cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
Integrasi Arsip Musik Batak sebagai Inovasi Strategis dalam Pengelolaan Konvensi dan Acara Berbasis Budaya Rio Fernandez Tamba; Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Jhon Fawer Siahaan; Novita Selvitri Nabilla
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.108774

Abstract

Penelitian ini mengembangkan platform digital arsip musik Batak sebagai inovasi strategis dalam pengelolaan konvensi dan acara berbasis budaya. Musik Batak dipilih karena memiliki nilai historis sekaligus potensi sebagai diferensiasi acara, namun sebagian besar arsipnya masih tersebar dan belum terdigitalisasi sehingga sulit diakses oleh penyelenggara acara maupun masyarakat. Melalui pendekatan Research and Development (R&D), penelitian ini melaksanakan eksplorasi lapangan, menghimpun 30 arsip musik dari kolektor, musisi, dan pelaku budaya di Medan, Samosir, dan Tanah Karo, serta mendigitalisasi 18 arsip dengan standar audio dan metadata yang terstruktur. Data dianalisis secara tematik untuk memastikan relevansi budaya sekaligus kebutuhan industri MICE. Hasilnya berupa prototipe platform digital yang tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai sarana komunikasi, rekomendasi musik, dan media pembelajaran. Kontribusi utama penelitian ini adalah menghadirkan model integrasi arsip musik tradisional ke dalam ekosistem ekonomi kreatif melalui event management, yang memperkuat identitas budaya, memperluas akses legal, serta membuka peluang kolaborasi lintas aktor antara musisi, penyelenggara acara, dan akademisi.
Literacy and Inclusion Levels of Organic Fertilizer in Boyolali Organic Farmer Association Malik Malik Cahyadin; Raden Kunto Adi; Yayan Yayan Suherlan; Bekti Wahyu Utami; Rendi Fathoni Hadi; Emi Emi Widiyanti
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.111138

Abstract

Organic farming products are beneficial not only to people's well-being, but also to the environment's long-term viability. One of the cooperatives producing organic agricultural products in Central Java Province is the Boyolali Organic Farmers Association (APOB). This association's problems are twofold, namely: the lack of organic fertilizer literacy and organic fertilizer inclusion for managers and members. Therefore, this study attempts to assess the levels of organic fertilizer literacy-inclusion and empowering business institutions. The period of assessment began in July and ended in August 2025. The primary data were collected using focus group discussion and in-depth interview involving 15 APOB managers and members. The method was descriptive statistics. The findings reveal that the literacy level of organic fertilizer was 66.29%. Meanwhile, the inclusion level was 72.18%. There is 5.89% difference level between literacy and inclusion. This condition illustrates that the level of organic fertilizer inclusion is slightly higher than the literacy level. Policy implications are delivered to APOB managers to increase organic fertilizer literacy and inclusion through training programs and workshops. Furthermore, the local government can facilitate business development and mentoring in organic fertilizer production and utilization.
Pengembangan Desa Wonorejo menjadi Desa Wisata Konveksi melalui Implementasi Peta Digital Pelaku UMKM terintegrasi website Desa Mohtar Yunianto; Fuad Anwar; Sorja Koesuma
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.89866

Abstract

Telah dilakukan upaya pengembangan desa Wonorejo menjadi Desa wisata konveksi melalui pengembangan Peta Digital untuk pelaku Usaha UMKM. Kegiatan di awali dengan proses pendataan pelaku UMKM sasaran dari pemetaan adalah pelaku Usaha UMKM dari Hulu sampai hilir yaitu baik yang bergerak dalam usaha menjahit, membordir, pembuatan tiket baju, produksi skala rumahan, produksi partai besar maupun toko offline. Dari proses pendataan diperoleh data sejumlah 105 Pelaku Usaha dilengkapi dengan posisi dan kondisinya. Langkah selanjutnya adalah pemetaan digital hasil pendataan melalui google maps, telah dipeorleh peta Digital untuk maisng-masing RW dan secara keseluruhan dan tahap akhir dari kegiatan ini adalah  integrasi hasil pemetaan ke web desa Wonorejo. Hasil dari kegiatan ini diharapkan lebih mengenalkan pelaku UMKM konveksi Desa Wonorejo secara masiv melalui online dimana hasil pemetaan secara online tersebut sudah terecord di basis data Google. Kata kunci : peta digital, konveksi, UMKM, Wonorejo; desa cerdas
Pengembangan Komunikasi Komunitas Lokal: Strategi Dan Branding Pemasaran Untuk UMKM Di Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir Husni Thamrin; Erlisa Saraswati; Adi Inggit Handoko
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.93617

