cover
Contact Name
Firman Malewa
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
admin@jurnaldidaktika.org
Editorial Address
Office: Microteaching Building 1st Floor State Islamic Institute of Palopo (IAIN Palopo), Jl. Agatis, , South Sulawesi, Indonesia, 91914
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Kependidikan
ISSN : 23021330     EISSN : 27454312     DOI : 10.58230
Core Subject : Education,
Material Development Testing, Assessment, & Evaluation Teacher Professional Development Learning Activities Education Policy Learning Facilities & Infrastructures
Articles 1,473 Documents
Kelayakan Instrumen Tes Tata Boga bagi Guru Kejuruan: Analisis Validitas dan Reliabilitas Nunung Nurjanah; Dedi Prestiadi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3052

Abstract

Instrumen penilaian memiliki peran penting dalam pendidikan kejuruan, khususnya bidang tata boga yang menuntut penguasaan teori dan praktik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan instrumen tes tata boga yang digunakan dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bidang kuliner. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 75 peserta PPG. Analisis dilakukan terhadap validitas butir, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, serta efektivitas distraktor menggunakan uji korelasi Pearson dan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% dari 63 butir soal memenuhi kriteria valid dengan nilai validitas berkisar 0,20–0,62, dan reliabilitas instrumen tinggi (α = 0,84). Tingkat kesukaran berada pada kategori mudah–sedang, sedangkan daya beda rata-rata 0,42 menunjukkan kemampuan instrumen dalam membedakan peserta berkemampuan tinggi dan rendah. Sebagian besar distraktor berfungsi baik, meskipun masih ditemukan butir yang memerlukan revisi, terutama pada aspek pengecoh yang tidak bekerja optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa instrumen tes tata boga layak digunakan sebagai alat evaluasi kompetensi guru kejuruan, meskipun penyempurnaan tetap diperlukan untuk meningkatkan ketepatan pengukuran. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan instrumen asesmen yang lebih valid dan reliabel dalam pendidikan kejuruan serta menjadi acuan bagi lembaga PPG dalam meningkatkan mutu evaluasi pembelajaran.
The Effectiveness of Task-Based Language Teaching in Improving High School Students' English Listening and Speaking Skills: A Mixed Method Study Riki Ruswandi; Paulina Novarita; Agim Mauludin; Genta Albani Mukti; Naila Eldisya Zainnasywa; Khansa Huzafa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3065

Abstract

This study investigates the effectiveness of Task-Based Language Teaching (TBLT) in enhancing the listening and speaking skills of senior high school students in Indonesia. In this context, the development of communicative competence continues to face ongoing challenges. To comprehensively evaluate the impact of TBLT, the study employed a sequential mixed-methods explanatory design. The quantitative phase employed a quasi-experimental pre-test/post-test design with 77 students from three private schools, while the qualitative phase utilized interviews to deepen the Understanding. Quantitative results indicated that TBLT significantly improved listening (W = 461.5, p < .001) and speaking (W = 11.0, p < .001). However, the impact on speaking was statistically much stronger and consistent across school contexts. Thematic qualitative findings revealed that TBLT's effectiveness was strongly mediated by its ability to create a positive affective-motivational core; students and teachers reported increased enjoyment, confidence, and engagement as key factors for pedagogical success. It is concluded that TBLT is a highly effective approach, especially for productive skills. However, its success is context-dependent and strongly mediated by its ability to construct a psychologically supportive learning environment, underscoring the importance of careful pedagogical scaffolding.
Buku Edukasi Ramah Anak (BERANI): Inovasi Literasi untuk Pencegahan Kekerasan Verbal pada Siswa Sekolah Dasar Ida Putriani; Ida Putri Rarasati; Sripit Widiastuti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3071

