cover
Contact Name
Kaharuddin
Contact Email
kaharazzam@gmail.com
Phone
+6285338614311
Journal Mail Official
jurnalkreatifpai2020@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 02167794     EISSN : 27456447     DOI : -
Kreatif : Jurnal Studi Pemikiran Pendidikan Agama Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Studi Pemikiran pendidikan Agama Islam. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 160 Documents
IMPLEMENTASI NILAI AYAT-AYAT TARBAWI DALAM PEMBELAJARAN PENGENALAN AGAMA ISLAM DI TK ABA GUMAWANG Sulaiman, Muh Andi
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6187

Abstract

Abstract This study is motivated by the importance of instilling Qur’anic values from an early age as a foundation for the development of children’s character and spirituality. TK ABA, as an Islamic early childhood education institution, plays a strategic role in implementing the educational values of ayat-ayat tarbawi within Islamic Religious Education (IRE) learning in a contextual manner that is appropriate to children’s developmental stages. However, the implementation of ayat-ayat tarbawi values in classroom practice still requires systematic academic investigation. This study aims to describe the implementation of ayat-ayat tarbawi values in Islamic Religious Education learning at TK ABA and to identify the educational values internalized by the students. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of Islamic Religious Education teachers and the principal of TK ABA, while the object of the study was the IRE learning process. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using an interactive analysis model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of ayat-ayat tarbawi values at TK ABA is carried out through habituation activities, teachers’ role modeling, thematic learning, and the use of play-based and Islamic storytelling methods. The main values instilled include monotheism (tawhid), noble character (akhlaq al-karimah), discipline, and gratitude. In conclusion, the implementation of ayat-ayat tarbawi values in Islamic Religious Education learning at TK ABA has been effectively conducted and is relevant to the characteristics of early childhood learners, contributing positively to the development of children’s Islamic character.
STRATEGI PENANGANAN BULLYING DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK (Studi Kasus di MAN 1 Batang Hari Jambi) Prishidayati, Prishidayati
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menangani maraknya kasus-kasus bullying yang di sekolah. Tindak kekerasan dalam dunia pendidikan menjadi fenomena tersendiri yang perlu segera ditemukan solusi penanganannya. Bullying saat ini menjadi penyakit sosial baru berupa kekerasan fisik yang tidak hanya muncul di dunia nyata, tapi juga bisa terjadi di media sosial. Pendekatan peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Lokasi penelitian di Madrasah Aliyah Negeri 1 Batang Hari Jambi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan di MAN 1 Batang Hari Jambi dalam penanganan bullying dalam mewujudkan sekolah ramah anak diantaranya preventif handling, kuratif handling, referral handling, preservative handling dan reinforcement handling. Preventif handling merupakan upaya pencegahan terjadinya kasus-kasus bullying, kuratif handling merupakan upaya penanganan ketika terjadi kasus bullying, referrel handling merupakan penanganan perilaku bullying yang dilakukan dengan rekomendasi secara nyata dari pihak guru dan siswa sendiri tentang pentingnya sekolah Ramah Anak dalam upaya mengantisipasi perilaku bullying, dan preservative handling merupakan usaha bimbingan yang dilakukan oleh guru-guru dalam menjaga kondisi sekolah agar tetap baik pasca terjadinya kasus bullying.
KARAKTER DISIPLIN BERBASIS HADIS ADAB MINUM DAN MELEPAS SENDAL : TINJAUAN PSIKOLOGI DAN KESEHATAN Batubara, Alwi Umar; Muhaimin, Rizky Akbar; Fitrahyani, Rizka; Aisyah, Siti; Sinaga, Ali Imran
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6242

