cover
Contact Name
Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Contact Email
bangkit@pertanian.go.id
Phone
+6285879835754
Journal Mail Official
triton@polbangtanmanokwari.ac.id
Editorial Address
Jl. SPMA Reremi 143. Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat – Kode Pos 98312
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Triton
ISSN : 20853823     EISSN : 27453650     DOI : 10.47687
Jurnal Triton Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari with registered number p ISSN 2085-3823 and e ISSN 2745-3650 is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Jurnal Triton has been certificated with number 0005.0036/Jl.3.02/SK.ISSN/2009.04 and 0005.27453650/JI.3.1/SK.ISSN/2020.09 as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and Higher Education Republic of Indonesia. Jurnal Triton aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry and plantation. Jurnal Triton encompasses a broad range of research topics in agriculture: extension, socio-economic, policy, cultivation, tissue culture, biotechnology, animal (health, production, nutrition, welfare, behavior, reproduction and product), and post-harvest. Jurnal Triton is published every six months (June and December).
Articles 297 Documents
Strategi Pengembangan Agrowisata Persawahan Poyotomo Fitri Bayu Masanda; Evy Maharani; Deby Kurnia
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.755

Abstract

Agrowisata termasuk bagian dari pariwisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek wisata yang bertujuan untuk menambah wawasan, berliburan, dan hubungan usaha di bidang pertanian. Agrowisata Persawahan Poyotomo adalah destinasi wisata dengan konsep pemanfaatan potensi lahan persawahan dengan nuansa kampung serta berada di antara pemukiman dan kaki Gunung Bintan. Penelitian dilaksanakan di Agrowisata Persawahan Poyotomo mulai dari bulan Februari-Mei 2023. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis karakteristik wisatawan, menganalisis faktor internal dan eksternal dalam pengembangan Agrowisata Persawahan Poyotomo, merumuskan strategi yang dapat diterapkan, dan menentukan strategi prioritas terhadap pengembangan Agrowisata Persawahan Poyotomo. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Data dianalisis diolah dengan metode analisis deskriptif, matriks IFAS dan EFAS, analisis SWOT, dan QSPM. Karakteristik wisatawan terdiri atas jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, golongan pendapatan, tujuan perjalanan, frekuensi jumlah kunjungan, dan pengeluaran dalam kunjungan. Berdasarkan diagram analisis SWOT, dapat disimpulkan bahwa Agrowisata Persawahan Poyotomo berada pada kuadran I (Growth Oriented Strategy). Rumusan strategi berdasarkan analisis SWOT yang dapat diterapkan dalam upaya pengembangan Agrowisata Persawahan Poyotomo ada 11 alternatif strategi. Berdasarkan hasil analisis QSPM, strategi prioritas dengan nilai tertinggi terhadap pengembangan agrowisata persawahan poyotomo adalah melakukan penambahan event kegiatan dengan mengkolaborasikan konsep pertanian.
Hubungan Karakteristik Petani dengan Tingkat Partisipasi Petani pada Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri Galuh Anggani; Sapja Anantanyu; Eny Lestari
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.760

Abstract

Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) adalah jenis bantuan modal usaha yang diberikan kepada petani melalui koordinasi Gapoktan. Keberhasilan program PUAP dalam menanggulangi kemiskinan sangat bergantung pada partisipasi petani dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani, tingkat partisipasi petani dalam program PUAP, dan hubungan karakteristik petani dengan tingkat partisipasi petani dalam program PUAP. Metode dasar penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik survei. Pemilihan Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah sebagai lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 60 responden dan menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) umur petani tergolong tua yaitu 22 orang (36,7%), pendidikan petani tergolong rendah yaitu 24 orang (40%), lamanya petani bertani tergolong tua yaitu 30 orang (50%), luas lahan petani tergolong sempit yaitu 24 orang (40%), pendapatan usahatani tergolong rendah yaitu 27 orang (45%). 2) Tingkat partisipasi petani pada tahap perencanaan tergolong tidak aktif yaitu 23 orang (38,3%), tahap pelaksanaan tergolong aktif yaitu 27 orang (45%), tahap evaluasi tergolong tidak aktif yaitu 27 orang (45%), dan tahap pemanfaatan hasil tergolong aktif yaitu 34 orang (56,7%). 3) Hubungan yang signifikan dapat ditemukan antara umur, pendidikan, lama bertani, serta pendapatan usahatani dengan tingkat partisipasi dan tidak ada hubungan yang signifikan antara luas lahan dengan tingkat partisipasi pada program PUAP.
Kajian Kelayakan Usahatani Sawit Rakyat Diberbagai Tipe Luapan Lahan Rawa Pasang Surut Wahida Annisa Yusuf; Agus Hasbianto; Muhammad Husaini; Hendri Sosiawan
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.761

