cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
HUBUNGAN USIA PADA KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE-2 DENGAN PENDEKATAN STEPWISE Susanti, Nofi; Syahpira, Della Dwi; Aulia, Supangge Tiara; Syahmala, Arya Rahman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28312

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM), disebut juga  penyakit kronis, tidak menular dari orang ke orang. PTM bersifat jangka panjang dan seringkali berlangsung lambat. Menurut WHO, dari 57 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2008, hampir dua pertiganya, atau hampir 36 juta, disebabkan oleh penyakit tidak menular. Pendekatan WHO Stepwise (STEPS)  adalah sistem surveilans faktor risiko PTM yang dirancang untuk diterapkan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronis serius yang pemicunya adalah insulin yang tidak diproduksi dengan cukup oleh pankreas atau ketidakmampuan badan untuk memanfaatkan insulin yang dimilikinya secara baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan umur dengan kejadian diabetes mellitus dengan pendekatan Stepwise. Penelitian ini memanfaatkan metode studi literatur yang sering disebut juga dengan kajian pustaka. Literature review merupakan proses eksploriasi dan analisis pustaka melalui membaca dan meneliti berbagai sumber jurnal, buku, dan publikasi lainnya yang relevan dengan topik atau isu tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia  berhubungan erat dengan kejadian diabetes tipe 2. Salah satu strategi untuk memerangi penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2 adalah dengan menerapkan surveilans yang  dibuat oleh WHO atau Stepwise. Surveilans ini dikembangkan oleh WHO untuk menilai dan memantau faktor risiko PTM. Evaluasi didasarkan pada tanggapan kuesioner dan pengukuran fisik dan biokimia. Pada penelitian ini, penelitian yang  dilakukan dengan menggunakan alat pendekatan Stepwise menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan kejadian diabetes melitus khususnya diabetes tipe II, serta peningkatan jumlah penderita DM terutama pada individu dibawah 40 tahun dan kondisi fisiologis yang menurun.
ANALISIS PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM PADA WANITA USIA SUBUR Rubiati, Rica; Suryani, Lilis; Zaman, Chairil
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28315

Abstract

Permasalahan kesehatan dalam pembangunan kependudukan juga menjadi masalah utama. Angka ‘unmet need’ kebutuhan ber-KB yang tidak terlayani di Indonesia masih sangat tinggi, yaitu 14.7% dari target nasional  8% pada tahun 2022Desain dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional.  Populasi dalam penelitian ini yaitu wanita usia subur (WUS) di di Puskesmas Martapura Tahun 2023.  Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Cara pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggal 15 Maret -15 April 2024. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pendidikan (p value 0,00)  dan dukungan suami  (p value 0,01) terhadap dengan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim pada responden di Puskesmas Martapura tahun 2024. Tidak ada hubungan umur ( p value 0,27), pengetahuan (p value 0,30), paritas (p value 0,19), peran petugas (p value 0,86) dan media informasi (p value 038) terhadap dengan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim pada responden di Puskesmas Martapura tahun 2024. Faktor yang dominan terhadap penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim pada responden di Puskesmas Martapura tahun 2024, yaitu pendidikan (p value 0,00) (OR 44,73). Kesimpulan ada hubungan pendidikan dan dukungan suami  terhadap dengan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim pada responden di Puskesmas Martapura tahun 2024. Bagi Puskesmas Hendaknya puskesmas memberikan penyuluhan tentang alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas secara periodik untuk meningkatkan capaian AKDR.
POTENSI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) DALAM PENGHAMBATAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS DAN PROPIONIBACTERIUM ACNES Waluyo, Dyah Ayuwati; Febriyanti, Dina; Putri, Azkharien Meydiana; Halimatushadyah, Ernie; Purnomo, Frida Octavia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28316

Abstract

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KONSUMSI TABLET FE DI SMAN 2 PADANG Muthia, Gina; Syofiah, Putri Nelly; Maidelwita, Yani; Afrizal, Afrizal; Hayati, Irma Isra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28317

Abstract

Remaja putri adalah pewaris bangsa dan kelak akan menjadi seorang ibu. Kesehatan remaja perempuan harus menjadi perhatian utama pemerintah. Anemia didefinisikan sebagai bentuk penurunan kadar hemoglobin (Hb) atau hematokrit (HCT) atau jumlah sel darah merah kurang dari yang seharusnya. Hemoglobin didefinisikan sebagai protein yang ditemukan dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh organ tubuh lainnya. Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dilakukan dengan memberikan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) yaitu satu tablet setiap minggu untuk mengurangi separuh (50%) prevalensi anemia pada remaja putri dan WUS pada tahun 2025. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang konsumsi tablet Fe di SMAN 2 Padang. Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di SMAN 2 Padang pada tanggal 25 Mei – 10 Juni 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi di SMAN 2 Padang. Sampel pada penelitian ini adalah siswi di SMAN 2 Padang. Hasil : 28 orang (93,3%) memiliki pengetahuan yang baik tentang pengertian tablet Fe, 28 orang (93,3%) memiliki pengetahuan yang baik tentang manfaat tablet Fe, 21 orang (70%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara mengkonsumsi tablet Fe, 21 orang (70%) memiliki pengetahuan yang baik tentang efek samping tablet Fe, 13 orang (43,3%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang makanan yang mengandung zat besi. Dapat disimpulkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang konsumsi tablet Fe.
BABY MASSAGE TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI Hasnita, Yenda; oviana, Athica; Wartisa, Feny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28318

