memahami perkembangan peserta didik, memilih metode pembelajaran tepat, serta mengevaluasi hasil belajar. Implementasi kompetensi ini masih belum optimal. Berdasarkan observasi di kelas ditemukan ketidaksesuaian antara rencana dan praktik pembelajaran khususnya pada tahap membuka, mengelola, dan menutup pembelajaran. Selain itu, mahasiswa PPG Daljab belum sepenuhnya mampu mengaitkan pembelajaran dengan konteks dunia nyata dan menanamkan nilai karakter kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji kompetensi pedagogik mahasiswa PPG Daljab FKIP UNTIDAR melalui analisis praktik mengajar yang direkam dalam bentuk video. Aspek yang diamati meliputi perencanaan pembelajaran, penampilan mahasiswa saat membuka, mengelola, menutup pembelajaran, serta pelaksanaan asesmen mencakup ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa modul ajar yang disusun mahasiswa sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan kementerian, termasuk elemen identitas sekolah, kompetensi awal, profil pelajar Pancasila, hingga asesmen dan remedial. Mahasiswa PPG Daljab umumnya telah menguasai tujuh aspek kompetensi pedagogik, meskipun belum sepenuhnya optimal. Mereka mampu merancang strategi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik, menjelaskan materi dengan jelas, mengembangkan kurikulum, serta menyusun modul ajar yang lengkap. Selain itu, mahasiswa dapat menggunakan media pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik dan berkomunikasi secara santun dan penuh empati. Evaluasi umumnya dilakukan di akhir pembelajaran. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan program PPG untuk meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa, sehingga mampu mengelola pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna
Metode Pembelajaran Diskusi Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa di Kelas X B Sma Islam Ar-Rofi'iyyah Rhomadania, Lailatul; Rizqiyanti, Nur; Susetya, Hemas Haryas Harja
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.7625

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode diskusi dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa di kelas X B SMA Islam Ar-Rofi’iyyah. Keaktifan belajar dalam penelitian ini diukur melalui lima indikator: inisiatif berbicara, keterampilan bertanya, kemampuan berargumentasi, kolaborasi, dan pemahaman materi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui observasi dan teknik simak catat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan (Miles & Huberman). Validitas data dijamin dengan triangulasi, member check, dan audit trail. Penelitian ini mengisi gap kajian sebelumnya yang cenderung deskriptif dan belum mengevaluasi indikator keaktifan belajar secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi secara konsisten mampu mendorong partisipasi aktif siswa, meningkatkan keberanian dalam berpendapat, serta memperkuat kerja sama dalam kelompok. Penelitian ini berkontribusi secara ilmiah dalam pengembangan strategi pembelajaran partisipatif berbasis pendekatan sosiokultural di kelas. Dengan demikian, diskusi terbukti sebagai metode yang efektif untuk meningkatkan kualitas interaksi belajar dan keaktifan siswa secara menyeluruh.Kata Kunci: metode diskusi, keaktifan belajar, studi kasus, pendekatan sosiokultural.Abstract: This study aims to examine the effectiveness of the discussion method in increasing student learning activeness in class X B of Ar-Rofi'iyyah Islamic High School. Learning activeness in this study is measured through five indicators: speaking initiative, questioning skills, argumentation skills, collaboration, and material understanding. Using a qualitative approach with a case study design, data were obtained through observation and note-taking techniques. Data analysis was conducted through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing (Miles & Huberman). Data validity was guaranteed by triangulation, member check, and audit trail. This research fills the gap of previous studies that tend to be descriptive and have not evaluated learning activeness indicators comprehensively. The results show that the consistent application of the discussion method is able to encourage students' active participation, increase their courage in expressing their opinions, and strengthen cooperation in groups. This research contributes scientifically to the development of participatory learning strategies based on a sociocultural approach in the classroom. Thus, discussion is proven as an effective method to improve the quality of learning interaction and students' overall activeness.Keywords: discussion method, learning engagement, case study, sociocultural approach.
Ironi pada Debat Calon Presiden Indonesia Tahun 2024 Parasian, Nehemia Anugrah; Saragih, Erikson; Mulyadi, Mulyadi; Az-Zahra, Namira
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.7921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, tujuan, dan fungsi ironi yang muncul dalam debat calon presiden Indonesia tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model analisis isi dan tematik.Data berupa tuturan para kandidat diambil dari rekaman video keseluruhan debat yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hasil penelitian menunjukkan adanya 152 temuan ironi yang terbagi menjadi tiga bentuk: 63 ironi verbal, 38 ironi dramatis, dan 51 ironi situasional. Tujuan penggunaan ironi meliputi mengkritik lawan, membangun citra diri, menciptakan kedekatan dengan publik, menggiring opini sosial, serta menunjukkan inklusivitas. Adapun fungsi tindak tutur yang ditemukan meliputi representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, dengan dominasi pada fungsi representatif. Temuan ini memperlihatkan bahwa ironi dalam debat capres berperan sebagai strategi retoris sekaligus instrumen politik yang efektif untuk memengaruhi opini publik dan memperkuat citra kandidat.
Pembelajaran Kontekstual Berbasis Magang dalam Mengembangkan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia Kholishoh, Vina Mawaddatul
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.7821