Abstract

Industri kelapa sawit memiliki peranan cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi bangsa dan menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar. Selain itu, dari sudut pandang ekonomi, kelapa sawit juga telah menjadi satu faktor pendukung perekonomian masyarakat lokal. Lahan rawa pasang surut merupakan lahan sub-optimal yang memiliki potensi besar terhadap peningkatan produksi sawit terkait dengan masih luasnya lahan rawa yang sesuai untuk lahan perkebunan dan belum dimanfaatkan. Meningkatnya luas lahan kelapa sawit dikhawatirkan akan mengabaikan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability) yang nantinya berpotensi berkontribusi pada hilangnya tutupan dan kawasan hutan, kehilangan keanekaragaman hayati dan terganggunya keseimbangan ekosistem, meningkatnya emisi gas rumah kaca, serta timbulnya konflik sosial dengan masyarakat di sekitar perkebunan. Oleh karena itu, diperlukan kajian menyeluruh terhadap aspek sosial, ekonomi, dan teknologi pada budidaya kelapa sawit, terutama di lahan rawa pasang surut. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis aspek sosial, ekonomi, ekologi, produksi, dan teknologi sebagai prasyarat keberlanjutan dalam budidaya kelapa sawit di lahan rawa pasang surut. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara finansial, teknologi budidaya (tekno-ekonomi) yang digunakan dan hasil produksi yang diperoleh oleh petani di lahan pasang surut tipe B atau tipe C layak untuk dikembangkan. Berdasarkan penilaian aspek sosial, ekonomi, ekologi, produksi, dan teknologi yang melibatkan berbagai indikator, dan kemudian dikelompokkan ke dalam kriteria yang telah diuraikan oleh Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), budidaya kelapa sawit oleh petani dapat dikategorikan sebagai standar berkelanjutan.
Difusi dan Adopsi Rice Transplanter dalam Usahatani Tanaman Padi (Studi Kasus Kelompok Tani Sumber Makmur, Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga) Dina Rahmawati; Joko Winarno; Widiyanto Widiyanto
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.764

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses difusi adopsi inovasi rice transplanter serta pengaruh karakteristik inovasi pada kecepatan proses adopsi di Kelompok Tani Sumber Makmur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pemilihan lokasi secara purposive di Kelompok Tani Sumber Makmur. Informan dipilih secara purposive dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman. Validitas data dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses difusi rice transplanter terjadi dalam kurun waktu yang cepat dengan diikuti empat elemen yaitu inovasi, saluran komunikasi, waktu, dan sistem sosial. Inovasi rice transplanter itu sendiri, disalurkan dengan program pelatihan melalui studi banding ke Unit Pengelola Jasa Alsintan pada tahun 2016, dan dilaksanakan dengan diikuti oleh perwakilan kelompok tani. Sementara itu proses adopsi terjadi cukup lambat dengan diawali pada tahap menyadari kemudian dilanjutkan tahap berminat yang ditandai dengan adanya ketertarikan petani untuk mempelajari mesin melalui studi banding. Tahap menilai kemudian menjadi tahap dimana petani mengevaluasi mesin terkait keunggulan dan kelemahan yang kemudian menghantarkan petani pada tahap mencoba untuk mengonfirmasi hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya. Percobaan menjadi tahap sebelum petani memutuskan akan mengadopsi atau menolak inovasi. Karakteristik rice transplanter yang rumit menjadi alasan sebagian besar petani menolak inovasi. Keunggulan dari segi waktu penanaman yang singkat tidak sebanding dengan persiapan bibit dan kesulitan mobilisasi mesin pada lahan berundak dan sempit milik sebagian besar petani sehingga petani lebih memilih metode tanam manual alih-alih menggunakan rice transplanter.
Analisis Pembiayaan Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) oleh Pekebun Kelapa Sawit Swadaya di Kabupaten Rokan Hulu Johannes Guisandro; Sakti Hutabarat; Syaiful Hadi
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.765