Abstract

Kekerasan verbal menjadi salah satu bentuk tindakan buliying yang jarang disadari. Di sekolah dasar, edukasi tentang kekerasan verbal belum terfasilitasi denan baik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Buku Edukasi Ramah Anak, No Intimidasi (BERANI) sebagai media literasi untuk pencegahan kekerasan verbal pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Produk yang dikembangkan berupa buku cerita bergambar dengan judul BERANI yang terdiri dari 3 sub tema buku yaitu Berani Bilang “Julukan yang Menyakitkan”, Berani Bicara “Kata-kata yang Menyakiti”, dan Berani Jadi Diri Sendiri. Hasil validasi ahli materi, media, dan bahasa menunjukkan bahwa ketiga buku memperoleh persentase kelayakan di atas 90% dengan kategori “sangat valid”. Uji keterbacaan yang melibatkan 18 siswa SD menghasilkan rata-rata skor respons di atas 91,3% dengan kategori “sangat baik”. Dan dari respon Guru sebesar 97,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa buku BERANI memiliki relevansi tinggi dengan pengalaman sehari-hari siswa, menggunakan bahasa sederhana, ilustrasi menarik, serta pesan moral yang jelas sehingga efektif sebagai sarana edukasi anti kekerasan verbal. Produk yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan di sekolah dasar untuk mendukung penguatan karakter positif sekaligus mencegah praktik kekerasan verbal di lingkungan sekolah. Buku BERANI mampu menjadi solusi edukasi dan pengatasan kekerasan verbal di sekolah dasar
Peran Kewarganegaraan Digital Dalam Pembentukan Etika Penggunaan Artificial Intelligence: Systematic Literature Review Roul Alvaro Prasetyo; Budi Mulyono; Wahyu Cahyana Putra
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3074

Abstract

Masifnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) telah menimbulkan tantangan etis yang cukup signifikan dalam berbagai bidang, terutama pendidikan, sehingga memerlukan adanya sebuah kerangka kerja untuk membentuk etika penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyintesis peran konseptual kewarganegaraan digital (digital citizenship) dalam pembentukan etika penggunaan Artificial Intelligence (AI). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 10 artikel terpilih dari basis data Scopus yang terbit antara tahun 2021-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewarganegaraan digital (digital citizenship) memiliki peranan yang fundamental sebagai sebuah kerangka kerja konseptual untuk membentuk etika penggunaan Artificial Intelligence (AI). Prinsip-prinsip kewarganegaraan digital (digital citizenship) seperti tanggung jawab, empati digital, dan kesadaran privasi sebagai jawaban langsung terhadap tantangan etis yang ditimbulkan oleh Artificial Intelligence (AI) seperti plagiarisme, disinformasi, dan bias algoritmik. Pendekatan untuk mengatasi tantangan dari penggunaan Artificial Intelligence (AI) tidak cukup jika hanya bersifat teknis atau regulatif, melainkan harus berakar pada pembentukan kompetensi kewarganegaraan digital (digital citizenship competence). Penelitian ini dapat memberikan landasan teoretis yang kuat bagi para pendidik dan pembuat kebijakan bahwa untuk membentuk etika penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang efektif maka harus diintegrasikan secara inheren ke dalam kurikulum bukan sebagai sebuah entitas yang terpisah.
Framework Pembelajaran Adaptif Berbasis Sosial Media pada Pembelajaran Berbasis Teknologi Lingkup Perguruan Tinggi Selvia Deviv; Muthi Syahidah Arifuddin; Sukarya Daud
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun framework pembelajaran adaptif berbasis sosial media sebagai pedoman dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan model ADDIE, namun pelaksanaannya difokuskan hanya sampai tahap Analysis dan Design. Tahap analisis dilakukan melalui sintesis temuan penelitian sebelumnya dan kajian literatur untuk mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa, dosen, dan institusi terhadap pembelajaran adaptif berbasis media sosial. Tahap desain dilakukan dengan merumuskan struktur dokumen framework, mengembangkan lima komponen utama (kurasi konten edukatif, integrasi CPMK (aktivitas, asesmen, jalur adaptif, SOP institusional, dan toolkit evaluasi), serta menyusun draft dokumen sebagai blueprint awal. Hasil penelitian berupa dokumen draft framework yang telah disusun secara sistematis dan dilengkapi dengan instrumen pendukung seperti rubrik penilaian, tabel pemetaan CPMK, serta draft SOP. Dokumen ini masih berada pada tahap working draft sehingga belum difinalisasi maupun diuji dalam konteks pembelajaran nyata. Meskipun demikian, framework yang dihasilkan telah memberikan kontribusi konseptual dan praktis dengan menawarkan solusi atas kebutuhan integrasi media sosial ke dalam pembelajaran berbasis teknologi di perguruan tinggi. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memasuki tahap Development, Implementation, dan Evaluation guna menguji efektivitas framework dalam meningkatkan kualitas pembelajaran adaptif.
Pengembangan Prototipe Instrumen Asesmen Membaca Permulaan bagi Siswa Tunagrahita Ringan di Sekolah Luar Biasa Nur Syahid Syaifudin Anshori; Ravik Karsidi; Abdul Rahman
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3080

