cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
Pelatihan Pengenalan Dasar Produk Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Membekali Siswa Sekolah Menegah Atas Solo Raya Menyosong Era Revolusi Industri 5.0 Pringgo Widyo Laksono; Cucuk Nur Rosyidi; Retno Wulan Damayanti; Wakhid Ahmad Jauhari; Eko Pujiyanto; Andreas Wegiq Adia Hendix; Era Febriana Aqidawati
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.94863

Abstract

Revolusi Industri 5.0 membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Meskipun demikian, pendidikan di Indonesia masih belum siap untuk beradaptasi dengan teknologi kunci dari revolusi ini, seperti kecerdasan buatan, energi terbarukan, dan keberlanjutan. Salah satu hambatannya adalah kurangnya fasilitas dan materi yang memadahi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, sebuah pengabdian dilakukan untuk membantu sekolah- sekolah di sekitar UNS, khususnya SMA dan SMK di Solo Raya, dalam memulai pembelajaran berorientasi Revolusi Industri 5.0. Kegiatan pengabdian meliputi workshop, sosialisasi, pelatihan singkat, dan pemberian paket trainer. SMANRA dipilih sebagai sekolah pertama yang akan menerima pengabdian ini. Permasalahan yang dihadapi oleh SMANRA adalah kurangnya fasilitas yang memadahi dan sumber daya manusia yang belum menguasai dasar-dasar kecerdasan buatan dan internet of things. Solusi yang ditawarkan meliputi workshop dan sosialisasi tentang Revolusi Industri 5.0, serta pemberian paket trainer yang berisi perangkat keras, perangkat lunak, buku, dan materi pembelajaran terkait. Metode pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan workshop dan sosialisasi, pemberian paket trainer, dan pendampingan teknis.Kata kunci : revolusi  industri 5.0, kecerdasan buatan, internet of things, inovasi, pembelajaran. 
Karya Cipta Lagu Ikonik Sebagai Pengembangan Citra Desa Wisata Krebet Sagaf Faozata Adzkia; Muhammad Yoga Supeno; Daniel De Fretes; Gilbert Novaldo Tobing; Fery Setyaningrum
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.111061

Abstract

Artikel ini membahas strategi inovatif dalam pengembangan citra Desa Wisata Krebet di Kabupaten Bantul melalui penciptaan lagu ikonik sebagai media branding berbasis budaya lokal. Desa Krebet dikenal sebagai sentra batik kayu dan destinasi wisata budaya yang menghadapi tantangan regenerasi pengrajin, keterbatasan inovasi promosi, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran karya cipta musik dalam memperkuat identitas budaya, mendorong partisipasi masyarakat, dan meningkatkan daya tarik pariwisata. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan lagu ikonik mampu berfungsi sebagai sound branding yang merepresentasikan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, kebanggaan terhadap tradisi, serta keindahan alam dan batik kayu Krebet. Lagu ini tidak hanya menjadi sarana promosi digital, tetapi juga wahana pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat berbasis community-based empowerment. Lagu ikonik ini berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, pengembangan UMKM, serta penguatan solidaritas sosial. Penerapan strategi branding digital berbasis partisipasi masyarakat sejalan dengan kebijakan Kemenparekraf dalam mendorong pariwisata berkualitas dan ekonomi kreatif berkelanjutan. Dengan demikian, model pengembangan melalui lagu ikonik dapat dijadikan contoh replikasi bagi desa wisata lain di Indonesia sebagai bentuk integrasi antara pelestarian budaya, inovasi kreatif, dan pembangunan ekonomi lokal di era digital.
Strategi Pengembangan Buku Ajar Bahasa Mandarin di SMP Kristen Shining Star Sragen Ulfah Yanuar Lianisyah; Rudiansyah Rudiansyah; Tati Sugiarti; Quinta Avenida; Dian Prasetyo Adi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.94182