Abstract

Baby massage merupakan terapi sentuh tertua dan yang paling populer dikenal manusia yang bertujuan untuk seni perawatan kesehatan dan pengobatan. Baby massage juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak karena dapat meningkatkan berat badan bayi serta perkembangan motoriknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh baby massage terhadap kenaikan berat badan bayi. Desain penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pretest dan Postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi berusia 3-6 bulan di Klinik Yobana Mom & Baby Spa yang berjumlah 25 orang, sampel diambil secara total sampel. Instrumen peneltiian yang digunakan adalah lembar kuesioner berisi identitas dan lembar observasi (kenaikan berat badan bayi). Data dianalisis menggunakan Uji Pared T test. Hasil penelitian P=0,000 (<0,05) yang artinya ada pengaruh berat badan bayi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pemijatan. pada kelompok pre intervensi/ eksperimen sebelum dilakukan baby massage adalah 5.394 dengan standar deviasi 639,388 nilai minimal 4.000 dan maksimal 6.500. Rata-rata berat badan bayi sesudah dilakukan baby massage adalah 5.792 standar deviasi 631,084 nilai minimal 4.500 dan nilai maksimal 6.900 gram. Ada pengaruh berat badan bayi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pemijatan. Diharapkan kepada ibu yang mempunyai khususnya bayi yang berat badannya kurang agar dapat melakukan baby massage dirumah ataupun diklinik yang sudah ada menyediakan baby massage.
ANALISIS RESPONSE TIME TERHADAP KEPUASAN PASIEN PADA INSTALASI GAWAT DARURAT : LITERATURE REVIEW Parahita, Andi Maulana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28321

Abstract

Setiap fasilitas kesehatan harus memiliki unit gawat darurat serta penanganan kegawatdaruratan, termasuk rumah sakit. Dalam penanganan pasien di IGD, penanganan harus dilakukan secara cepat dan tepat karena apabila penanganan di IGD terlambat, maka dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Response time menjadi salah satu indikator mutu pelayanan di IGD. Dengan pelayanan yang bermutu maka akan menimbulkan kepuasan pada pasien. Data kunjungan pasien instalasi gawat darurat terus menerus bertambah di setiap tahunnya hingga 30% di seluruh IGD, tetapi response time pada penanganan pasien gawat darurat di IGD masih belum konsisten. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah literature review melalui dua sumber database yaitu GoogleScholar dan Pubmed. Artikel yang digunakan adalah artikel yang dipublikasikan pada rentang tahun 2019 hingga 2023 dengan Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa rata-rata waktu tanggap atau waktu tunggu di Instalasi Gawat Darurat sudah cukup cepat. Kepuasan pasien sendiri secara garis besar sudah cukup tinggi meskipun masih terdapat kepuasan pasien yang rendah dalam salah satu penelitian. Berdasarkan hasil tinjauan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif pada waktu tanggap terhadap kepuasan pasien. Hal tersebut menandakan bahwa semakin cepat waktu tanggap pelayanan yang diberikan maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat. Waktu tanggap menjadi salah satu indikator mutu pelayanan yang harus selalu diberikan perhatian khusus karena memiliki urgensi yang besar.
SYSTEMATIC REVIEW : SANITASI LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR Nurhayati, Nurhayati; Nasution, Azra Muzaiyana; Masry, Rifqa; Rahmadani, Arini Dwi; Sari, Dinda Purnama
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28345

Abstract

Sanitasi dasar merupakan sanitasi yang dibutuhkan agar menjamin lingkungan yang sehat dan sesuai persyaratan kesehatan. Fokusnya adalah pemantauan faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Kebersihan lingkungan menduduki posisi terpenting dalam kehidupan sehari-hari karena berpengaruh terhadap kesehatan individu dan masyarakat. Di negara-negara berkembang khususnya Indonesia, permasalahan sanitasi muncul karena kurangnya perhatian dan kepedulian pemerintah dan pelayanan kesehatan terkait sektor sanitasi. Akibat kurangnya air bersih, fasilitas pembuangan sampah dan pelayanan umum di tempat umum seperti sekolah, rumah sakit, puskesmas, dan tempat lainnya. Salah satu wilayah dengan sanitasi yang kurang baik ialah wilayah pesisir. Wilayah pesisir seringkali menghadapi permasalahan seperti perumahan yang tidak berpenghuni, kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan, permasalahan perekonomian, dan permasalahan sanitasi  lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keadaan sanitasi lingkungan pada wilayah pesisir di Indonesia dengan menggunakan metode studi literatur dengan desain kualitatif deskriptif yang kriterianya adalah mengumpulkan sumber literatur berupa publikasi ilmiah dan menemukan 10 artikel yang memenuhi kriteria/persyaratan, dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan merangkum seluruh hasil bermutu dan relevan terhadap sanitasi lingkungan pesisir di Indonesia. Hasil data merupakan bentuk objektif dari penulisan review terkait sanitasi lingkungan di wilayah pesisir. Kesimpulan yang diperoleh yaitu adanya pengaruh tingkat pengetahuan, pendapatan, dan perilaku terhadap sanitasi lingkungan yang masih kurang baik serta kebiasaan turun-temurun dan kurangnya perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan sanitasi lingkungan di wilayah pesisir.
PENGALAMAN MENARCHE PADA REMAJA PUTRI USIA AWAL Nadirahilah, Nadirahilah; Fitriyani, Lia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28349

