cover
Contact Name
Nur Hamdani Nur
Contact Email
hamdani.nur@unpacti.ac.id
Phone
+6281241263051
Journal Mail Official
jpp@unpacti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti Jl. Andi Mangerangi No.73, Mamajang Dalam, Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90132
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Promotif Preventif
ISSN : 26226014     EISSN : 27458644     DOI : https://doi.org/10.47650/jpp.v3i1
Core Subject : Health,
Epidemiologi; Kesehatan Lingkungan; Administrasi dan Kebijakan Kesehatan; Gizi Kesehatan Masyarakat; Promosi Kesehatan; Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Articles 570 Documents
Analisis Faktor Risiko Konsumsi Alkohol terhadap Hipertensi pada Populasi Lansia (>50 Tahun) di Wilayah Kepulauan: Sebuah Studi Cross-sectional Binanti, Marnix Meiki; Nelwan, Jeini Ester; Kepel, Billy Johnson; Langi, Fima Lanra Fredrik G.; Lampus, Harsali Fransiscus
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan utama lansia yang berkontribusi besar terhadap penyakit kardiovaskular. Di wilayah kepulauan, konsumsi alkohol sebagai faktor risiko perilaku yang dapat dimodifikasi diduga berperan dalam kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi alkohol dengan hipertensi pada lansia (>50 tahun) di Kepulauan Talaud. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan sampel sebanyak 94 lansia yang dipilih secara total sampling di wilayah kerja Puskesmas Dapalan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran tekanan darah menggunakan sfigmomanometer terkalibrasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan odds ratio (OR). Hasil menunjukkan hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dan hipertensi (p=0,003). Lansia yang mengonsumsi alkohol memiliki risiko 3,4 kali lebih tinggi mengalami hipertensi dibandingkan yang tidak mengonsumsi (OR=3,40). Disimpulkan bahwa konsumsi alkohol merupakan faktor risiko signifikan terhadap hipertensi pada lansia di wilayah kepulauan. Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan dan skrining tekanan darah rutin pada kelompok ini perlu diintensifkan di tingkat pelayanan primer.
Determinan Penyakit Jantung Koroner pada Pasien di Rumah Sakit Rujukan di Indonesia: Studi Cross Sectional di RSUP. PROF. DR. R.D Kandou Manado Momuat, Heski Deswan; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Kepel, Billy J.; Fatimawali, Fatimawali; Rombot, Dina Victoria
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kardiovaskular di Indonesia, dengan berbagai faktor risiko yang saling berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner pada pasien di rumah sakit rujukan tersier. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, yang dilaksanakan di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado pada periode September–November 2025. Sampel berjumlah 124 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Variabel independen meliputi usia, hipertensi, diabetes mellitus, hiperlipidemia, dan stres, sedangkan variabel dependen adalah kejadian PJK. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,000), hipertensi (p=0,000), diabetes mellitus (p=0,021), hiperlipidemia (p=0,000), dan stres (p=0,003) berhubungan signifikan dengan kejadian PJK. Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia merupakan faktor paling dominan dengan nilai odds ratio tertinggi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor usia, hipertensi, diabetes mellitus, hiperlipidemia, dan stres berperan penting terhadap kejadian penyakit jantung koroner, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko secara komprehensif, terutama pada kelompok usia berisiko.
Pengaruh Variasi Pelarut Ekstrak Daun Bungkus (Smilax rotundifolia) Sebagai Antibakteri Wael, Muh. Dahlan; Irwandi, Irwandi; Hardia, Lukman
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2441

