cover
Contact Name
Yusri
Contact Email
yusri@unm.ac.id
Phone
+6285255602827
Journal Mail Official
yusri@unm.ac.id
Editorial Address
Pinisi Tower of Universitas Negeri Makassar, 10th Floor A.Pettarani Street, Makassar, 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
PENGABDI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27458466     EISSN : 27458474     DOI : https://doi.org/10.26858/pengabdi
PENGABDI merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Makassar. Jurnal ini menerbitkan artikel laporan hasil program pengabdian masyarakat yang bersifat multidisiplin, baik itu dalam bidang pendidikan, sosial ekonomi, budaya, dan bidang lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 184 Documents
Pemanfaatan Bahan Alami Untuk Pembuatan Ecoprint Pada Peserta Kursus Menjahit Yayasan Pendidikan Adhiputeri Kota Makassar Irmayanti Irmayanti; Hamidah Suryani; Rissa Megavitry
PENGABDI PENGABDI : VOL. 1, NO. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v1i1.15722

Abstract

Yayasan Pendidikan Adhiputeri merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang menyelenggarakan berbagai macam kursus, salah satunya adalah kursus menjahit. Warga belajar kursus menjahit Yayasan Adhiputeri terdiri atas remaja putus sekolah dan ibu-ibu rumah tangga yang masih tergolong sebagai tenaga kerja produktif, dimana sangat memungkinkan untuk menambah keterampilan dan menjadikan ecoprint sebagai peluang usaha guna meningkatkan pendapatan keluarga. Adapun tujuannya pelatihan ini adalah selain untuk menumbuhkan kesadaran dan kemandirian dalam berusaha juga dapat memperluas lapangan kerja guna meningkatkan pendapatan keluarga dalam usaha mencapai keluarga yang bahagia dan sejahtera. Pemanfaatan bahan alami untuk pembuatan ecoprint merupakan usaha yang sangat mudah dikerjakan karena ecoprint memiliki keunggulan diantaranya yaitu ramah lingkungan, tidak menggunakan bahan kimia, proses pembuatannya mudah, bahannya mudah diperoleh karena berasal dari dedaunan, bunga maupun ranting tumbuhan serta tidaak memerlukan mesin sehingga dapat memberikan lapangan kerja yang baru bagi para masyarakat khususnya dalam hal bagi warga belajar Yayasan Pendidikan Adhiputeri. Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan praktikum. Hasil yang dicapai adalah : (1) mitra memiliki pengetahuan dan keterampilan mewarnai dan mencetak motif di kain menggunakan teknik ecoprint, (2) mitra mampu mengisi waktu luang yang dimiliki dengan keterampilan mewarnai dan mencetak motif pada kain dengan Teknik ecoprint, (3) mitra sudah memiliki pengetahuan tentang cara membuat kerajinan tangan berupa cetakan motif pada kain dengan teknik ecoprint dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk manambah penghasilan keluarga, (4) Hasil akhir dari karya mitra dapat dikategorikan cukup rapi meskipun masih diperlukan latihan guna menghasilkan warna dan cetakan motif tumbuhan (daun, bunga dan batang) yang semakin menarik
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Higher Order Thinking Skills (HOTs) Berbasis Personal Hygiene pada Kelompok Guru Sekolah Dasar Mantasiah R; Yusri Yusri; Andi Tenri Ola Rivai; Nur Abidah Idrus; Andi Alamsyah Rivai
PENGABDI PENGABDI : VOL. 1, NO. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v1i1.14607

Abstract

Tujuan dari pelatihan ini yakni memberikan pemahaman kepada guru sekolah dasar terkait pengembangan bahan ajar HOTS  berbasis personal hygiene  yang dapat digunakan selama school from home sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Program pelatihan pengembangan bahan ajar ini dibagi menjadi 4 tahap yakni tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan, observasi,  tahap refleksi dan evaluasi. Peserta dalam pelatihan ini yakni 25 guru sekolah dasar di Kabupaten Jeneponto.   Berdasarkan hasil analisis pelaksanaan program, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman guru dalam mengembangkan bahan ajar berbasis pendekatan HOTS. Pemahaman dalam hal ini adalah pemahaman dalam merancang, mengembangkan, megimplementasikan serta mengevaluasi bahan ajar yang diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Selain pendekatan HOTS, guru juga mulai memahami materi personal hygiene atau manajemen kebersihan diri dan pentingnya materi tersebut diintegrasikan dalam pembelajaran.
PKM Peningkatan Produksi Kerajinan Bambu dalam Memperbaiki Pendapatan Kelompok Pengrajin Bambu Di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon Zuldesmi Zuldesmi; Robert R. Winerungan; Moh. Fachruddin Suharto
PENGABDI PENGABDI : VOL. 1, NO. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v1i2.16205