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil identifikasi kebutuhan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) terhadap prototipe asesmen kemampuan membaca permulaan secara tepat bagi siswa tunagrahita ringan. Rumusan masalah dalam artikel ini adalah 1) bagaimana tingkat kebutuhan guru terhadap pengembangan prototipe instrumen asesmen membaca permulaan bagi siswa tunagrahita ringan di SLB?, 2) bagaimana rancangan pengembangan prototipe instrumen asesmen membaca permulaan bagi siswa tunagrahita ringan di SLB?, 3) bagaimana kelayakan produk pengembangan prototipe instrumen asesmen membaca permulaan bagi siswa tunagrahita ringan di SLB?. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa prototipe instrumen asesmen membaca permulaan bagi siswa tunagrahita ringan di SLB. Pendekatan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), namun penelitian ini dibatasi hanya sampai tahap Development sesuai fokus kebutuhan produk. Penelitian dilaksanakan secara nasional di seluruh Indonesia dengan responden berupa guru-guru yang mengajar siswa tunagrahita ringan di SLB. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tingkat kebutuhan pengembangan prototipe instrumen asesmen membaca permulaan bagi siswa tunagrahita ringan di SLB termasuk kategori tinggi, 2) Rancangan pengembangan prototipe instrumen asesmen membaca permulaan melalui kajian teori dan hasil penelitian. 3) hasil uji kelayakan produk melalui validasi ahli, validasi uji keterbacaan pengguna, dan FGD menunjukkan produk layak digunakan untuk melakukan asesmen membaca permulaan bagi siswa tunagrahita ringan di SLB. Sebagai saran kebijakan dan program, peneliti merekomendasikan agar guru, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan luar biasa menerapkan asesmen membaca permulaan sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran membaca yang tepat. Dengan adanya asesmen yang sesuai, kemampuan membaca anak tunagrahita ringan dapat dikembangkan secara optimal.
Model Panduan Pendidikan Inklusif Berbasis Evaluasi Diri Sekolah (EDS): Sebuah Pengembangan Berorientasi Peningkatan Kompetensi Guru Dan Kepala Sekolah Zet Simon; Munawir Yusuf; Joko Yuwono
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3081

