cover
Contact Name
Erwin Susanto
Contact Email
susanto@ubpkarawang.ac.id
Phone
+6282216045081
Journal Mail Official
civics@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
http://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/CIVICS/about/editorialTeam
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 25279742     EISSN : 25805487     DOI : https://doi.org/10.36805/civics
Core Subject : Education, Social,
Jurnal CIVICS: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah jurnal yang menerbitkan berbagai jenis artikel ilmiah yang berdasarkan penelitian. Topik yang kami terima adalah artikel yang berkaitan dengan ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Adapun ruang lingkup publikasi dalam ilmu PPKn adalah ilmu kewarganegaraan; pembelajaran PPKn; karakter, nilai dan moral; pendidikan hukum; dan pendidikan politik
Articles 231 Documents
Pemahaman Dan Penerapan Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Selesai Terhadap Nilai-nilai Pendidikan Pancasila Lubis, Zahrani Nur Latifah; Rambe, Hafijah Arini; Nuraini, Nadia Khansa; Adelia, Tika; Harahap, Hilma Rosidah; Setiawan, Anugrah
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11275

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman etika bangsa menjadi pijakan utama dalam membentuk karakter siswa. Dalam teori, penanaman nilai biasanya dilakukan melalui pemahaman konsep, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, contoh perilaku dari guru maupun lingkungan, serta pengalaman sosial yang terus dialami peserta didik. Berdasarkan pemikiran tersebut, penelitian ini mengkaji bagaimana siswa kelas XII SMA Negeri 1 Selesai memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, sekaligus meninjau peran guru dalam mendorong proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan tujuh siswa sebagai sumber data utama dan dua guru sebagai pendukung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tergolong cukup baik, terlihat dari perilaku toleran, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, serta tanggung jawab, meskipun belum berjalan merata pada seluruh siswa. Guru berkontribusi melalui keteladanan dan pembelajaran yang dikaitkan dengan situasi nyata di lingkungan mereka. Dari keseluruhan hasil, dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai Pancasila sudah berlangsung dengan baik, tetapi tetap memerlukan penguatan secara terus-menerus.
Implementasi Media Kartu Make A Match untuk Meningkatkan Konsentrasi Dan Kemampuan Bernalar Kritis Siswa SDN 2 Winong Kendal Alfiani, Tesya Septiya; Muayyanah, Mahfudhotul; Yulisa, Trisna; Hidayati, Aulia Pipit Nur; Wahyuni, Nur Indah
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11276

Abstract

Pembelajaran PKn di SDN 2 Winong masih menghadapi permasalahan rendahnya konsentrasi dan kemampuan bernalar kritis siswa akibat penggunaan metode ceramah dan media visual pasif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan media kartu Make a Match sebagai strategi untuk meningkatkan fokus dan kemampuan bernalar kritis siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan guru kelas. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif tematik dengan mengelompokkan hasil observasi dan wawancara ke dalam tema terkait konsentrasi, keterlibatan, dan kemampuan bernalar kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pencocokan kartu mendorong siswa memahami informasi dengan cepat, menjaga fokus, serta meningkatkan partisipasi dan kepercayaan diri dalam berdiskusi. Interaksi melalui kegiatan pasangan juga memperkuat kemampuan siswa dalam memberikan alasan logis. Secara keseluruhan, media Make a Match terbukti relevan dan efektif dalam menciptakan pembelajaran PKn yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna di SDN 2 Winong.
Analisis Perbedaan Pengaruh Pembelajaran Dengan dan Tanpa Pemberian Hadiah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas III SD IT Insan Mulia Aurelia, Azahra; Na'imatushalihah, Najla; Rahmawati, Rima; Amelia, Heni; Nuraeni, Rina
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11277

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya motivasi belajar siswa kelas III SD IT Insan Mulia, terlihat dari kurangnya konsentrasi, rendahnya partisipasi, dan kecenderungan bermain saat pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan motivasi belajar antara siswa yang belajar dengan dan tanpa reward. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian melibatkan 24 siswa dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, tercermin dari meningkatnya perhatian, partisipasi aktif dalam bertanya dan menjawab, serta perubahan perilaku positif. Suasana kelas menjadi lebih kondusif, dan hubungan guru dan siswa membaik karena siswa merasa dihargai. Pembelajaran tanpa reward tetap berjalan, tetapi peningkatan motivasinya tidak sekuat pembelajaran dengan reward. Reward efektif digunakan selama tetap proporsional agar motivasi intrinsik dan ekstrinsik seimbang.
Pancasila sebagai Landasan Moral dalam Reformasi Birokrasi Digital di Indonesia Zahrani, Najla Assyifa; Halimah, Rifdah; Herawati R, Adelia; Asmara, Bunga Astriani; Nelwan, Anindita Sophia; Febrianti, Aisyah; Lutfi, Muhammad Fauzi Rais
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11279