Abstract

Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) merupakan standariasasi untuk perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia. Perpres Nomor 44 Tahun 2020 mengatur setiap perusahaan dan petani swadaya di Indonesia wajib memiliki sertifikasi ISPO paling lambat 2025. Peraturan Menteri Pertanian No 38 tahun 2020 pasal 53 mengatakan bahwa pekebun dapat mengajukan bantuan biaya sertifikasi ISPO. Namun hingga tahun 2023 tidak ada besaran biaya bantuan yang jelas bagi pekebun untuk mengurus sertifikasi ISPO. Kabupaten Rokan Hulu memiliki suatu Perkumpulan Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Rokan Hulu (PPSKS-RH) yang sudah memiliki sertifikasi ISPO pada tahun 2021. Penelitian menggunakan metode survei dengan jumlah sampel 32 pekebun yang sudah memiliki sertifikasi ISPO dari dua desa di Kecamatan Bangun Purba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembiayaan pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi awal dalam mengurus sertifikasi ISPO oleh pekebun kelapa sawit swadaya. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan yang diberikan kepada pekebun peserta ISPO sebanyak 9 jenis pelatihan, pelatihan pendamping sebanyak 18 jenis, dan pelatihan pengurus organisasi/auditor internal sebanyak 10 jenis pelatihan. Pendampingan yang diberikan ada sebanyak 33 pendampingan sesuai indikator ISPO. Rata-rata besaran biaya pelatihan sebesar Rp 1.717.703,- per pekebun peserta sertifikasi ISPO. Rata-rata besaran biaya pendampingan sebesar Rp 2.507.088,- per pekebun peserta ISPO. Rata-rata biaya sertifikasi awal sebesar Rp 535.095,- per pekebun. Total biaya sertifikasi ISPO sebesar Rp 4.759.886,- per pekebun peserta ISPO.
Pengaruh Penambahan Kikil terhadap Kualitas Fisik Bakso Daging Sapi Harapin Hafid; Andi Satna Sari; Fitrianingsih Fitrianingsih; Siti Hadrayanti Ananda
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.773

Abstract

Bakso merupakan jenis makanan olahan hasil ternak yang digemari oleh masyarakat baik tua terlebih muda dan anak-anak. Bakso yang berkualitas adalah bakso bersifat kenyal namun mudah dikunyah dengan rasa yang gurih. Menghasilkan bakso kenyal menginspirasi banyak upaya penambahan bahan pengenyal alamiah, seperti kikil sapi yang selain dapat memberikan tekstur kenyal karena sifatnya yang kenyal dan lembut juga dapat memberikan tambahan kandungan nutrisi pada bakso berupa protein berbentuk kolagen yang bermanfaat bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penambahan kikil terhadap kualitas fisik bakso daging sapi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pengolahan Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari pada bulan November sampai dengan Desember tahun 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan untuk uji kualitas fisik. Perlakuan yang digunakan adalah P0: 100 % daging Sapi, P1: 95% daging sapi dan 5% kikil, P2: 90% daging sapi dan 10% kikil, P3: 85% daging sapi dan 15% kikil serta P4: 80% daging sapi dan 20% kikil. Variabel penelitian yaitu uji kualitas fisik meliputi derajat keasaman (pH), susut masak (SM), daya ikat air (DIA) dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik bakso daging sapi berpengaruh nyata terhadap derajat keasaman (pH) yakni 6,36 sampai 6,48, susut masak (SM) yakni 1,60 sampai 2,8% dan rendemen 70,80 sampai 76,94%, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap daya ikat air (DIA). Dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik adalah bakso daging sapi dengan penambahan kikil sebesar 20% (P4).
Kesejahteraan Petani Bawang Merah di Medan Marelan Kota Medan Yusra Muharami Lestari; Nurliana Harahap; Ameilia Zuliyanti Siregar
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.775

