cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2025): April" : 32 Documents clear
IMPLEMENTASI KONSEP MAQAMAT DALAM MATERI TASAWUF PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) INSAN CENDEKIA PASURUAN Fatmawati, Lailil; Soleh, Achmad Khudori
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4217

Abstract

Implementasi Konsep Maqamat dalam Materi Tasawuf pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi konsep maqamat dalam pembelajaran materi tasawuf di Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Konsep maqamat merupakan bagian integral dari studi tasawuf yang menggambarkan tingkat-tingkat spiritualitas dalam perjalanan menuju Tuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap guru-guru dan siswa-siswa di MAN Insan Cendekia Pasuruan. yang telah mengikuti pembelajaran tasawuf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi konsep maqamat dalam pembelajaran tasawuf di MAN Insan Cendekia Pasuruan melibatkan pendekatan holistik yang mencakup teori dan praktik spiritual. Guru-guru tasawuf menggunakan pendekatan yang beragam untuk mengajarkan maqamat, termasuk ceramah, diskusi kelompok, dan praktik langsung. Siswa-siswa menunjukkan pemahaman yang beragam terhadap konsep ini, dengan beberapa menunjukkan kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip maqamat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana konsep-konsep kompleks seperti maqamat dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan agama Islam di MAN. Insan Cendekia Pasuruan.
KOMPARASI METODE DAKWAH DARUL ARQAM DAN DAKWAH MASJID NABAWI: RELEVANSI DALAM KONTEKS DAKWAH MODERN Ainudzaky, Muhammad Ainudzaky; Zuhdi Dh, Achmad
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4228

Abstract

Islamic preaching has various strategies and methods that are adapted to the social, cultural and challenging contexts of the times. Two interesting approaches to study are the Darul Arqam da'wah applied in the early period of Islam in Makkah and the Prophet's Mosque da'wah which developed after the hijrah to Medina. This research discusses the characteristics of Darul Arqam's da'wah, the characteristics of the Prophet's Mosque's da'wah, and the comparison between the two and their relevance to da'wah today. This research uses a qualitative-descriptive method based on literature study with a historical approach. This research results in the conclusion that the Darul Arqam Da'wah focuses on exclusive coaching within a limited scope to build the faith and mental resilience of the people amidst the pressure of the Quraysh. Meanwhile, the preaching of the Prophet's Mosque is more open and inclusive, accommodating various social, educational, and governmental aspects in forming a harmonious Medina society. Both da'wah have relevance in modern da'wah, especially in the context of fostering Muslim communities amid the challenges of globalization.
TRADISI PERNIKAHAN DENGAN WANITA BERSTATUS JANDA MATI DI MASYARAKAT KECAMATAN HARUYAN Ardiansyah, Ardiansyah
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4231

Abstract

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara pria dan wanita untuk membentuk keluarga bahagia yang kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam Islam, aturan mengenai perkawinan telah diatur secara rinci, termasuk rukun, syarat, dan larangannya. Namun, di sebagian masyarakat Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terdapat tradisi khusus, yaitu larangan bagi pasangan suami istri untuk langsung hidup bersama setelah akad nikah dan resepsi, khususnya jika mempelai wanita berstatus janda mati. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan beberapa anggota masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan ini dilandasi oleh kepercayaan adat untuk menghindari musibah yang diyakini pernah terjadi dalam perkawinan sebelumnya. Meskipun dalam hukum Islam tidak terdapat larangan seperti ini, keluarga pihak perempuan tetap memegang adat tersebut sebagai bentuk kehati-hatian. Namun, dari sudut pandang hukum Islam, adat ini tidak termasuk dalam ‘urf yang dapat dijadikan dasar hukum, dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah baru. Islam sendiri memandang tujuan utama pernikahan adalah menciptakan kehidupan baru yang harmonis secara sosial dan kultural. Kata Kunci: pernikahan, janda mati, ‘urf
KOMODIFIKASI HIJAB DALAM ENDORSEMENT ARTIS NON-HIJAB DI TIKTOK: IMPLIKASI BAGI PENDIDIKAN ISLAM Hasanah, Naomi Ainun; Permana, Irfan Setia
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4252