Abstract

Daun bungkus (Smilax rotundifolia) adalah tanaman jenis flora yang tumbuh di Indonesia, khususnya pada daerah timur papua. Daun bungkus (S. rotundifolia) sering dikenal dengan khasiatnya sebagai obat kejantanan. Daun bungkus (S. rotundifolia) mempunyai kemiripan dengan daun sirih, namun tidak memiliki bau. metode kuantitatif dengan desain True eksperimental. Penelitian ini menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut etanol dan kloroform, masing-masing dengan konsentrasi 10% dan 15%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA (Analisis Varians) Selanjutnya, untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata (mean) antar data, analisis dilanjutkan menggunakan uji LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kedua jenis ekstrak daun bungkus (S. rotundifolia) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Hal tersebut tampak pada ekstrak etanol maupun kloroform pada konsentrasi 10% dan 15% yang masing-masing menghasilkan zona hambat di sekitar kertas cakram sesuai konsentrasi ekstrak yang digunakan. Sebaliknya, pada uji terhadap E. coli tidak ditemukan adanya aktivitas penghambatan. Kondisi ini ditunjukkan oleh tidak terbentuknya zona bening di area sekitar cakram sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan E. coli tidak terpengaruh oleh perlakuan tersebut. Pada analisis data, ekstrak etanol dan kloroform terhadap bakteri S. aureus dengan nilai sig. >0,05, namun pada bakteri E. coli tidak menunjukkan efektivitas pada ekstrak etanol dan kloroform daun bungkus
Efek Gastroprotektif Ekstrak Daun Syzygium polyanthum pada Cedera Lambung Akibat Ibuprofen pada Tikus Sprague Dawley: Sebuah Studi Histopatologi Sianturi, Brant Allen; Damanik, Efrisca M. Br.; Ratu, Kristian; Riwu, Audrey Gracelia
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2544

Abstract

Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) secara luas meningkatkan risiko gastritis melalui kerusakan mukosa lambung. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek protektif ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap gambaran histopatologi mukosa lambung tikus Sprague Dawley yang diinduksi ibuprofen. Penelitian eksperimental laboratorik dengan desain posttest only with control group melibatkan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok (n=6): kontrol negatif, kontrol positif (ibuprofen 100 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan yang menerima ibuprofen dan ekstrak daun salam dosis 50, 150, dan 250 mg/kgBB. Preparat lambung diperiksa pada perbesaran 400× untuk menilai deskuamasi, erosi, ulserasi, dan hiperplasia. Analisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney (α=0,05). Kontrol positif menunjukkan kerusakan mukosa berupa deskuamasi, erosi, dan hiperplasia. Kelompok perlakuan memperlihatkan perbaikan histologis dengan penurunan skor kerusakan, terutama pada dosis 250 mg/kgBB yang menurunkan skor sebesar 26,5% dibanding dosis lebih rendah. Terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,000). Ekstrak daun salam menunjukkan efek protektif terhadap mukosa lambung akibat induksi ibuprofen.
Analisis Kelayakan Bisnis Pengembangan Unit Fisioterapi Medik: Studi Kasus Rumah Sakit Swasta di Bali, Indonesia Putra, Agung Manik Septiana; Paramarta, Vip; Kosasih, Kosasih; Yuliaty, Farida
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2549

Abstract

Pengembangan unit layanan rehabilitasi di rumah sakit swasta memerlukan analisis kelayakan finansial yang komprehensif untuk memastikan keberlanjutan investasi dan efisiensi alokasi sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kelayakan finansial kuantitatif dengan dukungan analisis manajerial kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 8 informan manajemen dan tenaga fisioterapis serta analisis laporan keuangan rumah sakit periode Januari–November 2025. Evaluasi investasi dilakukan menggunakan indikator Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR) dengan horizon investasi lima tahun. Dengan investasi awal sebesar Rp 1.000.000.000 dan asumsi pertumbuhan pendapatan 5% per tahun, diperoleh NPV sebesar Rp 245.137.000 pada tingkat diskonto 10%, IRR sebesar 18,19%, dan Payback Period selama 3 tahun 2 bulan. Uji sensitivitas pada diskonto 20% menunjukkan proyek mendekati titik impas, yang mengindikasikan tingkat risiko moderat. Pengembangan Unit Fisioterapi Medik dinilai layak secara finansial dan memiliki rasionalitas ekonomi dalam kerangka ekspansi layanan rumah sakit. Temuan ini memberikan implikasi manajerial bagi rumah sakit swasta dalam merencanakan ekspansi layanan rehabilitasi yang berkelanjutan serta adaptif terhadap risiko regulasi dan pembiayaan kesehatan.
Analisis Keakuratan Kode Diagnosis Berdasarkan ICD-10 dan Faktor Penyebabnya pada Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Kota Baubau Sari, Selvi Mayang; Muzuh, Mega Ermasari; Amiruddin, Ahmad; Rahmadi, Dwi Safitria; Dzulkarnain, Khumar
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2555