Abstract

The production process of woven bamboo which starting from the cutting down, the skinning, the breaking until the depleting processes is still traditional or manual by using machete and knife. Therefore, the product performance has a low quality because there is un-uniform in a product size (especially in the thickness) and form. This process also has been doing by the small  bamboo entrepreneurs in a city that has many people craft’s industries and one of them is a bamboo craft industry, Tomohon city. In order to solve that problem, in this activity, we applied a bamboo splitting machine which can increase the quantity and quality of bamboo parts production for bamboo crafts. Bamboo splitting machine is a machine that works to split or devide bamboo with the widht of bamboo that can be arranged as needed. This machine is used to help produce bamboo part products in large quantities by saving time and labor. The results show that this bamboo splitting machine has an average capacity of 5000-6000 parts / hour (about six times higher than which manual process). So that the productivity and quality of products made of bamboo can be improved and uniform according to consumer standards. Besides, tiredness and pains of workers can be released by using a bamboo depletion machine
Ceramah Tentang Etika dan Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin Pattunggalengan Limbung Gowa Muhammad Bachtiar Syamsuddin; Fatkhul Ulum; Fauziah Bachtiar
PENGABDI PENGABDI : VOL. 1, NO. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v1i2.15767

Abstract

Bagi bangsa yang telah maju, sangat mementingkan sekali tentang etika sopan santun, akhlak dan pendidikan karakter, bahkan tidak sedikit yang menjadi undang – undang Negara. Terlebih lagi bagi bangsa yang sedang berevolusi demokrasi. Oleh karenanya saat ini dapat kita temukan di setiap sekolah ataupun lembaga pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai Perguruan Tinggi telah membuat peraturan tentang etika adat sopan santun dan akhlak. Sepertinya misalanya etika/ sopan santun dalam berpakaian dan akhlak atau adab seorang pelajar terhadap guru atau pendidik. Namun, saat ini tak jarang kita menyaksikan dan terus disuguhkan dengan fenomena dan gejala – gejala degradasi moral/akhlak yang begitu dahsyat, baik di lingkungan sekitar, sekolah, perguruaan tinggi yang ditayangkan di berbagi media baik cetak maupun elektronik atau secara nyata yang sangat mengusik hati kita, seperti konflik antar agama, antar pelajar, mahasiswa, perkelahian antar remaja, pelajar,lingkungan, narkoba dan lainnya. Dengan demikian sudah pasti ada sesuatu yang salah dalam upaya kita dalam mengelola pendidikan karakter. Baik dalam hal persepsi, kebijakan maupun pelaksanaannya. Oleh karenanya, harus ada revitalisasi pendidikan karakter, mulai dari tingkat dasar hingga universitas/ perguruan tinggi. Pendidikan karakter harus masuk dalam arus utama system pendidikan kita. Terkhusus untuk lembaga pendidikan yang berada dalam naungan Pondok Pesantren, yang secara umum memiliki visi dan misi mencetak generasi generasi bangsa yang berakhlak mulia memiliki IPTEK dan IMTAK yang kuat dan dapat bermanfaat bagi agama, bangsa dan Negara, begitupun dengan lembaga – lembaga pendidikan umum yang lainnya. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah Ceramah dan dialog
PKM Pelatihan Pengembangan Instrumen Tes Bagi Guru SDN Wilayah II Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru Kamaruddin Kamaruddin; Rasmi Djabba; Fajar Fajar
PENGABDI PENGABDI : VOL. 1, NO. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v1i1.15727

Abstract

Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah guru SDN Wilayah II Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Masalahnya adalah: (1) guru lebih suka mengembangkan soal essay karena lebih mudah dibuat dibanding pilihan ganda, (2) masih ada guru yang belum mengetahui cara membuat rubrik penskoran untuk soal essay (3) instrumen tes yang dikembangkan untuk ujian, baik itu ujian mid semester, ujian akhir semester, dan ujian akhir sekolah hanya sampai sebatas validasi isi, tidak sampai pada uji coba dan mengukur validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan pengecoh. Sasaran eksternal adalah instrumen tes pilihan ganda dan tes essay dengan rubrik penskoran. Metode yang digunakan adalah: ceramah, tanya jawab, dan mitra pendamping. Hasil yang dicapai adalah (1) mitra dapat mengembangkan tes pilihan ganda, (2) mitra dapat mengembangkan tes essay dengan rubrik penskoran, dan (3) mitra mengetahui analisis butir soal untuk membuat tes yang baku.
Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Laboratorium IPA Kampus V Parepare UNM Ila Israwaty; Musfirah Musfirah
PENGABDI PENGABDI : VOL. 1, NO. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v1i1.15718