Abstract

Peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan inklusif di tingkat SMA memerlukan proses evaluasi yang sistematis agar sekolah mampu menilai kesiapan, pelaksanaan, dan efektivitas layanan yang diberikan kepada peserta didik. Berangkat dari kebutuhan tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan buku panduan penyelenggaraan pendidikan inklusif berbasis Evaluasi Diri Sekolah (EDS) sebagai upaya meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru di SMA Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari dua SMA inklusif di Kab. Nunukan dengan 107 responden yang terdiri dari 2 kepala sekolah dan 105 guru. Instrumen dalam penelitian adalah kuesioner untuk menganalisis kebutuhan pengguna terkait pengembangan produk, menilai kelayakan produk, dan mengukur pemahaman responden terhadap implementasi pendidikan inklusif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik skala kuesioner (survei). Data penelitian akan dianalisis secara deskripstif dengan statististik parametrik dan uji efektivitas melalui uji Paired T-Test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil analisis kebutuhan pengembangan buku panduan penyelenggaraan pendidikan inklusif termasuk kategori tinggi, 2) Hasil uji validasi kelayakan ahli materi, penyajian, bahasa, media, dan manajemen pendidikan termasuk kaegori layak. Begitupun hasil FGD dan uji kelayakan keterbacaan calon pengguna dianyatakan sangat layak, 3) Hasil uji efektivitas produk menunjukkan bahwa nilai t hitung (–28,42) berada di luar daerah penerimaan H₀, karena lebih kecil dari –1,971, dan nilai p-value (0,0000) <0,05. Dengan demikian, H₀ ditolak dan H₁ diterima Berdasarkan hal tersebut, buku panduan impelementasi pendidikan inklusif berbasis EDS efektif dalam meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru terhadap implementasi pendidikan inklusif di SMA.
Transformasi Pendidikan Melalui Sekolah Berpola Asrama Gratis untuk Menekan Angka Putus Sekolah di Papua Selatan Khoirul Anam; Maisyaroh; Bambang Budi Wiyono
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3090