Abstract

Artikel ini mengulas tentang ‘Strategi Pengembangan Buku Ajar Bahasa Mandarin di SMP Kristen Shining Star Sragen’. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan penyusunan buku ajar bahasa Mandarin kepada para guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), serta pemanfaatan buku, jurnal, serta sumber-sumber literatur yang relevan. Dalam mengajar bahasa Mandarin kepada siswa, hendaknya para guru memiliki metode mengajar yang interaktif, serta di dukung dengan buku ajar yang sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan. Buku ajar yang efektif sebaiknya mencakup elemen-elemen budaya dan konteks yang relevan untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan bahasa Mandarin secara praktis. Kurikulum yang diterapkan, serta karakteristik para siswa menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun dan menyelaraskan buku ajar, sehingga di harapkan dapat memudahkan siswa di dalam belajar bahasa Mandarin. Hasil dari penelitian ini yaitu, dilakukannya simulasi dan uji coba pembelajaran bahasa Mandarin kepada para guru dan siswa dengan buku ajar yang di formulasikan dengan acuan kurikulum merdeka. Pada tahap akhir, para guru dan siswa memberikan komentar positif dan rasa puas terkait pengalaman dan manfaat yang di dapatkan selama pelatihan dan simulasi berlangsung sebagai umpan balik dari kegiatan yang telah dilakukan oleh tim RG Sinologi UNS.Kata kunci: Buku Ajar; Bahasa Mandarin; Pengembangan; Pengabdian Masyarakat; SMP Kristen Shining Star Sragen
Otomatisasi Kendali Suhu di Kolam Bioflok dalam Budidaya Ikan Nila di Kemuning Berbasis IoT Yudi Rinanto; Ganisca Fenny Fausyiah; Dilaisna Auliasari Ramadhan; Jihan Afifah Nugrahaini; Alifia Harisma Rustantii; Disma Miftakul Jannah; Galuh Fitri Andini; Zuhad Tri Atmaja Ahmad; Taufiqurrohman Sayyaf; Khairunisa Latifa; Alvi Umayah
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.97988

Abstract

Ketidakstabilan suhu air kolam bioflok menjadi salah satu tantangan utama dalam budidaya ikan nila di Desa Kemuning, yang berdampak pada pertumbuhan ikan dan produktivitas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan sistem otomatisasi kendali suhu berbasis Internet of Things (IoT) untuk menjaga stabilitas suhu air pada rentang optimal, yaitu 23–24°C. Metode pengabdian meliputi sosialisasi teknologi kepada peternak, pembuatan dan pemasangan sistem kendali suhu, serta evaluasi kinerja sistem selama lima bulan. Hasil menunjukkan bahwa sistem berhasil menjaga suhu air sesuai rentang optimal, dengan rata-rata waktu operasional heater 9 jam per hari. Tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai 97,9%, dan produktivitas meningkat 15% dibanding metode konvensional. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi IoT dapat meningkatkan keberlanjutan budidaya ikan nila sekaligus mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kata kunci: suhu air, bioflok, IoT, tilapia, otomatisasi, ikan nila
Pengelolaan Sampah Organik melalui Integrasi UMAITA (Unggas, Maggot, Ikan, dan Tanaman) sebagai Model Ekonomi Sirkular Suryanto Suryanto; Izza Mafruhah; Nurul Istiqomah; Sofyan Sholeh; Salva Asti Agustian; Samuel Boni Setyawan
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.108112