Abstract

Mitra Program Kemitraan Komunitas (PKM) ini adalah Asisten Laboratorium IPA Kampus V Parepare Universitas Negeri Makassar. Masalahnya adalah: (1) Asisten laboratorium memerlukan tambahan pengetahuan tentang keselamatan bekerja dan pertolongan pertama terhadap kecelakaan dalam bekerja, (2) Asisten laboratorium memerlukan tambahan pengetahuan tentang penggunaan bahan kimia yang ramah terhadap lingkungan dan bagaimana memilih bahan kimia yang aman terhadap lingkungan, (3) Asisten laboratorium memerlukan tambahan pengetahuan tentang bagaimana mengelola limbah yang dihasilkan selama kegiatan praktikum berlangsung, dan (4) Asisten laboratorium memerlukan tambahan pengetahuan tentang bagaimana menggunakan bahan kimia berbahaya dan beracun serta cara memindahkan dan menyimpan bahan kimia tersebut. Metode yang digunakan adalah: pemberian materi da praktek. Hasil yang dicapai adalah: (1) Asisten laboratorium memperoleh tambahan pengetahuan tentang keselamatan bekerja dan pertolongan pertama terhadap kecelakaan dalam bekerja, (2) Asisten laboratorium memperoleh tambahan pengetahuan tentang penggunaan bahan kimia yang ramah terhadap lingkungan dan bagaimana memilih bahan kimia yang aman terhadap lingkungan, (3) Asisten laboratorium memperoleh tambahan pengetahuan tentang bagaimana mengelola limbah yang dihasilkan selama kegiatan praktikum berlangsung, dan (4) Asisten laboratorium memperoleh tambahan pengetahuan tentang bagaimana menggunakan bahan kimia berbahaya dan beracun serta cara memindahkan dan menyimpan bahan kimia tersebut.
Asesoris Memperindah Tampilan Baju Bodo Muhammad Ardi; Srikandi Srikandi; Syamsiarna Nappu
PENGABDI PENGABDI : VOL. 1, NO. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v1i2.15772

Abstract

Mitra Program Kemitraan Komunitas (PKM) ini adalah UKM Keluarga Sutera. Masalahnya adalah: (1) kurangnya pengetahuan tentang desain aksesoris baju bodo (baju bodo) yang memiliki penampilan cantik, (2) kurang keterampilan membuat desain aksesoris baju bodo yang memiliki penampilan cantik, (3) jumlah produksi pakaian bodo yang memiliki aksesori yang tampak cantik sangat terbatas, dan (4) kualitas produksi pakaian bodo yang memiliki aksesori yang terlihat cantik sangat terbatas. Sasaran eksternal adalah pakaian bodo yang memiliki aksesori yang terlihat cantik dan berbagai warna untuk orang dewasa, remaja, dan anak-anak. Metode yang digunakan adalah: ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, dan mitra pendamping. Hasil yang dicapai adalah (1) mitra memiliki pengetahuan dalam mendesain aksesoris pakaian bodo (baju bodo), (2) mitra memiliki keterampilan untuk merancang dan menjahit aksesoris, (3) mitra memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi bodo pakaian yang memiliki aksesoris dengan penampilan yang indah, (4) pasangan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas pakaian bodo yang memiliki aksesoris dengan penampilan yang indah, dan (5) memproduksi pakaian bodo yang memiliki aksesoris berbagai warna dengan penampilan yang indah.
Ibu-ibu Anti Hoax: Pelatihan Mengidentifikasi dan Menangani Berita Hoax pada Kelompok Ibu PKK Eka Priscillia B.; Muhammad Wardiham Anwar; Magvira Magvira; Abdul Garif; Akhmad Kandayasin; Yusri Yusri
PENGABDI PENGABDI : VOL. 2, NO. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v2i1.23178