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) selalu menarik untuk dibahas dalam beragam sudut pandang. Pada praktiknya UMKM selalu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah sampai pemerintah pusat, akan tetapi praktik dilapangan para pelaku UMKM mengalami berbagai hambatan dan rintangan dalam mengembangkan praktik usahanya. Komunitas lokal sebagai unit pelaksana UMKM perlu untuk mengikuti trend dan perkembangan teknologi untuk menjangkau konsumennya. Salah satu pelaku UMKM adalah masyarakat Sirah Pulau Padang Kecamatan Ogan Komering Ilir, pelaku UMKM dengan memiliki beberapa produk lokal kuliner, batik dengan motif perahu Kajang, dan home made rajutan. Keterbatasan pemahaman terhadap branding produk, penggunaan teknologi untuk menunjang pemasaran menjadi kendala tersendiri, sehingga produk UMKM yang mereka miliki terbatas dalam pemasarannya. Peran komunitas lokal, pemerintah daerah, dan pemahaman strategi pemasaran dan penggunaan teknologi sangat dibutuhkan, sehingga produk-produk lokal bisa menjangkau tidak hanya pada masayarakat lokal, nasional, dan harus merambah dipasar global. Masyarakat lokal sebagai pelaku UMKM harus berdaya, dan produknya harus berjaya.
Training Evaluation For Scientific-Based Electronic Module Development Using Sigil Software In MGMP Physics Teacher Surakarta Shofi Hikmatuz Zahroh; Widha Sunarno; Pujayanto Pujayanto; Elvin Yusliana Ekawati; Ahmad Fauzi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.98679

Abstract

Professional and skilled teachers in e-learning-based instructions are needed to support the implementation of instructions that corresponds to the dynamics of the development of science and technology. For this reason, training is necessary for sustainability, both at school and outside of school. E-learning-related training requires no small amount of funds. That can be a problem in the professional development of the MGMP Physics teacher in Surakarta. To overcome these problems, the Physics Education Study Program FKIP UNS with the Physics Teacher Association (MGMP) Surakarta held training to develop scientific-based physics electronics modules using sigil software on several topics, that is (1) Elasticity and Hooke's Law (2) Temperature, Heat, and Heat Transfer, (3) Rotational Dynamics, (4) Static Fluids, (5) Dynamic Fluids, and (6) Kinetic Theory Gas. This training has four activities, that is (1) the explanation of the material about the nature of scientific-based electronic modules, (2) the introduction of the sigil and the procedures for its use, (3) training and practice to develop scientific-based electronic modules using Sigil software, and (4) discussion of the results of the electronic module development.
Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Lubuk Unen Kec. Merigi Kab. Bengkulu Tengah melalui Pengolahan Pasca Panen Durian “Puding Lumut Durian” Fiana Podesta; Isnin Kurnia Safitri; Dwi Fitriani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110550