Abstract

Permasalahan sampah makanan di Kota Surakarta menjadi isu yang semakin kompleks seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, intensifikasi aktivitas konsumsi di sektor kuliner, serta pergeseran pola konsumsi masyarakat. Studi ini mengkaji implementasi model ekonomi sirkular berbasis integrasi UMAITA (Unggas, Maggot, Ikan, dan Tanaman) oleh TPS3R “Mojo Makmur” dalam upaya pengelolaan sampah organik. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, data diperoleh melalui observasi langsung, studi literatur, dan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan pemangku kepentingan. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan UMAITA mampu mengintegrasikan rantai pengelolaan limbah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak unggas dan ikan, serta pemrosesan residu menjadi pupuk organik hortikultura. Kendati terdapat tantangan berupa minimnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan pasokan bahan baku, model ini menunjukkan potensi strategis dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, bernilai ekonomi, dan mendukung ketahanan pangan lokal. Studi ini merekomendasikan penguatan kolaborasi multisektor dan peningkatan litersi lingkungan untuk mendukung efektivitas dan replikasi program serupa di tingkat komunitas.
Budidaya Anggur dengan Sistem Pemantauan Berbasis IOT pada Kelompok Wanita Tani “Sekar Arum” Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar Fitria Roviqowati; Ahmad Yunus; Edi Purwanto; Retna Bandriyati Arniputri; Samanhudi Samanhudi; Muji Rahayu; Gani Cahyo Handoyo; Andriyana Setyawati; Iswahyudi Iswahyudi; Joko Prihanto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.109864

Abstract

Desa Genengan memiliki potensi geografis yang mendukung budidaya anggur, namun pengembangannya oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) “Sekar Arum” terkendala oleh keterbatasan pengetahuan teknik budidaya modern dan sistem pemantauan lingkungan yang masih konvensional. Program pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT mengenai budidaya anggur dan teknik grafting, (2) mengimplementasikan sistem pemantauan lingkungan berbasis Internet of Things (IoT), dan (3) menganalisis efektivitas pelatihan serta kendala adopsi teknologi. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teoritis dan praktik, implementasi demplot, serta pemasangan perangkat IoT yang memantau suhu, kelembaban tanah, intensitas cahaya, dan pH. Evaluasi menggunakan pretest-posttest dan kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan partisipasi 22 anggota (100%). Terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan nilai rata-rata pretest 71,03 menjadi posttest 93,05 (gain 22,02 poin). Tingkat keberhasilan praktek grafting mencapai 75%. Berdasarkan angket yang telah dibagian diperoleh data bahwa keseluruhan peserta menyatakan materi yang disampaikan bermanfaat. Tingkat ketertarikan pada kegiatan 72,2% menyatakan sangat menarik serta 22,8% menyatakan menarik. Keseluruhan peserta menyatakan tertarik untuk melakukan budidaya anggur di rumah. Sistem IoT beroperasi dengan baik, meski mengalami kendala konektivitas internet. Analisis mengungkap penerimaan yang lebih tinggi terhadap materi budidaya konvensional dibandingkan teknologi IoT, serta ketergantungan pada infrastruktur digital sebagai penghambat utama. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas teknis kelompok dan membuka jalan menuju pertanian presisi. Keberlanjutan memerlukan pendampingan lanjutan, penguatan aspek bisnis, dan solusi infrastruktur komunikasi yang adaptif.Kata kunci: budidaya anggur; IoT; kelompok wanita tani; pertanian presisi; pemberdayaan masyarakat
Pengenalan Aplikasi Elektronika Berbasis Android di Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Grobogan Utari Utari; Nuryani Nuryani; Riyatun Riyatun; Budi Purnama
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.94407

Abstract

AbstractThe rapid development of science and technology in recent years has greatly affected the teaching and learning process, especially physics lessons in high school. One of the technology products that has been widely used in all levels of society, including by students both at the elementary level to universities, is the smartphone. This community service activity is intended to increase the knowledge and skills of high school students in using smartphones with the Android operating system in a more effective, interactive, and fun learning process. This activity is carried out through training with theoretical presentation methods, practice, and discussion (question and answer). Direct practice is carried out using electronic media in smartphones owned by each participant (student). The practice used Android to create simple programs with the koltin programming language. Kotlin programming language was chosen because it is simpler, safer, and more productive than other programming languages, especially in the context of Android application development. From the discussion at the end of the training, it was concluded that students' knowledge and interest related to Android applications in learning are increasing because learning is done with easy, interactive, and fun methods. In addition, there is a growing interest of the students to continue their studies in college, especially in S1 Physics FMIPA UNS.    Keywords: Android, Kotlin, Learning, Student Univer
Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos Dalam Rangka Gerakan Lumbung Hidup Rating Aisyiyah Kroman Norainny Yunitasari; Janatun Na'imah; Diah Ratnasari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i1.99928