Abstract

Fenomena anak putus sekolah di Kabupaten Merauke merupakan persoalan mendesak yang dipengaruhi oleh faktor geografis, sosial-ekonomi, dan keterbatasan akses transportasi. Banyak siswa tinggal jauh dari pusat kota, harus menempuh perjalanan panjang dan mahal, sehingga meningkatkan risiko berhenti sekolah. Salah satu pendekatan yang dikembangkan pemerintah daerah adalah model sekolah berpola asrama gratis (boarding school) yang menyediakan layanan pendidikan sekaligus tempat tinggal, bimbingan karakter, dan pengasuhan dalam lingkungan terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sekolah berpola asrama gratis dalam menekan angka putus sekolah, mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat implementasinya, dan menggali implikasi manajerial bagi kebijakan pendidikan di Merauke. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dihimpun pada empat sekolah berpola asrama SMA Negeri Plus Satap 1 Merauke, SMA Negeri Plus Satap 4 Senayu, SMP Negeri Satap Wasur, dan SMP Negeri Satap 2 Merauke, melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, pengelola asrama, guru, siswa, dan orang tua; observasi kegiatan belajar serta kehidupan sehari-hari siswa di asrama; dan telaah dokumen berupa data kehadiran, laporan BOS asrama, serta kebijakan Dinas Pendidikan. Analisis data dilakukan secara sistematis menggunakan NVivo 15 untuk memudahkan proses pengkodean, kategorisasi tema, dan visualisasi pola hubungan antar data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah berpola asrama mampu meningkatkan kehadiran siswa, mengurangi hambatan jarak dan biaya transportasi, serta memperkuat motivasi belajar melalui rutinitas terstruktur dan dukungan teman sebaya. Pola asrama gratis juga efektif sebagai wahana pendidikan karakter yang menumbuhkan disiplin, kemandirian, tanggung jawab, dan dukungan psikososial melalui peran guru dan pengelola. Temuan penelitian memperlihatkan tren menurunnya angka putus sekolah di lokasi studi, sehingga pola asrama relevan sebagai strategi intervensi di daerah terbatas akses. Namun demikian, keterbatasan fasilitas, ketidakstabilan pendanaan, dan tantangan adaptasi siswa masih menjadi kendala utama. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah berpola asrama berpotensi menjadi strategi efektif di wilayah 3T apabila didukung manajemen profesional, kebijakan pemerintah yang konsisten, dan keterlibatan masyarakat berkelanjutan.
Pengaruh Media Pembelajaran Youtube dan Instagram Terhadap Pemahaman Anatomi Siswa SMK Keperawatan Dimoderasi Tingkat Partisipasinya Devi Maha Perdana; Didik Nurhadi; Widiyanti Widiyanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial Youtube dan Instagram sebagai media pembelajaran terhadap pemahaman anatomi siswa SMKN 1 Rejotangan di Tulungagung, dengan mempertimbangkan tingkat partisipasi siswa sebagai variabel moderator. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya pemanfaatan media sosial dalam pendidikan, khususnya pada mata pelajaran yang menuntut visualisasi mendalam seperti anatomi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 267 siswa kelas X–XII yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Google Form untuk mengukur intensitas penggunaan Youtube dan Instagram, tingkat partisipasi siswa, serta pemahaman anatomi. Analisis data dilakukan dengan teknik Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), meliputi uji validitas, reliabilitas, serta pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Youtube dan Instagram berpengaruh positif signifikan terhadap pemahaman anatomi siswa. Selain itu, tingkat partisipasi siswa terbukti memoderasi hubungan antara penggunaan media sosial dan pemahaman anatomi. Siswa dengan partisipasi tinggi memperoleh pemahaman lebih baik dibandingkan siswa dengan partisipasi rendah. Nilai R-square menunjukkan bahwa variabel penggunaan Youtube dan Instagram mampu menjelaskan 61% variasi pemahaman anatomi, sedangkan tingkat partisipasi menjelaskan 31,3% variasi dalam keterlibatan siswa. Simpulannya, integrasi Youtube dan Instagram dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran anatomi, terutama jika didukung partisipasi aktif siswa.
Pengembangan Modul Pembelajaran Kemandirian Tunagrahita Ringan Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Sekolah Dasar Lilis Muklisoh; Munawir Yusuf; Subagya
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan guru terhadap panduan pembelajaran yang sistematis dan sesuai dengan karakteristik peserta didik tunagrahita ringan berfokus pada pengambangan kemandirin di sekolah dasar (SD) inklusif. Tujuan penelitian adalah: 1) Mendeskripsikan kebutuhan guru akan modul pembelajaran kemandirian peserta didik tunagrahita ringan, 2) Menghasilkan modul pembelajaran kemandirian peserta didiktunagrahita yang layak, 3) Menganalisis efektivitas modul dalam meningkatkan kompetensi guru di SD inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R & D) dengan model 4D (define, design, development,disseminate). Populasi penelitian ini berjumlah 54 guru di lima SD penyelenggara pendidikan inklusif yang diperoleh melalui teknik non-probability sampling. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan serta uji N-Gain untuk mengukur tingkat peningkatan kompetensi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil analisis kebutuhan guru terhadap pengembangan modul pembelajaran kemandirian peserta didik tunagrahita ringan termasuk kategori tinggi. Artinya guru membutuhkan pengembangan modul untuk digunakan sebagai acuan dalam merancang pembelajaran bagi peserta didik tunagrahita ringan. 2) Hasil uji kelayakan validasi ahli materi, ahli penyajian, ahli bahasa, ahli kegrafikan, dan uji coba pengguna telah dinyakatan layak untuk digunakan, 3) Hasil analisis efektivitas modul melalui uji-t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest (M = 51,28) dan posttest (M = 70,09), t (53) = 18,438, p < 0,001, yang mengindikasikan peningkatan kompetensi guru setelah menggunakan modul. Selanjutnya hasil rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,637 menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru berada pada kategori sedang. Rekomendasi dalam penelitian ini para guru di SD inklusif dapat memanfaatkan modul ini dalam merancang pembelajaran kemandirian bagi tunagrahita ringan.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024) Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 3 Agustus (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 Mei (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 Februari (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 4 Nopember (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 3 Agustus (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 Mei (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 Februari (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 4 Nopember (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 3 Agustus (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 Mei (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 Februari (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 4 (2020): DIDAKTIKA November 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): DIDAKTIKA Agustus 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DIDAKTIKA Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DIDAKTIKA Februari 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): DIDAKTIKA Agustus 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): DIDAKTIKA Mei 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DIDAKTIKA Februari 2019 More Issue