Abstract

Keakuratan pengkodean diagnosis menggunakan International Classification of Diseases Tenth Revision (ICD-10) sangat penting untuk menjamin kualitas data, ketepatan pelaporan kesehatan, serta efektivitas manajemen pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keakuratan kode diagnosis berdasarkan ICD-10 serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakakuratan pada rekam medis rawat jalan di salah satu puskesmas di Kota Baubau, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain audit deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada tahun 2024. Sebanyak 77 berkas rekam medis pasien rawat jalan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Keakuratan kode dinilai melalui pencocokan kode diagnosis yang tercantum dalam rekam medis dengan standar pedoman ICD-10. Observasi dan wawancara mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi faktor penyebab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 41,56% kode diagnosis yang akurat, sedangkan 58,44% lainnya tidak akurat. Ketidakakuratan terutama dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia (tidak adanya tenaga perekam medis terlatih dan kurangnya pelatihan pengkodean), faktor material (ketiadaan buku ICD-10), serta faktor finansial (keterbatasan anggaran untuk pelatihan dan pengadaan sumber daya). Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan kapasitas dan dukungan institusional untuk meningkatkan mutu pengkodean di pelayanan kesehatan primer.
Variasi Musiman Demam Tifoid di Kota Makassar: Analisis Deret Waktu Berbasis Data Sentinel Pediatrik dan Implikasinya terhadap Kesiapsiagaan Layanan Penyakit Dalam Dewasa Iskandar, Darariani
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2561

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi endemik di Indonesia yang masih memberikan beban signifikan terhadap layanan kesehatan. Variasi musiman diketahui berperan penting dalam dinamika transmisi tifoid, terutama di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola variasi musiman kejadian demam tifoid di Kota Makassar berdasarkan data sentinel populasi pediatrik serta implikasinya terhadap kesiapsiagaan layanan penyakit dalam dewasa. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif retrospektif dengan pendekatan analisis deret waktu terhadap seluruh kasus demam tifoid (ICD-10: A01.0) yang tercatat di RSIA Ananda Makassar selama periode Januari–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 376 kasus demam tifoid yang dianalisis, sebanyak 54,8% memerlukan perawatan rawat inap. Distribusi kasus memperlihatkan pola variasi musiman bimodal dengan puncak kejadian pada bulan April serta September–Oktober. Selain itu, rasio rawat inap terhadap rawat jalan meningkat pada periode puncak musiman, yang mengindikasikan kecenderungan derajat keparahan penyakit yang lebih tinggi. Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwa kejadian demam tifoid di Kota Makassar menunjukkan variasi musiman yang jelas. Lonjakan kasus pada populasi pediatrik berpotensi dimanfaatkan sebagai indikator sentinel dalam sistem peringatan dini serta untuk meningkatkan kesiapsiagaan layanan penyakit dalam dewasa di wilayah endemis.
Pola Penyakit Obstetri, Neonatal, dan Infeksi pada Penerima Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda: Studi Potong Lintang Ananda, Fadli; Ashari, Irwan; Iskandar, Darariani
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2562