Abstract

Meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya TikTok, telah mempercepat komodifikasi nilai-nilai budaya dan agama, termasuk hijab sebagai simbol religius dalam Islam. Penelitian ini mengkaji bagaimana endorsement hijab oleh selebritas non-hijabi di TikTok merekonstruksi makna hijab—dari simbol ekspresi keagamaan menjadi komoditas fesyen yang dikendalikan oleh dinamika pasar. Melalui analisis konten terhadap video TikTok dari Dinda Marsya | @sattka.basic, khususnya yang menampilkan influencer seperti Tissa Biani dan Syifa Hadju, ditemukan bahwa hijab semakin direpresentasikan sebagai elemen estetika yang terlepas dari nilai-nilai normatif Islam. Representasi ini mencerminkan mekanisme hiperrealitas sebagaimana dikemukakan dalam teori simulakra Jean Baudrillard, di mana simbol keagamaan direduksi menjadi citra konsumtif yang terpisah dari makna aslinya. Fenomena ini membawa implikasi penting bagi pendidikan Islam, terutama dalam mendorong kesadaran kritis generasi muda Muslim terhadap transformasi simbol keagamaan dalam ruang digital. Pendidikan Islam perlu merespons melalui strategi pedagogis yang tidak hanya menanamkan pemahaman normatif tentang hijab, tetapi juga membekali peserta didik dengan literasi media agar mampu menghadapi realitas yang dibentuk oleh budaya konsumsi dan algoritma media sosial.
KONSEP PENDIDIKAN IMAM AL-GHOZALI DAN JOHN LOCKE Wahyuni, Sri
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4263

Abstract

Konsep pendidikan Imam Al-Ghozali dan John Locke memberikan pemahaman kepada pendidik tentang pelaksanaan pembelajaran yang ideal terutama pentingnya pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan studi literatur, dengan melakukan identifikasi topik yang relevan, kemudian dianalias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teori pendidikan karakter yang dikemukakan oleh John Locke dan Imam Al-Ghozali menawarkan perspektif yang luas dan relevan tentang pembentukan karakter orang dewasa dan anak-anak. Meskipun perspektif dan konteks budaya mereka berbeda, kedua tokoh ini memberikan prinsip-prinsip dasar yang dapat digunakan untuk membangun masyarakat yang beretika dan beradab. Pemikiran klasik dan modern ini mengintegrasikan ide bahwa pendidikan karakter bukan hanya tugas individu, tetapi juga tugas bersama yang harus dipenuhi di berbagai aspek kehidupan. Sehingga dengan mengimani pendidikan yang dikembangkan Imam Al-Ghozali dan John Locke, diharapkan dapat mendukung ketercapaian tujuan pendidikan yang digaungkan selama ini, yaitu membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahklak mulia, cerdas, terampil, serta bertanggung jawab
PENGGUNAAN VIDEO INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN PSIKOMOTORIK SISWA PADA MATERI WUDHU DI SD ISLAM NU PALANGKARAYA Hajizah, Hajizah; Thoyibah, Firda Amalia; Wulandzari, Anni; Elvira, Cindy; Jasiah, Jasiah
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4272

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya penggunaan video interaktif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) guna meningkatkan kualitas dan efektivitas proses belajar-mengajar. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, dibutuhkan pendekatan yang kreatif, interaktif, dan relevan, seperti pemanfaatan media digital, metode pembelajaran aktif, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Inovasi ini bertujuan untuk membangkitkan minat belajar, memperkuat pemahaman materi, serta membentuk karakter dan akhlak peserta didik secara menyeluruh. Guru PAI memiliki peran sentral dalam merancang dan mengimplementasikan strategi inovatif agar proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Fokus utama penelitian adalah bagaimana video interaktif memengaruhi kemampuan siswa dalam mempraktikkan wudhu secara tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran interaktif dapat meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan praktik wudhu siswa secara signifikan. Video mampu menjelaskan langkah-langkah wudhu secara visual dan menarik, sehingga siswa lebih mudah mengingat dan menirukan gerakan. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah memberikan bukti bahwa integrasi media interaktif dalam pembelajaran PAI tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga psikomotorik. Inovasi ini dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dan aplikatif bagi guru PAI dalam menghadirkan proses belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan.
INTEGRASI NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sirojuddin, Ahmad; Hairunnisa, Hairunnisa
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4296