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa praktik minum sambil berdiri dan melepas sendal dengan kaki kiri masih umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter disiplin melalui praktik hadis tersebut dari perspektif psikologi dan kesehatan, serta menyajikan strategi pendidikan karakter berbasis nilai Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research (penelitian kepustakaan), melalui pengumpulan dan analisis data dari buku, jurnal, artikel, dan literatur relevan secara deskriptif untuk menghasilkan pemahaman komprehensif tentang topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis larangan minum sambil berdiri dan anjuran melepas sandal dengan kaki kiri berstatus sahih dan dipahami sebagai bimbingan adab (irsyād), bukan ketentuan hukum yang bersifat mutlak. Analisis hadis menegaskan bahwa praktik tersebut berfungsi sebagai sarana pendidikan karakter melalui pembiasaan perilaku sederhana yang menumbuhkan disiplin, ketenangan, dan kesadaran diri. Dari perspektif kesehatan, posisi duduk saat minum lebih mendukung fungsi pencernaan dan keseimbangan fisiologis tubuh. Sementara itu, kajian psikologi menunjukkan bahwa pembiasaan adab, termasuk bagi individu kidal, berperan dalam penguatan self-regulation tanpa meniadakan perbedaan biologis. Dengan demikian, hadis-hadis adab ini relevan sebagai fondasi integratif pembentukan karakter disiplin dalam perspektif Islam, psikologi, dan kesehatan.
PERAN GURU KELAS DALAM MENINGKATKAN SPIRITUALITAS SISWA MELALUI KEGIATAN RUTIN KEAGAMAAN DI SD ISLAM AL AZHAR 60 PEKALONGAN Anjani, Syarifah; Hanafi, Imam; Ula, Miftahul
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v25i1.6246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru kelas dalam meningkatkan spiritualitas siswa melalui kegiatan rutin keagamaan di SD Islam Al-Azhar 60 Pekalongan, khususnya pada siswa kelas 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data utama adalah guru kelas, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan secara signifikan sebagai pembimbing rohani, teladan, organisator, motivator, fasilitator, transformator, dan evaluator dalam membentuk spiritualitas siswa. Implementasi kegiatan keagamaan rutin seperti muroja’ah dan tahfiz Al-Qur’an, shalat dhuha, shalat dhuhur berjamaah, serta kegiatan pembiasaan lainnya terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan ibadah, ketenangan emosional, kepatuhan terhadap aturan, serta pembentukan akhlak dan sikap religius siswa. Keberhasilan program didukung oleh komitmen guru, alokasi waktu yang memadai, serta dukungan orang tua, namun masih menghadapi hambatan berupa perbedaan karakter siswa dan pengaruh teknologi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan spiritual siswa memerlukan keteladanan guru yang konsisten serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan agar nilai-nilai spiritual dapat terinternalisasi secara berkelanjutan dalam kehidupan siswa.
ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA DALAM PEMBAGIAN HARTA WARISAN SESUAI DENGAN ILMU FIKIH DAN GEOMETRI Endriana, Neny; Fauzi, L.Muhammad; Aziza, Yunita Huswatun
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6253

Abstract

The science of faraidh is a part of muamalah fiqh that regulates the distribution of inheritance fairly and proportionally according to Islamic law. The distribution of inheritance requires not only a normative understanding of fiqh rules, but also mathematical abilities, especially in the use of fractions and proportional representation. This study aims to analyze the understanding of fourth semester students of the Mathematics Education study program at Hamzanwadi University in determining the distribution of inheritance based on fiqh and geometry. The study used a descriptive approach with a mixed method. The subjects of the study were students who had taken the fiqh of inheritance and mathematics/geometry courses. Data were collected through written tests, questionnaires, and interviews. The results of the study indicate that students' understanding of fiqh of inheritance and their geometric abilities are in the moderate category and have a significant relationship in determining the distribution of inheritance. The integration of fiqh and geometry helps students understand inheritance distribution more systematically and precisely.
PENGGUNAAN METODE TIQUI TACA DALAM PENGUATAN HAFALAN AL-QUR’AN PADA PROGRAM QTA SMA TAKHASSUS AL-QUR’AN KALIBEBER WONOSOBO Fatkhurrohman, Fatkhurrohman; Ardiansyah, Ezuan Habib; Kamila, Zulfa Nailal; Nuha, Adzra Aqilah; Hidayah, Nur; Sasmitasari, Riza
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1).Mengetahui Langkah-langkah dalam menerapkan metode TIQUI TACA (2).Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam enerapkan metode TIQUI TACA (3).Mengetahui ketercapaian target setelah menggunakan metode TIQUI TACA. Metode TIQUI TACA merupakan pendekatan hafalan yang mengintegrasikan aspek spiritual, kognitif, dan afektif melalui pengulangan terstruktur, penetapan target yang jelas, keterlibatan aktif santri, serta optimalisasi fungsi otak kiri dan kanan dengan teknik mnemonic. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode TIQUI TACA dilaksanakan melalui serangkaian proses yang sesuai dengan makna akronimnya, yaitu Tawasul, Intensif/Istiqomah, Qona’ah, Union, Intelektual, Target, Antusias, Conditioning, dan Otak Kanan. Metode ini mampu membentuk sistem hafalan yang terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan. Faktor pendukung penerapan metode meliputi motivasi dan kedisiplinan santri, lingkungan belajar yang kondusif, serta dukungan program dan ustadz tahfidz. Adapun faktor penghambatnya antara lain perbedaan kemampuan santri, lemahnya manajemen waktu, kurangnya semangat, serta pengaruh lingkungan pergaulan. Ketercapaian target hafalan dinilai cukup efektif, ditunjukkan melalui evaluasi berkelanjutan berupa ujian bulanan, semester, dan ujian akhir tasmi’ serta munaqasyah hifdzil Qur’an.
PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADITS DI MADRASAH Ilham, Iilham; Nasaruddin, Nasaruddin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6328