Abstract

AbstrakSeorang guru perlu memahami pendidikan dan proses pengajaran baik secara teori maupun praktik. Oleh karena itu, kegiatan asistensi mengajar menjadi penting agar mahasiswa bisa mengamati proses belajar mengajar secara langsung dan mendapat pembelajaran terkait mengelola kelas dan penyusunan perangkat pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kemampuan mengajar mahasiswa tadris bahasa Indonesia melalui pengalaman magang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis magang memberikan dampak cukup baik dan sesuai dengan program kurikulum merdeka belajar yang memungkinkan mahasiswa belajar secara utuh dan mengalami berbagai tantangan dan dinamika pembelajaran di kelas sepertihalnya kesulitan dalam penyusunan perangkat ajar secara mandiri. Magang sebagai aktualisasi pengembangan kompetensi pedagogik menunjukkan magang bukan sekedar praktik mengajar melaikan ruang pembelajaran reflektif yang mendorong pertumbuhan kompetensi pedagogik mahasiswa.Kata kunci: pembelajaran kontekstual, kompetensi pedagogic, magangAbstractA teacher needs to understand education and the teaching process both in theory and practice. Therefore, teaching assistance activities are important so that students can observe the teaching and learning process directly and get learning related to managing classes and compiling learning devices. This study aims to describe the development of teaching skills of Indonesian language education students through internship experiences. This study uses a qualitative descriptive method, with data collection techniques using interviews, observations and documentation. The data analysis technique uses an interactive model proposed by Miles and Huberman. The results of this study indicate that internship-based contextual learning is very significant with the independent learning curriculum program which allows students to learn as a whole and experience various challenges and dynamics of learning in the classroom. Internships as an actualization of the development of pedagogical competence show that internships are not just teaching practices but reflective learning spaces that encourage the growth of students' pedagogical competence.Keywords: contextual learning, pedagogical competence, internships  
Lexical Density: Comparative Analysis of "Amboyo" and "Dayakng Janjola" in Dayak Kanayatn Language Giovani, Wanda
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.8060