Abstract

The Aisyiyah Living Granary Movement (GLHA) is carried out to utilize empty land to meet food needs. One important thing in this movement is the community's understanding of how to obtain fertile planting media and support plant growth, namely by making compost. The purpose of this activity is to strengthen the community's understanding (especially members of the Aisyiyah Kroman Branch) in efforts to make compost independently. The activity method used is counseling (lectures). The results of the activity show that this activity can encourage the enthusiasm of participants to ask questions and explore the manufacture of organic fertilizer (compost). In making this compost, two types of results can be obtained, namely liquid and solid fertilizer. This is different from eco enzyme fertilizer which is only liquid. The two types of fertilizers also differ in terms of the smell produced, organic fertilizer (compost) has an unpleasant odor, while eco enzyme fertilizer has a fresher odor.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembuatan Detergen Cair Alami Berbasis Buah Lerak untuk Mengurangi Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya Abu Masykur; Dina Fitriana; Sri Hastuti; Atmanto Heru Wibowo; Candra Purnawan; Denna Artika Cinta; Khairunnisa Nabilla
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.109413

Abstract

Aktivasi peran masyarakat dalam menjaga lingkungan perairan penting dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat. Salah satu caranya adalah melalui edukasi tentang pentingnya menggunakan bahan rumah tangga yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada kelompok PKK di Perumahan Pondok Baru Permai IV, Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali mengenai dampak penggunaan detergen kimia yang berlebihan terhadap lingkungan. Pada sosialisasi ini, dikenalkan detergen ramah lingkungan yang berbahan dasar buah lerak yang kemudian diikuti dengan demonstrasi dan pelatihan. Keberhasilan kegiatan diukur dengan menganalisis hasil pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang ditunjukkan oleh hasil posttest yang meliputi (1) anggota kelompok PKK telah mengetahui kandungan dalam detergen dan isu pencemaran lingkungan karena detergen komersial yang dievaluasi melalui peningkatan nilai rata-rata yang semula 87 pada pretest menjadi 99 pada postest. (2) Anggota kelompok PKK memahami cara membuat detergen cair berbasis lerak. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan implikasi mampu meningkatkan pengetahuan anggota kelompok PKK mengenai dampak penggunaan detergen konvensional, bahan alam yang potensial untuk digunakan sebagai bahan dasar detergen alami ramah lingkungan, dan keterampilan dalam membuat detergen cair dari bahan alam.
Implementasi Metode Learning by Doing Untuk Meningkatkan Pemahaman Prinsip Kerja Motor dan Generator Listrik Pada Siswa Klas XII MAN I Grobogan Suharyana Suharyana; Budi Purnama; Riyatun Riyatun; Utari Utari; Suharno Suharno; Artono Dwijo Sutomo
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110622

Abstract

Group Riset Material dan Sensor Magnetik FMIPA UNS telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat kepada 15 guru dan 36 siswa klas XII MAN I Grobogan dengan tujuan meningkatkan pemahaman para siswa pada prinsip kerja motor listrik dan generator listrik menggunakan metode learning by doing. Efektivitas metode dilihat dari perbandingan nilai pre-test dan post-test sesudah siswa melaksanakan eksperimen. Nilai rata-rata pre-test adalah 67 sedangkan nilai post-test sebesar 84. Dengan demikian dapat disimpulkan metode learning by doing yang diimplementasikan dalam eksperimen berhasil meningkatkan pemahaman para siswa.  

Page 10 of 21 | Total Record : 205