Abstract

Penyebaran berita hoaks telah menjadi salah satu permasalahan serius yang dialami oleh hampir setiap negara khususnya di Indonesia. Dampak yang ditumbulkan dari penyebaran berita hoaks tersebut tentunya akan menimbulkan keraguan terhadap informasi yang diterima dan membingungkan masyarakat. Berawal dari terjadinya gempa yang melanda Kabupaten Majene Sulawesi barat dan sekitarnya pada tahun 2021, berita hoaks semakin marak tersebar di kalangan masyarakat kabupaten Majene, hal ini sangat meresahkan masyarakat tentunya khususnya masyarakat Kecamatan Tinambung. Maka dari itu, dilakukanlah pelatihan Mengidentifikasi dan Menanangani Berita Hoaks.  Kegiatan ini secara umum terdiri atas 6 tahap yakni tahap analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pendampingan, evaluasi, dan perencanaan skema berkelanjutan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa terdapat perubahan pemahaman masyarakat mitra sebelum dilaksanakannya pelatihan dan sesudah dilaksanakannya pelatihan. Masyarakat mulai mampu membedakan berita hoaks dan berita fakta, serta masyarakat juga telah menyadari potensi dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh berita hoaks. Selain itu, juga terdapat perubahan perilaku masyarakat mitra sebelum dan setelah pelatihan. Masyarakat mulai aktif mengkampanyekan bagaimana cakap  bermedia sosial, serta lebih bersikap teliti ketika membaca sebuah berita  di media sosial Kata Kunci: Berita Hoax, Literasi Digital, Ibu-Ibu PKK, PKM
Lorong Bermoral: Pelatihan Pembuatan Mural Dinding Edukasi Sebagai Upaya Produktifisasi Waktu Luang Anak Lorong Makassar Selama Pandemi Islamiyah Sulaeman; Aulia Nurul Ahlan; Ummu Sulaimah Saleh; Faiz Kurnia Akbar; Mantasiah R.
PENGABDI PENGABDI : VOL. 2, NO. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v2i1.23179

Abstract

Abstrak. Tindakan vandalisme telah menjamur hampir di seluruh kawasan urban di kota Makassar, khususnya anak lorong Makassar, dimana sebagian besar tindakan ini dilakukan oleh muda-mudi yang kehabisan cara mengisi waktu luang selama pandemi berlangsung. Tindakan ini tidak hanya berdampak pada rusaknya estetika lingkungan, tetapi juga berdampak pada perilaku moral masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, disusunlah program Lorong Bermoral sebagai upaya pencegahan dan penanganan tindakan vandalisme yang kian marak, untuk memenuhi kebutuhan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat agar mampu berkreasi dan produktif mengisi waktu luang mereka melalui karya seni mural dinding edukasi. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya mendidik masyarakat untuk mengjauhi tindakan vandalisme dan mengendalikan waktu luang, tetapi juga mengasah potensi dan bakat seni masyarakat yang secara lebih lanjut dapat dikembangkan. Secara umum, kegiatan ini terdiri atas 3 tahap yakni tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pendampingan dan evaluasi. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yakni, 1) Masyarakat telah memahami segala bentuk, faktor dan dampak tindakan vandalisme; 2) Masyarakat telah mengetahui strategi mengelola waktu luang selama pandemi; 3) Masyarakat telah mendapatkan ilmu dan praktik pembuatan seni mural dinding edukasi; 4) Masyarakat mengalami perubahan pemahaman dan perilaku pasca pelatihan. Kata Kunci: Vandalime, Mural Edukasi, Anak Lorong, Bermoral
PKM Peningkatan Pemahaman Mahasiswa mengenai Peranan Ombudsman dalam Pelayanan Publik Andi Muhammad Rivai; Aris Baharuddin
PENGABDI PENGABDI : VOL. 2, NO. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v2i1.20411

Abstract

Abstrak. Terdapat 2 permasalahan utama yang dialami oleh mitra dalam kegiatan ini yakni 1) kurangnya pemahaman mahasiswa mengenai fungsi Ombudsman dalam Pelayanan Publik, serta 2) kurangnya kesadaran dan kepedulian mahasiswa dalam mengawasi pelaksanaan pelayanan publik.  Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pelatihan yang fokus pada peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai peranan Ombudsman dalam pelayanan publik. Program pengabdian masyarakat ini dibagi menjadi 4 tahap yakni tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan, observasi, dan tahap follow up kegiatan. Hasil pelaksanaan pelatihan menunjukkan bahwa  sebelum pelaksanaan pelatihan, sebagian besar peserta belum memiliki pemahaman yang baik mengenai peranan Ombudsman dalam penyelengaraan pelayanan publik. Setelah pemberian pelatihan, dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta mengenai peranan Ombudsman tersebut.Kata Kunci: Ombudsman, Pelayanan Publik, Evaluasi Pelayanan Publik

Page 4 of 19 | Total Record : 184