Abstract

This study analyzes linguistic and cultural transformations in the Dayak Kanayatn community by a quantitative assessment of lexical density. This research posits that an analysis of lexical density can indicate quantifiable changes between traditional and current songs, mirroring broader cultural evolution. The research contrasts two significant musical artifacts: the traditional religious song "Amboyo," integral to the Naik Dango harvest ceremony, and the contemporary popular song "Dayakng Janjola," which embodies modern expression. This study utilizes the methodology proposed by Ure (1971) to calculate lexical density, thereby evaluating the proportion of meaningful (lexical) words relative to the total word count in the lyrics of the two songs.The results demonstrate that "Amboyo" comprises a substantially greater number of words than "Dayakng Janjola." The results indicate a linguistic transformation in Dayak Kanayatn music, shifting from a medium for conveying profound narratives, mythological, and cosmological information to a vehicle for immediate emotional expression, entertainment, and social connectivity. The study indicates that variations in lexical density represent not only a linguistic phenomena but also a quantitative reflection of language evolution, cultural transmission, and identity formation within the contemporary Dayak Kanayatn group.1
Korupsi dan Hiperrealitas: Analisis Sosiologi Sastra terhadap Pementasan Sekadar Imajinasi oleh Teater Koma Fine, Welcy
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.7975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi korupsi dan konstruksi hiperrealitas dalam pementasan Sekadar Imajinasi karya Teater Koma melalui perspektif sosiologis dan postmodern. Kajian ini menelusuri bagaimana korupsi, baik secara moral maupun institusional, disimulasikan dalam ruang fiksional serta bagaimana konsep keadilan berubah menjadi ilusi performatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis tekstual dan performatif. Data diperoleh melalui observasi pementasan, dokumentasi, dan analisis naskah. Teknik analisis mengacu pada konsep hiperrealitas Jean Baudrillard dan kritik sastra sosiologis untuk menafsirkan bagaimana korupsi dan keadilan diaestetisasi di atas panggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pementasan ini mentransformasikan korupsi menjadi tontonan simbolik yang mengungkap desensitisasi masyarakat terhadap kemerosotan moral. Adegan ruang sidang berfungsi sebagai metafora bagi masyarakat yang menjadikan kehancuran etika sebagai drama yang didramatisasi dan dikonsumsi sebagai hiburan. Melalui penerapan metateater dan performativitas reflektif, Teater Koma membangun representasi keadilan yang secara emosional meyakinkan tetapi secara sosial hampa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sekadar Imajinasi tidak hanya mengkritik praktik korupsi, tetapi juga menyingkap bagaimana representasi hiperreal menggantikan keterlibatan moral yang autentik dalam budaya kontemporer.
Analisis Struktur Naratif Greimes pada Legenda Pontianak dan Implementasi Pembelajarannya Asyura, Muhammad -
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.8012

Abstract

ABSTRAKLegenda merupakan satu di antara sarana untuk menyampaikan sejarah dan budaya di Pontianak, Kalimantan Barat. Legenda Pontianak diyakini oleh masyarakat benar terjadi dan melekat sebagai identitas sehingga perlu dikaji dari sudut pandang sastra. Penelitian ini merupakan studi dokumentasi dengan tujuan mendeskripsikan dua jilid Legenda Pontianak dengan pendekatan struktural Greimes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skema aktan pada jilid 1 berfokus pada konflik tokoh utama yaitu Intan Lamang yang berubah menjadi Kuntilanak dan jilid 2 berfokus pada tokoh Syarif Abdurrahman Al-Qadrie yang diangkat menjadi sultan. Selain itu, kedua jilid legenda tersebut telah memenuhi lima tahapan skema struktural sehingga alur cerita mudah dipahami dan dapat dijadikan bahan pembelajaran sastra di sekolah.
Kesantunan Berbahasa di Ruang Digital: Kajian Pragmatik Terhadap Komunikasi Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Melalui WhatsApp Saragih, Elza Leyli Lisnora; Simorangkir, Samuel B.T; Caroline, Caroline
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.8056