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar selaras dengan dinamika zaman, tantangan radikalisme, serta kebutuhan pendidikan karakter yang inklusif dan moderat. Dalam konteks ini, integrasi nilai moderasi beragama menjadi penting untuk membentuk peserta didik yang toleran, adil, dan menghargai keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai moderasi beragama dapat diintegrasikan secara prosedural dan filosofis dalam pengembangan kurikulum PAI di Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, kajian ini menganalisis prinsip-prinsip dasar pengembangan kurikulum, karakteristik moderasi beragama, serta implementasinya dalam berbagai mata pelajaran PAI, seperti Al-Qur’an Hadis, Aqidah Akhlak, dan Fiqh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti tawasuth (jalan tengah), i’tidal (keadilan), tasamuh (toleransi), dan musyawarah (syura) telah dan dapat terus diinternalisasikan secara sistematis dalam materi ajar, metode pembelajaran, serta orientasi pendidikan Islam secara umum. Integrasi ini dinilai mampu membentuk peserta didik yang berkarakter moderat dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan beradab.
LINGKUNGAN BELAJAR DAN KARAKTER ISLAMI: TELAAH Q.S AL KAHFI AYAT 28 DI PONDOK PESANTREN BANU SANUSI LOMBOK Patianansa, Sebena Gaos; Shodiq, Muhammad
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lingkungan belajar dalam pembentukan karakter islami santri berdasarkan telaah Q.S. Al-Kahfi ayat 28 di Pondok Pesantren Banu Sanusi Lombok. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggali nilai-nilai Qur’ani yang diinternalisasikan melalui kegiatan pembelajaran, keteladanan, serta sistem sosial yang ada di pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang dibentuk dengan pendekatan spiritual, kedisiplinan, pembiasaan, dan pengawasan sosial yang kuat, berperan efektif dalam membentuk karakter islami santri. Nilai-nilai dalam Q.S. Al-Kahfi ayat 28 terimplementasi secara nyata dalam kebijakan pesantren, khususnya dalam menjauhkan santri dari pengaruh negatif dan menguatkan ikatan spiritual. Dengan demikian, lingkungan pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga arena pembentukan karakter yang kokoh.
DESAIN BAHAN AJAR BERMUATAN NILAI-NILAI ISLAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK: KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIS Hamzah, Amir; Soraya, Irma; Kurjum, Mohammad
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4302

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik, namun tantangan berupa rendahnya motivasi dan partisipasi aktif siswa masih menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis nilai-nilai Islam melalui model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) guna meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melibatkan analisis literatur dari berbagai sumber akademik yang relevan. Data dianalisis dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola dan tema utama terkait integrasi nilai Islam dalam bahan ajar berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PjBL dapat meningkatkan pemahaman konseptual, motivasi belajar, serta internalisasi nilai-nilai keislaman pada peserta didik. Selain itu, bahan ajar digital interaktif yang terintegrasi dengan PjBL terbukti efektif dalam memfasilitasi pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa. Kesimpulannya, model pembelajaran berbasis proyek dengan integrasi nilai Islam tidak hanya meningkatkan capaian akademik tetapi juga membentuk karakter religius siswa, sehingga layak diterapkan secara lebih luas dalam pendidikan agama untuk menghadapi tantangan pendidikan modern.
MEWUJUDKAN TIGA PILAR KESUKSESAN DALAM PENDIDIKAN: ALIM-FAQIH, AKHLAQUL KARIMAH, DAN KEMANDIRIAN Ihlas, Ihlas; Haerul, Haerul; Fauziah, Nurul; Nurdiniawati, Nurdiniawati
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi tiga pilar kesuksesan pendidikan, yakni alim-faqih (penguasaan ilmu agama secara mendalam), akhlaqul karimah (akhlak mulia), dan kemandirian, dalam konteks pendidikan Islam di Bima, Nusa Tenggara Barat. Ketiga pilar ini dipahami sebagai landasan strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, wawancara, dan observasi pada beberapa lembaga pendidikan Islam di wilayah Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai keislaman lokal yang kuat, seperti tradisi mbojo yang menjunjung tinggi adab dan kemandirian, selaras dengan tiga pilar tersebut. Kombinasi antara pendidikan formal, lingkungan sosial-religius, dan kearifan lokal terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas dan mandiri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis nilai-nilai lokal Islam Bima sebagai strategi pengembangan pendidikan karakter yang kontekstual dan berkelanjutan.

Page 2 of 4 | Total Record : 32