Abstract

Penelitian ini membahas peran nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dalam reformasi birokrasi digital di Indonesia. Permasalahan utama yang diangkat meliputi perkembangan arah penelitian, implementasi nilai-nilai Pancasila dalam birokrasi digital, serta tantangan dan peluang dalam mengintegrasikannya ke dalam e-government. Metode yang digunakan adalah analisis bibliometrik dan studi kepustakaan yang menelaah berbagai karya ilmiah terkait transformasi digital pemerintahan dan etika birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila mampu mengarahkan digitalisasi birokrasi agar berorientasi pada efisiensi, kemanusiaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab moral aparatur negara. Temuan kebaruan terletak pada penegasan Pancasila sebagai paradigma etika dalam tata kelola digital. Simpulan menunjukkan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi digital bergantung pada internalisasi nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan untuk mewujudkan pemerintahan yang modern, berintegritas, dan berkepribadian Indonesia
Pancasila Sebagai Pedoman Perilaku Generasi Muda di Tengah Perubahan Sosial Sulistiawati, Denti; Andini, Hesti
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11297

Abstract

Pancasila memiliki peran penting sebagai pedoman perilaku generasi muda di tengah dinamika perubahan sosial yang disebabkan oleh perkembangan teknologi, globalisasi, serta pergeseran nilai dan budaya. Perubahan yang begitu cepat menuntut generasi muda untuk mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri dan nilai moral yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai dasar moral, panduan etika, dan arah dalam bertindak, sehingga dapat mencegah terjadinya degradasi karakter serta melemahnya semangat kebangsaan. Nilai-nilai luhur Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan menjadi landasan dalam membentuk perilaku positif, tangguh, dan berintegritas pada diri generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana Pancasila berperan dalam membentuk perilaku generasi muda di tengah perubahan sosial yang kompleks, serta mengidentifikasi upaya penguatan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan, keteladanan, dan budaya sekolah mampu menumbuhkan karakter positif, meningkatkan kesadaran berbangsa.
Implementasi Nilai Persatuan Indonesia dalam Mencegah Konflik Sosial di Era Digital Wardani, Ayu Pramudita Putri; Parida, Resa
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11300

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial di kalangan masyarakat Indonesia sekaligus meningkatkan potensi konflik sosial melalui penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi yang diperkuat oleh algoritma media sosial. Situasi ini menyoroti urgensi penguatan prinsip ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, sebagai pedoman etis dalam penggunaan media digital. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai Persatuan Indonesia dalam upaya mencegah dan mengurangi konflik sosial di ruang digital. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tinjauan literatur yang mengkaji dinamika hoaks, bias algoritma, dan polarisasi digital dalam konteks kebangsaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Persatuan Indonesia berfungsi sebagai kerangka normatif untuk membangun ruang digital yang inklusif dan bertanggung jawab melalui penguatan literasi digital, pengembangan etika kewarganegaraan digital berdasarkan persatuan, dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, platform digital, dan masyarakat. Temuan ini menekankan bahwa internalisasi nilai Persatuan Indonesia merupakan strategi penting dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan memperkuat kohesi sosial di era digital.
Internalisasi Nilai Pancasila Dalam Pendidikan Kewarganegaraan: Upaya Membangun Keadaban Berpolitik Warga Negara Muda Widodo, Bali; Nugraha, Yogi
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11303

Abstract

Perpolitikan di Indonesia saat ini telah mengalami penurunan secara kualitas. Hal ini terlihat dari makin banyaknya perilaku berpolitik warga negara yang tidak sehat, berpolitik dengan didasari rasa kebencian, bahkan ketika pilihan politiknya berbeda akan memicu adanya permusuhan yang tujuannya untuk saling menjatuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat dijadikan sebagai dasar pendidikan politik bagi warga negara muda agar dapat berpolitik secara berkeadaban. Metode yang dipakai dalam penelitian ini deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Analisis data dari berbagai sumber artikel ilmiah dengan melakukan reduksi data, penyajian, dan menarik simpulan setelah data yang didapat jenuh. Hasil penelitian menunjukkan dengan menanamkan, menghayati dan mengimlementasikan nilai-nilai Pancasila pada diri warga negara muda terbangun keadaban berpolitiknya yang santun, berbudi luhur, dan menghargai harkat dan martabat manusia secara setara.
Pendidikan Kewarganegaraan Global sebagai Sarana Pencegahan Cyberbullying Para Remaja di Era Digital Hamzah, Anisa Qonita; Ivana, Faizah Nur; Arifin, Kenzanorra Aliyah; Habibah, Siti Maizul
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11304