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian kesantunan berbahasa pada era digital antara mahasiswa dan dosen di Universitas HKBP Nommensen Medan  dengan menggunakan media whatsapp dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Data utama dikumpulkan berupa ujaran-ujaran yang langsung dari percakapan dosen dan mahasiswa melalui whatsapp. Data yang berupa kata-kata atau teks tersebut kemudian dianalisis dan hasil analisis  berupa penggambaran atau deskriptif. Untuk mendapatkan data yang sah dan valid, dilakukan uji validitas data yang berupa triangulasi data menurut berbagai sumber data. Hasil penelitian menunjukan penggunaan penanda kesantunan oleh mahasiswa dan dosen berupa penanda  menyapa dan menawarkan bantuan, menyetujui, ucapan terima kasih,meminta,meminta maaf, memberi pujian, memberi peringatan,memberi saran alternatif, menginformasikan, menolak dan  memberi perintah. Mahasiswa juga menggunakan emoticon. Emoticon digunakan untuk menggantikan Intonasi dan ekspresi wajah: dalam komunikasi tatap muka, intonasi suara dan ekspresi wajah. Emoticon berfungsi sebagai pengganti visual dari elemen-elemen tersebut, membantu menyampaikan nada yang dimaksud. Selain itu emoticon digunakan mahasiswa untuk mengurangi kesan kasar atau negatif.
Evolusi Dialek Urban pada Masyarakat Multikultural di Kecamatan Jangkang sebagai Bahan Ajar di Prodi PAI FTIK IAIN Pontianak Djarot, Muchammad; Zaini, Akhmad
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.7986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses evolusi dialek urban dan faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya dialek tersebut di masyarakat multikultural Kecamatan Jangkang, khususnya di Desa Balai Sebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam terhadap tokoh adat, kepala desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat lokal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran penggunaan kosakata lokal seperti tabe pak, iyok, dan kula ke bentuk bahasa yang lebih umum, modern, dan berorientasi urban seperti aku, maaf, serta kosakata gaul seperti bro, santuy, gercep, dan otw. Faktor utama yang memengaruhi perubahan ini adalah masifnya penggunaan media sosial serta proses urbanisasi yang memperluas kontak antarvariasi bahasa. Selain itu, munculnya gaya berbahasa generasi milenial yang cenderung lebih ekspresif dan informal turut membentuk tata krama bahasa yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Fenomena ini berdampak terhadap perubahan nilai-nilai komunikasi, termasuk dalam aspek etika dan kesantunan berbahasa. Temuan ini kemudian diintegrasikan ke dalam pengembangan bahan ajar kontekstual untuk Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) FTIK IAIN Pontianak, dengan tujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap dinamika bahasa sebagai cermin perubahan sosial-budaya dan sarana dakwah yang kontekstual dalam masyarakat multikultural.
Struktur Wacana dan Pemilihan Kode Khotbah Jumat di Kabupaten Tegal Taryono, Mohamad Rizal; Kharmillah, Iriani Suci; Habibi, Ahmad Fajar
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.6345

Abstract

Khotbah Jumat (Kh.J) sebagai sebuah wacana lisan mempunyai struktur wacana yang khas karena terdiri atas dua bagian wacana yang tiap-tiap bagian wacana itu mempunyai struktur tersendiri. Selain itu, Kh.J adalah wacana monolog yang unik dan khas karena penutur dalam khotbah Jumat terdiri atas dua orang, yaitu khatib dan muazin. Penelitian ini bertujuan menemukan dan menganalisis struktur wacana dan jenis kode dalam Kh.J di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Teknik penyediaan data yang digunakan adalah teknik rekam, teknik simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik catat. Analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial dan teknik baca markah. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut. Struktur wacana Kh.J di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terdiri atas dua bagian wacana yang membangun satu wacana, yakni Kh.J pertama dan Kh.J kedua. Struktur wacana Kh.J pertama terdiri atas salam, azan, tahmid, syahadat, selawat, wasiat takwa, tuturan sapaan, bacaan Al-Qur’an, bacaan Hadis, harapan, dan doa. Struktur wacana Kh.J kedua terdiri atas tahmid, syahadat, selawat, wasiat takwa, dan doa penutup. Sementara itu, pemilihan kode dalam wacana Kh.J di Kabupaten Tegal Jawa Tengah adalah kode Indonesia yang berupa bahasa Indonesia baku dan kode Arab yang berupa bahasa Arab fusha, campur kode bahasa Arab fusha dan bahasa Indonesia pada struktur tuuran sapaan, dan alih kode dari bahasa Arab fusha ke bahasa Indonesia. Di sisi lain, kode Arab yang berupa bahasa Arab fusha, yakni yang mengacu pada Al-Qur’an, dalam Kh.J akan selalu digunakan karena terkait dengan rukun Kh.J.

Page 12 of 13 | Total Record : 121