Abstract

Desa Lubuk Unen, Kecamatan Merigi, Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan salah satu wilayah penghasil durian dengan produksi yang melimpah setiap musim panen. Namun, tingginya jumlah panen tidak diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam melakukan pengolahan pascapanen sehingga sebagian besar durian hanya dijual dalam bentuk segar dengan nilai ekonomi yang renda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memanfaatkan potensi lokal berupa durian melimpah melalui inovasi produk olahan, sekaligus meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat desa. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pengolahan durian menjadi puding lumut durian, sebuah produk pangan bernilai tambah yang mudah diproduksi, memiliki daya simpan lebih baik, serta berpotensi menjadi komoditas unggulan desa. Bentuk kegiatan yang akan dilakukan diantaranya berupa pendidikan yaitu memberikan pengetahuan tentang manfaat, nilai tambah dan kandungan durian. Kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan puding lumut durian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah durian menjadi produk pascapanen yang bernilai jual. Masyarakat mampu menghasilkan produk puding lumut durian secara mandiri, dengan kualitas yang memenuhi standar cita rasa dan estetika makanan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil menghasilkan produk olahan durian yang memiliki nilai tambah dan nilai jual, sehingga efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat serta memaksimalkan pemanfaatan durian melimpah di Desa Lubuk Unen, Kecamatan Merigi, Kabupaten Bengkulu Tengah. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal dan penguatan ekonomi masyarakat desa.
Resistensi stigmatisasi perempuan gemuk dalam pertunjukan Exergie Butter Dance karya Melati Suryodarmo Tania Syafitri Dwi Purnama; Wahyu Novianto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.96267

Abstract

Isu penelitian ini adalah stigmatisasi terhadap tubuh perempuan gemuk di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami representasi tubuh perempuan, mengatasi dampak sosial negatif, dan menghilangkan pembagian kelompok berdasarkan standar kecantikan yang tidak realistis. Dengan fokus pada pertunjukan "Exergie Butter Dance" karya Melati Suryodarmo, penelitian ini mengevaluasi bagaimana seni pertunjukan dapat berfungsi sebagai alat untuk melawan stigmatisasi tersebut. Analisis kritis dilakukan menggunakan metode dramaturgis, mengkaji bagaimana Suryodarmo, melalui pilihan artistik seperti mengenakan dress mini ketat dan high heels merah sambil menari di atas 24 balok mentega, menggugat dan menantang standar kecantikan ideal yang dipegang oleh masyarakat. Penampilan yang penuh keberanian ini tidak hanya menyoroti kekuatan tubuh perempuan gemuk di atas panggung, tetapi juga untuk mempertimbangkan kembali pandangan masyrakat tentang kecantikan dan identitas tubuh. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana seni pertunjukan dapat berperan dalam mengubah persepsi masyarakat dan sikap terhadap tubuh perempuan gemuk, membuka jalan untuk pemahaman yang lebih inklusif dan penerimaan yang lebih luas.
Urban Studies Scholarship in Action dalam ICAS13: Membangun Jejaring Akademisi Muda untuk Kolaborasi Ofita Purwani
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.104266

Abstract

Artikel ini berfokus pada upaya untuk membangun jaringan akademisi atau peneliti muda di Asia Tenggara yang menekuni studi perkotaan (urban studies). Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan mengenai marginalisasi Asia Tenggara di tengah diskusi akademik mengenai masalah perkotaan, sehingga hanya segelintir akademisi dari kawasan ini yang memperoleh fellowship atau dana hibah dari Urban Studies Foundation — sebuah lembaga yang terkait erat dengan Urban Studies Journal, jurnal terkemuka di bidang studi perkotaan. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, sebuah jaringan akademisi studi perkotaan di Asia Tenggara dibentuk melalui serangkaian kegiatan yang diselenggarakan pada ajang International Convention of Asian Scholars (ICAS) di Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia, pada 28 Juli–1 Agustus 2024. Kegiatan tersebut meliputi diskusi, lokakarya, dan pertemuan informal yang memberikan ruang bagi para peneliti untuk saling bertukar gagasan, menjalin kerja sama, dan mencari peluang untuk melaksanakan penelitian bersama. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan visi, dampak, dan representasi akademisi Asia Tenggara di kancah studi perkotaan, sehingga permasalahan perkotaan di kawasan tersebut lebih dapat diberitakan, dianalisis, dan diberi solusi berdasarkan perspektif dan kepentingan masyarakat setempat.
Pendampingan Sertifikasi Halal pada Usaha Mikro Kecil Menengah Rumah Rimpang Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Lokal Desa Suka Maju Melvi Viyona; Fitry Tafzi; Silvi Leila Rahmi; Dian Wulansari; Fauziah Fiardilla; Mursyid Mursyid; Diana Pebriani Daulay; Dewi Fortuna
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110999