Abstract

Dinamika global dan kemajuan teknologi mengubah paradigma kewarganegaraan, menciptakan kebutuhan mendesak akan strategi pendidikan yang menjawab tantangan seperti perundungan siber di kalangan remaja. Pendidikan Kewarganegaraan Global (Global Citizenship Education/GCED) adalah konsep pendidikan inovatif yang menekankan keterkaitan individu dengan komunitas global, mempromosikan pemahaman antarbudaya, dan mengembangkan empati terhadap isu-isu global. Perundungan siber di kalangan remaja merupakan dampak negatif globalisasi digital, diperparah oleh rendahnya pemahaman etika dan hukum di dunia maya, yang menyebabkan gangguan psikologis dan sosial yang serius. Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan Global (GCED) merupakan alat pencegahan yang sangat efektif karena pada dasarnya bertujuan untuk membentuk warga global yang kritis, empatik, toleran, dan bertanggung jawab. Pendekatan ini secara khusus memberdayakan literasi digital kritis dan keterampilan sosial-emosional remaja, melatih mereka untuk memahami konsekuensi moral dan etika dari tindakan daring. Dengan menanamkan nilai-nilai global yang sejalan dengan Profil Siswa Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan Global (GCED) mendorong remaja untuk bertindak secara bertanggung jawab, beradab, dan menciptakan lingkungan digital yang aman bagi semua warga.
Keabsahan Hak Mewaris Terhadap Anak Angkat Menurut Hukum Adat Bali Di Kabupaten badung Paramitha, Ni Kadek Kenza Pradnya; Nandari, Ni Putu Sawitri; Antari, Putu Eva Ditayani; Gorda, Anak Agung Ayu Ngurah Sri Rahayu
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11305

Abstract

Pengangkatan anak dalam masyarakat adat Bali merupakan praktik sosial yang memiliki implikasi hukum penting, khususnya dalam bidang pewarisan. Persoalan muncul ketika hak mewaris anak angkat dihadapkan pada sistem pewarisan hukum adat Bali yang berlandaskan prinsip purusa dan nilai-nilai religius Hindu. Penelitian ini bertujuan menganalisis keabsahan hak mewaris anak angkat menurut hukum adat Bali dan agama Hindu serta mengkaji dinamika praktik pewarisan anak angkat dan implikasinya di Kabupaten Badung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis norma adat, doktrin hukum, hasil penelitian terdahulu, dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak mewaris anak angkat tidak bersifat otomatis, melainkan bergantung pada keabsahan proses pengangkatan anak secara adat dan keagamaan serta pelaksanaan kewajiban adat. Praktik pewarisan di Kabupaten Badung menunjukkan adanya fleksibilitas hukum adat yang dipengaruhi perkembangan sosial, ekonomi, dan hukum nasional, namun tetap menyisakan potensi konflik dan ketidakpastian hukum.
Pemanfaatan Saung sebagai Sarana Penguatan Gerakan Literasi Sekolah dalam Membangun Keterampilan Partisipasi Peserta Didik di SMK Febrianto, Dani; Darmawan, Cecep; Anggraeni, Leni
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11373

Abstract

The low participation skills of students in Vocational High Schools (SMK) are a challenge in strengthening Civic Education learning. The School Literacy Movement (GLS) is seen as a strategy that not only improves reading and writing skills but also encourages active student involvement in the learning process (Ministry of Education and Culture, 2016). This study aims to describe the use of saung as a means of strengthening the School Literacy Movement in building student participation skills at SMK Texar Karawang. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, GLS coordinator, and students. The results show that the use of saung as a literacy space can create a more open and dialogical learning atmosphere, thus encouraging students to actively read, discuss, express opinions, and engage in literacy activities in a participatory manner. These findings indicate that saung not only functions as a physical literacy facility, but also as a social space that contributes to the development of student participation skills.