Abstract

Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) meningkatkan akses pelayanan maternal dan neonatal di Indonesia. Namun, pola penyakit pada pasien JKN rawat inap kebidanan belum dipetakan secara komprehensif. Studi deskriptif potong lintang ini menggunakan data sekunder ICD-10 dari seluruh episode rawat inap pasien JKN di RSIA Ananda tahun 2025 (n=18.584). Analisis deskriptif menilai jenis, frekuensi, dan distribusi penyakit obstetri, neonatal, dan infeksi. Penyakit obstetri mendominasi (78,0%), terutama persalinan dan komplikasi intrapartum, dengan proporsi seksio sesarea tinggi (20,7%). Penyakit neonatal 7,7%, didominasi ikterus, berat badan lahir rendah, dan gangguan pernapasan. Penyakit infeksi 14,3%, terutama infeksi saluran pernapasan dan gastrointestinal. Sebagian besar kasus obstetri adalah readmisi, sedangkan kasus neonatal dan infeksi menunjukkan distribusi seimbang antara baru dan lama. Temuan ini menegaskan beban penyakit kompleks, menekankan penguatan pelayanan obstetri–neonatal, pencegahan infeksi, dan peningkatan kualitas data untuk mendukung kebijakan berbasis bukti.
Model EduSex-HIV Berbasis PLISSIT Untuk Pencegahan Kekerasan Seksual dan Penularan HIV Pada Remaja Rahim, Nirwanto K.; Purwanto, Erwin; Hafid, Ridha
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2575

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan seksual dan penularan HIV akibat rendahnya literasi kesehatan reproduksi serta terbatasnya edukasi seksual komprehensif di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Edusex-HIV berbasis PLISSIT dengan perspektif kesetaraan gender dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan kekerasan seksual dan penularan HIV. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Kota Gorontalo pada Maret–April 2025 dengan sampel 100 siswa menggunakan simple random sampling. Variabel utama penelitian adalah tingkat pengetahuan dan sikap siswa terkait pencegahan kekerasan seksual dan HIV. Intervensi edukasi dilakukan selama dua minggu melalui empat sesi berbasis model PLISSIT. Analisis data menggunakan uji independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pengetahuan dari mean 1,32 menjadi 1,80 dan sikap dari 1,18 menjadi 1,90, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami perubahan kecil pada pengetahuan (1,30 menjadi 1,34) dan sikap (1,20 menjadi 1,25). Uji Independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok baik pada pengetahuan maupun sikap (p = 0,001). Model Edusex-HIV berbasis PLISSIT efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan kekerasan seksual dan penularan HIV sehingga berpotensi diterapkan sebagai strategi edukasi kesehatan reproduksi di sekolah.
Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas: Studi Kualitatif di Puskesmas Kotabunan, Indonesia Abdul, Nurul Suciyanti; Posangi, Jimmy; Doda, Diana Vanda D.; Kristanto, Erwin Gidion; Sumampouw, Oksfriani Jufri
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2581

Abstract

Penerapan sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di puskesmas sangat penting untuk memastikan keselamatan petugas kesehatan dan pasien. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen K3 di Puskesmas Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Studi deskriptif kualitatif dilakukan dari November hingga Desember 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan tinjauan dokumen yang melibatkan lima informan yang dipilih secara purposif, termasuk kepala puskesmas, kepala administrasi, koordinator mutu dan keselamatan, dokter, dan perawat. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas telah membentuk tim K3 dan menerapkan beberapa komponen sistem manajemen K3, termasuk kebijakan, identifikasi bahaya, pengendalian risiko, dan ketersediaan alat pelindung diri. Namun, beberapa kelemahan teridentifikasi, seperti tidak adanya anggaran K3 khusus, kurangnya personel K3 bersertifikat, tidak adanya prosedur formal untuk pelaporan kecelakaan kerja, dan mekanisme pemantauan dan evaluasi yang terbatas. Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi sistem manajemen K3 telah dimulai tetapi belum optimal. Penguatan komitmen kelembagaan, penyediaan pelatihan berkala, dan peningkatan mekanisme pemantauan dan evaluasi direkomendasikan untuk meningkatkan implementasi K3.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 2 (2025): April 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 8 No 1 (2025): Februari 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 5 (2024): Oktober 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 2 (2024): April 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 5 (2023): Oktober 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 4 (2023): Agustus 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 3 (2023): Juni 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 6 No 1 (2023): Februari 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 5 No 1 (2022): Agustus 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 4 No 2 (2022): Februari 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 4 No 1 (2021): Agustus 2021: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 3 No 2 (2021): Februari 2021: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 3 No 1 (2020): Agustus 2020: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF Vol 2 No 2 (2020): JPP, Februari 2020 Vol 2 No 1 (2019): JPP, Agustus 2019 Vol 1 No 2 (2019): JPP, Februari 2019 More Issue