Abstract

Rumah Rimpang merupakan brand dari minuman serbuk diproduksi oleh Persekutuan dan Perkumpulan Bersama Suka Maju Mestong. Produk yang dihasilkan berupa Wedjangku dan Kitsaju yang sudah lama di produksi, namun upaya pemasarannya masih terkendala. Berupa rendahnya kepercayaan konsumen terkait jaminan kehalalan dan keamanan produk. Pelaku usaha memiliki keterbatasan pemahaman mengenai prosedur pengurusan sertifikasi halal. Kegiatan pendampingan dilakukan secara komprehensif yang bertujuan memberikan edukasi mengenai program pemerintah Wajib Halal Oktober 2026 serta memberikan fasilitasi teknis dalam proses pengajuan sertifikasi halal. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari 25 anggota  pelaku usaha di Desa Suka Maju, kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Metode pendampingan yang diterapkan meliputi presentasi dan diskusi interaktif dalam penyampaian materi; pengukuran pemahaman awal dan akhir menggunakan instrumen angket pre-test dan post-test; dan pendampingan praktis dan berkala untuk pengajuan sertifikat halal melalui website SiHalal. Hasil dari kegiatan pendampingan menunjukan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai pentingnya sertifikasi halal, peningkatan pemahman peserta dari 55,6% menjadi 85,2%. Pendampingan ini juga berhasil meningkatkan kapabilitas pelaku usaha untuk mengajukan sertifikasi halal dengan target perolehan sertifikat halal. Keberlanjutan pendampingan ini dapat difokuskan pada implementasi Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operational Procedure (SSOP) untuk memastikan jaminan keamanan produk sehingga akan meningkatkan daya saing produk Rumah Rimpang secara berkelanjutan
Perubahan dan Keberlanjutan Kesenian Cetik dalam Dinamika Budaya Lampung Muhammad Yoga Supeno; Daniel de Fretes; Erlika Firanda
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.109854

Abstract

Kesenian cetik menghadapi tantangan keberlanjutan yang kompleks akibat pergeseran nilai sosial-budaya dan arus globalisasi. Artikel ini mengkaji perubahan dan keberlanjutan kesenian cetik sebagai alat musik khas masyarakat Lampung dalam konteks sosial budaya yang berkembang. Terdapat perbedaan nama instrumen ini yaitu antara cetik dan gamolan pekhing yang kerap menimbulkan perdebatan di masyarakat. Riset etnografi dilakukan di Bandar Lampung dengan melibatkan budayawan, akademisi, praktisi, dan pengrajin instrumen tradisional. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran fungsi cetik dari alat komunikasi menjadi simbol identitas dan media pendidikan. Temuan kunci mengungkap munculnya konflik otoritas budaya terkait perdebatan terminologi antara "cetik" dan "gamolan pekhing" serta rendahnya keterlibatan generasi muda meskipun kesenian cetik telah terintegrasi dalam kurikulum formal. Perubahan yang terjadi seputar kesenian cetik bersifat adaptif yakni dalam inovasi bentuk, sistem penalaan, serta estetika visual agar tetap relevan di era globalisasi. Pelestarian cetik memerlukan harmonisasi antara jalur formal dan jalur informal guna membangun ruang apresiasi yang berkelanjutan.Kata kunci: cetik; gamolan pekhing; dinamika budaya; Lampung