Abstract

Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang relevan dalam pembelajaran Ilmu Al-Qur’an dan Hadits karena menekankan keterkaitan antara materi ajar dengan konteks kehidupan nyata peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif implementasi pendekatan kontekstual dalam pembelajaran Ilmu Al-Qur’an dan Hadits, meliputi strategi dan metode pembelajaran, pemanfaatan media kontekstual, dampak terhadap pemahaman, motivasi, dan hasil belajar, serta perannya dalam kontekstualisasi nilai dan pembentukan karakter Islami. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kajian literatur dengan mensintesis berbagai referensi yang membahas penerapan pendekatan kontekstual pada beragam jenjang dan lingkungan pendidikan, termasuk madrasah, sekolah menengah, pesantren, serta dalam kerangka kebijakan kurikulum yang berlaku. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual diimplementasikan melalui strategi pembelajaran aktif, seperti inquiry, problem based learning, cooperative learning, diskusi, dan studi kasus, serta didukung oleh pemanfaatan media pembelajaran berbasis lingkungan, audio-visual, dan digital. Pendekatan ini dikaitkan dengan peningkatan kebermaknaan pembelajaran, pemahaman peserta didik terhadap materi Al-Qur’an dan Hadits, motivasi belajar, serta hasil belajar. Selain itu, pendekatan kontekstual berkontribusi pada internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits, penguatan sikap religius, dan pembentukan karakter Islami. Dinamika implementasi menunjukkan adanya variasi pemaknaan dan praktik pendekatan kontekstual oleh guru sesuai dengan konteks pembelajaran. Artikel ini diharapkan dapat memperkaya kajian teoretis dan menjadi rujukan praktis dalam pengembangan pembelajaran Ilmu Al-Qur’an dan Hadits yang bermakna dan relevan.
ETIKA KEGURUAN SEBAGAI JIHAD AL-NAFS: ANALISIS PSIKO-SPIRITUAL HADITS TARBAWI Fahim, Ali Masdar; Mabrur, Ahmad Sirojul; Anwar, Agus Nuril; Abdurrahman, Abdurrahman
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6378

Abstract

This study examines teacher ethics in Islamic tradition through the lens of jihad al-nafs (struggle against ego) as a psycho-spiritual framework to address contemporary issues of teacher burnout and professional meaning crisis. The prevalence of chronic exhaustion among educators necessitates an ethical model that transcends administrative compliance and engages internal spiritual transformation. Using qualitative library research with tahlīlī (analytical) approach, this study analyzes seven primary prophetic hadith related to teaching, complemented by classical exegetical works and Islamic psychology literature. Content analysis reveals four psycho-spiritual dimensions of teacher ethics: internal (sincerity and intentional awareness), emotional (patience and anger management), relational (humility and adab toward students), and transcendental (teaching as worship). The findings demonstrate that teacher ethics in the hadith tradition represents a continuous mujahadah process involving the transformation of nafs from al-ammārah (ego-driven) through al-lawwāmah (self-critical) to al-muṭma'innah (spiritually tranquil). The study proposes an implementable model integrating spiritual formation into teacher training programs, pre-service curriculum, and mentoring systems. This model offers religious self-regulation framework that enhances teacher resilience and spiritual well-being, positioning professional ethics not merely as external norms but as an ongoing journey of inner purification relevant to modern educational challenges.
KONSEP DASAR SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM: KAJIAN KONSEPTUAL Syamsuri, Syamsuri
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6396

Abstract

Kajian sejarah pendidikan Islam memiliki peran penting dalam memahami dinamika perkembangan pendidikan Islam dari masa ke masa. Topik ini dipilih karena sejarah pendidikan Islam tidak hanya merekam perjalanan pendidikan umat Islam, tetapi juga memberikan landasan konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar sejarah pendidikan Islam, ruang lingkup kajiannya, hubungan sejarah pendidikan Islam dengan ilmu lain, serta manfaat mempelajarinya dalam konteks akademik dan praktis. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku-buku rujukan utama dan literatur akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sejarah pendidikan Islam merupakan kajian yang bersifat dinamis, mencakup perkembangan pemikiran, kelembagaan, dan praktik pendidikan Islam yang dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan historis. Selain itu, sejarah pendidikan Islam memiliki keterkaitan erat dengan disiplin ilmu lain, seperti sosiologi, ilmu sejarah, dan sejarah kebudayaan. Kajian ini juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap sejarah pendidikan Islam memberikan manfaat akademik sebagai landasan teoritis, serta manfaat praktis sebagai sumber refleksi dalam pengembangan pendidikan Islam. Dengan demikian, sejarah pendidikan Islam berperan penting sebagai pijakan konseptual dalam membangun pendidikan Islam yang kontekstual dan berkelanjutan.
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS NILAI MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI SISWA DI SEKOLAH MENENGAH Alazir, Alazir; Juradil, Imam; Jamilah, Sri; Faid, Afif Ahwal; Aini, Wirdayal; Bunyamin, Bunyamin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 24 No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v24i1.6412

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penanaman nilai moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, di mana pendidikan agama Islam (PAI) memiliki peran sentral dalam membina harmoni sosial. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis strategi pembelajaran PAI berbasis nilai multikultural untuk membentuk sikap toleransi siswa di Sekolah Menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi terhadap berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai multikultural dalam PAI dilakukan melalui tiga strategi utama: pengayaan materi ajar dengan perspektif pencarian, penggunaan metode diskusi dialogis, serta kreasi kultur sekolah yang demokratis. Kesimpulannya, strategi pembelajaran PAI yang mengedepankan nilai multikultural terbukti efektif dalam mentransformasi pemahaman teoretis siswa menjadi sikap toleransi aktif, menghargai perbedaan, dan mencegah potensi radikalisme di lingkungan sekolah Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, Multikultural, Toleransi.