Abstract

Menarche merupakan fase penting dalam kehidupan seorang remaja putri sebagai tanda kematangan fungsi reproduksi yang diiringi dengan pertumbuhan dan perkembangan remaja yang ditandai dengan pubertas dan perilaku seksual, sehingga remaja perlu mendapat dukungan dari semua pihak terkait yang dirasakan remaja pada saat mengalami Menarche   terutama pada remaja putri usia awal 10-13 tahun. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman Menarche   pada remaja putri usia 10-13 tahun. Rancangan penelitian melalui pendekatan kualitatif dengan sampel penelitian  berjumlah 7 orang. Hasil penelitian ini mendapatkan gambaran demografi berusia 12 tahun (71%) dan 2 orang responden berusia 13 tahun (28%), pendidikan ibu sebagian besar tamat SMA, pekerjaan orangtua sebagian besar wiraswasta, sebagian besar responden mendapatkan informasi tentang menstruasi dari ibu dan teman sebaya. Aspek Pengetahuan dan pengalaman menstruasi masih mendapatkan remaja yang belum dapat mendefinisikan istilah menstruasi, saat Menarche   ada yang takut, panik bahkan ngeri.Aspek dukungan keluarga dan teman menunjukkan bahwa responden mendapatkan dukungan yang baik, serta dari aspek social budaya dan agama masih mendapatkan responden yang mempercayai mitos tentang mesntruasi.Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara umum remaja usia 10-13 tahun masih ada yang mengalami rasa takut dan panik bahkan ngeri saat melihat keluarnya darah menstruasi, namun dukungan keluarga dan teman sangat membantu mengurangi kecemasan mereka.
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD TAGULANDANG KABUPATEN SITARO, SULAWESI UTARA Rasu, Stella; Langingi, Ake Royke Calvin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28357

Abstract

ANALISIS HAMBATAN IMPLEMENTASI SISTEM INTEROPERABILITAS PADA SISTEM INFORMASI DI RUMAH SAKIT Berliani, Attalya Zahra; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28371

Abstract

Perkembangan teknologi kesehatan dan kedokteran telah menjadi bagian dari operasional rumah sakit. Terdapat banyak aplikasi ataupun data yang dalam pelaksanaannya membutuhkan interoperabilitas. Interoperabilitas merujuk pada kapabilitas suatu sistem atau perangkat untuk berkolaborasi dan berkomunikasi dengan lancar, bahkan jika berasal dari pihak atau teknologi yang berbeda. Kemampuan ini memfasilitasi integrasi yang mulus antara berbagai perangkat, perangkat lunak, dan standar yang beragam, mendukung kerja sama yang efisien di dalam lingkungan teknologi yang beraneka ragam. Hambatan implementasi sistem interoperabilitas pada sistem informasi rumah sakit masih banyak dijumpai. Ketidaksiapan Rumah Sakit dalam menghadapi era digitalisasi menjadi pemicu utama sistem ini belum bisa maksimal diimplementasikan. Menentukan faktor yang menghambat sekaligus tantangan implementasi sistem interoperabilitas di sistem informasi rumah sakit. Menggunakan studi literatur dengan melakukan penelusuran melalui Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Menggunakan kata kunci “interoperability” AND “hospital” AND “constraints” AND “information” AND “system”. Ditemukan 436 artikel, namun hanya 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Dilakukan banyak studi di berbagai rumah sakit yang tersebar di beberapa negara yang menunjukkan beberapa faktor penghambat implementasi sistem interoperabilitas pada sistem informasi rumah sakit. Beberapa hambatan umum yang banyak terjadi seperti ketidaksiapan SDM, jumlah SDM yang tidak mencukupi, isu keamanan data, kesiapan sistem, perangkat lunak, dan juga vendor. Selain itu regulasi yang belum jelas juga menjadi salah satu pertimbangan rumah sakit untuk implementasi sistem. Hambatan implementasi sistem interoperabilitas pada sistem informasi rumah sakit dikelompokkan menjadi 4 faktor utama yaitu SDM, Pemerintah, Data dan Kesiapan Sistem.