Abstract

Di Indonesia yang menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian besar masyarakatnya adalah industri pertanian. Banyaknya masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dengan berprofesi sebagai petani. Hortikultura adalah salah satu subsektor pertanian utama misalnya bawang merah. Komoditas yang permintaannya terus meningkat adalah bawang merah. Tentu saja, diharapkan dengan permintaan yang terus meningkat dapat membuat kesejahteraan petani bawang merah menjadi lebih tinggi. Salah satu tujuan pembangunan ekonomi adalah kesejahteraan. Kurangnya akses ke teknologi dan permodalan, harga bawang yang tidak stabil, kurangnya akses ke pasar dan pelatihan yang terbatas menjadi kendala bagi para petani bawang. Petani masih hidup dalam kemiskinan dengan standar hidup keluarga mereka masih sangat rendah serta sering kali tidak mendapatkan dukungan yang memadai untuk meningkatkan kesejahteraan mereka meskipun petani memainkan peran penting dalam meningkatkan perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesejahteraan petani bawang merah di Medan Marelan, Kota Medan, dengan berdasarkan ukuran-ukuran yang disediakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan dalam rangka mengumpulkan data untuk penelitian dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner kepada 90 petani yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dilanjutkan melakukan wawancara serta observasi lapangan. Temuan analisis menunjukkan bahwa tidak ada petani bawang merah di Medan Marelan, Kota Medan, yang termasuk dalam kategori kesejahteraan rendah. Sementara itu, terdapat 81 petani bawang merah (90%) dengan tingkat kesejahteraan kategori sedang dan 9 petani bawang merah (10%) yang memiliki tingkat kesejahteraan tinggi. Indikator kesejahteraan paling tinggi terdapat pada petani bawang merah Medan Marelan yaitu kependudukan ditunjukkan dengan nilai persentase sebesar 14.19%.
Pengaruh Subtitusi Tepung Porang Termodifikasi terhadap Daya Kembang, Kadar Air, dan Organoleptik Roti Manis Gusti Setiavani; Fadhly Zhil Ikram
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.776

Abstract

Porang merupakan komoditas pertanian yang saat ini sedang dikembangkan dan memiliki potensi yang besar sebagai pengganti terigu pada produk pangan. Proses modifikasi dapat memperbaiki sifat fungsional tepung porang, namun penelitian pemanfaatan tepung porang termodifikasi dalam produk pangan masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh subtitusi tepung porang termodifikasi terhadap kadar air, daya kembang dan organoleptik roti manis. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan 5 taraf persentase tepung porang termodifikasi yaitu 0%, 10%, 20%,30%, 40%, 50%. Parameter pengamatan meliputi kadar air, daya kembang dan organoleptik. Organoleptik menggunakan skala hedonik 1-9 terhadap atribut warna, rasa, tekstur, aroma, dan penerimaan keselurahan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang sangat nyata persentase tepung porang termodifikasi terhadap kadar air, daya kembang, dan organolopetik roti manis. Kadar air, daya kembang, dan organoleptik (warna, rasa, tekstur, aroma, dan penerimaan keseluruhan) roti manis menurun nyata dengan semakin banyaknya persentase tepung porang termodifikasi. Kandungan glukomannan dan sifat gluten free pada tepung porang termodifikasi berperan dalam melemahkan jaringan gluten yang memengaruhi daya kembang, tekstur roti manis. Penambahan tepung porang termodifikasi hingga 20 % masih disukai oleh responden dari warna, aroma, tekstur, rasa dan penerimaan keseluruhan. Dibutuhkan modifikasi proses seperti waktu pengadukan, untuk meningkatkan performa tepung porang termodifikasi dalam meningkatkan kualitas roti manis.
Hubungan Kandungan Klorofil, Luas Daun, dan Hasil Tanaman Padi Gogo Akibat Pengaturan Jarak Tanam dan Pemberian Pupuk Kompos Didan Ramdani; Nasrudin Nasrudin; Ismail Saleh
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.780

Abstract

Jarak tanam akan mempengaruhi terhadap intersepsi cahaya oleh klorofil, sementara pupuk kompos berperan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, maupun biologi tanah. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan produksi padi sehingga kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Penelitian bertujuan untuk mengungkap hubungan kandungan klorofil, luas daun, dan hasil tanaman padi gogo akibat pengaturan jarak tanam dan pemberian pupuk kompos. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya sejak bulan November 2022 hingga Februari 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan jarak tanam sebagai faktor pertama yang terdiri atas 20 cm x 20 cm dan 30 cm x 30 cm. Selanjutnya jenis pupuk kompos sebagai faktor kedua yang terdiri atas kompos kotoran domba dan kompos kotoran sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dengan jenis pupuk kompos pada setiap parameter pengamatan. Jarak tanam tidak mempengaruhi kandungan klorofil, luas daun, bobot kering tanaman, jumlah malai per rumpun, jumlah biji per malai, dan bobot gabah per rumpun. Sementara itu, jarak tanam berpengaruh nyata terhadap hasil panen. Selanjutnya jenis pupuk kompos tidak mempengaruhi seluruh parameter pengamatan. Jarak tanam 20 cm x 20 cm mempengaruhi hasil panen yang meningkat dibandingkan jarak tanam 30 cm x 30 cm. Peningkatan hasil panen dipengaruhi oleh bobot gabah per rumpun dan jumlah malai per rumpun. Hasil panen berkorelasi positif terhadap bobot gabah per rumpun (R= 0,94) dan jumlah malai per rumpun (R= 0,68).
Efektivitas Pemanfaatan Saluran Komunikasi Interpersonal dalam Difusi Inovasi Varietas Unggul Baru (VUB) Padi di Kabupaten Serang Eka Yuli Susanti; Yudi Lani Aljawas Salampessy; Asih Mulyanignsih
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.801

Abstract

Beragam Varietas Unggul Baru (VUB) padi telah dihasilkan oleh Kementerian Pertanian di wilayah sentra produksi padi, salah satunya di Kabupaten Serang Provinsi Banten. Banyaknya VUB yang dihasilkan oleh pemerintah belum sepenuhnya diadopsi petani, diduga karena banyak informasi inovasi VUB yang tidak sampai ditingkat petani, oleh karena itu dibutuhkan saluran komunikasi interpersonal untuk disampaikan kepada petani, sehingga mempengaruhi pengetahuan, persuasif dan keputusan petani mengadopsi VUB. Tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat pemanfaatan saluran komunikasi interpersonal, menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan tingkat adopsi VUB padi, serta menganalisis efektivitas saluran komunikasi interpersonal dalam difusi VUB padi oleh petani di Kabupaten Serang. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pontang, Ciruas, Lebak Wangi pada bulan Agustus hingga Desember 2023. Penggalian data melalui wawancara dengan kuisioner kepada 98 petani. Analisis data secara deskriptif dan analisis jalur (Path analysis). Hasil analisis tingkat pemanfaatan saluran komunikasi interpersonal berdasarkan aksesisibilitas, intensitas, dan kredibilitas dinilai sedang dan cukup kredibel. Tingkat pengetahuan, sikap dan tingkat adopsi pada kategori sedang. Pemanfaatan saluran komunikasi interpersonal melalui sesama petani, kelompok tani, dan penyuluh pertanian efektif mendorong pembentukan sikap petani untuk mengadopsi VUB padi oleh petani di Kabupaten Serang. Penyebaran informasi untuk meningkatkan pengetahuan VUB padi petani dialirkan melalui demonstrasi plot yang dapat diamati, dianalisis dan dievaluasi langsung hasilnya oleh petani, serta perlu peran aktif penyuluh dalam menyediakan materi penyuluhan terkait VUB padi melalui media tercetak. Sinergitas pemerintah dan stakeholder penting dilakukan untuk menjamin ketersediaan VUB padi.